Wardah : Jurnal Dakwah dan Kemasyarakatan
Not a member yet
241 research outputs found
Sort by
Syair-Syair Kemas Azhari al-Palimbani Dalam Kitabnya Badi’ al-Zaman Fi Bayan A’qaid al-Iman: Analisis Tentang Tujuan Dakwah
Abstract: Kemas Azharai al-Palimbani besides being a scholar and writer, he is also a poet. The poems he wrote are usually listed at the beginning or end of the book he wrote, such as those found in the book Badi\u27 al-Zaman Fi Bayan A\u27qaid al-Iman. the objectives of da\u27wah are: the essential purpose of da\u27wah, the specific objectives and the general objectives of da\u27wah.Kemas Azharai al-Palimbani selain sebagai seorang Ulama dan penulis, ia juga seorang Penyair. Syair syair yang ditulisnya biasanya dicantumkan pada bagian awal atau akhir dari kitab yang dikarangnya, seperti yang terdapat pada kitab Badi’ al-Zaman Fi Bayan A’qaid al-Iman.Dalam persfektif dakwah syair syair yang ia tulis pada kitab tersebut mengandung beberapa tujuan dari tujuan tujuan dakwah yaitu : tujuan hakiki dakwah, tujuan khusus dan tujuan umum dakwah
Profesionalisme Dai di Era Society 5.0: Mengulas Profil dan Strategi Pengembangan Dakwah
Artikel ini bertujuan untuk memaparkan dan menjelaskan tentang pentingnya upaya peningkatan profesionalisme dai dalam menghadapi era society 5.0. Ada dua tantangan besar yang dihadapi masyarakat Indonesia, yakni era revolusi industri 4.0 dan era society 5.0. Hadirnya dua peradaban baru tersebut memunculkan trend baru dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi, sehingga masyarakat Indonesia mudah mendapatkan informasi. Masyarakat juga dapat mengakses internet dengan bebas dan saling terkoneksi dengan cepat. Dampaknya, terjadi infiltrasi budaya asing dan tersebarnya paham keagaaman yang bertolakbelakang dengan kepribadian bangsa. Kondisi tersebut menuntut para dai untuk dapat mengembangkan dakwah yang lebih transformatif, responsif, dan adaptif. Artikel ini diperkuat dengan penelitian kualitatif yang bersifat studi pustaka dengan pendekatan deskriptif. Beberapa sumber data dari berbagai literatur mempertajam analisa mengenai profesionalisme dai di era society 5.0. Setidaknya ada sembilan kompetensi yang dapat meningkatkan profesionalisme dai di era ini, diantaranya; creative, critical thinking, leadership, digital literacy, emotional intelligence, entrepreneurship, global citizenship, problem solving, dan team working. Profil daisebagai komunikator dan konten kreator mutlak diperlukan, karena tingginya aksesbilitas masyarakat terhadap konten media sosial
Komunikasi Islami Terhadap Kepuasan Pengguna Sekolah Islam Terpadu
Penelitian ini dilakukan untuk dapat menemukan pengaruh komunikasi islami terhadap kepuasaan pengguna/stockholder pada sekolah islam terpadu. Tujuan penelitian ini menjelaskan adanya implikasi Komunikasi Islami pada lembaga pendidikan islam. Penelitian ini dilakukan untuk menguji secara empirik dan menemukan fakta-fakta serta menguji secara ilmiah tingkat kepuasaan yang dicapai dalam terhadap komunikasi islami sistim pendidikan islam di sekolah islam terpadu, dengan menggunakan etika komunikasi islamdan teori kepuasaan.Metode penelitian yang digunakan adalah explanatory survey method, dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa dan wali murid pada sekolah islam terpadu di kota Palembang. Penarikan sampel penelitian ini menggunakan teknik teknik purposivesamplingdan Cluster Random Sample,untuk menghitungukuran sampel dari populasi peneliti memakai cara, cross sectional. Pengumpulan data penelitian menggunakan angket yang dikumpulkan dari responden dengan ukuran sampel sebanyak 384 responden. Analisis data menggunakan analisi deskripsi Regresi Sederhana.Hasil penelitian terungkap bahwa: “adanya pengaruh tingkat kepuasaan dalam penggunaan komunikasi pada sekolah islam terpadu . Konsep baru yang dikemukakan dari hasil penelitian ini, terungkap bahwa “kepuasaan sangat berpengaruh terhadappengguna komunikasi islami pada sekolah islam terpadu
Urgensi Peace Guidance dalam Dakwah untuk Mencegah Radikalisme
Dakwah memiliki makna bagaimana seseorang individu dengan berbagai latar belakang, adat-istiadat maupun budaya, serta konsep pemahaman yang berbeda agar dapat saling bermanfaat bagi sesamanya. Keberagaman pemahaman dapat menjadi sumber permasalahan bagi harmonisasi dalam menjalani hidup, khususnya paham radikalisme. Pencegahan radikalisme dalam proses dakwah menjadi tantangan yang harus dapat dicermati dan dipahami secara konsisten oleh para da’I dengan segala metode pendekatan dakwah yang ada. Salah satunya yakni dengan menggunakan pendekatan peace guidance. Peace guidance yakni bimbingan yang mengutamakan kedamaian sebagai anjuran, ajakan serta arahan agar dapat membantu mencapai kedamaian dalam hidupnya. Peace guidance berawal dari keilmuan peace education sebagai akar pembahasannya. Tujuan penelitian ini merupakan pengembangan metode dakwah dalam layanan bimbingan dan konseling Islam, yakni dengan menggunakan pendekatan peace guidance untuk mencegah paham radikalisme. Hasil penelitian ini diharapkan agar dakwah dengan menggunakan metode peace guidance dapat berperan aktif dalam mencegah radikalisme
Dakwah Humanis dalam Lintasan Sejarah Islam
Dakwah adalah kegiatan mengajak dan menyeru manusia untuk mengenal Allah yang termanifestasi dalam al-quran dan hadist. Sedangkan humanisme adalah aliran filsafat yang menyatakan bahwa tujuan pokok yang dimilikinya adalah untuk keselamatan dan kesempurnaan manusia. Dakwah humanis bisa dikatakan dakwah yang menampilkan sikap-sikap kemanusiaan dan menjadikan manusia sebagai obyek yang harus dihargai, diberi keadilan, kesejahteraan dan diberik sikap-sikap penghormatan sebagai ciptaan Allah Swt. Dalam lintasan sejarah Islam, Nabi Muhammad Saw adalah role model utama sebagai penunjuk arah dakwah humanis. Sikap Nabi Muhammad yang penuh dengan kasih sayang, cinta dan menunjukkan keteladanan paling baik hingga saat ini, menjadikan Islam yang dibawanya sebagai agama yang humanis. Para penerusnya pun baik dari kalangan khulafaurrasyidin yang pada tulisan ini diwakili oleh Umar bin Khattab, pada Dinasti Umayyah bisa dilihat sikap luhur Umar bin Abdul Aziz serta masa Dinasti Abbasiyah, Harun Al-Rasyid menjadi sentral untuk dakwah humanis. Islam dalam sejarahnya hingga kini berhasil dengan gemilang tampil di dunia sebagai agama yang menjunjung tinggi kemanusiaan, keadilan, dan egaliter, hal itu terus berjalan disampaikan para pendakwah dengan sangat humanis tentu tidak terlepas pada panduan utama Al-qur’an dan hadist
Strategi Komunikasi Persuasif OJESA (Ojek Sahabat Wanita) Palembang dalam Meningkatkan Loyalitas Konsumen di Era Pandemi Covid-19
Penelitian ini berjudul “Strategi Komunikasi Persuasif Ojesa (Ojek Sahabat Wanita) Palembang Dalam Meningkatkan Loyalitas Konsumen Di Era Pandemi Covid19”. Strategi komunikasi persuasif adalah suatu proses perencanaan untuk mempengaruhi pendapat, sikap dan tindakan komunikan menggunakan manipulasi psikologis sehingga komunikan tersebut bertindak seolah keinginannya sendiri. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah theory of reasoned action (Teori tindakan beralasan). Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi persuasif Ojesa dalam meningkatkan loyalitas konsumen di era pandemi Covid-19 dan untuk mengetahui apasaja faktor penghambat dan pendukung komunikasi persuasif Ojesa dalam meningkatkan loyalitas konsumen di era pandemi Covid-19. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang mendapatkan informasi melalui teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini dapat dilihat dari customer yang merasa senang, nyaman, dan puas dalam menggunakan Ojesa. Strategi tersebut sangat efeketif dalam mengubah pendapat, sikap dan tindakan konsumen Ojesa. Dengan adanya strategi komunikasi persuasif berupa tindakan beralasan, maka tidak hanya Ojesa yang mendapat loyalitas konsumen, tetapi konsumen Ojesa juga merasa Ojesa memberikan pelayanan yang lebih dari nyaman kepada konsumen
Konsep Islam Melayu dan Islam Nusantara
Istilah-istilah yang berkembang di masyarakat mengenai Islam di antaranya adalah istilah “Islam Melayu” dan “Islam Nusantara”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsep Islam Melayu dan Islam Nusantara. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan (library research). Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tekni dokumentasi. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa Islam Melayu merupakan identitas keislaman yang terdapat pada masyarakat melayu yang berasal dari Asia Tenggata seperti Indonesia, Brunei, Malaysia, Filipina Selatan, serta Thailand Selatan yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam. Adapun, karakterisitik dari Islam Melayu yaitu religius, sopan, toleransi, bermoral tinggi, berperasaan halus dan lain-lainnya. Adapun Islam sangat berpengaruh pada peradaban Melayu di antaranya pada bidang ketuhanan; kemanusiaan; persatuan dan kesatuan; sistem musyawarah; kemerataan, kerajaan Islam; pendidikan; bahasa, sastra, dan huruf Arab Melayu; seni ukir dan arsitektur, musik dan tari; ekonomi; dan adat istiadat. Di sisi lalin, Islam Nusantara memiliki dua makna yang berbeda. Yang pertama adalah Islam yang terdapat di Nusantara dan yang kedua adalah Islam yang memiliki sifat Nusantara. Akan tetapi, pada dasarnya walaupun pengertiannya Islam yang terdapat di Nusantara, namun unsur-unsur yang ada di nusantara tentu juga akan berkaitan juga. Islam nusantara memiliki karakteristik seperti tasamuh (toleransi), tawasuth (moderat), tawazun (tolong menolong), belas kasih, perdamaian, hidup secara harnomi serta menjaga silaturahim dan lain sebagainya. Sedangkan pilar-pilar dari Islam nusantara ialah pemikiran (fikrah), gerakan, dan amaliah. Pengaruh Islam nusantara terhadap Indonesia yaitu dapat berdampak bagi kemajuan bangsa dan memajukan peradaban Islam secara menyeluruh dengan cara mengaplikasikan Islam yang damai, harmonis serta humanis
Strategi Dakwah Lembaga Dakwah Ma’had Izzuddin (LDMI) Dalam Menyebarkan Ajaran Agama Islam Melalui Akun Facebook
Penelitian ini berjudul “Strategi Dakwah Lembaga Dakwah Ma’had Izzuddin) dalam Menyebarkan Ajaran Agama Islam Melalui Akun facebook”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi objektif dakwah Lembaga Dakwah Ma’had Izzuddin dan strategi dakwah yang diterapkan oleh Lembaga Dakwah Ma’had Izzuddin dalam menyebarkan ajaran agama Islam melalui akun facebook.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini diambil dari sumber primer yaitu Ketua Yayasan Ma’had Izzuddin, Manager Lembaga Dakwah Ma’had Izzuddin, dan IT Lembaga Dakwah Ma’had Izzuddin. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang didapatkan kemudian dianalisis dan disimpulkan agar lebih jelas dan terperinci menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman dengan siklus mulai dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kondisi objektif dakwah sesuai fakta yang ada dilapangan Lembaga Dakwah Ma’had Izzuddin telah melaksanakan beberapa program dakwah, yaitu: dirosah Islamiah, ber-bqu (berantas buta Al-Qur’an), LDMI Peduli, ngobras (ngobrol santai), percis (paket racikan Islami), PSBA (Program Solusi Belajar Al-Qur’an Untuk Anak-Anak), safari dakwah, fikroh keislaman, rekaman Al-Qur’an 30 juz dan quotes Islami. Sedangkan strategi dakwah yang dilakukan Lembaga Dakwah Ma’had Izzuddin menggunakan tiga tahapan. Pertama, tahap perencanaan yang meliputi perencanaan program dakwah, menetapkan media dakwah yang optimal dalam penyampaian pesan dakwah, sasaran dakwah, perencanaan peralatan dan studio sebagai tempat produksi program dakwah. Kedua, pelaksanaan program, isi konten, kualitas gambar dan suara, menghadirkan narasumber yang berkompeten, peningkatan penonton dan ketiga melakukan evaluasi strategi dakwah Lembaga Dakwah Ma’had Izzuddin dalam menyebarkan ajaran agama Islam
Kemampuan Komunikasi Pustakawan dalam Layanan Informasi di Perpustakaan
Perpustakaan sebagai sumber informasi memiliki strategi penting dan memiliki peluang yang cukup besar dalam bidang kepustakawanan dan diseminasi informasi. Seiring dengan kehidupan masyarakat yang berkembang pesat, perpustakaan harus tanggap terhadap kebutuhan akan informasi. Oleh karena itukomunikasi merupakan hal yang tidak kalah pentingnya dalam ilmu perpustakaan. Dalam sebuah komunikasi akan terdapat unsur yaitu siapa yang menyampaikan, apa yang disampaikan, melalui saluran apa, kepada siapa, dan apa pengaruhnya, ini semua berkaitan dengan kegiatan di perpustakaan khususnya pada layanan informasi yang tidak lain langsung berhadapan dengan pengguna.Komunikasi yang digunakan dalam layanan informasi adalah komunikasi interpersonal dimana komunikasi dengan yang melibatkan orang lain, meliputi sikap empati, keterbukaan, mendukung, positif, dan kesetaraan. Semua lembagaapalagi bagi pustakawan yang memiliki tugas luar biasa dalam melayani pengguna haruslah memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, jika pustakawan memiliki keahlian dan pandai berkomunikasi, maka terciptalah citra positif bagi pengguna itu sendiri dan pengguna menunjukkan sikap positif terhadap pustakawan.Oleh karena itu, semakin baik komunikasi maka semakin baik pula pelayanan dan penyampaian informasi dalam memenuhi kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh para pengguna di perpustakaan
Analisis Dampak Penyakit Hasad Bagi Manusia Ditinjau Dari Perspektif Islam
Hasad merupakan sifat tercela yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Hasad dapat menghadirkan berbagai penyakit di dalam tubuh dan dapat mengikis pahala kebaikan dari seseorang. Oleh karena itu, manusia hendaknya selalu berusaha dan berdoa kepada Allah swt. agar mendapat perlindunganNya untuk terhindar dari sifat buruk ini. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai analisis dampak penyakit hasad bagi manusia ditinjau dari perspektif Islam. Hasil pembahasan dari tulisan ini dampak dari penyakit hasad bagi manusia meliputi dampak fisik seperti gangguan pada kelenjar pankreas, insomnia, letih, capek dan lain sebagainya. Selain itu, dampak dari penyakit hasad dapat berupa dampak psikis, misalnya sedih, merana, merasa tersiksa, tercabik-cabik dan penuh amarah. Selanjutnya, dampak sosial dari sifat hasad dapat meliputi hubungan sosial dengan orang lain menjadi tidak harmonis, terjadinya perselisihan, atau bahkan kehidupan sosialnya dapat menjadi lebih suram lagi karena harus berada di dalam jeruji besi penjara. Terakhir, yang paling utama adalah dampak sifat hasad terhadap kondisi keimanan seseorang di mana hasad dapat berdampak pada lenyapnya pahala kebaikan dari seseorang, dapat menyebabkan ketidaksempurnaan dari iman seseorang dan lain sebagainya