Wardah : Jurnal Dakwah dan Kemasyarakatan
Not a member yet
241 research outputs found
Sort by
ANALISIS KONSEPTUAL MENGENAI MUSIBAH DALAM PANDANGAN ISLAM
Dalam perjalanan hidupnya, tentu manusia akan menghadapi suatu musibah yang akan dapat berdampak pada fisik dan rohani dari seorang manusia. Apabila ia tidak mampu untuk bertahan dalam keimanan kepada Allah swt., maka ia dapat terpuruk dan menjadi seorarng yang berputus asa. Namun, apabila manusia yakin bahwa musibah yang menimpanya tidak lain adalah bukti bahwa Allah swt. memberikan pelajaran kepadanya agar ia kembali atau tetap di jalan yang benar yaitu jalan menuju Rabbnya. Tujuan dari penulisan ini adalah memberikan pemahaman mengenai musibah dalam pandangan Islam. Adapun hasil dari pembahasan pada artikel ini yaitu bahwa musibah merupakan segala sesuatu yang menimpa manusia baik itu berupa kesenangan atau kenikmatan duniawi maupun kesusahan, kemalangan, atau peristiwa-peristiwa yang tidak mengenakan dan tidak diinginkan seperti terjadinya bencana pada manusia dan bencana pada alam semesta. Adapun musibah itu sendiri dapat disebabkan karena beberapa hal seperti karena kehendak Allah swt., akibat perbuatan dari manusia, serta karena telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh). Selanjutnya, musibah dapat dibedakan berdasarkan objeknya, akibat yang ditimbulkannya, serta tujuannya. Kemudian, setiap manusia yang ditimpa musibah hendaklah ia bersabar, bersyukur, serta bertawakkal kepada Allah swt. sebab terdapat banyak hikmah dibalik musibah yang ia alami
Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Profetik Oleh Habib Husein Ja’far Al-Hadar Melalui Media Digital
Tulisan ini mengkaji internalisasi nilai-nilai pendidikan profetik dalam dakwah Habib Husein Ja’far Al-Hadar melalui media digital yang menjadi alternatif baru dalam dunia pendidikan. Media digital saat ini menjadi titik berkumpulnya individu dari segala bidang dan kepentingan, tidak dipungkiri juga dengan bidang pendidikan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan studi kepustakaan (library research). Studi pustaka sebagai metode pengumpulan data yang ditujukan untuk kepentingan pencarian data dan informasi melalui dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, foto-foto, video, gambar, maupun dokumen elektronik yang dapat mendukung dalam proses penulisan. Setelah data terkumpul, data diolah dengan menganalisis data yang telah ada untuk menjawab masalah penelitian. Content analysis method (metode analisis konten) merupakan metode yang dipilih untuk menganalisis data dalam penelitian ini dengan cara menafsirkan gagasan untuk dicari keterkaitannya dengan masalah yang diteliti. Hasil kajian diperoleh bahwa internalisasi nilainilai pendidikan profetik dalam dakwah Habib Husein Ja’far Al-Hadar memenuhi indikator dari masing-masing pilar pendidikan profetik yaitu nilai humanisasi, nilai liberasi, dan nilai transendensi
Literasi Media Digital Sebagai Upaya Meningkatkan Kompetensi Penulisan Berita
Abstract : The development of technology makes the news continue to grow so that we can easily find news. However, in producing news that is in accordance with the rules, competency is needed in writing. This study discusses the use of digital media literacy in an effort to increase the competence of writing news for journalism students. This study aims to determine the relationship between digital media literacy and news writing skills. The method in this study uses a mix method approach, a quantitative approach is used to determine the level of understanding and relationship between variables. Meanwhile, qualitative research is used to look at the factors that influence news writing. This research was conducted at the Faculty of Da\u27wah and Communication. The study population consisted of 240 students with a sample of 118 students who were taken using a purposive random sampling technique. Quantitative instruments use media literacy questionnaires and news writing, qualitative instruments use interviews. Quantitative data analysis techniques using simple linear regression and qualitative using data presentation, data reduction. The results showed that the level of digital media literacy of students was in the medium category while the understanding of news writing was in the moderate category of 59%. thus there is a significant relationship between digital media literacy variables and news writing competence.
Keywords: digital media literacy, competence, news writingPerkembangan teknologi membuat berita terus berkembang sehingga kita dapat dengan mudah menemukan berita. Namun dalam menghasilkan berita yang sesuai dengan kaidah, diperlukan kompetensi dalam menulis. Penelitian ini membahas pemanfaatan literasi media digital dalam upaya peningkatan kompetensi menulis berita bagi mahasiswa jurnalistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan literasi media digital dengan keterampilan menulis berita. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan mix method, pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman dan hubungan antar variabel. Sedangkan penelitian kualitatif digunakan untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi penulisan berita. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Populasi penelitian terdiri dari 240 siswa dengan sampel sebanyak 118 siswa yang diambil dengan menggunakan teknik purposive random sampling. Instrumen kuantitatif menggunakan angket literasi media dan penulisan berita, instrumen kualitatif menggunakan wawancara. Teknik analisis data kuantitatif menggunakan regresi linier sederhana dan kualitatif menggunakan penyajian data, reduksi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi media digital siswa berada pada kategori sedang sedangkan pemahaman menulis berita berada pada kategori sedang sebesar 59%. dengan demikian terdapat hubungan yang signifikan antara variabel literasi media digital dengan kompetensi menulis berita
PEMANFAATAN INFORMASI DALAM KONTEKS SOSIAL BUDAYA
Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa diabaikan oleh dunia. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa kemajuan ilmiah menentukannya. Setiap inovasi dimaksudkan untuk membantu manusia dengan memberikan berbagai kemudahan dan metode dalam melaksanakan tugas-tugas manusia. Meskipun kemajuan teknis dimaksudkan untuk melayani masyarakat, mereka juga dapat digunakan untuk merusaknya. Semua ini dimungkinkan dengan bantuan teknologi. Setiap informasi bermanfaat bagi mereka yang membutuhkannya pada waktu dan lokasi yang tepat. Akibatnya, penyedia informasi di pusat informasi harus dapat mengenali dan memahami apa yang benar-benar diinginkan konsumen dan pencari informasi. Informasi mer mencoba untuk menangkap atau merekam fenomena yang dapat diamati atau keputusan yang signifikan. Istilah "informasi" mengacu pada semua jenis pengetahuan, apakah itu lisan atau tertulis. Informasi memiliki nilai yang besar dan penting dalam kehidupan masyarakat sekarang dan di masa yang akan datang
Dialog Antaragama: Mereduksi Prasangka dan Memperkuat Integrasi Sosial Masyarakat
Identitas agama yang berbeda dapat menjadi faktor integrasi sosial dan sumber disintegrasi sosial. Di satu sisi, agama menciptakan dan membantu mempersatukan masyarakat. Sebaliknya, agama seringdisalahpahami sehingga menjadi faktor pemecah belah kehidupan sosial masyarakat. Artikel berbasis literatur ini berupaya menggali pentingnya dialog antaragama dalam mereduksi prasangka dan memperkuat integrasi sosial masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan mencari literatur yang berkaitan dengan dialog antaragama, prasangka dan integrasi sosial. Setelah pengumpulan data selesai dilakukan analisis data secara interaktif sampai dirasa cukup melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Artikel ini menunjukkan bahwa integritas dan keterbukaan dalam dialog dapat mereduksi prasangka antar umat beragama. Tidak hanya mereduksi prasangka, dialog antaragama juga dapat memperkuat integrasi sosial. Konflik terjadi ketika faktor horizontal (ragam identitas agama) bertemu faktor vertikal (kesenjangan ekonomi, kepentingan politik). Dialog antaragama dilakukan agar faktor horizontal tidak bertemu dengan faktor vertikal, sehingga konflik tidak terjadi dan integrasi sosial masyarakat dapat diperkuat
Pengaruh Komunikasi Pemasaran Terhadap Kesadaran Merek Kain Jumputan Gambo Musi Banyuasin
Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan dan juga menjelaskan tentang pengaruh komunikasi merek dan komunikasi pemasaran terpadu terhadap kesadaran merek kain jumputan gambo musi banyuasin yang terdiri dari Relevancy Of The Content, Frequent, Updates Of Content, Popularity Of The Content, Variety Of Platform, Endorse, Direct Marketing, Sales Promotion, Public Relation, Advertising, Word Of Mouth, Events and Experience. Penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan kuesioner sebagai instrument penelitian yang didistribusikan kepada 82 responden yang merupakan guru dan karyawan yang SMK Negeri 1 Sekayu. Hasilnya menunjukkan bahwa variable komunikasi merek dan variable komunikasi pemasaran terpadu semua bersama-sama mempengaruhi kesadaran merek sebesar 64% sedangkan sisanya 36% adalah dipengaruhi oleh variable lain selain variable komunikasi merek dan komunikasi pemasaran terpadu
Komunikasi Interpersonal dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Mahasiswa
Abstract: The purpose of this study was to look at interpersonal communication that can affect the increase in learning motivation of students of the Faculty of Da\u27wah and Communication, State Islamic University of Raden Fatah Palembang. The research method uses quantitative research with a simple linear regression research design with a population of 2759 students with sampling using the slovin formula obtained 350 students. The research results show the equation Y = 43.361+0.341, thus interpersonal communication has a positive value of 43.361. then learning motivation will increase by 0.341 in learning activities. As well as the contribution of the interpersonal communication variable, namely 97%, to student learning motivation, thus it is very important for lecturers to build interpersonal relationships with students so that motivation in learning can run according to the goals of Higher Education.
Keywords: Interpersonal Communication, Learning MotivationTujuan penelitian ini untuk melihat komunikasi interpersonal yang dapat mempengaruhi peningkatan motivasi belajar mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian regresi linier sederhana dengan populasi sebanyak 2759 mahasiswa dengan pengambilan sampel menggunakan rumus slovin diperoleh 350 mahasiswa. Hasil penelitian terlihat persamaan Y = 43.361+0.341 dengan demikian komunikasi interpersonal nilainya positif sebesar 43.361. maka motivasi belajar akan meningkat sebesar 0.341 dalam kegiatan pembelajaran. Serta kontribusi variabel komunikasi interpersonal yakni 97% terhadap motivasi belajar mahasiswa, dengan demikian sangat penting dosen membangun hubungan interpersonal dengan mahasiswa agar motivasi dalam belajar dapat berjalan sesuai dengan tujuan dari Perguruan Tinggi
PESAN DAN MAKNA PANTUN DALAM PROSESI TRADISI PERNIKAHAN ADAT BUDAYA MELAYU PALEMBANG
Palembang merupakan salah satu etnis rumpun Melayu yang ada di Indonesia. Salah satu tradisi dari Melayu adalah pantun. Pantun pada zaman dahulu digunakan dalam percakapan sehari-hari sebagai bahasa tutur dalam tradisi lisan. Orang Melayu identik dengan kehalusan dalam bertutur kata, maka pantun dianggap tepat digunakan sebagai petatah petitih dalam memberikan ungkapan. Hal ini pulalah yang menjadi dasar mengapa pantun digunakan dalam prosesi pernikahan adat budaya Melayu Palembang. Penelitian ini adalah penelitian library research dengan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan historis. Sumber data primer adalah buku “Tunjuk Ajar Melayu” dan “Pantun Nasehat” yang ditulis oleh Tenas Effendy dan sumber data sekunder pada penelitian ini diperoleh dari informanpenelitian yaitu Budayawan dan Pengamat Budaya Palembang. Sementara pada analisis pantun menggunakan hermeneutik. Penelitian ini menghasilkan bahwa pantun selain merupakan tradisi Melayu juga memiliki pilosofi yang dalam pada setiap ungkapannya sehingga memiliki pesan dan makna yang berarti baik itu berupa nasehat maupun petuah khusunya kepada kedua kedua mempelai
Komodifikasi Agama dalam Layanan Aqiqah di Akun Instagram @aqiqahnurulhayat
This article focuses on the transformation of religious messages into service products that can be marketed on Instagram, the object of study is messages that contain aqiqah service modification, virtual audiences that interact in the @aqiqahnurulhayat account and aqiqah service partners who work to lead audiences to use the aqiqah services. This research is a qualitative research, conducted by using virtual ethnography method. This research reveals the occurrence of the commodification of religion in three ways; commodification of message content, commodification of virtual audiences and commodification of aqiqah service partners, all three of which can be seen from the images and messages posted on the @aqiqahnurulhayat account that have experienced acculturation of religious teachings with the rapid development of digital technology that shifts the lifestyle of middle class Muslims in celebrating the presence of children in the familyArtikel ini fokus pada transformasi pesan agama menjadi produk jasa yang dapat dipasarkan melalui instagram, objek kajiannya adalah pesan-pesan yang mengandung komodifikasi layanan aqiqah, khalayak virtual yang berinterakasi di akun @aqiqahnurulhayat dan mitra layanan aqiqah yang bekerja menggiring khalayak untuk menggunakan jasa layanan aqiqah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dilakukan dengan metode etnografi virtual diawali dengan memasuki arena media social Instagram lalu capturing chatlog dan capturing screenshots dan menganalisis data dari entitas. Hasil penelitian ini mengungkapkan terjadinya komodifikasi agama melalui tiga hal yaitu komodifikasi isi pesan, komodifikasi khalayak virtual dan komodifikasi mitra layanan jasa aqiqah, ketiganya nampak dari gambar dan pesan yang diposting di akun @aqiqahnurulhayat sudah mengalami adaptasi ajaran agama dengan pesatnya teknologi digital yang menggeser gaya hidup muslim kelas menengah dalam merayakan kehadiran anak di tengah keluarga
Ustadz Abdul Somad\u27s Da\u27wah message on Youtube Meanings and Media Perspective
Ustadz Abdul Somad is one of the preachers who uses social media (youtube) in delivering his da\u27wah. Da\u27i as a sign. Da\u27wah message as a marker. Ustadz Abdul Somad as a marker. Ustadz Abdul Somad appeared in a koko shirt and a cap. He lectured with easy-to-reach and humorous language and rhetoric. Ustadz Abdul Somad delivered his da\u27wah using words, signs and symbols on YouTube. He uses sentence structures with a distinctive style. Language style based on structure with a Malay accent. The material presented contains a deep meaning that can be reached by denotation and connotation. The theory used is meaning and media, namely the theory of meaning which explains in detail and detail an object with semiotic analysis, structuralism, as well as denotation and connotation. Semiotics is the study of signs in human social life, influenced by the system (or law) that applies in it. Structuralism is a semiotic explanation of the insistence that signs are fully understood only by reference to differences from other signs in a particular system or code of representation. Denotation is the actual meaning, or a phenomenon that appears with the five senses, or it can also be called a basic description. Connotations are cultural meanings that arise or can also be called meanings that arise due to cultural construction so that there is a shift, but remains attached to the symbol or sign.Ustadz Abdul Somad merupakan salah satu dai yang menggunakan media sosial (youtube) dalam menyampaikan dakwahnya. Da\u27i sebagai tanda. Pesan dakwah sebagai penanda. Ustadz Abdul Somad sebagai penanda. Ustadz Abdul Somad tampil dengan baju koko dan peci. Ia berceramah dengan bahasa dan retorika yang mudah dipahami dan humoris. Ustadz Abdul Somad menyampaikan dakwahnya menggunakan kata-kata, tanda, dan simbol di YouTube. Ia menggunakan struktur kalimat dengan gaya yang khas. Gaya bahasa berdasarkan struktur dengan aksen melayu. Materi yang disajikan mengandung makna yang mendalam yang dapat dijangkau dengan denotasi dan konotasi. Teori yang digunakan adalah teori makna dan media, yaitu teori makna yang menjelaskan secara detail dan rinci suatu objek dengan analisis semiotika, strukturalisme, serta denotasi dan konotasi. Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tanda-tanda dalam kehidupan sosial manusia yang dipengaruhi oleh sistem (atau hukum) yang berlaku di dalamnya. Strukturalisme adalah penjelasan semiotik tentang desakan bahwa tanda-tanda sepenuhnya dipahami hanya dengan mengacu pada perbedaan dari tanda-tanda lain dalam sistem atau kode representasi tertentu. Denotasi adalah makna yang sebenarnya, atau fenomena yang muncul dengan panca indera, atau bisa juga disebut deskripsi dasar. Konotasi adalah makna budaya yang muncul atau bisa disebut juga makna yang muncul akibat konstruksi budaya sehingga terjadi pergeseran, namun tetap melekat pada simbol atau tanda