22509 research outputs found
Sort by
Keefektifan model contextual teaching and learning (ctl) berbasis media audiovisual terhadap hasil belajar ipas siswa kelas iv sdn banyumanik 02
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas IV
SDN Banyumanik 02 dalam mengikuti pembelajaran IPA. Adapun tujuan penelitian
ini yaitu (1) untuk menganalisis perbedaan rata-rata antara skor pretest dan posttest
siswa sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan model Contextual
Teaching Learning (CTL) berbasis media audiovisual terhadap hasil belajar IPAS
siswa, dan (2) menganalisis peningkatan skor pretest dan posttest siswa sebelum
dan sesudah pembelajaran menggunakan model Contextual Teaching Learning
(CTL) berbasis media audiovisual terhadap hasil belajar siswa kelas IV SDN
Banyumanik 02.
Hasil belajar merupakan sesuatu yang diperoleh akibat telah tercapainya
proses serangkaian kegiatan jiwa raga yang berubah perilakunya sebagai akibat dari
pengalaman. Cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar yakni
dengan menerapkan model pembelajaran, salah satunya model pembelajaran
Contextual Teaching Learning. Model CTL merupakan model pembelajaran yang
mengaitkan materi pembelajaran dengan dunia nyata siswa. Dalam penerapannya
berbantu media audiovisual yang merupakan media berupa mainan yang dapat di
manfaatkan untuk memberikan pembelajaran karena mengandung nilai-nilai
pendidikan.
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif eksperimen dengan one group
pretest-posttest design. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis dengan
indikator hasil belajar kognitif. Tempat penelitian di kelas IV SDN Banyumanik 02.
Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 siswa dengan menggunakan teknik
sampling jenuh. Serta menggunakan analisis data berupa uji validasi, uji normalitas
data, uji-t, dan uji n-gain.
Hasil penelitian ini menunjukan pengujian dari uji paired sample statistic t
test menunjukan nilai Stg.(2-tailed) yaitu 0,000 < 0.05, maka terdapat perbedaan
rata-rata antara skor pretest (65) dan posttest (81) siswa. Dan persentase nilai N
Gain mendapatkan 0,46 yang menunjukan peningkatan sedang.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) adanya perbedaan
rata-rata antara skor pretest dan posttest siswa sebelum dan sesudah pembelajaran
menggunakan model Contextual Teaching Learning (CTL) berbasis media
audiovisual terhadap hasil belajar siswa kelas IV SDN Banyumanik 02, dan (2)
adanya peningkatan skor pretest dan posttest siswa sebelum dan sesudah
pembelajaran menggunakan model Contextual Teaching Learning (CTL) berbasis
media audiovisual terhadap hasil belajar siswa kelas IV SDN Banyumanik 02
Penerapan model think pair share berbantuan media pop up berbasis qr code terhadap pemahaman konsep siswa kelas v
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui menganalisis perbedaan rata-rata
antara skor pretest dan posttest peserta didik sebelum dan sesudah pembelajaran
menggunakan model Think Pair Share berbantuan media pop up berbasis QR code
terhadap pemahaman konsep siswa kelas V dan mengukur peningkatan pemahaman
konsep siswa muata pelajaran IPAS dengan menggunakan model Think Pair Share
berbantuan media pop up berbasis QR code
Think Pair Share adalah TPS merupakan suatu cara yang efektif untuk
membuat variasi suasana pola diskusi kelas. TPS adalah salah satu tipe model
pembelajaran kooperatif yang pada pelaksanaannya mengutamakan peserta didik
dalam berbuat untuk menemukan sendiri konsep-konsep materi dalam
pembelajaran dengan jalan berpikir (Think), berpasangan (Pair) dan
mengemukakan pendapat (Share).
Pendekatan penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif
dengan desain penelitian pre-Exsperimen dengan bentuk penelitian one-Group
Pretest-Posttest Design. Subjek pada penelitian ini 17 peserta didik peserta didik 8
perempuan dan 9 laki-laki dengan menggunakan sampel jenuh dengan
menggunakan sampel jenuh. Pengumpulan data yang digunakan yaitu obsesrvasi,
wawancara, tes dan dokumentasi. Analisis data pada penetian ini menggunakan uji
normalitas, uji t-test, dan uji N-Gain.
Hasil penelitian ini menunjukkan presentase uji N-Gain sebesar 57,63%,
artinya penerapan model pembelajaran Think pair share dalam tafsiran ada
peningkatan N-Gain terdapat pada kategori cukup efektif dalam pembelajaran.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran Think pair share
dengan berbantuan media Pop Up berbasis QR Code dapat meningkatkan
kemampuan pemahaman konsep siswa dengan Tingkat kategori sedang. Dalam
presentase sebesar 57% ditafsirkan dalam kategori cukup efektif.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan terdapat pengaruh penerapan model
Think Pair Share berbantuan media Pop Up berbasis QR code terhadap pemahaman
konsep siswa kelas V. Saran dalam penelitian ini agar terdapat penegmbangan
media penelitian pada penelitian lebih lanjut
Identifikasi keragaman tanaman parijoto di desa colo kecamatan dawe kabupaten kudus berdasarkan karakter morfologi
Penelitian bertujuan untuk mengetahui keragaman tanaman parijoto di Desa Colo,
Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus berdasarkan karakter morfologi. Penelitian
dilaksanakan pada lahan paguyuban petani parijoto di Desa Colo, Kecamatan
Dawe, Kabupaten Kudus dengan ketinggian 1050-1100 mdpl pada bulan Oktober
sampai Februari 2025. Penelitian dilakukan pada empat aksesi yang populasinya
dominan dan dimanfaatkan para petani yaitu aksesi Muria, aksesi Kawi, aksesi
Dieng dan aksesi Ungaran. Penelitian dilakukan pada tiga sampel tanaman di
setiap aksesi dimana setiap sampel diamati dan diambil datanya sesuai parameter.
Data yang terkumpul akan di rata-rata dan data rata-rata tersebut akan di skoring
lalu di analisa cluster untuk melihat data perbedaan karakter morfologi dan
kekerabatannya. Pengamatan warna dilakukan dengan Munsell Plant Tissue
Color Book produksi tahun 2012 dengan mencocokan warna bagian tanaman
yang akan diamati sesuai dengan parameter pengamatan. Pengambilan sampel
pada penelitian ini dengan kriteria umur tanaman antara 2-3 tahun. Bagian yang
diamati adalah: daun, bunga, buah, percabangan dan batang. Kebun pengamatan
berlokasikan di lahan Petani Parijoto di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten
Kudus. Aksesi tanaman parijoto yang digunakan untuk penelitian berdasarkan
data yang diperoleh dari konservator
Analisis evaluasi kesesuaian lahan tanaman duku sumber (lansium domesticum coor.) di kabupaten kudus
Pengembangan modul magika nusantara bernuansa problem based learning untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas v sekolah dasar
Keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran, khususnya melalui
penggunaan media pembelajaran, diukur dari peningkatan kemampuan siswa dalam
memahami konsep matematika. Rendahnya kemampuan siswa dalam memahami
konsep matematis pada materi keliling dan luas bangun datar di kelas V SDN 5
Jepang menjadi masalah yang diangkat dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan
untuk mengembangkan modul Magika Nusantara yang dapat meningkatkan
pemahaman konsep matematis siswa kelas V SDN 5 Jepang.
Modul Magika Nusantara ini dikembangkan sesuai dengan perkembangan
kurikulum terbaru. Modul ini mampu menyajikan materi pembelajaran dalam
bentuk teks, kalimat, gambar, dan animasi yang dilengkapi dengan warna-warna
menarik. Berbasis kearifan nusantara, modul ini menampilkan unsur-unsur budaya
nusantara serta memperhatikan karakter unik siswa, sehingga siswa dapat lebih
terhubung dengan konsep matematika yang diajarkan. Tujuannya adalah agar siswa
merasa bahwa matematika merupakan bagian dari budaya mereka, sehingga
pembelajaran menjadi lebih bermakna dan efektif.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development
(R&D), dengan mengacu pada model ADDIE yang terdiri dari lima tahap: analisis,
desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Instrumen pengumpulan data
meliputi wawancara, observasi, dokumentasi, serta tes, dengan teknik analisis data
kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kuantitatif mencakup validasi, uji-t, uji
normalitas, serta uji N-Gain.
Modul magika nusantara dapat meningkatkan kemampuan pemahaman
konsep siswa. Pernyataan tersebut dapat diperoleh dari hasil uji normalitas dan uji
N-Gain pada aplikasi SPSS versi 22. Uji Normalitas data pretest dan posttest
berdistribusi normal, karena signifikan pretest 0,236 > 0,05 dan siginifikan posttest
0,025 > 0,05. Pada pengujian tersebut diperoleh hasil N-Gain sebesar peningkatan
rata-rata sebesar 0,56 dengan kategori “sedang”.
Simpulan dari penelitian ini yaitu: (1) rata-rata skor uji validitas sebesar
94% juga dengan kategori kelayakan “sangat layak”. (2) uji kepraktisan siswa
dengan skor sebesar 3,45 dengan kategori “praktis (3) rata-rata N-Gain persen
sebesar 56% dengan kriteria tafsiran keefektifan “cukup efektif”
Analisis konflik batin tokoh utama dan fakta sosial dalam film ketika berhenti di sini karya umay shahab kajian psikologi sastra abraham maslow
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis unsur pembangun dalam film <Ketika
Berhenti di Sini= karya Umay Shahab, (2) menganalisis konflik batin dalam film <Ketika Berhenti
di Sini= karya Umay Shahab, (3) menganalisis fakta sosial dalam film <Ketika Berhenti di Sini=
karya Umay Shahab.
Penelitian ini fokus pada permasalahan konflik batin dan fakta sosial dalam film <Ketika
Berhenti di Sini= karya Umay Shahab. Teori yang digunakan untuk menganalisis konflik batin
adalah teori Nurgiyantoro. Sedangkan, teori yang digunakan untuk menganalisis fakta sosial
adalah teori Emile Durkheim. Dalam penyelesaian konflik batin dan fakta sosial menggunakan
teori Humanistik Abraham Maslow.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak dan teknik catat. Teknik analisis data dalam
penelitian ini menggunakan metode analisis data Miles dan Huberman, yakni pengumpulan data,
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini adalah unsur pembangun, konflik batin tokoh utama, dan fakta
sosial yang ada dalam film <Ketika Berhenti di Sini= karya Umay Shahab. Unsur pembangun
meliputi unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik yakni tema, alur, tokoh dan
penokohan, latar, sudut pandang, dan amanat. Unsur ekstrinsik yakni latar belakang pengarang,
kondisi sosial budaya, dan faktor psikologis. Konflik batin tokoh utama meliputi perlawanan diri,
ketakutan, dan kecemasan. Fakta sosial meliputi eksternal, determined coercive, dan general.
Dalam penyelesaian konflik batin tokoh utama dan fakta sosial menggunakan teori Abraham
Maslow meliputi kebutuhan fisiologi, kebutuhan rasa aman, kebutuhan rasa kasih sayang,
kebutuhan penghargaan diri, dan kebutuhan aktualisasi diri
The effectiveness of cartoon series to improve writing ability of narrative text in the eleventh grade students of ma tasywiquth thullab salafiyyah kudus
This research aims to investigate the effectiveness of using cartoon series in
enhancing the narrative writing skills of eleventh-grade students at MA TBS Kudus.
A quasi-experimental design was employed, involving an experimental group taught
using cartoon series and a control group taught through conventional methods. Data
was collected through pre-test and post-test assessments, followed by statistical
analysis using normality tests, homogeneity tests, and independent t-tests. The results
revealed a significant improvement in the writing skills of students in the
experimental group, with an average post-test score of 85.37 compared to 70.93 in the
control group. The findings suggest that cartoon series can effectively engage
students, improve their writing proficiency, and make learning more enjoyable. The
study highlights the potential of visual media as an alternative teaching method for
narrative writing and calls for further exploration of its long-term effects and
applicability across various educational settings.
Analisis peran orang tua dalam mengembangkan prestasi belajar siswa kelas iii sd 2 hadipolo kudus
Peran orang tua merupakan dasar perkembangan dan kehidupan anak di
kemudian hari, oleh karena itu, peran orang tua merupakan salah satu faktor yang
ikut menentukan keberhasilan siswa dalam pencapaian prestasi belajar. Perhatian
orang tua diharapkan dapat membuat anak menjadi rajin belajar dan dari hasil
belajarnya tersebut dapat memperoleh prestasi belajar yang maksimal.
Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam
menentukan bagaimana prestasi belajar anak di sekolah, menggunakan jenis
penelitian kualitatif pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang
digunakan ini meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Peran orang tua dalam mengembangkan prestasi belajar siswa di kelas III
SD Negeri 2 Hadipolo dengan cara selalu memberikan perhatian kepada anaknya
ketika belajar, memberikan bimbingan dan mengawasi anak ketika
belajarmemberikan pengawasan belajar, pemenuhan fasilitas, memberikan
penghargaan dan dukungan, menciptakan suasana belajar yang nyaman dan aman.
Faktor-faktor yang mempengaruhi peran orang tua dalam mengembangkan
prestasi belajar siswa melalui dua faktor yaitu faktor dari dalam dan faktor dari
luar. Faktor dari dalam peran orang tua dapat berupa latar belakang pendidikan
orang tua yang berbeda-beda. Faktor kedua yaitu pekerjaan orang tua, dimana
pekerjaan ini berkaitan dengan waktu belajar bersama anak. Ketiga, keadaan
ekonomi orang tua yang berpengaruh pada prestasi belajar anak. Selain itu ada
faktor dari luar berupa keterlibatan orang lain dalam keluarga dan kondisi anaknya
sendiri
Pengembangan media pembelajaran mojantara (monopoli kerajaan di nusantara) materi kelas iv)
Proses pembelajaran yang monoton akan terasa lebih membosankan.
Tingkat kefokusan siswa juga akan berkurang ketika rasa bosan muncul. Hal ini
membuat perlunya suatu inovasi media dalam sebuah pembelajaran yang dapat
mengurangi masalah tersebut. Masalah dibuktikan dengan kenyataan yang ada di
SDN Tlogomojo. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media monopoli
materi kerajaan di nusantara pada mata pelajaran IPAS.
Media pembelajaran dapat mempermudah seorang guru untuk
menyampaikan materi kepada siswa. Penggunaan media pembelajaran dapat
meningkatkan perhatian dan keaktifan siswa pada proses pembelajaran. Media
pembelajaran monopoli umumnya berbentuk petak-petak. Dalam pengembangan
media ini, petak-petak monopoli tersebut dimodifikasi dengan nama-nama
kerajaan di nusantara.
Penelitian ini menggunakan metode R & D (Research and Development)
yang di kembangkan oleh Borg and Gall. Subjek dalam penelitian ini adalah 7
validator ahli, 1 guru kelas, dan 6 siswa.. Waktu penelitian dilaksanakan pada
bulan Februari 2025 yang berlokasi di SDN Tlogomojo. Teknik pengumpulan data
diperoleh dari hasil wawancara, angket, dan dokumentasi. Teknik validasi data
menggunakan triangulasi. Triangulasi merupakan upaya untuk memverifikasi
keabsahan data atau informasi dengan memeriksa dari berbagai sudut pandang
yang berbeda. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data secara
kualitatif dan analisis data kuantitatif. Data kualitatif ini diperoleh dari observasi
dan wawancara bersama guru kelas IV SD Negeri Tlogomojo serta hasil angket
kebutuhan siswa. Sedangkan Data kuantitatif digunakan untuk mengetahui tingkat
kevalidan serta kemenarikan produk yang dikembangkan.
Hasil penelitian pengembangan media MOJANTARA (monopoli kerajaan
di nusantara berdasarkan uji validitas dari ahli media 90,54%, ahli materi 97,90%,
ahli bahasa 96,25% dengan kriteria sangat layak. Hasil penilaian respon guru
84,89% termasuk kriteria sangat layak dan respon siswa terhadap kemenarikan
media sebesar 87,49% sangat menarik.
Disimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran monopoli materi
kerajaan di nusantara sangat layak dan sangat menarik. Pengembangan media
monopoli sesuai dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini hendaknya guru dapat
menerapkan penggunaan media monopoli kerajaan di nusantara supaya suasana
pembelajaran lebih menyenangkan dan siswa lebih semangat dalam belajar
Penerapan model pembelajaran mind mapping terhadap kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas iv sd n 2 mayonglor
Berdasarkan hasil studi pendahuluan pada tanggal 14 Januari 2024 di SD N
2 Mayonglor, permasalahan yang ditemukan yaitu rendahnya kemampuan menulis
untuk menuangkan gagasan kedalam bentuk tulisan, sehingga siswa cenderung
bingung dengan kalimat yang akan ditulis kedalam sebuah karangandan masih
terdapat banyak pengulangan kalimat atau kata. Tujuan dari penelitian ini adalah
mengetahui pengaruh model pembelajaran Mind Mapping terhadap kemampuan
menulis karangan deskripsi siswa kelas IV SD N 2 Mayonglor.
Model pembelajaran Mind Mapping merupakan model pembelajaran untuk
menuangkan ide pikiran ataupun gagasan, merencanakan kegiatan yang
menggunakan kata, warna, simbol, dan gambar. Oleh karena itu peneliti memilih
model tersebut untuk menggambarkan suatu objek atau suasana yang ingin
digambarkan.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan
metode eksperimen yaitu Pre Experimental dalam bentuk One Group Pretest
Posttest Desaign. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas IV SD N 2
Mayonglor dengan menggunakan sampling jenuh. Variabel bebas dalam penelitian
ini adalah pengaruh model pembelajaran Mind Mapping dan variabel terikat yaitu
kemampuan menulis karangan deskripsi. Teknik pengumpulan data yang digunakan
berupa observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data yang
digunakan dalam mengolah data penelitian yaitu uji normalitas sebagai prasyarat,
pada pengujian hipotesis penelitian yang digunakan adalah Uji Paired Sample T
Test dan Uji N-gain dengan berbantuan SPSS Statistic 24.
Hasil penelitian menunjukkan skor uji Paired Sample T-test nilai signifikan
2-tailed sebesar 0,000 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Siswa
memperoleh hasil rata-rata posttest 86,53 dan rata-rata nilai pretest 68,63.
Sedangkan dari uji N-Gain memperoleh peningkatan sebesar 0,5801 yang
dikategorikan sedang. Kesimpulan penelitian ini menggunakan model
pembelajaran Mind Mapping terbukti berpengaruh dapat meningkatkan
9
kemampuan menulis karangan deskripsi siswa sehinggan guru dapat menggunakan
model pembelajaran Mind mapping tersebut