22509 research outputs found
Sort by
Upaya meningkatkan budaya sopan santun dalam bertingkah laku melalui konseling behavior teknik role playing pada siswa sma n 1 mejobo kudus
Perilaku tidak sopan siswa menjadi perhatian serius didalam dunia
pendidikan. Dimana laporan Aceh Ekspres mencatat kenaikan 15% kasus
ketidaksopanan, seperti berbicara kasar kepada guru dan melanggar aturan sekolah.
Didukung pula dengan Survei Kementerian Keagamaan menunjukkan 35% siswa
SMA bersikap tidak sopan, berdampak negatif pada lingkungan belajar, moral dan
etika dalam berperilaku, sehingga perlu dilakukan peningkatan sopan santun siswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi
kasus, melibatkan 54 siswa dari SMAN 1 Mejobo sebagai subjek. Variabel bebas
dalam penelitian ini adalah penerapan pendekatan behavioristik melalui teknik role
playing, sedangkan variabel terikatnya adalah kurangnya sikap sopan santun siswa.
Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian
dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling behavioristik dengan teknik
role-playing efektif dalam meningkatkan sikap sopan santun siswa di SMA N 1
Mejobo Kudus. Pada konseli BB, teknik ini membantu meningkatkan kesadaran
akan pentingnya sopan santun, mengubah cara berkomunikasi dengan guru, serta
lebih menghargai aturan sekolah, meskipun pendampingan lebih lanjut diperlukan
untuk konsistensi perilaku. Pada konseli YS, pendekatan ini berhasil meningkatkan
pengelolaan emosi dan interaksi santun dengan guru serta teman sebaya, yang
ditunjukkan melalui penggunaan bahasa yang lebih sopan dan respons sosial yang
lebih positif. Secara keseluruhan, teknik role-playing terbukti efektif dalam
membentuk kebiasaan perilaku sopan santun secara berkelanjutan..
Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa teknik konseling role
playing efektif dalam meningkatkan sikap sopan santun siswa, membantu mereka
lebih menghargai aturan, serta berkomunikasi dengan guru dan teman sebaya secara
lebih santun. Teknik ini juga berkontribusi pada pengelolaan emosi yang lebih baik.
Ke depan, pendekatan ini diharapkan lebih diterapkan dalam Bimbingan dan
Konseling untuk menanamkan nilai kesopanan, meningkatkan kontrol diri, dan
mendukung perubahan perilaku positif secara berkelanjutan
Hubungan antara lingkungan kerja dan kompensasi dengan turnover intention pada karyawan cofeeshop di kota kudus
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara empiris hubungan antara
lingkungan kerja dan kompensasi dengan turnover pada karyawan coffeeshop di
kota Kudus. Penelitian ini bersifat kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Jota
Kudusi dari September hingga Desember 2024. Dalam penelitian ini peneliti
mengambil populasinya adalah karyawan aktif selama 2 tahun di coffeshop yang
pernah terdampak turnover. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini
adalah non probability sampling dengan jenis purposive sampling method.
Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala lingkungan kerja,
skala komensasi, dan skala turnover. Analisis data dalam penelitian ini
menggunakan metode analisis regresi dua prediktor dan product moment. Hasil
penelitian ini menunjukkan hipotesis mayor yang mengatakan ada hubungan yang
signifikan antara lingkungan kerja dan kompensasi dengan turnover diterima
dengan sumbangan efektif 25.1%. Dengan demikian, kesimpulan dari penelitian
ini adalah bahwa lingkungan kerja dan kompensasi memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap terhadap turnover pada karyawan coffeeshop di Kota Kudus
Hubungan antara konsep diri dan dukungan sosial terhadap orientasi masa depan remaja
Remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa.
Seiring berjalannya usia, remaja akan semakin tertarik pada tugas-tugas
perkembangannya, seperti pekerjaan masa mendatang, pendidikan, dan keluarga
masa depan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara
konsep diri dan dukungan sosial terhadap orientasi masa depan remaja. Populasi
penelitian ini adalah remaja SMA sederajat. Teknik pengambilan sampel
menggunakan kuota sampling dengan responden penelitian sejumlah 100
responden. Alat pengumpulan data menggunakan skala konsep diri, skala dukungan
sosial dan skala orientasi masa depan dengan empat alternatif pilihan jawaban.
Metode analisis data yang digunakan adalah regression dan product moment. Hasil
uji hipotesis mayor diperoleh koefisiensi rx12,y sebesar 0,729 dengan taraf
signifikan 0,000 (p < 0,01), yang berarti adanya hubungan positif yang sangat
signifikan antara konsep diri dan dukungan sosial dengan orientasi masa depan
dengan sumbangan efektif sebesar 53,1%. Hasil analisis hipotesis minor pertama
diperoleh koefisiensi korelasi rx1y sebesar 0,704 dengan taraf signifikansi p = 0,000
(p < 0,01) yang artinya terdapat hubungan yang sangat signifikan antara konsep diri
dengan orientasi masa depan dengan sumbangan efektif sebesar 70,4%. Sedangkan
hasil analisis hipotesis minor kedua diperoleh koefisiensi korelasi rx2y sebesar
0,559 dengan tingkat signifikansi p = 0,000 (p < 0,01). Menunjukkan adanya
hubungan positif yang sangat signifikan antara dukungan sosial dengan orientasi
masa depan dengan sumbangan efektif sebesar 55,9%
Hubungan antara kecemasan akademik dan kelekatan orang tua dengan keinginan bunuh diri pada mahasiswa rantau
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecemasan akademik
dan kelekatan orang tua dengan keinginan bunuh diri pada mahasiswa rantau.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan teknik pengambilan data berupa
skala likert. Sampel penelitian terdiri dari 125 mahasiswa rantau yang diambil
menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Hasil
hipotesis mayor menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kecemasan
akademik dan kelekatan orang tua dengan keinginan bunuh diri dengan nilai r
sebesar 0.919 dan p sebesar 0.000 (p<0,01), yang berarti menunjukkan bahwa ada
hubungan yang sangat signifikan antara kecemasan akademik dan kelekatan orang
tua dengan keinginan bunuh diri dengan sumbangan efektif sebesar 84.4%.
Mayoritas mahasiswa memiliki kecemasan akademik dan keinginan bunuh diri
pada taraf tinggi. Penelitian ini menekankan perlunya layanan konseling untuk
mengurangi kecemasan akademik dan memperkuat dukungan keluarga sebagai
upaya meningkatkan kesehatan mental mahasiswa rantau
Keefektifan model problem based learning berbantu media power point untuk meningkatkan hasil belajar ipas di sdn kutoharjo 01 pati
Proses pembelajaran yang monoton dan jarang menggunakan media video
menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Hal ini sering terjadi mengingat
karena terkendalanya alat penunjang media video. Tujuan dari penelitian ini adalah
meningkatkan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Problem
Based Learning (PBL) Berbantu Media Video Interaktif mata pelajaran IPAS.
Problem based Learning merupakan model pembelajaran yang dimana
dalam pembelajarannya berbasis masalah dimana kemampuan siswa benar-benar
dioptimalkan melalui kerja kelompok ataupun tim yang sistematis, sehingga dapat
meningkatkan kemampuan berfikirnya secara berkesinambungan. Dalam penelitian
ini juga menggunakan berbantuan video interaktif berbasis media power point yang
dapat menampilkan gambar dan animasi yang dapat menarik perhatian siswa saat
pembelajaran.
Jenis penelitian ini menggunakan penelitan kuantitatif dengan pendekatan
Pre-Experimental design dengan jenis One Group Pretest-posttest Design .
penelitian ini dilaksanakan dikelas V SDN Kutoharjo 01 pati dengan jumlah sampel
26 siswa. Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes berupa pretest
posttest yang diberikan sebelum dan sesudah mendapat perlakuan. Teknik analisis
data yang digunakandalam penelitian ini adalah uji paired sample t-test dan uji N
Gain.
Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji paired sample t-Test diperoleh
nilai t -8,457 nilai signifikasi 0,00 yang dimana (0,00<0,05) sehingga H0 ditolak
yang dimana artinya terdapat peningkatan hasil belajar IPAS siswa kelas V materi
magnet, listrik dan teknologi untuk kehidupan setelah diterapkannya model
problem based learning berbantu video interaktif berbasis power point (PPT).
peningkatan hasil belajar siswa kelas V rata-rata setelah diterapkannya model
problem based learning berbantu video interaktif berbasis power point (PPT)
berpengaruh sebesar 0,36 dengan kriteria sedang.
Kesimpulan dari penelitian ini model problem based learning berbantu
video interaktif berbasis power point (PPT) terbukti efektif dalam meningkatkan
hasil belajar IPAS siswa, sehingga dpat menjadi inovasi bagi guru untuk
dikembangkan pada materi lain agar meningkatkan hasil belaja
Pengaruh konsentrasi dan interval pemberian poc terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung (ipomoea reptans poir.)
Pengaruh dosis dan cara pemberian pupuk guano kelelawar terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (zea mays saccharate.)
Pengaruh model pembelajaran project based learning terhadap hasil belajar pendidikan pancasila keragaman budaya di indonesia pada siswa kelas iv sekolah dasar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perbedaan hasil belajar sebelum
dan sesudah pembelajaran project based learning (PjBL) serta mengetahui
peningkatan hasil belajar pendidikan pancasila melalui pembelajaran project based
learning (PjBL) pada siswa kelas IV SD 2 Gondosari.
Project Based Learning (PjBL) adalah pendekatan pengajaran sistematis
yang melibatkan siswa dalam memperoleh pengetahuan dan menghasilkan produk.
Sintaks Project Based Learning (PjBL) dalam penelitian ini diantaranya menjawab
pertanyaan penting atau mendasar, membuat desain proyek, menyusun langkah
langkah proyek, melacak kemajuan proyek, menilai hasil proyek dan menilai
pengalaman siswa.
Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian
kuantitatif eksperimen yaitu one-grup pretest-posttest design. Penelitian ini
dilaksanakan di kelasIV SD 2 Gondosari pada tanggal 30 Juli 2024 sampai dengan
1 Agustus 2024. Sampel dalam penelitian ini sama dengan populasi yaitu siswa
kelas IV yang berjumlah 28 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan
sampling jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar tes berupa soal
pretest dan posttest. Uji validitas menggunakan korelasi product moment dan uji
reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach (α). Analisis data yang digunakan
adalah uji t-test dan N-Gain.
Hasil penelitian ini yaitu rata-rata hasil belajar Pendidikan Pancasila pada
saat pretest yaitu 51,46 sedangkan dengan model pembelajaran PjBL (posttest)
yaitu 94,64. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa
antara sebelum dan sesudah menggunakan model project based learning. Hasil
analisis data lebih lanjut diperoleh nilai thitung= 16,252 >ttabel 2,052 dengan
taraf signifikansi 5%, maka H0 ditolak dan Ha diterima atau terdapat
peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model project based learning.
Saran dalam penelitian ini hendaknyaguru lebih inovatif dalam merancang
dan melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menerapkan metode
pembelajaran yang inovatif agar proses pembelajaran menjadi lebih aktif
Pengaruh intensitas mengakses aplikasi youtube terhadap kecerdasan emosional siswa kelas v sdn 1 rahtawu gebog kudus
Perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi semakin cepat dan
beragam. Salah satu aplikasi yang banyak diminati oleh orang dewasa maupun
anak-anak adalah aplikasi YouTube. Tujuan dari peneilitian ini adalah untuk
mengetahui tingkat intensitas mengakses YouTube dan mengetahui adakah
pengaruh antara intensitas mengakses YouTube terhadap kecerdasan emosional
siswa kelas V SDN 1 Rahtawu Gebog Kudus.
Intensitas adalah seseorang yang melakukan usaha tertentu mempunyai
beberapa pola tindakan dan perilaku yang sama dan menyangkut tindakan yang
dilakukan selama periode waktu tertentu atau frekuensi tertentu. Aplikasi YouTube
merupakan sebuat platform yang menyediakan berbagai konten video, sedangkan
kecerdasan emosional merupakan kemampuan memanfaatkan emosi secara efektif
guna menciptakan pengaruh positif dan meningkatkan hasil belajar siswa di kelas.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan
menggunakan studi korelasi melalui kuesioner dengan menggunakan skala likert.
Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, kuesioner/angket dan
dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji validitas dan uji
reliabilitas dan regresi linear sederhana dengan menggunakan perangkat lunak IBM
SPSS 26. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 22 siswa.
Berdasarkan hasil uji ANOVA, menunjukkan bahwa nilai signifikansi (p
value) sebesar 0,001. Karena nilai ini lebih kecil dari 0,05, dapat disimpulkan
bahwa hubungan antara intensitas penggunaan YouTube dan kecerdasan emosional
siswa kelas V SDN 1 Rahtawu adalah signifikan secara statistik pada taraf
kepercayaan 95%. Hal ini menunjukkan bahwa model regresi linier sederhana yang
digunakan layak untuk menjelaskan pengaruh variabel intensitas penggunaan
YouTube terhadap variabel kecerdasan emosional. Dengan demikian, hipotesis
alternatif (Ha) yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara
kedua variabel diterima.
Berdasarkan kesimpulan diatas peneliti menyarankan bagi guru untuk bisa
mendesain pemebelajaran yang memberikan stimulus untuk mengembangkan
kecerdasn emosional siswa, bagi orang tua agar dapat memperhatikan
perkembangan dan menjadi teladan yang baik agar kecerdasan emosional siswa
dapat meningkat dan siswa dapat berinteraksi sosial dengan baik
Pengembangan e-modul ajar berbasis steam untuk meningkatkan hasil belajar ipas pada siswa kelas iv sekolah dasar
Salah satu permasalahan pada pembelajaran saat ini adalah ke tersedianya
modul ajar yang sesuai dengan kondisi lingkungan peserta didik. Umumnya
modul ajar yang ada di sekolah bersumber dari buku yang disediakan oleh
pemerintah serta buku-buku yang beredar di pasaran. Tujuan dari penelitian ini
antara lain: 1) menganalisis kebutuhan modul ajar berbasis STEAM 2) mendesain
E-modul ajar berbasis STEAM, 3) menganalisis kelayakan E-modul ajar berbasis
STEAM, 4) menganalisis efektivitas E-modul ajar berbasis STEAM untuk
meningkatkan hasil belajar IPAS pada siswa kelas IV SD.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan yang berfokus
pada pengembangan E-modul ajar IPAS dalam muatan IPS materi Sejarah
Daerahmu. Prosedur pengembangan diadaptasi menurut Borg & Gall kemudian
dimodifikasi tanpa mengurangi subtansi dari model tersebut menurut Sumarni
yang disebut dengan tahap lima mantap meliputi (1) Tahap Penelitian
Pendahuluan, (2) Tahap Pengembangan Produk, (3) Tahap Validasi Produk, dan
(4) Tahap Uji Efektifitas, dan (5) Tahap Diseminasi. Kelas eksperimen dilakukan
di SD 7 Cendono dan SD 4 Piji, sedangkan kelas kontrol dilakukan di SD 2 Ploso
dan SD 3 Ploso.
Data dianalisis dengan mengakumulasikan jumlah skor. Analisis data hasil
uji validasi para ahli, respon siswa dan guru diperoleh dengan menggunakan
presentase perhitungan skor diperoleh dengan skor maksimal. Analisis efektifitas
E-modul ajar diperoleh dengan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji
N-Gain dam uji t dengan taraf signifikasi 0,05 dengan menggunakan SPSS 25.
Hasil penelitian dan pengembangan menghasilkan produk E-modul ajar
berbasis STEAM. Produk yang dikembangkan berdasarkan analisis kebutuhan
siswa dan guru. Produk ini divalidator oleh ahli materi dan bahan ajar. Pada tahap
akhir nilai yang diperoleh 87,50 dan 88,75 dengan kriteria “sangat layak”. Hasil
rata-rata nilai respon kelayakan dari guru sebesar 85% dengan kategori “sangat
layak sedangkan siswa sebesar 87,08% kategori “sangat layak”. Penggunaan E�modul ajar juga efektif meningkatkan hasil belajar siswa. Persentase prettest pada
eksperimen dan kontrol 64,04 dan 63,75. Presentase posttest kelas eksperimen dan
kontrol meningkat menjadi 86,25 dan 69,62. Hasil uji t diperoleh nilai t hitung =
5,463 dengan taraf signifikansi 0,000< α = 0,05.
Pengembangan E-modul ajar berbasis STEAM terbukti sesuai kebutuhan,
layak dan efektif. E-modul Ajar Berbasis STEAM untuk Meningkatkan Hasil
Belajar IPAS pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar di Kabupaten Kudus