Muria Kudus University

Repositori Universitas Muria Kudus
Not a member yet
    22509 research outputs found

    Peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa materi ipas menggunakan model problem based learning dan media diorama pada kelas v sdn 3 jurang

    No full text
    Proses pembelajaran yang monoton dengan penggunaan model konvesional seperti model ceramah dapat menyebabkan rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa dikarenakan dalam proses pembelajaran yang diterapkan masih berupa teori dan kurangya penggunaan media pembelajaran yang ditunjukan dengan nilai tes keterampilan berpikir kritis siswa. Masalah dalam penelitian ini adalah apakah model pembelajaran Problem Based Learning dan media diorama dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam materi IPAS. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam materi IPAS dan meningkatkan keterampilan mengajar guru. Berpikir merupakan sebuah proses yang bisa diajarkan untuk siswa, dengan catatan guru harus mampu memilih dan menerapkan model pembelajaran yang tepat untuk perkembangan siswa itu sendiri. Model pembelajaran Problem Based Learning dan media diorama memungkinkan siswa untuk memecahkan masalah serta menghilangkan rasa jenuh salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian dilakukan di SD Negeri 3 Jurang pada kelas V sebanyak 17 siswa tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunkan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan 2 siklus. Teknik analis data yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif diperoleh dari keterampilan guru dan unjuk kerja berpikir kritis observasi dan wawancara, sedangkan data kuantitatif melalui tes esay. Hasil penelitian membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dan media diomara dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa setelah diberikan tindakan yaitu berdiskusi dengan penggunaan media dilihat dari presentase ketuntasan siswa dari siklus I 35,5% meningkatkan pada siklus II 82,4% dan dapat dilihat dari aspek keterampilan pada siklus I 39,7%. meningkatkan pada siklus ll menjadi 81,3 % dengan kategori Sangat Kritis serta Keterampilan Guru juga mengalami peningkatan dari 61,5 menjadi 82,7 dengan kategori Baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model Problem Based Learning dan media dioarama dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan keterampilan guru pada mata Pelajaran IPAS kelas V SDN 3 Jurang penelitian ini hendaknya guru dapat menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning dan media diomara dengan lebih menarik dengan melulai praktek dan diskusi kelompok. melalui model ini siswa dapat meningkatkan pola pikir yang kritis pada pembelajaran IPAS

    Penerapan model pembelajaran problem based learning dengan media konkret untuk meningkatkan elemen ipas siswa kelas iv di sdn 4 sidigede

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa selama pembelajaran IPAS. Hal ini dibuktikan dengan kenyataan yang ditemui di SDN 4 Sidigede, rata-rata nilai hasil belajar IPAS pada prasiklus yaitu dibawah KKTP. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan meningkatkan keterampilan guru dalam mengelola kelas dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning dengan Media Konkret. Hasil belajar merupakan indikator yang dapat dijadikan acuan untuk mengetahui kemajuan belajar siswa. Problem Based Learning merupakan suatu model pembelajaran yang menitikberatkan pada peserta didik sebagai pembelajar dan pada masalah yang otentik atau bermakna yang harus dipecahkan dengan menggunakan seluruh pengetahuannya atau sumber lain. Media Benda Konkret adalah benda yang sebenarnya dan dapat diamati secara langsung oleh pancaindera dengan cara melihat, mengamati, dan memegangnya secara langsung tanpa menggunakan alat bantu. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di kelas IV SDN 4 Sidigede dengan subjek penelitian 18 siswa dan guru yang berlangsung selama 2 siklus masing-masing siklus 2 pertemuan, variabel terikat dalam penelitian ini hasil belajar sedangkan variabel bebasnya penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning dengan media Benda Konkret. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil Penelitian menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar siswa. Peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat dari hasil tes evaluasi pada akhir siklus I dengan presentase ketuntasan sebesar 44% dengan kategori kurang, terjadi peningkatan pada siklus II dengan rata-rata presentase ketuntasan 83% dengan kategori baik. Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran juga mengalami peningkatan, pada siklus I mendapatkan presentase rata-rata 86% dan mengalami peningkatan pada siklus II mendapatkan presentase rata-rata 93%. Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dengan Media Konkret Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV di SDN 4 Sidigede. Saran penelitian ini agar terdapat pengembangan media penelitian pada penelitian lebih lanjut

    Pengaruh jenis pupuk kandang dan dosis pupuk kcl terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (allium ascalonicum l.)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pupuk kandang dan pupuk KCL terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2024 sampai Januari 2025 di Desa Ngablak, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati pada ketinggian tempat 100 meter di atas permukaan laut (mdpl). Penelitian ini menggunakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor yaitu Jenis Pupuk Kandang (J) yang terdiri dari tiga taraf yaitu pupuk kandang kotoran ayam (J1), pupuk kandang kotoran sapi (J2), dan pupuk kandang kotoran kambing (J3). Faktor kedua yaitu pupuk KCL (K) yang terdiri dari tiga taraf yaitu 200 kg/ha (K1), 400 kg/ha (K2), 600 kg/ha (K3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis pupuk kandang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah yaitu pada jumlah daun 2 MST, serta berpengaruh terhadap hasil yaitu pada diameter umbi, bobot segar umbi per rumpun, bobot kering umbi konsumsi per rumpun, dan bobot kering konsumsi per petak. Perlakuan pupuk KCL tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman yaitu pada tinggi tanaman 2 MST hingga 6 MST, jumlah daun 2 MST hingga 6 MST, bobot brangkasan kering, bobot segar umbi per rmpun, bobot kering umbi per rumpun, bobot segar umbi per petak, dan bobot kering umbi per petak, tetapi berpengaruh terhadap hasil tanaman yaitu pada diameter umbi bawang merah. Terdapat interaksi antara perlakuan jenis pupuk kandang dan pupuk KCL terhadap diameter umbi bawang merah

    Pengaruh berbagai jenis pupuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada (lactuca sativa l.)

    No full text
    Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis pupuk terhadap hasil dan pertumbuhan tanaman selada (Lactuca sativa L.). Penelitian dilaksanakan Desa Megawon, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, pada bulan Juli sampai Agustus 2024. Penelitian ini dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) diulang sebanyak 3 kali dan terdiri dari satu faktor yaitu berbagai jenis pupuk yang terdiri dari 10 taraf yaitu K0: 0 g/tanaman (kontrol), K1: Urea 1 g/tanaman, K2: Urea 2 g/tanaman, K3: Urea 3 g/tanaman, K4: NPK 1 g/tanaman, K5: NPK 2 g/tanaman, K6: NPK 3 g/tanaman, K7: Petrobio 3 g/tanaman, K8: Petrobio 6 g/tanaman dan K9: Petrobio 9 g/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berbagai jenis pupuk berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman selada meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar dan bobot segar akar. Sedangkan pada hasil hanya berpengaruh terhadap jumlah daun 3 & 4 MSPT. Hasil terbaik pertumbuhan dan hasil tanaman selada didapatkan dengan perlakuan jenis pupuk pupuk hayati Petrobio 9 g/tanaman

    Pengaruh model pembelajaran digital game based learning berbantuan aplikasi vanture game bermuatan etnomatematika terhadap peningkatan kemampuan berpikir matematis dan motivasi belajar siswa

    No full text
    Permasalahan dalam penelitian ini yakni kemampuan berpikir matematis siswa masih tergolong rendah. Rendahnya kemampuan berpikir matematis siswa dapat disebabkan oleh beberapa hal salah satunya yakni kurangnya motivasi belajar siswa. Hal ini dibuktikan dari hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kemampuan berpikir matematis siswa berada pada kategori baru berkembang dengan skor rata-rata 39,3. Selain itu, berdasarkan hasil angket diketahui bahwa motivasi belajar siswa masih tergolong kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) menguji perbedaan rata-rata kemampuan berpikir matematis antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran digital game – based learning dengan siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran langsung; 2) menguji pengaruh dari motivasi belajar terhadap kemampuan berpikir matematis siswa; 3) menguji peningkatan kemampuan berpikir matematis siswa; serta 4) menguji peningkatan motivasi belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan yakni metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi experimental design. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Margorejo. Populasi dalam penelitian ini yakni 208 siswa dengan sampel 30 siswa dari kelas VII D dan 30 siswa dari kelas VII F. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan angket. Teknik analisis data awal meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji kesamaan rata-rata, sedangkan untuk teknik analisis data akhir menggunakan uji t independent sample t-test, uji N-Gain, dan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) terdapat perbedaan rata-rata kemampuan berpikir matematis siswa antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran digital game – based learning berbantuan aplikasi vanture game bermuatan etnomatematika dengan siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran langsung; 2) terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap kemampuan berpikir matematis siswa sebesar 16,7%; 3) terdapat peningkatan kemampuan berpikir matematis siswa sebesar 0,23 dengan kategori rendah; 4) terdapat peningkatan motivasi belajar siswa sebesar 0,34 dengan kategori sedang. Kesimpulan dalam penelitian ini yakni model pembelajaran digital game – based learning berbantuan aplikasi vanture game bermuatan etnomatematika berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan berpikir matematis dan motivasi belajar siswa

    Peningkatan keterampilan menulis puisi akrostik dengan model jigsaw berbantuan media kartu bergambar siswa kelas v sd

    No full text
    Keterampilan menulis puisi adalah elemen penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Berdasarkan wawancara dengan guru kelas V SD 1 Wergu Kulon pada 10 Juli 2024, metode pembelajaran yang digunakan masih tradisional, yang mempengaruhi keterampilan menulis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi akrostik dan motivasi belajar siswa menggunakan model Jigsaw dengan media kartu bergambar. Subjek penelitian terdiri dari 18 siswa kelas V. Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi.Instrumen penelitian berupa wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Untuk memastikan keakuratan data, teknik validasi dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Penelitian ini dilaksanakan pada 3-24 September 2024. Indikator keberhasilan tercapai jika 75% siswa menunjukkan peningkatan keterampilan menulis puisi akrostik dengan skor ≥71 dan motivasi belajar dengan skor rata-rata ≥63%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Jigsaw dengan media kartu bergambar berhasil meningkatkan keterampilan menulis puisi dan motivasi belajar siswa. Skor keterampilan menulis meningkat dari 70,3 (cukup terampil) pada siklus I menjadi 87,9 (sangat terampil) pada siklus II, sementara motivasi belajar meningkat dari 68,5 (baik) menjadi 87,6 (sangat baik)

    Peningkatan kemampuan berpikir kritis menggunakan model inkuiri berbantu media misteri amplop dalam pembelajaran ipas kelas v sd 1 sadang

    No full text
    Kurangnya kemampuan berpikir kritis siswa dan kurangnya minat belajar siswa pada pembelajaran IPAS. Hal tersebut menjadi permasalahan yang menghambat proses siswa dalam belajar, maka agar tercapanya proses belajar siswa yang meningkatkan berpikir kritis siswa, dapat diterapkan model dan media yang inovatif Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPAS kelas V SD menggunakan model pembelajaran inkuiri berbasis kearifan lokal menggunakan media misteri amplop dan keterampilan guru. Berpikir kritis adalah Teknik melatih pemikiran siswa dalam memecahkan masalah secara mandiri yang bertujuan untuk membuat suatu keputusan. Model inkuiri adalah model pembelajaran yang mengedepankan keaktifan siswa dalam kegiatan belajar mengajar sehingga siswa dapat secara mandiri memahami suatu permasalahan dan menemukan jawaban dari permasalahan tersebut. Media Misteri Amplop adalah sebuat alat yang digunakan dalam proses pembelajaran dimana amplop yang berisi clue atau petunjuk berupa gambar yang akan di analisis oleh siswa. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan 2 siklus, setiap siklus dilaksanakan 2 petemuan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini terdiri dari guru dan siswa kelas V SD 1 Sadang. Pengumpulan data menggunakan obsrvasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Teknik analisis data yaitu kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian adalah peningkatan keterampilan mengajar guru pada siklus siklus I pertemuan 1 sebesar 55,26%s, siklus I pertemuan 2 sebesar 57,23%, siklus II Pertemuan 1 sebesar 60,52% Siklus II pertemuan 2 sebesar 64,25%. Peningkatan kemampuan berpikir kritir dengan rata-rata siklus I sebesar 57,21 dan siklus II sebesar 62. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahawa penerapan model pembelajaran inkuiri berbasis kearifan lokal media misteri amplop dalam pembelajaran IPAS kelas V SD 1 Sadang dapat meningkatkan keterampilan mengajar guru dan kemampuan berpikir kritis siswa

    Pengaruh pembelajaran berdiferensiasi dengan model pbl terhadap pemahaman konsep dan keterampilan proses sains di sd

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk 1) pengaruh pembelajaran berdiferensiasi dengan model PBL terhadap pemahaman konsep siswa, 2) menganalisis pengaruh model pembelajaran berdiferensiasi dengan model PBL terhadap Keterampilan proses siswa, 3) menganalisis pengaruh pembelajaran berdiferensiasi dengan model PBL terhadap pemahaman konsep dan keterampilan proses sains siswa kelas V di SD Pembelajaran berdiferensiasi adalah pendekatan yang memperhatikan perbedaan individu siswa dalam hal kemampuan, minat, dan gaya belajar. Model Problem Based Learning (PBL) adalah metode pembelajaran yang berfokus pada pemecahan masalah nyata sebagai sarana untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kemampuan memecahkan masalah siswa. Ketrampilan proses sains adalah keterampilan seseorang dalam menggunakan pemikiran, penalaran dan Pembuatan secara efektif dan efisien untuk mencapaik suatu hasil tertentu. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Subjek penelitian ini adalah kelas regular, Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD di gugus Ki Hajar Dewantara, Sampel penelitian adalah yaitu kelas V SD 4 Sidorekso dan SD 3 Blimbing Kidul. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes pilihan ganda, observasi dan wawancara. Data dianalisis dengan analisis deskriptif, uji gain score dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan 1) terdapat pengaruh penerapan pembelajaran berdeferensiasi model PBL terhadap pemahaman konsep siswa berdasarkan t hitung 3.554 sedangkan t tabel sebesar 2,0076 maka 3.554 > 2,0076 atau t hitung > t tabel, 2) terdapat pengaruh signifikan pembelajaran berdeferensiasi model PBL terhadap ketrampilan proses sains siswa berdasarkan t hitung sebesar 13,629 sedangkan t tabel df 51 sebesar 2,0075 maka 13,629 > 2,0075, sehingga t hitung > t tabel 3) Ada perbedaan pengaruh pembelajaran berdiferensiasi dengan model PBL terhadap pemahaman konsep dan keterampilan proses sains dengan nilai t hitung 5,198 sedangkan t tabel df 51 sebesar 2,0075 maka 5,198 > 2.0075 atau t hitung > t tabel. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh pengaruh pembelajaran berdeferensiasi model problem based learning terhadap pemahaman konsep dan ketrampilan proses sains siswa. Saran Guru hendaknya dapat mengembangkan pembelajaran berdeferensiasi dan problem based learning untuk mata pelajaran lain

    The effectiveness of using authentic texts to teach reading comprehension of the eleventh-grade students of sman 1 bae kudus in the academic year 2024/2025

    No full text
    Reading is the most powerful for improving the student’s abilities. Students often lack interest in reading because they see the same textbook too often or aren't used to reading in English. It usually happen because the vocabulary is too difficult, the students don't know enough words, or the reading materials aren't right for their level. One effective approach is to use authentic materials that relate to students' real life experiences. This study intends to find out if there is a significant difference of reading comprehension in the eleventh-grade students’ of SMAN 1 Bae Kudus Academic Year 2024/2025 before and after being taught using Authentic Texts. A quantitative research with a pre-experimental method design was used in this research. The participants were 34 students from the eleventh-grade F3 of SMAN 1 Bae Kudus. Based on the results of the pre-test and post-test, pre-test data showed that the lowest score was 55 and the highest score was 95, while post-test results showed that the lowest score was 75 and the highest score was 100. Pre-test scores averaged 74.1, while post-test scores averaged 89.1. As the significance value (2-tailed) was 0.000 < 0.050, it means that the alternative hypothesis (Ha) is accepted and the null hypothesis (H0) is rejected. Thus, there is a significant effect on the difference in treatment given to each variable, which is the reading comprehension of eleventh-grade students of SMAN 1 Bae Kudus before and after being taught using authentic texts.The study supports the idea that using authentic reading materials can help improve students' reading comprehension skills. Furthermore, using the text related to the current topic and selecting the appropriate for student’s levels and interests

    Grammatical error analysis of simple past tense in twelve graders narrative text writing at ma miftahul huda tayu

    No full text
    This research aimed to identify the types of grammatical errors in simple past tense found in narrative text writing by twelfth-grade students at MA Miftahul Huda Tayu. The study employed a descriptive analysis method, collecting data from free writing tests on narrative texts from 15 students. Using Surface Strategy Taxonomy, errors were categorized into omission, addition, misformation, and misordering. The analysis revealed 110 total errors: misformation (35 errors, 32%), omission (33 errors, 30%), addition (21 errors, 19%), and misordering (21 errors, 19%). The dominant error type was misformation, suggesting students' primary difficulty with verb and to-be transformations from infinitive to past tense. Findings indicate students struggle with proper grammatical structures, correct spelling, verb conjugation, and comprehensive sentence construction. The research recommends targeted grammar instruction, increased writing practice with focused feedback, and specific exercises addressing verb conjugation, spelling, sentence structure, and punctuation

    13,901

    full texts

    22,509

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repositori Universitas Muria Kudus
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇