22509 research outputs found
Sort by
Efektivitas penggunaan model team games tournament berbantuan game kahoot terhadap pemahaman konsep ipas materi transformasi energi siswa kelas iv sd 1 jepang
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Efektivitas model pembelajaran
Team Games Tournament (TGT) berbantuan media Game Kahoot terhadap
pemahaman konsep IPAS pada siswa kelas IV SD 1 Jepang. Latar belakang
penelitian ini didasarkan pada pentingnya penggunaan metode pembelajaran
inovatif yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Kajian
pustaka yang dilakukan mengidentifikasi bahwa pendekatan berbasis permainan
interaktif mampu meningkatkan motivasi siswa, terutama dalam materi
transformasi energi.
Team Games Tournament berbantuan Game Kahoot Efektif dalam
meningkatkan pemahaman konsep Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada
siswa kelas IV. Pendekatan ini memungkinkan siswa belajar secara aktif melalui
kompetisi yang sehat dan kerja sama tim, serta meningkatkan motivasi belajar
melalui metode berbasis permainan. Penggunaan TGT dan Kahoot
direkomendasikan sebagai strategi inovatif dalam pembelajaran interaktif yang
lebih menyenangkan dan efektif.
Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Kuantitatif, Metode penelitian
yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain One Group Pretest-
Posttest. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD 1 Jepang. Data dikumpulkan
melalui tes Tretest dan Posttest untuk mengukur pemahaman konsep sebelum dan
sesudah perlakuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TGT berbantuan
media Game Kahoot memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan
pemahaman konsep siswa. Hasil analisis N-Gain menunjukkan peningkatan
pemahaman dalam kategori tinggi, dengan nilai rata-rata sebesar 0,7179. Hal ini
menunjukkan bahwa metode pembelajaran berbasis permainan dapat meningkatkan
keterlibatan dan pemahaman siswa terhadap konsep yang dipelajari.
Dari hasil penelitian dapat Disimpulkan bahwa model TGT berbantuan Game
Kahoot merupakan metode pembelajaran yang Efektif dalam meningkatkan
pemahaman konsep IPAS. Rekomendasi yang diberikan adalah agar guru dapat
lebih mengoptimalkan penggunaan media digital dalam pembelajaran serta
memastikan kesiapan teknis sebelum implementasi metode ini di kelas
Pengembangan e-potas materi tata surya untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas vi muatan ipas
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji keefektifan E�Potas berbasis Problem-Based Learning (PBL) pada muatan IPAS materi tata surya
guna meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI sekolah dasar. Masalah utama yang
melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa,
dominasi metode pembelajaran konvensional, serta minimnya penggunaan
teknologi dalam pembelajaran.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research
and Development) dengan model Borg & Gall yang dimodifikasi menjadi tujuh
langkah, yaitu identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk,
validasi desain, revisi desain, uji coba produk, dan revisi produk.
Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas VI dari tiga sekolah dasar di
Kabupaten Jepara, guru sebagai penilai produk, dan ahli (media, materi, dan
bahasa) sebagai validator. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara, observasi,
dan masukan dari ahli, sedangkan data kuantitatif dikumpulkan melalui angket,
pretest, dan posttest.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-Potas berbasis PBL "E-Modul Materi
Tata Surya" dinyatakan sangat layak dengan rata-rata validasi ahli media 97,3%,
ahli materi 98,4%, dan ahli bahasa 96%. Respon siswa mencapai 88,5% dan respon
guru 97,3%, keduanya dalam kategori sangat layak. Uji efektivitas menunjukkan
adanya peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa, dengan rata-rata nilai post�test kelas eksperimen 82,28 yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang
hanya 62,48. Hasil uji N-gain menunjukkan nilai 0,75 untuk kelas eksperimen
(kategori tinggi) dan 0,49 untuk kelas kontrol (kategori sedang), yang
mengindikasikan bahwa penggunaan E-Potas berbasis PBL efektif dalam
meningkatkan hasil belajar siswa pada materi tata surya.
Dengan demikian bahwa E-Potas “E-Modul Berbasis Problem Based
Learning (PBL) Materi Tata Surya” sangat menarik dan efektif digunakan dalam
pembelajaran IPAS kelas VI sekolah dasar
Pengembangan bahan ajar wonder world berbasis google sites pada mata pelajaran ipas kelas vi kecamatan bae kudus
Tujuan dari penelitian adalah mendeskripsikan analisis kebutuhan,
mendeskripsikan prosedur pengembangan, menganalisis tingkat kelayakan, dan
menganalisis tingkat keefektifan bahan ajar Wonder World berbasis google sites
mata pelajaran IPAS kelas VI terhadap hasil belajar siswa di Kecamatan Bae
Kudus.
Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dan berfokus
pada pengembangan bahan ajar berbasis google sites pada mata pelajaran IPAS
kelas VI Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE
dengan 5 langkah penelitian yaitu: 1) analisis, 2) perancangan, 3. pengembangan,
4. implementasi, 5. evaluasi. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini
berasal dari siswa yang berjumlah 65, tiga orang guru kelas dan empat ahli dalam
materi maupun media. Penelitian dilakukan pada bulan Januari hingga Februari
2025 di kecamatan Bae khususnya SD di Karangbener. Instrumen yang digunakan
pada penelitian ini antara lain, angket validasi ahli, angket respon guru dan siswa,
serta hasil tes siswa. Data yang sudah didapat kemudian dianalisis dan dihitung
menggunakan presentase perhitungan skor. Analisis efektifitas bahan ajar diperoleh
dengan Uji N-Gain dan Uji T.
Berdasarkan penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan
menghasilkan: 1) Dibutuhkan pengembangan bahan ajar interaktif berbasis Google
Sites pada mata pelajaran IPAS yang mengintegrasikan berbagai konten multimedia
untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang diberi nama Wonder World. 2) Desain
pengembangan meliputi perancangan tujuan pembelajaran, penyusunan materi,
serta pembuatan prototipe bahan ajar yang interaktif dan menarik. 3) Hasil uji
kelayakan bahan ajar Wonder World berbasis google sites pada mata pelajaran
IPAS Kelas VI materi Sistem Tata Surya menunjukkan hasil validasi ahli media
mendapat penilaian 95% dengan kriteria sangat valid. Validasi ahli materi
mendapat penilaian 92,5% dengan kriteria sangat valid. 4) Uji efektivitas bahan ajar
terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar dari 63 menjadi 77, dengan hasil uji t
menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) 0,036 < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan
hasil belajar kelas eksperimen dan kontrol. Kemudian, hasil uji N-Gain
mendapatkan hasi 0,3756 dengan kategori sedang. Hasil angket respon siswa
memperoleh presentase 96% dan angket respon guru 96,67% dengan kriteria sangat
praktis
Peningkatan keterampilan menulis teks deksripsi menggunakan model think talk write berbantuan media gambar berseri pada siswa kelas iii sekolah dasar
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks
deskripsi siswa kelas III SDN 2 Undaan Lor menggunakan model pembelajaran
Think Talk Write berbantuan media gambar berseri. Model pembelajaran Think Talk
Write merupakan model pembelajaran yang mengajak siswa untuk aktif berpikir,
berdiskusi, dan menulis.
Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang
dilaksanakan pada siswa kelas III SDN 2 Undaan Lor dengan jumlah subjek
penelitian sebanyak 26 siswa. Penelitian ini dilaksanakan melalui 2 siklus, dengan
setiap siklus berisikan 2 pertemuan.
Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, tes, dan
dokumentasi. Penelitian ini menggunakan jenis validasi expert judgement yang didalamnya
berisikan validasi ahli media dan ahli materi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian
ini berupa lembar hasil observasi, lembar wawancara, dan lembar tes.
Hasil penelitian menunjukkan, nilai rata-rata klaksikal keterampilan
menulis teks deskripsi yang didapat siswa kelas III SDN 2 Undaan Lor pada masa
pra siklus mencapai angka 63. Pada siklus I, nilai rata-rata klaksikal keterampilan
menulis teks deskripsi siswa meningkat sebesar 8,66% dari nilai yang didapat pada
masa pra siklus menjadi 68,654. Pada siklus II, nilai klaksikal keterampilan menulis
teks deskripsi yang didapat kembali meningkat sebesar 29,2% dari nilai rata-rata
klaksikal keterampilan menulis teks deskripsi pada masa pra siklus menjadi 81,538.
Pada siklus I, aktivitas belajar memperoleh skor rata-rata sebesar 16,11. Pada siklus
II, aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 23,8% dari skor rata-rata
aktivitas belajar siswa yang didapat pada siklus I dengan skor rata-rata kelas sebesar
19,96. Pada siklus I, keterampilan mengajar guru memperoleh skor sebesar 105.
Pada siklus II, nilai keterampilan mengajar guru yang didapat mengalami
peningkatan sebesar 36,19% dari nilai yang didapat pada siklus I menjadi 143.
Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran
meggunakan model Think Talk Write berbantuan media gambar berseri dapat
meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi siswa, aktivitas belajar siswa, dan
keterampilan mengajar guru kelas III SDN 2 Undaan Lor
Efektivitas model pembelajaran inkuiri berbantuan media ispema dalam meningkatkan pemahaman konsep ipas siswa kelas v sdn 3 bacin
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya fakta di lapangan siswa kurang
aktif dalam pembelajaran serta kurang memahami materi pembelajaran sehingga
menunjukkan masih rendah pemahaman konsepnya. Adapun tujuan penelitian ini
adalah untuk menganalisis perbedaan nilai pretest dan posttest pemahaman konsep
IPAS serta mengukur seberapa besar peningkatan pemahaman konsep IPAS siswa
kelas V sekolah dasar menggunakan model pembelajaran inkuiri berbantuan
ispema.
Model pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang
menekankan pada keaktifan siswa untuk memiliki pengalaman belajar dalam
menemukan konsep-konsep materi berdasarkan masalah yang diajukan. Media
ispema merupakan media interaktif sistem pencernaan manusia yang berisi
informasi tentang organ-organ pencernaan manusia, proses perjalanan makanan
dalam sistem pencernaan manusia, serta cara menjaga kesehatan pencernaan
manusia. Pemahaman konsep yaitu kemampuan siswa dalam memahami suatu
konsep atau fakta dan menjawabnya dengan kalimat sendiri tanpa mengubah arti
dari konsep yang dimaksud.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilaksanakan di kelas V
SDN 3 Bacin. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN 3 Bacin
yang berjumlah 18 siswa dengan teknik purposive sampling. Metode yang
dgunakan yaitu Pre-experimental dengan desain One Group Pretest-Posttest
Design. Teknik pengumpulan data berupa tes, lembar observasi, dan dokumentasi
dengan analisis data menggunakan Paired Sample t-Test dan N-Gain mengunakan
SPSS.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa model pembelajaran inkuiri
berbantuan media ispema dapat memberikan perbedaan nilai rata-rata dan dapat
meningkatkan hasil pemahaman konsep siswa. Hasil uji Paired Sample t-Test
dengan signifikansi 0,000 yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Sedangkan hasil
N-Gain sebesar 0,7643 yang artinya peningkatan pemahaman konsep siswa dapat
dikategorikan kriteria tinggi.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu (1) terdapat perbedaan rata-rata skor
yang signifikan terhadap hasil pemahaman konsep sebelum dan sesudah
menggunakan model pembelajaran inkuiri berbantuan media ispema pada
pembelajaran IPAS. (2) terdapat peningkatan hasil pemahaman konsep siswa
menggunakan model pembelajaran inkuiri berbantuan media ispema pada
pembelajaran IPAS
Pelaksanaan pengawasan dan pengendalian peredaran minuman beralkohol dalam rangka menegakkan peraturan daerah kabupaten kudus nomor 12 tahun 2004
Penelitian berjudul, “Pelaksanaan Pengawasan Dan Pengendalian
Peredaran Minuman Beralkohol Dalam Rangka Menegakkan Peraturan Daerah
Kabupaten Kudus Nomor 12 Tahun 2004” bertujuan untuk mengetahui dan
mengidentifikasi pelaksanaan pengawasan dan pengendalian peredaran minuman
beralkohol dalam rangka menegakkan Perda Kabupaten Kudus Nomor 12 Tahun
2004 beserta kendala dan upayanya.
Metode pendekatan yang digunakan yuridis sosiologis mengenai proses
bekerjanya hukum di dalam masyarakat. Metode analisa data bersifat kualitatif
dengan spesifikasi deskriptif analisis. Jenis data yang digunakan adalah data
primer dan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pengawasan dan pengendalian
peredaran minuman beralkohol di Kabupaten Kudus, berdasarkan Perda Nomor
12 Tahun 2004, melibatkan Badan Pengawas Daerah dan Satpol PP. Badan
Pengawas bertanggung jawab atas pengawasan dan evaluasi, sedangkan Satpol PP
menegakkan peraturan, melakukan tindakan preventif, dan menangani
pelanggaran. Sedangkan pelaksanaanya mengalami berbagai kendala, termasuk
praktik ilegal dan peredaran gelap minuman beralkohol, rendahnya kesadaran
masyarakat, faktor budaya dan norma sosial, keterbatasan SDM dan logistik, serta
kurangnya penegakan hukum dan penerapan sanksi yang konsisten. Upaya untuk
mengatasi kendala-kendala tersebut dilakukan melalui, peningkatan patroli dan
pengawasan, strategi sosialisasi yang luas, pengalokasian SDM dan logistik yang
memadai, penguatan sistem pelaporan, peningkatan kesadaran hukum dan moral
masyarakat, penerapan sanksi yang tegas dan konsisten, serta kerjasama dengan
pihak terkait
Pengembangan e-modul proyek penguatan profil pelajar pancasila berbasis kearifan lokal tradisi bulusan kudus guna meningkatkan kreativitas peserta didik di sdn 3 hadipolo
Pengembangan e-modul P5 berbasis kearifan lokal tradisi Bulusan Kudus
dikembangkan peneliti guna menunjang pembelajaran kokurikuler P5, melihat
peluang masalah yang didapati peneliti terhadap pelaksanaan P5 yang tidak sesuai
dengan panduan BSKAP seperti pengguanaan modul proyek yang seadanya tanpa
mementingkan capaian dimensi,dan elemen serta sub elemen pada setiap fasenya.
Kurangnya media ajar P5 membuat pelaksanaan P5 di SD tidak sesuai dengan
pedoman pengembangan modul P5 sehingga menghambat kreativitas siswa .
Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui kelayakan, efektivitas, dan
pratikalitas media e-modul P5 terhadap peningkatan kreativitas peserta didik
kelas 5 SDN 03 Hadipolo.
Penggunaan e-modul P5 berbasis kearifan lokal sebagai media
pembelajaran merupakan sebuah media berupa flip book interaktif untuk
meningkatkan kreativitas peserta didik sekaligus mampu mewadahi pembelajaran
di era digital . Didalam media e-modul P5 ini berisi soal quiz, video, dan
pengembangan fitur audio guna merangsang keterampilan siswa untuk berkarya
dalam ranah pelestarian kearifan lokal dengan menciptakan produk kreatif guna
meningkatkan kreativitas peserta didik.
Penelitiani ini dilaksanakan di kelas V SDN 03 Hadipolo dengan jumlah
sampel 19 siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Research and
Develepoment (RnD) dengan metode pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif.
Pengumpulan data kualitatif berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi
sedangkan pengumpulan data kuantitaif menggunakan data pre-test dan post-test
serta angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji validitas, uji
normalitas, uji paired t-test dan uji N-Gain score.
Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil kelayakan e-modul P5 berbasis
kearifan lokal Bulusan Kudus mendapatkan skor kelayakan media sebesar 99,03%
dan skor kelayakan materi sebesar 93,75% dengan kategori “Sangat Layak”,
untuk angket respon guru dan siswa masing-masing mendapatkan nilai
praktikalitas sebesar 95% dan 96,5I% keduanya dalam kategori “Sangat Praktis.”
Hasil N-Gain score dan N-gain persen menghasilkan skor 0,7734 dan N-Gain
Persen 77,34 berdasarkan pada kriteria g > 0,7 maka termasuk kategori “Tinggi.”
dan efektif.
Disimpulkan bahwa e-modul P5 berbasis kearifan lokal tradisi Bulusan
Kudus sudah layak digunakan, praktis digunakan oleh guru dan siswa serta efektif
dalam meningkatkan kreativitas siswa di SDN 3 Hadipolo
Penerapan media e-cergam kekalku terhadap kemampuan pemahaman konsep ipas kelas iv sd
Siswa kelas IV SD 4 Honggosoco, memiliki permasalahan pada kemampuan
pemahaman konsepnya. Tujuan penelitian adalah menguji apakah terdapat
perbedaan rerata kemampuan pemahaman konsep sebelum dan sesudah penggunaan
media E-Cergam Kekalku, dan menguji peningkatan kemampuan pemahaman
konsep siswa setelah penggunaan media E-Cergam Kekalku.
E-Cergam Kekalku merupakan media untuk merangsang kemampuan
pemahaman konsep siswa. Tujuan penelitian (1) Menguji perbedaan rata-rata
kemampuan pemahaman konsep siswa sebelum dan sesudah penggunaan media E
Cergam Kekalku, (2) Menguji peningkatan kemampuan pemahaman konsep siswa
setelah penggunaan media E-Cergam Kekalku.
Penelitian eksperimen one grup pretest-postest dilaksanakan di kelas 4 dengan
subjek 24 siswa dan guru kelas yang berlangsung 5 pertemuan. Teknik pengumpulan
data meliputi teknik wawancara, observasi, tes, dokumentasi. Analisis data yang
digunakan adalah analisis kuantitatif uji normalitas, uji paired sample t test dan uji
N-Gain.
Hasil penelitian menunjukkan nilai postest siswa lebih baik daripada nilai
pretestnya, dilihat dari hasil uji paired sample t test memperoleh Sig. 0,000 < 0,05
artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Uji N-Gain juga dilakukan dengan hasil sebesar
0,44 menunjukkan terdapat peningkatan kemampuan pemahaman konsep setelah
penggunaan media E-Cergam Kekalku dengan kategori sedang.
Disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata kemampuan pemahaman
konsep siswa sebelum dan sesudah penggunaan media E-Cergam Kekalku. Selain
itu terdapat peningkatan kemampuan pemahaman konsep siswa setelah penggunaan
media E-Cergam Kekalku
Efektivitas model tgt (teams game tournament) dengan media permainan electric and ladder terhadap kemampuan berpikir kritis siswa
Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa dalam menjawab soal uraian
IPAS menjadi akar penyebab topik penelitian ini. Temuan pra-penelitian dari
wawancara dengan guru kelas V SD 3 Klaling mengungkapkan bahwa siswa
cenderung pasif saat kegiatan belajar mengajar. Hal ini juga terlihat pada hasil
pengerjaan soal studi pendahuluan yang memperoleh rata-rata nilai 38,92 dan
observasi saat pembelajaran hal ini tergolong kurang baik. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui apakah model Teams Game Tournament (TGT) dengan media
Electric and Ladder efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan
seberapa besar peningkatan hasil kemampuan berpikir kritis siswa kelas V pada
materi IPAS di SD 3 Klaling.
Model pembelajaran Teams Game Tournament (TGT) merupakan salah satu
model pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan
siswa dalam proses belajar mengajar melalui kombinasi kerja tim, permainan, dan
turnamen. Media Permainan Electric and Ladder merupakan sebuah permainan
papan klasik yang memiliki konsep seperti permainan ular tangga. Media
permainan ular tangga adalah alat bantu pembelajaran berbentuk papan permainan
yang dirancang untuk membuat proses belajar lebih menyenangkan dan interaktif.
Kemampuan berpikir kritis siswa merupakan kemampuan untuk menganalisis,
mengevaluasi, dan membuat keputusan berdasarkan informasi dan bukti yang ada.
Berpikir kritis melibatkan keterampilan seperti mengidentifikasi masalah,
merumuskan pertanyaan yang relevan, menganalisis argumen, dan
mengidentifikasi asumsi.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan jenis one
grup pretest-posttest design. Penelitian ini menggunakan subjek seluruh kelas V SD
3 Klaling yang berjumlah 26 siswa. Pengumpulan data berupa wawancara,
observasi, test (pretest dan posttest), dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa
uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji paired sample t-test, dan uji N-Gain.
Hasil penelitian menunjukkan; (1) Terdapat perbedaan rata-rata kemampuan
berpikir kritis siswa kelas V SD 3 Klaling sebelum dan sesudah diterapkanya model
TGT dengan media permainan Electric and Ladder. Hal ini ditunjukkan oleh hasil
SPSS uji paired sample t-test dari nilai signifikansi sebesar 0,000 artinya sig > 0,05
maka model TGT dengan media permainan Electric and Ladder efektif
meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa; (2) Terdapat peningkatan
kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas V semester 1 di SD 3 Klaling
xii
menggunakan model pembelajaran TGT dengan media permainan Electric and
Ladder. Hal ini ditunjukkan dengan hasil Rata-rata pada pretest siswa sebesar 56,08
sedangkan saat posttest menunjukkan angka 66,15. Hasil pengujian N-Gain
didapatkan hasil 0,359 > 0,3 sehingga termasuk dalam kategori sedang.
Berdasarkan uji n-gain persen peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa setelah
diterapkannya model TGT dengan media Electric and Ladder yaitu sebesar
35,92%.
Kesimpulannya; (1) Penggunaan model TGT dengan media permainan
Electric and Ladder efektif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD
3 Klaling. (2) Kemampuan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan dengan
kategori sedang, melalui penerapan model TGT dengan media permainan Electric
and Ladder
Penerapan model team games tournament (tgt) berbantuan correct hanger terhadap kemampuan pemahaman konsep siswa pada materi cerita tentang daerahku kelas iv sd 3 menawan
Kemampuan Pemahaman Konsep siswa yang rendah dibuktikan pada hasil
studi pendahuluan pada indikator: Menyatakan ulang konsep (30%),
Mengklasifikasikan objek-objek menurut sifat-sifat (22%), Memberi contoh dari
konsep (18%). Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui apakah terdapat
perbedaan nilai rata-rata sebelum dan sesudah penerapan model TGT berbantuan
media Correct Hanger terhadap kemampuan pemahaman konsep siswa pada materi
cerita tentang daerahku kelas IV. Selain itu untuk mengetahui seberapa besar
peningkatan kemampuan pemahaman konsep siswa dengan model TGT berbantuan
correct hanger pada materi cerita tentang daerahku kelas IV.
Model Pembelajaran TGT merupakan model pembelajaran yang dirancang
untuk meningkatkan keaktifan siswa, membangun suasana kelas yang
menyenangkan dengan bentuk permainan atau game, mengembangkan kemampuan
berpikir dan memiliki rasa tanggung jawab dengan kelompoknya. Media correct
hanger ini sangat tepat digunakan pada mata Pelajaran IPAS karena gantungan baju
dan japitan baju sangat relate dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Tujuan
media ini yakni peserta didik mampu memahami konsep materi dengan baik.
Metode Kuntitatif pre experimental design dengan desain one grup pretest and
posttest yang digunakan dalam penelitian ini. Subjek yang digunakan seluruh siswa
kelas IV SD 3 Menawan yang berjumlah 19 siswa. Proses pengumpulan data yakni
observasi, wawancara, dan tes. Teknik analisis data meliputi uji normalitas, uji
homogenitas, uji paired sample t-test dan uji N-gain.
Penggunaan model pembelajaran TGT berbantuan correct hanger terhadap
kemampuan pemahaman konsep peserta didik pada uji paired sample T-test
memperoleh nilai sig.(2-tailed) = <0,001 yang berarti <0,001 < 0,05 maka dapat
diartikan H0 di tolak dan Ha diterima. Terdapat peningkatan pemahaman konsep
juga melalui pembelajaran TGT berbantuan Correct hanger pada uji N-Gain
memperoleh nilai rata-rata 0,68 dengan kriteria sedang.
Uji statistic diperoleh hasil (1) terdapat perbedaan yang signifikan antara skor
rata-rata pretest dan posttest peserta didik. (2) terdapat peningkatan rata-rata
pemahaman konsep secara keseluruhan dengan kriteria tinggi. Berdasarka hasil
penelitia ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaraan TGT
berbantuan media correct hanger sangat efektif terhadap kemampuan pemahaman
konsep peserta didik kelas IV SD 3 Menawan