POROS TEKNIK
Not a member yet
161 research outputs found
Sort by
Studi Debit Aliran Pada Sungai Antasan Kelurahan Sungai Andai Banjarmasin Utara
Kota Banjarmasin dikenal sebagai kota seribu sungai yang terdapat banyak anak sungaiyang mempunyai karakteristik berbeda setiap sungai salah satunya sungai Antasan yangterletak pada titik koordinat S 3º18'7,4232" dan T 114º37'2,3916" kelurahan Sungai Andai,Kecamatan Banjarmasin Utara. Sungai Antasan merupakan sungai tersier yang terpengaruholeh pasang surut ganda dari Sungai Martapura yang merupakan sungai primer dan berfungsisebagai drainase.Aliran di daerah Sungai Antasan terdapat beberapa hambatan seperti tumbuhan air,limbah perumahan dan limbah perkebunan yang mengakibatkan terganggunya aliran,sehingga akan berdampak kurang baik terhadap daerah aliran Sungai Antasan yang mengalirmasuk dari Sungai Martapura ke daerah pemukiman sekitar maupun sebaliknya. Berdasarkanhal tersebut ada sesuatu yang bisa diambil untuk merencanakan agar aliran air sungai masukke pemukiman sesuai dengan kebutuhan. Hal ini jelas berdampak pada kecepatan aliran dankarakteristik sungai oleh karena itu perlu dilakukan studi penelitian untuk mengetahuikecepatan aliran dan karakteristik Sungai Antasan.Dalam pelaksanaan penelitian digunakanalat ukur kecepatan aliran air sungai yaitu current meter dengan metode SNI 03-2819-1992.Kecepatan aliran rata-rata sangat bervariasi selama 10 hari, kecepatan minimum dengannilai 0.068 m/detik dan kecepatan maksimum dengan nilai 0.0983 m/detik dan memilikikecepatan aliran rata-rata dengan nilai 0.0831 m/detik. Hasil debit aliran sangat terpengaruhdari hasi kecepata naliran dengan debit aliran minimum 0.047 m³/detik, debit aliran maksimum0.065 m³/detik dan debit aliran rata-rata 0.0558 m³/detik. Sungai Antasan mengalami pasangsurut terjadi dua kali dalam satu hari, pasang pertama pada jam 9 pagi – 3 siang, pasangkedua pada jam 9 malam – 3 pagi, sungai Antasan berbentuk denditrik bercabang seperti akarkalau dilihat dari tampak atas, sungai Antasan bertipe sungai kecil karena memiliki lebar 5,5mete rdan panjang sungai yang bisa dilewati adalah2,5 km. Hasil penelitian in idapat menjadiacuan awal sebagai data untuk penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan SumberDaya Air.Kata Kunci : Kecepatan aliran, Debit aliran, karakteristi
IDENTIFIKASI CITRA BILANGAN DESIMAL 0 - 9 BERBASIS LEARNING VECTOR QUANTIZATION SECARA REAL TIME
Pengenalan pola angka menggunakan komputer secara realtime dituntut untuk terus di-lakukan perbaikan akurasinya guna memaksimalkan penggunaannya pada berbagai ma-cam aplikasi. Karenanya diperlukan penelitian yang menunjukkan kemampuan suatu me-tode dalam mengenali citra angka dengan menggunakan device, serta alternative peng-gunaan simplepreprocessing dengan tetap memperhatikan biaya komputasi, dan target akurasi identifikasi yang maksimal. Penelitian ini dilakukan secara real time dengan se-buah WebCam yang digunakan untuk mengambil data citra pelatihan maupun pengujian. Sedangkan tujuannya untuk melakukan pengenalan angka terhadap data yang diambil dari device webcam dan data uji yang digunakan akan diuji dengan metode LVQ untuk diketahui tingkat akurasi pengenalan angka tersebutData citra angka yang digunakan diambil menggunakan webcam 2 Megapixel. Webcam tersebut diatur nilai resolusinya sehingga mempunyai ukuran resolusi 120 x 160 MP. Setiap data dari citra akan melalui tahapan proses konversi ruang warna citra menjadi grayscale, melakukan threshold sehingga data citra berada pada ruang warna hitam putih. Dan Learning Vector Quantizationdigunakan untuk melakukan identifikasi angka. Proses identifikasi untuk mengenali citra angka angka yang tidak pernah dilatih sebe-lumnya dalam sistem. Dalam penelitian ini terdapat 150 data training, 50 data pengujian dengan 20 variasi setiap angka dan diuji secara real time menggunakan webcam. Hasil penelitian me-nunjukkan tingkat akurasi identifikasi dengan benar menggunakan tahapan pada pe-nelitian ini terhadap citra data angka adalah 70%
PERENCANAAN PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH IKK ALALAK
Seiring pertambahan jumlah penduduk serta peningkatan kualitas hidup, maka kebutuh-an air minum semakin meningkat pula. PDAM Kabupaten Batola bertanggungjawab da-lam penyediaan dan pelayanan air minum penduduk di Ibukota Kecamatan Alalak. Saat ini pelayanan yang diberikan oleh PDAM masih rendah yaitu hanya 44,62%. Ber-dasarkan Rencana Umum Tata Ruang Kawasan (RUTRK) Perkotaan Banjarmaskuala disebutkan pada tahun 2019 target pelayanan air bersih adalah 90%. Target pelayanan tersebut dengan komposisi 80% dilayani oleh sambungan rumah tangga dan 20% di-layani oleh kran umum. Karena itu perlu dilakukan pengembangan sistem penyediaan air bersih. Untuk melakukan pengembangan diperlukan suatu evaluasi yang dapat mem-berikan penilaian terhadap beberapa aspek yang berhubungan dengan kondisi eksisting sistem distribusi air minum. Evaluasi dan pengembangan ini memberikan usulan alter-natif penanganan serta merencanakan pengembangan sistem penyediaan air bersih Ibukota Kecamatan Alalak. Pengembangan jaringan dilakukan dengan memindah Intake di Sungai Martapura Kecamatan Sungai Tabuk dan membangun jaringan transmisi se-panjang 15300,6 m dan pipa yang digunakan adalah PVC dengan diameter 500 mm. Pe-ningkatan persentase pelayanan di Kecamatan Alalak dilakukan dengan pengembangan jaringan distribusi secara bertahap dalam 10 tahun mendatang
PENGARUH MUKA AIR TANAH TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH YANG DIPERKUAT DENGAN GEOTEXTILE
Tanah pasir merupakan material berbutir yang mempunyai kapasitas daya dukung yang tinggi dan penurunan yang kecil pada tanah yang relatif padat. Sedangkan geotextile da-pat digunakan untuk meningkatkan bearing capacity tanah atau memperkuat daya du-kung tanah dasar antara lain dalam pembuatan jalan atau tanggul. Penelitian ini dilaku-kan untuk mengetahui besar pengaruh muka air tanah terhadap daya dukung tanah yang diperkuat geotextile dan penurunan pondasi di atas tanah pasir yang dihasilkan aki-bat pengaruh muka air tanah dan pemasangan geotextile. Penelitian ini dilakukan melalui uji model di lokasi pengujian dengan cara meletakkan uji sampel pondasi dangkal de-ngan dimensi 10x10 cm di atas pasir yang dimasukkan ke dalam kolam pengujian dan menguji pondasi dangkal tersebut baik tanpa perkuatan maupun dengan menggunakan perkuatan geotextile dengan variasi tinggi muka air tanah. Variasi tinggi muka air tanah dalam penelitian ini adalah 55 cm, 67,5 cm, 77,5 cm dan 80 cm dari dasar. Pelaksanaan penelitian dengan menggunakan perkuatan geotextile, yaitu dengan jarak antar geo-textilenya tidak rapat (n=4) dan dengan jarak antar geotextilenya rapat (n=5). Parameter yang diteliti adalah efek letak lapisan geotextile teratas (u) dari geotextile terhadap ke-naikan daya dukung ultimit pondasi dan efek jarak antar geotextile (z). Untuk mengetahui penurunan, dilakukan pembebanan dengan menggunakan alat CBR lapangan (dong-krak). Berdasarkan penurunan yang terjadi pada tiap pengujian, dapat dianalisis pening-katan daya dukung yang terjadi dengan perkuatan geotextile. Penurunan yang dihasilkan dari pengujian tanpa perkuatan lebih besar daripada pengujian dengan perkuatan se-dangkan daya dukung ultimit yang dihasilkan dari pengujian tanpa perkuatan lebih kecil daripada pengujian dengan perkuatan. Untuk pengujian dengan geotextile n=5 penurun-an yang dihasilkan lebih kecil daripada pengujian dengan geotextile n=4. Dan untuk daya dukung ultimitnya, penelitian dengan perkuatan n=5 lebih besar daripada penelitian de-ngan geotextile n=4. Nilai BCR yang merupakan perbandingan antara daya dukung ultimit dengan perkuatan dan daya dukung ultimit tanpa perkuatan pada masing-masing rasio pengujian menunjukkan bahwa nilai BCR M.A.T = 55 cm > M.A.T = 67,5 cm > M.A.T = 77,5 cm > M.A.T = 80 cm (M.A.T = Muka air tanah). Adanya variasi muka air tanah, pemasangan perkuatan geotextile dan banyaknya jumlah lapisan geotextile yang digunakan mempengaruhi nilai penurunan dan daya dukung ultimit. Untuk variasi muka air dengan perkuatan memberikan kenaikan daya dukung 1,75-2,5 kali dibanding variasi muka air tanpa perkuata
KESERASIAN ALAT MUAT DAN ANGKUT UNTUK KECAPAIAN TARGET PRODUKSI PENGUPASAN BATUAN PENUTUP PADA PT. ADARO INDONESIA KALIMANTAN SELATAN
Kegiatan penambangan di PT Adaro Indonesia menggunakan peralatan mekanis berupa kombinasi dari alat gali muat excavator Hitachi PC 2500 alat angkut HD Komatsu (Hau-ling Dump) 785 untuk melakukan pembongkaran tanah penutup maupun pengambilan bahan galian. Di gunakan juga beberapa peralatan mekanis lain sebagai pendukung ke-lancaran kegiatan produksi maupun untuk memaksimalakan hasil target produksi seperti motor greder, bulldozer, water truk dan feul truk.Dari Hasil perhitungan dan pembahasan uraian materi yang dijelaskan pada bab-bab se-belumnya, maka dapat diambil suatu kesimpulan sebagai berikut : Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Waktu siklus Alat gali muat excavator Hitachi 2500 adalah 0.52 menit, Waktu siklus Alat angkut HD Komatsu 785 mempunyai waktu siklus rata-rata sebesar 10.6 menit, Faktor keserasian excavator Hitachi 2500 dan 4 unit HD Komatsu 785 didapat 0.78 dimana (MF < 1) berarti belum se-rasi masih ada waktu tunggu excavator, agar serasi di ambil nilai terkecil dari waktu ma-nuver, waktu isi, waktu dumping dan di dapatkan hasil perhitungan waktu angkutnya se-besar 7.57 menit dan setelah di hitung dengan rumus MF (Match Factor) maka waktu angkut tersebut adalah serasi dengan alat muat yaitu 1.09 = 1
PENENTUAN NILAI CBR LAPIS PONDASI AGREGAT KELAS A PADA GRADASI TEPAT BATAS ATAS TERHADAP GRADASI TEPAT BATAS TENGAH
Lapis pondasi agregat mempunyai peranan yang sangat penting dalam prasarana tran-sportasi, khususnya pada perkerasan jalan. Salah satu tipe material perkerasan jalan adalah Lapis Pondasi Agregat Kelas A yang mempunyai persyaratan spesifikasi yang harus di penuhi sebelum penghamparan atau pemadatan di lapangan, sebelum mela-kukan penghamparan dilapangan material harus di uji Laboratorium untuk memenuhi persyaratan Lapis Pondasi Agregat Kelas A tersebut.Penentuan nilai kepadatan kering maksimum (?d) dan kadar air optimum (OMC) dilaku-kan pengujian Laboratorium ber-dasarkan SNI 03-1743-1989 dan CBR Laboratorium menggunakan SNI 03-1744-1989. Berdasarkan hasil penelitian sampel Batas Atas (BA) dengan kadar air optimum 6.99% dan kepadatan kering maksimum 2.14 g/cm3 dan sampel Batas Tengah (BT) kadar air optimum 7.27% dan kepadatan kering maksimum 2.19 g/cm3. Sampel BA dengan nilai CBR0,1†= 119% dan nilai CBR0,2†= 113% dan sampel BT dengan nilai CBR0,1†= 93% dan nilai CBR0,2†= 112,3%. Dari hasil tersebut menunjukan bahwa sampel BT lah yang memiliki daya dukung yang tinggi dibandingkan sampel BA
ANALISA KARAKTERISTIK MARSHALL PADA ASPAL CAMPURAN PANAS UNTUK LAPIS PERMUKAAN JALAN TANJUNG SELOR
Aspal campuran panas ini merupakan salah satu material dalam pembuatan konstruksi pembuatan jalan dapat diperuntukan sebagai lapisan permukaan (Wearing Coarse), da-pat juga sebagai lapis pondasi atas beraspal (Base Coarse). Untuk mendapatkan nilai struktur yang tinggi, maka pada proses pengolahan material ini diperlukan syarat-syarat kualitas dan metodologi pelaksanaan yang baik dan benar sesesesuai dengan standar spesifikasi teknis Bina Marga. Dengan bahan agregat kasar, medium , halus dan abu ba-tu berasal dari Tawau Kalimtan Utara. Sampel pasir menggunakan pasir sungai dari mu-ara sungai Bulungan. Sampel aspal minyak Pen 60/70. Pengujian bahan dasar dan cam-puran percobaan laboratorium dilaksanakan dalam tiga langkah dasar sebagai berikut: a)seleksi suatu resep campran nominal yang akan digunakan sebagai suatu data refe-rensi untuk campuran percobaan; b)Pelaksanaan campuran-campuran percobaan untuk memilih suatu resep campuran yang optimum; c)Konfirmasi campuran optimum dengan pengujian, dengan penyesesesuaian dari resep campuran yang dipilih. Dengan melaku-kan rancangan dan pemadatan Marshall sampai membal (refusal). Perkiraan awal kadar aspal rancangan dapat diperoleh dari rumus dibawah ini : Pb=0,035 (% CA) + 0,045 (% FA) + 0,18 (% Filler) + Konstanta. Dan Membuat Formula Campuran Rancangan (DMF) untuk campuran yang akan digunakan dalam pelaksanaan. Dari dua belas benda uji yang memenuhi ketentuan dirata-ratakan untuk menjadi Kepadatan Standar Kerja (Job Standard Density), yang selanjutnya digunakan sebagai rujukan kepadatan campuran beraspal terhampar dalam pelaksanaan. Percobaan campuran di Unit Pencampur Aspal (UPA) dan percobaan pelaksanaan yang memenuhi ketentuan disetujui sebagai Formula Campuran Kerja (JMF). Data dalam pembahasan didasarkan pada pelaksanaan yang mengacu pada Formula Campuran Kerja (JMF
STABILISASI LERENG UNTUK PENGENDALIAN EROSI DENGAN SOIL BIOENGINEERING MENGGUNAKAN AKAR RUMPUT VETIVER
Intensitas hujan yang cukup tinggi dengan durasi yang lama merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya erosi dan kelongsoran pada lereng yang kritis Air memberikan kon-stribusi terhadap terjadinya kelongsoran terutama pada tanah tak jenuh air. Air masuk kedalam tanah tak jenuh melalui: infiltrasi air permukaan, rembesan air dalam tanah dan naiknya permukaan air tanah. Ke tiga peristiwa diatas merubah kondisi tak jenuh menjadi kondisi jenuh air pada sebagian lapisan tanah. Akibatnya tanah mengalami perubahan kondisi mula-mula (initial state), sehingga lapisan tanah ini akan mengalami pengurang-an kohesi akibat genangan dan hujan deras yang terjadi dengan periode yang sukup panjang serta memicu kelongsoran tanah pada bidang yang lemah. Upaya penanganan melalui rekayasa geoteknik dengan menggunakan teknik-teknik perkuatan tanah pena-warkan penyelesaian dengan biaya yang sangat mahal dan hanya dapat dilakukan pada lokasi-laoksai yang mudah dijangkau. Penggunaan sisten soil bioengineering seperti ve-getasi merupakan salah satu penanganan kelongsoran lanjutan serta kelongsoran jangka panjang yang perlu dipertimbangkan, memgingat beberapa keunggulannya. Dengan so-lusi gree/bioengineering perlu pertimbangan yang tepat, berdasarkan iklim, tipe tanah dan biaya. Pada daerah dengan kondisi iklim panas, tanah cukup kuat dan kohesif, barangkali cukup hanya dengan ditutup rumput biasa sebagai proteksi lereng. Pada kondisi ekstrim, pada daerah lereng curam dan tanah sangat mudah erosi, hujan sangat berlimpah dan waktu masih memungkinkan (lereng yang baru dibentuk perlu segera ditangani), maka penanaman vetiver perlu dipertimbangkan
PENANGANAN LONGSORAN DENGAN PENDEKATAN GEOLOGI DAN GEOTEKNIS PADA KM 51+760 RUAS JALAN WAMENA – ELELIM PROVINSI PAPUA
Kondisi topografi wilayah Papua, sangat bervariasi. Menurut catatan statistik yang ada, sebagian besar penduduk asli Provinsi Papua tinggal di kawasan pegunungan. Aksesi-bilitas menjadi syarat utama untuk lebih mempercepat pertumbuhan ekonomi demi kese-jahteraan mayarakat di pegunungan. Sebagian besar ruas jalan yang melewati kawasan pegunungan, dengan kelandaian yang sangat ekstrim banyak mengalami kerusakan. Sa-lah satu faktor dominan yang menyebabkan terjadinya kerusakan pada ruas jalan adalah akibat pergeseran dan pergerakan tanah. Penanggulangan longsoran baik di tebing atas, di daerah badan jalan maupun di lereng bawah jalan, sehingga dapat mencegah terpu-tusnya jalan maupun terjadinya kerusakan jalan yang lebih berat, menjadi target utama. Pendekatan secara geologis dan geoteknis menjadi syarat mutlak untuk mendesain sua-tu bangunan struktur yang digunakan dalam penanganan longsoran. Secara teknis, fak-tor utama penyebab longsoran yang terjadi di KM 51+760 (ruas jalan Wamena – Elelim) adalah aliran air permukaan di kiri jalan dari arah Elelim melimpas badan jalan dan me-nggerus lereng bawah jalan. Berdasarkan kondisi geologi regional diketahui bahwa kon-disi perlapisan tanah/batuan di lokasi longsoran adalah kelompok kembelangan tak ter-pisahkan (JKK) yang terdiri dari batu lempung, batu sabak, sedikit sisipan batu lanau: se-tempat batu gamping lumpuran dan batu pasir. Dengan kondisi tersebut salah satu al-ternatif penanganan yang direkomendasikan adalah badan jalan lama yang jenuh air di-bongkar sampai ditemukan lapisan tanah padat, kemudian timbunan badan jalan baru menggunakan sistem encapsulated dengan geotekstil woven.
Analisis Sistem Pengolahan Air Limbah Pada Kelurahan Kelayan Luar Kawasan IPAL Pekapuran Raya PD PAL Kota Banjarmasin
Sumber daya air selain merupakan sumber daya alam juga merupakan komponenekosistem yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Kebutuhan akan air cenderung semakin meningkat dari waktu ke waktu.Kota Banjarmasin merupakan salah satu kota yang memiliki banyak penduduk danterkenal dengan sebutan Kota Seribu Sungai, sering kita jumpai kebanyakan masyarakatyang tinggal di pinggiran sungai menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan, seperti :sampah, tinja, air bekas cucian, air bekas mandi dan sebagainya, khususnya pada kelurahankelayan luar kota banjarmasin. Oleh karena itu pemerintah mendirikan PD PAL (PerusahaanDaerah Pengolahan air Limbah).Penyusunan laporan dilakukan dengan metode pengumpulan data primer dan datasekunder, data primer meliputi wawancara langsung dengan narasumber di lapangan dansurvey ke lapangan untuk memecahkan masalah.Berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan di dapat debit aliran air limbah existingpada Kelurahan Kelayan Luar Kota Banjarmasin yang berpenduduk 4.801 jiwa dan luaswilayahnya 22.05 ha adalah 6,6680556 l/detik (tahun 2014), sedangkan untuk debit aliranair limbah pada 10 tahun ke depan adalah 7,2625 l/detik (tahun 2024)