Muria Kudus University

Repositori Universitas Muria Kudus
Not a member yet
    22509 research outputs found

    Analisis questioning skill guru sekolah dasar pada mata pelajaran ipas kelas iv sdn 4 kandangrejo

    No full text
    Permasalahan yang dihadapi guru SD N 4 Kandangrejo adalah guru masih kesulitan dalam menyampaikan pertanyaan yang mampu membuat siswa untuk bertanya dan pertanyaan yang diberikan oleh guru sering membingungkan untuk dijawab oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan keterampilan bertanya (questioning skill) guru Sekolah Dasar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dan Respon siswa terhadap keterampilan bertanya guru. Keterampilan bertanya guru dapat didefinisikan bagaimana seorang guru meminta siswa untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru sehingga dapat menciptakan suasana pembelajaran yang lebih bermakna. Keterampilan bertanya guru menjadi peran penting dalam mengajukan pertanyaan dalam pembelajaran, karena kemampuan tersebut meningkatkan kemampuan akademik siswa dan menumbuhkan siswa aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dilakukan di SDN 4 Kandangrejo. Waktu pelaksanaan dilakukan pada saat mata pelajaran IPAS sedang berlangsung. Sumber data penelitian ini adalah guru kelas IV dan 6 siswa kelas IV dengan kategori kemampuan siswa yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah observasi, catatan anekdot, wawancara dan dokumentasi. Validitas data diuji dengan metode triangulasi sumber, teknik, waktu, dan mengadakan member check. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar wawancara, catatan anekdot, dan lembar observasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi (menarik kesimpulan). Hasil penelitian ini dapat menunjukkan bahwa: a.) Kemampuan keterampilan bertanya guru dapat dikategorikan sebagai baik dengan skor 129 dari 176. Namun, terdapat beberapa indikator pada keterampilan bertanya dasar dan keterampilan bertanya lanjut yang kurang guru kuasai. Hal ini menunjukkan bahwa guru masih perlu meningkatkan kemampuan keterampilan bertanya, terutama pada indikator-indikator yang belum dikuasai. b.) Respon siswa terhadap keterampilan bertanya guru menunjukkan variasi yang berbeda-beda

    Pengembangan e-book gebyok kudus materi teks deskripsi bagi siswa kelas iv sekolah dasar di kabupaten kudus

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk 1) menguraikan analisis kebutuhan pengembangan E�Book; 2) membuat desain pengembangan E-Book; 3) menganalisis hasil uji kelayakan E-Book; dan 4) menganalisis hasil uji efektivitas E-Book Budaya Lokal Gebyok Kudus Materi Teks Deskripsi Bagi Kelas IV Sekolah Dasar Di Kabupaten Kudus. Metode penelitian yang digunakan yaitu RnD dari Sugiyono yang meliputi 10 langkah. Populasinya yaitu siswa dan guru kelas IV di Gugus Ahmad Yani. Sampel dipilih melalui cluster random sampling (dua kelas eksperimen, dan satu kelas kontrol). Penelitian dilaksanakan di SD Demangan, SD 2 Purwosari, dan SD 3 Purwosari pada bulan Februari–Desember 2024. Sumber data diperoleh dari siswa, guru, dan validator ahli melalui wawancara, observasi, angket, dan tes. Instrumen penelitiannya yaitu angket analisis kebutuhan, lembar validasi produk, soal pre-test dan post-test. Uji validasi dan reliabilitas datanya yakni uji validitas isi menggunakan rumus CVR untuk angket serta soal pre dan post-test dan uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha, validasi produk oleh ahli menggunakan skala Likert (1–4). Uji normalitas menggunakan rumus Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk, uji Homogenitas dan uji N Gain. Teknik analisis datanya yaitu menggunakan uji beda (paired t-test) untuk membandingkan hasil belajar sebelum dan sesudah penggunaan E-Book. Hasil penelitian menemukan bahwa 1) sebanyak 85,71% siswa di SD Demangan, 83,33% siswa di SD 2 Purwosari, dan 78,57% siswa di SD 3 Purwosari menyatakan kesulitan dalam memahami teks deskripsi. Semua siswa (100%) di tiga sekolah dasar menyatakan ketertarikan menggunakan E-Book berbasis budaya lokal; 2) e-Book dinilai "sangat valid" dengan skor rata-rata 14,2 dari 16, menunjukkan bahwa produk layak digunakan tanpa revisi besar; 3) desain awal ebook yang dikembangkan berjumlah 17 halaman. Berdasarkan hasil uji validasi ahli materi, didapatkan rata-rata skor 10 dan termasuk dalam kategori layak dengan sedikit revisi. Validasi ahli media didapatkan rata-rata skor 8 dengan kategori kurang layak. Validasi ahli bahasa didapatkan rata-rata skor 10 serta dalam kategori layak digunakan dengan sedikit revisi; 4) efektivitas E-Book diketahui bahwa rata-rata nilai pre-test di tiga sekolah yakni 64,64, meningkat signifikan menjadi 81,22 pada post-test setelah penggunaan E-Book. Peningkatan pemahaman siswa terhadap teks deskripsi mencapai 25,65%, menunjukkan bahwa E-Book efektif dalam meningkatkan hasil belajar. Simpulannya pengembangan E-Book Gebyok Kudus berhasil memenuhi kebutuhan siswa dan guru sebagai bahan ajar interaktif berbasis budaya lokal. Produk ini efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap teks deskripsi dan pelestarian budaya lokal

    Menejemen pagelaran seni pertunjukan dalam menumbuhkan profil pelajar pancasila di sd n 7 gondosari gebog kudus

    No full text
    Jamaludin Syariful Firdaus, NIM. 202203020.Pagelaran Seni Pertunjukan Dalam Menumbuhkan Profil Pelajar Pancasila di SD N 7 Gondosari Gebog Kudus. Proposal Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar Konsentrasi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Program Pascasarjana Universitas Muria Kudus. Pembimbing I, Dr. Nur Fajrie, M.Pd., Pembimbing II, Dr. Henry Suryabintoro, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi peran Manajemen Pagelaran Seni Pertunjukan dalam meningkatkan profil pelajar Pancasila di lingkungan pendidikan. Pagelaran seni pertunjukan dianggap sebagai alat efektif untuk membentuk karakter dan nilai-nilai Pancasila pada pelajar. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 7 Gondosari kecamatan Gebog kabupaten Kudus. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Kajian pustaka pada penelitian ini mengemukakan tentang manajemen seni pertunjukan, profil pelajar Pancasila pada aspek kurikulum merdeka. Dalam bab ini dikaitkan dengan penelitian yang relevan serta menuangkan kerangka pikirian penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif studi kasus di SD Negeri 7 Gondosari kecamatan Gebog. Sumber data penelitian ini menggunakan sumber data primer (informan), dokumen dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data penelitian ini dengan metode wawancara, observasi, studi dokumen dan studi pustaka. Teknik analisis data menggunakan model Miles & Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) proses pagelaran seni pertunjukan dalam menumbuhkan profil pelajar Pancasila peserta didik SD Negeri 7 Gondosari Gebog Kudus meliputi tahapan perencanaan, persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan laporan;(2) hasil pagelaran seni pertunjukan dalam menumbuhkan profil pelajar Pancasila peserta didik SD Negeri 7 Gondosari Gebog Kudus yaitu disiplin, kerjasama, tanggung jawab, mandiri, dan sikap saling menghargai; (3) pelaksanaan kegiatan seni pertunjukan di SD Negeri 7 dibiayai oleh sponsor PR Sukun Kudus dan kolaborasi dengan paguyuban orang tua peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan untuk dilakukan riset yang berkaitan dengan variabel yang berkaitan dengan pertunjukan seni di sekolah terhadap pembentukan karakter siswa

    Pengaruh fasilitas kampus terhadap motivasi belajar mahasiswa pgsd universitas muria kudus

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang seberapa besar pengaruh fasilitas kampus terhadap motivasi belajar mahasiswa. Mahasiswa akan lebih mudah melakukan kegiatan yang terkait dengan pendidikan mereka jika kampus memiliki fasilitas belajar yang memadai.Salah satu komponen penting dalam keberhasilan proses pendidikan adalah fasilitas belajar. Fasilitas ini dapat mencakup sarana dan prasarana yang mendukung dan membantu mahasiswa menemukan berbagai informasi yang mereka butuhkan. Variabel penelitian ini meliputi Fasilitas kampus dan Motivasi belajar mahasiswa PGSD, Ketersediaan fasilitas belajar yang memadai dapat mendukung proses pendidikan dan meningkatkan kualitas pendidikan, Dengan demikian, fasilitas yang memadai dapat mewadahi kegiatan mahasiswa di kampus, dengan begitu dapat mempengaruhi motivasi dan prestasi mahasiswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kuantitatif dengan design penelitian korelasional. penelitian ini di laksanakan di Universitas Muria Kudus, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Sampel penelitian terdiri dari 172 Mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Regresi Sederhana, Uji koefisien Determinasi menggunakan perangkat lunak IBM SPSS 26. Hasil penelitian ini membuktikan adanya pengaruh dari Fasilitas kampus terhadap Motivasi belajar Mahasiswa PGSD Universitas Muria Kudus ditunjukan dari hasil uji regresi sederhana dengan nilai Sig. (p-value) sebesar 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa pengaruh fasilitas kampus terhadap motivasi belajar mahasiswa adalah signifikan., serta uji koefisien deteminasi dengan nilai R Square = 0,473 atau 47,3% menunjukkan Fasilitas kampus memiliki kontribusi sebesar 47,3% terhadap motivasi belajar mahasiswa. Hasil penelitian dapat di simpulkan hipotesis nol (H₀) yang menyatakan tidak ada pengaruh ditolak, dan hipotesis alternatif (Hₐ) diterima. Berdasarkan hasil uji regresi, fasilitas kampus memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar mahasiswa PGSD. Dan Fasilitas kampus memiliki kontribusi sebesar 47,3% terhadap motivasi belajar mahasiswa, sementara sisanya 52,7% dipengaruhi oleh faktor lain

    Efektivitas penggunaan model pembelajaran problem based learning berbantuan media egrak untuk meningkatkan pemahaman konsep ipas kelas iv sd 1 jekulo

    No full text
    Pemahaman konsep menjadi salah satu capaian dalam pembelajaran IPAS sebagai proses pengolahan pengetahuan yang dimiliki dalam bersikap terhadap suatu kondisi. Pemahaman konsep IPAS pada peserta didik kelas IV SD 1 Jekulo menunjukkan hasil yang rendah dengan rata-rata 60,4. Masalah dalam proses pembelajaran yang muncul yaitu guru belum melibatkan peserta didik secara aktif dalam penyelesaian masalah serta peserta didik yang sulit berinovasi dan berkoordinasi dalam menyelesaikan masalah. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengukur peningkatan pemahaman konsep IPAS peserta didik sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media Egrak. Model pembelajaran Problem Based Learning menjadi solusi yang tepat, karena pembelajaran berbasis pada masalah sesuai untuk menstimulasi peserta didik dalam memberikan solusi terhadap masalah berdasarkan pemahaman konsep yang dimiliki. Penggunaan media Egrak memudahkan peserta didik dalam membangun pemahaman konsep IPAS, karena memberikan penjelasan materi melalui permainan tradisional yang mudah dipahami peserta didik. Penelitian dilakukan di SD 1 Jekulo pada peserta didik kelas IV berjumlah 37 peserta didik. Penelitian dilakuakan dengan metode kuantitatif model Pre-Eksperimental dengan desain One-Group Pretest-Posttest. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan tes tertulis berbentuk uraian. Analisis data menggunakan SPSS 26 dengan melakukan uji normalitas teknik Shapiro-Wilk sebelum melakukan uji Paired Sample T-Test dan uji N-Gain. Uji normalitas menunjukkan nilai pretest dan postets normal dengan signifikansi � � > 0,05. Hasil uji Paired Sample T-Test menujukkan nilai signifikansi 0,00 < 0,05 artinya terdapat perbedaan antara nilai pretest dan posttest pemahaman konsep IPAS. Hasil uji N Gain menunjukkan pemahaman konsep IPAS peserta didik mengalami peningkatan sebesar 0,56 setelah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media Egrak. Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media Egrak dapat meningkatkan pemahaman konsep IPAS peserta didik. Penggunaan media berbasis e-book dengan akses internet dapat dipertimbangkan kembali sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan ketersediaan fasilitas di sekolah. Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning memunculkan rasa ingin tahu, motivasi dan keterlibatan aktif peserta didik yang menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dalam penyelesaian masalah untuk meningkatkan pemahaman konsep IPAS. Berdasarkan hasil tersebut penerapan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media Egrak cukup efektif meningktakan pemahaman konsep IPAS peserta didik kelas IV SD 1 Jekulo

    Pengaruh model project based learning berbasis steam melalui berkarya batik ramah lingkungan terhadap kreativitas siswa sd 1 mlati lor

    No full text
    Pendidikan di Indonesia sekarang ini tidak hanya menuntut siswa untuk cerdas secara akademik akan tetapi juga memiliki kreativitas yang tinggi. Di SD 1 Mlati Lor Kudus Tingkat kretivitas anaknya kurang tinggi. Diketahui bahwa mereka memang kurang kreatif terutama pada bilang seni. Seni adalah salah satu Pelajaran yang harus diajaarkan kepadaa siswa untuk meningkatkan kreativitasnya. Penentuan model pembelajaran yang sesuai sangat diperlukan untuk meningkatkan kreativitas siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui model Project based learning berbasis STEAM melalui berkarya batik ramah lingkungan akan berpengaruh terhadap kreativitas siswa atau tidak. Model Project based learning berbasis STEAM merupakan model pembelajaran yang memadukan beberapa Pelajaran seperti, sains, technology, engineer, art dan mathematic (STEAM) dalam satu kegiatan pembelajaran. Project based learning berbasis STEAM merupakan pendekatan model yang dikembangkan dari model Project based learning berbasis STEM yang sebelumnya telah ada dan dipadukan dengan art(seni) untuk meningkatkan kreativitas siswa. Penelitian ini menggunakan model kuantitatif dengan pendekatan pre experimental design dengan desain one group pre-treatment and posttreatment design. Dalam penelitian ini jenis pengambilan sampel yang digunakan adalah non- probability sampling dengan teknik saturation sampling. Subjek dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI SD 1 Mlati Lor Kudus yang berjumlah 38 siswa. Model pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, angket, dokumentasi, studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kuantittif deskriptif. Hasil penelitian menujukkan bahwa data nilai kreativitas Pretreatment dan posttreatment untuk tiap aspek kreativitas mengalami perubahan dan kenaikan. Dari data didapatkan bahwa nilai tiap aspek kreativitas mengalami kenaikan presentase yang awalnya 50%, 46,71%, 45,39%, 51,32%, 74,37%, 51,32%, 47,37%, 51,32%, 51,32% menjadi 82,89%, 81,58%, 82,89%, 85,53%, 83,55%, 84,87%, 82,24%, 79,61% dan 90,13%. Besar kenaikan pengaruh model Project based learning juga dapat dilihat dari kenaikan rata-rata nilai akhir kreativitas yaitu sebesar 84 dengan presentase kenaikan sebesar 68%. Dengan adanya model Project based learning berbasis STEAM yang efektif untuk meningkatkan kreativitas siswa diharapkan Lembaga Pendidikan terutama SD 1 Mlati Lor dapat memenfaatkan nya untuk meningkatkan kreativitas siswa. Peneliti selanjutnya juga diharapkan dapat mengembangkan penelitian yang lebih baik

    Diversi sebagai bagian dari keadilan restoratif (restorative justice) dalam sistem pemidanaan di indonesia

    No full text
    Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pelaksanaan Diversi dalam rangka mewujudkan Restorative Justice dalam sistem Peradilan Pidana dalam upaya memberikan perlindungan hukum bagi pelaku tindak pidana. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan tipe penelitian hukum yuridis normatif atau penelitian hukum kepustakaan maupun penelitian hukum doktrinal yaitu penelitian hukum dengan menelaah bahan pustaka dan bahan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan diversi dalam keadilan restoratif pada sistem penerapan diversi terhadap anak yang berhadapan dengan hukum dalam sistem peradilan pidana, merupakan implementasi sistem dalam keadilan restoratif untuk memberikan keadilan dan perlindungan hukum kepada anak yang berkonflik dengan hukum tanpa mengabaikan pertanggungjawaban pidana. Kewajiban untuk mengupayakan diversi dengan pendekatan Keadilan Restoratif pada setiap tahapan dalam proses peradilan pidana harus dilaksanakan dalam Sistem Peradilan Pidana. Diversi sebagai langkah pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses peradilan non pidana dengan mengutamakan pendekatan Keadilan Restoratif yang dapat dilakukan dengan melalui musyawarah atau mediasi yang menekankan upaya untuk mengembalikan kembali ke keadaan semula dengan cara yang bersahabat. Diversi bukanlah sebuah upaya damai antara anak yang berkonflik dengan hukum dengan korban atau keluarganya akan tetapi sebuah bentuk pemidanaan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum dengan cara nonforma

    Penyelesaian klaim wanprestasi kontrak melalui proses mediasi

    No full text

    13,901

    full texts

    22,509

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repositori Universitas Muria Kudus
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇