Jurnal SPATIAL Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi
Not a member yet
168 research outputs found
Sort by
Analisis Spasial Sebaran Sekolah di Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat
Schools are one of the facilities that are needed by the community in a residential area. Even distribution of educational facilities is a benchmark for achieving one of the goals of educational planning. This study aims to determine the distribution of elementary and junior high schools in Warungkondang District, Cianjur Regency and the pattern of school distribution using the descriptive method of NNA analysis.(Nearest Neighbor Analysis) andthe coordinates of the school location are sourced from Google Earth. The results of this study indicate that the distribution of elementary and junior high schools in the Warungkondang sub-district is quite even, the schools that are most widely spread are in Jambudipa Village while the village with no school units is in Bunisari Village and the pattern of school distribution is carried out in 32 locations of Public/Private Elementary and Middle Schools including uniform pattern category (spread).This means that most of the schools are located in densely populated areas in the east and the distribution of these schools is usually located near or along the road network.Sekolah termasuk salah satu fasilitas yang sangat dibutuhkan masyarakat di suatu wilayah permukiman. Pemerataan fasilitas pendidikan menjadi tolak ukur tercapainya salah satu tujuan perencanaan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran sekolah jenjang SD dan SMP di Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur dan pola sebaran sekolah dengan metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis NNA (Nearest Neighbour Analysis) dan titik koordinat lokasi sekolah bersumber Google Earth. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebaran SD dan SMP di kecamatan warungkondang cukup merata, sekolah yang paling banyak tersebar berada di Desa Jambudipa sedangkan desa yang tidak ada unit sekolah berada di desa Bunisari serta pola distribusi sekolah dilakukan 32 titik lokasi SD dan SMP Negeri/Swasta termasuk kategori pola seragam (dispersed). Hal ini dapat diartikan bahwa sebagian besar sekolah berada pada wilayah padat penduduk di bagian timur dan sebaran sekolah tersebut biasanya terletak di dekat atau sepanjang jaringan jalan
Pengaruh Faktor Geografis dalam Preferensi Pemilih Muda pada Pemilihan Presiden 2024
The dynamics of the 2024 general election, especially the presidential election, have begun in 2023. Data from the General Election Commission (KPU) states that of the 205 million Permanent Voter List (DPT), 52% are young voters aged 17-40 years. This is the basis importance of understanding the characteristics of young voters' preferences, especially when associated with geographical factors. This study aims to (1) map spatial distribution patterns and characteristics of young voters based on geographical factors; and (2) identify the influence of geographical factors in determining the preferences of young voters in the 2024 presidential election. Data were collected in a simple random sampling amounting to 425 samples with regional distribution throughout Indonesia. This research was carried out with a quantitative method based on statistical testing from the data collection process to data analysis and interpretation. Statistical testing used a comparative model test (kruskal-wallis/h-test), correlations (spearman rank), and regression. The result of this study showed that there are no significant differences between young voters who live in rural, urban, or residential areas based on regionalization.Dinamika pemilihan umum tahun 2024 terutama pemilihan presiden sudah dimulai pada tahun 2023. Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebutkan dari 205 juta Daftar Pemilih Tetap (DPT), terdapat 52% merupakan pemilih muda usia 17-40 tahun. Hal ini menjadi dasar pentingnya memahami karakteristik preferensi pemilih muda, khususnya jika dikaitkan dengan faktor geografis. Penelitian ini bertujuan untuk (1) memetakan pola distribusi ruang dan karakteristik pemilih muda berdasarkan faktor geografis; serta (2) mengidentifikasi pengaruh faktor geografis dalam menentukan preferensi pemilih muda dalam Pemilihan Presiden 2024. Data dikumpulkan secara simple random sampling berjumlah 425 sampel dengan sebaran wilayah seluruh Indonesia. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan basis pengujian statistik dari proses pengumpulan data hingga analisis dan interpretasi data. Pengujian statistik menggunakan uji model komparatif (kruskal-wallis/h-test), hubungan (spearman rank), maupun pengaruh (regresi). Penelitian ini menghasilkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan, baik pemilih muda yang tinggal di daerah perdesaan (rural), perkotaan (urban), maupun perbedaan lokasi tempat tinggal berdasarkan regionalisasi wilayah
Prediksi Pertumbuhan Penduduk dengan Google Earth Pro Studi Kasus Kelurahan Madyopuro Kota Malang
The construction of the Trans Java toll road has brought development to the areas it passes through. As happened in Madyopuro Village, Malang City, which was transformed into a satellite city due to the construction of the toll exit, some unoccupied land in this area began to be looked at by developers to build settlements known from the 2019 image. In addition, supporting facilities in the form of arterial roads were widened so that access to the eastern region of the village became easy. This settlement development factor is an indicator of population growth. The purpose of this research is to analyze changes in the number of settlements with Google Earth Data. The method used is snapshoot analysis through Google Earth Pro image data which is available in full and easily accessible in a multi-spatial and multi-temporal manner. The results are used to predict the amount of population growth. Images from Google Earth are rectified then the amount of built-up land in the form of settlements is calculated through the appearance of the roof. Furthermore, the number of each building is correlated with the population of each building based on SNI-03-1733-2004. The results of this calculation were compared with population data for that year using data from the Central Statistics Agency (BPS). The results of this research show that the population based on predictions in 2015 amounted to 18,604 people, in BPS data 19,566 people. For 2019, predictions with this method show a number of 20,020 people and BPS data shows 20,067 people. The prediction in 2023 is 21,544 people. Through image data from Google Earth Pro, the population predicted by this method is close to data from BPS in 2015 and 2019 with a difference. The conclusion is that data on changes in house buildings from Google Earth can be used to predict the number of people affected by toll road construction.Pembangunan jalan tol trans jawa membawa perkembangan bagi wilayah yang dilalui. Seperti yang terjadi di kelurahan Madyopuro Kota Malang yang bertransformasi menjadi kota satelit akibat adanya pembangunan exit tol, beberapa lahan kosong di wilayah ini mulai dilirik oleh pengembang untuk membangun permukiman diketahui dari citra 2019. Selain itu fasilitas penunjang berupa jalan arteri diperlebar sehingga akses ke wilayah timur kelurahan menjadi mudah. Faktor perkembangan pemukiman ini menjadi salah satu indikator pertambahan penduduk. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa perubahan jumlah pemukiman dengan Google Earth Data. Metode yang digunakan adalah snapshoot analisis melalui data citra Google Earth Pro yang tersedia lengkap dan mudah diakses secara multi spasial dan multi temporal. Hasilnya digunakan untuk melalukan prediksi jumlah pertumbuhan penduduk. Citra dari Google Earth dilakukan rektifikasi kemudian jumlah lahan terbangun berupa pemukiman dihitung melalui kenampakan atapnya. Selanjutnya jumlah tiap bangunan dikorelasikan dengan jumlah penduduk tiap bangunan berdasarkan SNI-03-1733-2004. Hasil dari perhitungan ini dibandingan dengan data penduduk pada tahun tersebut menggunakan data Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil peneitina ini menunjukan jumlah penduduk berdasarkan prediksi pada tahun 2015 sejumlah 18.604 jiwa , pada data BPS 19.566 jiwa. Untuk tahun 2019 prediksi dengan metode ini menunjukan angka 20.020 jiwa dan data BPS menunjukan 20.067 jiwa. Adapun prediksi di tahun 2023 sebanyak 21.544 jiwa. Melalui data citra dari Google Earth Pro ini jumlah penduduk yang diprediksi dengan metode ini mendekati data dari BPS ditahun 2015 dan 2019 dengan selisih. Kesmipulannya adalah data perubahan bangunan rumah dari Google Earth dapat digunkanan untuk memprediksi jumlah penduduk yang terdampak pembangunan jalan tol
Analisis Bahaya dan Risiko Banjir Berbasis Multikriteria di Kecamatan Sirimau Kota Ambon
This study targets the threat and risk of flooding in Sirimau District, Ambon City, from a multi-criteria perspective using a Geographic Information System (GIS). Important flood hazard characteristics include land use, elevation, slope, distance from rivers, soil, and rainfall. Two risk factors, namely population density, land use, and flood hazard characteristics are used in flood risk analysis. Map aggregation procedure for flood risk and hazard analysis uses the Weighted Linear Combination (WLC) approach. The results of the flood hazard at the study site revealed that the flood hazard category was very high and high. Namely, 12.26% and the flood hazard category was very low and low, 87.84% and only. The results of the flood risk in the research location revealed that the flood risk with very high and high-risk categories was around 17.28%, and deficient and low flood risk categories (82.77%). This is because hilly and mountainous areas mostly dominate the Sirimau sub-districtPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ancaman dan risiko banjir di Kecamatan Sirimau Kota Ambon dari perspektif multi kriteria menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Karakteristik bahaya banjir yang penting termasuk penggunaan lahan, elevasi, kemiringan, jarak dari sungai, tanah, dan curah hujan. Dua faktor risiko yaitu kepadatan penduduk dan penggunaan lahan serta karakteristik bahaya banjir digunakan dalam analisis risiko banjir. Prosedur agregasi peta untuk analisis risiko dan bahaya banjir menggunakan pendekatan Weighted Linear Combination (WLC). Hasil dari bahaya banjir di lokasi penelitian mengungkapkan bahwa bahaya banjir dengan kategori sangat tinggi dan tinggi yaitu 12,26% dan kategori resiko sangat rendah dan rendah bahaya banjir yaitu 87,84% dan hanya. Hasil dari resiko banjir di lokasi penelitian mengungkapkan bahwa resiko banjir dengan kategori tingkat resiko sangat tinggi dan tinggi sekitar 17, 28%, dan kategori resiko sangat rendah dan rendah resiko banjir yaitu (82,77%). Hal ini disebabkan wilayah Kecamatan Sirimau sebagian besar di dominasi oleh daerah perbukitan dan pegununga
Strategi Pengembangan Agrowisata Berbasis Lingkungan di Desa Loto Kecamatan Ternate Barat
Agrowisata Desa Loto di Kecamatan Ternate Barat terletak pada kemiringingan lereng yang cukup curam sehingga berpotensi menyebabkan terjadinya erosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk pengelolaan lingkungan di agrowisata, menganalisis potensi agrowisata serta merumuskan rekomendasi strategi pengembangan untuk agrowisata. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Perolehan data pada penelitian ini dilakukan dengan indepth interview dan observasi untuk memeroleh bentuk pengelolaan lingkungan serta potensi agrowisata. Hasil identifikasi dan analisis tersebut kemudian digunakan sebagai dasar pada perumusan strategi pengembangan agrowisata dengan pendekatan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pengelolaan lingkungan di agrowisata Desa Loto dilakukan dengan pembuatan teras kebun yang terbagi menjadi tiga segmen dengan jenis sayuran yang berbeda. Faktor pendukung pada potensi agrowisata terdapat pada partisipasi masyarakat dan kelompok tani dalam mengolah area agrowisata dan faktor penghambat untuk potensi agrowisata Desa Loto terdapat pada kurangnya promosi destinasi tersebut. Berdasarkan hasil analisis SWOT beberapa rumusan rekomendasi untuk pengembangan agrowisata adalah memberikan promosi lebih luas, menyediakan fasilitas memadai, membuka kemitraan dengan pihak swasta, memberikan pendampingan kepada kelompok tani dan masyarakat, mengedukasi cara pengelolaan dan perawatan agrowisata serta memfasilitasi pengembangan untuk hasil produk agrowisat
Analisis Zonasi dan Kesesuaian Kebijakan Pemanfaatan Lahan pada Kawasan Bencana Longsor
Gunungsari is located in West Lombok, which has a physical condition that is prone to landslides. Based on previous research using paimin vulnerability analysis, there are 4 categories of landslide susceptibility, namely the fairly high category, the medium category, the mild category and the moderate category. This study aims to analyze in terms of spatial planning policies in West Lombok regarding the regulation of landslide-prone areas and land use. This study uses a qualitative descriptive method using primary and secondary data. Spatial planning is an effort to realize an orderly spatial arrangement by taking into account the state of the environment, by looking at the spatial planning policy and field conditions, it will get a picture of the suitability between zoning and policies that have been determined with the use of the land, from the results of the analysis with the criteria for the vulnerability of the area to landslide-prone areas and functions. the area in Gunungsari has 8 zones, of which zones 1 and 4 have the function of permanent protection forest utilization, while zone 2, zone 3, zone 5 and zone 6 have undeveloped cultivation utilization. For zone 7 and zone 8 with the use of developed cultivation, if viewed from the aspect of spatial planning policies that can be following with the results of the analysis, however, there is a need for a detailed plan to regulate the use of existing space in Gunungsari, especially in areas prone to landslides.Kecamatan Gunungsari berada di Kabupaten Lombok Barat, yang memiliki kondisi fisik yang rentan terhadap tanah longsor. Berdasarkan penelitian sebelumnya dengan analisis kerentanan paimin, diperoleh 4 kategori rawan longsor yaitu kategori cukup tinggi, kategori sedang, kategori ringan dan kategori cukup ringan. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dari segi kebijakan penataan ruang yang ada di Kabupaten Lombok Barat tentang pengaturan kawasan rawan bencana longsor dan pamanfatan lahannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan data primer dan skunder. Penataan ruang merupakan upaya mewujudkan tata ruang yang teratur dengan memperhatikan keadaan lingkungannya, dengan melihat kebijakan penataan ruang dan kondisi lapangan maka akan mendapatkan gambaran kesesuaian antara zonasi dan kebijakan yang telah ditetapkan dengan pemanfaatan lahannya, dari hasil analisis dengan kriteria kerentanan kawasan terdahap rawan longsor dan fungsi kawasan maka di Kecamatan Gunungsari memiliki 8 zona, diantaranya zona 1 dan 4 memiliki fungsi pemanfatan hutan lindung tetap, sedangkan zona 2, zona 3, zona 5 dan zona 6 memiliki memiliki pemanfaatan budidaya tidak terbangun. Untuk zona 7 dan zona 8 dengan pemanfaatan budidaya terbangun, bila di tinaju dari aspek kebijakan rencana tata ruang yang dapat sesuai dengan hasil analisis namun perlu adanya rencana detail untuk untuk mengatur pemanfaatan ruang yang ada di Kecamatan Gunungsari khususnya di kawasan rawan bencana longsor
Penggunaan Media Pembelajaran Digital Video pada Anak Usia Dini di Kecamatan Kwadungan Kabupaten Ngawi Untuk Peningkatan Pemahaman Banjir
Flooding is one of the natural disasters that often occurs in various regions in Indonesia. Flood disaster mitigation can be introduced to children in a way that is easily understood by them. The purpose of this research is to introduce the use of digital film learning media for flood disaster mitigation. The selection of digital video media is based on the fact that children can more easily access and understand the content. To determine the initial knowledge through Pre-test and its improvement after the distribution of digital video media through Post-test, researchers in this study used a measuring tool in the form of a questionnaire distributed to 30 respondents. The value of respondents' public knowledge was proven to be higher in the results of data analysis and Wilcoxon test. The results of data analysis where the value of community knowledge who became respondents in this study was rated better and, in the Wilcoxon, test the results obtained <0.05 showed that children were more aware of the existence of flood disasters and their risk factors after seeing digital media learning videos. The development of a flood disaster mitigation programme in the form of digital media learning videos is proven to foster knowledge and attitudes of early childhood to respond to disasters early.Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi diberbagai wilayah di Indonesia. Mitigasi bencana banjir dapat diperkenalkan kepada anak-anak dengan cara yang mudah dipahami oleh mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperkenalkan penggunaan media pembelajaran film digital untuk mitigasi bencana banjir. Pemilihan media video digital didasarkan pada fakta bahwa anak-anak dapat lebih mudah mengakses dan memahami konten. Untuk mengetahui pengetahuan awal melalui Pre-test dan peningkatannya setelah pembagian media video digital melalui Post-test, peneliti dalam penelitian ini menggunakan alat ukur berupa kuesioner yang dibagikan kepada 30 responden. Nilai pengetahuan masyarakat responden terbukti lebih tinggi pada hasil analisis data dan uji Wilcoxon. Hasil Analisa data Dimana nilai pengetahuan masyarakat yang menjadi responden pada penelitian ini dinilai lebh baik dan pada uji Wilcoxon didapatkan hasil <0,05 menunjukkan bahwa anak semakin paham dengan adanya bencana banjir dan faktor resikonya setelah melihat media digital video pembelajaran. Pengembangan program mitigasi bencana banjir dalam bentuk media digital video pebelajaran terbukti menumbuhkan pengetahuan dan juga sikap anak usia dini agar tanggap bencana sadari dini. 
Analisis Perubahan Tutupan Lahan Pertanian dan Perkebunan di Bendungan Gondang, Kabupaten Karanganyar menggunakan Google Earth
The construction of a dam generally aims to mitigate against floods, management of water availability, irrigation for agriculture, and also one of the tourism attractions. The construction of the dam has implications for land use change around the dam area which causes changes in land cover. The Gondang Dam is one of the government programs that began to be built in 2014 where the rehabilitation of the irrigation channels was completed in 2019 and has reached the maximum storage capacity in 2020. This study aims to analyze changes in agricultural and plantation land cover before and after the Gondang Dam was built using Imagery Satellites sourced from Google Earth are multitemporal with acquisition years 2013 and 2022. Land cover data was obtained through the on screen digitization method by producing 12 land cover classes and analyzed using the overlay method using a Geographic Information System (GIS). The overall accuracy test results for land cover data for 2013 and 2022 are 94.33% and 96.83%, respectively. The biggest change in land cover occurred in the plantation land cover class which experienced a decrease in area of 29.72 HaPembangunan sebuah Bendungan umumnya bertujuan untuk mitigasi terhadap bencana banjir, manajemen ketersediaan air, irigasi untuk pertanian, dan juga salah satu atraksi pariwisata. Pembangunan Bendungan membawa implikasi adanya alih fungsi lahan di sekitar area Bendungan yang menyebabkan adanya perubahan penutup lahan. Bendungan Gondang merupakan salah satu program pemerintah yang mulai di bangun sejak 2014 dimana rehabilitasi saluran irigasinya selesai pada 2019 dan telah mencapai kapasitas tampungan maksimum di tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perubahan tutupan lahan pertanian dan perkebunan sebelum dan sesudah Bendungan Gondang dibangun dengan menggunakan Citra Satelit yang bersumber dari Google Earth secara multitemporal dengan tahun akuisisi 2013 dan 2022. Data penutup lahan diperoleh melalui metode on screen digitization dengan menghasilkan 12 kelas penutup lahan dan dianalisa menggunakan metode overlay menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil uji akurasi keseluruhan untuk data penutup lahan tahun 2013 dan 2022 berturut adalah 94,33% dan 96,83%. Perubahan tutupan lahan terbesar terjadi pada kelas penutup lahan perkebunan yang mengalami penurunan luas wilayah sebesar 29,72 H
Analisis Desain Arsitektur Masjid di Pulau Jawa dan Masjid di Pulau Sumatera sebagai Bangunan Evakuasi Bencana Banjir di Indonesia
Indonesia, as an archipelagic country located in the equatorial region, is faced with a high risk of natural disasters, especially floods, due to its volcanic location and the intersection of three main tectonic plates. In this context, this research aims to analyze the potential of mosques in DKI Jakarta and the Batanghari River basin as flood disaster evacuation buildings. Using a descriptive-analytical study method with a combined approach between online and field observations, as well as data from the official government website, this research evaluates mosques based on the criteria of floor height, availability of the 2nd floor, and other supporting facilities. The results show that there is significant variation in mosque architectural design and facility availability, with some mosques having potential evacuation buildings while others require significant modification to increase their functionality in the face of flood disasters. This research suggests the need to modify the mosque design, including increasing the floor height and adding second-floor facilities and stairs, to strengthen the role of the mosque as an effective evacuation site.Indonesia, sebagai negara kepulauan yang terletak di wilayah khatulistiwa, dihadapkan pada risiko bencana alam yang tinggi, terutama banjir, akibat lokasi vulkanis dan bertemu tiga lempeng tektonik utama. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi masjid di DKI Jakarta dan daerah aliran Sungai Batanghari sebagai bangunan evakuasi bencana banjir. Menggunakan metode studi deskriptif-analitis dengan pendekatan gabungan antara observasi online dan lapangan, serta data dari website resmi pemerintah, penelitian ini mengevaluasi masjid berdasarkan kriteria ketinggian lantai, ketersediaan lantai 2, dan fasilitas pendukung lainnya. Hasil menunjukkan bahwa terdapat variasi signifikan dalam desain arsitektur masjid dan ketersediaan fasilitas, dengan beberapa masjid memiliki potensi sebagai bangunan evakuasi sedangkan yang lain memerlukan modifikasi signifikan untuk meningkatkan fungsionalitas mereka dalam menghadapi bencana banjir. Penelitian ini menyarankan perlunya modifikasi desain masjid, termasuk peningkatan ketinggian lantai dan penambahan fasilitas lantai 2 serta tangga, untuk memperkuat peran masjid sebagai tempat evakuasi yang efektif
Pengaruh Pemilihan Lokasi Usaha Terhadap Pendapatan Usaha Mikro Kedai Kopi di Kecamatan Kebon Jeruk
The purpose of this study is to find out "How do business location selection factors affect coffee shop micro businesses in Kebon Jeruk District". The methodology used in this study is a quantitative research with a causal associative research design that seeks relationships between two or more variables. Likewise, in this study, we are looking for a relationship between independent variables and bound variables. The data collection technique in this study was carried out through literature studies, documentation and questionnaires aimed at 35 (thirty-five) coffee shop micro business managers in Kebon Jeruk District. The analysis technique used in this study is multiple regression analysis which is useful to test the strength of the relationship between independent variables (variable X); accessibility (X1), visibility (X2), business environment (X3), business land (X4) with bound variables (Y); coffee shop micro business income (Y). The results of the study show that of the 5 (five) variables of location selection factors, there are three factors that have a partial influence on income, namely accessibility variables, business environment and competition. Then that all independent variables, namely accessibility, visibility, business environment, competition, and business land have a significant effect simultaneously (together) on the income of coffee shop micro businesses in Kebon Jeruk District.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui “Bagaimanakah pengaruh faktor pemilihan lokasi usaha terhadap usaha mikro kedai kopi di Kecamatan Kebon Jeruk”. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif kausal yang mencari hubungan antara dua variabel atau lebih. Begitu pula dalam penelitian ini yang mencari hubungan antara variabel bebas denganvariabel terikat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui studi pustaka, dokumentasi dan kuesioner yang ditujukan kepada 35 (tiga puluh lima) pengelola usaha mikro kedai kopi di Kecamatan kebon Jeruk. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda yang berguna untuk menguji kuatnya hubungan antara variabel bebas (variabel X); aksesibilitas (X1), visibilitas (X2) ,lingkungan usaha (X3), lahan usaha (X4) dengan variabel terikat (Y) ); pendapatan usaha usaha mikro kedai kopi (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 5 (lima) variabel faktor pemilihan lokasi, terdapat tiga faktor yang memiliki pengaruh parsial terhadap pendapatan yaitu variabel aksebilitas, lingkungan usaha dan persaingan. Kemudian bahwa semua variabel independen yaitu aksebilitas, visibilitas, lingkungan usaha, persaingan, dan lahan usaha berpengaruh signifikan secara simultan (bersama-sama) terhadap Pendapatan usaha mikro kedai kopi di Kecamatan Kebon Jeruk