JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis)
Not a member yet
    255 research outputs found

    Optimasi Formula Lotion Tabir Surya Ekstrak Kulit Buah Naga Super Merah (Hylocereus costaricensis) Menggunakan Metode Desain D-Optimal

    No full text
    Paparan sinar matahari yang berlebihan dan berlangsung lama dapat menyebabkan eritema dan kulit terbakar, penuaan dini dan kanker kulit. Salah satu bentuk sediaan kosmetik yang dapat digunakan untuk melindungi kulit adalah lotion yang mengandung zat aktif tabir surya. Ekstrak kulit buah naga super merah adalah bahan alam yang memiliki efek antioksidan dan tabir surya.Optimasi formula lotion tabir surya dilakukan menggunakan metode D-Optimal dengan 2 faktor yaitu ekstrak kulit buah naga super merah sebagai bahan aktif dengan range konsentrasi 9-12% dan natrium alginat 3-6% sebagai peningkat viskositas. Nilai SPF, viskositas dan daya sebar ditetapkan sebagai respon. Lotion yang dihasilkan berwarna coklat, berbentuk semi padat khas lotion, homogen, beraroma khas minyak mawar, pH sesuai syarat SNI dengan tipe emulsi minyak dalam air (M/A).Hasil respon yang diperoleh dari 11 formula menghasilkan  nilai SPF dengan range 6,64 – 14,12, nilai viskositas 10,333 – 13,000 cP yang memenuhi standar SNI, dan nilai daya sebar 6,52 – 7,92 cm. Formula optimum hasil prediksi D-Optimal menggunakan perangkat lunak Design Expert® 7.1.5 ditetapkan konsentrasi ekstrak 12% dan natrium alginat 3%. Peningkatan konsentrasi ekstrak dan Na. alginat menunjukkan tidak berpengaruh signifikan terhadap ketiga respon.

    Solid dispersion of usnic acid prepared by a freeze drying technique using poloxamer 188 as the polymer

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kelarutan dari asam usnat yang memiliki kelarutan rendah di dalam air dengan menggunakan metode solid dispersi. Metode solid dispersi yang digunakan adalah teknik freeze drying dengan menggunakan poloxamer 188 sebagai polimer. Karakteristik dispersi padat yang terbentuk dilakukan dengan analisis difraksi sinar-X (XRD), Fourier Transform Infra Red (FTIR), Scanning Electron Microscopy (SEM). Lebih lanjut, penetapan kadar, uji kelarutan dan profil disolusi dilakukan dengan menggunakan asam usnat murni dan campuran fisik sebagai pembanding. Dari hasil XRD dan SEM menunjukkan bahwa asam usnat terdispersi dalam poloxamer dalam bentuk amorf.  Hasil FTIR menunjukkan asam usnat membentuk ikatan hidrogen dengan poloxamer 188. Hasil uji kelarutan menunjukkan kelarutan dispersi padat 1:1; 1:2; 2:1 (5,80 µg/ml; 6,94 µg/ml; 4,88 µg/ml) lebih tinggi dibandingkan campuran fisik 1:1 (0,39 µg/ml) dan asam usnat murni memiliki kelarutan yang paling rendah (0,34 µg/ml). Kesimpulannya dispersi padat dengan menggunakan poloxamer 188 dengan menggunakan teknik freeze drying dapat meningkatkan kelarutan dari asam usnat.This study aimed to improve the solution of usnic acid, a poorly soluble drug using solid dispersions (SDs). The SDs were prepared by a freeze-drying technique with poloxamer 188 as a polymer. The physicochemical properties of the SDs were characterized using X-ray diffractometry (XRD) and Fourier transform-infrared (FT-IR) spectroscopy, Scanning Electron Microscopy (SEM),. In addition, drug content, solution test and dissolution profile  was evaluated by using usnic acid (pure drug) and physical mixture as a reference. The results from  XRD and SEM showed that usnic acid was molecularly dispersed in the SDs as an amorphous form. The FT-IR results suggested that intermolecular hydrogen bonding had formed between usnic acid and its carriers. The result of solubility test showed that solubility of solid dispersions 1:1; 1:2; 2:1 (5.80 µg/ml; 6.94 µg/ml ; 4.88 µg/ml) were higher than the physical mixture 1:1 ( 0.39 µg/mL) and pure asam usnat have the lowest solubility (0.34 µg/mL). In conclusion, SDs prepared by a freeze-drying technique used poloxamer as a polymer can be used to enhance solubility of usnic aci

    Uji Efek Teratogenik dari Yoghurt Terhadap Fetus Mencit Putih (Mus musculus)

    No full text
    Yogurt is one of the dairy products made from lactic acid fermentation by using Lactobacillus bulgaricus and Streptococcus thermophilus. A study on teratogenic effects of yogurt on the white female mice fetus (Mus musculus) has been carried out. Pregnant mice used were 20 which divided into 4 groups : the control group, D1, D2, and D3. The treatments giveThe mice were Distidelled water (control), 0.52 yogurt (D1), 1.04  yogurt (D2), and 2.08 g yogurt (D3). Data were analyzed using one-way ANOVA followed by Duncan multiple range test. Results showed that administration of yogurt during pregnancy could affect mother body weight of mice (P 0,05). Observations with Alizarin solution did not show skeletal defects in comparison to the control group. Observations with Bouin’s solution showed defective visceral cleft palate in fetal mice yogurt group D3. This study conclude that yogurt is safe to consume in groups D1 and D2. Yogurt has the potential to cause fetal teratogenic in group D3Yoghurt merupakan salah satu olahan susu yang dibuat dengan fermentasi asam laktat yaitu bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus.Pada penelitian ini dilakukan uji efek teratogen dari yoghurt terhadap fetus mencit putih betina (Mus musculus). Induk mencit putih betina sebanyak 20 ekor yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol, D1, D2, dan D3 berturut-turut yaitu 0,52 gram, 1,04 gram, dan 2,08 gram yoghurt. Data hasil penelitian diolah menggunakan ANOVA Satu Arah dan uji wilayah berganda Duncan. Hasil Penelitian menunjukan bahwa pemberian yoghurt selama kehamilan dapat mempengaruhi berat badan induk mencit (P 0,05). Pengamatan dengan larutan Alizarin tidak ditemukan cacat skeletal setelah dibandingkan dengan kelompok kontrol. Pengamatan dengan larutan Bouin’s ditemukan cacat visceralcleft palate fetus mencit pada kelompok yoghurt D3. Dapat disimpulkan yoghurt aman dikonsumsi pada kelompok D1 dan D2. Yoghurt berpotensi menyebabkan teratogen pada beberapa fetus pada kelompok D

    Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Etil Asetat Daun Tampa Badak (Voacanga foetida (Bl.)K.Schum) pada Kanker Kolon HTB-38

    No full text
    Kanker kolon merupakan penyakit yang ditandai oleh perkembangan sel yang tidak terkendali di lapisan epitel pada usus besar. Salah satu tumbuhan yang memiliki aktivitas sebagai antikanker yaitu tumbuhan tampa badak (Voacanga foetida (Bl.) K.Schum). Tumbuhan tampa badak adalah keluarga apocynaceae yang memiliki aktivitas antikanker terhadap sel kanker darah (L1210 dan K256), sel kanker paru (A549) dan sel kanker serviks (HeLa). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek sitotoksik ekstrak etil asetat daun tampa badak terhadap sel kanker kolon HTB-38. Metode yang digunakan pada pengujian ini adalah metode MTT Assay pada waktu 24, 48 dan 72 jam. Parameter yang digunakan adalah IC50. Hasil penelitian menujukkan bahwa nilai IC50 ekstrak etil asetat daun tampa badak terhadap sel kanker kolon HTB-38 pada waktu 24, 48 dan 72 jam masing-masing sebesar 0,0287, 0,0776 dan 0.0415 μg/mL. Hasil penelitian ini menunujukkan bahwa ekstrak etil asetat daun tampa badak mempunyai efek sitotoksik kuat terhadap sel kanker kolon HTB-38. Hasil uji ANOVA menyatakan bahwa terdapat perbedaan persen viabilitas antara konsentrasi 0,1 μg/mL, konsentrasi 0,5 μg/mL dan konsentrasi 1 μg/mL (p0,05)

    Evaluasi Penggunaan Obat Antitiroid Pada Pasien Hipertiroid di RSUP Dr. M. Djamil Padang, Indonesia

    No full text
    Hyperthyroidism is the second largest hormonal disease in Indonesia after diabetes mellitus. The most common cause of hyperthyroidism is Graves’ disease. Untreated in hyperthyroid patients will causes decreased patient quality of life, atrial fibrillation and osteoporosis. Therefore need a therapy to control thyroid hormone levels in the normal range, one of them with antithyroid drugs. This study aims to determine the patterns of antithyroid use and evaluate the appropriateness use of antithyroid drugs in patients hyperthyroidism include precise indications, precise medications, precise patients and appropriate doses. This study is a descriptive study that retrospective data collection using patient medical records during the period January-December 2015 in Polyclinic Dr. M. Djamil hospital Padang. The number of patients who fulfills  the inclusion criteria are 175 patients. Antithyroid drugs used in patients with hyperthyroidism are PTU (82,75%) and thyrozol (17,25%). The results showed that inappropriate indication and inappropriate drug was not found, while there were 13 patients (7,43%) with an inappropriate dosage regimen and 1 patients (0,57 %) with inappropriate patient.Hipertiroid merupakan penyakit hormonal kedua terbesar di Indonesia setelah diabetes melitus. Penyebab terbanyak yang dapat menimbulkan keadaan hipertiroid adalah penyakit Graves. Pasien hipertiroid yang tidak diobati akan berisiko menurunnya kualitas hidup, atrial fibrilation dan osteoporosis. Oleh karena itu diperlukan terapi untuk mengontrol kadar hormon tiroid pada batasan normal, salah satunya dengan obat antitiroid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat antitiroid dan mengevaluasi ketepatan penggunaan obat antitiroid pada pasien hipertiroid meliputi tepat indikasi, tepat obat, tepat pasien dan tepat dosis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif menggunakan rekam medik pasien selama periode Januari-Desember 2015 di Poliklinik Khusus RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jumlah pasien yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 175 pasien.  Obat antitiroid yang digunakan pada pasien hipertiroid adalah PTU (82,75%) dan thyrozol (17,25%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaktepatan indikasi dan ketidaktepatan obat tidak ditemukan, sedangkan terdapat 13 pasien (7,43%) tidak tepat dosis, dan 1 pasien (0,57%) tidak tepat pasien.

    Formulasi Liposom Ekstrak Terpurifikasi Centella asiatica Menggunakan Fosfatidilkolin dan Kolesterol

    No full text
    Penelitian mengenai pembuatan liposom ekstrak terpurifikasi Centella asiatica menggunakan fosfatidilkolin dan kolesterol telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi atau perbandingan yang ideal antara ekstrak terpurifikasi Centella asiatica dengan fosfatidilkolin dan pengaruh penambahan kolesterol terhadap liposom yang dihasilkan. Metoda pembuatan liposom yang digunakan adalah hidrasi lapis tipis. Rasio ekstrak dengan fosfatidilkolin dibuat tiga variasi formula: F1 (1:40 b/b), F2 (1:60 b/b), F3 (1:100 b/b). Lapis tipis lipid F2 paling mudah dihidrasi. Hasil hidrasi ketiga formula menunjukkan suspensi liposom yang bewarna putih susu. Kemudian dibuat tiga formula dengan penambahan kolesterol yaitu FK1 (1:30:30 b/b), FK2 (1:20:40 b/b), FK3 (1:10:50 b/b). Hasil pengamatan suspensi liposom menggunakan SEM (scanning electron microscope) menunjukkan morfologi vesikel berbentuk sferis. Lapis tipis lipid FK1 mudah dihidrasi dan tidak menggumpal. FK1 memiliki daya penjerapan terbesar. Vesikel liposom yang mengandung kolesterol tidak mengalami perubahan warna setelah disimpan selama 6 bulan, sedangkan yang tidak mengandung kolesterol, warnanya menjadi kekuningan

    Effect of Eleutherine americana Merr. bulb extract on blood pressure and heart rate in anesthetized hypertensive rats

    No full text
    The effect of ethanolic extract of Eleutherine americana Merr. on the blood pressure and heart rate has been investigated. A number of 25 Sprague-Dawley male rats were induced with prednisone 1.5 mg/kg in combination with saline solution 2.5% for 14 days to obtain hypertension model. The rats were anesthetized and prepared for the recording of blood pressure and heart rate. The rats were divided into five groups receiving 100, 200, and 400 mg/kg of the extract, vehicle control, and captopril 30 mg/kg as the reference. The treatment was administered three times with 30 minutes interval. The systolic (SBP), diastolic (DBP), mean arterial pressure (MAP), and heart rate (HR) were recorded. The data were analyzed with two-way analysis of variance (ANOVA) followed by Duncan’s MRT (95% confidence interval). The study revealed that the extract exhibited a blood pressure lowering effect. The best antihypertensive activity of the extract was shown by the dose of 100 mg/kg. Meanwhile, HR was also affected inversely by the treatment, in which the lowest dose caused the highest increase. The study suggests that the extract of Eleutherine americana exhibits antihypertensive activity that may be potential for future development of drugs. The effect of ethanolic extract of Eleutherine americana Merr. on the blood pressure and heart rate has been investigated. A number of 25 Sprague-Dawley male rats were induced with prednisone 1.5 mg/kg in combination with saline solution 2.5% for 14 days to obtain hypertension model. The rats were anesthetized and prepared for the recording of blood pressure and heart rate. The rats were divided into five groups receiving 100, 200, and 400 mg/kg of the extract, vehicle control, and captopril 30 mg/kg as the reference. The treatment was administered three times with 30 minutes interval. The systolic (SBP), diastolic (DBP), mean arterial pressure (MAP), and heart rate (HR) were recorded. The data were analyzed with two-way analysis of variance (ANOVA) followed by Duncan’s MRT (95% confidence interval). The study revealed that the extract exhibited a blood pressure lowering effect. The best antihypertensive activity of the extract was shown by the dose of 100 mg/kg. Meanwhile, HR was also affected inversely by the treatment, in which the lowest dose caused the highest increase. The study suggests that the extract of Eleutherine americana exhibits antihypertensive activity that may be potential for future development of drugs.

    Pemilihan Bahan Pengisi untuk Formulasi Tablet Ekstrak Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa Boerl)

    No full text
    Buah mahkota dewa merupakan tanaman yang digunakan sebagai alternatif untuk mencegah kanker. Pengembangan produk mahkota dewa menjadi bentuk sediaan tablet akan lebih menjamin khasiat dan efek yang diinginkan, dan pengaturan dosis yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memilih bahan pengisi yang tepat untuk formulasi tablet ekstrak buah mahkota dewa sehingga memenuhi persyaratan kontrol kualitas sebagai sediaan tablet. Ekstraksi yang digunakan untuk mendapatkan flavonoid sebagai anti kanker yaitu dengan perkolasi. Tablet dibuat dengan teknik granulasi basah, kemudian dilakukan uji sifat fisik tablet yaitu keragaman bobot, keseragaman ukuran, kerapuhan, kekerasan, waktu hancur dan uji kandungan  flavonoid pada tablet. Hasil sifat fisik ketiga formula menghasilkan kekerasan untuk tablet dengan pengisi laktosa; amilum; dan kalsium fosfat adalah 6,00 ± 0,52; 4,76 ± 0,35; dan 5,93 ± 0,28 kg. Berikut kerapuhan adalah 0,30 ± 0,1; 1,67 ± 0,58;  dan 0,47 ± 0,06 % untuk bahan pengisi laktosa, amilum dan kalsium fosfat. Waktu hancur adalah 4,26  ± 0,29; 5,69 ± 0,28; dan 3,89 ± 0,19 menit untuk bahan pengisi laktosa, amilum dan kalsium fosfat. Disimpulkan, bahwa tablet yang memiliki sifat fisik yang paling baik adalah tablet dengan bahan pengisi kalsium fosfat karena memenuhi semua persyaratan Farmakope dan waktu hancur paling cepat

    Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Ulkus Diabetikum di Instalasi Rawat Inap (IRNA) Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang

    No full text
    Penggunaan antibiotik yang rasional sangat diperlukan untuk mengurangi terjadinya resistensi, tingkat keparahan penyakit, biaya pengobatan dan lama waktu perawatan bagi penderita infeksi ulkus diabetikum. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran karakteristik demografi dan klinis pasien ulkus diabetikum di Instalasi Rawat Inap (IRNA) Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang, pola penggunaan antibiotik, ketepatan penggunaan antibiotik dan hubungannya terhadap clinical outcome dan rasionalitas antibiotik. Penelitian dilakukan secara prospektif. Sebanyak 28 pasien memenuhi kriteria inklusi. Karakteristik demografi menunjukkan mayoritas pasien adalah perempuan (60-72 %), umur 45-60 tahun (46,44 %). Karakteristik klinis pasien menunjukkan mayoritas pasien dengan lama rawatan 3-7 hari (53,57 %), riwayat tukak 1-3 bulan (60,72 %), infeksi berat (71,43 %), clinical outcome membaik (71,43 %). Pola penggunaan antibiotik tunggal terbanyak adalah Seftriakson (13 %), Metronidazol (13%) dan kombinasi antibiotik Seftriakson + Metronidazol (26,1 %). Penilaian rasionalitas penggunaan antibiotik adalah tepat indikasi (100 %), tepat pasien (100%), tepat obat (89,28 %), tepat regimen dosis (57,14 %) dan potensi interaksi obat (67,85 %). Berdasarkan analisa statistik, tidak ada hubungan yang bermakna antara karakteristik demografi dan klinis terhadap clinical outcome dan rasionalitas antibiotik (p>0,05). Dapat disimpulkan bahwa penggunaan antibiotik pada pasien ulkus diabetikum belum rasional

    Pengaruh Karakteristik Pasien Terhadap Kualitas Hidup Terkait Kesehatan Pada Pasien Kanker Payudara di RSUP Dr.M. Djamil Padang, Indonesia

    No full text
    Kualitas hidup merupakan suatu bagian penting dalam penilaian hasil terapi terutama pada penyakit kronis. Faktor karakteristik individu pada pasien kanker dapat mempengaruhi persepsi kesehatan general dan kualitas hidup keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik demografis (umur, tingkat pendidikan, lama terdiagnosa, jenis kemoterapi) dan karakteristik klinis (siklus kemoterapi, setting kemoterapi) pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan kuesioner EORTC QLQ-C30. Sampel diambil dengan memilih semua pasien kanker payudara di RSUP Dr. M. Djamil Padang yang memenuhi kriteria inklusi selama bulan Maret – Mei 2018. Data yang diperoleh dari pengisian kuwsoner kemudian ditaransformasikan nilainya ke dalam rentang 0-100 menggunakan rumus transformasi linear, kemudian dilakukan analisa statistik menggunakan uji Mann-whitney dan Kruskall-wallis. Dari hasil penelitian didapatkan karakteristik demografi tidak berpengaruh terhadap terhadap nilai kualitas hidup pasien kanker payudara (p>0,05). Sedangkan karakteristik klinis mempunyai pengaruh bermakna terhadap nilai kualitas hidup pasien kanker payudara (p<0,05). Kata kunci: karakteristik pasien;kualitas hidup;kanker payudara;karakteristik demografi;karakteristik klinis;kuesioner EORTC QLQ-C3

    0

    full texts

    255

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇