22509 research outputs found
Sort by
Pengaruh konsentrasi poc urin kelinci dan waktu pemangkasan pucuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu (solanum melongena l.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi POC urin kelinci
dan waktu pemangkasan terhadap pertumbuhan serta produksi tanaman terung ungu
(Solanum melongena L.). Penelitian dilaksanakan di Desa Dersalam Kecamatan
Bae Kabupaten Kudus pada bulan Juli – September 2024. Penelitian ini
menggunakan percobaan factorial Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL)
yang terdiri dari dua faktor sebagai perlakuan dengan tiga kali ulangan. Faktor
pertama adalah konsentrasi pemberian POC urin kelinci (K) yaitu K0 (0 ml/L), K1
(10 ml/L), K2 (20 ml/L), K3 (30 ml/L), sedangkan faktor kedua adalah waktu
pemangkasan pucuk (P) yaitu P1 (tanpa pemangkasan), P1 (14 HSPT), P2 (14 dan
28 HSPT). Konsentrasi pemberian POC urin kelinci tidak berpengaruh terhadap
pertumbuhan serta hasil tanaman terung ungu. Waktu pemangkasan pucuk
berpengaruh nyata terhadap parameter diameter batang, bobot buah dan bobot
kering tanaman. Terdapat interaksi antara konsentrasi POC urin kelinci dan waktu
pemangkasan pucuk pada parameter diameter batang
Students’ perception of using the quizizz game application to increase vocabulary mastery of smk nu miftahul falah dawe kudus
English is an international language that is important to master in various
aspects of life, including education. By mastering English, students can access the
latest information and knowledge more quickly and directly. It can improve the
quality of education in Indonesia. Over the past three years, English teachers at
SMK NU Miftahul Falah Kudus have creatively integrated the Quizizz app into
their teaching and learning activities to revolutionize the way English is taught
and learned in the classroom.
This study aims to determine eleventh grade students'' perceptions of using
Quizizz to improve vocabulary mastery.
This study is qualitative descriptive research. The researcher conducted
this study by providing an open-ended questionnaire to 30 eleventh-grade students
at SMK Miftahul Falah Kudus. The researcher also conducted closed interviews
with 10 students to confirm the questionnaire data.
Researchers found that students’ perception of using Quizizz game
application to increase vocabulary mastery at SMK NU Miftahul Falah Kudus is
positive. This application is considered effective, interesting and interactive in
helping the learning process and improving their vocabulary mastery. With easy
access, students can improve vocabulary mastery with other students anywhere
and anytime. Students feel more motivated and enthusiastic in learning because
Quizizz presents learning in the form of fun games.
This study shows that Quizizz can be an innovative and effective solution
to improve students'' vocabulary acquisition, particularly in the context of English
learning at SMK NU Miftahul Falah Kudus
Peningkatan keterampilan berbicara menggunakan unggah-ungguh basa melalui penerapan model tgt berbantu media kartu gambar pada siswa kelas v sd 7 kandangmas
Proses pembelajaran yang monoton memiliki dampak signifikan pada
keterampilan berbicara siswa saat menggunakan unggah-ungguh basa Jawa.
Rendahnya kemampuan berbicara siswa dikarenakan dalam proses pembelajaran
yang diterapkan masih berupa teori dan kurang praktek yang ditunjukan dengan
nilai KKTP materi bahasa Jawa. Masalah dalam penelitian ini adalah apakah model
pembelajaran Teams Games Tournament dan media kartu gambar dapat
meningkatkan keterampilan berbicara siswa dalam materi unggah-ungguh basa.
Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa dalam
materi unggah-ungguh basa dan meningkatkan keterampilan mengajar guru.
Keterampilan berbicara merupakan kemampuan untuk mengucapkan bunyi
bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan, serta
menyampaikan pikiran, gagaan, dan perasaan. Model pembelajaran Teams Games
Tournament merupakan model pembelajaran kooperatif yang menggunakan game
dan tournament. Kartu bergambar merupakan sebuah kertas tebal berbentuk persegi
yang didalamnya terdapat sebuah gambar.
Penelitian dilakukan di SD 7 Kandangmas pada kelas V sebanyak 13 siswa
tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan
Kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas ini direncanakan dengan 2 siklus. Teknik
analisis data yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif
diperoleh dari observasi keterampilan guru, wawancara dan dokumentasi,
sedangkan data kuantitatif melalui lembar observasi dari tes unjuk kerja.
Hasil penelitian membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran
Teams Games Tournament berbantu media kartu gambar dapat meningkatkan
keterampilan berbicara siswa setelah diberikan tindakan yaitu permainan, diskusi
kelompok dan turnamen. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari presentase
ketuntasan siswa dari siklus I 30,77% dengan nilai rata-rata 71,08 dan meningkat
pada siklus II sebesar 84,62% dengan nilai rata-rata 86,15, kategori Sangat Baik,
serta keterampilan guru juga meningkat mengalami peningkatan dari 67,94 menjadi
87,04 dengan kategori Sangat Baik.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model Teams Games Tournament
berbantu media kartu gambar dapat meningkatkan keterampilan berbicara dan
keterampilan guru pada mapel bahasa jawa kelas V SD 7 kandangmas. Penelitian
ini hendaknya guru dapat menerapkan model Teams Games Tournament dan media
kartu gambar dengan lebih menarik melalui praktek langsung sehingga dapat
meningkatkan keterampilan berbicara siswa pada pembelajaran ungah-ungguh
Analisis kesalahan penggunaan huruf kapital dan tanda baca dalam menulis karangan bahasa indonesia pada siswa kelas 4 sd 2 garung kidul
Penelitian ini membahas tentang kesalahan ejaan yang sering dialami oleh
siswa sekolah dasar. Kesalahan tersebut biasanya terjadi saat penulisan suatu
karangan. Kesalahan yang sering terjadi dalam pembuatan karangan yaitu
kesalahan penggunaan huruf kapital dan tanda baca. Dalam penggunaan huruf
kapital siswa sering melakukan kesalahan dengan tidak menggunakan huruf
kapital pada awal kalimat. Penggunaan tanda baca juga masih salah dalam
penempatannya, diakhir kalimat terkadang siswa lupa dalam penggunaan tanda
titik.
Ejaan merupakan seperangkat pedoman atau standar yang harus diikuti
ketika menulis agar pembaca dapat memahami kalimat dan penulis dapat
mencapai tujuan yang diinginkan. Huruf kapital adalah huruf yang berukuran dan
berbentuk khusus (lebih besar dari huruf biasa) biasanya digunakan sebagai huruf
pertama dari kata pertama dalam kalimat, huruf pertama nama diri, dll. Tanda
baca adalah tanda-tanda yang dipakai dalam suatu tulisan yang bertujuan untuk
memudahkan pemahaman pembaca terhadap Bahasa tulis. Karangan deskripsi
adalah karangan yang memberikan uraian yang jelas dan rinci yang bertujuan agar
pembaca dapat memvisualisasikan mendengar, membaca, atau merasakan apa
yang dideskripsikan.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan jenis
penelitian deskripsi. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IV berjumlah 4
orang siswa, guru kelas IV. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini
menggunakan Teknik observasi, wawanacara, dokumentasi. Teknik analisis data
digunakan adalah membaca markah.
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa masih ada 4 siswa yang masih
salah dala menggunakan huruf kapital pada nama orang, nama tempat. Masih ada
siswa salah menggunakan tanda baca di akhir kalimat, penanda waktu. Upaya
mengurangi kesalahan peggunaan huruf kapital dan tanda baca dalam menulis
karangan yaitu 1) literasi, 2) Latihan menulis, 3) mengajarkan aturan dasar
penggunaan huruf kapital dan tanda baca.
Penelitian ini hendaknya dapat digunakan sebagai perhatian dan
pengetahuan siswa dalam menggunakan huruf kapital dan tanda baca yang ada
dalam pembelajaran Bahasa Indonesia
Implementasi perlindungan hukum bagi anak korban tindak pidana pencabulan (studi kasus di polres demak)
kripsi yang berjudul “Implementasi Perlindungan Hukum Bagi Anak Korban
Tindak Pidana Pencabulan (Studi Kasus di Polres Demak)”, secara umum
bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan perlindungan hukum bagi anak korban
tindak pidana pencabulan di wilayah hukum Polres Demak, mengetahui hambatan
Polres Demak dalam melaksanakan perlindungan hukum bagi anak korban tindak
pidana pencabulan, dan untuk mengetahui upaya Polres Demak dalam mengatasi
hambatan pelaksanaan perlindungan hukum bagi anak korban tindak pidana
pencabulan.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan spesifikasi
penelitian deskriptif analitis. Metode penentuan sampel dengan purposive
sampling. Metode pengumpulan menggunakan data primer dan data sekunder,
yang kemudian diperiksa, diolah, dan dianalisa secara kualitatif, selanjutnya
disusun sebagai skripsi yang bersifat ilmiah.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pelaksanaan perlindungan
hukum bagi anak korban tindak pidana pencabulan telah dilaksanakan sesuai
dengan Pasal 59A Undang-Undang No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan
Anak. Kendati demikian, masih terdapat beberapa bentuk perlindungan hukum
yang belum dilaksanakan sepenuhnya. Hambatan yang dihadapi oleh Polres
Demak: Sarana dan prasarana yang kurang memadai, serta kurangnya partisipasi
saksi dalam memberikan keterangan pada proses penyidikan. Upaya yang
dilakukan oleh Polres Demak: Penyidik mengajukan rumah aman (shelter), dan
mengoptimalkan kehadiran saksi dalam memberikan keterangan kepada pihak
aparat kepolisian
Perlindungan hukum terhadap anak korban bullying di tingkat penyidikan polresta pati
Skripsi dengan judul “PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK
KORBAN BULLYING DI TINGKAT PENYIDIKAN POLRESTA PATI” ini secara
umum bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan perlindungan hukum anak korban dan
untuk mengetahui upaya optimalisasi perlindungan hukum yang dapat diberikan
terhadap korban Bullying di tingkat penyidikan Polresta Pati.
Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan yuridis sosiologis.
Dalam hal ini teknik pengumpulan data yang digunakan penulis yaitu menggunakan
data primer dan data sekunder. Setelah diperoleh data, kemudian disusun secara
sistematis dan dianalisis secara kualitatif, sehingga memperoleh kejelasan mengenai
permasalahan yang dibahas, dan selanjutnya disusun sebagai skripsi yang bersifat
ilmiah.
Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa, perlindungan hukum terhadap anak
korban bullying di polresta pati adalah dengan menyediakan seorang psikolog dalam
berbagai kasus kekerasan bullying, sering terjadi korban mendapatkan tekanan batin
yang dapat mengganggu jiwanya atas perlakuan dari tersangka, Kepolisian memberikan
perlindungan yang berperan sebagai penyidik yaitu memberikan keamanan saat korban
dan saksi bersedia datang di Kepolisian untuk dimintai keterangannya, memberikan rasa
aman dan hak-hak yang harus diberikan kepada korban. Optimalisasi yang dilakukan
terhadap korban dilakukan untuk memaksimalkan apa yang menjadi pelaksanaan dalam
perlindungan hukum terhadap korban Bullyin
Tinjauan yuridis putusan hakim dalam perkara pelanggaran hak cipta kasus cover lagu tanpa izin di platform youtube
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode
yuridis normatif dengan mengidentifikasi bahan hukum seperti putusan
pengadilan, peraturan perundang-undangan, dan sumber hukum lainnya, baik
yang bersifat primer maupun sekunder. Penelitian hukum normatif ini merupakan
cara untuk mengkaji aturan hukum, prinsip hukum, dan doktrin hukum guna
menjawab permasalahan hukum yang sedang diteliti.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertimbangan hakim dalam Putusan
Nomor 82/Pdt.Sus.Hak Cipta/2019/PN Niaga Jkt Pst Juncto Putusan Mahkamah
Agung Nomor 910 K/Pdt.Sus-HKI/2020 belum memenuhi ketentuan hak moral
sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 28
Tahun 2014 tentang Hak Cipta sebab hanya mempertimbangkan terkait hak
ekonomi dari Para Penggugat dan kurang memperhatikan kerugian hak moral
yang dialami oleh Para Penggugat. Majelis Hakim baru menimbang hak moral
yang dilanggar oleh Tergugat dalam Putusan Peninjauan Kembali Nomor 41
PK/Pdt.Sus-HKI/2021 yang membatalkan putusan sebelumnya
Efektivitas pembelajaran berbasis outing class terhadap hasil kreativitas siswa dalam menggambar lingkungan sekitar pada mata pelajaran sbdp kelas 2 sd n 1 padurenan
Pendidikan di Indonesia saat ini tidak hanya menuntut siswa untuk cerdas
secara akademik tetapi juga harus memiliki kreativitas yang tinggi. Di SD N 1
Padurenan tingkat kretivitas anaknya kurang tinggi. Diketahui bahwa mereka
memang kurang kreatif terutama pada bilang seni. Seni adalah salah satu pelajaran
yang harus diajaarkan kepadaa siswa untuk meningkatkan kreativitasnya.
Pemilihan metode pembelajaran yang sesuai sangat diperlukan untuk
meningkatkan kreativitas siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui efektivitas pembelajaran berbasis outing class dalam menggambar
lingkungan sekitar terhadap hasil kreatifitas siswa atau tidak.
Pembelajaran berbasis outing class merupakan pembelajaran yang sangat
menantang dan menyenagkan bagi siswa, karena pembelajaran ini dapat
merangsang kreativitas siswa untuk belajar dan meingkatka potensi diri serta
pembelajaran menarik yang diikuti semua siswa, melalui kegiatan ini diharapkan
kejenuhan yang ada didalam kelas akan hilang dan memotivasi siswa untuk lebih
giat dalam mengikuti pembelajaran.
Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desain penelitian
quasi experiment : one grup pretretment posttretment. Subjek penelitian ini terdiri
dari siswa kelas 2 SD N 1 Padurenan yang berjumlah 26 siswa yang terdiri dari 12
laki-laki dan 14 perempuan. Dalam pengambilan sempel, peneliti menggunakan
sempel jenuh. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji normalitas dan uji t.
Hasil penelitian menunjukan pengujian paired sample t-test menunjukan
nilai Sig. (2-tailed) 0,000<0,05 yang berarti bahwa terdapat perbedaan rata-rata
antara skor pretretmen 55,88 dan posttretment 80,88. Berdasarkan uji n-gain, rata
rata antara sebelum dan sesudah diterapkan pembelajaran berbasis outing class
terhadap hasil kreativitas siswa dalam menggambar lingkungan sekitar
menunjukan peningkatan sebesar 66,37% termasuk dalam kriteria peningkatan
sedang.
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan (1) terdapat perbedaan rata-rata
hasil kreativitas siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan pembelajaran
berbasis outing class (2) terdapat efektivitas pembelajaran berbasis outing class
terhadap hasil kreativitas siswa dalam menggambar lingkungan sekitar pada mata
pelajaran SBdP
Perlindungan hukum bagi konsumen melalui politik dumping pada jual beli online menurut undang undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen
Efektivitas model problem-based learning berbantuan media interaktif numerasites terhadap kemampuan numerasi siswa kelas viii
Kemampuan numerasi peserta didik tergolong rendah dengan rata-rata 27,21,
hal ini terlihat dari hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan terhadap siswa
kelas VIII I SMP Negeri 1 Mejobo. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
(1) menguji rata-rata kemampuan numerasi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Mejobo
yang menerapkan model pembelajaran PBL berbantuan media Numerasites lebih
baik dibandingkan dengan siswa yang menerapkan model pembelajaran
konvensional, (2) mengetahui kemampuan numerasi siswa kelas VIII SMP Negeri
1 Mejobo yang mengikuti model pembelajaran PBL berbantuan media Numerasites
dalam mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dan (3)
menguji peningkatan kemampuan numerasi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Mejobo
yang menggunakan model pembelajaran PBL berbantuan media Numerasites.
Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan metode Quasi
Experimental Design dengan melibatkan siswa kelas VIII. Populasi penelitian ini
yaitu 314 siswa kelas VIII SMP 1 Mejobo. Teknik pemilihan sampel menggunakan
simple random sampling sehingga terpilih 68 siswa yaitu 34 siswa kelas VIII I
sebagai kelas eksperimen dan 34 siswa kelas VIII F sebagai kelas kontrol. Teknik
pengumpulan data yang digunakan berupa tes kemampuan numerasi dan
dokumentasi. Analisis data awal yang digunakan meliputi uji normalitas, uji
homogenitas, dan uji kesamaan rata-rata, serta analisis data akhir meliputi uji t dua
sampel independen dan N-Gain.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) rata-rata kemampuan numerasi
siswa yang menggunakan model pembelajaran Problem-Based Learning
berbantuan media Numerasites lebih baik daripada rata-rata kemampuan numerasi
siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung, (2) rata-rata kemampuan
numerasi siswa yang diajarkan dengan model Problem-Based Learning berbantuan
media Numerasites mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)
(3) terdapat peningkatan kemampuan numerasi sebelum dan sesudah penggunaan
model Problem-Based Learning berbantuan media Numerasites dalam kategori
tinggi. Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa model PBL berbantuan
media Numerasites berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan numerasi. Saran
dari penelitian ini perlu adanya pengembangan penelitian yang lebih lanjut untuk
efektivitas dan materi lain yang belum dikaji peneliti dalam penelitian ini