Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika
Not a member yet
119 research outputs found
Sort by
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN HANDS ON ACTIVITY MENGGUNAKAN MEDIA LKS TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN SUHU KELAS VII SMP NEGERI 1 SAYUNG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran Hands on Activity menggunakan media LKS memberikan pengaruh lebih baik dibanding pembelajaran konvensional terhadap aktivitas belajar siswa. Penelitian dilaksanakan di kelas VII SMP Negeri 1 Sayung pada tanggal 14 November 2013 hingga 23 November 2013. Populasi penelitian adalah semua kelas VII yang berjumlah sepuluh kelas. Sampel yang diambil adalah dua kelas, yaitu kelas VIIB sebagai kelas kontrol dan kelas VIIF sebagai kelas eksperimen. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, metode angket, dan metode dokumentasi. Analisis data awal diperoleh uji homogenitas menggunakan uji Bartlett didapatkan c2hitung = 2,50749 dan c2tabel = 3,81 dengan kriteria pengujian jika c2hitung c2tabel maka kedua kelompok tersebut homogen. Analisis akhir menggunakan uji-t (pihak kanan). Pada uji t diperoleh thitung ttabel = 9,64 1,67 maka Ha diterima, hal ini menunjukkan bahwa kelas eksperimen yang menggunakan pembelajaran Hands on Activity menggunakan media LKS memberikan pengaruh lebih baik daripada kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional terhadap aktivitas blajar siswa
PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA POKOK BAHASAN OPTIKA GEOMETRIS KELAS X SMA NEGERI 2 PATI TAHUN PELAJARAN 2014/2015
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model discovery learning berbantuan video pembelajaran terhadap pemahaman konsep siswa pada pokok bahasan optika geometris siswa kelas X SMA Negeri 2 Pati. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen quasi eksperimen nonequivalent pre-test post-test control group design. Populasi penelitian ini adalah kelas X MIA SMA Negeri 2 Pati yang diampu oleh guru yang sama. Penulis mengambil sampel dengan teknik cluster random sampling dengan mengambil 2 kelas secara acak, kelas X MIA 2 sebagai kelas eksperimen yang mendapat pembelajaran dengan model discovery learning berbantuan video pembelajaran sedangkan kelas X MIA 3 sebagai kontrol yang hanya menggunakan model discovery learning. Data dianalisis dengan menggunakan uji gain yang ternormalisasi dan uji-t. Berdasarkan hasil analisis, secara umum uji hipotesis dari penelitian ini diperoleh thitung ttabel, yaitu 3,195 3,1667 dari data tersebut menunjukkan  ditolak dan = diterima. Disimpulkan bahwa model discovery learning berbantuan video pembelajaran berpengaruh terhadap pemahaman konsep siswa pada pokok bahasan optika geometris kelas X SMA Negeri 2 Pati Tahun Pelajaran 2014/2015
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA KELAS VIII SMP PADA MATERI GAYA DAN PENERAPANNYA
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui deskripsi dan karakteristik serta penyebaran miskonsepsi siswa kelas VIII SMP pada materi gaya dan penerapannya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif menggunakan 11 soal pilihan ganda dengan alasan terbuka kepada 36 siswa kelas VIII G SMP N 2 Balapulang. Analisis data dilakukan dari tahap reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Dari analisis yang dilakukan, ditemukan jenis miskonsepsi yakni miskonsepsi klasifikasional, korelasional, dan teoretik yang tersebar di empat indikator pembelajaran konsep; mendefinisikan konsep-konsep yang bersangkutan, menjelaskan perbedaan antara konsep yang bersangkutan, menjelaskan hubungan dengan konsep yang lain, menjelaskan arti konsep dalam kehidupan sehari-hari dan menerapkannya untuk memecahkan masalah
PEMBELAJARAN KOOPERATIVE LEARNING DALAM MODEL STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) DAN MODEL TGT (TEAM GAMES TOURNAMENT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
Pembelajaran menggunakan metode ceramah dan kurangnya pemanfaatan media pembelajaran berakibat pada rendahnya prestasi belajar dan keaktifan siswa. Oleh sebab itu, perlu adanya penerapan metode dan media pembelajaran yaitu metode TGT dan STAD dengan media kartu soal sebagai salah satu alternatif metode dan media pembelajaran yang akan diterapkan.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan dengan menggunakan metode STAD dan TGT.Penelitian dilaksanakan di MTs N Subah pada tanggal 22 Mei 2013 sampai 29 Mei 2013. Subjek penelitianadalah kelas VIII B dengan siswa sebanyak 22 orang. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes, lembar observasi, dan kinerja guru.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar dan keaktifan siswa dari siklus I sampai siklus III. Pada siklus I terdapat 19 siswa yang tuntas atau 63,33%. Pada siklus II terdapat 23 siswa yang tuntas atau 76,67% dan siklus III terdapat 26 siswa yang tuntas atau 86,67%. Keaktifan siswa dalam hal aktivitas individu dan aktivitas kelompok dari siklus I sampai siklus III mengalamai peningkatan. Pada siklus I ketuntasan klasiklal yang diperoleh 70,28% untuk aktivitas individu dan 70,37% untuk aktivitas kelompok. Pada siklus II ketuntasan klasiklal yang diperoleh 76,94% untuk aktivitas individu dan 77,78% untuk aktivitas kelompok. Pada siklus III ketuntasan klasiklal yang diperoleh 80,00% untuk aktivitas individu dan 83,33% untuk aktivitas kelompok.Dari hasil tersebut dapat disimpulkan, pelaksanaan pembelajaran fisika menggunakan metode STAD dan TGTdapat meningkatkan prestasi belajar siswa dengan memperhatikan kognitif siswa kelas VIII B MTs N Suba
PENGARUH PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS LIFE SKILL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 9 SEMARANG
Kegiatan belajar mengajar perlu adanya variasi model pembelajaran agar siswa lebih bersemangat untuk belajar. Berdasarkan pengamatan yang diketahui siswa lebih menyukai belajar dengan terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang menjadikan siswa aktif adalah pembelajaran fisika berbasis life skill. Pembelajaran kecakapan hidup (life skill) merupakan salah satu alternatif sebagai upaya untuk mempersiapkan peserta didik agar memiliki sikap kecakapan hidup sebagai bekal bagi kehidupannya kelak melalui kegiatan pembelajaran aktif, dan menyenangkan. Proses pembelajaran life skill pada penelitian ini menggunakan metode diskusi.           Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pembelajaran fisika berbasis life skill terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 9 Semarang Tahun Ajaran 2013/2014. Penelitian ini dilaksanakan tanggal 22 Mei 2014 sampai 24 Mei 2014. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Prodi IPA SMA Negeri 9 Semarang. Sampel penelitian dipilih secara acak, didapatkan kelas XI IPA 5 sebagai kelas kontrol dan XI IPA 6 sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data berupa teknik dokumentasi, metode tes, dan instrumen lembar observasi.           Analisis data awal (pretest) menggunakan uji normalitas dan homogenitas. Diperoleh rata – rata uji normalitas kelompok eksperimen L0Ltabel yaitu 0.1190.1437, dan kelompok kontrol L0Ltabel yaitu 0.11580.1437. Karena L0Ltabel maka sampel berasal dari populasi yang normal. Uji homogenitas menggunakan uji bartlet diperoleh rata – rata uji homogenitas harga , yaitu 0.031493,84 maka kedua kelompok tersebut homogen. Analisis data akhir menggunakan uji-t, diperoleh rata – rata hasil thitung=4.5051, (dengan dk = n1+n2-2= 38+38-2=74), untuk kesalahan 5% maka harga ttabel 1.67. Sehingga thitung ≥ ttabel yaitu 4.5051 ≥ 1.67. Rata – rata penilaian afektif kelas eksperimen kelas kontrol yaitu 93%67%. Dan rata – rata penilaian psikomotorik kelas eksperimen kelas kontrol yaitu 80,5%64%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif pembelajaran fisika berbasis life skill terhadap hasil belajar
Pengaruh Modeling Instruction Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika Pada Materi Usaha Dan Energi Siswa Kelas X MIPA SMA Muhammadiyah Mayong Jepara
The purpose of this research is analyzing the impact of Modeling Instruction towards students’ ability in solving phisics problems on Work and Energy of X MIPA SMA Muhammadiyah Mayong Jepara. This research used pre-experimental design that held on January 29th 2018 untill January 5th 2018 academic year 2018/2019. The population of this research was the entire of X MIPA of SMA Muhammadiyah Mayong Jepara, and the sample selected randomly. So, as the result, X MIPA 1 becomes experiment class. The researcher used data documentation techniques, test and interview as data collecting techniques. Based on research result, there is impact of Modelling Instrucion towards students’ ability in solving phisics problems on Work and Energy material of X MIPA SMA Muhammadiyah Mayong Jepara through t test calculation, gained tcount = 43,026 ttable = 2,028. While from the gain test analysis g gained 0,46 for experimental class in the medium category. Based on the data result, can be concluded that there is impact of Modelling Instrucion towards students’ ability in solving phisics problems on Work and Energy material of X MIPA SMA Muhammadiyah Mayong Jepara
Deskripsi Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA melalui Model Pembelajaran CLIS (Children Learning In Science) Berbantuan LKS pada Materi Elastisitas dan Hukum Hooke
The aims of this study is to determine the improvement of students' critical thinking skills based on the application of CLIS method (Children Learning In Science) LKS assisted on elasticity and Hooke Law in SMA Negeri 1 Jakenan Pati. This research was conducted at SMA N 1 Jakenan Pati dated October 13 until October 24, 2017. This research used Quasi Experimental design in the form of pretest-posttest control group design. Population in this research is all class XI IPA in SMA Negeri 1 Jakenan Pati, while sample of research used consist of two classes taken by cluster random sampling technique so that obtained class XI IPA 8 which amounted to 40 students as experiment class using CLIS method (Children Learning In Science) assisted by LKS, and XI IPA 7, amounting to 40 students as control class using Direct Instruction learning model. Based on the result of the research obtained the mean of pretest experimental class is 55,2 and control class 49,45, while value of experimental class postest 79,1 and control class 68,7. The hypothesis testing shows that with t test s2 polled variance magnitude thitung = 19.5 and ttabel = 1.66. This indicates thitung ttabel, so Ho is rejected which means there is increasing in the effectiveness of CLIS learning method (Children Learning In Science) assisted by LKS on students' critical thinking ability
Penggunaan Virtual Laboratory berbasis PhET Simulation Untuk Menentukan Konstanta Wien
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai konstanta Wien dengan menggunakan virtual laboratory yaitu PhET Simulation. PhET merupakan rangkaian simulasi interaktif yang sangat menguntungkan dalam pengintegrasian teknologi komputer ke dalam pembelajaran atau eksperimen. Alat dan bahan yang digunakan pada eksperimen ini diantaranya yaitu laptop dan software PhET Simulation. Metode yang digunakan dalam analisis data adalah dengan analisis regresi liniear yaitu hubungan antara panjang gelombang dengan suhu. Semakin tinggi suhu maka panjang gelombangnya semakin kecil. Nilai konstanta Wien yang diperoleh sebesar 0,003 mK, dengan ralat relatif sebesar 3,4 %. Hal ini mendekati dengan nilai teori yaitu 0,029 mK dan membuktikan bahwa dengan menggunakan PhET Simulation sangat efektif untuk analisis eksperimen
Pembelajaran Fisika Berbantuan Bahan Ajar Berbasis Kontekstual dengan Mengintegrasi Kearifan Lokal Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Fisika
This research is a quasi experimental research that aims to determine the differences and the improvement of mastery of physics concepts in the classroom using contextual teaching materials that integrated local wisdom with classes using conventional teaching materials. The research design used was pretest posttest control group design. Both the experimental and control classes are given equal treatment, but the experimental class uses contextual teaching materials that integrate local wisdom while the control class uses conventional teaching materials. The number of students in the experimental class is 25 students while the control class is 30 Students. The data analysis used parametric statistics with a two tailed t test to determine the difference and the N-gain test to find out the improvement of student conceptualization. The two tailed t test used SPSS 20 software assistance in the data analysis process. Based on result of data analysis that obtained Sig value. (2-tailed) by 0.000 0.01 (α = 1%). This shows that there is a very significant difference between physics learning through problem solving method using contextual teaching materials with physics learning through problem solving using conventional teaching materials. In addition, based on the N-gain calculation the average value of N-gain for the experimental class is 0.87 with the high category whereas the average value of N-gain for the control class is 0.65. This shows that the experimental class where the physics learning using materials Contextual teaching has increased the mastery of the concept higher than the control class that uses conventional teaching materials
Konsistensi Konsepsi Siswa Melalui Penerapan Model Interactive Lecture Demonstration Pada Materi Gelombang Mekanik
Telah dilakukan penelitian tentang Konsistensi Konsepsi Siswa Melalui Penerapan Model Interactive Lecture Demonstration Pada Materi Gelombang Mekanik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang konsistensi konsepsi siswa sebagai efek dari penerapan model Interactive Lecture Demonstration dalam materi gelombang mekanik. Penelitian ini menggunakan metode pre experimental dengan one group posttest design. Dengan populasi kelas XII pada salah satu SMA di kota Cimahi, Jawa Barat. Sedangkan sampelnya yaitu satu kelas yang dipilih secara acak kelas dari enam kelas yang ada di sekolah tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian tes konsepsi yang berbentuk three-tier test serta lembar keterlaksanaan model Interactive Lecture Demonstration. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsistensi konsepsi siswa untuk konsep faktor-faktor yang mempengaruhi cepat rambat gelombang sebesar 0,48 dengan kategori tidak konsisten, konsep tentang periode gelombang berjalan sebesar 1,16 dengan kategori tidak konsisten, konsep frekuensi gelombang berjalan sebesar 0,84 dengan kategori tidak konsisten, konsep frekuensi pada gelombang stasioner sebesar 1,28 dengan kategori cukup konsisten dan konsep panjang gelombang pada gelombang stasioneri sebesar 0,76 dengan kategori tidak konsiste