HUMANITAS: Indonesian Psychological Journal
Not a member yet
195 research outputs found
Sort by
PENGARUH PERSEPSI REMAJA TENTANG KONFLIK ANTAR ORANG TUA DAN RESILIENSI TERHADAP DEPRESI DAN KECEMASAN
Keluarga memainkan peran yang sagat penting dalam perkembangan anak dan remaja, namun tidak semua keluarga dapat memberikan situasi yang kondusif bagi anak untuk tumbuh kembang secara optimal, misalnya keluarga yang diwarnai konflik antar orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh Persepsi remaja tentang konflik yang dialami oleh orangtuanya terhadap depresi dan kecemasan sebagai bentuk internalizing problems pada remaja, serta mengungkap peran resiliensi sebagai faktor mediasi. Partisipan penelitian adalah 102 Siswa-siswi dari dua sekolah menengah di Yogyakarta berusia 12-17 tahun. Alat ukur yang digunakan diadaptasi dari Skala kecemasan T-Mas yang dikembangkan oleh Taylor, skala depresi KADS (Kurcher Adolescent Depression Scale) versi 11, The Resilience Scale yang dikembangkan Wagnild & Young, serta skala The Children’s Perception of Interparental Conflict Scale (The CPIC) yang dikembangkan oleh Grych dan Finchman. Data dianalisis dengan menggunakan analisis jalur (path analysis). Hasil menunjukkan persepsi tentang konflik antar orangtua terbukti memiliki pengaruh langsung yang signifikan baik terhadap kecemasan maupun depresi. Pengaruh tersebut menjadi tidak signfikan ketika dimediasi oleh resiliensi. Resiliensi memainkan peran penting dalam menurunkan efek negatif yang diakibatkan oleh konflik antar orangtua
KECEMASAN IBU HAMIL DITINJAU DARI INTENSITAS MEMBACA AL-QUR’AN DAN KELOMPOK USIA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas membaca al-Qur’an dengan kecemasan pada ibu hamil dan mengetahui perbedaan kecemasan pada ibu hamil berdasarkan usia ibu. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kuantitatif dengan alat pengumpulan data berupa skala yaitu skala intensitas membaca al-Qur’an dan skala kecemasan pada ibu hamil. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis product moment dan uji anava dengan menggunakan SPSS versi 16,0 for Windows. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan nilai r sebesar -0,826 p = 0,000 (p<0,01) yang berarti ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara intensitas membaca al-Qur’an dengan kecemasan pada ibu hamil. Analisis varian menghasilkan nilai total df = 39, dengan nilai F = 11,788 dan taraf signifikansi yang diperoleh adalah 0,000 (p<0,01) yang berarti ada perbedaan yang sangat signifikan antara kelompok usia dengan kecemasan pad ibu hamil. Kelompok usia di bawah 20 tahun (<20 tahun) memiliki skor kecemasan dengan rata-rata 50,58, kelompok usia antara 25-35 memiliki skor kecemasan dengan rata-rata 37,75, dan kelompok usia di atas 35 tahun (35<) memiliki skor kecemasan dengan rata-rata 39,33. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi intensitas membaca al-Qur’an maka semakin rendah kecemasan ibu hamil dan sebaliknya, semakin rendah intensitas membaca al-Qur’an maka semakin tinggi kecemasan ibu hamil. Kelompok usia 20-35 tahun memiliki kecemasan kehamilan paling rendah dibandingkan dengan kelompok usia dibawah 20 tahun dan diatas 35 tahun
PENGARUH METODE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR BAHASA JAWA
Motivasi belajar Bahasa Jawa pada siswa Sekolah Dasar adalah rendah. Hal ini akan berdampak negatif yaitu menurunnya apresiasi para siswa terhadap budaya Jawa yang seharusnya dilestarikan. Untuk mengatasi rendahnya motivasi belajar Bahasa Jawa dibutuhkan suatu metode pembelajaran yang menarik yaitu metode pembelajaran secara berkelompok. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode student team achievement division (STAD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode STAD terhadap motivasi belajar Bahasa Jawa siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan untreated control group design pretest and posttest. Hasil uji statistik menggunakan anava mix design menunjukkan adanya perbedaan yang sangat signifikan pada kelompok eksperimen antara sebelum dan sesudah penerapan metode pembelajaran STAD sig (0,002) < 0,01. Selain itu terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai sig (0,002) < 0,01
PERAN NILAI KERJA EMPAT FAKTOR DAN KEPEMIMPINAN DENGAN KONTRAK PSIKOLOGIS SEBAGAI MEDIATOR TERHADAP TIM KERJA EFEKTIF
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran-peran variabel nilai kerja empat faktor dan kepemimpinan tipe transformasional, tipe transaksional pada kontrak psikologi yang akan menyumbang pada tinggi rendahnya tim kerja efektif dan untuk mengetahui variabel mana yang memberikan sumbangan terbesar tim kerja efektif. Subjek penelitian adalah karyawan medis dan non medis RS X Pontianak dengan jumlah 170 orang. Data diperoleh melalui skala tim kerja efektif, skala kontrak psikologis, skala kepemimpinan tipe transformasionl dan tipe transaksional. Data terkait nilai kerja diperoleh melalui Work Value Survey. Data yang telah diperoleh dari responden kemudian diolah dengan pendekatan kuantitatif dan dianalisis dengan metode Structural Equation Modeling atau SEM menggunakan program Amos. Hasil penelitian menunjukkan ada peran nilai kerja faktor ekstrinsik, faktor instrinsik, faktor sosial, dan kepemimpinan tipe transformasional, tipe transaksional dengan mediator kontrak psikologis terhadap tim kerja efektif. Kontrak psikologis memiliki peran terbesar terhadap tim kerja efektif sehingga kontrak psikologis dapat digunakan sebagai alat prediktor terhadap tim kerja efektif
KEMATANGAN KARIER SISWA SMK DITINJAU DARI JENIS KELAMIN DAN JURUSAN
Tingginya angka pengangguran pada lulusan SMK salah satunya dilatarbelakangi oleh belum adanya kesiapan kerja yang disebabkan karena kurangnya kematangan karier. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kematangan karier ditinjau dari jenis kelamin, jurusan dan status sekolah pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Semarang. Kematangan karier adalah keberhasilan individu dalam menyelesaikan tugas perkembangan karir yang khas di setiap tahap perkembangan yang ditunjukkan dengan kesesuaian perilaku karir individu dengan perilaku karir yang diharapkan. Subjek penelitian berjumlah 339 siswa kelas XI SMK dari enam SMK di Kota Semarang yang terdiri dari tiga SMK Negeri dan tiga SMK Swasta yang terdiri dari 101 laki-laki dan 238 perempuan dengan usia subjek berkisar antara 15-19 tahun. Terdapat sepuluh jurusan peminatan yang terlibat dalam penelitian ini Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Kematangan Karier dan kuesioner data demografi. Hasil pengujian hipotesis menggunakan ANAVA dua jalur menujukkan tidak ada perbedaan kematangan karier ditinjau dari jenis kelamin dan tidak ada perbedaan kematangan karier ditinjau dari jurusan. Diskusi dan rekomendasi di bahas selanjutnya
STUDI KOMPARATIF IDENTITAS NASIONAL PADA REMAJA GENERASI Z DITINJAU DARI INTENSITAS PENGGUNAAN INTERNET
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan identitas nasional di kalangan remaja Generasi Z ditinjau dari intensitas penggunaan internet. Penelitian ini melibatkan 155 siswa dari sebuah SMA Swasta di Tulungagung. Alat ukur untuk penelitian ini menggunakan Skala Identitas Nasional yang dikembangkan oleh Lili dan Diehl (1999) dan Skala Adiksi Internet yang dikembangkan oleh Young (2009). Hasil uji ANOVA satu jalur menunjukkan bahwa terdapat nilai yang signifikan pada kedua variabel (P < 0.05; F = 181.09). Hasil perbandingan rerata antar-kelompok juga menunjukkan bahwa kelompok yang tidak mengalami adiksi internet cenderung memiliki identitas nasional yang lebih kuat. Hasil penelitian ini memiliki beberapa implikasi praktis, diantaranya tentang urgensi memonitor jenis konten yang diakses oleh remaja. Selain itu, peneliti juga memberikan beberapa rekomendasi untuk menerapkan pola asuh dan strategi pembelajaran yang terintegrasi dengan internet untuk memperkuat identitas nasional pada remaja
PERMASALAHAN-PERMASALAHAN YANG DIHADAPI SEKOLAH PENYELENGGARA PENDIDIKAN INKLUSI PADA TINGKAT SD
Dicanangkannya pendidikan inklusi di Indonesia dengan tujuan untuk memfasilitasi kebutuhan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) sudah banyak dijalankan di seluruh Indonesia khususnya kota-kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Malang, tetapi dalam pelaksanannya menemukan banyak kendala-kendala atau permasalahan di sekolah khususnya bagi guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang dialami guru dan sekolah dalam penyelengaraan pendidikan inklusi pada tingkat SD di wilayah Kota Yogyakarta. Subyek penelitian adalah guru yang mengajar di sekolah penyelenggara Pendidikan Inklusi. Data diperoleh melalui open-ended questionnaire (pertanyaan terbuka). Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis menggunakan teknik koding. Desain penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan indigenous psychology bagian dari tradisi pendekatan ilmiah dimana aspek yang penting dalam pendekatan ini adalah usaha untuk menemukan metode yang sesuai untuk mengungkap fenomena dalam suatu investigasi. Hasil penelitian menunjukkan ada berbagai permasalahan yang ditemui guru terkait kesiapan sekolah itu sendiri seperti kurangnya kompetensi guru dalam menghadapi siswa ABK, permasalahan terkait kurangnya kepedulian orangtua terhadap ABK, selain itu banyaknya siswa ABK dalam satu kelas, dan kurangnya kerjasama dari berbagai pihak seperti masyarakat, ahli professional dan pemerintah
MODEL PERANAN WORK LIFE BALANCE, STRES KERJA DAN KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris model peranan keseimbangan kehidupan-kerja dan stres kerja terhadap kepuasan kerja. Penelitian ini melibatkan 119 karyawan yang bekerja di bidang perhotelan di Yogyakarta. Hipotesis dalam penelitian ini adalah keseimbangan kehidupan- kerja dapat mempengaruhi kepuasan kerja dengan dimediasi oleh stres kerja. Penelitan ini menggunakan skala kepuasan kerja berdasarkan aspek-aspek kepuasan kerja yang dikemukakan oleh Luthans, skala keseimbangan kehidupan-kerja berdasarkan aspek-aspek keseimbangan kehidupan-kerja menurut Hudson dan skala stres kerja berdasarkan aspek-aspek yang dikemukakan oleh Beehr dan Newman. Data dianalisis dengan menggunakan Sobel Test dari Preacher dan Hayes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keseimbangan kehidupan-kerja mempengaruhi kepuasan kerja dengan dimediasi oleh stres kerja. Keseimbangan kehidupan kerja yang rendah dapat meningkatkan stres kerja terlebih dahulu sebelum menurunkan stres kerja pada karyawan
GAMBARAN PATERNAL RESPONSIBILITY DALAM PENGASUHAN ANAK , USIA DINI
Paternal responsibility merupakan salah satu bentuk keterlibatan ayah kepada anak usia dini. Ayah dianggap mampu memahami dan memenuhi kebutuhan dan perkembangan anak, termasuk memberi nafkah dan merencanakan masa depan anak. Paternal responsibility mencakup hal-hal penting bagi anak termasuk nama, sekolah, pendidikan, tempat tinggal, agama dan menggelola keuangan anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterlibatan ayah dalam dimensi paternal responsibility kepada anak usia dini di kota Kupang. Penelitian ini melibatkan 154 responden sebagai sampel. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket paternal responsibility dan dianalisis dengan pendekatan analisis teoretik-deskriptif dengan menggunakan tabulasi silang (cross-tabulation) dengan alat bantu Microsoft Office Excel 2007. Hasil analisis data menjukkan ada pola yang berbeda tentang keterlibatan ayah dalam dimensi paternal responsibility ketika ditinjau dari beberapa faktor demografik seperti pendidikan ayah, pekerjaan, usia ayah, usia anak, suku, dan urutan kelahiran anak. Penelitian ini hanyalah eksplorasi awal untuk memperoleh gambaran sederhana akan faktor demografis dalam kaitannya dengan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak usia dini. Rekomendasi yang terkait dengan analisis statistik lanjut akan diberikan dari hasil penelitian awal ini untuk keperluan pengembangan program pelibatan ayah dalam pengasuhan anak usia dini
BENARKAH SELF ESTEEM MEMPENGARUHI PRESTASI AKADEMIK?
Self esteem menentukan perkembangan mental seseorang secara keseluruhan, bahkan dapat mempengaruhi prilaku manusia. Perdebatan muncul ketika menjelaskan, apakah prestasi akademik siswa dipengaruhi oleh self esteem. Penelitian ini menggunakan pendekatan meta analisis sebagai upaya memperjelas keterkaitan antara variabel Self esteem dengan variabel prestasi akademik. Lebih dari 16 jurnal penelitian yang di dalamnya terdapat 29 studi yang menguji hubungan self esteem dengan prestasi akademik, dianalisis. Lima belas jurnal penelitian menggunakan skala Global Self esteem satu faktor buatan Rosenberg dalam mengukur self esteem, dan satu jurnal penelitian menggunakan skala The Tennessee Self-Concept Scale (TSCS). Prestasi akademik dalam 16 jurnal penelitian yang didapatkan, dioperasionalkan sebagai nilai rata-rata akhir siswa dari tahun ajaran sebelumnya dan nilai ujian siswa pada mata pelajaran tertentu. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara self esteem dengan prestasi akademik. Koefisien korelasi populasi yang didapatkan tergolong rendah, yaitu sebesar 0,199. Lemahnya koefisien korelasi tidak dapat disimpulkan bahwa self esteem tidak mempengaruhi prestasi akademik. Namun, terdapat dua alternatif yang dapat menjelaskan lemahnya hubungan antara self esteem dengan prestasi akademik. Pertama, hubungan antara self esteem dengan prestasi akademik bersifat hubungan dua arah. Kedua, hubungan antara self esteem dengan prestasi akademik dimediasi oleh variabel efikasi diri akademik