HUMANITAS: Indonesian Psychological Journal
Not a member yet
    195 research outputs found

    Optimisme Remaja yang Tinggal di Panti Asuhan Ditinjau dari Kebersyukuran dan Konsep Diri

    Full text link
    Most of teenager who live in orphanage might experience lack of self-fulfillment in both physical and psychological needs that impact on their optimism. There are some factors that influence on optimism, those are: gratefulness and self-concept. This research aims to find the effect of gratefulness and self-concept to optimism of teenager who live in orphanage. 243 teenagers who live in 9 orphanages in Sleman, Yogyakarta were involved as subjects. Data were collected through Optimism Life Orientation Test Revised (LOT-R), gratefulness scale and Tennessee Self Concept Scale (TSCS). Data were analyzed using multiple linear regressions which were computed through Statistical Product and Service Solution (SPSS) for windows release 22,0. The results showed that gratefulness and self-concept effect on optimism. Gratefulness and positive self-concept allow teenager to be more aware to their competencies which encourage them to improve their capability as well as their skills that in turn leads to the higher optimism

    Kebermaknaan Hidup Anak Jalanan Perempuan yang Memiliki Anak atas Kehamilan yang Tidak Dikehendaki

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan ciri-ciri kebermaknaan hidup anak jalanan perempuan korban kekerasan seksual setelah memiliki anak dari kehamilan yang tidak dikehendaki. Subjek terdiri dari dua anak jalanan perempuan berusia di bawah 18 tahun, merupakan korban kekerasan seksual, memiliki anak dari kehamilan yang tidak dikehendaki, memiliki anak sebelum usia 18 tahun, dan bertempat tinggal di kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data menggunakan observasi non partisipan dan wawancara terhadap subjek dan significant person sebagai triangulasi data. Analisis hasil menggunakan analisis isi dengan tahap organisasi data secara sistematis, koding dan analisis, pengujian terhadap dugaan, strategi analisis, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan kebermaknaan hidup subjek 1 didapatkannya setelah memiliki anak, subjek menjadi lebih bersemangat dalam hidup karena memiliki harapan untuk dapat melihat anaknya tumbuh dengan baik dan merasa hidupnya lebih baik setelah memiliki anak, termasuk menjadi pribadi yang lebih dewasa. Kebermaknaan hidup subjek 2 didapatkannya saat proses persalinan karena perjuangan proses persalinan yang berat dan juga perjuangan dalam mengurus anak membuatnya menyesal karena subjek tidak dapat menjadi anak yang baik sampai ibunya meninggal dunia. Keinginan yang kuat agar anaknya menjadi anak yang baik dan patuh kepada orang tua, menjadikannya pribadi yang lebih baik

    Peningkatan Career Decison Making Self Efficacy (CDMSE) Melalui Pelatihan Perencanaan Karir pada Siswa SMK

    Full text link
    Salah satu tugas perkembangan remaja pada jenjang pendidikan menengah atas adalah menentukan pilihan karir masa depannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan perencanaan karir terhadap peningkatan career decision making self efficacy (CDMSE) pada siswa SMK. Peneliti menggunakan metode kuasi-eksperimen yang melibatkan subjek penelitian sebanyak 36 siswa Negeri 1 Bantul jurusan administrasi perkantoran. Subjek dikelompokkan menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengumpulan data menggunakan skala CDMSE dan dianalisis menggunakan teknik analisis Anova Mixed Design dengan bantuan spss 2.3 for windows. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat efikasi diri dalam pengambilan keputusan karir antara kelompok eksperimen dan kontrol. Peningkatan CDMSE terjadi pada kelompok eskperimen dan tidak perubahan pada kelompok kontrol. Hasil analisis juga menujukkan bahwa rerata post test pada kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan pre test. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan perencanaan karir cukup efektif meningkatkan CDMSE pada siswa SMK. Pelatihan perencanaan karir memberikan sumbangan sebesar 58,1% terhadap peningkatan CDMSE pada siswa SMK

    Perilaku Keimanan, Kesabaran dan Syukur dalam Memprediksi Subjective Wellbeing Remaja

    Full text link
    Subjective wellbeing merupakan variabel yang penting bagi individu. Penelitian terdahulu menunjukkan pentingnya subjective wellbeing bagi tercapainya kualitas hidup yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti prediktor-prediktor dari subjective wellbeing. Hasil penelitian akan memberikan pemahaman tentang hubungan perilaku keimanan, kesabaran dan syukur terhadap subjective wellbeing pada mahasiswa. Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran skala. Subjek  penelitian berjumlah 98 yang direkrut dari sebuah perguruan tinggi swasta (PTS) di Yogyakarta. Analisis regresi digunakan untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara syukur dan sabar dengan subjective wellbeing pada mahasiswa. Sedangkan keimanan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan subjective wellbeing. Implikasi dari hasil penelitian ini didiskuiskan lebih lanjut

    Program Empathy Character Building untuk Menurunkan Perilaku Bullying pada Siswa SMP Inklusi

    Full text link
    Perilaku bullying yang banyak terjadi di sekolah-sekolah membawa dampak negatif bagi siswa. Banyak program-program intervensi yang telah diaplikasikan untuk menurunkan perilaku bullying. Program Empathy Character Building merupakan proses pembelajaran mengelola karakter empati siswa yang berfungsi untuk mengurangi perilaku yang berfokus pada perilaku bullying. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek program Empathy Character Building terhadap penurunan perilaku bullying. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Inklusi sebanyak 18 siswa yang memiliki teman berkebutuhan khusus di kelas. Penelitian ini menggunakan Pretest Posttest Experiment Group Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh program Empathy Character Building terhadap penurunan perilaku bullying pada siswa kelas VII SMP Inklusi

    Klithih: Faktor Risiko dan Developmental Pathway Pelakunya

    Full text link
    Klithih, kasus kekerasan yang dilakukan remaja, telah dianggap sebagai salah satu kasus penting di Yogyakarta selama beberapa tahun terakhir ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko dan memahami developmental pathway perilaku kekerasan pelaku klithih. Partisipan adalah 10 remaja pelaku klithih berusia 15-17 tahun yang berada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Wonosari, Yogyakarta. Dari hasil analisis kualitatif didapatkan tiga faktor risiko perilaku kekerasan yaitu: 1) Relasi yang buruk dengan orangtua; 2) Komitmen dengan kelompok teman sebaya yang berperilaku menyimpang; dan 3) Rendahnya motivasi akademik. Tiga faktor risiko tersebut mempengaruhi perkembangan terbentuknya perilaku kekerasan dan bersama-sama membentuk developmental pathway perilaku kekerasan

    Hubungan Aspek Fisik dan Psikologis Atlet Senam Artistik Putra Indonesia

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aspek fisik dan psikologis atlet serta dapat diindentifikasi kekuatan dan kelemahannya sehingga dapat membuat langkah-langkah strategis, sistematis, terencana, dan komprehensif dalam peningkatan performa atlet dalam proses latihan. Metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis korelasional aspek fisik dan psikologis terhadap 10 atlet senam artistik putra di Jawa Barat. Instrumen aspek psikologis menggunakan kuesioner Athletic Coping Skills Inventory (ACSI-28) sedangkan instrumen aspek fisik menggunakan Fitness Model of High Level Gymnast. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara aspek fisik dan aspek keterampilan psikologis dari atlet senam artistik putra. Aspek fisik dan aspek psikologis secara bersama-sama saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya

    ADAPTASI POSITIF PADA RESILIENSI AKADEMIK MAHASISWA DOKTORAL

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mahasiswa yang menempuh pendidikan doktor memiliki resiliensi akademik sehingga mampu mengatasi berbagai macam tantangan studi dan menyelesaikan proses belajarnya dengan baik. Pendekatan yang dipilih dalam pelaksanaan penelitian ini adalah kualitatif, dengan tipe studi kasus. Partisipan terdiri dari enam orang mahasiswa Program Studi Doktor Psikologi Universitas Airlangga yang telah berhasil menyelesaikan studi. Masa studi partisipan bervariasi dari 4 hingga 6 tahun. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode wawancara dengan pedoman umum dan lembar isian data awal. Sementara teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis tematik data driven. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi akademik akan dimiliki apabila mahasiswa doktoral mampu beradaptasi secara positif terhadap berbagai pengalaman negatif yang menekan dan menghambat selama proses studi. Tiga pengalaman negatif yang utama dirasakan oleh seluruh partisipan, adalah: permasalahan pembagian waktu antar peran, permasalahan dengan pembimbing dan penguji, dan permaslahan dalam pelaksanaan penelitian. Adapun adaptasi positif yang dimaksud terdiri dari dua kategori, yakni dengan cara mengutamakan respon perilaku positif dalam situasi yang menekan dan melakukan penyesuaian personal dalam diri individu. Hasil penelitian ini selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk merumuskan upaya yang efektif dalam memberikan pendampingan proses studi mahasiswa doktoral secara lebih tepat

    Penghargaan pada Argumentasi Bagian dari Karakter Intelektual: Studi Eksploratoris pada Calon Mahasiswa

    Full text link
    Mengembangkan karakter intelektual pada mahasiswa adalah salah satu tujuan penting pendidikan tinggi. Penelitian ini menyoroti "penghargaan pada argumentasi" sebagai sebuah disposisi/sifat yang menjadi bagian karakter intelektual. Tujuan penelitian ini adalah untuk (a) mengeksplorasi struktur dimensi konstruk penghargaan pada argumentasi, (b) mendapatkan gambaran tentang tingkat penghargaan pada argumentasi, (c) menyelidiki apakah penghargaan pada argumentasi diprediksi oleh gender dan latar belakang sosial-ekonomi keluarga, serta (d) menguji prediksi teoretis tentang kaitan pemahaman epistemologis dengan penghargaan pada argumentasi pada calon mahasiswa. Sebuah survei dilakukan pada 2229 partisipan (57% perempuan, usia rata-rata 17.9 tahun) yang telah diterima sebagai mahasiswa di tujuh fakultas sebuah universitas, namun belum mengikuti perkuliahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghargaan pada argumentasi adalah konstruk multidimensi, dan bahwa sebagian besar calon mahasiswa menyadari manfaat argumentasi dalam pengambilan keputusan, penyelesaian masalah, dan meningkatkan mutu pemikiran. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi dosen yang ingin menerapkan metode pembelajaran yang menuntut mahasiswa berpikir kritis dalam argumentasi. Analisis regresi menunjukkan bahwa gender dan latar belakang sosial-ekonomi keluarga tidak memrediksi penghargaan pada argumentasi. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa pemahaman epistemologis terkait dengan penghargaan pada argumentasi, namun tidak selalu dengan arah yang sesuai prediksi teoretis

    Peran Pengasuhan Holistik Terhadap Altruisme dan Bullying

    Full text link
    Lingkungan merupakan faktor penting dalam pembentukan tingkah laku remaja. Lingkungan tersebut berawal dari rumah yang merupakan lingkungan sosial pertama anak. Khazanah Islam memiliki konsep pengasuhan yang bersumber pada Al Quran dan Al Hadits. Konsep pengasuhan islami ini dinamakan peneliti sebagai Holistic parenting (pengasuhan holistik) , yang meliputi dimensi: qudwah hasanah (integrated role model/contoh terpadu), al addah (habituation/pembiasaan), al mauidzah (effective advice/nasehat efektif), al mulahadzah (fairness in care and control/keseimbangan dalam perhatian dan pemantauan), serta uqubah wa ujaroh (proportional consequences/konsekuensi proporsional). Penelitian ini hendak menguji aplikasi pengasuhan holistik terhadap tingkah laku altruisme dan bullying, yang diukur melalui persepsi remaja. Sebanyak 229 siswa SMA menjadi responden dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik insidental sampling. Kuesioner Holistic parenting Scale (skala pengasuhan holistik), Altruism scale (skala altruisme) dan My life at school check list scale (skala kehidupanku di sekolah) digunakan sebagai alat ukur untuk melihat peran pengasuhan holistik terhadap terhadap altruisme dan bullying. Hasil penelitian menunjukkan korelasi positif yang signifikan antara pengasuhan holistik terhadap altruisme dan korelasi negatif yang signifikan antara pengasuhan holistik terhadap bullying. Sementara analisis regresi menyatakan bahwa peran pengasuhan holistik terhadap altruisme dan bullying menyumbang variabilitas masing-masing sebesar 13,6 % dan 6,1 %

    171

    full texts

    195

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    HUMANITAS: Indonesian Psychological Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇