JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis)
Not a member yet
    255 research outputs found

    Kajian Literatur: Sediaan Suspensi Poliherbal (Bawang Putih, Jahe Merah, Lemon, Cuka Apel, Madu) sebagai Antihiperlipidemia

    No full text
    Hiperlipidemia menjadi suatu kondisi yang perlu diterapi untuk menghindari terbentuknya aterosklerosis dan menjadi penyakit kardiovaskular akut. Salah satu terapinya yaitu obat komplementer berupa poliherbal yang mengandung bawang putih, jahe merah, lemon, cuka apel, dan madu. Kontrol kualitas sediaan herbal menjadi sangat penting dan diperlukan untuk dilakukan agar khasiat bisa dicapai. Studi literatur ini dibuat untuk memberikan informasi mengenai sediaan herbal yang mengandung poliherbal tersebut sebagai antihiperlipidemia serta berbagai pengujian dalam standarisasi sediaannya. Pencarian literatur dilakukan pada jurnal nasional dan internasional dengan mesin telusur Google, Google scholar, Pubmed, NCBI, Sciencedirect dan lainnya menggunakan kata kunci yang terkait. Literatur yang terkumpul dilakukan skrining dengan kriteria inklusi yaitu waktu terbit pada 2007-2021 dan penelusuran lanjutan dengan melihat secara manual pada referensi yang relevan. Berdasarkan kajian literatur yang diperoleh, sediaan campuran poliherbal ini memiliki efek antihiperlipidemia secara in vivo yang setara dengan simvastatin dengan mekanisme yang mirip. Masing-masing bahan memiliki kumpulan senyawa aktif yang berperan dalam efek antihiperlipidemia yang dapat dijadikan senyawa penanda. Informasi karakterisasi senyawa penanda tersebut bisa menjadi acuan dalam mempelajari stabilitasnya baik secara fisika maupun kimia. Maka dari itu, perlu dikaji lebih lanjut mengenai stabilitas campuran poliherbal ini agar dapat stabil lebih lama dan memberikan manfaat yang lebih luas di masyarakat

    Identifikasi Determinan Molekul Interaksi STK630921 pada Interleukin-17A

    No full text
    Interleukin-17A (IL-17A) merupakan sitokin pro-inflamasi yang terlibat dalam patogenesis beberapa penyakit, antara lain psoriasis, rheumatoid arthritis, kanker, diabetes dan penyakit ginjal stadium akhir. Peningkatan kadar serum IL-17A memberikan petunjuk adanya keterkaitan antara IL-17A pada kejadian nefropati diabetik. Keterkaitan ini juga diperjelas dengan temuan bahwa penghambatan aktivitas IL-17A dapat menurunkan albuminuria, cedera ginjal dan menunda perkembangan nefropati diabetik. Peranan IL-17A ini menjadikannya sebagai pilihan target potensial terapi nefropati diabetik yang sejauh ini bertumpu pada pengendalian optimal sistem renin angiotensin. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi determinan molekul interaksi STK630921 pada IL-17A. Penelitian dilakukan dengan penambatan molekul STK630921 pada protein IL-17A, dilanjutkan dengan simulasi dinamika molekul selama 15 ns. Identifikasi determinan molekul dilakukan menggunakan bantuan perangkat lunak PyPLIF-HIPPOS terhadap hasil simulasi dinamika molekul. Penelitian ini berhasil mengidentifikasikan asam-asam amino yang berperan penting yaitu His29, Trp67, Asn27, Lys114 dan Glu95 dengan interaksi aromatik dan interaksi hidrogen sebagai jenis interaksi yang berperan pada aktivitas STK630921 pada struktur protein 4HR9

    Aktivitas Antibakteri Fraksi Biji (KEBEN) Barringtonia asiatica L. Kurz pada Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

    No full text
    Biji keben (Barringtonia asiatica L. Kurz) merupakan salah satu bagian tumbuhan obat yang secara empiris dimanfaatkan oleh masyarakat Tomini sebagai obat infeksi mata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi biji keben dengan menggunakan metode difusi agar teknik sumuran serta melakukan identifikasi senyawa antibakteri dari fraksi yang memiliki aktivitas antibakteri tertinggi dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT)-bioautografi dan pereaksi warna. Hasil dari pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa fraksi n-heksana, etil asetat dan air dari biji keben memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter hambat tertinggi pada fraksi etil asetat yaitu 21,08±0,72 (mm±SD) pada bakteri Staphylococcus aureus dan 21,53±1,00 (mm±SD) pada bakteri Escherichia coli. Hasil dari KLT-bioautografi fraksi etil asetat terhadap Staphylococcus aureus memberikan dugaan bahwa senyawa yang memiliki aktivitas antibakteri adalah steroid (Rf 0,75 dan 0,78) dan senyawa terpenoid (Rf 0,3) pada bakteri Escherichia coli. Berdasarkan hasil tersebut fraksi etil asetat biji keben dapat dipertimbangkan sebagai sumber antibakteri bahan ala

    Efektivitas Ekstrak Etanol Polong Petai [Parkia speciosa Hassk.] sebagai Anti Ulcer Pada Tikus Wistar yang Diinduksi Etanol Absolut

    No full text
    Tanaman Petai [Parkia speciosa] adalah tumbuhan yang telah lama dibudidayakan di Indonesia. Masyarakat biasa menggunakan biji petai untuk dikonsumsi sebagai lalapan sedangkan polong petai dianggap sebagai limbah. Polong P. speciosa mengandung senyawa fenolik dengan berbagai aktivitas farmakologis, diantaranya antioksidan dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas ekstrak etanol polong  P. speciosa sebagai agen anti ulcer pada hewan yang diinduksi acute peptic ulcer dengan etanol absolut. Efek antiulcer ekstrak [dosis 100, 200 dan 400 mg/kg BB] dievaluasi melalui indeks ulcer, sifat fisika kimia cairan lambung dan analisis histopatologi.  Hasil studi menunjukkan ekstrak polong P. speciosa mampu menurunkan indeks ulcer, volume cairan lambung, keasaman total dan meningkatkan pH tidak berbeda siginifikan dengan omeprazol [p>0.05]. Analisis fotomikrograf menunjukkan  perbaikan struktur membran mukosa pada hewan yang ditreatmen ekstrak. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa ekstrak P. speciosa berpotensi sebagai agen anti ulcer.

    Potensi Antioksidan, Kadar Fenolat dan Flavonoid Total Ranting Tetracera indica serta Uji Toksisitas terhadap sel RAW 264,7

    No full text
    Tanaman Tetracera indica secara etnomedisina memiliki banyak khasiat farmakologi antara lain digunakan untuk pengobatan diabetes, hiperkolesterol, mengatasi demam, asam urat dll. Gejala penyakit bisa disebabkan oleh paparan radikal bebas yang perlu diantisipasi dengan antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah pencarian ekstrak aktif antioksidan dengan metode FRAP dan uji toksisitas terhadap sel RAW 264,7. Ekstraksi dilakukan secara Ultrasonic Assisted Extraction (UAE) dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan etanol 96%. Pengukuran kadar fenol total dengan pereaksi Folin-ciocalteu, dan kadar flavonoid dengan metode kolorimetri. Uji Toksisitas dengan MTT assay terhadap sel makrofag RAW 264,7. Kadar total fenol tertinggi terdapat pada ekstrak etanol 96% sebesar 210,229 mg GAE/g. Kadar total flavonoid tertinggi pada ekstrak etil asetat dengan nilai sebesar 63,138 mgQE/g. Aktivitas antioksidan kuersetin didapatkan 13600 FeEAC (mol/g), sedangkan pada sampel uji aktivitas antioksidan potensial pada ekstrak etanol 96% dengan nilai 2227,926 FeEAC (mol/g). Sementara nilai IC50 untuk ekstrak etil asetat ranting Tetracera indica adalah 23.877 µg/mL. Berdasarkan hasil yang diperoleh tanaman Tetracera indica bisa dikembangkan sebagai agen antioksidan dan antikanke

    Diferensiasi Gelatin Sapi dan Babi pada Cangkang Kapsul Keras Menggunakan metode Kombinasi Kromatografi Cair Kinerja Tinggi dan Kemometrik

    No full text
    Gelatin sapi dan babi merupakan bahan utama pembuatan cangkang kapsul keras. Gelatin babi tidak boleh dikonsumsi oleh Muslim sehingga perlu dilakukan analisis pembeda gelatin sapi dan babi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiferensiasi gelatin sapi dan babi pada cangkang kapsul keras menggunakan metode kombinasi Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) dan Kemometrik menu Principal Komponen Analisis(PCA). Gelatin di ekstraksi dari cangkang kapsul keras dan langsung dihidrolisis menggunakan teknik hidrolisis asam, diinjeksikan ke dalam alat KCKT dan tinggi puncak kromatogram setiap asam amino penyusun gelatin dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam amino penyusun gelatin dapat dipisahkan dengan baik oleh KCKT. Gelatin standar dan gelatin dari cangkang kapsul dengan sumber hewan yang sama memiliki komposisi asam amino yang sama. Dengan demikian, PCA dapat mengklasifikasikan sumber gelatin pada cangkang kapsul simulasi. Namun penelitian ini belum berhasil mengidentifikasi sumber gelatin cangkang kapsul komersial

    Review Neutrophil Gelatinase-Associated Lipocalin (NGAL): Perannya sebagai Biomarker pada Kerusakan Ginjal Akut

    No full text
    Kerusakan ginjal akut merupakan penyakit yang berisiko tinggi menyebabkan pasien kritis hingga kematian, membutuhkan diagnosis yang cepat dalam penanganannya. Saat ini pendeteksian penyakit kerusakan ginjal akut masih terbatas dan belum dilakukan secara umum untuk dijadikan standar biomarker yang cepat dan tepat. Neutrophil gelatinase-associated lipocalin (NGAL) merupakan protein lipocalin 25 kDa yang terdapat pada sel epitel ginjal dan hati. NGAL dapat merespon langsung terjadinya kerusakan pada sel tubular epitel, ditandai dengan meningkatnya NGAL dalam urin dan plasma, sehingga NGAL dapat dijadikan penanda kerusakan ginjal akut dengan cepat dengan sensitivitas dan spesifisitas tinggi. Metode yang digunakan dalam review artikel ini menggunakan penelusuran melalui PubMed. Tujuan review artikel ini adalah untuk menunjukkan bahwa NGAL dapat dijadikan penanda gagal ginjal akut yang cepat dan sensitif.Kata Kunci: Kerusakan ginjal akut; biomarker NGAL; pengujian NGAL; sensitivitas; selektfitas

    In Vitro Cytotoxic Activity Test of Tampa Badak (Voacanga foetida (Blume) Leaves on L1210 Leukemia

    No full text
    The Voacanga foetida (Blume) Rolfe leaves have cytotoxic activity based on our previous research, namely the Brine Shrimps Lethality Test on ethanol extract. This study tested the anticancer activity of the extract and leaf fraction of Voacanga foetida in vitro on L1210 leukemia cells using the direct cell count method and doxorubicin positive control. The results showed that the methanol extract, butanol, ethyl acetate, and hexane fractions, as well as isolated compounds Tb1, Tb2, and Tb3 leaves from Voacanga foetida, had IC50 values of 4.4; 9; 8.4; 16.8; 0.9; 1.8; and 1.1 ppm, compared with doxorubicin with an IC50 value of 0.2 ppm. Based on the IC50 value, it showed that the extract, fraction and isolated compounds of Voacanga foetida had a strong cytotoxic effect, as evidenced by the IC50 value < 30 ppm for each test concentration

    Pengaruh Intervensi Tenaga Kesehatan terhadap Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia: Kajian Literatur

    No full text
    Terapi penyakit Diabetes Mellitus (DM) bertujuan untuk mengontrol kadar glukosa darah dan mencegah komplikasi. Intervensi tenaga kesehatan mendukung kepatuhan penderita DM dalam menggunakan obatnya demi tercapainya keberhasilan terapi. Intervensi dapat berupa follow up, media pengingat, pillbox, pelatihan, media booklet, dan packaging obat khusus. Kajian literatur ini bertujuan memaparkan dampak intervensi tenaga kesehatan terhadap kepatuhan minum obat hipoglikemik pada pasien DM tipe 2 (DMT2). Metode pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar. Kriteria inklusi literatur yang dipilih yaitu artikel yang memuat: 1) intervensi tenaga kesehatan terhadap terapi pasien DMT2 di Indonesia, 2) desain studi intervensi dijelaskan secara rinci, 3) terdapat pengukuran parameter kepatuhan penggunaan obat hipoglikemik dan/atau kadar gula darah, sebelum dan setelah intervensi, 4) berupa artikel primer. Pemilihan literatur dilakukan oleh dua orang rater dengan nilai Kappa Cohen sebesar 0,939. Sejumlah 14 artikel terpilih dikaji. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa kejadian DMT2 banyak terjadi pada wanita, dewasa hingga lansia. Intervensi tenaga kesehatan yang dilakukan meliputi home care, pemberian informasi, konseling, maupun dengan alat bantu tertentu. Semua literatur yang dikaji menunjukkan peningkatan kepatuhan dan/atau perbaikan kadar gula darah. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa intervensi tenaga kesehatan berdampak pada peningkatan kepatuhan minum obat hipoglikemik dan berpengaruh terhadap kadar glukosa darah yang lebih baik pada pasien DMT

    Kajian Literatur: Efektivitas Antibiotik Golongan Beta-Laktam pada Pasien Lansia dengan Pneumonia Komunitas

    No full text
    Antibiotik golongan beta-laktam memiliki efektivitas yang baik pada pasien dewasa. Lansia dan dewasa memiliki perbedaan baik fisik maupun psikis yang mengakibatkan efektivitas dan rekomendasi jenis antibiotik juga mengalami perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait efektivitas serta rekomendasi antibiotik golongan beta-laktam pada pasien lansia dengan Pneumonia Komunitas. Penelitian ini merupakan kajian literatur yang menggunakan artikel dengan beberapa desain studi. Kualitas jurnal dinilai dengan Critical Appraisal Skills Programme (CASP) checklist dan reputasi jurnal. Didapatkan 9 artikel memenuhi kriteria dan berkualitas baik. Berdasarkan hasil sintesis, antibiotik golongan beta-laktam yang sering digunakan untuk mengatasi pneumonia komunitas pada lansia adalah Ceftriaxone, ertapenem, ampicillin/sulbactam, biapenem, dan Imipenem/cilastatin. Efektivitas antibiotik beta-laktam pada lansia dengan pneumonia komunitas ditentukan oleh 3 kriteria, yaitu clinical efficacy, microbiological efficacy, dan treatment duration. Secara keseluruhan, antibiotik golongan beta-laktam yang dapat menjadi rekomendasi dan memiliki efektivitas terbaik dalam mengatasi pneumonia komunitas pada lansia adalah Cefepime. Kemudian ertapenem dan biapenem pada rekomendasi kedua, serta Meropenem pada rekomendasi ketiga. Penelitian ini masih memiliki kelemahan karena informasi yang terbatas mengenai topik, beberapa artikel dengan resiko bias sedang, dan beberapa artikel hasil pencarian yang menggunakan artikel diluar bahasa inggris

    0

    full texts

    255

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇