22509 research outputs found
Sort by
Penerapan media breathwise berbasis articulate storyline dalam problem based learning untuk meningkatkan pemahaman konsep ipas peserta didik kelas 5 mi alfalah tanjungrejo
Pendidikan dasar memiliki peran penting dalam pengembangan sumber daya
manusia yang berkualitas, terutama di era digital. Hasil observasi di MI Alfalah
Tanjungrejo, ditemukan rata-rata nilai pemahaman konsep peserta didik kelas 5 pada
mata pelajaran IPAS hanya mencapai 17,875 yang termasuk dalam kategori "Sangat
Kurang Baik". Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis perbedaan rata-rata
pemahaman konsep IPAS sebelum dan sesudah penerapan media BREATHWISE berbasis
Articulate Storyline (2) mengukur besarnya peningkatan pemahaman konsep IPAS
peserta didik.
Penelitian ini menguji penerapan media BREATHWISE berbasis Articulate
Storyline untuk meningkatkan pemahaman konsep IPAS peserta didik kelas 5 MI Alfalah
Tanjungrejo. BREATHWISE merupakan media pembelajaran interaktif berbentuk aplikasi
android yang dirancang khusus untuk materi sistem pernapasan dengan mengintegrasikan
berbagai fitur seperti animasi, simulasi, dan kuis yang dapat diakses melalui smartphone.
Hipotesis yang diajukan adalah (1) terdapat perbedaan yang signifikan pada rata-rata
pemahaman konsep IPAS peserta didik sebelum dan sesudah penerapan media
BREATHWISE berbasis Articulate Storyline (2) terdapat peningkatan pemahaman konsep
IPAS peserta didik pada pembelajaran menggunakan media BREATHWISE berbasis
Articulate Storyline berada pada kategori sedang hingga tinggi.
Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan desain One Group
Pretest-Posttest, melibatkan 24 peserta didik kelas 5 sebagai subjek penelitian. Data
dikumpulkan melalui dokumentasi dan tes. Instrumen penelitian terdiri atas dokumentasi,
soal tes, wawancara dan observasi. Pengolahan data dilakukan dengan perangkat lunak
SPSS, yang mencakup uji normalitas untuk memeriksa distribusi data, Paired sample t
test untuk mencari perbedaan rata-rata pemahaman konsep, serta uji N-Gain untuk
mengukur seberapa besar peningkatan pemahaman konsep.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat perbedaan signifikan
rata-rata pemahaman konsep IPAS peserta didik sebelum dan sesudah penerapan media
BREATHWISE berbasis Articulate Storyline dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan
peningkatan nilai rata-rata dari 39,7 menjadi 74,33. (2) Terdapat peningkatan pemahaman
konsep IPAS peserta didik dengan nilai N-Gain Score 0,5653 (kategori sedang) dan
persentase 56,53% (kategori cukup efektif).
Penelitian menguji penerapan media BREATHWISE berbasis Articulate Storyline
dalam pembelajaran sistem pernapasan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman
konsep IPAS peserta didik dengan kategori sedang. Pengembangan lebih lanjut
diperlukan untuk mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran pada berbagai materi
dan penyediaan fasilitas pendukung yang memadai
Efektivitas model pembelajaran problem based learning berbantuan media animasi terhadap hasil belajar pendidikan pancasila siswa kelas iv sdn 3 kesambi
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui perbedaan rata-rata hasil pretest dan
posttest sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning
berbantuan media animasi terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila materi gotong
royong siswa kelas IV SDN 3 Kesambi (2) mengetahui efektivitas model pembelajaran
Problem Based Learning berbantuan media animasi terhadap hasil belajar Pendidikan
Pancasila materi gotong royong siswa kelas IV SDN 3 Kesambi.
Problem Based Learning adalah model pembelajaran dengan cara memberikan
suatu permasalahan yang nyata kepada siswa, dan siswa menyelesaikan permasalahan
tersebut untuk menemukan pengetahuan yang baru. Media animasi adalah media
pembelajaran yang mengintegrasikan elemen audio dan visual untuk menciptakan
pengalaman belajar yang dinamis dan interaktif
Pendekatan penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan
desain penelitian pre-exsperimental dengan bentuk penelitian one-Group Pretest-Posttest
Design. Subjek pada penelitian ini 13 peserta didik dengan menggunakan sampel jenuh.
Pengumpulan data yang digunakan yaitu obsesrvasi, wawancara, tes dan dokumentasi.
Analisis data pada penetian ini menggunakan uji normalitas, uji Paired Sample T-Test, dan
uji N-Gain berbantuan aplikasi IBM SPSS 27.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat perbedaan rata-rata hasil
pretest dan posttest yang signifikan sebelum dan sesudah menggunakan model
pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media animasi terhadap hasil belajar
Pendidikan Pancasila materi gotong royong, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan
terdapat efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media
animasi terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila materi gotong royong dengan nilai N
Gain Score sebesar 0,7136 (kategori tinggi) dan presentase 71% (kategori cukup efektif).
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di kelas IV SD Negeri 3 Kesambi
dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning berbantuan media
animasi dapat menghasilkan perbedaan yang signifikan dan efektif terhadap hasil belajar
mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas tersebut
Perlindungan hukum terhadap anak korban bullying di tingkat penyidikan polresta pati
Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan yuridis sosiologis.
Dalam hal ini teknik pengumpulan data yang digunakan penulis yaitu menggunakan
data primer dan data sekunder. Setelah diperoleh data, kemudian disusun secara
sistematis dan dianalisis secara kualitatif, sehingga memperoleh kejelasan mengenai
permasalahan yang dibahas, dan selanjutnya disusun sebagai skripsi yang bersifat
ilmiah.
Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa, perlindungan hukum terhadap anak
korban bullying di polresta pati adalah dengan menyediakan seorang psikolog dalam
berbagai kasus kekerasan bullying, sering terjadi korban mendapatkan tekanan batin
yang dapat mengganggu jiwanya atas perlakuan dari tersangka, Kepolisian memberikan
perlindungan yang berperan sebagai penyidik yaitu memberikan keamanan saat korban
dan saksi bersedia datang di Kepolisian untuk dimintai keterangannya, memberikan rasa
aman dan hak-hak yang harus diberikan kepada korban. Optimalisasi yang dilakukan
terhadap korban dilakukan untuk memaksimalkan apa yang menjadi pelaksanaan dalam
perlindungan hukum terhadap korban Bullying
Perjanjian jual beli tagihan atas piutang debitur dan akibat hukumnya terhadap kredit yang dialihkan dari badan penyehatan perbankan nasional ke bank danamon
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan teknik
pengumpulan data sekunder. Setelah itu disusun secara sistematis dan dianalisa
secara kualitatif, sehingga diperoleh kejelasan mengenai permasalahan
selanjutnya disusun sebagai skripsi yang bersifat ilmiah.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kedudukan hukum debitur
dalam perjanjian cessie antara BPPN kepada Bank Danamon, telah memenuhi
asas-asas hukum namun terkait dengan pemberitahuan debitur masih terdapat
permasalahan yaitu alamat debitur yang tidak sesuai isi perjanjian dan debitur
yang sengaja menghilang. Oleh karena itu Bank Danamon melakukan upaya alternatif
untuk memberitahukan kepada debitur yaitu memberikan pengumuman di media massa
atau penggunaan jasa detektif swasta. Jadi, keberadaan perjanjian cessie yang dibuat
secara autentik atau dibawah tangan itu akan mengikat atau memberikan akibat
hukum kepada debitur bilamana cessie diberitahukan kepada debitur. Hal ini
sesuai ketentuan Pasal 613 KUHPerdata. Akibat hukum kepada debitur atas
pengalihan tagihan yaitu, adanya potensi sengketa hukum antara para pihak yang
terlibat. Debitur yang telah diberitahu namun sengaja menghilang dan alamat
tidak sesuai isi perjanjian dapat menimbulkan sengketa hukum. Selain itu, jika
kreditur baru tidak melaksanakan hak tagihnya dengan baik, maka kreditur baru
dapat mengalami kerugian secara komersial
Pengaruh penggunaan media sosial tiktok terhadap interaksi sosial siswa kelas 5 pada proses pembelajaran di sd negeri pakis 01
Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena tingginya jumlah pengguna
Tiktok di Indonesia. Tiktok sebagai salah satu aplikasi media sosial yang popular
bagi semua kalangan termasuk anak-anak sekolah dasar. Dari data di lapangan
menunjukkan jumlah pengguna Tiktok di kelas 5 SDN Pakis 01 cukup tinggi
dengan presentase sebesar 85,2%. Banyak siswa menghabiskan waktu berinteraksi
di Tiktok daripada berinteraksi di dunia nyata sehingga hal ini dapat mempengaruhi
interaksi sosial khususnya dalam proses pembelajaran. Adapun tujuan penelitian ini
adalah untuk menguji apakah terdapat pengaruh dan seberapa besar pengaruh
penggunaan media sosial Tiktok terhadap interaksi sosial siswa kelas 5 pada proses
pembelajaran di SDN Pakis 01 Kecamatan Tayu Kabupaten Pati.
Interaksi sosial siswa adalah suatu proses dinamis yang melibatkan
hubungan antara individu atau kelompok. Proses pembelajaran adalah aktivitas
segala kegiatan belajar yang saling berinteraksi sehingga menimbulkan perubahan
dari perilaku belajarnya. Media Sosial Tiktok didefinisikan sebagai platform media
sosial yang penggunanya bisa saling berinteraksi dan mendorong kreativitas
penggunanya dengan menyediakan berbagai efek unik, musik, dan fitur menarik
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode expost facto. Pada
penelitian ini jumlah populasi adalah 27 responden dengan teknik sampling
menggunakan sampel jenuh. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian ini meliputi kuesioner, dokumentasi, wawancara, dan observasi. Untuk
mengetahui ketepatan instrument kuesioner dilakukan uji validitas dan reliabilitas
dengan menggunakan SPSS. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis
statistik deskriptif, uji normalitas, uji linieritas dan analisis regresi sederhana.
Hasil regresi menunjukkan bahwa setiap peningkatan penggunaan TikTok
sebesar 1% akan meningkatkan interaksi sosial siswa sebesar 0,413, dengan nilai
konstanta 59,798 dan signifikansi 0,000 (<0,05), sehingga hipotesis alternatif
diterima. Selain itu, nilai R square sebesar 0,311 menunjukkan bahwa 31,1%
interaksi sosial siswa dipengaruhi oleh penggunaan TikTok, sementara 68,9%
lainnya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini.
Kesimpulan dari hasil penelitian yaitu terdapat pengaruh yang positif dan
signifikan antara penggunaan TikTok terhadap interaksi sosial siswa kelas V. Besar
pengaruh ini berada pada kategori "cukup kuat", menegaskan peran media sosial
Tiktok dalam membentuk interaksi sosial siswa kelas V dalam proses pembelajaran
di SD N Pakis 01
Efektivitas model problem based learning berbantuan media geoboard untuk meningkatkan pemahaman konsepmatematis materi bangun datar pada siswa kelas iv sd 6 bulung kulon
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan rata- rata
pemahaman konsep matematis siswa kelas IV SD 6 Bulung Kulon setelah
menggunakan model problem based learning berbantuan media geoboard dan
Untuk mengetahui efektivitas model problem based learning berbantuan media
geoboard terhadap pemahaman konsep matematis materi bangun datar pada siswa
kelas IV SD 6 Bulung Kulon.
Model Problem Based Learning adalah suatu pendekatan pembelajaran
yang berpusat pada siswa dimana siswa bekerja sama dalam kelompok untuk
mengidentifikasi masalah, menganalisis, dan menenukan Solusi. Sedangkan media
geoboard alat bantu visual yang digunakan dalam pembelajaran matematika materi
bangun datar pada kelas IV SD, yang bertujuan untuk membantu pemahaman
konsep bangun datar.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan metode pre
experimental design, yang dilaksanakan di kelas IV SD 6 Bulung Kulon dengan
subjek penelitian 28 siswa yang akan berlangsung selama 4 kali pertemuan.
Variabel terikat pada penelitian ini adalah pemahaman konsep matematis, materi
bangun datar, kelas IV SD 6 Bulung Kulon. Sedangkan variabel bebas dari
penelitian ini adalah model problem based learning, dan media geoboard. Teknik
pengumpulan data dengan menggunakan Teknik wawancara, observasi, dan tes.
Analisis data yang digunakan yaitu analisis kuantitatif dengan uji normalitas, uji
paired sampel t-test dan uji n-gain.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan siginifikan antara
nilai pretest dan posttest kemampuan pemahaman konsep matematis dengan
memperoleh nilai (sig.2-tailed) 0,000 dengan perbedaan rata-rata 33,64 antara skor
pretest dan posttest. Terdapat peningkatan pemahaman konsep matematis setelah
menggunakan model problem based learning berbantuan media geoboard sebesar
0,74 tafsiran cukup efektif dikarenakan presentase terletak pada 56-75%.
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan
model problem based learning berbantuan media geoboard terhadap pemahaman
konsep matematis siswa kelas IV SD 6 Bulung Kulon. Penelitian ini memiliki
keterbatasan dalam peningkatan pemahaman konsep matematis yang hanya
mencapai kategori cukup efektif. Pada penelitian ini keterbatasan jumlah media
geoboard membuat hanya beberapa siswa dapat menggunakanya secara langsung,
penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah jumlah media
Pengalaman artistik anak dalam proses berkarya seni menggambar ekspresi tema kebudayaan lokal menara kudus
Anak memiliki kemampuan bahasa rupa dulu daripada bahasa kata, oleh
karena itu anak pasti suka menggambar. Sebagian besar anak-anak usia 9 – 12 tahun
SD 1, 3, dan 4 Pladen mengetahui tentang budaya yang ada di sekitar mereka,
khususnya yang paling terkenal yaitu Menara kudus. Namun, guru belum pernah
melakukan praktik menggambar tema kebudayaan dikarenakan berpikir bahwa
anak tidak bisa menggambar pada tema kebudayaan.
Menggambar menjadi bentuk pembelajaran yang lebih baik daripada
hanya sekedar membaca. Oleh karena itu, penting bagi pendidik untuk memberikan
kesempatan anak dalam memahami budaya Menara Kudus melalui pengalaman
berkarya seni menggambar atau bisa disebut pengalaman artistik. Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman artistik anak dan menganalisis rata
rata pengalaman artistik anak dalam proses berkarya seni menggambar ekspresi
tema kebudayaan lokal Menara Kudus.
Penelitian ini menggunakan metode kombinasi (mix methods) model
Sequential Exploratory, yaitu didahului dengan pendekatan kualitatif yang
kemudian dikuatkan melalui pendekatan kuantitatif. Analisis data yang digunakan
yaitu analisis data kualitatif model Model Miles and Huberman dan analisis
kuantitatif menggunakan statistik deskriptif pada aplikasi SPSS 25. Pengumpulan
data kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan
pengumpulan data kuantitatif melalui instrument angket.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa setiap anak dapat menyelesaikan
hasil karya gambar Menara Kudus sesuai dengan ekspresi, gaya, dan pemahaman
budaya Menara Kudus masing-masing. Anak yang telah melalui tahap
prapenciptaan, penciptaan, dan pascapenciptaan dapat dinyatakan telah mengalami
pengalaman artistik. Tahapan dalam prapenciptaan meliputi pengalaman langsung
dan tidak langsung dan perbedaan motivasi (ketertarikan dan perintah). Penciptaan
meliputi kesediaan alat dan penguasaan teknik (gradasi dan arsir), manajemen
waktu, mengkomunikasikan gambar dengan baik, dan kesulitan sehingga muncul
imajinasi. Pascapenciptaan meliputi kepercayaan diri dan pemaknaan gambar
Menara Kudus.
Hasil karya gambar yang dihasilkan meliputi tipe gambar visual dan
haptic. Pengalaman artistik anak dalam proses berkarya seni menggambar ekspresi
tema kebudayaan Menara Kudus di Desa Pladen adalah sedang. Hal ini dapat
diketahui dari nilai rata-rata (mean) 119.43. pada tahap prapenciptaan, memiliki
rata-rata 22.57, penciptaan rata-rata 80.95, dan pascapenciptaan dengan rata-rata
15.91
Implementasi sistem informasi berbasis web untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan
Transformasi digital di industri food and beverage (F&B) semakin mendorong kafe untuk mengadopsi
teknologi guna meningkatkan efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan. Sunday Coffee Kudus
menghadapi tantangan operasional seperti kesalahan pencatatan pesanan, antrean panjang, dan
pengelolaan layanan yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan
sistem informasi berbasis web menggunakan framework CodeIgniter dengan metodologi pengembangan
waterfall. Sistem ini dilengkapi fitur self-ordering yang memungkinkan pelanggan memesan menu secara
mandiri melalui antarmuka yang user-friendly, sehingga mengurangi waktu tunggu dan antrean. Selain itu,
sistem mendukung pencatatan transaksi otomatis dan pengelolaan data pelanggan secara efisien. Hasil
implementasi menunjukkan adanya peningkatan efisiensi operasional, kepuasan pelanggan, serta jumlah
pesanan yang mencerminkan kenyamanan dan kemudahan layanan. Sistem ini juga mengurangi beban kerja
kasir dan membuat proses operasional lebih terstruktur. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi
digitalisasi industri F&B lokal dengan menawarkan solusi teknologi yang adaptif dan efektif, serta menjadi
langkah strategis dalam meningkatkan daya saing bisnis di era digital
Implementasi profil pelajar pancasila dalam teori belajar kontruktivisme pada pembelajaran pendidikan pancasila kelas iv sd negeri kadilangu 1
Profil Pelajar Pancasila memuat beberapa dimensi yang diharapkan
siswa memiliki kompetensi mendunia. Hal ini sejalan dengan visi
pendidikan di Indonesia yang bertujuan untuk mewujudkan Indonesia yang
maju, berdaulat dan mandiri melalui proses pembelajaran pancasila. Tujuan
penelitian ini yaitu untuk menganalisis implementasi Profil Pelajar Pancasila
dalam teori belajar kontruktivisme pada pembelajaran Pendidikan Pancasila
di kelas IV SD Negeri Kadilangu 1.
Profil Pelajar Pancasila merupakan profil pembelajaran yang
bertujuan untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia di masa depan.
Teori belajar kontruktivisme merupakan teori belajar yang merujuk pada
penekanan. Teori ini beranggapan bahwa siswa dapat mengembangkan
pengetahuannya dengan caranya sendiri berdasarkan pengamalannya.
Pendidikan pancasila merupakan mata pelajaran yang menitik beratkan pada
penyiapan peserta didik dari berbagai latar belakang dari segi agama,
bahasa, usia, dan suku bangsa untuk menjadi warga negara yang
berwawasan luas menjunjung nilai-nilai pancasila dan UUD 1945.
Jenis penelitian ini adalah penelitian naratif kualitatif. Teknik
pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi dengan
menggunakan instrument berupa lembar observasi, paduan wawancara, dan
alat pendukung dokumentasi. Proses analisis data menggunakan teknik
analisis data data Miles and Huberman, yakni menggunakan reduksi data,
penyajian data, dan pengambilan Kesimpulan. Peneliti menggunakan teknik
pengujian keabsahan data berupa triangulasi teknik, waktu, dan sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Profil Pelajar
Pancasila dalam teori belajar kontruktivisme telah diterapkan dengan baik
dan diterima positif oleh siswa. Keenam dimensi Profil Pelajar Pancasila
sudah diterapkan dalam materi Mengenal Lingkungan Sekitar. Dalam teori
belajar kontruktivisme ini berkaitan dengan penerapan Profil Pelajar
Pancasila karena siswa diminta aktif dalam pembelajaran dan teori ini
beranggapan bahwa siswa dapat mengembangkan pengetahuannya dengan
caranya sendiri berdasarkan pengamalannya.
Profil Pelajar Pancasila hadir untuk menyiapkan generasi penerus
bangsa yang berwawasan luas, berkarakter, mandiri dan peduli dengan
lingkungan sekitar. Oleh karena itu, tenaga pendidik, peserta didik dan
orang tua/wali peserta didik diharapkan dapat berkontribusi pemikiran dan
memberikan sumbangsih untuk Indonesia agar dapat meminimalisir kualitas
Pendidikan di masa depan
The Role of Financial Technology in Personal Financial Planning for the Millennial Generation in Urban Indonesia Today
The rapid advancement of financial technology (fintech) has significantly
reshaped how millennials in urban Indonesia manage their personal finances.
Characterized by high digital literacy and mobile dependence, this generation has
increasingly adopted fintech platforms for budgeting, saving, investing, and accessing
financial protection. This study aims to analyze the role of fintech in supporting the
personal financial planning of urban millennials, focusing on four key dimensions: cash
flow management, savings, investment behavior, and financial protection. Using a
qualitative approach with a literature review method, data were collected from ten peerreviewed articles published between 2018 and 2025. The selected literature was analyzed
thematically to identify patterns and synthesize insights. The findings reveal that fintech
tools have facilitated more organized financial behaviors among millennials, enabling
automation in savings, simplified investment access, and enhanced budgeting control.
Moreover, fintech has played a vital role in democratizing access to insurance products.
However, the study also found that the effectiveness of fintech is contingent upon the
users’ level of financial literacy. While many millennials are eager to adopt digital
financial solutions, gaps remain in risk awareness, long-term planning, and responsible
consumption. Therefore, although fintech has the potential to transform financial
planning, its benefits are maximized when accompanied by adequate financial
education