JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis)
Not a member yet
    255 research outputs found

    Peningkatan Laju Disolusi Piperine dengan Pembentukan Multikomponen Kristal Menggunakan Asam Nikotinat

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan laju disolusi piperin dengan pembentukan multikomponen kristal piperin dan asam nikotinat (1:1) dengan metode pelarutan menggunakan pelarut etanol. Multikomponen kristal dikarakterisasi sifat padatannya dengan Difraksi sinar-X, analisa termal Differential Scaning Calorimetry (DSC), spektroskopi FT-IR, analisa mikroskopik Scanning Electron Microscopy (SEM), uji kelarutan dan  profil laju disolusi menggunakan  Aparatus USP 2. Dari penelitian serbuk multikomponen kristal piperin-asam nikotinat diperoleh hasil  pola difraksi sinar-X menunjukkan puncak difraksi yang baru, analisa termal termogram DSC menunjukkan puncak endotermik pada 126,117 ºC, spektrum FTIR terdapat bilangan gelombang 3349,94 cm-1, analisa mikroskopik SEM menunjukkan sudah terbentuk agregat, uji kelarutan menunjukkan peningkatan 1,5 kali lipat dibandingkan piperin murni, profil laju disolusi piperin menunjukkan peningkatan secara signifikan dibandingkan piperin murni yaitu sekitar 2,5 kali lipat. Secara umum preparasi multikomponen kristal piperin-asam nikotinat dapat meningkatkan laju disolusi piperi

    Isolasi Senyawa Antimikroba dari Jamur Endofit Trichoderma koningiopsis SaKB1

    No full text
    Tumbuhan mangrove adalah sumber yang kaya akan jamur endofit. Jamur endofit merupakan penghasil senyawa metabolit sekunder yang memiliki bioaktivitas seperti sitotoksik dan antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengetahui aktivitas antimikroba senyawa metabolit sekunder dari jamur Trichoderma koningiopsis SaKB1 pada tanaman mangrove Sonneratia alba Sm. Isolat jamur di kultivasi pada media beras selama 4 minggu dan diekstraksi menggunakan pelarut etil asetat. Isolasi senyawa antimikroba dilakukan dengan metode kromatografi kolom dilanjutkan dengan rekristalisasi. Berdasarkan hasil kromatografi diperoleh 3 senyawa murni (M1, M2, M3). Senyawa M1 (8,2 mg) berupa amorf berwarna putih yang bereaksi positif terhadap perekasi Lieberman-Bouchard. Senyawa M2 (7,8 mg) berupa amorf berwarna putih. Senyawa M3 (59,6 mg) berupa minyak berwarna kuning kemerahan yang bereaksi positif terhadap pereaksi Lieberman-Bouchard. Semua senyawa dianalisis menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan eluen n-heksan : etil asetat (2:3). Nilai Rf senyawa M1, M2 dan M3 masing-masing adalah 0,85; 0,26 dan 0,8. Analisis aktivitas antimikroba senyawa murni dilakukan dengan metode difusi agar terhadap bakteri pathogen Escherechia coli, Staphylococcus aureus dan Candida albicans. Pengujian aktivitas antimikroba pada konsentrasi 5 % menunjukkan senyawa M1 dan M3 memiliki aktivitas antagonis terhadap bakteri E. coli dengan diameter hambat 9,58±1,16 mm dan 12,38±1,17 mm sedangkan senyawa M2 tidak memiliki aktivitas antimikroba. Berdasarkan uji reaksi kimia, senyawa M1 dan M3 diduga termasuk kedalam golongan terpenoid.

    Analisis Logam Kromium (Cr) Pada Sediaan Perona Pipi (Blush On) Secara Spektrofotometri Serapan Atom

    No full text
    ABSTRAKKromium merupakan logam berat yang dilarang penggunaannya dalam sediaan kosmetik. Efek logam kromium apabila terpapar pada kulit dapat menyebabkan dermatitis, oedema dan borok yang dapat meluas pada kulit. Analisis logam kromium (Cr) pada sediaan perona pipi (Blush On) secara Spektrofotometri Serapan Atom telah dilakukan. Masing-masing sampel didestruksi terlebih dahulu dengan cara destruksi kering, kemudian sampel dilarutkan dengan asam nitrat 6 N, larutan sampel diukur serapannya dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom menggunakan lampu katoda berongga kromium pada panjang gelombang 357,9 nm. Hasil dari penelitian ini adalah sampel merek IZ, VV, KS, MC terdeteksi mengandung logam kromium dengan kadar berturut-turut adalah 10,05 ± 0,05 µg/g; 6,74 ± 0,02 µg/g; 28,95 ± 0,19 µg/g; 13,52 ± 0,63 µg/g. Data menunjukan bahwa adanya kromium pada semua sampel.Kata kunci: logam; kromium; perona pipi; spektrofotometri serapan atom ABSTRACTChromium is a heavy metal which is prohibited from using it in cosmetic preparations. Effects of chromium metal, when exposed to the skin, can cause dermatitis, oedema and ulcers that can extend to the skin. Analysis of chromium (Cr) metal in blush preparations by Atomic Absorption Spectrophotometry was carried out. Each sample was first destructed by dry destruction, then the sample was dissolved with 6 N nitric acid, the absorption of the sample solution was measured by an atomic absorption spectrophotometer using a chromium hollow cathode lamp at a wavelength of 357.9 nm. The results showed that all samples under the IZ, VV, KS and MC brands were detected containing chromium metal with levels of 10.05 ± 0.05 μg/g respectively; 6.74 ± 0.02 µg/g; 28.95 ± 0.19 µg/g; 13.52 ± 0.63 µg/g. Data shows that the presence of chromium in all samples.Keywords: metal; chromium; blush; atomic absorption spectrophotometry.

    Studi In Silico, Sintesis, dan Uji Sitotoksik Senyawa P-Metoksi Kalkon terhadap Sel Kanker Payudara MCF-7

    No full text
    Kalkon (1,3-difenil-2-propene-1-on) adalah salah satu senyawa golongan flavonoid yang memiliki beragam aktivitas biologis diantaranya sebagai antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  efek sitotoksik analog kalkon (E)-3-(4-metoksifenil)-1-fenilprop-2-en-1-on dengan menggunakan teknik komputerisasi (docking), senyawa analog kalkon tersebut disintesis menggunakan reaksi kondensasi Claisen-Schmidt dengan katalis basa secara metode iradiasi gelombang mikro. Studi in silico ini dilakukan antara senyawa kalkon dengan  protein dengan kode PDB ID P521 dengan menggunakan program AutoDock Vina, sedangkan uji aktivitas sitotoksik senyawa kalkon dilakukan terhadap sel kanker payudara MCF-7 menggunakan metode WST-8. Berdasarkan hasil docking, senyawa kalkon (E)-3-(4-metoksifenil)-1-fenilprop-2-en-1-on memiliki potensi sebagai penghambat aktif terhadap sel kanker payudara MCF-7 ditandai dengan senyawa ini memiliki nilai energi bebas ikatan yang lebih kecil dibandingkan doxorubicin sebagai pembanding; memiliki 4 persamaan asam amino dengan doxorubicin dimana interaksi yang terbentuk terdiri dari 4 jenis ikatan yaitu ikatan hidrogen, ikatan van der Waals, ikatan pi-sigma dan ikatan pi –alkil.  Dari hasil uji sitotoksik antara sel kanker MCF-7 dan senyawa kalkon diperoleh nilai IC50 sebesar 48,18 µg/mL. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa senyawa analog kalkon (E)-3-(4-metoksifenil)-1-fenilprop-2-en-1-on dapat berpotensi sebagai inhibitor terhadap sel kanker payudara MCF-

    Produksi Isopulegol dengan Cyclisasi Citronellal Menggunakan Katalis Heterogen ZnBr2/SiO2 untuk Aplikasi Green Medicine

    No full text
    Isopulegol penting sebagai senyawa intermediate dalam pembuatan menthol (C10H20O) yang mempunyai karakteristik bau peppermint dan digunakan secara luas dalam industri farmasi, industri sabun dan pasta gigi. Isopulegol sangat mahal karena banyak digunakan di dunia green medicine. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Isopulegol dengan reaksi cyclisasi citronellal menggunakan katalis heterogen ZnBr2/SiO2. Awalnya dilakukan pembuatan katalis heterogen ZnBr2/SiO2 selanjutnya dilakukan pemisahan fraksi citronellal dari citronella oil dengan destilasi fraksinasi vacuum. Fraksi citronellal yang digunakan diperoleh dari hasil isolasi citronella oil pada tekanan 33 mBarr. Dilakukan reaksi cyclisasi citronellal untuk menghasilkan isopulegol. Beberapa teknik seperti Fourier Transform Infra Red (FTIR) dan Scanning Electron Microscopy Energy Dispersive X-Ray Analysis (SEM-EDX) digunakan untuk karakterisasi katalis. Gas Chromatoghraphy Mass Spectroscopy (GC-MS) digunakan untuk analisis produksi isopulegol. Reaksi yang dilakukan menunjukkan bahwa katalis sangat selektif terhadap produk yang dihasilkan yaitu isopulegol dengan aktifitas katalis sebesar 95.63 % dan selektifitas terhadap isopulegol sebesar 94.35 %. Regenerasi katalis juga menunjukkan hasil yang baik terhadap produk yang dihasilkan dengan aktifitas sebesar 94.38 %

    Potensi Aktivitas Antiketombe dari Daun Jambu Air [Eugenia aqueum (Burm. F) Alston]

    No full text
    Daun jambu air telah banyak dikenal di masyarakat Indonesia sebagai pembungkus makanan sehingga makanan dapat disimpan lebih lama.  Hal ini menunjukkan  daun jambu air memiliki aktivitas antimikroba.  Jambu air telah diketahui  mengandung flavonoid and tanin yang memiliki khasiat anti jamur.  Penyakit infeksi karena jamur, merupakan penyakit dengan tingkat penderita yang tinggi di Indonesia, salah satu diantaranya adalah ketombe.  Ketombe disebabkan oleh Pityropsorum ovale.  Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan  secara ilmiah mengenai potensi aktivitas daun jambu air pada jamur penyebab ketombe. Evaluasi  dilakukan secara in vitro dengan metode  difusi agar menggunakan teknik sumur pada jamur penyebab ketombe yaitu Pityrosporum ovale dengan indikator capaian adalah terbentuknya zona hambatan pertumbuhan.  Hasil menunjukkan bahwa bahan uji berupa ekstrak etanol dan  fraksi ekstrak yaitu  fraksi n-heksan, etil asetat maupun air memiliki khasiat menghambat pertumbuhan Pityrosporum ovale masing-masing pada konsentrasi hambat minimum (KHM) : 1, 1, 0,5 dan 4% b/v. Aktivitas pada Pityrosporum ovale yang tertinggi ditunjukkan oleh fraksi etil asetat karena memiliki nilai KHM terendah. Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa daun jambu air berpotensi untuk dikembangkan menjadi sediaan yang berkhasiat anti ketombe. 

    Perubahan Parameter Biokimia, Histopatologi Ginjal Tikus Spraque Dawley Pascahipoksia Oleh Ekstrak Akar Acalypha indica dan Herba Centella asiatica

    No full text
    Hipoksia kronik merupakan salah satu penyebab penyakit ginjal akibat peningkatan pembentukan Reactive Oxygen Species (ROS)  dalam sel. Kombinasi ekstrak akar Acalypha indica 250 mg/KgBB (AI250) dan Centella asiatica 150 mg/kgBB (CA150) memiliki efek neuroterapi pada tikus Spraque Dawley pascahipoksia. Penelitian dilakukan untuk membuktikan manfaat kombinasi ekstrak etanol dan/atau ekstrak tunggalnya dapat memperbaiki kerusakan ginjal tikus pascahipoksia melalui mekanisme antioksidan. 28 tikus jantan dikelompokkan dalam 7 kelompok: kontrol normal; kontrol hipoksia+air; hipoksia+(AI200+CA150); hipoksia+(AI250+CA100); hipoksia+AI250; hipoksia+CA150; hipoksia+vitamin C. Hipoksia selama 7 hari dalam hypoxic chamber berisi O2 10% dan N2 90%, 1 atm. Setiap kelompok diberi perlakuan selama 7 hari. Pada akhir studi hewan diterminasi. Darah dan organ ginjal diambil untuk pemeriksaan biokimia dan histopatologi.Kombinasi  (AI250+CA100) menurunkan kadar MDA ginjal dan plasma secara bermakna dibandingkan kontrol hipoksia (p=0,001 dan p=0,021) dan AI250 (p=0,003 dan 0,043). Kombinasi AI250+CA100 terjadi penurunan ekspresi relatif mRNA HIF-1α (p=0,014), kadar urea plasma (p=0,001) dan perbaikan lesi intra-glomerulus p=0,013.Kesimpulan: Kombinasi (AI250+CA100) dan tunggal AI250 memiliki aktivitas antioksidan terbaik dalam mencegah kerusakan ginjal pascahipoksia, secara biokimiawi dan histopatologinya

    Gambaran Pengetahuan Keluarga Dalam Mendapatkan dan Menggunakan Obat Antibiotik di Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar

    No full text
    Kurangnya pengetahuan keluarga tentang antibiotik dan bagaimana mereka digunakan dapat menjadi faktor yang dapat memicu resistensi bakteri terhadap antibiotik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana gambaran keluarga dalam mendapatkan dan menggunakan obat antibiotik di Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini menggunakan 100 responden dengan teknik proporsional random sampling. Data diambil melalui kuesioner menggunakan skala Likert dan dilakukan analisis deskriptif dan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan keluarga Apoteker adalah kriteria yang baik dengan rata-rata 21,36 (skor total 19-25), pengetahuan keluarga tentang Antibiotik dikategorikan baik dengan rata-rata 41,76 (skor total 37-50), pengetahuan keluarga dalam memperoleh obat antibiotik diklasifikasikan sebagai kriteria yang baik dengan skor rata-rata 30,22 (skor total 30-40), dan pengetahuan keluarga dalam menggunakan obat antibiotik responden cukup dengan skor rata-rata 29,87 (skor total 19-29) . Kemudian hasil uji korelasi diperoleh nilai r = 0,548, yang menyatakan bahwa ada hubungan antara pengetahuan keluarga apoteker dan antibiotik dengan pengetahuan keluarga dalam memperoleh dan menggunakan obat antibiotik di kecamatan kabupaten Kaum Lima Kabupaten Tanah Datar terbukti dengan nilai signifikan sebesar 0,000 ( p <0,05)

    Analisis Penggunaan Antibiotika pada Pasien Penyakit Dalam di RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan dengan Metode ATC/DDD

    No full text
    Resistensi antimikroba (AMR) merupakan masalah kesehatan yang mendunia. Resistensi tidak dapat dihilangkan namun dapat diperlambat dengan cara menggunakan antibiotika secara bijak. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi resistensi antimikroba dengan melakukan evaluasi penggunaan antibiotika baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan antibiotika pada pasien ilmu  penyakit dalam RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan selama periode Januari-Maret 2019. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-analitik (cross-sectional) dengan pengambilan data secara retrospektif serta jumlah sampel 482 pasien yang selanjutnya dianalisis menggunakan metode ATC dan DDD. Hasil penelitian menunjukkan nilai total DDD pemakaian antibiotika adalah 76,03/100 patient-days dengan total LOS pasien adalah 2270 hari. Penggunaan antibiotika tertinggi adalah ceftriaxone 37,56/100 patient-days, ciprofloxacin 25,78/100 patient-days, dan levofloxacin 6,05/100 patient-days. Golongan antibiotika yang masuk ke dalam segmen DU 90% yaitu ceftriaxone, ciprofloxacin, dan levofloxacin, sehingga harus dipantau penggunaannya karena berpotensi pada risiko resistensi. Kedepan perlu dilakukan penelitian lanjutan terkait evaluasi kualitas penggunaan antibiotika, serta dilakukan intervensi yang tepat untuk meningkatkan penggunaan antibiotika secara bijak dengan harapan dapat menekan angka resistensi antibiotika

    Kajian Pola Penggunaan Antibiotik Profilaksis Hubunganya dengan Angka Kejadian Infeksi Daerah Operasi (IDO) pada Pasien Bedah Digestif

    No full text
    Antibiotik profilaksis diberikan untuk mencegah Infeksi Daerah Operasi (IDO) Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola penggunaan antibiotik profilaksis terhadap angka kejadian IDO. Penelitian cross-sectional ini menggunakan data medical record dan pengamatan langsung. Observasi IDO diamati secara langsung luka pascaoperasi, yang pertama diruang perawatan pada saat ganti perban, observasi kedua dilakukan di poliklinik bedah pada saat kontrol berulang. Infeksi Daerah Operasi diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu IDO insisional superfisial, IDO insisional dalam, IDO organ/rongga. Hasil penelitian ini menunjukkan angka kejadian IDO pada pasien bedah digestif sebesar 17,5% memenuhi kriteria diagnosa IDO superficial. IDO ditemukan paling cepat hari ketiga dan paling lama pada hari kelima pasca operasi. Jenis antibiotik profilaksis dan lama penggunaan antibiotik profilaksis tidak mempunyai hubungan bermakna terhadap angka kejadian IDO (p>0,05). Akan terapi waktu pemberian antibiotik mempunyai hubungan bermakna terhadap angka kejadian IDO (p<0,05)

    0

    full texts

    255

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇