Wardah : Jurnal Dakwah dan Kemasyarakatan
Not a member yet
241 research outputs found
Sort by
Makna I’jaz Ilmi Al-Qur’an: Kajian Pendekatan Analisis Teks: Makna I’jaz Ilmi Al-Qur’an: Kajian Pendekatan Analisis Teks
Abstrak: Kajian dengan judul ‘Makna I’jaz Ilmi Al-Qur’an: Kajian Pendekatan Analisis Teks’ bertujuan menganalisis makna I’jaz ‘ilmi dalam al-Qur’an. Metode yang digunakan dalam kajian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research). Studi pustaka dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatana analisis teks yang merupakan cabang dari semiotika teks, yang secara khusus mengkaji teks sebagai sebuah \u27produk penggunaan bahasa\u27 berupa kumpulan atau kombinasi tanda-tanda. Tmua dari kajian ini adalah i‘jâz Qur’âni sungguh sangat banyak, dan diantara yang menakjubkan adalah bahwa Rasulullah saw sebelum turunnya al-Qur’ân tidak mengetahui sedikitpun tentang kitab-kitab para pendahulunya, kisah-kisahnya, berita dan sejarah mereka. Meskipun demikian Rasulullah saw menceritakan kejadian-kejadian yang nyata dan sejarah mulai dari terciptanya Nabi Adam as hingga diutusnya Rasulullah Saw. Sebagaimana kita ketahui bahwa ilmu semacam ini tidak bisa didapatkan oleh seseorang melainkan dengan cara belajar. Dan kitapun mengetahui bahwa Rasulullah saw tidak pernah berinteraksi dengan sejarawan atau belajar kepada mereka, dan beliaupun sama sekali tidak pernah membaca kitab-kitab sejarah.
Kata kunci: I’jaz ‘ilmi; i’jaz al-Qur’an
Abstract: The article entitled \u27Meaning of I\u27jaz Ilmi Al-Qur\u27an: Study of Text Analysis Approach\u27 aims to analyze the meaning of I\u27jaz \u27ilmi in the al-Qur\u27an. The method used in this study uses the library research method. Literature study can be interpreted as a series of activities relating to methods of collecting library data, reading and taking notes and processing research materials. The approach used is the text analysis approach which is a branch of text semiotics, which specifically examines the text as a \u27product of language use\u27 in the form of a collection or combination of signs. The mastermind of this study is that the i\u27jâz Qur\u27âni are very many, and among the amazing things is that the Messenger of Allah before the fall of the Qur\u27an did not know anything about the books of his predecessors, their stories, news and their history. Even so, Rasulullah SAW told real and historical events from the creation of Prophet Adam (as) to the sending of Rasulullah SAW. As we all know that this kind of knowledge cannot be obtained by someone but by learning. And we also know that Rasulullah saw never interacted with historians or studied with them, and he never read historical books at all.
Keyworld: I’jaz ‘ilmi; i’jaz al-Qur’a
Gerakan Menuju Kampung Bebas Limbah Plastik: Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Majelis Taklim Di RT 06 Kelurahan Sukajaya: Gerakan Menuju Kampung Bebas Limbah Plastik: Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Majelis Taklim Di RT 06 Kelurahan Sukajaya
Abstrak: Pendampingan masyarakat berbasil lembaga keagamaan ini berangkat dari permasalahan sampah yang menyebabkan pencemaran lingkungan berupa udara yang berbau busuk, selokan tersumbat dan lingkungan yang kotor. Permasalahan sampah ini telah lama terjadi namun belum ada upaya yang dilakukan oleh masyarakat maupun pemerintah untuk mengatasinya. Minimnya pemahaman masyarakat tentang penanganan sampah dan kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya menjadi penyebab utama permasalahan lingkungan terjadi. Pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam penanganan sampah khususnya plastic dengan konsep 3R (Reuse, Reduce, Recycle) melalui komunitas keagamaan (majelis taklim). Pendekatan yang digunakan adalah Participation Action Research (PAR). Pendekatan yang berbasis situasi dan kondisi yang dialami masyarakat dan melibatkan partisipasi penuh dari masyarakat mulai dari mengidentifikasi masalah merencanakan, melaksanakan hingga evaluasi kegiatan dan tindak lanjut. Melalui proses pendampingan terhadapa majelis taklim al-Karim RT 06 Kelurahan Sukajaya menghasilkan beberapa hal yaitu ; komunitas dampingan memahami dampak sampah plastik bagi kesehatan dan lingkungan, memahami dan trampil dalam menangani sampah plastik dengan konsep 3R. selain itu, komunitas dampingan memiliki kemandirian dalam mengidentifikasi masalah sampah di lingkungannya, mampu merencanakan dan melakukan penanganan sampah plastik dengan benar dan baik, serta terbentuknya vocal point yang dapat menggerakan partisipasi masyarakat lainnya dalam penanganan sampah plastik.
Kata kunci: Limbah Plastik, Pemberdayaan Majelis Taklim
Abstract: Community assistance based on religious institutions departs from the problem of garbage that causes environmental pollution in the form of foul smelling air, clogged sewers and a dirty environment. This waste problem has been occurring for a long time, but no efforts have been made by the community or government to solve it. The lack of public understanding of waste management and awareness of disposing of garbage in its proper place is the main cause of environmental problems. This assistance aims to increase public understanding and awareness in handling waste, especially plastic with the 3R concept (Reuse, Reduce, Recycle) through religious communities (majelis taklim). The approach used is Participation Action Research (PAR). An approach that is based on the situation and conditions experienced by the community and involves the full participation of the community from identifying problems to planning, implementing to evaluation of activities and follow-up. Through the process of mentoring the taklim al-Karim group RT 06 Sukajaya Village, it resulted in several things, namely; the assisted community understands the impact of plastic waste on health and the environment, understands and is skilled in handling plastic waste with the 3R concept. In addition, the assisted community has independence in identifying waste problems in their environment, is able to plan and handle plastic waste properly and properly, as well as the formation of vocal points that can mobilize other community participation in handling plastic waste.
Keywords: Plastic Waste, Empowerment of Taklim Assembl
Pendidikan dan Kaitannya dalam MukjizatAl Qur-an: Pendidikan dan Kaitannya dalam MukjizatAl Qur-an
Abstrak: Artikel berjudul ‘Pendidikan dan Kaitannya dalam Mukjizat Al Qur-an,’ ini bertujuan untuk mejelaskan dan menganalisis mukjizat mukjizat Al Qur-an dalam kaitannya dengan pendidikan. Artikel ini dilatar belakangi Mu’jizat bagi Nabi atau Rasul selalu disesuaikan dengan zaman dimana hidup Rasul atau Nabi lalu bersesuaian terhadap kemajemukan risalah yang dibawa. Jika risalah yang disampaikan diperuntukkan bagi seluruh umat, tidak mengalami perubahan dan kekal selama-lamanya, maka mu’jizat harus kekal dan diperuntukkan kegunaannya bagi seluruh umat manusia di muka bumi, semakin berpikir manusia tentang mu’jizat tersebut, maka semakin beriman dan mengakuinya, tak terkecuali mukjizat dalam kaitannya dengan pendidikan. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah dengan metode library research. Kemudian temuan dari hasil library research pada artikel ini adalah bahwa aspek-aspek kemukjizatan Al Qur-an dan kaitannya dengan dunia pendidikan dapat diklasifikasikan ke dalam tiga hal, yaitu aspek kebahasaan, berita ghaib, dan isyarat ilmiah. Kebenaran mukjizat Al Qur-an dalam dunia pendidikan antara lain wajibnya melakukan pendalaman ilmu di tempat-tempat pemukiman, manfaat berilmu pengetahuan tinggi serta pendidikan dan pengetahuan membawa kebahagiaan dunia dan akhirat. Sehingga bagi kita umat Islam sangat diwajibkan untuk mempelajari dan mengamalkan apa yang ada di dalam Al Qur-an karena tidak ada keraguan atas kebenaran mukjizat yang ada di Al Qur-an.
Kata kunci: I’jaz Ilmi, Mukjizat Al Qur-an, Pendidikan
Abstract: The article, entitled "Education and its Relation to the Miracles of the Qur\u27an", aims to explain and analyze the miracles of the Qur\u27an in its environment with education. This article is based on the background that the Mu\u27jizat for the Prophet or Rasul is always invincible with the era in which the Prophet\u27s or Prophet\u27s life then corresponds to the diversity of the treatises that were brought. If the message that is delivered is intended for all people, does not experience change and lasts forever, then miracles must be eternal and be used for the benefit of all mankind on earth, the more people think about these miracles, the more faith and confess them, no with the exception of miracles in his environment with education. The method used in this article is the library research method. Then the findings from the research literature in this article are that the miraculous aspects of the Qur\u27an and its environment with the world of education can be classified into three things, namely aspects of language, unseen news, and scientific cues. The truth of the miracles of the Qur\u27an in world education, among others, is the obligation to deepen knowledge in residential areas, the benefits of higher knowledge as well as education and knowledge to bring happiness in the world and the hereafter. So that for us Muslims are very obliged to study and practice what is in the Qur\u27an because there is no doubt about the truth of the miracles that are in the Qur\u27an.
Keywords: I’jaz Ilmi, Al-Qur\u27an Miracles, Educatio
Gender Dalam Tinjauan Tafsir Maudhu’i: Gender Dalam Tinjauan Tafsir Maudhu’i
Abstrak: Artikel dengan judul ‘Gender Dalam Tinjauan Tafsir Maudhu’I’ ini berupaya menelusuri sejarah serta asumsi-asumsi metodologis yang membangun kedua meta-narasi (wacana kesetaraan dan keserasian gender). Pada bagian selanjutnya akan dihadirkan sejumlah ayat kontroversial terkait isu keadilan gender, berikut garis-garis besar penafsiran dari kedua kubu wacana, disertai analisis penulis mengacu pada teori worlview yang diperkenalkan oleh Hamid Fahmi Zarkasyi. Metode yang digunakan dalam kajian ini menggunakan metode atau pendekatan kepustakaan (library research). Studi pustaka dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Temuan dari penelitian ini menunjukkan adanya wacana keadilan gender menjadi tarik menarik di antara dua kubu besar dalam Islam: kubu kesetaraan dan kubu keserasian. Kubu keserasian hanya menginginkan pola penafsiran yang dianggap tidak bias gender, betapapun mereka abai terhadap sisi-sisi teologis, sementara kubu keserasian percaya bahwa mereka harus mempertahankan ashalah (otentisitas) sebab agama ini dipercaya sebagai haqq yang berasal dari Dzat yang Maha Haqq. Tidak sama sekali terbayangkan oleh kelompok terakhir untuk melestarikan penindasan terhadap perempuan, seperti selama ini dituduhkan. Lantas wacana tafsir manakah yang betul-betul mencerminkan nilai-nilai al-Quran? Kedua belah pihak akan mendaku diri sebagai yang paling sesuai. Satu hal jelas, yang semestinya dilawan barangkali bukan penafsiran itu, sebab setiap orang berhak untuk berpolemik secara ilmiah. Yang perlu dimusuhi sebetulnya adalah pikiran-pikiran jahat, entah itu penindasan maupun eksploitasi perempuan, yang sama-sama beroperasi di sebalik kedua narasi.
Kata Kunci: Gender, Tafsir Maudhu’i
Abstract: This article with the title Gender in Maudhu\u27I Tafsir Review seeks to trace the history and methodological assumptions that build both meta-narratives (discourse of gender equality and harmony). In the next section, a number of controversial verses related to the issue of gender justice will be presented, along with outline interpretations of the two camps of discourse, accompanied by the author\u27s analysis referring to the Worlview theory introduced by Hamid Fahmi Zarkasyi. The method used in this study uses a library research method or approach. Literature study can be interpreted as a series of activities relating to methods of collecting library data, reading and taking notes and processing research materials. The findings of this study indicate that the discourse of gender justice has become a tug of war between two major camps in Islam: the camp of equality and the camp of harmony. The harmony camp only wants a pattern of interpretation that is considered gender-unbiased, no matter how much they ignore theological aspects, while the harmony camp believes that they must maintain ashalah (authenticity) because this religion is believed to be haqq that comes from the Supreme Haqq. The last group never imagined to perpetuate oppression of women, as it has been alleged. So which interpretive discourse truly reflects the values of the Koran? Both parties will claim to be the most compatible. One thing is clear, perhaps not that interpretation should be challenged, because everyone has the right to polemicize scientifically. What really needs to be hostile to is evil thoughts, be it oppression or exploitation of women, which both operate behind the two narratives.
Keywords: Gender, Tafsir Maudhu’i
 
Layanan Konseling Kelompok Dalam Mengembangkan Rasa Percaya Diri Anak Terlantar (Studi Kasus di Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan): Layanan Konseling Kelompok Dalam Mengembangkan Rasa Percaya Diri Anak Terlantar (Studi Kasus di Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan)
Abstrak: Penelitian ini bertujuan memberikan pemaparan penerapan layanan konseling kelompok dengan teknik sosiodrama dalam membantu mengembangkan rasa percaya diri pada anak terlantar di PSR-GPODGJ Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan. Analisis awal mengetahui gambaran awal bagaimana rasa percaya diri yang dimiliki anak terlantar di panti, dan melakukan penerapan layanan konseling kelompok dengan teknik sosiodrama dalam mengembangkan rasa percaya diri. Penelitian ini termasuk dalam jenis fiel research dan bersifat deskriptif kualitatif dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi, dalam penelitian ini jumlah responden adalah 7 orang, lima anak terlantar dan dua orang staf Panti Sosial Rehabilitasi Gelandangan Pengemis Orang Dalam Gangguan Jiwa Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan. Teknik sampling yang digunakan adalah purposiv sampling, purposive sampling adalah metode yang digunakan untuk menetapkan responden yang akan dijadikan subjek berdasarkan kriteria. Dan pengelolaan datanya dilakukan dengan mereduksi data, penarikan data penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan perubahan positif yang terjadi pada anak terlanatar, dari 15 indikator yang digunakan setelah penerapan teknik sosiodrama 13 indikator telah terpenuhi terkecuali rasa trauma dan latar belakang pendidikan yang dimiliki anak terlantar, artinya, rasa percaya diri anak terlantar di Panti Sosial Rehabilitasi Gelandangan Pengemis Orang Dengan Gangguan Jiwa Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan mampu dikembangkan dengan penerapan layanan konseling kelompok menggunakan teknik sosiodrama.
Kata kunci: teknik sosiodrama, konseling kelompok
Abstract: This study aims to provide an explanation of the application of group counseling services with sociodrama techniques to help develop self-confidence in neglected children in the PSR-GPODGJ Social Service of South Sumatra Province. The preliminary analysis finds out the initial picture of how self-confidence the neglected children have in the orphanage, and applies group counseling services with sociodrama techniques in developing self-confidence. This research is included in the type of field research and is qualitative descriptive by means of interviews, observation and documentation, in this study the number of respondents was 7 people, five neglected children and two staff members of the Social Home for Rehabilitation of Homeless Beggars with Mental Disorders, Social Service of South Sumatra Province. The sampling technique used was purposive sampling, purposive sampling was a method used to determine which respondents would be subject based on criteria. And data management is done by reducing data, drawing conclusions data. The results of this study indicate positive changes that occur in children who are neglected, of the 15 indicators used after the application of the sociodrama technique, 13 indicators have been fulfilled except for the sense of trauma and educational background of abandoned children, that is, the confidence of abandoned children at the Social Home for Rehabilitation of Homeless Beggars. People with Mental Disorders Social Service Office of South Sumatra Province can be developed by implementing group counseling services using sociodrama techniques.
Keywords: sociodrama technique, group counselin
Analisis Makna Kematian: Sebuah Perspektif Konseptual Menurut Imam Ghazali: Analisis Makna Kematian: Sebuah Perspektif Konseptual Menurut Imam Ghazali
Abstract: In fact, every living thing will surely die. Death is something that needs to be understood as something that will definitely happen so that humans can live life well so they can face death with full readiness. This study aims to understand the meaning of death according to Imam Ghazali. This research is a type of research study literature or library (library research). The data collection technique is to use documentation. The results show that (a) death is a condition when the spirit begins to separate from the body, (b) the virtue of remembering death is that it can increase human fear of Allah. so that they can continue to prepare themselves to welcome death, (c) death\u27s sakaratul is divided into 3 phases of disaster namely the terrible pain when life is taken away, witnessing death angels that can create fear and fear in the heart for a year, and immoral practitioners who will witness the hell where they returned and they too felt very scared, and (d) the condition of humans in the grave that is alone in a dark place, filled with worms, and the conditions that humans get are in accordance with the deeds of deeds in the world.
Keywords: Death analisys, Imam al-Ghazali
Abstrak: Sejatinya, setiap yang hidup pasti akan mati. Kematian adalah sesuatu hal yang perlu dipahami sebagai sesuatu yang pasti akan terjadi agar manusia dapat menjalani kehidupan dengan baik sehingga dapat menghadapi kematian dengan penuh kesiapan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna kematian menurut Imam Ghazali. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literature atau kepustakaan (library research). Adapun teknik pengumpulan data yakni dengan menggunakan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) kematian merupakan suatu keadaan saat ruh mulai berpisah dari jasad, (b) keutamaan meningat kematian yakni dapat bertambahnya rasa takut manusia kepada Allah swt. sehingga dapat terus mempersiapkan diri untuk menyambut kematian, (c) sakaratul maut terbagi menjadi 3 fase bencana yakni rasa sakit yang begitu dahsyat ketika nyawa dicabut, menyaksikan malaikat maut yang dapat menciptakan rasa gentar dan takut dalam hati selama setahun, serta para pelaku maksiat yang akan menyaksikan neraka tempat mereka kembali dan merekapun sangat merasa ketakutan, serta (d) keadaan manusia dialam kubur yakni sendirian di tempat yang gelap, dipenuhi cacing, serta keadaan yang didapatkan manusia adalah sesuai dengan amal perbuatannya di dunia.
Kata kunci: Analisis kematian, Imam al-Ghazal
Konsep Dakwah Nir-Radikalisme Perspektif Syaikh Ali Mahfudz: Konsep Dakwah Nir-Radikalisme Perspektif Syaikh Ali Mahfudz
Abtract: This paper aims to explore the concept of non-radicalism da’wah initiated by Ali Mahfudz. Although Ali Mahfudz did not explicitly say in his magnum opus, that the concept of da’wah refers to the method of non-radicalism da’wah, the author sees many indications that support the concept. In conducting research, the authors use qualitative-library research with content analysis methods. In analyzing the data, the writer uses the indicator of non-radicalism da’wah formulated by Yusuf al-Qaradawi. The results obtained in this paper are (1) the concept of non-radicalism da’wah embodied through three major conceptions, namely mauidzah (tadzkir and qissah), isryad, and khitabah in which there are explanatory explanations about the importance of gentleness, wisdom, grace, be patient, and always follow the way of the Prophet\u27s da’wah in the Koran which includes wisdom, mauidzah hasanah, and debate in the best way, (2) a preacher must balance between the use of revelation and reason, (3) in matters that are khilafiyah, Ali Mahfudz just explained it, without forcing the reader to be fanatical about one understanding, such as the law for someone who does not get da\u27wah based on the Muktazilah, Asy\u27ariyah, and al-Maturidiyah understandings, (4) permitting the use of israiliyyat as da’wah material, the use of takwil in interpreting the verse mutasyabihat, and the suggestion to refer the theologians (mutakallimin) in da’wah, (5) dynamism in his da’wah was allegedly caused by the transformation of religious experience from the Syafi\u27i school to the Hanafi school of thought.
Keywords: Da’wah; Ali Mahfudz; Non-Radicalism ; Mu’idzah; Irsyad; Khitabah.
Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk mengeskplore konsep dakwah nir-radikalisme yang digagas oleh Ali Mahfudz. Meskipun secara eksplisit Ali Mahfudz tidak mengatakan di dalam magnum opusnya, bahwa konsep dakwahnya merujuk pada metode dakwah nir-radikalisme, penulis melihat banyak sekali indikasi yang mendukung konsep tersebut. Dalam melakukan penelitian, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif pustaka dengan metode analisis konten. Dalam menganalisa data, penulis menggunakan indikator dakwah nir-radikalisme yang dirumuskan oleh Yusuf al-Qardhawi. Adapun hasil yang didapatkan dalam tulisan ini adalah (1). Konsep dakwah nir-radikalisme terejawantahkan melalui tiga konsepsi besar, yakni mauidzah (tadzkir dan qissah), isryad, dan khitabah yang di dalamnya terdapat repitisi penjelasan tentang pentingnya lemah lembut, bijaksana, lapang dada, sabar, dan selalu mengikuti cara dakwah rasul di dalam Alquran yang meliputi hikmah, mauidzah hasanah, dan perdebatan dengan cara yang paling baik, (2). Seorang pendakwah harus menyeimbangkan antara penggunaan wahyu dan akal, (3). Dalam hal yang bersifat khilafiyah, Ali Mahfudz hanya sekedar memaparkan saja, tanpa memaksa pembaca untuk fanatik terhadap satu paham, seperti hukum bagi seseorang yang tidak mendapatkan dakwah yang didasarkan pada paham Muktazilah, Asy’ariyah, dan al-Maturidiyah, (4). Diperbolehkannya penggunaan israiliyyat sebagai materi dakwah, penggunaan takwil dalam memaknai ayat mutasyabihat, dan anjuran untuk merujuk para pakar teologi (mutakallimin) dalam berdakwah, (5). Kedinamisan beliau dalam berdakwah disinyalir disebabkan transformasi pengalaman keagamaan dari madzhab Syafi’i menuju madzhab Hanafi.
Kata kunci: Dakwah Ali Mahfudz; nir-radikalisme; mu’idzah; irsyad; khitabah.
 
Peran Keluarga Orang Tua Kepada Anak Balita Dalam Membentuk Karakter (Studi Pada Orang Tua Pemula): Peran Keluarga Orang Tua Kepada Anak Balita Dalam Membentuk Karakter (Studi Pada Orang Tua Pemula)
Abstract: The article with the title \u27The Role of Parents\u27 Families To Toddlers in Forming Character (Study of Beginner Parents),\u27 aims to 1) Analyze the patterns of communication that parents make to their children, 2) Analyze the use of verbal and nonverbal communication by parents to toddlers. 3) looking for communication models carried out by parents to toddlers. The method used in this study is a qualitative descriptive approach to in-depth interviews with toddler parents. Conclusion Parent to child communication patterns are influenced by protective patterns with pluralistic patterns as well as the combination of protective patterns with consensual patterns. Parental verbal communication to children in parenting uses words that are easily understood by children, gentle, firm. nonverbal communication of parents to children hugging children when invited to other family homes, invited to go to a place of recreation. Model of family communication from parents between father and mother there are differences in the family communication model of family communication conducted by fathers using protective and laizzer-fair patterns, while the family communication model conducted by mothers uses modification or combination.
Keywords: Family role; interpersonal communication.
Abstrak: Artikel dengan judul ‘Peran Keluarga Orang Tua Kepada Anak Balita Dalam Membentuk Karakter (Studi Pada Orang Tua Pemula),’ ini bertujuan untuk 1) Menganalisis Pola komunikasi yang dilakukan orang tua kepada anak, 2) Menganalisis penggunaan komunikasi verbal dan nonverbal yang dilakukan orang tua kepada anaka balita. 3) mencari model komunikasi yang dilakukan oleh orang tua kepada balita. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan wawancara mendalam kepada orang tua balita. Kesimpulan Pola komunikasi orangtua kepada anak a dipengaruhi oleh pola protektif dengan pola pluralistik juga gabungan pola protektif dengan pola konsensual, Komunikasi verbal orangtua kepada anak pada pola pengasuhan menggunakan kata yang mudah difahami anak, lemah lembut, tegas. komunikasi nonverbal orangtua kepada anak memeluk anak saat diajak kerumah keluarga lain, diajak jalan ketempat rekreasi. Model komunikasi keluarga dari orangtua antara ayah dan ibu terdapat perbedaan dalam model komunikasi keluarga komunikasi keluarga yang dilakukan oleh ayah lebih mengunakan pola protektif dan laizzer-fair, sedangkan model komunikasi keluarga yang dilakukan oleh ibu lebih mengunakan modifikasi atau gabungan.
Kata kunci: Peran keluarga; komunikasi interpersonal.
 
Demokrasi Dalam Islam: Tinjauan Tafsir Maudhu’i: Demokrasi Dalam Islam: Tinjauan Tafsir Maudhu’i
Abstrak: Kajian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana demokrasi dalan tinjauan Islam khususnya dalam kajian tafsir maudhu’i. Dengan menggunakan pendekatan studi pustaka (library research), artikel ini berusaha mempertemukan antara konsep Islam yang oleh sebagian ulama dikatakan mempunyai sistem politik tersendiri yang lengkap, sempurna dan menyeluruh, namun disatu sisi dihadapkan pada kenyataan seolah sistem demokrasi yang saat ini dianggap sebagai sistem politik terbaik, diterima dan dipakai di seluruh dunia. Secara normatif doktriner, dalam ajaran Islam terdapat prinsip-prinsip dan elemen dalam demokrasi, meskipun secara generik, global tidak sepenuhnya disetujui para ulama dan masih menjadi perdebatan yang panjang. Prinsip dan elemen-elemen demokrasi dalam ajaran Islam itu adalah: as-syura, al-‘adalah, al-amanah, al-masuliyyah dan al-hurriyyah. Realitas dalam sebuah negara pernah diterapkan pada masa Nabi Muhammad dan khulafaurrasyidin adalah syumuliyatul Islam dan demokrasi hanyalah sebagian kecil dari lengkapnya sistem politik Islam yang sempurna dan telah dipraktikkan namun tebum terteorikan.
Kata kunci: Demokrasi Islam, Tafsir Maudhu’i
Abstract: This article aims to analyze how democracy in Islamic views, especially in the study of tafsir maudhu\u27i. By using a library research approach, this article seeks to bring together the concept of Islam which is said by some scholars to have its own complete, perfect and comprehensive political system, but on the one hand it is faced with the reality as if the democratic system is currently considered the best political system. , accepted and used throughout the world. In doctrinaire normative terms, in Islamic teachings there are principles and elements in democracy, although generically, globally it is not fully approved by the scholars and is still a long debate. The principles and elements of democracy in Islamic teachings are: as-shura, al-\u27adalah, al-amanah, al-masuliyyah and al-hurriyyah. The reality in a country that was applied at the time of Prophet Muhammad and khulafaurrasyidin is syumuliyatul Islam and democracy is only a small part of the complete Islamic political system that is perfect and has been practiced but can be theoretical.
Keywords: Islamic Democrazy, Tafsir Maudhu’
Nilai -Nilai Pendidikan dan Dakwah Muhammad al-Fatih Sebagai Penakluk Konstantinopel: Nilai -Nilai Pendidikan dan Dakwah Muhammad al-Fatih Sebagai Penakluk Konstantinopel
Abstract: Abstract: Paper entitled ‘Educational Values and Da\u27wah of Muhammmad Al-Fatih as Conqueror of Constantinople’, this aims to analyze various histories about the role of Muhammad Al-Fatih in the conquest of Constantinople. By using a library research approach (library research) sourced both from books, journals and the internet, the method used in this research is a historical analysis method that can be interpreted as a research method and writing history with systematic methods, procedures or techniques in accordance with the principles the principles and rules of history. The historical method is divided into four groups of activities, namely heuristics, namely the activity of collecting historical sources, criticism (verification), namely examining the sources that are true, both form and content, interpretation, which is to establish the meaning and interrelation of verified facts. , and then is historiography, namely the presentation of the results of the synthesis obtained in the form of a historical story. The findings of this article in the form of educational values and preaching from the character of Muhammad Al-Fatih are important for us examples of which are very love for Islamic law, the practice of the Qur\u27an and sunnah, the spirit of jihad is strong, mentally strong, not discouraged, sincere, always praying, close to Allah SWT.
Keywords: Character education; Muhammmad Al-Fatih.
Abstrak: Makalah dengan judul ‘Nilai–Nilai Pendidikan dan Dakwah Muhammmad Al-Fatih Sebagai Penakluk Konstantinopel’, ini bertujuan untuk menganalisis berbagai sejarah seputar peranan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel. Dengan menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research) yang bersumber baik dari buku, jurnal maupun internet, metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis sejarah yang dapat diartikan sebagai metode penelitian dan penulisan sejarah dengan cara, prosedur atau teknik yang sistematik sesuai dengan asas-asas dan aturan ilmu sejarah. Metode sejarah terbagi atas empat kelompok kegiatan yaitu heuristik yaitu kegiatan menghimpun sumber-sumber sejarah, kritik (verifikasi) yaitu meneliti sumber-sumber itu sejati, baik bentuk maupun isinya, interpretasi yaitu untuk menetapkan makna dan saling-hubungan dari fakta-fakta yang telah diverifikasi, dan kemudian adalah historiografi yaitu penyajian hasil sintesis yang diperoleh dalam bentuk suatu kisah sejarah Hasil temuan dari artikel ini berupa nilai pendidikan dan dakwah dari ketokohan Muhammad Al-Fatih yang penting kita contoh diantaranya sangat cinta kepada syariat Islam, amalan Al-qur’an dan sunnah, semangat jihad yang kuat, kuat mental, tidak putus asa, ikhlas, selalu berdo’a, dekat dengan Allah SWT.
Kata kunci: Pendidikan karakter; Muhammmad Al-Fatih.