Jurnal Komunikasi Pembangunan
Not a member yet
253 research outputs found
Sort by
The Effect of The Use of Sign Language in The RCTI “Seputar iNews Siang” News Program on The Deaf Level of Understanding in Gerkatin Bandung
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan komponen penunjang dan penentu Sistem Isyarat dalam program berita Seputar iNews Siang RCTI terhadap tingkat pemahaman pada penyandang tunarungu di Gerkatin kota Bandung. Penelitian dilakukan pada penyandang tunarungu di Gerkatin kota Bandung. Informan diketahui gemar dan pernah menonton siaran berita di Seputar iNews Siang RCTI yang rata-rata berusia 20-30 tahun. Pada penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan korelasi. Populasinya adalah penyandang tunarungu/teman tuli di Gerkatin (Gerakan untuk Kesejahteraan Tuli Indonesia) Kota Bandung dengan total populasi sebanyak 250 orang. Peneliti menerapkan teknik purposive sample dengan jumlah sampel sejumlah 30 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pengaruh penggunaan sistem isyarat dalam program berita Seputar iNews Siang RCTI pada penyandang tunarungu di Gerkatin kota Bandung adalah efektif dengan jumlah presentase sebesar 65,7% dengan rhitung sebesar 1,307 > rtabel 1,984. Maka dapat disimpulkan dari penjabaran tersebut bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Pada variabel X penelitian ini termasuk ke dalam kategori baik, dengan hasil skor presentase sebesar 79,23% dan presentase variabel Y sebesar 85,73% yang masuk ke dalam kategori sangat baik. Hal ini memperlihatkan bahwa tingkat pemahaman penyandang tunarungu sudah cukup memahami lewat menerjemahkan, menafsirkan, dan mengekstrapolasi.This study aims to determine the influence of the system of sign language in a news program “Seputar iNews Siang” in a private Indonesia channel, on the level of understanding among deaf. The study was conducted on deaf people from a disabilities movement and organization called Gerkatin, Bandung. The averaged ages of informant is 20-30 years old and they have watched and are fond with the news program studies. In this study, the authors apply descriptive quantitative research methods with the correlation approach significantly influenced the understanding level of people with hearing loss with a percentage of 65.7% and rcount of 1.307 > rtable of 1.984 translation states that H0 is rejected and H1 is accepted. In variable X this research is included in the good category, with the results of the percentage score of 79.23% and the Y presentation variable of 85.73% which is included in the very good category. The total population is 250 people. This article applied a purposive sample technique and obtained a sample size of 30 people. The results of the study showed that the use of the system of sign language in “Seputar iNews Siang”is effective”. This shows that the level of understanding of deaf people is sufficient
Convergent Communication and Creative Sosio Cultural Energy of Rural Communities of North Central Timor Regency in Overcoming Poverty
Kemiskinan adalah masalah bagi sebagian orang di Provinsi Nusa Tenggara Timur, terutama di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Untuk mengatasi masalah ini, masyarakat pedesaan di Kabupaten TTU memiliki tradisi yang sejalan dengan konsep energi sosial-budaya kreatif yaitu tradisi "tok tabua" (duduk bersama) dan "meup tabua" (bekerja bersama), yang memprioritaskan tindakan partisipatif dalam aktivitas atau kegiatan apa pun. Penelitian ini menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi energi sosial-budaya kreatif masyarakat pedesaan di Kabupaten TTU dalam mengatasi kemiskinan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sebanyak 90 responden dipilih secara cluster sampling dari Desa Tamkesi, Desa Ainiut dan Desa Noeltoko. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan sekunder. Data dianalisis menggunakan uji Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa energi sosial budaya kreatif dikondisikan oleh karakteristik masyarakat, peran tokoh masyarakat dengan modal sosial yang kuat sehingga terwujud dalam suatu mekanisme konvergensi komunikasi. Namun, di lain sisi hasil penelitian menunjukkan bahwa peran dan perhatian pemerintah sangat penting dalam mengembangkan konsep energi sosial-budaya kreatif yakni melalui tradisi dan budaya masyarakat pedesaan di Kabupaten TTU.Poverty is a common problem for some people in the Province of East Nusa Tenggara (NTT), especially in the Regency of North Central Timor (TTU). To overcome this problem, rural communities in the Regency of TTU maintains traditions that are in line with the concept of creative socio-cultural energy, namely the traditions of "tok tabua" (sitting together) and "meup tabua" (working together), which prioritizes participatory action in any activity or work. This study aimed to analyze the factors that influence the creative socio-cultural energy of rural communities in the TTU Regency. This research used quantitative methods. A total of 90 respondents selected by cluster sampling from Tamkesi Village, Ainiut Village and Noeltoko Village. Data collected includes primary and secondary data. Data were analyzed using the Partial Least Square (PLS) test. The results showed the traditions that existed in rural communities in the Regency of TTU was, in fact, able to overcome limitations and poverty which conditioned by community characteristics and social capital. This condition shows that the role and attention of the government is essentialy needed in developing the concept of creative socio-cultural energy through the traditions and culture of rural communities in the Regency of TTU
Saluran Komunikasi Politik dalam Pembangunan Demokrasi pada Pemilu Legislatif DPR-RI di Kota Bogor 2019
Dalam pembangunan demokrasi, diperlukan komunikasi politik melalui berbagai saluran komunikasi yang ada, terutama pada pemilihan umum dimana masyarakat membutuhkan banyak informasi politik yang dibutuhkan sebagai bahan dalam menentukan keputusan politiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh saluran komunikasi politik massa, saluran komunikasi interpersonal dan saluran komunikasi organisasi terhadap keputusan memilih partai pada pemilu legislatif DPR RI di Kota Bogor tahun 2019. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan survei dengan sampel sebanyak 240 orang pemilih di Kota Bogor. Penentuan sampel menggunakan teknik multistage random sampling dan data dioleh dengan menggunakan analisis regresi logistik multinominal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye terbuka, media sosial, blusukan, relawan dan tokoh agama mempengaruhi secara signifikan terhadap keputusan memilih partai. Sedangkan, media televisi, baliho/poster, koran dan dialog tatap muka terbukti tidak berpengaruh signifikan dalam keputusan memilih.In developing democracy, political communication is needed through various existing communication channels, especially in elections where the public needs a lot of political information needed as material in determining political decisions. This study aims to determine the effect of mass political communication channels, interpersonal communication channels and organizational communication channels on the decision to vote for parties in the DPR RI legislative elections in Bogor City in 2019. The research uses quantitative methods with a survey design with a sample of 240 voters in Bogor City. Determination of the sample using multistage random sampling techniques and data obtained using multinominal logistic regression analysis. The results showed that open campaigns, social media, blusukan, volunteers and religious leaders influenced the decision significantly to vote the party. Meanwhile, television media, billboards / posters, newspapers and face-to-face dialogues proved to have no effect in the decision to vote
Analysis of Communication Barriers for Local Employees in West Kalimantan
Kelancaran dalam komunikasi organisasi menjadi bagian penting dalam perusahaan, tidak terkecuali bagi PT. Hutan Ketapang Industri (HKI). PT Hutan Ketapang Industri mempunyai perbedaan status karyawan staf dan non staf (sebutan bagi karyawan lokal asli penduduk Kalimantan), yang seringkali menimbulkan hambatan komunikasi, sehingga penelitian ini memfokuskan pada hambatan komunikasi ke atas (upward communication) PT. Hutan Ketapang Industri. Karyawan lokal merupakan masyarakat sekitar yang bertempat tinggal di areal konsesi yang memiliki keragaman suku dan budaya. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini yaitu metode kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui survey kuesioner kepada 95 karyawan lokal. Pengukuran hambatan komunikasi mengacu pada enam jenis hambatan yaitu: (1) hambatan yang bersifat teknis, (2) hambatan perilaku, (3) hambatan bahasa, (4) hambatan stuktur, (5) hambatan jarak, (6) hambatan latar belakang. Pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua jenis hambatan, yaitu hambatan jarak dan hambatan bahasa pada karyawan PT. Hutan Ketapang Industri.This research focuses on upward communication barriers at PT. Hutan Ketapang Industri. This is because at PT. Hutan Ketapang Industri there are differences in the status of staf and non staf employees (the name for native local employees of Kalimantan residents). Local employees are the surrounding community residing in the concession area who work at PT. HUTAN KETAPANG INDUSTRI, the community around the concession area has several different ethnic groups. This research uses quantitative methods, data collection techniques through questionnaire surveys. Measurement of communication barriers refers to six types of barriers namely: (1) technical barriers, (2) behavioral barriers, (3) language barriers, (4) structural barriers, (5) distance barriers, (6) background barriers. the sample selection in this study uses simple random sampling. The research method with survey, data collection techniques using a questionnaire to 95 local employees. From the statement that was distributed, it was found that there were distance and language barriers of PT. Hutan Ketapang Industri
Anomaly Heterodoxa through Group Communication: A Study of Community Salt Production in Surabaya
People\u27s salt production in Surabaya mainly relies on mantongan, a name for salt production labor in Madura. Mantongan experiences discrimination and pressure from its landlord and strives to resist the oppression. Pierre Bourdieu believes that the oppressor can practice a doxa to strengthen their position in the social structure. This doxa could only be diminished when a heterodoxa appeared. This study is aimed to analyze how heterodoxa and doxa operate in the habitus between mantongan and the landlord. This study uses qualitative method with a critical approach. The informant of this study are mantongan and landlord in Surabaya. Pierre Bourdieu\u27s Social Practice is used as theory. This study shows that heterodoxa could only be achieved when the social structure dwindles. This finding contradicts Bourdieu\u27s concept of heterodoxa. The group communication of community salt production, showed that mantongan is able to contest and rebel under the pressure of the landlord. The concept of doxa and orthodoxy here is no longer valid when mantongan is in its lowest point. This result is seen as an anomaly in Bourdieu’s thought of social practice.Produksi garam rakyat di Surabaya mengandalkan Mantongan buruh produksi garam asal madura sebagai ujung tombak produksi. Hal tersebut dikarenakan masyarakat asli Surabaya sudah tidak mau bekerja di sektor Agrokompleks (Pertanian, Perikanan dan kelautan, Peternakan). Dalam praktiknya terdapat sebuah relasi sosial antara Mantongan dengan juragannya hingga membentuk struktur sosial. Pierre Bourdieu berpendapat bahwa selalu terdapat Doksa untuk memperkuat kedudukan dalam struktur sosial. Doksa tersebut akan hilang jika muncul suatu Heterodoksa dalam suatu struktur masyarakat, dengan sayarat struktur tersebut melemah. Dalam relasi komunikasi produksi garam rakyat tersebut perlu dilihat sebuah interaksi dari agen yang didominasi dan mendominasi. Maka dari itu penelitian ini ingin menganalisis bagaimana heterodoksa dan doksa beroperasi dalam habitus relasi komunikasi antara Mantongan dengan Juragannya. Metode penelitian ini adalah Critical Aproach Qualitative dengan informan Mantongan dan Juragannya. Landasan teori yang akan digunakan adalah Paraktik Sosial Pierre Bourdieu dimulai dari bagaimana habitus bisa terbentuk, kemudian penjelasan mengenai heterodoksa dan ortodoksa dan doksa dalam praktik komunikasi kelompok. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa berkebalikan dengan konsep Bourdieu tentang Heterodoksa, hanya akan dapat tercapai ketika kondisi struktur sosial melemah. Dalam komunikasi pada arena produksi garam ini, justru mantongan melakukan perlawanan dalam tekanan juragannya. Konsep doksa dan ortodoksa disini tidak berlaku lagi ketika mantongan sudah dalam titik nadir. Hasil tersebut menjadi sebuah anomali dalam sebuah praktik sosial menurut Pierre Bourdieu
Development Communication Strategy by Bojonegoro District Government on Applying Nawacita and Sustainable Development Goals
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs) adalah agenda yang dideklarasikan dalam majelis umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN) pada tahun 2015 dan harus diraih bersama pada 2030. Nawacita adalah sembilan program yang diajukan Jokowi-JK selama periode 2014-2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi-strategi komunikasi pembangunan yang dipakai Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mengkomunikasikan Nawacita dan SDGs. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan metode wawancara dan dokumentasi. Key informant dalam penelitian ini adalah Kang Yoto, Bupati Bojonegoro periode 2008-2018 dan dokumentasi dari berbagai sumber. Hasil penelitian ini adalah Pemkab Bojonegoro menggunakan strategi yang didasarkan pada media yang dipakai, strategi desain instruksional, strategi pemasaran, dan strategi partisipatori. Strategi yang dipakai efektif untuk mengajak masyarakat Bojonegoro sekaligus memberi informasi bagi publik. Pemerintah daerah yang lain bisa menerapkan strategi yang sama dengan mempertimbangakan kondisi masyarakatnya.Sustainable Development Goals (SDGs) is an agenda declared by United Nations on 2015 that should be achieved on 2030. Nawacita is a series of programs proposed by Jokowi-JK during 2014-2019 period which includes ways to achieved SDGs in Indonesia. The aim of this research is to know the development communication strategies used by Bojonegoro District Government on communicating Nawacita and SDGs. This research uses qualitative methodology by doing interview and documentation. Key informant on this research is Kang Yoto, Regent of Bojonegoro on 2008-2018 period. The result of this research is that Bojonegoro District Government uses strategies based on media used, instructional design strategy, marketing strategy, and participatory strategy. Strategies used are effective to persuade Bojonegoro people to support the achievement of SDGs and to inform public about SDGs. These strategies can be used by another local government by considering condition of their people
Intensity of Watching Animated Film “Adit Sopo Jarwo” and its Effect on Social Interaction among Elementary Students
Televisi adalah salah satu media massa yang sangat populer dan memiliki kecenderungan memengaruhi dan memenuhi kebutuhan audiensnya, termasuk anak-anak. Salah satu acara televisi yang dikemas dengan baik untuk anak-anak adalah film animasi, yang berjudul Adit Sopo Jarwo. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan intensitas menonton film animasi Adit Sopo Jarwo dan interaksi sosial anak di SD Islam Al Azhar dan SD Cipayung Kota Depok, (2) menganalisis pengaruh intensitas menonton film animasi Adit Sopo Jarwo terhadap interaksi sosial anak di Sekolah Dasar Islam Al Azhar 46 Kota Depok dan Sekolah Dasar Cipayung KotaDepok, Jawa Barat. Jumlah responden dalam penelitian ini 75 responden. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian survei. Rumus Slovin diterapkan untuk teknik pengambilan sampel dan uji regresi logistik ordinal untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan: (1) deskripsi intensitas menonton Adit Sopo Jarwo dan interaksi sosial anak-anak di kedua sekolah memiliki nilai yang berbeda. Siswa di SD Cipayung memiliki intensitas menonton yang tinggi dibandingkan SD Islam Al Azhar. Interaksi sosial anak di kedua sekolah menunjukkan arah positif dengan membangun persatuan dan meningkatkan solidaritas di antara anggota kelompok. (2) intensitas menonton Adit Sopo Jarwo memengaruhi interaksi sosial anak.Television is one of the mass media that is very popular and has a tendency to be able to influence and meet the needs of its audience, including children. One of the television shows good packed for children is the animated film, which titled Adit Sopo Jarwo. The objectives of the study were: (1) to describe watching intensity of the animated film Adit Sopo Jarwo and children\u27s social interaction in Al Azhar Elementary School Depok City and Cipayung Eementary School Depok City, West Java, (2) to analyze intensity effect of watching the animated film Adit Sopo Jarwo on children\u27s social interactio in Al Azhar 46 Islamic Elementary School, Depok City, and Cipayung Elementary School Depok City, West Java. Research with a quantitative approach to survey research desgin. The number of respondents in the study were 75 respondents. Slovin formula was applied for sampling technique and ordinal logistic regression test was applied for data analysis. The results showed that: (1) the intensity decription of watching Adit Sopo Jarwo and children\u27s social interactions in both schools had different values. Students in SD Cipayung having a high watching intensity compared to Al Azhar Islamic Elementary School. Child social interaction in both schools shows a positive direction by establishing unity and increasing solidarity among group members. (2) the intensity of watching Adit Sopo Jarwo affected children\u27s social interaction
The Media Ecology of Public Television based on Local Information Programs in South Kalimantan
Televisi Republik Indonesia Kalimantan Selatan (TVRI Kalsel) merupakan stasiun televisi publik lokal di Kalimantan Selatan, yang diharapkan memiliki sumber penunjang yang cukup sehingga dapat memenuhi kebutuhan informasi masyarakat yang ada pada daerah tersebut. Penelitian ini melakukan analisis ekologi media pada TVRI Kalsel, khususnya dari program informasi yang berbasis konten lokal. Tujuan penelitian adalah menentukan kategori sumber penunjang (niche breadth) TVRI Kalsel berdasarkan program informasi berbasis konten lokal. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif yang datanya dianalisis menggunakan Teori Niche. Data yang dikumpulkan, yaitu data program acara; data hasil wawancara tentang acara yang ditayangkan; data hasil observasi tayangan; data hasil coding lembar instrumen yang berisi nama acara dan kategori program informasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa TVRI Kalsel sebagai satu-satunya Lembaga Penyiaran Publik di Banjarmasin Kalimantan Selatan masuk dalam kategori generalis dengan skor 3,56, menunjukkan bahwa TVRI Kalsel memiliki sumber daya penunjang yang cukup banyak dari program acara siaran informasi dengan konten lokal. Terdapat delapan program acara siaran informasi dengan konten lokal. Kedelapan program acara siaran informasi tersebut berbentuk straight news, features, features documenter, dan talkshow.Televisi Republik Indonesia Kalimantan Selatan (TVRI Kalsel) is a local public television station in South Kalimantan which expected to have sufficient supporting resources so that it can meet the information needs of local people. This study analyzes media ecology on TVRI Kalsel, specifically in local content-based programs. The objective of this research is to determine the category of TVRI Kalsel\u27s niche breadth based on local content programs. Quantitative approach is used, where the data is analyzed using Niche Theory. Data was collected through interviews and program observation. The data is then analyzed using instrument sheet containing the program’s title and categories of information. The results showed that TVRI Kalsel as the only Public Broadcasting Institution in Banjarmasin, South Kalimantan, was included in the generalist category with 3.56 score. The score showed that TVRI Kalsel had quite a lot of supporting resources from information broadcast programs with local content. There were eight programs broadcasting information with local content. Those eight programs broadcast information were in form of straight news, features, features documentaries, and talk shows