Wardah : Jurnal Dakwah dan Kemasyarakatan
Not a member yet
    241 research outputs found

    Komunikasi Pemasaran “Ruang Selaras” Dalam Membangun Brand Image Di ERA 5.0

    Full text link
    Komunikasi Pemasaran merupakan hal yang harus dilakukkan perusahaan ataupun pengusaha, sama halnya dengan produk Ruang Selaras. Komunikasi pemasaran ruang selaras menggunakan beberapa cara  yakni Advertising, Direct Marketing, dan Sales Promotion. Selain itu Ruang Selaras juga melakukan komunikasi dari yang paling dekat lewat keluarga, teman-teman, relasi yang lebih luas lainnya. Dalam komunikasi pemasaran Ruang Selaras juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk memperkenalkan karya atau produk yang dihasilkan, hingga menemukan konsumen lewat postingan-postingan Tim Ruang Selaras di berbagai media sosial mereka. Ruang Selaras membangun Brand Image di Kota Parepare dengan mengedapankan kualitas produk yang terjaga, harga yang sesuai dengan hasil yang diinginkan, serta masa produksi yang terbilang cepat untuk sebuah project yang dipercayakan kepada mereka.Komunikasi Pemasaran merupakan hal yang harus dilakukkan perusahaan ataupun pengusaha, sama halnya dengan produk Ruang Selaras. Komunikasi pemasaran ruang selaras menggunakan beberapa cara  yakni Advertising, Direct Marketing, dan Sales Promotion. Selain itu Ruang Selaras juga melakukan komunikasi dari yang paling dekat lewat keluarga, teman-teman, relasi yang lebih luas lainnya. Dalam komunikasi pemasaran Ruang Selaras juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk memperkenalkan karya atau produk yang dihasilkan, hingga menemukan konsumen lewat postingan-postingan Tim Ruang Selaras di berbagai media sosial mereka. Ruang Selaras membangun Brand Image di Kota Parepare dengan mengedapankan kualitas produk yang terjaga, harga yang sesuai dengan hasil yang diinginkan, serta masa produksi yang terbilang cepat untuk sebuah project yang dipercayakan kepada mereka

    Pola Bimbingan Individu Dalam Belajar Membaca Al-Qur’an Anak Usia Dini di TPQ Bustanu ‘Usysyaqil Qur’an Lesmana, Ajibarang, Banyumas

    Full text link
    Penelitian ini dilatar belakangi untuk mengkaji lebih dalam pola pembinaan individu dalam membaca Al-Qur’an khususnya pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menjelaskan pola pembinaan individu dalam membaca Al-quran di TPQ Bustanu ‘Usysyaqil Qur’an Lesmana, Ajibarang, Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode penelitian lapangan dengan menggunakan berbagai sumber data di lapangan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pola bimbingan individu yang diterapkan di TPQ Bustanu ‘Usysyaqil Qur’an memiliki kelebihan dan kekurangan terhadap perkembangan membaca Al Qur’an pada anak usia dini. Salah satu keuntungan dari bimbingan individu adalah guru memusatkan perhatian pada masalah siswa dan mencoba memberikan rangsangan untuk masalah itu

    ANALISIS KOMUNIKASI TERAPEUTIK DALAM PROSES HIPNOLANGSING DI MINDSLIM PROGRAM PALEMBANG

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis komunikasi terapeutik dalam proses hipnolangsing di MindSlim Program Palembang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menggunakan teknik wawancara dengan informan sebagai bentuk pencarian data dan dokumentasi yang kemudian peneliti analisis. Peneliti juga memakai teknik observasi sebagai cara untuk melengkapi data yang telah ditemukan. Terdapat empat fase komunikasi terapeutik dalam proses hipnolangsing di MindSlim program. Pertama fase pra interaksi dimana pada fase ini hipnoterapis mempersiapkan diri, mengeksplorasi perasaan, fantasi dan ketakutan diri. Membaca data tentang peserta grup terapi, mempersiapkan materi terapi, sound dan power point. Kedua fase perkenalan atau orientasi, grup terapi dibuka oleh pembawa acara, membacakan susunan acara dan memperkenalkan hipnoterapis.  Hipnoterapis memberi salam, memulai percakapan awal, meminta setiap peserta terapi memperkenalkan diri dan menyepakati masalah klien. Ketiga fase kerja, fase ini adalah inti proses hipnolangsing diantaranya Penjelasan hipnolangsing, tiga faktor utama penghambat melangsing, merubah keyakinan lama tentang melangsing, Installing protocol penurunan berat badan, terapi sugesti, self hypnosis. Keempat fase terminasi, fase terminasi pada proses hipnolangsing terdiri atas 2 bagian, yaitu terminasi sementara, fase ini merupakan akhir pertemuan antara hipnoterapis dan klien pada terapi hari pertama dan terminasi terakhir terjadi ketika akhir pertemuan antara hipnoterapis dan klien pada terapi hari kedua. Hal-hal yang dilakukan hipnoterapis pada fase terminasi yaitu evaluasi hasil terapi, melihat kemajuan hasil terapi, dan penjelasan terapi yang harus dilakukan di rumah

    PENERAPAN PENDIDIKAN SPIRITUAL PADA ANAK USIA DINI DALAM BUKU KOMIK 100 KEBIASAAN NABI

    Full text link
    The rise of education is currently faced with many cases of crime against children and adolescents, so that many become victims of violence, bullying, sexual abuse, and irregularities in the prevailing norms. Of course this is the duty of parents as first educators and teachers as educators in schools must be committed to overcoming and reducing current problems. The application of spiritual education is one of the efforts that needs to be instilled in early childhood. The application of spiritual education through children\u27s reading books in the form of the 100 Habits of the Prophet Comic by Wawan Kungkang and Straightedge Dw. The purpose of this study was to describe and analyze the spiritual education of children in the comic book 100 Habits of the Prophet. This research method uses library research in reviewing books for research materials. The data source is from the comic book 100 Habits of the Prophet, the data collection technique uses documentation. then, the data analysis is carried out in three stages through; (1) data reduction, (2) data presentation, (3) verification and conclusion. The results of this study indicate the application of spiritual education to children in the comic book 100 Habits of the Prophet by Wawan Kungkang and Straightedge Dw. Through advice in educating children, habits in educating children, and prohibitions in educating children

    Implikasi Teknologi Terhadap Pendidikan Islam di Era Globalisasi

    Full text link
    Abstract: In this era of globalization, people everywhere, including Indonesia, are deeply impacted by technological advances. Significant advances in information technology have enabled us to quickly access a vast array of content from around the world in this era of globalization. This relates to the study\u27s overall objective, which is to analyze the impact of current technology on Islamic education in a globalizing world. Due to the qualitative nature of this study, information is obtained through a survey of the relevant scholarly literature. Using this approach, authors can discover how technology affects schooling in the age of globalization. This analysis considers the contributions of community culture, materialistic individuals, educational privatization, and technological reliance. In this age of globalization, the education sector faces many challenges. These external causes and problems have both positive and negative effects. However, this permits Islamic schools to advance in sophistication, creativity, and innovation while keeping faithful to Islamic teachings.Kemajuan teknologi di era globalisasi ini tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat baik di Indonesia maupun di global. Berbagai informasi dari segala penjuru dunia mudah kita dapatkan karena berkembang pesatnya dunia teknologi informasi di era globalisasi saat ini. Hal ini berhubungan dengan tujuan penelitian, yaitu menemukan pengaruh teknologi terhadap pendidikan Islam di era globalisasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan datanya dikumpulkan melalui studi pustaka dari buku dn artikel ilmiah yang relevan.Dengan pendekatan ini penulis dapat menemukan bagaimana pengaruh teknologi terhadap pendidikan di era globalisasi. Pengaruh yang diteliti dalam penelitian ini antara lain perkembangan budaya masyarakat, masyarakat yang memiliki sikap hidup yang materialistik, privatisasi pendidikan, dan ketergantungan terhadap teknologi. Terdapat berbagai masalah dan tantangan yang di hadapi dunia pendidikan di era globalisasi. Pengaruh dan tantangan tersebut membawa bermacam dampak positif dan negatif. Akan tetapi, hal itu menjadikan pendidikan Islam lebih berkembang dengan adanya kreativitas dan inovasi yang sesuai dengan ajaran Islam

    Telaah Konseptual Komunikasi Transendental Dalam Perspektif Komunikasi Islam

    Full text link
    Abstract: This article discusses the interrelationship of transcendental communication as part of Islamic communication. Transcendental communication is part of communication practices that are never separated from the daily life of a Muslim in carrying out the commands of Allah SWT. By using a descriptive qualitative method, this paper presents a narrated study through the collection of data from relevant references. The results of the study show that transcendental communication in Islam can be carried out through various media known as rituals of worship, both obligatory worship and sunnah worship. Worship which describes the concept of transcendental communication in the practice of communication carried out by Muslims with Allah SWT. Transcendental communication in prayer can be likened to God as the receiver (communicant), while the actor acts as the sender of the message (communicator), the source is the perpetrators or the events experienced, the medium (channel) is prayer, (effect) is the peace of mind that we will get or other symbols and signs that God sends to humans. The focus of the discussion is on matters relating to the application of transcendental communication which is associated with worship behavior which is a means of communication with Allah SWT.  Artikel  ini membahas tentang keterkaitan komunikasi transendental sebagai bagian dari komunikasi Islam Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis konsep dan bentuk-bentuk komunikasi transendental dalam persepektif komunikasi Islam.                                                                                                                                                                                                                                                  Komunikasi transendental merupakan bagian dari praktik komunikasi yang tidak pernah terlepas dalam kehidupan sehari-hari seorang muslim dalam menjalankan perintah Allah Swt. Dengan menggunakan metode pendekatan deskriptif kualiatif, tulisan ini menyajikan kajian yang dinarasikan melalui pengumpulan data-data dari referensi yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi trasendental dalam Islam dapat dilakukan melalui berbagai macam media yang dikenal dengan ritual ibadah, baik ibadah wajib maupun ibadah sunnah. Ibadah yang mendeskripsikan konsep komunikasi transendental dalam praktik komunikasi yang dilakukan umat muslim dengan Allah Swt. Komunikasi trasendental dalam shalat dapat diibaratkan bahwa Tuhan adalah sebagai penerima (communican), sedangkan pelaku bertindak sebagai pengirim pesan (communicator), sumbernya (source) adalah dari para pelakunya atau kejadian yang dialami, medianya (channel) adalah shalat atau doa, (effect) adalah ketenangan jiwa yang akan kita dapatkan atau simbol-simbol dan tanda-tanda lainnya yang Tuhan kirimkan kepada manusia. Fokus pembahasannya mengenai hal-hal yang berkaitan dengan penerapan komunikasi transendental yang dikaitkan dengan perilaku ibadah yang menjadi sarana komunikasi dengan Allah Swt

    Strategi Penerapan Komunikasi Penyiaran Islam di Era Society 5.0

    Full text link
    Abstract: The development of information and communication which has moved rapidly in the globalization era has influenced the islamic broadcasting communication field, meanwhile islamic broadcasting communication were facing the challenges that need to be faced which is the emergence of Society 5.0. Society 5.0 is the real movement of the development of information and technology that is increasingly sophisticated. This development became a challenge for Islamic broadcasting communication field and all community layers. Therefore, the right breakthrough is needed to face the challenges of Society 5.0. The methodology of this research is a qualitative method using a library research approach. The technique of analyzing the data is an interactive analysis model of Miles and Huberman. The conclusion of this research was done deductively. From the results of the research, the method or strategy for implementing Islamic broadcasting communication in the era of Society 5.0 are firstly, to see the target using three approaches, namely, the religion-based mass media approach, religion group approach, and individual approaches through face-to-face communication or direct communication. The second strategy is using social mobilization. In this approach there are 2 (two) strategies that can be used, namely, lecture and discussion methods. Keywords: Society 5.0; islamic broadcasting communication; implementing strategyPerkembangan informasi dan komunikasi yang berjalan sangat pesat di era globalisasi tehnologi telah mempengaruhi bidang komunikasi penyiaran islam, sedangkan pada saat ini komunikasi penyiaran islam dihadapkan pada tantangan yang harus dihadapi yaitu munculnya Society 5.0. Society 5.0 merupakan gerakan nyata terhadap perkembangan informasi dan teknologi yang semakin canggih. Kemajuan tersebut menjadi tantangan tersediri bagi komunikasi penyiaran islam dan seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu dibutuhkan terobosan-terobosan yang paten untuk menghadapi Society 5.0. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan. Teknik analisis informasi/data menggunakan analisis interaktif model Miles dan Huberman. Penarikan kesimpulan dalam penelitian ini dilakukan secara deduktif. Dari hasil penelitian yang dilakukan maka cara atau strategi penerapan dari komunikasi penyiaran islam dalam era Society 5.0, pertama yaitu Melihat Sasaran yang harus dituju dengan menggunakan tiga pendekatan yaitu, pendekatan media massa yang berbasis agama, pendekatan kelompok agama, dan pendekatan individu bisa melalui komunikasi tatap muka atau komunikasi langsung. Kedua menggunakan social media. Dalam pendekatan ini ada 2 (dua) strategi yang dapat dilakukan yaitu, Metode ceramah dan diskusi. Kata Kunci: Society 5.0; komunikasi penyiaran islam; strategi penerapan

    Etika Komunikasi Media Sosial Perspektif Hadis (Kajian Living Sunnah)

    Full text link
    Komunikasi menjadi kebutuhan bagi umat manusia. Perkembangan teknologi informatika juga menuntun manusia untuk dapat berinteraksi dan berkomunikasi dalam ranah media sosial. platform jejaring sosial sebagai media komunikasi bukan hal yang asing di era ini. Perkembangan ini menimbulkan beragam masalah dan polemik baru. Meskipun merupakan media, esensi nilai dari etika komunikasi tidak dapat dikesampingkan dalam praktiknya. Islam juga memiliki perhatian besar dalam masalah etika komunikasi. Dengan pendekatan living sunnah, hadis-hadis seputar tema komunikasi dipaparkan dan pemahaman maknanya dikontekstualkan sehingga dapat diaplikasikan dalam praktiknya. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode pustaka, pengumpulan data dilakukan penulis dari sumber dari kitab-kitab hadis ternama. Hadis yang digunakan, diteliti secara kritis dari jalur sanadnya dengan metode jarh wa ta’dil, kemudian peneliti juga menyebutkan hadis serupa yang dikeluarkan dari sumber yang lain. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa di antara etika komunikasi media sosial dalam perspektif hadis adalah pertama, berkata baik atau berusaha membuat konten dan komentar positif dan jika tidak mampu lebih baik menahan diri atau diam; Kedua, tidak berkata buruk atau yang mengandung unsur negatif, bullying dan pencemaran nama baik; ketiga selalu selektif dalam memilah informasi maupun bertransaksi jual beli daring dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas agar tidak terlibat dalam penyebaran hoax.Komunikasi menjadi kebutuhan bagi umat manusia. Perkembangan teknologi informatika juga menuntun manusia untuk dapat berinteraksi dan berkomunikasi dalam ranah media sosial. platform jejaring sosial sebagai media komunikasi bukan hal yang asing di era ini. Perkembangan ini menimbulkan beragam masalah dan polemik baru. Meskipun merupakan media, esensi nilai dari etika komunikasi tidak dapat dikesampingkan dalam praktiknya. Islam juga memiliki perhatian besar dalam masalah etika komunikasi. Dengan pendekatan living sunnah, hadis-hadis seputar tema komunikasi dipaparkan dan pemahaman maknanya dikontekstualkan sehingga dapat diaplikasikan dalam praktiknya. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode pustaka, pengumpulan data dilakukan penulis dari sumber dari kitab-kitab hadis ternama. Hadis yang digunakan, diteliti secara kritis dari jalur sanadnya dengan metode jarh wa ta’dil, kemudian peneliti juga menyebutkan hadis serupa yang dikeluarkan dari sumber yang lain. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa di antara etika komunikasi media sosial dalam perspektif hadis adalah pertama, berkata baik atau berusaha membuat konten dan komentar positif dan jika tidak mampu lebih baik menahan diri atau diam; Kedua, tidak berkata buruk atau yang mengandung unsur negatif, bullying dan pencemaran nama baik; ketiga selalu selektif dalam memilah informasi maupun bertransaksi jual beli daring dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas agar tidak terlibat dalam penyebaran hoax

    Pola Kemitraan Strategis dalam Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN SAS Bangka Belitung

    Full text link
    This article aims to reveal and describe the pattern of collaboration carried out by the IAIN SAS Bangka Belitung KPI Study Program with several partner institutions in improving the competence of graduates. It is undeniable that the increase in competence and expertise possessed by graduates is an important factor in the absorption of alumni in the world of work. There are two main problems revealed in this article, namely how the partnership pattern built by the study program in improving the competence of graduates and how the principles of cooperation can be applied by the study program. This study uses a qualitative descriptive approach to explore hidden information in depth about the forms of collaboration that have been carried out by the study program. As a result, there are several important findings that are analyzed in depth including; 1) the form of cooperation carried out by the IAIN SAS Bangka Belitung KPI study program is still dominated by the form of professional practice activities; 2) not all cooperative relationships with partner institutions have binding legality; and 3) competency development in this study program is still one-way. Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan dan menggambarkan pola kerjasama yang dilakukan oleh Program Studi KPI IAIN SAS Bangka Belitung dengan beberapa lembaga mitra dalam meningkatkan kompetensi lulusan. Tidak dapat dipungkiri bahwa peningkatan kompetensi dan keahlian yang dimiliki oleh lulusan menjadi faktor penting terserapnya alumni di dunia kerja. Ada dua permasalahan utama yang diungkap dalam artikel ini ialah bagaimana pola kemitraan yang dibangun oleh program studi dalam meningkatkan kompetensi lulusan dan bagaimana prinsip-prinsip kerjasama yang dapat diterapkan oleh program studi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggali informasi yang tersembunyi secara mendalam mengenai bentuk kerjasama yang telah dilakukan oleh program studi. Hasilnya, ada beberapa temuan penting yang dianalisa secara mendalam diantaranya; 1) bentuk kerjasama yang dilakukan program studi KPI IAIN SAS Bangka Belitung masih didominasi dalam bentuk kegiatan praktik profesi; 2) tidak semua hubungan kerjasama dengan lembaga mitra memiliki legalitas hukum yang saling mengikat; dan 3) pengembangan kompetensi di program studi ini masih bersifat satu arah

    Trendsetter Dakwah New Media (Media Sosial)

    Full text link
    Keberadaan new media (media baru) yang mampu menerobos dinding dan waktu dengan tanpa batas, membuat informasi yang akan di sampaikan bisa secepat terbang dengan cepat dihantarkan. Pemanfaaant new media social ini, membuat penyampaian dakwah menjadi lebih luas jangkauannya dan mengglobal secara serentak bisa di akses dimanapun. Hal ini yang mendukung para ustad atau Dai menjadi lebih trend dalam dakwahnya, dengan gaya komunikasi dan strategi dakwah yang dimiliki masing masing Dai, akibatnya trendsetter para dai terbentuk karena pengaruh dari media social ini. Tulisan ini mendiskusikan trendsetter dakwah di media social di era digital saat ini

    183

    full texts

    241

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Wardah : Jurnal Dakwah dan Kemasyarakatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇