Wardah : Jurnal Dakwah dan Kemasyarakatan
Not a member yet
241 research outputs found
Sort by
Manajemen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Dalam Melaksanakan Dakwah Multikultural di Sumatera Utara
Muhammadiyah Regional Leadership Management involves planning and implementing activities to achieve objectives. Islam, which is rahmatan li al-\u27alamin (grace to all mankind), uses various approaches to Dawah, including multicultural Dawah. Muhammadiyah\u27s multicultural Dawah aims to promote harmony in a diverse society while remaining tolerant of inevitable differences. The research method employed is qualitative. It aims to examine how the regional leadership of Muhammadiyah conducts multicultural Dawah. This research highlights four principles for implementing multicultural Dawah: planning, organizing, actuating, and monitoring. The dawah activities include Tabligh akbar, recitation, and seminars. Muhammadiyah regional leaders faced challenges in carrying out multicultural Dawah due to its movement being perceived as eccentric. The Muhammadiyah regional leadership faces conflicts while carrying out their activities.Manejemen pimpinan wilayah muhammadiyah merupakan suuatu rencana yang akan dikerjakan dan dijalankan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dalam Menyusun kegiatan-kegiatan mengenai tindakan yang akan diambil nantinya sehingga dapat mencapai tujuan yang dinginkan. Islam yang rahmatan li al-\u27alamin, melakukan berbagai pendekatan dakwah antara lain melalui dakwah multikultural Muhammadiyah melaksanakan dakwah multikultural dengan berupaya menciptakan keharmonisan di tengah-tengah masyarakat yang beragam dan tetap mampu mengendalikan diri dan bertoleransi terhadap segala bentuk perbedaan yang tidak mungkin dietarakan. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana manajemen pimpinan wilayah muhammadiyah dalam melaksanakan dakwah multikultural. Hasil dari penelitian ini terdapat empat prinsip dalam melaksanakan dakwah multikultural diantaranya perencanaan, pengorganisasian, penggerak dan pengawasan. Terdapat jenis kegiatan dakwah seperti tabligh akbar, pengajian, seminar, dll. Dalam melaksanakan dakwah multikultural pimpinan wilayah muhammadiyah megalami tantangan bahwa muhammadiyah dipandang sebagi gerakan yang menyeleneh. Sehingga, terdapat beberapa konflik dalam menjalankan kegiatan yang dilakukan Pimpinan wilayah Muhammadiyah.
Da’wah Communication Strategy of Kiai Marogan Islamic Boarding School Palembang in the Mass Media
The purpose of this research is to find out how the da\u27wah communication strategy is implemented in the Kiai Marogan Islamic boarding school in the mass media. Next, to find out what factors that support and barricade the Da’wah program in Kiai Marogan Islamic boarding school. Therefore, the objectives of this study are first, to find out how the da\u27wah communication strategy is implemented in the Kiai Marogan Islamic boarding school in the mass media. Second, to find out the community\u27s responses to the development of the Kiai Marogan Islamic boarding school. Third, this research can be a reference in making new policies for the development of da\u27wah programs. Whereas the benefits of this research first, theoretically, the results of this research can add to the repertoire of da\u27wah and the communication field. Second, practically, the results of this research are expected to give a positive contribution to da\u27wah activists, both individually, in groups, institutions, organizations, and the government in formulating the most appropriate strategy to overcome the problems in da\u27wah. This study uses a qualitative method, which aims to understand in depth the phenomenon in da\u27wah communication which occurs in Kiai Marogan Islamic boarding school.Penelitian ini, ingin mengetahui bagaimana strategi komunikasi dakwah yang diterapkan pondok pesantren Kiai Marogan melalui media massa. Kemudian juga ingin mengetahui faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat program dakwah pondok pesantren Kiai Marogan. Berdasarkan hal itu, maka tujuan yang ingin dicapai dari hasil penelitian ini. Pertama, untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi dakwah yang diterapkan pondok pesantren Kiai Marogan di media massa. Kedua, untuk mengetahui respon masyarakat tentang pengembangan pondok pesantren Kiai Marogan. Ketiga, penelitian ini dapat menjadi acuan dalam membuat kebijakan baru untuk pengembangan program dakwah yang lebih baik. Sedangkan manfaat penelitian antara lain. Pertama, secara teoritis, hasil penelitian ini dapat menambah khasanah dalam bidang ilmu dakwah dan komunikasi. Kedua, secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi para penggiat dakwah, baik secara perorangan, kelompok, lembaga, organisasi, dan pemerintah dalam merumuskan strategi yang paling tepat untuk mengatasi problematika dakwah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang bertujuan untuk memahi secara mendalam fenomena komunikasi dakwah yang berlangsung di pondok pesantren Kiai Maroga
Analisis Framing Pemberitaan Kasus Obstruction of Justice Ferdy Sambo dalam Media Online Asing
Abstract. This research aims to reveal or understand the frame built by foreign media regarding the reporting of the Obstruction of Justice case involving Inspector General Ferdy Sambo and how these frames were built, using Robert N. Entman’s analysis technique. Media as the fourth estate have a big influence in building the public perception of an event. The increasing development of information technology certainly increases the possibility of forming public opinion through digital-based media which possess a greater level of flexibility and accessibility than conventional media. The Obstruction of Justice case is important to research considering the popularity of this case for several months and how this case is an illustration of the upholding of justice in Indonesia. The research used a descriptive qualitative approach and referred to the framing analysis technique formulated by Robert Entman by focusing on four analysis aspects to reveal the frames constructed by media. The research revealed that the frame built by foreign online media was in the form of a narrative of the National Police as an institution with problems internally and externally, and the Obstruction of Justice case as well as a series of problems that followed were the result of problems within the National Police. In this case, foreign online media emphasized the issue of a culture of impunity as the cause of obstruction of law enforcement in Indonesia which seemed sharp upwards but blunt downwards.
Keywords: Framing Analysis, Obstruction of Justice, Ferdy Sambo, Foreign Online MediaPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap atau mengetahui frame yang dibangun oleh media asing terhadap pemberitaan kasus Obstruction of Justice yang melibatkan Irjen Ferdy Sambo serta bagaimana frame tersebut dibangun, menggunakan teknik analisis Robert N. Entman. Media sebagai the fourth estate memiliki pengaruh yang besar dalam membangun persepsi publik atas suatu peristiwa. Semakin berkembangnya teknologi informasi tentu memperbesar kemungkinan atas terbentuknya opini publik melalui media berbasis digital yang dari memiliki tingkat fleksibilitas dan aksesibilitas yang lebih besar dari media konvensional. Kasus Obstruction of Justice menjadi penting diteliti mengingat populernya kasus ini selama beberapa bulan lamanya serta bagaimana kasus ini menjadi gambaran akan penegakan keadilan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif serta mengacu pada teknik analisis framing yang dirumuskan oleh Robert Entman dengan berfokus kepada empat aspek analisis untuk dapat mengungkap frame yang dibangun oleh suatu media. Temuan penelitian berupa frame yang dibangun oleh media online asing berupa narasi Polri sebagai institusi bermasalah secara internal maupun eksternal dan kasus Obstruction of Justice serta sederet permasalahan yang menyertainya, merupakan buah dari permasalahan di tubuh Polri. Dalam hal ini media online asing menonjolkan isu budaya impunitas (culture of impunity) sebagai penyebab terhalangnya penegakan hukum di Indonesia yang terkesan tajam ke atas namun tumpul ke bawah.
Kata kunci: Analisis Framing, Obstruction of Justice, Ferdy Sambo, Media Online Asin
Efektivitas Akun Instagram @Aniesbaswedan Dalam Meningkatkan Kepercayaan Publik: (Analisis Epic Model Pada Akun Instagram @Aniesbaswedan)
Anies Rasyid Baswedan was the Governor of DKI Jakarta who always shares various information and policies on his personal Instagram account @anesbaswedan. This is because, in this era, Instagram is not only used to express oneself, but also to implement policy transparency and information disclosure with the aim of increasing public trust. One of which is Anies Rasyid Baswedan. Based on this, in this study, researchers looked at the dimensions of the epic model that were most influential in increasing public trust in the @aniesbaswedan Instagram account and saw the effectiveness of the @anesbaswedan Instagram account in increasing public trust based on the EPIC Model. The theory used in this study is the EPIC Model, which is a marketing communication effectiveness measurement tool developed by AC Nielson. This study uses a positivism paradigm with a quantitative approach. The analysis technique used is simple tabulation, the average score is then entered into the EPIC Model scale range. The results of this study indicate that the most influential dimension in this study is the Empathy dimension with a score of 4.26 and the Instagram account @anesbaswedan is declared effective based on an EPIC rate calculation of 4.05 in increasing public trust.Anies Rasyid Baswedan merupakan Gubernur DKI Jakarta yang selalu membagikan berbagai informasi dan kebijakannya pada akun instagram pribadinya @aniesbaswedan. Sebab di era ini, instagram tidak hanya digunakan untuk mengekspresikan diri, namun banyak pihak yang menggunakannya untuk menerapkan transparansi kebijakan dan keterbukaan informasi dengan tujuan untuk meningkatkan kepercayaan publik, salah satunya adalah Anies Rasyid Baswedan. Berdasarkan hal tersebut, maka dalam penelitian ini, peneliti melihat dimensi epic model yang paling berpengaruh dalam meningkatkan kepercayaan publik pada akun instagram @aniesbaswedan dan melihat efektifitas akun Instagram @aniesbaswedan dalam meningkatkan kepercayaan publik berdasarkan EPIC Model tersebut. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah EPIC Model, yaitu alat pengukur efektivitas komunikasi pemasaran yang dikembangkan oleh AC Nielson. Penelitian ini menggunakan paradigma positivisme dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah tabulasi sederhana, skor rata-rata yang kemudian dimasukkan ke dalam rentang skala EPIC Model. Hasil penelitian ini menunjukkan dimensi yang paling berpengaruh dalam penelitian ini adalah dimensi Empathy dengan skor 4,26 dan akun instagram @aniesbaswedan dinyatakan efektif berdasarkan perhitungan EPIC rate sebesar 4,05 dalam meningkatkan kepercayaan publik
The Phenomenon of Self-Diagnosis Behavior on Self-Healing Style in Young People
The phenomenon of self-diagnosis, which is widely discussed on social media, has made many young people carry out self-healing in their way. This research aims to discover how self-diagnosis behavior affects the style of self-healing in young people and whether the concept of self-healing, which is popular among the younger generation, is by actual self-healing. This research method uses a qualitative descriptive approach with literature studies and data collection through secondary data obtained through literature studies such as reference books, journals, articles, and other sources related to research. The results of this research show that stigma and discrimination are still obstacles for mental health sufferers in getting appropriate and adequate treatment. This triggers the younger generation to carry out self-healing independently in their style, and this has an impact on the actual concept of healing. Several ways can be used as references for young people for self-healing, including mindfulness, guided imagery, self-talk, and expressive writing.Fenomena self diagnose yang ramai diperbincangkan di media sosial, membuat banyak anak muda melakukan self healing dengan cara mereka sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku self diagnose terhadap gaya penyembuhan diri sendiri pada anak muda dan apakah konsep self healing yang populer di generasi muda sudah sesuai dengan self healing sebenarnya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi literatur dan pengumpulan data melalui data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan seperti buku-buku referensi, jurnal, artikel dan sumber lainnya yang berkaitan dengan penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa stigma dan diskriminasi masih menjadi penghalang bagi penderita kesehatan mental dalam upaya mendapatkan perawatan yang tepat dan memadai. Hal ini memicu generasi muda secara mandiri melakukan self healing dengan gaya mereka sendiri, dan ini berdampak pada konsep healing yang sebenarnya. Adapun beberapa cara yang dapat menjadi rujukan anak muda untuk self healing diantaranya mindfullness, guided imagery, self talk, expressive writing
Kegiatan Dakwah Sebagai Strategi Komunikasi Politik Islam Di Kota Palembang: (Studi Kasus DPD PKS Kota Palembang)
A political party is an organization formed by a group of people who have the same goals and thoughts in achieving political goals. Indonesia is the largest Muslim country in the world, with 86.77% of the population being Muslim. There are many Islamic organizations that are developing in Indonesia, such as PPP, PKB, Muhammadiyyah, Nadhalatul Ulama and one of them is PKS which carries a religious, nationalist Islamic party and provides full support for people\u27s aspirations. This party carries out the spread of Islam and da\u27wah methods engaged in politics. At this time, organizations that smell of Islam certainly have a negative stigma. Such as radicalism, terrorism and making hate speech against the organization. This type of research uses field research, namely conducting investigations of field symptoms and gathering sources to support research. Data collection techniques in this study used observation, interviews and documentation. The data used qualitatively. The results of this study indicate that the communication carried out by the PKS political party with the PKS DPD case study in Palembang City that using da\u27wah activities, persuasive communication, providing education to the community, makes Islamic parties at the forefront of people\u27s aspirations, especially the middle to lower class, solid parties as well as prioritizing a sense of justice and prosperity for the people, especially for the future generation of leaders. The community\u27s response strongly supports the work program of the PKS party and makes PKS a forum for people\u27s aspirations as well as a da\u27wah method in spreading Islam.Partai politik merupakan sebuah organisasi yang dibentuk oleh sekelompok orang yang memiliki tujuan dan pemikiran yang sama dalam mencapai tujuan politik. Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia, tercatat 86,77% mayoritas beragama Islam. Ada banyak organisasi Islam yang berkembang di Indonesia, seperti PPP, PKB, Muhammadiyyah, Nadhalatul Ulama dan salah satunya yakni PKS yang mengusung partai Islami yang Religius, Nasionalis serta memberikan dukungan penuh terhadap aspirasi masyarakat. Partai ini melakukan penyebaran agama Islam dan metode dakwah yang bergerak di bidang politik. Pada saat ini, organisasi yang berbau Islam tentu memiliki stigma negative. Seperti radikalisme, terorisme serta membuat hate speech terhadap organisasi tersebut. Jenis penelitian menggunakan penelitian lapangan (field research) yakni melakukan penyelidikan gejala lapangan serta mengumpulkan sumber sebagai penunjang penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara serta dokumentasi. Data yang digunakan secara kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi yang dilakukan partai politik PKS dengan studi kasus DPD PKS Kota Palembang bahwa menggunakan kegiatan dakwah, komunikasi persuasive, memberikan edukasi kepada masyarakat, menjadikan partai Islam yang terdepan dalam aspirasi rakyat khususnya masyarakat yang menengah ke bawah, partai yang solid serta mengedepankan rasa keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat khususnya untuk calon generasi pemimpin yang akan datang. Respon masyarakat sangat mendukung program kerja partai PKS serta menjadikan PKS sebagai wadah aspirasi masyarakat serta metode dakwah dalam menyebarkan agama Islam
Implementation Of Qaulan Layyina Communication Principles In Implementing Bureaucracy In The Provincial Government Of Nort Sumatra
This study aims to analyze the application of the qaulan layyina communication principles to the bureaucracy in general, identify the momentum to apply the qaulan layyina communication principles to bureaucrats in the North Sumatra Provincial Government, analyze appropriate media to use, and identify communicators who should use the qaulan layyina principles. To obtain the data, interviews, observations, and document studies were carried out. Furthermore, the data were analyzed using the Miles and Huberman model, namely displaying data, reducing data and concluding. In order for the data obtained to be tested for its validity, it is carried out by triangulation testing both the methods, sources, and results. The results show that the application of the qaulan layyina communication principle to the bureaucracy in general today has not been fully implemented properly, because even though there are checks and balances as a means of distribution, sometimes criticism is actually used as defamation or negative accusations, so that when someone wants to convey a message or advice they will think and hesitate to convey it. The point is that there are rules that "shackle" so that information cannot be freely conveyed to bureaucrats in Pemprovsu. The momentum to apply the qaulan layyina communication principles to bureaucrats in the North Sumatra Provincial Government was mainly conveyed at PHBI events or moments that were agreed upon for the delivery of opinions. Media that are appropriate for use for the application of the qaulan layyina communication principle to the bureaucracy in Pemprovsu are print, electronic and online media with 2 categories, namely those registered with the North Sumatra Diskominfo and those that are not registered. Communicators who should use the qaulan layyina principle are all partners both inside and outside the government. It\u27s just that it remains within the corridor of the existing rules by referring to the communication principles that are generally used and the journalistic code of ethics. The results of the study show that the momentum of applying the qaulan layyina communication principle is something that should be implemented through a transparent and realistic process.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip komunikasi qaulan layyina pada birokrasi secara umum, mengidentifikasi momentum penerapan prinsip komunikasi qaulan layyina pada birokrat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, menganalisis media yang tepat untuk digunakan, dan mengidentifikasi komunikator yang sebaiknya digunakan. prinsip qaulan layyina. Untuk memperoleh data dilakukan wawancara, observasi, dan studi dokumen. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan model Miles dan Huberman yaitu menampilkan data, mereduksi data dan menyimpulkan. Agar data yang diperoleh dapat diuji keabsahannya dilakukan dengan triangulasi pengujian baik metode, sumber, maupun hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip komunikasi qaulan layyina pada birokrasi pada umumnya saat ini belum sepenuhnya dilaksanakan dengan baik, karena meskipun ada check and balances sebagai alat distribusi, terkadang kritik justru dijadikan fitnah atau tudingan negatif. sehingga ketika seseorang ingin menyampaikan pesan atau nasehat mereka akan berpikir dan ragu untuk menyampaikannya. Intinya ada aturan yang “membelenggu” sehingga informasi tidak bisa secara bebas disampaikan kepada birokrat di Pemprovsu. Momentum penerapan prinsip komunikasi qaulan layyina kepada birokrat di lingkungan Pemprov Sumut terutama disampaikan pada acara-acara PHBI atau momen-momen yang disepakati untuk penyampaian pendapat. Media yang layak digunakan untuk penerapan asas komunikasi qaulan layyina kepada birokrasi di Pemprovsu adalah media cetak, elektronik dan online dengan 2 kategori yaitu yang terdaftar di Diskominfo Sumut dan yang tidak terdaftar. Komunikator yang seharusnya menggunakan prinsip qaulan layyina adalah semua mitra baik di dalam maupun di luar pemerintahan. Hanya saja tetap dalam koridor aturan yang ada dengan mengacu pada prinsip komunikasi yang berlaku umum dan kode etik jurnalistik. Hasil kajian menunjukkan bahwa momentum penerapan prinsip komunikasi qaulan layyina adalah sesuatu yang harus dilaksanakan melalui proses yang transparan dan realistis.
 
The Effect of Good Governance Practices and Decision Making at Da’wah and Communication Faculty UIN Raden Fatah Palembang
In the dynamic landscape of higher education, effective governance practices and decision-making within academic institutions are pivotal for shaping the academic environment. This holds particularly true for faculties dedicated to Da\u27wah and Communication, where religious principles, communication, and academic rigor converge. This study explores governance practices and decision-making dynamics within the Da’wah and Communication Faculty at UIN Raden Fatah Palembang. The research delves into administrative structures, decision-making processes, and their impact on academic, religious, and communicative dimensions. Differentiating educational governance from corporate governance, the study underscores the complexity of educational contexts. In the Da’wah and Communication Faculty, the Management Review Meeting serves as a crucial governance practice. The meeting involves agenda overview, prior meeting evaluation, academic contributions, student affairs, financial analysis, technology assessment, and open discussion. This strategic approach enhances organizational performance, aligning with the principles of good governance. The research methodology employs a quantitative approach, utilizing cross-sectional data from interviews and questionnaires. The Likert scale measures perceptions, with decision-making as the dependent variable and good governance as the independent variable. Hypothesis testing involves simple linear regression and partial tests. Research findings suggest a positive but statistically insignificant correlation between knowledge management (KM) and decision making (DM). Influencing factors include small sample sizes, high variability, insensitive measurement methods, unaccounted control variables, temporal aspects, and chance factors. Enhancing significance requires expanded sample sizes, detailed control variables, and robust statistical methods. Contextual considerations are crucial, emphasizing the context-dependent nature of the KM-DM relationship. In conclusion, the KM-DM relationship is generally perceived as positive, yet lacks consistent statistical significance. Factors influencing this relationship necessitate methodological improvements. Recognizing the context-dependent nature of KM\u27s impact on decision-making outcomes, researchers can refine strategies for more targeted decision-making in educational organizations.Dalam lanskap dinamis pendidikan tinggi, praktik tata kelola yang efektif dan pengambilan keputusan dalam institusi akademik sangat penting untuk membentuk lingkungan akademik. Hal ini berlaku terutama untuk fakultas yang didedikasikan untuk Dakwah dan Komunikasi, di mana prinsip-prinsip agama, komunikasi, dan kekakuan akademis bertemu. Studi ini mengeksplorasi praktik tata kelola dan dinamika pengambilan keputusan di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang. Penelitian ini menggali struktur administrasi, proses pengambilan keputusan, dan dampaknya terhadap dimensi akademik, agama, dan komunikatif. Membedakan tata kelola pendidikan dari tata kelola perusahaan, studi ini menggarisbawahi kompleksitas konteks pendidikan. Di Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Rapat Tinjauan Manajemen berfungsi sebagai praktik tata kelola yang penting. Pertemuan tersebut meliputi tinjauan agenda, evaluasi pertemuan sebelumnya, kontribusi akademik, kemahasiswaan, analisis keuangan, penilaian teknologi, dan diskusi terbuka. Pendekatan strategis ini meningkatkan kinerja organisasi, selaras dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, memanfaatkan data cross-sectional dari wawancara dan kuesioner. Skala Likert mengukur persepsi, dengan pengambilan keputusan sebagai variabel dependen dan tata kelola yang baik sebagai variabel independen. Pengujian hipotesis melibatkan regresi linier sederhana dan tes parsial. Temuan penelitian menunjukkan korelasi positif tetapi tidak signifikan secara statistik antara manajemen pengetahuan (KM) dan pengambilan keputusan (DM). Faktor yang mempengaruhi meliputi ukuran sampel kecil, variabilitas tinggi, metode pengukuran tidak sensitif, variabel kontrol yang tidak terhitung, aspek temporal, dan faktor peluang. Meningkatkan signifikansi memerlukan ukuran sampel yang diperluas, variabel kontrol terperinci, dan metode statistik yang kuat. Pertimbangan kontekstual sangat penting, menekankan sifat tergantung konteks dari hubungan KM-DM. Kesimpulannya, hubungan KM-DM umumnya dianggap positif, namun tidak memiliki signifikansi statistik yang konsisten. Faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan ini memerlukan perbaikan metodologis. Menyadari sifat tergantung konteks dampak KM pada hasil pengambilan keputusan, peneliti dapat memperbaiki strategi untuk pengambilan keputusan yang lebih bertarget dalam organisasi pendidikan
Interaksi Komunikasi Umat Beragama di Daerah Mayoritas Karo: (Studi Kasus Desa Durin Jangak)
This article aims to discuss the interaction of religious communication in the Karo majority area in Durin Jangak Village. Religious harmony refers to the cooperation of religious communities based on tolerance. In the experience of religious teachings, there must be mutual understanding, mutual respect, and equality. Therefore, looking at the relationship among religious people, the purpose of this research is to review more deeply how the interaction of religious communication exists in the Karo ethnic majority area in Durin Jangak Village. The In-Dept Interview data collection technique is used in a phenomenological qualitative research approach. This includes in-depth interviews with informants in the form of questions or oral conversations. The results of the study show that the communication interactions of religious communities in Durin Jangak Village, where the majority are Karo tribes, are mutual respect, non-judgmental, non-intimidating, greeting each other, accepting differences of religion and opinion, and not forgetting tolerance as a manifestation of avoiding inter-religious conflict.Artikel ini bertujuan untuk membahas interaksi komunikasi umat beragama di daerah mayoritas Karo di Desa Durin Jangak. Kerukunan umat beragama mengacu pada kerja sama umat beragama yang dilandasi oleh toleransi. Dalam pengalaman ajaran agama, harus ada saling pengertian, saling menghargai, dan kesetaraan. Maka itu, mencermati hubungan sesama umat beragama, tujuan penelitian ini adalah untuk mengulas lebih dalam bagaimana interaksi komunikasi umat beragama yang ada di daerah mayoritas suku Karo pada Desa Durin Jangak. Teknik pengumpulan data In-Dept Interview digunakan dalam pendekatan penelitian kualitatif fenomenologis. Ini termasuk wawancara mendalam dengan informan dalam bentuk pertanyaan atau pembicaraan lisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi komunikasi umat beragama di Desa Durin Jangak yang mayoritasnya suku Karo adalah saling menghargai, tidak menghakimi, tidak mengintimidasi, saling menyapa, menerima perbedaan agama dan pendapat, dan tidak melupakan toleransi sebagai perwujudan menghindar konflik antar umat beragama
Pengaruh Word of Mouth dan Brand Image terhadap Keputusan Memilih Layanan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin
Hospitals are now public health service facilities that are not only socially oriented but also have business aspects. Increasingly tight competition between health service facilities requires hospitals to pay attention to the factors that underlie, direct and encourage patients\u27 decisions in choosing a hospital, including word of mouth (WOM) communication and brand image. This study aims to determine the influence of WOM and brand image on the decision to choose outpatient services at Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin. This research was conducted using descriptive quantitative methods. Data collection was carried out by distributing questionnaires to 201 respondents. The sampling technique used was accidental sampling, namely distributing questionnaires to respondents who happened to be present or available in a place according to the research context. Processing research data using the SPSS version 25.0 application. Instrument testing was carried out using validity and reliability tests. Data testing was carried out using the classic assumption test. The analysis used is multiple regression analysis. Hypothesis testing was carried out using the t test and F test. The results of the study stated that there was an influence of word of mouth and brand image on the decision to choose hospital outpatient services both partially and simultaneously, but the influence of the WOM and brand image variables together (simultaneously). ) is only 33.8%, or can be said to have a weak influence.Rumah sakit saat ini menjadi fasilitas layanan kesehatan masyarakat yang tidak hanya berorientasi sosial namun juga aspek bisnis. Persaingan antar fasilitas layanan jasa kesehatan yang semakin ketat menuntut rumah sakit untuk memperhatikan faktor-faktor yang melatarbelakangi, mengarahkan serta mendorong keputusan pasien dalam memilih rumah sakit, diantaranya adalah komunikasi dari mulut ke mulut (WOM) dan brand image. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh WOM dan brand image terhadap keputusan memilih layanan rawat jalan di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner terhadap 201 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah aksidental sampling, yaitu menyebarkan kuisioner kepada responden yang kebetulan ada atau tersedia di suatu tempat sesuai dengan konteks penelitian. Pengolahan data penelitian menggunakan aplikasi SPSS versi 25.0 Pengujian instrumen dilakukan dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Pengujian data dilakukan dengan uji asumsi klasik. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji t dan uji F. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat pengaruh word of mouth dan brand image terhadap keputusan memilih layanan rawat jalan rumah sakit baik secara parsial maupun secara simultan, namun pengaruh variabel WOM dan brand image secara bersama-sama (simultan) hanya sebesar 33,8 %, atau dapat dikatakan memiliki pengaruh yang lemah