Jurnal SPATIAL Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi
Not a member yet
    168 research outputs found

    Klasifikasi Semi-Tak Terbimbing Berbasis Ambang Batas dan Optimisasi Jenks untuk Menganalisis Ekspansi Perkotaan di Kota BSD Menggunakan Data Landsat Multi-Temporal

    No full text
    This study analyzes land cover changes in BSD City from 2002 to 2023 using the Semi-Unsupervised Threshold-Based and Jenks Optimization Classification (SUT-JOC) method. Five land cover types were mapped for 2002, 2013, and 2023: built-up area, bare soil, vegetated area, sparsely vegetated area, and water bodies. The results show significant urban expansion from 2002 to 2023, with built-up areas increasing from 2,202 hectares to 4,498 hectares. Land transitions followed a clear pattern, starting from vegetated areas to bare soil, then to built-up land, with spatial development shifting from east to west. Classification accuracy ranged from 88% in 2002 to 96% in 2023, with Kappa values approaching 0.95. The integration of NDVI, MNDWI, and NDBI with rule-based classification reduced manual intervention and improved reliability. These findings highlight the dynamics of peri-urban growth, environmental impacts such as urban heat island effects, and offer insights for sustainable urban planning. SUT-JOC provides a scalable and interpretable framework for multi-temporal urban land monitoring.Penelitian ini menganalisis perubahan tutupan lahan di BSD City dari tahun 2002 hingga 2023 menggunakan metode Semi-Unsupervised Threshold-Based and Jenks Optimization Classification (SUT-JOC). Lima kelas tutupan lahan dipetakan untuk tahun 2002, 2013, dan 2023, yaitu kawasan terbangun, tanah terbuka, vegetasi lebat, vegetasi rendah, dan tubuh air. Hasil penelitian menunjukkan ekspansi kawasan terbangun yang signifikan dari tahun 2002 hingga 2023, di mana luas kawasan terbangun meningkat dari 2.202 hektar menjadi 4.498 hektar. Transisi tutupan lahan mengikuti pola yang jelas, dari vegetasi menjadi tanah terbuka, lalu berubah menjadi kawasan terbangun, dengan arah pembangunan bergeser dari timur ke barat. Akurasi klasifikasi berkisar antara 88% pada tahun 2002 hingga 96% pada tahun 2023, dengan nilai Kappa mendekati 0,95. Integrasi NDVI, MNDWI, dan NDBI dengan klasifikasi berbasis aturan mampu mengurangi intervensi manual dan meningkatkan keandalan. Temuan ini menyoroti dinamika pertumbuhan peri-urban, dampak lingkungan seperti efek pulau panas perkotaan, serta memberikan wawasan penting bagi perencanaan kota berkelanjutan. Metode SUT-JOC bersifat skalabel dan mudah diinterpretasikan

    Pembuatan Web untuk Pemetaan Kantor Dinas Pemadam Kebakaran menggunakan Metode Waterfall

    Full text link
    Fire is a serious threat that causes loss of property and life. Effective coordination and mapping of fire-prone areas using GIS technology is needed to increase the efficiency of fire management. This research aims to identify the equitable distribution of fire department office infrastructure in Bogor, make it easier to map fire-prone areas, and build and integrate WebGIS technology using the Waterfall method to increase the effectiveness and efficiency of fire management. The integration of WebGIS technology has also been proven to provide benefits in improving the accuracy of mapping and information. spatial... The results of the research show that the mapping of fire service offices in Bogor is uneven, with a number of areas having high levels of fire but not supported by the presence of a fire station. These findings underscore the urgency to improve infrastructure with even distribution of fire stations, so that responses to fire-prone areas can be optimized effectively. This research highlights the importance of coordination between the Fire Department and mapping fire-prone areas in more effective mitigation efforts, by utilizing WebGIS technology.Kebakaran adalah ancaman serius yang menyebabkan kerugian harta benda dan nyawa. Koordinasi yang efektif dan pemetaan wilayah rawan kebakaran menggunakan teknologi GIS diperlukan untuk meningkatkan efisiensi penanggulangan kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemerataan infrastruktur kantor dinas pemadam kebakaran di Bogor, mempermudah pemetaan daerah rawan kebakaran, serta membangun dan mengintegrasikan teknologi WebGIS menggunakan metode Waterfall untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi manajemen kebakaran, integrasi teknologi WebGIS juga terbukti memberikan manfaat dalam memperbaiki akurasi pemetaan dan informasi spasial.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemetaan kantor dinas pemadam kebakaran di Bogor tidak merata, dengan sejumlah wilayah yang memiliki tingkat kebakaran tinggi namun tidak didukung oleh keberadaan kantor pemadam kebakaran. Temuan ini menggarisbawahi urgensi untuk meningkatkan infrastruktur dengan penempatan kantor pemadam kebakaran yang merata, sehingga respons terhadap daerah-daerah rawan kebakaran dapat dioptimalkan secara efektif. Penelitian ini menyoroti pentingnya koordinasi antara Dinas Pemadam Kebakaran dan pemetaan wilayah rawan kebakaran dalam upaya penanggulangan yang lebih efektif, dengan memanfaatkan teknologi WebGIS

    Pemetaan Partisipatif Batas Administrasi Dusun di Desa Singajaya, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat: Pemetaan Partisipatif Batas Administrasi Dusun di Desa Singajaya, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat

    No full text
    Mapping details related to village (hamlet) boundaries needs to be implemented. Problems that often occur within the villages include: problems of village administrative boundaries, then problems in the form of village facility assets that are not properly registered ( inventarisation). One of the objectives of village mapping is to accelerate the process of digitising village data by presenting it on one map. The method used was participatory mapping, which directly involved the indigenous people of Singajaya Village. Participatory mapping serves to enrich the data collected in relation to the boundaries between hamlets in Singajaya Village. The village mapping in the form of hamlet administration was processed using GIS processing, with the results being that of the total area of Singajaya Village of 555.64 Hectares, Hamlet 1 has the largest area, followed by Hamlet 4, while Hamlet 2 has the narrowest area among the hamlets in Singajaya Village. The boundaries used as benchmarks between hamlets in Singajaya Village consist of natural and artificial benchmarks, such as trees, rivers, irrigation, and roads.Pemetaan batas desa (dusun) sangat penting untuk mengatasi masalah administrasi dan inventarisasi aset desa. Permasalahan yang sering dihadapi adalah ketidakjelasan batas administrasi dan aset fasilitas desa yang belum tercatat dengan baik. Pemetaan desa bertujuan untuk mendigitalisasi data desa dan menyajikannya dalam bentuk peta. Desa Singajaya mengalami kendala pada batas-batas dusun yang belum terdata dengan jelas, dan sebagian besar pembatas yang ada berupa pembatas alami seperti pohon dan sungai. Metode yang digunakan dalam pemetaan ini adalah pemetaan partisipatif, yang melibatkan masyarakat setempat untuk memperkaya data batas antar dusun. Pemetaan dilakukan dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (GIS). Hasilnya, Desa Singajaya memiliki luas total 555,64 hektar, dengan Dusun 1 sebagai yang terluas, diikuti Dusun 4, sedangkan Dusun 2 adalah yang terkecil. Batas antar dusun sebagian besar menggunakan patokan alami, seperti sungai yang menjadi batas antara Dusun 1 dan 4, yang berisiko tinggi terhadap perubahan bata

    Penurunan Nilai Ekonomi Manfaat Jasa Ekosistem Edukasi-Riset Kawasan Gumuk Pasir Parangtritis Akibat Degradasi Lingkungan

    Full text link
    Kawasan gumuk pasir Parangtritis merupakan bentuklahan unik di dalam area objek wisata Pantai Parangtritis. Kawasan ini berperan sebagai penyedia berbagai Jasa Ekosistem (JE), salah satunya JE edukasi dan riset. Nilai potensi JE edukasi dan riset di zona inti kawasan ini dapat mencapai Rp3.513.009.240,00. Akan tetapi, adanya degradasi lingkungan dengan semakin meningkatnya tutupan vegetasi dan konversi lahan di zona inti gumuk pasir berdampak pada semakin berkurangnya nilai JE edukasi dan riset. Penelitian ini menskenariokan besaran nilai JE edukasi dan riset apabila zona inti kawasan gumuk pasir tersisa 20% (skenario 1), 10% (skenario 2), dan 5% (skenario 3). Kondisi saat ini, area zona inti yang tidak tertutup vegetasi sebesar 28,75% telah terjadi penurunan nilai ekonomi sebesar 32,96% atau menjadi Rp2.355.035.150,00. Sementara itu, nilai JE manfaat edukasi dan riset beserta persentase kerugian berdasarkan pada skenario 1, 2, dan 3 masing-masing sebesar Rp1.848.596.275,72 (47,38%), Rp184.183.311,44 (94,76%

    Pemetaan Sebaran Tempat Pembuangan Sampah di Kota Binjai berbasis Sistem Informasi Geografis

    Full text link
    Abstracts provide a comprehensive overview of research activities that are made briefly. In general, abstracts consist of a maximum of 150 words. Abstract is written in two languages, namely Indonesian and English, typed in 1 paragraph, 1 spaced with Times New Roman font with a font size of 11. The Abstract section contains research points to be investigated such as research objectives, problem solving methods, and research results. which was concluded. Keywords need to be included to describe the area of the problem being studied and the main terms that underlie the implementation of the research. Key words can be single words or combinations of words. Number of keywords 3-5 words. These keywords are required for computerization. Searching for research titles and abstracts is made easier with these keywordsPenelitian ini dilakukan di Kota Binjai, menggunakan Global Positioning System  (GPS) untuk mengambil data koordinat Tempat Pembuangan Sampah yang kemudian diolah dengan perangkat lunak Sitem Informasi Geografis yaitu ArcMap. Selain itu dianalisis faktor yang mempengaruhi sebaran TPS ilegal diantaranya faktor geografis, dan faktor antropogenik. Hasilnya ditemukan 25 titik lokasi TPS ilegal, di Kecamatan Binjai Timur sebanyak 6 titik, Kecamatan Binjai Utara sebanyak 8 titik, Kecamatan Binjai Kota sebanyak 3 titik, Kecamatan Binjai Selatan sebanyak 5 titik, dan Kecamatan Binjai Barat sebanyak 3 titik. Karakteristiknya adalah semua titik berada di lahan yang tidak terpakai dan berada dekat dengan jalan, sedangkan hanya ada 3 titik saja yang berada di sempadan sungai. Keberadaan TPS legal yang semakin sedikit mempengaruhi keberadaan TPS ilegal yang akan semakin banyak

    Analisis Penyesuaian Perpetaan RDTR Perkotaan Sebulu dengan Permen ATR/BPN No. 11 dan 14 Tahun 2021

    Full text link
    The issuance of Kutai Kartanegara Regional Regulation Number 7 of 2023 for the Spatial Plan (RTRW) of Kutai Kartanegara Regency for 2023-2042 forms the basis for preparing the RDTR for Sebulu Urban Area. The 2019 Kutai Kartanegara Regent Regulation guided the RDTR preparation using earlier regulations. New guidelines in 2021 necessitated RDTR mapping adjustments. This study aims to analyze RDTR mapping before and after improvements, using a qualitative approach and descriptive method. Techniques include overlay and topology analysis, evaluating strategic contents and the mapping database. Strategic content evaluation checks Green Open Space (RTH), forests, Sustainable Food Agricultural Land (LP2B), administrative boundaries, and national policies. Mapping database evaluation checks topology, database naming, attribute tables, element classification, geometry, and map presentation. Findings show RDTR mapping needed adjustments per Ministerial Regulations No. 11 and 14 of 2021, specifically RTH, LP2B, and spatial structure plans for hazardous materials. This research aims to guide improvements in Sebulu Urban Area's RDTR mapping.Terbitnya Peraturan Daerah Kutai Kartanegara Nomor 7 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2023-2042 menjadi landasan penyusunan RDTR Kawasan Perkotaan Sebulu. Peraturan Bupati Kutai Kartanegara Nomor 165 Tahun 2019 menjadi arahan penyusunan RDTR dengan peraturan lama. Pada tahun 2021 terbit pedoman baru sehingga diperlukan penyesuaian perpetaan RDTR. Penelitian ini bertujuan menganalisis perpetaan RDTR sebelum dan sesudah perbaikan dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, menggunakan teknik analisis tumpang susun dan topologi. Evaluasi melibatkan pengecekan aspek Ruang Terbuka Hijau (RTH), kawasan hutan, Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), batas administrasi, kebijakan strategis nasional, serta topologi peta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa aspek RDTR memerlukan penyesuaian dengan Permen ATR/BPN No. 11 dan 14 tahun 2021. Muatan strategis seperti batas administrasi dan kawasan strategis tidak memerlukan perbaikan, namun aspek seperti RTH dan LP2B memerlukan penyesuaian. Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan dalam perbaikan perpetaan RDTR Kawasan Perkotaan Sebulu

    Komparasi Efektivitas Platform Peta Digital dalam Upaya Komunikasi Risiko Bencana Banjir di Daerah Aliran Sungai Ciliwung

    Full text link
    This research conducts a qualitative comparative analysis of three digital map platforms for flood risk communication in the Ciliwung River Basin: ArcGIS StoryMaps, Government Portals, and PetaBencana.id. Using literature review and content analysis, each platform's effectiveness was evaluated based on its relevance within the disaster management cycle. The findings show they are complementary; StoryMaps excels at pre-disaster education, Government Portals provide official early warnings, and PetaBencana.id is vital for real-time situational awareness. Information fragmentation on government portals is a key weakness. The study recommends an integrated portal combining official sensor data with crowdsourced data to create a synergistic risk communication ecosystem.Penelitian ini melakukan analisis komparatif kualitatif terhadap tiga tipe platform peta digital untuk komunikasi risiko banjir di DAS Ciliwung: ArcGIS StoryMaps, Portal Pemerintah, dan PetaBencana.id. Menggunakan studi literatur dan analisis konten, efektivitas setiap platform dievaluasi berdasarkan relevansinya dalam siklus manajemen bencana. Hasil menunjukkan ketiganya bersifat komplementer; StoryMaps unggul untuk edukasi pra-bencana, Portal Pemerintah menjadi sumber peringatan dini resmi, dan PetaBencana.id vital untuk kesadaran situasional real-time. Fragmentasi informasi pada portal pemerintah menjadi kelemahan utama. Direkomendasikan pengembangan portal terpadu yang mengintegrasikan data sensor pemerintah dengan data crowdsourced untuk menciptakan ekosistem komunikasi risiko yang sinergis

    Eksplorasi Geomarine untuk Identifikasi Logam Tanah Jarang untuk Mendukung Industri Pertahanan: Studi Kasus Perairan Sabang

    No full text
    The strategic importance of national defense is closely related to natural resources, strategic material reserves, particularly Rare Earth Elements (REE), and the national defense industry, which is crucial for achieving defense independence. However, the exploration of REE in Indonesia has not been optimally conducted despite its vast geological potential. This research focused on mapping the distribution of REE in the Sabang Waters by applying geomarine exploration methods supported by seismic data analysis and sediment sampling. The analysis utilized seismic facies interpretation within a quantitative framework. Findings revealed a spatial association between REE distribution and geological structures influenced by volcanic activity, particularly fumaroles. These geological features potentially indicate new REE-bearing zones in shallow marine environments. This association is proposed as a new approach to REE exploration in marine tectonic settings. The research highlights the relevance of integrating remote sensing and geological data in mapping strategic minerals to support defense industry resilience.Pentingnya pertahanan nasional secara strategis sangat berkaitan dengan sumber daya alam, cadangan material strategis, khususnya Elemen Tanah Jarang (REE), serta industri pertahanan nasional. Hal ini krusial untuk mencapai kemandirian pertahanan. Namun, eksplorasi REE di Indonesia belum dilakukan secara optimal meski memiliki potensi geologi yang besar. Penelitian ini berfokus pada pemetaan distribusi REE di Perairan Sabang dengan menerapkan metode eksplorasi geomarin yang didukung oleh analisis data seismik dan pengambilan sampel sedimen. Analisis ini memanfaatkan interpretasi fasies seismik dalam kerangka kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan spasial antara distribusi REE dan struktur geologi yang dipengaruhi oleh aktivitas vulkanik, terutama fumarol. Fitur geologi ini berpotensi mengindikasikan zona-zona baru yang mengandung REE di lingkungan laut dangkal. Hubungan ini diusulkan sebagai pendekatan baru untuk eksplorasi REE di lingkungan tektonik laut. Penelitian ini juga menyoroti relevansi integrasi penginderaan jauh dan data geologi dalam pemetaan mineral strategis untuk mendukung ketahanan industri pertahanan

    Pemanfaatan Kawasan Gunung Padang sebagai Laboratorium Lapangan Geografi

    Full text link
    Geography deals with space which includes the relationship of human intercation, interalion and interdepence with its environment. The process of learning geography is not improved by space, the natural environment can be used as a laboratory to support the learning process. The object in the Research is the Area of Gunung Padang Cianjur Regency and the subject is a student of Geography Education and Manager of Gunung Padang area. Gunung Padang can be a location to improve the skills and understanding of students related to the location of gunung padang both from the physical aspect and aspects of cultural studies. As for the process to improve the skills of students at the time of this Field Lecture Practicum activity through the stages of acquiring skills, organizing and communicating, all these skills can be fulfilled in the Practice of Geography Education Field Lecture and proven natural can be a Field Laboratory of Geography Education.Geografi berkaitan dengan ruang yang didalamnya mencakup hubungan interkasi, interalsi dan interdepensi manusia dengan lingkungannya. Proses pembelajaran geografi tidak terbasatas oleh ruang, lingkungan alam dapat dijadikan laboratorium untuk menunjang proses pembelajaran. Objek dalam Penelitian adalah kawasan Gunung Padang Kabupaten Cianjur dan subjeknya yaitu mahasiswa S2 Pendidikan Geografi serta Pengelola  kawasan Gunung Padang. Gunung Padang ini dapat menjadi sebuah lokasi untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman mahasiswa  terkait lokasi gunung padang baik dari aspek fisik maupun aspek kajian budayanya. Adapun proses untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa pada saat kegiatan Praktikum Kuliah Lapangan ini melalui tahapan keterampilan memperoleh, mengorganisasi dan mengkomunikasikan, semua keterampilan tersebut dapat terpenuhi dalam kegiatan Praktikum Kuliah Lapangan Pendidikan Geografi dan terbukti alampun dapat menjadi Laboratorium Lapangan Pendidikan Geografi

    Problem-Based Learning Worksheet for Grade 11 Biodiversity – Global Prestasi School

    Full text link
    The development of learning products in the form of worksheets aims to increase student engagement in learning. This research aims to develop a problem-based learning geography worksheet on the topic of biodiversity for 11th-grade students at SMA Global Prestasi. The research uses a research and development (R&D) method with the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate). The researcher designed the product, validation instruments, and material analysis. The material analysis phase was conducted by media experts, subject matter experts, and learning practitioners. Data collection techniques used questionnaires and interviews with descriptive analysis. The validation test met the criteria for being highly valid with a score of 4. The student assessment met the criteria for being highly engaging with a score of 3.7. Based on these results, it can be concluded that problem-based learning worksheets can be used to enhance student engagement in learning geography.Pengembangan produk pembelajaran dalam bentuk worksheet bertujuan dalam meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan worksheet geografi berbasis problem-based learning pada materi keanekaragaman hayati di kelas XI SMA Global Prestasi. Metode penelitian ini menggunakan metode research and development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Peneliti merancang prdouk, instrumen validasi, dan analisis materi. Tahapan analisis materi dilakukan oleh ahli media, ahli materi, dan praktisi pembelajaran. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara dengan analisis deskriptif. Uji validasi memenuhi kriteria sangat valid dengan skor 4. Penilaian siswa memenuhi kriteria sangat menari

    107

    full texts

    168

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal SPATIAL Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇