JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan"
Not a member yet
    380 research outputs found

    GAMBARAN USIA PADA KEJADIAN COVID-19

    Get PDF
    Covid-19 adalah Pandemi yang baru terjadi di akhir tahun 2019 yang disebabkan oleh SARS CoV2. Hal ini harus diwaspadai karena transmisi yang cepat, memiliki tingkat kesakitan yang tidak dapat diabaikan. Sampai saat ini, belum ada vaksin pencegahan dan terapi definitif yang belum terbukti. Usia lanjut pada beberapa artikel disebutkan sebagai faktor risiko Covid-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran usia pada kejadian Covid-19. Merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional dengan pendekatan unmathced case control. Data yang digunakan adalah data sekunder rekam medik dan surveilans ruang isolasi RSUP Dr. M. Hoesin Palembang periode 1 Maret 2020 s/d 31 Juli 2020 yang berjumlah 666 responden. Analisis data menggunakan univariat untuk mengetahui gambaran usia pada kejadian Covid-19. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 116 usia berisiko (>65 tahun) yang terkonfirmasi positif sebanyak 30 (40,2%) sisanya 49 (59,8%) negatif. Sedangkan dari 550 usia yang tidak berisiko,  sebanyak 277 (47,4%) terkonfirmasi positif dan sisanya 307 (52,6%) negative. Pada analisis bivariat, tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara usia dengan Covid-19 dengan p value 0,270. Kesimpulan.Semua usia berisiko terkonfirmasi positif Covid-19, dan usia produktif paling berisiko Covid-19 yang dikarenakan mobilitas dan aktifitas sosial yang tinggi. Hal ini dapat dicegah dengan tetap melakukan protokol kesehatan

    A OPTIC DISC PIT MACULOPATHY IN A 13 YEARS OLD CHILD: A RARE CASE: A RARE CASE

    No full text
    ABSTRACT   Introduction: Optic disc pit is a rare congenital abnormality of the optic disc. It is generally appears in the third or fourth decade of life; however, cases of serous detachment in children have been reported. Treatment includes argon laser to the peripapillary region, macular buckling surgery, vitrectomy combined with laser and/or gas injection. Objective: To report a case with optic disc pit maculopathy in a 13 years old child. Case Illustration: A 13 years old male presented to us with complaints of blurred vision in right eye started a month ago. No history of trauma. On examination, her visual acuities were 20/50 right and 20/20 left eye. Both anterior segments were normal, with normal intraocular pressures. OCT imaging showed optic disc pit located temporally, with associated serous macular detachment in the right eye. Result: After 12 weeks observation, there is no significant change in the examination of the visual acuity, fundus examination and OCT imaging. Conclusion: Currently there is no universally accepted treatment for optic disc pit maculopathy because the pathogenesis is not yet fully understood. In pediatric cases, 3-6 months of follow-up before any surgical and invasive procedures is appropriate. Keyword: Optic disc pit maculopathy, OCT imaging, observation

    PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN BUKU KIA

    Get PDF
    Background : The Maternal and Child Health (MCH) Handbook contains complete information, including early detection or danger signs of maternal health problems from pregnancy to childbirth to increase knowledge of mothers and their families. The attitude of pregnant women about signs of pregnancy is important in changing the behavior of pregnant women in dealing with signs of pregnancy. Objective : To determine the relationship between knowledge and attitudes of pregnant women about the danger signs of pregnancy with the use of the MCH Handbook. Method : Using a cross-sectional design. The population used was trimester III pregnant women who had MCH books and were visiting to carry out pregnancy checks at Puskesmas Kota Palu (11 Puskesmas) during the research period in 2019. Using the cluster sampling method with a total of 110 respondents. Primary data were collected through ODK Collect, then analyzed univariate and bivariate. Results : There is a relationship between knowledge about the danger signs of pregnancy and the use of the MCH Handbook (p-value = 0.003). There is a relationship between the attitudes of pregnant women about danger signs and the use of the MCH Handbook (p-value = 0.008). OR = 3,235 indicates that mothers with positive attitudes are 3,235 times more likely to use the MCH handbook than mothers who are negative. Conclusion : There is a relationship between knowledge and attitudes about the danger signs of pregnancy and the use of the MCH Handbook. Keywords: Knowledge, Attitudes, danger sign of pregnancy, MCH Handbook

    GAMBARAN NEUTROPHIL LYMPHOCYTE RATIO (NLR) PADA EARLY ONSET PREECLAMPSIA (EOP) DAN LATE ONSET PREECLAMPSIA (LOP)

    Get PDF
    ABSTRACTBackground: Preeclampsia is a syndrome characterized by hypertension at gestational age above 20 weeks. Basedon the onset, preeclampsia is divided into EOP and LOP with a different time limit is 34 weeks gestation.Method: This study is a retrospective analytic using secondary data from medical record, the sampling method ispurposive sampling.Result: The results of the study, there were 175 cases of preeclampsia was obtained at Raden Mattaher Jambi Hospitalfrom the period 2014 - 2019. There were 31 patients with EOP and 146 patients with LOP, with the mean age of thestudy subjects 32.29 years for EOP and 31.68 years for LOP. The mean gestational age was 31 weeks for EOP andthe mean gestational age was 37 weeks for LOP. There were more multiparas for EOP and in LOP found morenulliparas and p value of 0.035. The median value of neutrophils was higher at EOP (10.20), while the value oflymphocytes was higher at LOP (2.00) but not statistically significant. The higher NLR frequency was found in the LOPgroup, which was 79.5% compared to the EOP group, which was 77.4% and not statistically significant.Conclusion: Descriptively, it was found that higher NLR values and higher NLR frequencies than the cut off point werefound in LOP, but they did not show statistically significant differences.Keywords: Preeclampsia, NLR, early onset, late onsetABSTRAKPendahuluan: Preeklampsia merupakan sindroma yang ditandai dengan hipertensi pada usia kehamilan diatas 20minggu. Berdasarkan onset, preeklampsia dibagi menjadi EOP dan LOP dengan batas waktu yang membedakanadalah 34 minggu gestasi.Metode: Penelitian ini merupakan analitik retrospektif dengan menggunakan data sekunder dari data rekam medis,metode pengambilan sampel adalah purposive sampling.Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan sampel 175 kasus preeklampsia di RSUD Raden Mattaher Jambi dari periodetahun 2014 - tahun 2019. Terdapat 31 pasien dengan EOP dan 146 pasien dengan LOP dengan rerata usia subjekpenelitian 32.29 tahun untuk EOP dan 31.68 tahun untuk LOP. Untuk usia gestasi didapatkan rata-rata 31 mingguuntuk EOP dan rata-rata usia gestasi adalah 37 minggu untuk LOP. Dari status paritas, didaptkan lebih banyakmultipara untuk EOP dan pada LOP lebih banyak ditemukan nullipara dan nilai p 0,035. Nilai median neutrofil lebihtinggi pada EOP yaitu 10.20 sedangkan nilai limfosit lebih tinggi pada LOP yaitu 2.00 akan tetapi tidak berbedabermakna secara statistik.Kesimpulan: Frekuensi NLR yang lebih tinggi dijumpai pada kelompok LOP yaitu sebanyak 79.5% dibandingkan EOPyaitu 77.4% dan tidak bermakna secara statistik. Secara deskriptif didapatkan bahwa nilai NLR yang lebih tinggi danfrekuensi NLR yang lebih tinggi dari cut off point dijumpai pada LOP, akan tetapi tidak menunjukkan berbeda bermaknasecara statistik.Kata Kunci: Preeklampsia, NLR, early onset, late ons

    PERBANDINGAN GAMBARAN MIKROSKOPIS HATI TIKUS WISTAR SETELAH PEMBERIAN ANTIADHESIF INTRAABDOMINAL

    Get PDF
    ABSTRACTBackground: Postoperative peritoneal adhesion formation after surgery is result of laparotomy. Honey has along history medicine as anti-inflammatory, anti-bacterial and wound healing agent. Majority of the publicconsidered herbal medicine as having low side effects the purpose of this study to investigate the Comparison ofmicroscopic hepar in wistar after intraabdominal antiadhesive.Methods: twenty five male wistar rats divide into five group. Control positive group as group A, 0.9% sodiumchloride as group B, 0.27 ml/ 200 gram dose of honey as Group C and 0.54 ml/ 200 gram dose of honey asgroup D. control negative as Group E. microscopic hepar such as necrosis, inflammatory and haemorage. Thedata will be analysed with statistic method.Result: mean haemorage at group A (2.2), B(2.4), C(1.2), D(1.2) and E (1). Mean portal inflamation in group A(1), B(1), C(1), D(1) and E (0.8). mean lobular inflamation in group A(1), B(1), C(1) D(1) dan E (1.2). there wereno signicant mean score microscopic appearance at the group at haemorage with p:0.216, portal inflamationwith p : 0.406, and lobular inflammation with p : 0.86. Comparison haemorage in group A vs E was no significant(p: 0.095) B Vs E (p: 0.69) group C vs E (p: 0.69) and D Vs E(p: 0.69. comparison of portal inflammatory andlobular inflammatory in group A vs E was no significant (p: 0.69) B Vs E (p: 0.69) group C vs E (p: 0.69) and DVs E(p: 0.69)Conclusion: Jambi’s Honey as antiadhesive agent is safe because microscopic hepar was not significantdamageKey word: microscopis, hepar, Jambi’s honeyABSTRAKLatar belakang: Adhesi peritoneum merupakan konsekuensi yang dapat terjadi setelah dilakukan laparotomy.Madu merupakan salah satu obat yang memiliki efek sebagai anti adhesive, antibakteri, dan penyembuhan luka.Herbal medicine dipercayai memiliki efek samping yang rendah Tujuan penelitian ini adalah untukmengidentifikasi perbandingan gambaran mikroskopik hepar tikus wistar setelah pemberian madu intraabdominalMetode: 25 tikus laki-laki jenis wistar dibagi menjadi lima kelompok. Kelompok A sebagai kontrol positifkelompok NaCl 0.9% sebagai kelompok B, kelompok pemberian madu dosis 0.27 ml/ 200 gram sebagaikelompok C dan kelompok pemberian madu dosis 0.54 ml/ 200 gram sebagai kelompok D dan kelompok controlnegative kelompok E. penialaina secara mikroskopis berupa necrosis, inflamasi dan perdarahan. Datadikumpulkan dan dianalisis secara statisticHasil: rerata haemorage pada kelompok A (2.2), B(2.4), C(1.2), D(1.2) dan E (1). Rerata inflamasi portal padakelompok A (1), B(1), C(1), D(1) dan E (0.8). rerata inflamasi lobular kelompok A(1), B(1), C(1) D(1) dan E (1.2).tidak terdapat perbedaan rerata yang signifikan secara statistic antara variable Hemorrage(p Value 0.216),inflamasi portal (p Value 0.406), dan inflamasi lobular (0.86) pada kelompok tersebut. Perbandingan haemorageJpada kelompok A vs E tidak bermakna (p: 0.095) B Vs E (p: 0.69), C vs E (p: 0.69) dan D Vs E(p: 0.69.perbandingan inflamasi portal dan inflamasi lobular pada kelompok A vs E tidak bermakna (p: 0.69) B Vs E (p:0.69) C vs E (p: 0.69) dan D Vs E(p: 0.69)kesimpulan: madu jambi sebagai anti adhesive dianggap aman karena gambaran mikroskopik heparmenunjukkan tidak terdapat perbedaan kerusakan yang bermakna.Kata kunci: mikroskopis, hepar, madu Jamb

    FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN HIPERTENSI PADA WANITA PENGGUNA KONTRASEPSI HORMONAL DI INDONESIA

    Get PDF
    ABSTRACTBackground : Hypertension is a disease of chronic and becomes a matter of health are serious in variouscountries. Nearly one billion people adults in the world suffer from hipertensi and will increase to 1.56 billion by2025 . Aims and Objectives: The study is aimed to determine the factors of risk that is associated with hypertensionin women users contraception hormonal in Indonesia. Methods : The study is using the design study of crosssectional use you right the data of secondary Indonesia Family Life Survey Year 2014. The sample in the study itwas 2,043 respondents in Indonesia consists of 13 provinces and meet the criteria for inclusion and exclusion.research instrument using Indonesia Family Life Survey household survey questionnaires. data analysis usinglogistic regression test.Results : Body mass index factor with obesity category had OR 5.3 CI: 3.05-9.28 , p value 0.000 <0.05.Conclusion: Body mass index factor is associated with hypertension in women using epsi hormonal contrast inIndonesiaKeyword : Risk factor , women , contraception , hormonal, hypertensionABSTRAKPendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit kronis dan menjadi suatu masalah kesehatan yang serius diberbagai negara. Hampir satu miliar orang dewasa di dunia menderita hipertensi dan akan meningkat 1,56 miliarpada tahun 2025. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungandengan hipertensi pada wanita pengguna kontrasepsi hormonal di Indonesia.Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional menggunakan data sekunder Indonesia FamilyLife Survey Tahun 2014. Sampel dalam penelitian ini adalah 2.043 responden di Indonesia yang terdiri dari 13provinsi dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian menggunakan Indonesia family life surveyHousehold survey questionnaires. Analisa data menggunakan uji regresi logistik.Hasil: Faktor indeks massa tubuh dengan kategori obesitas memiliki OR 5,3 CI: 3,05-9,28, p value 0,000<0,05.Kesimpulan: Faktor indeks massa tubuh berhubungan dengan hipertensi pada wanita pengguna kontrasepsihormonal di IndonesiaKata Kunci: faktor risiko, wanita, kontrasepsi, hormonal, hipertens

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT SCABIES PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN NURUL IMAN ULU GEDONG KOTA JAMBI TAHUN 2019

    Get PDF
    ABSTRAKPendahuluan: Kebersihan asrama sebagai tempat tinggal para santri, akan menyebabkan terjadinya masalahantara lain kebersihan kamar tidur, kebersihan individu, dan pembuangan sampah merupakan masalah yangperlu mendapat perhatian khusus. Pondok Pesantren Nurul Iman adalah sebuah pondok pesantren yangberada di wilayah kerja Puskesmas Olak Kemang, di desa Ulu Gedong Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi.Dari data jumlah siswa terbanyak adalah SMP dari data UKS yang terbanyak menderita Scabies adalah SiswaSMP dengan jumlah siswa terbanyak sehingga fasilitas / sarana baik di kelas maupun di asrama terbatas / tidakberimbang dengan siswa.Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan â€cross sectional†yaitupenelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari adanya suatu dinamika kolerasi. SampelProporsional Random Sampling. 97 orang. Instrumen yang digunakan kuesioner dan lembar observasi carapengisisan menggunakan check-list yang terdiri dari beberapa petanyaan. Analisa yang digunakan adalahanllisa univariat dan bivariat.Hasil: Berdasarkan penelitian perilaku pencegahan scabies pengetahuan, sarana, lingkungan sebagian kecilkurang baik, Berdasarkan hasil penelitian responden memiliki perilaku yang benar dalam hal menjagakebersihan badan dengan mandi 2 kali sehari secara teratur, menjaga pondok pesantren agar selalu dalamkeadaan bersih, tidak meminjam pakaian secara bersama-sama agar tidak tertular penyakit scabies.Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan penyakit scabies pada santri diPesantren Nurul Iman Kota Jambi Tahun 2019 diharapkan Agar dapat lebih memperhatikan sarana dan prasranayang lebih mendukung untuk mencegah meluasnya penyakit scabies. Seperti penambahan sarana tempatmandi, pembuatan jadwal khusus untuk pengontrolan kamar tidur para santriKata Kunci : scabies, Pengetahuan, sarana parasan

    PERBANDINGAN KURVA FRIEDMAN DAN PARTOGRAF WHO SEBAGAI MONITORING PERSALINAN DI ERA PANDEMI COVID 19

    Get PDF
    Saat ibu hamil memasuki rumah sakit di era pandemi COVID 19 maka penilaian terhadap ibu dan janin harus dilakukan secara lengkap. Pemeriksaan dan pemantauan ibu hamil saat persalinan juga dilakukan sesuai dengan standar nasional yaitu dengan menggunakan partograf. Partograf adalah alat pemantauan persalinan yang paling umum digunakan oleh tenaga kesehatan untuk memantau kemajuan persalinan dan memberikan intervensi tepat waktu jika diperlukan. Perkembangan dari pemantauan kemajuan persalinan didasari observasi yang dilakukan oleh Friedman pada tahun 1955. Barulah pada tahun 1994,WHO merancang partograf. Sejak pertama kali digunakan, partograf WHO telah dimodifikasi dan diadaptasi oleh banyak rumah saki

    PEMBELAJARAN JARAK JAUH PADA KEPANITERAAN KLINIS PROGRAM STUDI PROFESI DOKTER DI RUMAH SAKIT PENDIDIKAN

    Get PDF
    ABSTRACT Introduction: It is not easy to regulate the clerkship system for medical professional education clinics when continuing to the hospital during the pandemic (Covid-19) so that students can acquire knowledge and skills according to predetermined competencies. Objective: Describe Distance Learning (PJJ) of Clinical clerkship students (coass) in teaching hospitals during the pandemic. Methods: A descriptive study of Clinical Clerkship students who carried out online activities during the pandemic period at the Teaching Hospital. Results: There were 51 respondents from clinical clerkship education participants, as many as 84.31% of respondents graduated from academic education in 2019-2020, just carried out the 1-2 rotation stage 47.05%, long waiting for the pandemic 5-7 months experienced by 56.86 % of respondents, there were more students who did not experience difficulties in accessing the internet, and simply adapting to do PJJ. Less than 50% of the learning time provided is appropriate. Students are satisfied to receive learning time per day, student communication with clinical teaching lecturers is classified as useful, and scheduling of learning with clinical doctors is relatively easy. Respondents answered PJJ quite effectively, as much as 56.86%. Conclusion: The most prominent problem is the fulfillment of clinical clerkship competence in patients' interactions in teaching hospitals due to the pandemic. However, more than that, various efforts have been made by institutions that provide clinical medical education. Keywords: Clinical Clerkship - Teaching Hospital - Distance Learning - Doctor's Professional Study Program ABSTRAK Pendahuluan : Hal yang tidak mudah dalam mengatur sistem kegiatan kepaniteraan klinik pendidikan profesi dokter pada saat melanjutkan stase di rumah sakit selama masa pandemi (Covid-19) sehingga peserta didik dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan kompetensi yang telah ditetapkan. Tujuan : Menggambarkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) peserta didik kepaniteraan muda (coass) di Rumah Sakit Pendidikan selama pandemi. Metode : Penelitian deskriptif terhadap peserta didik kepaniteraan muda yang melakukan kegiatan daring selama masa pandemi di Rumah Sakit Pendidikan. Hasil : Terdapat 51 responden dari peserta pendidikan kepaniteraan klinis, sebanyak 84,31% responden lulus dari pendidikan akademik di tahun 2019-2020, baru menjalankan stase 1-2 rotasi 47,05 %, lama menunggu pandemi 5-7 bulan di alami oleh 56,86% responden, lebih banyak peserta didik tidak mengalami kesulitan akses internet, dan beradaptasi cukup melakukan PJJ. Kurang dari 50 % Waktu pembelajaran yang diberikan sesuai,   peserta didik puas menerima waktu pembelajaran per hari, komunikasi mahasiswa dengan dosen pendidik klinis tergolong baik, serta pengaturan jadwal pembelajaran dengan dokter klinis cukup mudah. Responden menjawab PJJ cukup efektif sebanyak 56,86%. Kesimpulan: Permasalahan yang paling menonjol adalah pemenuhan kompetensi kepaniteraan klinis dalam interaksi dengan pasien di RS Pendidikan dikarenakan pandemi. Namun daripada itu, berbagai upaya telah dilakukan oleh Instansi penyelenggara pendidikan kedokteran klinis.   Kata kunci : Kepaniteraan Klinis – RS Pendidikan – Pembelajaran Jarak Jauh -  Program Studi Profesi Dokter &nbsp

    PRINCIPLE OF REHABILITATION & COMPLICATION PREVENTION AFTER MUSCULOSKELETAL TRAUMA

    Get PDF
    Rehabilitation plays a major role to maximize outcome and prevent complications following musculoskeletal trauma and its interventions. It is reported in several studies that mortality risk in patients not receiving rehabilitation was higher compared with patients who received one. The key principles include adequate pain management, anti-infection measures, early ambulation and physical therapy, establishing proper milestones and goals, well-communicated multi-disciplinary approach, and the establishment of standardized and personalized treatment protocol. Early mobilization is supported, as long as wound healing has been taken into consideration. Holistic approach to ensure both physical and psychosocial well-being is recommended, along with special care for geriatric and paediatric populations. Furthermore, alternative medicines such as acupuncture and meditation are currently gaining popularity and subsequently advocated as adjunct therapies

    333

    full texts

    380

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan"
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇