22509 research outputs found
Sort by
Kreativitas pembuatan karya cetak dari bentuk sekitar menggunakan media flipbook berbasis projek pada siswa kelas 2 sd 5 cendono
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan
rata rata skor kreativitas karya cetak dari Bentuk Sekitar sebelum dan sesudah
Menggunakan Media Flipbook pada siswa Kelas 2 SD 5 Cendono Tahun 2024/2025, dan
(2) Untuk meningkatkan kreativitas Karya Cetak dari Bentuk Sekitar Menggunakan Media
Flipbook Berbasis Projek sebelum dan sesudah pada siswa Kelas 2 SD 5 Cendono Tahun
2024/2025. Manfaat penelitian untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi pendidik dalam
memanfaatkan media pembelajaran dan menambah kualitas yang diajarkan kepada
pendidikan.
Kreativitas yaitu suatu proses menghasilkan ide baru yang semula belum
terpikirkan dan menjadi inovasi terbaru. Kreativitas menurut orang dewasa yaitu tentang
keahlian, keterampilan dan motivasi diri. Flipbook adalah buku digital tiga dimensi yang
di dalamnya bisa memuat teks, gambar, video, musik atau lagu, dan animasi bergerak.
Sehingga flipbook sendiri masuk ke dalam kategori buku digital atau ebook (electronic
book). Media Flipbook based project merupakan media flipbook yang didalamnya
mengintegrasikan sebuah proyek untuk dikerjakan dalam membantu meningkatkan
kreativitas siswa Sekolah Dasar.
Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini termasuk ke dalam
penelitian kuantitatif Pre-Experimental dengan Desain One Group Pretest-Posttest
Design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II di SD 5 Cendono pada semester 1 tahun
pelajaran 2024/2025 sebanyak 16 siswa sebagai penerima Tindakan. Teknik pengumpulan
data dalam penelitian ini adalah lembar unjuk kerja yang dilakukan dengan cara peneliti
mengikuti proses penelitian dengan berbaur langsung dengan objek peneliti untuk
memperoleh data yang dibutuhkan. Data yang dimaksud adalah data kegiatan peserta didik
dalam melakukan suatu pekerjaan atau tugas. Analisis data yang penulis gunakan pada
penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah diawali dengan uji normalitas, hipotesis, uji T dan Uji N-Gain dengan
menggunakan program SPSS versi 25.
Berdasarkan hasil penelitian hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) hasil
observasi mengenai kreatvitas menunjukkan signifikan dari setiap pertemuan dan terdapat
perbedaan rata-rata skor kreativitas karya cetak dari nilai soal evaluasi rata-rata perbedaan
skor pada pre-test kreativitas sebesar 72.0625 dan posttest kreativitas sebesar 84.0625. Hal
itu sudah menunjukkan terdapat perbedaan dan dibuktikan dengan hasil uji paired samples
test yaitu 0,000 < 0,05 dinyatakan signifikan; (2) hasil penelitian melalui pre-test dan
posstest menunjukkan bahwa nilai rata-rata N-Gain score untuk kelas eksperimen adalah
sebesar 0,4211 termasuk pada kriteria sedang. Demikian dapat disimpulkan bahwa
penggunaan media Flipbook berbasis projek dalam mata pelajaran seni rupa di kelas II SD
5 Cendono terdapat peningkatan.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat peningkatan kreativitas melalui
pembuatan karya cetak dari bentuk sekitar menggunakan media flipbook berbasis projek
siswa Sekolah Dasar
Pengaruh model contextual teaching and learning (ctl) dengan metode outdoor learning terhadap minat belajar siswa sd
Proses pembelajaran yang masih menggunakan metode konvensional atau
ceramah dapat menyebabkan rendahnya minat siswa dalam belajar di sekolah. Hal
ini dibuktikan dengan kenyataan pada siswa di SDN 2 Mijen, Kaliwungu Kudus.
Hasil belajar siswa yang masih rendah, dari 24 siswa yang mencapai KKTP hanya
9 siswa, sedangkan 15 siswa lainnya belum mencapai KKTP. Tujuan penelitian ini
untuk 1) mengetahui perbedaan signifikan antara minat belajar siswa yang
menggunakan model Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan metode
outdoor learning dan siswa yang tidak menggunakan model tersebut 2) untuk
mengetahui peningkatan minat belajar siswa sebelum dan sesudah dilaksanakannya
pembelajaran dengan model Contextual Teaching and Learning dengan metode
outdoor learning dan siswa yang menggunakan model konvensional..
Model Contextual Teaching and Learning adalah model pembelajaran yang
mengaitkan materi pembelajaran dalam kegiatan sehari-hari siswa. Kegiatan sehari
hari siswa juga bisa menjadi sumber belajar yang konstekstual atau nyata bagi
siswa. Metode outdoor learning sama halnya dengan model pembelajaran CTL
memberikan contoh konkret terkait materi yang dipelajari dan mengakrabkan siswa
dengan lingkungan sekitarnya.
Penelitian ini dilaksanakan di kelas V di SDN 2 Mijen dengan subjek
berjumlah 23 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas V di SD 1 Kaliwungu
berjumlah 23 siswa sebagai kelas kontrol. Jenis penelitian yang dilakukan adalah
penelitian kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Teknik pengumpulan data
meliputi observasi, wawancara, dokumentasi dan kuesioner. Analisis data yang
digunakan yaitu uji prasyarat, uji independent t-test dan kriteria skor minat belajar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan kelas
yang menerapkan model Contextual Teaching and Learning dengan metode
outdoor learning terhadap minat belajar IPAS, dibuktikan dari hasil uji t nilai sig.
(2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 maka hipotesis yang berlaku adalah Ha diterima dan
Ho ditolak. Terdapat peningkatan minat belajar pada kelas eksperimen diperoleh
dari hasil rata-rata preintervensi dan postintervensi yaitu 49 dan 70. Sedangkan
pada kelas kontrol diperoleh dari hasil rata-rata preintervensi dan postintervensi
sebesar 48 dan 53.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model
Contextual Teaching and Learning dengan metode outdoor learning pada
pembelajaran IPAS dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas V di SD 2 Mijen
Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus
Hubungan antara favoritisme orang tua dan regulasi emosi dengan sibling rivalry pada anak kembar
Sibling rivalry pada anak kembar tidak jauh berbeda dengan sibling rivalry kakak
dan adik pada umumnya yakni perilaku antagonis yang ditandai dengan
perselisihan dalam memperebutkan waktu, perhatian, cinta dan kasih sayang orang
tua yang diberikan pada masing-masing anak. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara favoritisme orang tua dan regulasi emosi dengan
sibling rivalry pada anak kembar. Responden dalam penelitian ini adalah anak
kembar sebanyak 98 responden. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu purposive sampling dengan kriteria responden yaitu anak
kembar yang berusia 13-21 tahun (masih berada dalam tanggungan orang tua).
Instrument dalam penelitian ini menggunakan skala sibling rivalry, favoritisme
orang tua, dan regulasi emosi. Hasil koefisiensi korelasi ketiga variabel sebesar
0.628 dengan nilai p sebesar 0.000 (p<0.01) yang menunjukkan terdapat hubungan
yang sangat signifikan antara favoritisme orang tua dan regulasi emosi dengan
sibling rivalry dengan sumbangan efektif sebesar 39.5%. Hasil uji hipotesis minor
pertama menunjukkan ada hubungan positif yang sangat signifikan antara
favoritisme orang tua dan sibling rivalry dengan koefisien korelasi sebesar 0.605
dan nilai p sebesar 0.000 (p<0.01). Sementara hasil uji hipotesis minor kedua
menunjukkan terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara regulasi
emosi dengan sibling rivalry dengan koefisien korelasi sebesar -0.432 dan nilai p
sebesar 0.000 (p<0.01), dengan demikian semua hipotesis dalam penelitian ini baik
hipotesis mayor mapun hipotesis minor diterima
Pengaruh lama perendaman dan konsentrasi pgpr terhadap pertumbuhan stek batang cincau hijau (premna oblongifolia merr.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan interaksi antara
lama perendaman dan konsentrasi PGPR terhadap pertumbuhan stek batang
cincau hijau (Premna oblongifolia Merr.). Penelitian dilaksanakan pada bulan
Juni sampai September 2024 di Desa Sambirejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten
Pati. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL).
Faktor pertama berupa lama perendaman (L) yaitu L1 (20 menit), L2 (40 menit),
dan L3 (60 menit). Faktor kedua konsentrasi (K) yaitu K0 (kontrol), K1 (2 ml/L),
K2 (4 ml/L), dan K3 (6 ml/L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan
lama perendaman berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah tunas 2 MST.
Perlakuan konsentrasi berpengaruh nyata terhadap parameter panjang akar dan
bobot kering akar. Terdapat interaksi antara lama perendaman dan konsentrasi
PGPR pada parameter panjang akar
Sikap terhadap pernikahan pada wanita karir yang belum menikah
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek yang mempengaruhi Sikap
Terhadap Pernikahan pada Wanita Karir yang Belum Menikah. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pengumpulan data
dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan metode observasi dan wawancara.
Simpulan penelitian ini adalah ketiga informan memiliki sikap yang positif
terhadap pernikahan. Dalam aspek kognitif, Informan I (ARN) memandang
pernikahan sebagai hubungan sakral yang mendukung tujuan hidup dan
menyeimbangkan karir serta pernikahan. Informan II (NS) memahami bahwa
pengalaman masa lalu membentuk harapannya terhadap pasangan, sementara
Informan III (ER) memahami bahwa pernikahan memerlukan kesiapan mental.
Pada aspek afektif, Informan I (ARN) merasakan kebahagiaan dan kenyamanan
dalam membangun karirnya. Informan II (NS) frustasi karena saat ini belum
menemukan pasangan yang tepat, sedangkan Informan III (ER) merasa cemas
tentang status lajangnya. Dalam aspek konatif, Informan I (ARN) aktif mencari
peluang membangun hubungan harmonis, Informan II (NS) berusaha mengenal
orang baru, dan Informan III (ER) tidak menutup diri dan tidak membatasi untuk
berkenalan. Dengan demikian, ketiga informan menunjukkan sikap positif yang
mencerminkan keyakinan mereka bahwa pernikahan dapat menjadi dukungan
dalam mencapai tujuan hidup yang lebih
Pengaruh konsentrasi giberelin dan pemangkasan pucuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit(capsicum frutescens l.)
Peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematika melalui model pbl berbantuan media catur matematika materi kpk & fpb kelas iv sdn 1 samirejo
Kemampuan pemahaman konsep matematika siswa masih rendah. Hal ini
dibuktikan dengan hasil observasi yang ditemukan peneliti di SDN 1 Samirejo
bahwa proses pembelajaran masih monoton. Guru belum menerapkan model
pembelajaran, jarang menggunakan media pembelajaran, dan lebih sering
menyampaikan pembelajaran dengan ceramah, tanya jawab, penugasan. Tujuan
penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan pemahaman
konsep matematika siswa, keterampilan mengajar guru, dan aktivitas belajar siswa
melalui model PBL berbantuan media catur matematika.
Model PBL adalah model pembelajaran yang bertujuan untuk membantu
siswa dalam mempelajari materi pembelajaran dan menghubungkan dengan
permasalahan nyata dalam kehidupan sehari- hari. Media catur matematika
digunakan sebagai media untuk mengajarkan materi terkait KPK dan FPB.
Penelitian tindakan kelas dilaksanakan di kelas IV SDN 1 Samirejo Dawe
Kudus dengan subjek penelitian 17 siswa dan guru yang berlangsung selama 2
siklus masing – masing terdiri dari 2 pertemuan. Teknik pengumpulan data yang
digunakan meliputi teknik wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Analisis
data yang digunakan yaitu analisis data kuantitatif dan kualitatif.
Hasil penelitian setelah diterapkannya model PBL berbantuan media catur
matematika membuktikan terdapat peningkatan kemampuan pemahaman konsep
matematika siswa dari siklus I dengan persentase 64,7% meningkat pada siklus II
menjadi 82,4%, keterampilan mengajar guru dari siklus I dengan persentase
68,5% meningkat pada siklus II menjadi 87% dan aktivitas belajar siswa dari
siklus I dengan persentase 69,25% meningkat pada siklus II menjadi 75,3%.
Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa model PBL dapat
meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika, keterampilan
mengajar guru, dan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas
IV SDN 1 Samirejo. Penelitian ini hendaknya guru menerapkan model PBL
berbantuan media catur matematika sesuai denan pengalaman siswa dalam
kehidupansehari – hari sehinga mempermudah siswa dalam memahami konsep
KPK dan FPB
Pengaruh model pembelajaran team game tournament berbantuan permainan jenga terhadap pemahaman konsep ipas kelas iv sdn 1 terkesi
Untuk mencapai keberhasilan pada suatu tujuan dari sebuah
pembelajaran salah satunnya adalah dengan memfokuskan pada pemahaman
konsep setiap siswa, untuk mencapai taraf pemahaman konsep yang maksimal
tentunnya dibutuhkan suatu cara pendekatan dalam mencapai tingkat maksimal
pemahaman konsep siswa, rendahnya pemahaman konsep pada pelajaran IPAS
materi gaya di kelas IV SDN 1 Terkesi, penelitian ini dilakukan dengan tujuan
untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh terhadap hasil pemahaman konsep
IPAS siswa dan apakah terdapat peningkatan pemahaman konsep IPAS siswa
kelas IV SDN 1 Terkesi sebelum dan setelah diterapkannya model
pembelajaran Team Game Turnamen berbantuan permainan jenga.
Model pembelajaran Team Game Tournamen tidak hanya melibatkan
siswa dalam diskusi kelompok, tetapi juga bisa menciptakan suasana belajar
sambil bermain jika di kolaborasikan dengan permainan jenga, sehingga siswa
akan mendapatkan pengalaman baru yang akan mereka rasakan suwaktu
diterapkannya model Team Game Tournamen berbantuan permainan jenga.
Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif pre exsperimental dengan
desain one group pretest dan postest yang akan diterapkan pada siswa kelas IV
SDN 1 Terkesi yang berjumlah 21 siswa dengan pengambilan jenis sampel
yaitu teknik sampel jenuh. dengan teknik analisis data menggunakan jenis uji
normalitas, uji paired sampel t-test, dan uji N-Gain.
Penelitian yang telah dilakukan mendapatkan hasil yaitu sebelum dan
sesudah diterapkannya model Team Game Turnamen berbantuan permainan
jenga pemahaman konsep IPAS siswa mengalami perbedaan nilai rata-rata dan
pemahaman konsep IPAS siswa juga mengalamai peningkatan. Hasil ini
dibuktikkan dengan melalui uji yang dilakukan pada aplikasi SPSS versi 22,
dimana dalam pengujian paired sampel T-Test dengan signifikasi 0,000 yang
berarti H0 ditolak dan Ha diterima, dan hasil dari uji N-Gain adalah sebesar
76,70 yang berarti masuk ke dalam kriteria tinggi terhadap pemahaman konsep
IPAS siswa.
Simpulan dalam penelitian ini adalah: (1) penerapan model pembelajaran
Team Game Turnamen berbantuan permainan jenga mendapatkan hasil
terjadinnya perbedaan rata-rata nilai yang signifikan sebelum dan sesudah
diberikannya perlakuan. (2) Siswa kelas IV SDN 1 Terkesi siswa mengalami
peningkatan pemahaman konsep IPAS setelah diterapkanya model Team Game
Turnamen berbantuan permainan jenga
Pengaruh suhu awal perendaman benih dan komposisi media tanam terhadap pertumbuhan bibit sirsak (annona muricata l.)
Pengembangan media video berbasis literasi sains berbantu software capcut materi sumber energi untuk peningkatan hasil belajar siswa sd
Penelitian ini bertujuan menghasilkan produk pengembangan berupa video
pembelajaran berbasis literasi sains pada materi Sumber Energi untuk
meningkatkan hasil belajar bagi siswa di kelas III SD dan menganalisis efektivitas
video pembelajaran Capcut , Literasi sains ,Video Pembelajaran berbasis literasi sains
pada materi Sumber Energi Kelas III untuk meningkatkan hasil belajarsiswa di SD.
Jenis penelitian ini adalah research dan development dengan menggunakan
model Borg and Gall. Produk berupa media video pembelajaran berbasis literasi
sains. Subjek uji coba penelitian ini adalah siswa kelas III SD Negeri Gadu 01.
Pengumpulan data menggunakaninstrumen pedoman wawancara, angket, lembar
validasi ahli. Kebutuhan akan produk yang dikembangkan dianalisis dengan
deskriptif kualitatif. Produk yang dikembangkan diuji kelayakannya oleh ahli
materi dan media. Keefektifan video pembelajaran tehadap peningkatan hasil
belajar dianalisis dengan analisis statistik Independent Sample T-test dengan taraf
signifikansi < 0,05.Siswa kelas III SDN Gadu 01 sebagai subyek penelitian.
Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes, wawancara, dan
angket.
Hasil dari analisis kebutuhan menunjukkan bahwa siswa dan guru
membutuhkan produk yang dikembangkan dalam penelitian ini. Desain
pengembangan produk dilakukan dengan tahapan perencanaan, proses penyusunan
dan evaluasi. Skor rata-rata keseluruhan dari validasi dari ahli materi, dan media
berturut-turut adalah 4,33, 4,67 dan keduanya termasuk dalam kriteria “Layak”.
Kelayakan juga didukung dari hasil angket respon siswa dan guru yang
menunjukkan skor rata-rata 4,40 dan 4,30 dengan kriteria “Sangat Baik” dan
“Sangat Baik”. Produk yang dikembangkan juga terbukti efektif untuk
meningkatkan Hasil belajar siswa kelas III SD di berdasarkan hasilIndependent
Sample T-test < 0,05 yakni 0,000.KKM