22509 research outputs found
Sort by
Nilai dan fungsi dalam tradisi gunungan di desa kuniran sebagai pelestarian budaya bagi generasi milenial
Tradisi merupakan bentuk warisan, peninggalan, hukum-hukum, kaidah
kaidah, atau kekayaan yang dimiliki masyarakat. Salah satu tradisi yang masih
dilaksanakan di daerah Pati (Jawa Tengah), tepatnya di Desa Kuniran adalah
tradisi gunungan. Tradisi gunungan menjadi salah satu bagian penting dari
identitas lokal Desa Kuniran sehingga dapat menjadi penghubung bagi generasi
milenial untuk tetap melestarikan budaya di era modern. Tujuan dari penelitian ini
yaitu (1) untuk mendeskripsikan bentuk nilai-nilai budaya yang terkandung dalam
tradisi gunungan di Desa Kuniran. (2) untuk mendeskripsikan fungsi tradisi
gunungan dalam kehidupan masyarakat. (3) untuk mendeskripsikan implementasi
dan upaya yang dilakukan generasi milenial dalam melestarikan tradisi gunungan.
Teori yang digunakan untuk mengkaji penelitian ini adalah teori tradisi. Objek
yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tradisi gunungan yang diselenggarakan
pada tahun 2024 di Desa Kuniran.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif
kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data
primer (tokoh masyarakat, perangkat desa, dan generasi milenial) dan sumber data
sekunder (jurnal, tesis, dan buku). Teknik analisis data yang digunakan dalam
penelitian ini menggunakan teori Sugiyono yaitu reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah di lakukan di Desa Kuniran dapat
disimpulkan bahwa tradisi gunungan mempunyai lima bentuk nilai budaya antara
lain: (1) nilai budaya hubungan manusia dengan Tuhan, (2) nilai budaya hubungan
manusia dengan alam, (3) nilai budaya hubungan manusia dengan masyarakat, (4)
nilai budaya hubungan manusia dengan sesama manusia, dan (5) nilai budaya
hubungan manusia dengan diri sendiri. Selain itu, tradisi gunungan juga memiliki
fungsi dalam kehidupan masyarakat, antara lain: (1) tradisi dianggap sebagai
kebiasaan turun-temurun, (2) tradisi memberikan pandangan hidup, keyakinan,
dan aturan yang sudah ada, (3) tradisi menghasilkan simbol identitas bagi
masyarakat. Generasi milenial mempunyai berbagai implementasi dan upaya
untuk melestarikan tradisi gunungan
Efektivitas penggunaan model problem based learning berbantuan media online flipbook terhadap pemahaman konsep ipas sdn 2 jenengan
Keberhasilan peserta didik dalam proses pembelajaran, khususnya melalui
media pembelajaran, diukur dari hasil pemahaman konsep peserta didik.
Rendahnya pemahaman konsep IPAS pada materi kerajaan-kerajaan yang ada di
nusantara kelas 4 SDN 2 Jenengan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
apakah model Problem Based Learning berbasis media Flipbook efektif terhadap
hasil pemahaman kosep peserta didik dan seberapa besar peningkatan hasil
pemahaman konsep peserta didik materi IPAS SDN 2 Jenengan.
Model Problem Based Learning merupakan pembelajaran yang mendorong
peserta didik untuk mengenal, mencari dan bekerjasama dalam menyelesaikan
suatu masalah. Media online flipbook ini merupakan media pembelajaran dengan
format digital yang menyediakan beberapa fitur yaitu suatu gabungan dari teks
dengan menambahkan animasi, video, beberapa soal-soal dan lainnya. Model dan
media tersebut efektif terhadap pemahaman konsep peserta didik pada materi bab
5 cerita tentang daerahku topik A kerajaan-kerajaan di nusantara.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif ekperimen dengan jenis One
Group Pretest-Posttest Design. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa
kelas IV SDN 2 Jenengan yang berjumlah 15 peserta didik. Instrumen pengumpulan
data yang dipakai adalah metode wawanacara, observasi, dokumentasi, tes (pretest
dan posttest). Teknik validasi data yaitu menggunakan uji validitas instrument test.
Analisis data menggunakan Uji Paired Sample T Test dan Uji N Gain.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa model Problem Based Learning
berbantuan media Online Flipbook dapat memberikan perbedaan nilai rata-rata dan
dapat meningkatkan hasil pemahaman konsep peserta didik. Pernyataan tersebut
dapat diperoleh dari hasil uji paired sample T-Test dan uji N-Gain pada aplikasi
SPSS versi 25. Pada pengujian tersebut diperoleh hasil uji paired sample T-Test
dengan signifikansi 0,000 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Sedangkan hasil
N-Gain sebesar 64,2% yang berarti terdapat peningkatan pemahaman konsep
peserta didik dan masuk dalam kategori cukup efektif.
Simpulan dari penelitian ini yaitu : (1) penggunaan model Problem Based Learning
berbantuan media online flipbook terdapat perbedaan rata-rata skor yang signifikan
terhadap hasil pemahaman konsep saat sebelum dan sesudah diberi perlakuan. (2)
terdapat peningkatan hasil pemahaman konsep peserta didik menggunakan model
Problem Based Learning berbantuan media online flipbook pada pelajaran IPAS
BAB 5 topik A Seperti apa tempat tinggalku dahulu
Keefektifan media pembelajaran cibatar terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik kelas iv di sekolah dasar
Keberhasilan peserta didik dalam proses pembelajaran, khususnya melalui
media pembelajaran, diukur dari hasil pemahaman konsep peserta didik.
Rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematika pada materi Bangun Datar
kelas 4 SDN 3 Terban. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah media
CIBATAR berpengaruh terhadap hasil pemahaman konsep peserta didik dan
seberapa besar peningkatan hasil pemahamn konsep peserta didik materi bangun
datar kelas 4 SDN 3 Terban.
Media CIBATAR yaitu media pembelajaran yang menyediakan beberapa fitur
yang disajikan seperti CP, TP, ATP, Tujuan Pembelajaran, Motivasi, serta
didalamnya terdapat materi mengenai bangun datar yang dapat dipelajari oleh
peserta didik tak lupa pula ditambah gambar, berupa soal-soal. Media tersebut akan
berpengaruh terhadap pemahaman konsep peserta didik materi Bangun Datar.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pre eksperimen dengan jenis
one grup pretest-posttest design. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan
subjek seluruh peserta didik kelas IV SDN 3 Terban yang berjumlah 30 peserta
didik dengan teknik pengambilan non-probability sampling jenis sampel jenuh.
Pengumpulan data berupa wawancara, observasi, test (pretest dan posttest), dan
dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas, uji Paired
Sample T-test dan uji N-Gain.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran CIBATAR
dapat memberikan perbedaan rata-rata dan dapat meningkatkan hasil pemahaman
konsep peserta didik. Pernyataan tersebut dapat diperoleh dari hasil uji paired
sample T-Test dan uji N-Gain pada aplikasi SPSS 24. Pada pengujian tersebut
diperoleh hasil uji Paired Sample T-test dengan signifikansi 0,000 yang berarti Ho
ditolak dan Ha diterima. Sedangkan hasil N-Gain sebesar 67,17% yang berarti
peningkatan pemahaman konsep peserta didik dapat dikategorikan kriteria sedang.
Simpulan dari penelitian ini yaitu: (1) penggunaan media pembelajaran
CIBATAR terhadap perbedaan rata-rata skor yang signifikan terhadap hasil
pemahaman konsep saat sebelum dan sesudah diberi perlakuan. (2) terdapat
peningkatan pemahaman konsep peserta didik menggunakan media pembelajaran
CIBATAR pada pelajaran matematika materi bangun datar
Peningkatan kemampuan berpikir kritis menggunakan model inkuiri berbantu media misteri amplop dalam pembelajaran ipas kelas v sd 1 sadang
Kurangnya kemampuan berpikir kritis siswa dan kurangnya minat belajar
siswa pada pembelajaran IPAS. Hal tersebut menjadi permasalahan yang
menghambat proses siswa dalam belajar, maka agar tercapanya proses belajar
siswa yang meningkatkan berpikir kritis siswa, dapat diterapkan model dan media
yang inovatif Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan berpikir kritis siswa
dalam pembelajaran IPAS kelas V SD menggunakan model pembelajaran inkuiri
berbasis kearifan lokal menggunakan media misteri amplop dan keterampilan
guru.
Berpikir kritis adalah
Teknik
melatih pemikiran siswa dalam
memecahkan
masalah secara mandiri yang bertujuan untuk membuat suatu keputusan. Model
inkuiri adalah model pembelajaran yang mengedepankan keaktifan siswa dalam
kegiatan belajar mengajar sehingga siswa dapat secara mandiri memahami suatu
permasalahan dan menemukan jawaban dari permasalahan tersebut. Media Misteri
Amplop adalah sebuat alat yang digunakan dalam proses pembelajaran dimana
amplop yang berisi clue atau petunjuk berupa gambar yang akan di analisis oleh
siswa.
Penelitian tindakan kelas ini menggunakan 2 siklus, setiap siklus
dilaksanakan 2 petemuan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi,
dan refleksi. Subjek penelitian ini terdiri dari guru dan siswa kelas V SD 1
Sadang.
Pengumpulan data menggunakan obsrvasi, wawancara,
dokumentasi, dan tes. Teknik analisis data yaitu kualitatif dan kuantitatif.
Hasil penelitian adalah peningkatan keterampilan mengajar guru pada siklus
siklus I pertemuan 1 sebesar 55,26%s, siklus I pertemuan 2 sebesar 57,23%, siklus
II Pertemuan 1 sebesar 60,52% Siklus II pertemuan 2 sebesar 64,25%.
Peningkatan kemampuan berpikir kritir dengan rata-rata siklus I sebesar 57,21
dan siklus II sebesar 62.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahawa penerapan model
pembelajaran inkuiri berbasis kearifan lokal media misteri amplop dalam
pembelajaran IPAS kelas V SD 1 Sadang dapat meningkatkan keterampilan
mengajar guru dan kemampuan berpikir kritis siswa
Efektivitas model pembelajaran team games tournament berbantuan media puzzle terhadap keterampilan membaca aksara jawa siswa kelas iv sd
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan membaca
Aksara Jawa. Hal ini dibuktikan dengan kenyataan yang ditemui di SD Negeri 4
Getassrabi, dilihat berdasarkan nilai pembelajaran bahasa jawa siswa yaitu 63.30.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan rata-rata dan peningkatan
kemampuan membaca Aksara Jawa dengan menerapkan model pembelajaran
Team Games Tournament berbantuan media Puzzle Aksara Jawa.
Model pembelajaran Team Games Tournament salah satu model
pembelajaran yang berfungsi untuk menekankan kerjasama antar siswa. Media
Puzzle yaitu media yang dibuat untuk membantu siswa agar dapat mudah
memahami materi yang disampaikan dengan cara bermain. Pada penelitian ini,
peneliti menggunakan indikator keterampilan membaca yaitu kelancara dalam
membaca, ketepatan pelafalan, dan ketepatan intonasi.
Penelitian ini akan dilaksanakan di kelas IV SD Negeri 4 Getassrabi dengan
subjek penelitian 13 siswa. Metode yang digunakan dengan Pre-Eksperimental
Design. Variabel ikatan pada Penelitian ini adalah kemampuan membaca Aksara
Jawa pada siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes,
wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik
Paired Sample T-test dan N-Gain.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata kemampuan
pemecahan masalah sebelum dan sesudah diterapkan model Team Games
Tournament berbantuan media Puzzle sebesar nilai 0,000 < 0,05. Terdapat
keefektifan peningkatan rata-rata keterampilan membaca aksara jawa setelah
menggunakan model pembelajaran Team Games Tournament berbantuan media
Puzzle sebesar 59.60% mengkonversi dalam kategori cukup efektif.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan tedapat pengaruh penerapan model
pembelajaran Team Games Tournament berbantuan media Puzzle terhadap
keterampilan mmbaca aksara jawa siswa kelas IV SDN 4 Getassrabi. Saran dalam
penelitian ini agar terdapat pengembangan model dan media pada penelitian lebih
lanjut
Pengaruh problem based learning dan discovery learning terhadap hasil belajar siswa kelas iv materi wujud zat dan perpindahannya di gugus palapa kecamatan kaliwungu
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis pengaruh penerapan
model Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar siswa kelas IV
materi wujud zat dan perpindahannya di Gugus Palapa Kecamatan Kaliwungu (2)
Menganalisis pengaruh penerapan Problem Based Learning (PBL) hasil belajar
siswa kelas IV materi wujud zat dan perpindahannya di Gugus Palapa Kecamatan
Kaliwungu (3) Menganalisis perbedaan pengaruh penerapan Problem Based
Learning (PBL) dan Discovery Learning terhadap hasil belajar siswa kelas IV
materi wujud zat dan perpindahannya di Gugus Palapa Kecamatan Kaliwungu.
Problem Based Learning adalah model pembelajaran dengan stimulus
berupa permasalahan otentik dengan tujuan agar peserta didik dapat
mengembangkan kemampuan berpikir serta pemecahan masalah. Discovery
learning adalah suatu proses pembelajaran yang penyampaian materinya disajikan
secara tidak lengkap dan menuntut siswa terlibat secara aktif untuk menemukan
sendiri suatu konsep ataupun prinsip yang belum diketahuinya. Literasi sains
sebagai kemampuan dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang
dimiliki untuk menganalisis dan berpikir kritis serta mengkomunikasikan hasil
penalarannya tersebut pada masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Jenis Penelitian kuantitatif dengan model penelitian Quasi eksperimental
dengan bentuk nonequivalent kontrol group design Populasi penelitian adalah
semua siswa kelas IV SD di Gugus Palapa kecamatan Kaliwungu. Sampel
penelitian adalah 3 SD yaitu dari kelas IV SDN 1 Bakalan Krapyak sebagai kelas
Kontrol, kelas IV SDN 2 Bakalan Krapyak dan kelas IV SDN 3 Bakalan
Krapyak sebagai kelas eksperiman. Tehnik pengambilan sampel purpose
sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Tes. Aanalisis data
meliputi deskripsi data, uji prasyarat analisis, dan uji hipotesis dan uji N-Gain.
Hasil penelitian adalah 1) terdapat pengaruh Problem Based Learning
terhadap hasil belajar siswa kelas IV materi wujud zat dan perpindahannya di
Gugus Palapa Kecamatan Kaliwungu dengan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,00 <
taraf signifikan 0,05 dan 6,836 > 2,0210. (t-hitung > t-tabel), 2) terdapat
Terdapat pengaruh discovery learning terhadap hasil belajar siswa kelas IV
materi wujud zat dan perpindahannya di Gugus Palapa Kecamatan Kaliwungu
berdasarkan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,00 dengan taraf signifikansi 0,05, maka
nilai 0,00 2,0129. (t-hitung > t-tabel). 3) terdapat perbedaan
pengaruh Problem Based Learning dan discovery learning terhadap hasil belajar
siswa kelas IV materi wujud zat dan perpindahannya di Gugus Palapa
Kecamatan Kaliwungu Hal ini dibuktikan dengan hasil sig (2-tailed) sebesar
0,031 dengan signifikansi 0,05, maka nilai 0,000 t-tabel
(2.222 > 2,0153) .
Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan
penerapan problem based learning dan discovery learning terhadap terhadap
hasil belajar siswa kelas IV materi wujud zat dan perpindahannya di Gugus
Palapa Kecamatan Kaliwungu. Saran Guru hendaknya dapat mengembangkan
Problem Based Learning dan discovery learning untuk mata pelajaran lai
Pengembangan media pembelajaran komik digital ipas siswa kelas iv di kecamatan pati
Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti pada Guru kelas IV di
lingkup kerja Dabin III Kecamatan Pati, penggunaan media pada pembelajaran
IPAS dinilai masih belum optimal, dilihat dari persentase hasil belajar IPAS masih
menunjukkan angka yang rendah. Sehingga perlu dilakukan pengembangan media
pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan,
mendeskripsikan desain pengembangan, membuktikan kelayakan dan
membuktikan efektivitas media komik digital IPAS untuk siswa kelas IV SD di
Kecamatan Pati Kabupaten Pati. Penelitian ini merupakan penelitian
pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan metode
pengembangan model Borg and Gall yang bertujuan untuk mengembangkan media
pembelajaran komik digital IPAS dengan memperhatikan tiga aspek kualitas yaitu
valid, praktis dan efektif. Teknik pengumpulan data kualitatif melalui dokumentasi,
wawancara dan observasi, sedangkan teknik pengumpulan data kuantitatif melalui
tes dan angket. Analisis data berupa data awal sebelum penelitian, data proses
pengembangan produk, data kelayakan produk dan data efektivitas media
pembelajaran komik digital. Populasi penelititan yaitu seluruh siswa kelas IV SDN
Pati Kidul 01 yang dilakukan pada bulan Januari 2024.
Tahapan dalam melakukan pengembangan media terdiri atas :1) Melakukan
pendalaman materi IPAS Kearifan lokal ; 2) Menentukan tokoh dan karakternya ;
3) Menyusun dialog/story line comic sesuai dengan materi ; 4) Masuk ke
aplikasi/web canva ; 5) Mendesain komik digital dengan bantuan aplikasi canva
sesuai storyline yang sudah dibuat; 6) Komik digital yang sudah berbentuk canva
diunduh menjadi pdf. Setelah komik digital berbasis canva selesai dibuat, tahap
selanjutnya adalah validasi yang terdiri atas validasi ahli bahasa, materi dan media
untuk memberikan penilaian dan masukan berupa kritik maupun saran terhadap
mediavBerikutnya, skor rata-rata keseluruhan validasi dari ahli bahasa, materi, dan
media berturut-turut adalah 3,31, 3,48 dan 3,39 dimana ketiganya termasuk dalam
kriteria “Sangat Layak”. Kelayakan juga didukung dari hasil angket respon siswa
dan guru yang menunjukkan skor rata-rata 3,31 dan 3,25 dengan kriteria “Sangat
Baik” dan “Baik”. Penggunaan komik digital berbasis flipbook efektif dalam untuk
membantu siswa memahami konsep peran ekonomi dalam upaya menyejahterakan
kehidupan masyarakat dan keterampilan berpikir kritis siswa kelas V Sekolah Dasar
di Kecamatan Pati Kabupaten Pati berdasarkan hasil Paired Sample T-test < 0,05
yakni 0,049 dan 0,048, yang dikuatkan dengan hasil Independent Sample T-test <
0,05 yakni 0,004 dan 0,011
The effectiveness of comics in teaching vocabulary for the eleventh-grade students of sma islam nusantara jepara in the academic year 2024/20
This research investigates the effectiveness of using comics as a teaching
medium to enhance vocabulary mastery among eleventh-grade students at SMA
Islam Nusantara Jepara in the 2024/2025 academic year. Given the importance of
vocabulary in language acquisition, this study aims to determine whether
integrating comics can significantly improve students' vocabulary comprehension.
The research employed a quantitative method using a pre-experimental
design with pre-tests and post-tests. A sample of 30 students participated in the
study, undergoing a pre-test to assess their initial vocabulary knowledge, followed
by a treatment using comics, and concluding with a post-test to measure their
vocabulary improvement.
The findings indicated a significant improvement in students' vocabulary
mastery after being taught using comics. The pre-test average score was 69, while
the post-test average score increased to 83. Statistical analysis using a paired sample
t-test revealed a significant difference (t = 7.821, p < 0.05), confirming that the use
of comics positively influenced students' vocabulary acquisition.
This study contributed to the field of language learning by demonstrating
that comics can be an engaging and effective tool for vocabulary instruction. It was
recommended that English teachers incorporate comics into their teaching
strategies to enhance students' learning motivation and comprehension
The effectiveness of using narrative authentic materials for teaching reading comprehension at sman 1 mejobo of the academic year 2024/2025
Teachers typically have difficulties in identifying the appropriate learning
resources for teaching reading. Without appropriate reading materials that suit them,
students spend long hours in the classroom with inadequate results in reading
comprehension.
This research investigated the effectiveness of using narrative authentic
materials in improving students' reading comprehension abilities at SMAN 1
Mejobo Kudus in the 2024/2025 academic year. The sample of this study was 36
students in the eleventh grade of SMAN 1 Mejobo Kudus in the 2024/2025
academic year. The method used in this study was a quantitative pre-experimental
research design by using one group class. In collecting data, the writer conducted
pre-tests and post-tests, which consisted of 25 multiple-choice items for each test.
`In analysing the data, the writer used t-tests and SPSS.
The results showed that the mean pre-test score was 62.56. Meanwhile, the
post-test score was 82.33. Besides that, the result of hypothesis testing using the
Paired Sample T-test as a parametric test showed the Sig (2-tailed) value of 0.00,
which means it is less than 0.05 or 0.00 < 0.05.
So, it can be concluded that H0 is rejected and Ha is accepted, which means
the use of authentic materials is an effective method for improving students' reading
comprehension abilities at SMA 1 Mejobo Kudus in the 2024/2025 academic year.
As a result, it can be said that using authentic materials can be an alternative
material in teaching reading comprehension.
The use of authentic materials techniques in learning reading
comprehension will be very beneficial for teachers and students. As a result,
teachers can select texts that cater to students' needs and interests, thereby
enhancing their reading comprehension and English language skills. For example,
the text should be authentic, engaging, and challenging for student
Analisis nilai religius sedekah bumi masyarakat piji sebagai sumber belajar siswa sekolah dasar
Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis nilai religius sedekah bumi
masyarakat Piji sebagai sumber belajar siswa sekolah dasar. Berdasarkan hasil
observasi yang dilakukan oleh peneliti di Desa Piji, Kecamatan Dawe, Kabupaten
Kudus, tradisi sedekah bumi tetap dilestarikan oleh masyarakat setempat. Tradisi
ini merupakan upacara adat untuk menolak bala dan mengungkapkan rasa syukur
kepada Tuhan atas hasil panen.
Nilai-nilai yaitu kerangka acuan yang membantu individu dan kelompok
untuk menentukan arah dan tujuan hidup mereka. Religius mengacu pada sikap
dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama, toleran terhadap
pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
Tradisi adalah warisan dari masa lalu, yang dapat berupa material, kepercayaan,
cerita-cerita legenda, dan mitos. Sedekah bumi adalah sebuah upacara adat yang
mencerminkan ungkapan rasa syukur manusia kepada tuhan yang maha esa atas
berkah rezeki yang diberikan melalui tanah atau bumi, dalam bentuk hasil-hasil
pertanian.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomologi.
Penelitian ini menggunakan data primer, yang diperoleh langsung dari sumbernya
seperti hasil wawancara dan observasi, dan data sekunder, yang merupakan
dokumentasi dan catatan lain yang mendukung analisis mengenai nilai religius
dalam konteks Sedekah Bumi di masyarakat Piji. Peneliti menerapkan analisis
miles & huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.\
Hasil penelitian menunjukkan Sedekah Bumi di Desa Piji mengandung
nilai-nilai religius yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar di sekolah
dasar, membantu siswa memahami dan menerapkan konsep agama dalam
kehidupan sehari-hari. Tradisi ini juga bermanfaat sebagai alat pedagogis yang
efektif dalam penanaman nilai religius dan pengembangan karakter siswa melalui
pengalaman belajar yang kontekstual dan langsung.
Kesimpulannya Tradisi Sedekah Bumi di Desa Piji mengandung berbagai
nilai religius yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar bagi siswa sekolah
dasar. Nilai-nilai ini, jika diintegrasikan ke dalam kurikulum, dapat membantu
siswa memahami konsep-konsep agama sekaligus menerapkannya dalam
kehidupan sehari-hari. Sedekah Bumi berperan sebagai alat pedagogis yang
efektif dalam menanamkan nilai-nilai religius dan membangun karakter siswa.
Melalui pembelajaran yang melibatkan praktik langsung, tradisi ini memperkaya
pengalaman belajar siswa, memperkuat pemahaman mereka terhadap ajaran
agama, serta membentuk karakter religius yang kua