HUMANITAS: Indonesian Psychological Journal
Not a member yet
195 research outputs found
Sort by
Pengaruh Strategi Experiential Learning Terhadap Self Regulated Learning Mahasiswa
Self regulated learning memiliki peranan yang sangat penting terhadap banyak aspek kehidupan terutama bidang akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh strategi experiential learning terhadap self regulated learning dan komponen-komponennya (motivasi belajar, strategi belajar kognitif, regulasi metakognitif, dan kelola sumber daya) mahasiswa. Subjek penelitian ini adalah 40 orang kelompok eksperimen dan 40 orang kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah skala self regulated learning dan modul experiential learning digunakan sebagai pedoman dalam menerapkan strategi pembelajaran eksperiensial. Teknik analisis multivariat digunakan untuk menganalisis data. Hasil menunjukkan bahwa ada perbedaan self regulated learning, motivasi belajar, , metacognitive regulation, dan kelola sumber daya yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Ini artinya bahwa strategi experiential learning mampu meningkatkan self regulated learning mahasiswa
Pengembangan Model Sistem Peringatan Dini Konflik Menggunakan Prediktor Identitas Sosial
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemodelan dengan prediktor identitas sosial terdiri dari kategorisasi, identifikasi kelompok, dan bias kelompok. Dalam rangka mencapai tujuan penelitian bahwa penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memodifikasi tiga metode yaitu model struktural, type sequential models, dan type conjunctual model. Adapun populasi penelitian adalah anggota Paguyuban Petani Lahan Pantai Kulon Progo. Pengambilan sampel dalam penelitian dengan proporsi area random sampling. Responden berjumlah 279. Analisis model menggunakan second order confirmatory factor analysis menghasilkan temuan bahwa identitas sosial yang terdiri dari kategorisasi, identifikasi kelompok, dan bias kelompok terbukti menjadi prediktor konflik. Sesuai kekhasan sistem peringatan dini sebagai tindakan preventif, maka berdasarkan hasil penelitian merekomendasikan lebih memperhatikan dimensi bias kelompok karena memberi kontribusi terbesar sebagai pembentuk identitas sosial. Tindakan pencegahan adalah adanya pihak luar mampu menjalin kerja sama dengan pihak petani. Hal ini menjadikan kelompok luar merupakan kelompok yang menumbuhkan reference bagi petani. Reference dari pihak luar tersebut yang dapat menurunkan bias kelompok
MENINGKATKAN KEJUJURAN AKADEMIK: EFEKTIVITAS CLASSROOM DEVELOPMENTAL BIBLIOTHERAPY DALAM PEMBELAJARAN
Kejujuran akademik merupakan salah satu nilai dalam pendidikan karakter yang harus diajarkan kepada siswa yang terintegrasi dalam proses pembelajaran. Biblioterapi, terutama biblioterapi perkembangan merupakan salah satu teknik untuk mengajarkan nilai yang terintegrasi dalam kurikulum. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji Efektifitas Classroom Developmental Bibliotherapy (CDB) dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kejujuran akademik pada siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperiment kuasi dengan desain Non Equivalent Control Group Posttest Only Design. Subyek dalam penelitian ini sejumlah 63 siswa kelas IV MI (Madrasah Ibtidaiyah), yang dibagi dalam dua kelompok, kelompok eksperimen dan kontrol. Perlakuan CDB dalam pembelajaran diberikan pada kelompok eksperimen dalam empat sesi. CDB diberikan secara integratif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dengan empat tahapan, yaitu prabaca, membaca terbimbing, diskusi pasca baca dan penguatan/ pemecahan masalah. Pengukuran kejujuran akademik menggunakan Skala Kejujuran Akademik, yang mengukur kejujuran akademik dalam tiga aspek; sikap, kecenderungan dan perilaku untuk menghindari mencontek. Dari hasil uji-t diketahui bahwa terdapat perbedaan tingkat kejujuran akademik pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hal ini berarti CDB dalam pembelajaran Bahasa Indonesia efektif untuk meningkatkan kejujuran akademik siswa
PENYUSUNAN DAN IDENTIFIKASI PROPERTI PSIKOMETRIS SKALA STRATEGI KOPING AKADEMIK PADA MAHASISWA
Pengukuran mengenai strategi koping (coping strategy) penting dilakukan guna memberikan informasi kecenderungan strategi koping yang diterapkan mahasiswa serta memberikan intervensi sesuai kebutuhan berdasarkan informasi yang didapat. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun skala strategi koping akademik berdasarkan tiga aspek menurut Sullivan (2010) yaitu Approach, Avoidance, dan Social Support, serta menyajikan informasi properti psikometris yang ada. Analisis properti psikometri dalam penelitian ini meliputi reliabilitas dengan menggunakan pendekatan konsistensi internal Alfa Cronbach, validitas konstruk dengan analisis faktor konfirmatori, dan validitas kriteria. Hasilnya, skala strategi koping akademik memiliki koefisien reliabilitas Alpha sebesar 0,808 untuk dimensi Approach; 0,818 untuk dimensi Avoidance dan 0,868 untuk dimensi Social Support. Dari hasil analisis faktor konfirmatori dengan SEM, model yang diajukan yang terdiri dari tiga faktor dan model yang diajukan tersebut memenuhi kriteria fit (GFI = 0,920, CFI = 0,923, RMSEA = 0,076). Uji validitas kriteria juga dilakukan, hasilnya strategi koping Approach dan Avoidance berkorelasi signifikan dengan variabel depresi, kecemasan, dan stres. Secara umum, skala ini memiliki properti psikometris yang memuaskan, pengembangan skala ini di masa depan terkait isu metodologis dibahas dalam tulisan ini
KOMITMEN PERNIKAHAN PADA PASANGAN SUAMI ISTRI BEKERJA
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan komitmen pernikahan pada pasangan suami istri bekerja. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur pada 6 pasang suami istri bekerja, lama waktu pernikahan kurang dari 10 tahun, mempunyai anak berusia kurang dari 6 tahun, dan tinggal di Karesidenan Surakarta. Analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen pada pasangan mulai terbentuk sebelum menikah yang dibangun melalui tahap ketertarikan pada pasangan, membuat kesepakatan untuk menikah, dan menghadapi tantangan menuju pernikahan. Setelah menikah komitmen pasangan suami istri diwujudkan melalui pembagian peran, pengambilan keputusan, ijin suami bagi istri yang bekerja, evaluasi pada istri untuk bekerja atau berhenti kerja, mengatasi dampak dari sama-sama bekerja, dan menyelesaikan masalah bersama-sama. Bentuk perilaku untuk menjaga komitmen diwujudkan dengan sikap bertanggung jawab, setia pada pasangan, saling percaya, mau bekerja sama, saling memahami dan menghargai, serta taat terhadap ajaran agama memegang peran yang penting
Uji Reliabilitas dan Validitas Eksternal The Raven's Standard Progressive Matrices
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi terkini mengenai reliabilitas dan validitas The Raven Standard Progressive Matrices (SPM) dalam konteks Indonesia. Dalam penelitian ini kami menggunakan data (N=583) yang telah tersedia, dengan rentang usia antara 13-61 tahun. Kami menggunakan metode Cronbach's Alpha untuk menguji reliabilitas SPM dan metode validitas kriteria dengan the Culture Fair Intelligence Test (CFIT) sebagai alat ukur pembanding untuk menguji validitas eksternal dari SPM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SPM memiliki reliabilitas yang memuaskan, sebesar .84 (M = 47.20, SD = 6.06). Kemudian juga terbukti valid dengan validitas kriteria yang moderat (r(136) = .64, r2= .41, p < .01). Untuk penelitian selanjutnya, bisa dilakukan investigasi kegunaan diagnostik dari SPM dengan kelompok khusus, seperti kelompok individu cerdas istimewa dan kelompok individu dengan disabilitas inteligensi
FACTOR ANALYSIS OF ROTTER'S INTERPERSONAL TRUST SCALE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dimensi-dimensi yang terdapat pada alat ukur Interpersonal Trust Scale menggunakan metode Exploratory Factor Analysis dan Confirmatory Factor Analysis pada dewasa awal. Convenience sampling digunakan sebagai teknik pengambilan sampel untk EFA (N=320) dan CFA (485). EFA menghasilkan empat dimensi yaitu Exploitation Institutional Factor merupakan faktor yang menunjukkan tingkat kepercayaan seseorang terhadap suatu institusi serta mengandung butir yang menunjukkan kewaspadaan orang terhadap situasi eksploitatif; Role Trust menunjukkan tingkat kepercayaan terhadap figur tertentu dalam menjalankan peran sosial; Sincerity berisikan butir yang menujukkan kepercayaan bahwa orang lain tulus dan jujur dalam berperilaku; dan Trust of the Future berisikan butir yang menunjukkan kepercayaan seseorang terhadap sesuatu yang belum terjadi. Faktor yang diperoleh dari hasil analisis EFA diuji menggunakan CFA dan memeroleh dua faktor yang tersisa yaitu Caution dan Sincerity. Reliabilitas yang cukup rendah menunjukkan diperlukannya uji reliabilitas yang lain
PENGUJIAN VALIDITAS DAN RELIABILITAS SKALA IDENTITAS SOSIAL
Identitas sosial merupakan bagian penting dari konsep diri individu sebagai bagian dari kelompok tertentu dalam lingkungan sosialnya. Lingkungan sosial yang dimaksud pada penelitian ini adalah bangsa Indonesia. Peneliti melakukan adaptasi skala Collective Self-Esteem (CSE) dari Luhtanen dan Crocker yang dapat mengidentifikasikan identitas sosial yaitu sejauh mana individu mengidentifikasikan dirinya sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Dalam penelitian ini, skala tersebut kemudian diberi judul Skala Identitas Sosial. Partisipan penelitian ini adalah penduduk Jakarta berjumlah 298 orang dengan pendidikan minimal Sekolah Menengah Atas atau sederajat. Pengujian validitas konstruk dilakukan dengan teknik Confirmatory Factor Analysis (CFA), khususnya dengan measurement model. Pengujian reliabilitas dilakukan melalui koefisien Cronbach's alpha dan koefisien Omega. Hasil penelitian ini menunjukkan skala Identitas Sosial dalam konteks bangsa Indonesia ini memiliki empat faktor sesuai dengan skala CSE dan reliabel
Eye Movement Desensitization and Reprocessing (EMDR) untuk Menurunkan PTSD pada Korban Inses
Kekerasan seksual terhadap anak perempuan dapat memicu terjadinya PTSD (post-traumatic stress disorder) yang menyebabkan individu menjadi tidak berdaya seumur hidupnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh EMDR (Eye Movement Desensitization and Reprocessing) dalam menurunkan PTSD (post-traumatic stress disorder) yang diderita oleh seorang remaja putri korban inses yang didampingi oleh YLPA (Yayasan Lembaga Perlindungan Anak) DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta). Subjek dalam penelitian ini yang mengalami PTSD adalah remaja puteri berusia 17 tahun dengan gejala PTSD sebagaimana diukur dengan IES-R (Impact of event scale-Revised). Penelitian ini dilakukan dengan desain eksperimen kasusu tunggal (single case experimental design) dengan desain A-B-A-B dan follow up. Wawancara dan observasi kualitatif juga dilakukan untuk melihat pengalaman subjektif subjek selama menjalani terapi EMDR. Perlakuan terapi EMDR dilaksanakan dalam tujuh sesi. Hasil penelitian menunjukkan menurunnya skor PTSD dari prates (skor 35), pascates (skor 4), dan follow up (skor 3). Hasil wawancara dan observasi juga menunjukkan bahwa subjek telah dapat mengelola emosi negatifnya, dan dapat mengontrol dirinya sendiri ketika melihat objek yang menstimulasi traumanya, serta telah dapat menemukan keyakinan baru yang positif. Berdasarkan termuan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa EMDR dapat menurunkan skor PTSD yang diderita oleh remaja putri korban inses di YLPA DIY
MENEMUKAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DIBALIK PROFESI DOSEN : PSYCHOLOGICAL CONTRACT SEBAGAI SALAH SATU PREDIKTOR TERCAPAINYA PSYCHOLOGICAL WELL BEING PADA DOSEN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kontrak psikologis terhadap kesejahteraan psikologis pada tenaga pendidik di institusi pendidikan. Hubungan timbal balik atau kontrak psikologis terbentuk dari keyakinan karyawan bahwa organisasi akan menghargai kontribusi dan memenuhi harapannya. Keyakinan ini akan menciptakan pengalaman kerja yang positif dan membentuk rasa aman secara psikologis. Terwujudnya kontrak psikologis dapat memunculkan keseimbangan, keselarasan, keserasian, kelancaran karyawan dalam bekerja, kemajuan organisasi, hubungan yang baik antara karyawan dan organisasi, serta meminimalisir munculnya konflik dan kesenjangan sosial. Kondisi ini identik dengan kesejahteraan psikologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara psychological contract dan psychological well being. Rendahnya gap antara kebutuhan dan pemenuhan baik pada transactional dan relational contract bermakna rendahnya psychological contract breach yang dirasakan oleh dosen. Semakin rendah tingkat pengingkaran yang dirasakan maka akan semakin tinggi tingkat psychological well being mereka. Hal ini akan berdampak pada peningkatan perasaan yang lebih positif. Dosen merasa bahwa faktor personal growth dan personal life lah yang memberikan kontribusi terbesar terhadap kesejahteraan psikologis mereka