22509 research outputs found
Sort by
E-ticketing system pada aplikasi desk tik dinas komunikasi dan informatika kabupaten pati berbasis web
Bidang Teknologi dan Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan salah
satu bidang yang ada di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pati.
Bidang TIK merupakan pusat infrastruktur jaringan dan pengelolaan
pengembangan aplikasi yang ada di lingkup Pemerintahan Kabupaten Pati. Ketika
terjadi keluhan tentang gangguan jaringan maupun aplikasi – aplikasi yang ada
seperti internet mati, koneksi internet tidak stabil, aplikasi tidak bisa diakses,
kabel FO putus dan lain – lain. User akan membuat surat ke kantor Dinas
Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pati dan surat tersebut harus di naikkan
terlebih dahulu baru di disposisi kepada Kepala Bidang TIK dan di disposisi lagi
ke Pranata Komputer yang berkompeten di bidangnya. Untuk mengatasi masalah
tersebut dibutuhkan aplikasi sistem ticketing system Desk TIK untuk menjadi
wadah user melaporkan masalah. Permohonan yang masuk tentunya akan diterima
oleh admin Desk TIK, yang mana admin tersebut merupakan karyawan Dinas
Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pati yang pekerjaannya tidak hanya
menjadi admin Desk TIK. Permohonan atau keluhan dari user diharapkan dapat
segera di tindaklanjuti. Untuk mengatasinya perlu adanya notifikasi dari tiket yang
masuk. Karena permohonan merupakan surat kedinasan yang bersifat formal,
maka disarankan untuk menggunakan notifikasi melalui whatsapp. Dengan begitu
admin dapat segera menindaklanjuti
Efisiensi aliran pipa three junction dengan variasi kelengkungan pada mesin caes-lpc
Peningkatan kebutuhan energi global telah mendorong pengembangan
teknologi penyimpanan energi yang lebih efisien, salah satunya adalah
Compressed Air Energy Storage. Sistem ini menyimpan energi dalam bentuk
udara bertekanan tinggi dan digunakan kembali saat diperlukan. Namun, efisiensi
sistem CAES masih menjadi tantangan utama akibat kehilangan energi selama
proses kompresi dan ekspansi. Low-Pressure Compressor merupakan salah satu
komponen penting dalam sistem CAES yang berperan dalam mengompresi udara
pada tekanan rendah sebelum penyimpanan. Kehilangan energi pada tahap ini
dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk desain sistem perpipaan, khususnya
pada Three Junction Pipe yang digunakan dalam distribusi aliran udara.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi aliran dalam pipa Three
Junction dengan variasi kelengkungan sudut 125°, 135°, dan 145° menggunakan
metode Computational Fluid Dynamics. Simulasi dilakukan untuk mengamati
pengaruh variasi kelengkungan terhadap distribusi tekanan dan kehilangan energi
dalam sistem perpipaan..
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sudut kelengkungan pipa
berpengaruh terhadap efisiensi aliran dalam sistem CAES-LPC. Sudut 145° lebih
efektif dalam mengurangi kehilangan tekanan minimum, sedangkan sudut 125°
lebih optimal dalam mengurangi kehilangan tekanan maksimum. Oleh karena itu,
pemilihan sudut kelengkungan harus disesuaikan dengan kebutuhan sistem untuk
mencapai efisiensi energi yang optimal
Sistem informasi optimalisasi pengelolaan stok obat menggunakan metode fefo (first expired first out) studi kasus apotik adin farma
Apotik memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola stok obat dengan
baik agar dapat menyediakan obat yang tepat waktu kepada konsumen. Salah satu
tantangan utama dalam pengelolaan stok obat adalah bagaimana memastikan bahwa
obat yang lebih dulu kadaluwarsa digunakan terlebih dahulu, untuk menghindari
pemborosan dan kerugian akibat obat yang terbuang. Oleh karena itu,
dikembangkanlah sebuah sistem informasi yang bertujuan untuk mengoptimalkan
pengelolaan stok obat menggunakan metode FEFO (First Expired First Out).
Sistem ini memungkinkan apotek untuk memantau dan mengelola stok obat dengan
lebih efisien, dengan memprioritaskan penggunaan obat yang lebih cepat
kadaluarsa. Proses pengembangan sistem ini menggunakan model Waterfall, yang
dipilih karena kesederhanaannya dalam implementasi serta kemudahan
pengelolaan proyek. Framework Laravel digunakan untuk membangun aplikasi ini,
karena memiliki struktur yang rapi dan fleksibel, sementara MySQL digunakan
sebagai basis data untuk menyimpan informasi stok obat, termasuk data tanggal
kadaluwarsa. Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan pengelolaan stok obat di
apotik dapat lebih terorganisir, mengurangi risiko kerugian akibat obat
kadaluwarsa, dan meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan
Implementasi e-commerce penjualan jenang di pusat jenang garuda & kharisma berbasis web
Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan sistem pengelolaan
penjualan secara tradisional di Pusat Jenang Garuda & Kharisma. Dengan
menggunakan layanan e-commerce yang diimplementasikan melalui sebuah
website, pelanggan dapat dengan mudah memesan produk jenang secara online,
mengurangi keterbatasan aksesibilitas yang ada dalam sistem penjualan
konvensional. Melalui penggunaan sistem pembayaran E-payment model Midtrans,
transaksi dapat dilakukan secara aman dan efisien. Metodologi penelitian ini
melibatkan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi untuk memahami
kebutuhan pengguna serta proses bisnis yang terkait dengan penjualan produk
jenang. Sistem e-commerce yang dirancang menggunakan pendekatan Waterfall,
dengan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL sebagai infrastruktur
teknologi utama. Permodelan sistem ini didukung oleh empat diagram UML, yaitu
use case diagram, activity diagram, sequence diagram, dan class diagram, yang
membantu dalam pemahaman dan dokumentasi proses bisnis serta alur kerja sistem.
Diharapkan dengan implementasi sistem e-commerce ini, Pusat Jenang Garuda &
Kharisma dapat meningkatkan efisiensi penjualan produk jenang dan meningkatkan
kepuasan pelanggan melalui layanan yang lebih cepat dan mudah diakses
Sistem monitoring gizi dan pertumbuhan pada balita untuk pencegahan stunting di posyandu desa cendono kabupaten kudus
Program pemerintah untuk menurunkan angka stunting telah dilaksanakan,
namun prevalensi stunting di Indonesia, termasuk di Kabupaten Kudus, masih
tinggi. Desa Cendono memiliki angka stunting sebesar 2,3% dengan jumlah balita
784, dimana 18 diantaranya mengalami stunting. Permasalahan dalam
pemantauan gizi dan pertumbuhan balita di Posyandu Desa Cendono mencakup
keterbatasan waktu, kesalahan pencatatan data manual, serta minimnya
keterlibatan orang tua dalam pemantauan kesehatan balita. Penelitian ini bertujuan
membuat sistem monitoring gizi dan pertumbuhan balita berbasis web dengan
metode Z-Score sesuai standar WHO untuk mendukung pencegahan stunting.
Sistem ini mempermudah proses pencatatan, analisis, dan pemantauan data
anthropometri balita secara akurat dan efisien, sekaligus memberikan rekomendasi
intervensi gizi dan rujukan medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem
yang dibuat dapat meningkatkan efektivitas monitoring, membantu deteksi dini
resiko stunting dan implementasi metode Z-Score dalam sistem dapat memastikan
keakuratan analisis gizi
Penerapan layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan teknik sosiodrama untuk mereduksi circle pertemanan negatif di sma n 1 bae
Lingkaran pertemanan di sekolah menengah atas (SMA) sangat
berpengaruh terhadap perkembangan remaja. Circle pertemanan negatif adalah
teman yang tidak memberikan kontribusi atau nilai positif dalam pertemanan.
Biasanya, teman seperti ini hanya menambah stres dan beban pikiran. Maka dari
itu, penerapan layanan bimbingan dengan teknik sosiodrama ini diharapkan dapat
membantu siswa untuk keluar dari circle pertemanan negatif dan mengembangkan
pola interaksi sosial yang lebih positif dan konstruktif dengan memanfaatkan teknik
sosiodrama melaului layanan bimbingan kelompok.
Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mendeskripsikan pelaksanaan layanan
bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama untuk mereduksi circle pertemanan
negatif pada siswi SMA N 1 Bae Kudus, 2) Mengetahui efektifitas penerapan
layanan bimbingan kelompok menggunakan teknik sosiodrama untuk mereduksi
circle pertemanan negatif.
Penelitian dengan menggunakan metode quasi exsperimen design one group
pretest dan posttest. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI-F3 SMAN 1 Bae Kudus
dengan dilakukan pretest untuk mengetahui jumlah subjek penelitian yang
dibutuhkan treatment dan setelah dilaksanakan pretest.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukannya bimbingan
kelompok dengan teknik sosiodrama (pretest) tentang circle pertemanan negatif
cenderung tinggi dengan rata-rata 93,75 dan setelah diberikan treatment layanan
bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama (posttest) pemahaman tentang
circle pertemanan negatif dan terjadi penurunan yang awalnya 93,75 menjadi 75
yang berada pada kategori sedang hal ini memiliki penurunan sebesar 18,75 %.
Dari hasil uji hipotesis dengan Wilcoxon terdapat nilai signifikansi 0,018
(p<0,05) yang berarti bahwa ada perbedaan yang positif dan signifikan pada
pemahaman siswa terhadap circle pertemanan negatif sebelum dan sesudah
diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama.
Berdasarkan hasil penelitian ini, bahwa layanan bimbingan kelompok
teknik sosiodrama efektif untuk mereduksi circle pertemenan negatif. Selain itu,
disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar
dan dalam permasalahan yang berbeda untuk menguatkan layanan bimbingan
kelompok dengan teknik sosiodrama
tahapan penerimaan diri disabilitas sensorik netra bukan bawaan lahir
Disabilitas sensorik netra adalah istilah yang merujuk pada kondisi seseorang
yang mengalami masalah atau kesulitan dalam penglihatan. Penerimaan diri
adalah kemampuan untuk menerima segala sesuatu tentang diri sendiri. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis tahapan penerimaan diri pada disabilitas sensorik
netra bukan bawaan lahir. Subjek penelitian dipilih berdasarkan kriteria informan
dengan penyandang disabilitas sensorik netra bukan bawaan lahir. Metode
pengumpulan data penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan
teknik observasi dan wawancara. Metode analisis data yang digunakan adalah
coding dan uji kreadibilitas triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa setiap informan mengalami tahapan penerimaan diri yang berbeda-beda.
Informan A melewati tahapan penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi
dan akhirnya mencapai penerimaan. A pernah merasa putus asa, mengisolasi
diri,dan berpikir untuk mengakhiri hidup,tetapi dukungan dari keluarganya
membantunya untuk menerima keadaan. Informan S mengalami semua
tahapan,mulai dari penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, hingga
penerimaan. S menunjukkan semangat yang tinggi untuk sembuh meskipun
sempat merusak barang dan berpikir untuk bunuh diri. Sementara itu, Informan M
hanya melalui tiga tahapan, yaitu penyangkalan, kemarahan, dan penerimaan.
Dukungan keluarga dan aktivitas olahraga sangat membantunya untuk
mendapatkan motivasi untuk masa depan, meskipun M sempat merasa lelah dan
pesimis
Implementasi gamification pada sistem informasi penjualan pakaian berbasis web dengan fitur virtual try on pada branded murah kudus
Branded Murah Kudus merupakan toko yang pakaian yang melayani penjualan offline dan juga online. Pada proses bisnisnya saat ini sering menghadapi tantangan dalam pengelolaan data yang masih manual. Pemesanan produk pada Branded Murah Kudus bisa dilakukan dengan via whatsapp, tetapi masih ada beberapa keterbatasan. Pemasaran yang masih terbatas pada whatsapp menunjukkan kurangnya pemanfaatan potensi media sosial untuk memperluas pasar dan meningkatkan loyalitas pelanggan. Tujuan dari penelitian ini untuk membangun sistem informasi penjualan dengan menggunakan pendekatan gamification. Elemen gamification yang akan diterapkan antara lain adalah point, badges, leaderboard dan reward. Dengan menggunakan pendekatan gamification dan didukung fitur virtual try on sistem ini dirancang untuk dapat menyelesaikan masalah pemasaran dan penjualan, yaitu meningkat daya tarik dan loyalitas pelanggan sistem ini menggunakan metode pengembang sistem Rapid Application Development (RAD) dan metode perancangan sistem menggunakan Unified Modeling Language (UML). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistema dapat memudahkan proses transaksı penjualan dan memotivası pelanggan dengan daya tarik pengalaman berbelanja sehingga dapat meningkatkan loyalitas pelanggan
Analisis penguatan pendidikan karakter peduli sosial siswa dalam budaya 5s di sdn tambirejo
Kurangnya kesadaran siswa dalam menerapkan sikap peduli sosial
masih menjadi permasalahan di sekolah. Hal ini terlihat dari kurangnya
kebiasaan siswa dalam menyapa, berbicara sopan, serta menunjukkan
kepedulian terhadap teman. Untuk mengatasi hal tersebut, SDN Tambirejo
menerapkan budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun) sebagai
bagian
dari pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan pelaksanaan budaya 5S di SDN Tambirejo dalam penguatan
pendidikan karakter peduli sosial siswa serta menganalisis faktor pendukung
dan faktor penghambat dalam implementasinya.
Peduli sosial adalah sikap yang mencerminkan kepekaan dan
kepedulian seseorang terhadap orang lain serta lingkungan sekitarnya. Sikap
ini dapat ditunjukkan melalui kebiasaan saling membantu, menghormati, dan
menjaga hubungan baik dengan sesama. Budaya 5S merupakan konsep yang
menanamkan nilai-nilai moral dan etika dalam interaksi sosial siswa. Dengan
membiasakan budaya 5S, siswa diharapkan dapat memiliki karakter peduli
sosial yang lebih kuat dalam kehidupan sehari-hari.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi
kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi,
dengan subjek penelitian kepala sekolah, guru dan siswa kelas IV di SDN
Tambirejo. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yang
meliputi redukasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan bahawa penerapan budaya 5S dilakukan
melalui kegiatan rutin, kegiatan spontan, dan keteladanan guru. Budaya ini
membentuk kebiasaan positif siswa dalam berinteraksi sosial. Faktor
pendukung penerapan budaya 5S meliputi dukungan sekolah, peran aktif
guru, dan lingkungan yang kondusif, sedangkan faktor penghambatnya adalah
kurangnya kesadaran siswa, pengaruh lingkungan luar, serta keterbatasan
pembiasaan di rumah.
Penelitian ini hendaknya mendorong sekolah dan orang tua untuk
membiasakan nilai-nilai budaya 5S dalam kehidupan sehari-hari. Pembiasaan
ini dapat mendukung penguatan karakter peduli sosial dan sikap sopan santun
siswa di SDN Tambirejo
Efektivitas model teams games tournament (tgt) berbantuan media quecapas terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas v sd
Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas Model Teams Games
Tournament (TGT) berbantuan dengan media QUECAPAS (Question Card IPAS)
terhadap kemampuan berpikir kritis IPAS Kelas V SD 1 Sadang. Penelitian ini
dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa pada
pembelajaran IPAS kelas V SD 1 Sadang, yang mana siswa cenderung malas
membaca, memahami bacaan, dan kurang mampu menganalisis soal dengan banyak
bacaan. Hal ini disebabkan proses pembelajaran yang monoton dengan metode
ceramah, kurangnya penggunaan model dan media pembelajaran yang bervariasi.
Model Teams Games Tournament (TGT) merupakan model pembelajaran
berkelompok yang mampu membuat peserta didik aktif selama proses
pembelajaran, melatih kerja sama kelompok, terdapat permainan yang berupa
tournamen, dan penghargaan untuk kelompok yang mendapatkan skor terbanyak.
Media QUECAPAS (Question Card IPAS) merupakan media pembelajaran berupa
kartu pertanyaan mengenai mata pelajaran IPAS yang dilengkapi dengan kode QR
sebagai jawaban atas pertanyaannya.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif Pre-Experimental Design
menggunakan pola One Grup Pretest-Posttest Design yang dilakukan pada siswa
kelas V SD 1 Sadang berjumlah 19 siswa. Teknik pengumpulan data dalam
penelitian ini adalah tes (pra-penelitian dan soal pretest-posttest), observasi,
wawancara, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji
hipotesis 1 (Paired Sample T Test), dan uji hipotesis 2 (N-Gain).
Hasil penelitian pada uji hipotesis 1 menggunakan uji Paired Sample T Test
dengan diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,00 < 0,05 yakni menunjukkan bahwa
terdapat pengaruh yang signifikan. Pada uji hipotesis 2 menggunakan uji N-Gain
dengan diperoleh hasil nilai Ngain sebesar 56,1% yang termasuk dalam kategori
tafsiran cukup efektif.
Simpulan yang dapat diambil dari hasil analisis uji hipotesis 1 yaitu uji Paired
Sample T Test, terdapat perbedaan rata-rata skor pretest dan posttest pada
kemampuan berpikir kritis siswa kelas V menggunakan model Teams Games
Tournament (TGT) berbantuan media QUECAPAS. Sedangkan pada uji hipotesis
2 yaitu uji N-Gain, terdapat peningkatan antara hasil pretest dan posttest
menggunakan model Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media
QUECAPAS terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD 1 Sadang