Muria Kudus University

Repositori Universitas Muria Kudus
Not a member yet
    22509 research outputs found

    Perlindungan hukum konsumen yang membeli obat di atas harga eceran tertinggi di kabupaten kudus

    No full text
    Metode Penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan spesifikas penelitian deskriptif analitis. Metode penentuan sampel dengan probability sampling/random sampling. Metode pengumpulan menggunakan data primer dan data sekunder, yang kemudian diolah dan dianalisa secara kualitatif, selanjutnya disusun sebagai skripsi yang bersifat ilmiah. Berdasarkan hasil penelitian, alasan yang melatarbelakangi obat yang dijual di atas HET pada Apotek Kidangan, Apotek Dugi Waras, Apotek Bae Farma, dan Apotek Cahaya Syifa adalah untuk memperoleh keuntungan lebih, stok obat yang belum habis dan harga dari supplier yang mendekati HET, tetapi masih ada dua apotek yang tidak menjual obat melebihi HET yaitu Apotek Sedulur Sehat dan Apotek Mugi Waras. Konsumen mempunyai hak atas informasi HET yang sebenarnya sesuai Pasal 7 ayat (3), Pasal 8 ayat (1) Permenkes RI Nomor 98 Tahun 2015. Perlindungan Konsumen dapat ditempuh melalui badan penyelesaian sengketa konsumen yang berwenang

    Efektivitas model discovery learning berbantuan media aplikasi lasera (belajar sudut bersama) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas v sekolah dasar

    No full text
    Pembelajaran matematika yang masih menggunakan metode ceramah menjadikan pembelajaran hanya berfokus pada guru, sehingga menjadikan tingkat kemampuan berpikir kritis siswa rendah. Hal ini dibuktikan dari hasil wawancara yang dilakukan di SD Negeri 3 Mayonglor. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana efektivitas model discovery learning berbantuan media aplikasi LASERA (Belajar Sudut Bersama) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas model discovery learning berbantuan media aplikasi LASERA (Belajar Sudut Bersama) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V sekolah dasar. Model discovery learning adalah model pembelajaran dimana siswa mencari sendiri pengetahuannya melalui pengamatan. Media aplikasi LASERA (Belajar Sudut Bersama) merupakan media pembelajaran berbasis aplikasi yang berisi materi, video pembelajaran, kuis, dan permainan terkait mata pelajaran matematika materi sudut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest. Penelitian dilaksanakan di kelas V SD Negeri 3 Mayonglor dengan jumlah 27 siswa sebagai sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan tes. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi, pedoman wawancara, dan soal tes. Teknik analisis data dengan uji normalitas, uji paired sample t-test, dan uji N-Gain. Hasil penelitian melalui uji normalitas memperoleh nilai signifikansi 0,164 (pretest) dan 0,108 (posttest) lebih dari 0,05, artinya data berdistribusi normal. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan rata-rata nilai kemampuan berpikir kritis siswa dengan nilai signifikansi 2-tailed sebesar 0,000 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Sedangkan hasil uji N-Gain diperoleh skor rata-rata 0,69 dalam kategori sedang dengan persentase 69,11% yang ditafsirkan cukup efektif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) terdapat perbedaan rata-rata nilai pretest dan posttest sebelum dan sesudah menggunakan model discovery learning berbantuan media aplikasi LASERA (Belajar Sudut Bersama) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, (2) model discovery learning berbantuan media aplikasi LASERA (Belajar Sudut Bersama) cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Diharapkan bagi penelitian selanjutnya dapat menemukan strategi dan media pembelajaran yang lebih inovatif dalam penerapan model discovery learning

    Efektivitas penggunaan model pembelajaran teams games tournament berbasis tpack berbantuan media digital storybook dalam meningkatkan hasil belajar siswa

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 3 Mayong Lor. Studi pendahuluan yang dilakukan pada 26 September 2024 menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang dominan adalah ceramah konvensional, yang lebih menekankan hafalan daripada pemahaman mendalam. Minimnya penggunaan media pembelajaran interaktif juga berdampak pada rendahnya partisipasi aktif siswa, sehingga hanya sekitar 30% siswa yang mampu mencapai nilai di atas Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan model Teams Games Tournament (TGT) berbasis TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) dengan bantuan media digital storybook, serta mengukur peningkatan hasil belajar yang dicapai. Model TGT yang diterapkan bertujuan meningkatkan keterlibatan aktif siswa melalui kompetisi dan kerja sama dalam kelompok heterogen. Pendekatan TPACK, yang mengintegrasikan teknologi, pedagogi, dan konten, diharapkan mendukung pembelajaran IPAS yang lebih efektif. Media digital storybook berfungsi sebagai alat bantu interaktif untuk memvisualisasikan konsep abstrak dengan cara yang menarik, yang dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian adalah 27 siswa kelas V SD Negeri 3 Mayong Lor, terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan berusia 10 11 tahun, yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan SPSS 23 melalui uji normalitas, paired sample t-test, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan dalam hasil belajar siswa. Uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikan 0,000 (p < 0,05) pada pemahaman IPAS dan keterampilan proses IPAS, dengan perbedaan rata-rata skor sebesar 49,37 pada pemahaman IPAS dan 58,48 pada keterampilan proses IPAS. Uji N-Gain menunjukkan peningkatan yang tinggi pada pemahaman IPAS (0,77) dan keterampilan proses IPAS (0,86), yang mengindikasikan efektivitas model TGT berbasis TPACK dengan media digital storybook dalam meningkatkan hasil belajar. Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) terdapat perbedaan signifikan dalam hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan model TGT berbasis TPACK berbantuan media digital storybook pada pembelajaran IPAS; dan (2) terdapat peningkatan hasil belajar siswa setelah penerapan model TGT berbasis TPACK dengan media digital storybook

    Efektivitas model problem based learning berbantuan media interaktif cacapa terhadap hasil belajar pendidikan pancasila kelas iv sdn plumbungan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis perbedaan rata-rata sebelum dan sesudah penggunaan model Problem Based Learning berbantuan media interaktif cacapa terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa (2) mengukur seberapa besar peningkatan hasil belajar Pendidikan pancasila sebelum dan sesudah menggunakan model Problem Based Learning berbantuan media interaktif cacapa berbasis karakter toleransi. Model Problem Based Learning adalah sebuah model inovatif untuk memecahkan permasalahan kehidupan nyata dengan berpikir kritis yang berdampak pada prestasi belajar. Media interaktif cacapa merupakan media canva cartoon pancasila yang mana di dalamnya memuat soal dan materi saling keterkaitan dengan karakter toleransi. Disajikan secara audio-visual dimana terdapat interaksi timbal balik antara siswa dengan media itu sendiri. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif pre eksperimental dengan tipe one group pretest posttest. Populasi dan sampel ialah seluruh kelas IV SDN Plumbungan yang berjumlah 25 siswa terdiri dari 13 siswa perempuan dan 12 siswa laki-laki. Variabel terikat penelitian ini adalah hasil belajar siswa dan variabel bebasnya adalah model Problem Based Learning berbantuan media interaktif cacapa Teknik pengumpulan data meliputi tes, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini yaitu tes tertulis untuk mengukur kemampuan hasil belajar siswa. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis statistic dengan uji normalitas, uji paired sample t-test dan uji n-gain menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan pengujian paired sample t-test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 serta hasil dari koefisien thitung adalah -10.803 yang berarti bahwa terdapat perbedaan rata-rata antara skor pretest (48,2) dan posttest (77). Berdasarkan uji n-gain, rata-rata antara sebelum dan sesudah diterapkan model Problem Based Learning berbantuan media interaktif cacapa menunjukkan peningkatan sebesar 0,5418 termasuk dalam kriteria peningkatan sedang. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan (1) terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar antara sebelum dan sesudah menggunakan model Problem Based Learning berbantuan media interaktif cacapa (2) terdapat peningkatan hasil belajar antara sebelum dan sesudah menggunakan model Problem Based Learning berbantuan media interaktif cacapa

    Diajukan untuk memenuhi dan melengkapi tugas dalam menyelesaiakn sarjana strata satu (s1) ilmu hukum dengan kekhususan

    No full text
    enyelesaian kasus penangkapan ikan ilegal melalui hukuman belum tentu menghasilkan keadilan bagi para pihak. Secara teoritis, para ahli hukum menyatakan bahwa terdapat kelemahan dalam penyelesaian kasus dengan menggunakan upaya hukuman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui urgensi penggunaan restorative justice dalam penyelesaian illegal fishing dan merumuskan model penyelesaian illegal fishing dengan menggunakan restorative justice di kawasan konservasi Karimunjawa. Tipologi penelitian ini adalah yuridis sosiologis. Sumber data berasal dari data primer dan didukung oleh data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terarah dengan narasumber dan studi kepustakaan. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan metode induktif. Urgensi penggunaan restorative justice dalam penyelesaian tindak pidana illegal fishing adalah untuk meminimalisir kelemahan upaya pemidanaan yang lebih menekankan pada unsur pembalasan semata-mata atas kesalahan yang telah diperbuat dengan memberikan penderitaan agar pelaku bertobat. Konsep keadilan restoratif lebih menekankan pada pemulihan kerusakan yang akan diperbaiki oleh pelaku berdasarkan kesepakatan para pihak. Selain itu juga akan dapat menurunkan penumpukan perkara di lembaga penegak hukum sehingga akan mengurangi pula kelebihan kapasitas lembaga pemasyarakatan yang menjadi masalah di Indonesia. Model penyelesaian tindak pidana illegal fishing dengan menggunakan restorative justice di kawasan konservasi Karimunjawa dapat diimplementasikan dengan kriteria pelaku merupakan penduduk lokal Karimunjawa yang berkewarganegaraan Indonesia dan kerugian yang ditimbulkan tidak terlalu besar, baik dari sisi jumlah ikan maupun dari sisi kerusakan lingkungan dan tindak pidana ini baru pertama kali dilakukan

    Peran guru dalam penguatan karakter tanggung jawab berdasar ajaran sunan kalijaga pada siswa kelas vi sd negeri kadilangu 1 demak

    No full text
    Globalisasi memberikan dampak yang besar bagi negara Indonesia, salah satu dampak negatifnya adalah penurunan moralitas generasi muda. Langkah yang tepat mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan penguatan pendidikan karakter. Guru merupakan pengaruh utama dalam penguatan karakter karena guru berperan dalam proses pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru serta faktor penghambat dan pendukung dalam penguatan karakter tanggung jawab berdasar ajaran Sunan Kalijaga pada siswa kelas VI SD Negeri Kadilangu 1. Guru merupakan seseorang yang bertanggung jawab memberikan ilmu pengetahuan atau kecerdasan kepada seseorang atau sekelompok orang. Peran guru sangatlah penting dalam penguatan karakter di sekolah. Karakter adalah sifat alami individu untuk bertindak secara moral dalam berbagai keadaan. Tanggung jawab merupakan salah satu karakter yang harus dimiliki seseorang mulai dari anak-anak hingga dewasa. Maka dari itu, dalam pendidikan karakter disekolah guru harus melakukan penguatan karakter salah satunya karakter tanggung jawab agar siswa memiliki pemahaman positif pada diri siswa. Penelitian kualitatif naratif ini dilakukan di SD Negeri Kadilangu 1 Demak. Teknik pengumpulan data yang dipakai pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Pada penelitian ini menggunakan model analisis data Miles dan Huberman dengan tiga tahapan meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan untuk menggali data mengenai peran guru dalam penguatan karakter tanggung jawab siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam penguatan karakter tanggung jawab siswa berdasarkan ajaran Sunan Kalijaga, yaitu peran guru sebagai pendidik, pembimbing, motivator dan evaluator. Dengan perannya tersebut guru dapat melakukan penguatan karakter tanggung jawab pada siswa ketika pembelajaran di kelas maupun diluar kelas. Adapun faktor pendukung dan penghambat dari upaya penguatan karakter ini datang dari guru, orang tua, teman, dan lingkungan dalam masyarakat. Guru memiliki peran penting dalam penguatan karakter tanggung jawab siswa. Guru tidak hanya mengajarkan pengetahuan akademis tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan etika yang penting untuk penguatan karakter siswa. Oleh karena itu, sekolah, guru, siswa, dan orang tua dapat berkontribusi dalam pendidikan karakter agar dapat tercapai tujuan pendidikan karakter di sekolah maupun di luar sekolah

    Penggunaan Gamma App dalam Upaya Peningkatan Keterampilan Pembuatan Media Presentasi Guru Sekolah Dasar

    No full text
    Background: Meskipun guru memiliki akses ke teknologi modern, guru sering kali tidak memanfaatkannya untuk membuat media karena keterbatasan kemampuan penguasaan teknologi, rendahnya pemahaman konsep desain, dan sibuknya jadwal mengajar. Guru-guru di SD 3 Klaling membutuhkan pelatihan tentang inovasi media presentasi melalui pemanfaatan artificial integelence salah satunya yaitu Gamma App. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini yaitu untuk mentransfer pengetahuan kepada guru SD 3 Klaling melalui pemanfaatan Gamma App untuk membuat media presentasi. Metode: PkM ini dilaksanakan di SD 3 Klaling Kabupaten Kudus dengan peserta 11 orang guru. Metode PkM ini yaitu pelatihan interaktif dan advokasi (pendampingan). Tahapan pelaksanaan PkM yaitu: perencanaan, pelaksanaan, follow up, dan evaluasi. Sebelum dan setelah pelatihan diberikan tes untuk menganalisis peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru. Hasil tes kemudian diolah untuk memperoleh nilai N-Gain dan kriteria peningkatannya. Hasil: Kegiatan PkM berdampak pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam pembuatan media presentasi dengan memanfaatkan Gamma App. Adapun skor N-Gain 68,52 dengan kriteria sedang. Kesimpulan: Kegiatan PKM ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru SD 3 Klaling mengenai pemanfaatan Gamma App dalam penyusunan media presentasi. Gamma App dapat membantu guru dalam menyusun media presentasi yang dapat dimanfaatkan oleh guru sebagai media pembelajaran di kelas

    THE MEDIATING FUNCTION OF ISLAMIC WORK ETHICS IN THE ASSOCIATION BETWEEN ETHICAL LEADERSHIP AND JOB PERFORMANCE IN ISLAMIC HOSPITALS

    No full text
    This study examines how healthcare professionals' performance in Islamic hospitals after the COVID-19 epidemic is affected by Islamic Work Ethics (IWE) and Ethical Leadership. Descriptive statistical analysis and a quantitative approach were employed in this study. A stratified random sample of healthcare professionals from Kudus Regency's Islamic hospitals was collected. A total of 157 respondents completed a standardized questionnaire that was used to gather the data. The suggested linkages and data analysis were tested using SmartPLS. This study found that IWE and ethical leadership significantly impact healthcare professionals' job performance. Furthermore, ethical leadership positively affects the IWE, and the IWE partially mediates the relation between ethical leadership and job performance. Only healthcare professionals working in Kudus, Jawa Tengah's Islamic hospitals, are included in this study. Therefore, future studies may involve experts from a larger range of industries to obtain a more comprehensive understanding. This study presents a fresh viewpoint by investigating the concurrent relationship between IWE, job performance, and ethical leadership in Islamic hospitals. Additionally, this study focuses on Islamic hospitals, which uniquely integrate Islamic values into workplace practices, especially in the post-pandemic era

    Pengaruh Pemberian Kompensasi Dan Pengawasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Kepuasan Karyawan Sebagai Variabel Intervening Studi Pada Karyawan Pt Sariguna Primatirta Kudus

    No full text
    ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian kompensasi dan pengawasan kerja terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan karyawan sebagai variabel intervening. Sumber data yang digunakan merupakan data primer berupa kuesioner. Penelitian ini menggunakan metode penentuan sampel dengan teknik purposive sampling dengan sampel sebanyak 110 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah structural equation model. Hasil penelitian menyatakan bahwa pemberian kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan karyawan. Pengawasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan karyawan. Pemberian kompensasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Pengawasan kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Kepuasan karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan

    13,901

    full texts

    22,509

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repositori Universitas Muria Kudus
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇