TAMADDUN: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam
Not a member yet
170 research outputs found
Sort by
A STUDY OF MEANING IN LANGUAGE USE: LACK OF ARGUMENT IN FALLACIES
Pemakaian atau penggunaan bahasa dalam suatu kegiatan komunikasi, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan, seringkali mengaburkan makna sejati dari informasi yang disampaikan. Dalam menyampaikan suatu pesan atau informasi sesorang seringkali mengedepankan generalisasi makna yang kadang tidak didukung oleh argumen-argumen yang logis. Bahasa politik dan iklan misalnya, syarat dngan gaya dan sikap berbahasa yang menjeneralisir fakta dengan argumen-argumen atau buah pikiran yang keliru (dalam bahasa Inggris disebut fallacies). Makalah ini mencoba mengkaji secara sederhana tentang pemakaian bahasa dalam rangka menyampaikan informasi yang mengandung makna general (bersifat umum) tetapi sejatinya memuat buah pikiran yang keliru
Bahasa Melayu Palembang Mengadopsi Bahasa Arab Fusshah dalam Naskah Palembang Tahun 1842: (Pendekatan Filologis)
Guna memelihara dan mengembangkan bahasa Melayu, menuju tercapainya mimpi besar membangun peradaban Islam Melayu Nusantara, maka perlu menggali bahasa Melayu yang mendasari bahasa Indonesia sebelum Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan yang dipakai sebagai lingua franca selama berabad-abad[1] sebelumnya di seluruh kawasan Nusantara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mengutamakan penjelasan, uraian, dan analisa terhadap suatu peristiwa atau proses kegiatan termasuk terhadap dokumentasi. Dalam penelitian ini menggunakan Naskah yang ditulis pada tahun 1842 berjudul “’Athiyatu r-Rahman fi Bayani Qowa’idi l-Iman” oleh Kemas Muhammad Azhari bin Abdullah bin Ahmad Alfalimbani (1811-1874) di kota Makkah dengan huruf dan angka Jawi. Dalam naskah cetakan Makkah secara jelas disebutkannya bahasa Melayu Palembang yang digunakan dalam mengarang kitabnya tersebut. Bahasa Melayu Palembang, sebagaimana bahasa Melayu lainnya, pada awalnya merupakan bahasa Isyarat, dan berkembang sebagai Lisan, dan bahasa Tulis. Bahasa Melayu Palembang termasuk sebagai bahasa persatuan pada masa itu, bahkan hingga kini, terutama dalam mempersatukan beragam bahasa suku di Sumatera Selatan dan daerah sekitarnya, yang dipakai dalam pergaulan atau hubungan antara suku-suku bangsa yang ada di negara tersebut, seperti di Nusantara. Dalam menuliskan bahasa Melayu Palembang ini, hampir semua huruf Arab dipinjam, baik untuk menuliskan bahasa Melayu Palembang itu sendiri maupun konsep ajaran agama Islam.
[1]Hasan Alwi dan Dendy Sugono, Politik Bahasa, BP2B, Kemendikbud, Jakarta, 2011: 5
SEJARAH PERS ISLAM DI PALEMBANG (1965-1972): Studi atas Surat Kabar Mingguan “Nusa Putera”
The press is an institution of mass communication that could serve the interests of the information society. Everyday the press provides an overview of a variety of events, providing a place for the community to issue a written opinion and pass on societal values from generation to generation. In the face of changes take place rapidly in communities clearly such information is very helpful. Weekly Newspaper "Mimbar Masjarakat" and "Nusa Putera" edition of South Sumatra (1965 AD-1972 AD), is a testament to the history of the Islamic press in Palembang, where the existence and history are not so known to the public and public audiences in this city. Lunge and press struggle in build, develop, prosper, and educating the people of Palembang through its role is so urgent and complex. This constitutes an irony of history for Islam in the Indonesian press in general and in the city of Palembang in particular. This paper reveals the history and role and contribution of "Mimbar Masjarakat" and "Nusa Putera" Edition South Sumatra is very significant social change in Palembang.
Keywords: -Islamic Press, -Nusa Putera, -Palemban
Kompetensi Qira’ah Naskah Arab Pada Mahasiswa Non Pesantren di Program Studi Bahasa dan Sastra Arab
Tujuan penelitian ini adalah memetakan kompetensi qiraah mahasiswa non pesantren di Program studi Bahasa dan Sastra Arab dalam membaca naskah Arab? Bagaimana pula skor kompetensi mahasiswa non pesantren tersebut dalam membaca naskah Arab? Permasalahan ini akan peneliti bahas dengan menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang berangkat dari teori ke lapangan kemudian kembali ke teori untuk diuji kebenarannya.Adapun sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik penarikan purposive sampling. Teknik penarikan sampel ini dipilih berdasarkan karakteristik penelitian, yaitu mahasiswa non pesantren pada program studi Bahasa dan Sastra Arab UIN Raden Fatah Palembang. Penelitian ini membuktikan bahwa kemampuan membaca teks bahasa Arab pada tahap penyimpulan teks mahasiswa lulusan non pesantren masuk dalam kategori rendah. Hal ini salah satunya dipengaruhi oleh pengalaman dan latar belakang sekolah mahasiswa tersebut sebelum masuk ke perguruan tinggi Islam. Latar belakang dan pengalaman ini sangat penting bagi mahasiswa yang ingin studi lanjut ke perguruan tinggi pada program studi bahasa dan sastra Arab, agar bisa mengikuti proses belajar mengajar secara cepat dan lulusan yang berkualitas. Kemudian perolehan skor kemampuan membaca teks bahasa Arab pada tahap menyimpulkan teks pada tes pertama skor terendah adalah 10, skor terendah pada tes kedua adalah 20. Kemudian skor rata-rata pada tes pertama adalah 55,6 dan pada tes kedua 46,5. Skor nilai tengah pada tes pertama adalah 60, dan pada tes kedua 45. Skor nilai paling banyak pada tes pertama adalah 40,50, dan 60, dan pada tes kedua 30,40,50.Tujuan penelitian ini adalah memetakan kompetensi qiraah mahasiswa non pesantren di Program studi Bahasa dan Sastra Arab dalam membaca naskah Arab? Bagaimana pula skor kompetensi mahasiswa non pesantren tersebut dalam membaca naskah Arab? Permasalahan ini akan peneliti bahas dengan menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang berangkat dari teori ke lapangan kemudian kembali ke teori untuk diuji kebenarannya.Adapun sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik penarikan purposive sampling. Teknik penarikan sampel ini dipilih berdasarkan karakteristik penelitian, yaitu mahasiswa non pesantren pada program studi Bahasa dan Sastra Arab UIN Raden Fatah Palembang. Penelitian ini membuktikan bahwa kemampuan membaca teks bahasa Arab pada tahap penyimpulan teks mahasiswa lulusan non pesantren masuk dalam kategori rendah. Hal ini salah satunya dipengaruhi oleh pengalaman dan latar belakang sekolah mahasiswa tersebut sebelum masuk ke perguruan tinggi Islam. Latar belakang dan pengalaman ini sangat penting bagi mahasiswa yang ingin studi lanjut ke perguruan tinggi pada program studi bahasa dan sastra Arab, agar bisa mengikuti proses belajar mengajar secara cepat dan lulusan yang berkualitas. Kemudian perolehan skor kemampuan membaca teks bahasa Arab pada tahap menyimpulkan teks pada tes pertama skor terendah adalah 10, skor terendah pada tes kedua adalah 20. Kemudian skor rata-rata pada tes pertama adalah 55,6 dan pada tes kedua 46,5. Skor nilai tengah pada tes pertama adalah 60, dan pada tes kedua 45. Skor nilai paling banyak pada tes pertama adalah 40,50, dan 60, dan pada tes kedua 30,40,50
Zâd al-Muttaqîn Fî Tauhîd Rabb al-`Âlamîn Syaikh Abdus Shamad al-Palembani: a Philological Approach
Zâd-Muttaqîn fi Tauhîd Rabb al-Âlamin is one of the most important works of Syaikh Abdus Shamad al-Palembani, an ulama and a great sufi, who has a huge role in Islamic development in Malay World during the 18th century. This was the only work of his describing completely about Wihdat Al-Wujud. Unfortunately, this work was not widely-recognized by Muslim society. This is because the script was not listed in the Arabic-malay cataloqs. This makes the writer is interested to do some research on this work.Using a single script editing and a standard edition method, this study is expected to result a new edition which will be easily understood by modern readers. Moreover, it will be reviewed the manuscript’s codicology aspects in order to reveal the trace of manuscript history well. This study is also hoped to be able to illustrate about the whole basic framework on his sufistic thingking, mainly if it was related to his thought in the past and previous works.This work was originally rewritten in 1868 by Haji Ma’ruf bin Haji Muhammad Hasyim. This research found that the process of rewriting of this work was carelessly done. The writer found some serious mistakes; the numbering of the pages, miswrite, and some grammatical mistakes. In this work, al-Palembani teaches the basic concept of Tauhid, and then build a doctrine of Wihdat al-wujud on it. - in this case - Wihdat al-Wujud al-Muwahhid. His doctrine was derived from two different concepts; al-Faidh and al-Zhill, which were later combined. The approach used to interpret this teaching was to combine the two different concepts of the scholars from two main streams of sufisms; philosophical and akhlaki mysticism.
Keywords: Zâd al-Muttaqîn fi Tauhîd Rabb al-`Âlamîn, Syaikh Abdus Shamad al-Palimbani, Philological Approac
Konsep Nation-State dalam Pemikiran Ideologi Politik Melayu Islam pada Abad Ke-19 M (Studi Pemikiran Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi (1787-1854)
The focus of this study is to answer the subject matter of how the concept of the nation-state according to Abdullah Munsyi in the constellation of Malay Islamic political ideology in the 19th century AD and how is the relevance of the concept of the current Indonesian nation state ? The study used the conscience morale theory of Ernest Renan and the social contract theory initiated by J. J. Roussae. This research is included in the library research category and uses historical approaches and political philosophy. The primary data in this study are Abdullah Musnyi\u27s Hikayat Abdullah book published by Yayasan Karyawan, Kuala Lumpur, Malaysia in 2007 and secondary data, in the form of books, journal articles, papers, and others related to research problems. the findings of the research are: 1). In accordance with the theory of conscience morale Ernest Renan and the social contract theory initiated by J. J. Roussae, Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi was the originator of nationalism. Through his most important work, Hikayat Abdullah, he put forward the formulation of Malay identity in the formulation of the nation which was understood as a Malay tribe or race who had the right to be involved in determining the Malay political format not as a community under a political system that was authoritarian. 2). His closeness with the British colonial side, thus forming the liberal thinking he obtained from Raffles and his friends. He not only dismantled the manipulation of royal ideology, but at the same time put forward a new view of the existence of a humanist individual. 3). The understanding of nationality has egalitarian values that are very relevant to the current Indonesian context, especially the values of equality (egalitarianism) in the midst of the emergence of conflicts in various conflicts today. Likewise the concept of nation-state is closely related to nationalism and good governance where good governance is based on the absolute existence of transparency, open participation, and accountability in all state activities at every level of state management, so that a clean government is formed. Keywords: Abdullah Munsyi, Nation-State, and Malay Political ideolog
Kosakata Serapan Bahasa Minangkabau dari Bahasa Arab (Analisis Morfofonologi-Semantik)
Penelitian ini mencoba mencari tahu tentang bagaimana perubahan secara fonemis pembentukan kosakata serapan bahasa Arab dalam bahasa Minangkabau (Padang, Sumatera Barat). Kemudian adakah perubahan makna yang terjadi dengan adanya proses fonologi dan morfologi terhadap kosakata serapan bahasa Minang dari Bahasa Arab. Peneliti menggunakan metode agih dalam menganalisis data. Metode agih menurut Sudaryanto adalah metode analisis yang alat penentunya terdapat pada bahasa itu sendiri, dengan cara substitusi. Metode agih digunakan untuk menentukan pergeseran kata Bahasa Arab dalam bahasa Minangkabau. Selanjutnya dalam menganalisis hasil penelitian, penulis melibatkan dua bahasa; dengan demikian, penelitian ini juga menggunakan metode padan translasional. Pada tataran fonologis kosakata serapan bahasa Minang yang terambil dari bahasa Arab, beberapa fonem bisa diserap secara utuh dalam artian sesuai dengan transliterasi Arab-latin, namun ada juga yang tidak diserap secara utuh seperti fonem ف, karena fonem ini bukan diserap dengan menggunakan fonem /f/ dalam bahasa Minang namun diserap dengan /p/. Pada tataran morfologis dan semantik, beberapa perbedaan ditemukan antara bahasa Arab dan bahasa Minang. Sekalipun kosakata serapan bahasa Minang tersebut diambil dari bahasa Arab, namun urutan huruf dan kata terkadang tidak serupa. Begitu pula mengenai makna kata dalam bahasa Minang yang merupakan serapan dari bahasa Arab mengalami penyempitan dan perluasan, namun tidak sedikit juga yang tidak mengalami perubahan makna.
Kata Kunci: Kosakata Serapan, Fonologi, Morfologi, Bahasa Ara
Analisis Kebijakan Peraturan Daerah Yang Mengandung Materi Muatan Ajaran Islam Di Kota Palembang
This research is analytical descriptive research. This study places policy analysis and as the main and free variable that will influence the process of establishing a Regional Regulation as a dependent variable. In article 5 of the Republic of Indonesia Constitution states that the regional government has the right to determine regional regulations or other regulations in order to carry out regional autonomy.The local government of Palembang has issued three local government regulations that have Islamic sharia laws, namely regional regulation number 2 of 2004 concerning the eradication of prostitution, regional regulation number 11 of 2006 concerning the prohibition of circulation and sale of alcoholic products and local regulations on zakat. in order to be right on target and more effective, some variables need to be considered by Palembang stakeholders so that the Regional Regulations that are stipulated are not just legality, but more than that it must be a general rule that all local regulations are made in order for the common good Palembang community. Keywords : Political Analys, local goverment regulations, local autonomy, the politics of sharia la
MAKNA DEMOKRASI DALAM ISLAM
Discourse on the relationship between Islam and democracy has never been brought into intellectual debates in this country. Discussions on this issue emerge is Dcradically and incompletely, so that it tends to bewilder and stimulate simplification aStude among Muslims. Till now, most discourses give more concerns about pro-contra on the implementation or formulation of Islamic law. This article attempts to discuss atemocracy issue in its proportional portion according to Islamic perspective.
Kata kunci: - the Islamic democracy, -the West demokrasi Barat, -compariso
SELF-QUESTIONING STRATEGY TREATMENT IN ACADEMIC READING AND ITS CONTRIBUTION TO INCREASE LEARNERS’ METACOGNITIVE READING SKILLS AND READING AWARENESS
Membaca suatu teks membutuhkan strategi-strategi tertentu yang dapat membantu mempermudah pemahaman terhadap isi bacaan. Ada berbagai strategi yang bisa diterapkan guru atau dosen dalam membantu siswa atau mahasiswa memahami suatu teks. Salah satu strategi adalah Self-Questioning Strategy (SQ Strategy). Banyak penelitian menunjukkan efektivitas penggunaan strategi ini dalam membaca. Tulisan ini menguraikan dampak-dampak positif penerapan SQ strategy dalam membantu siswa atau mahasiswa untuk memahami isi teks secara lebih komprehensif, terutama mereka yang mengikuti matakuliah Reading. Secara umum, tulisan ini dibagi dalam dua bagian. Bagian pertama membahas teori-teori yang terkait dengan strategi SQ dan bagian kedua memaparkan hasil-hasil penelitian yang terkait dengan efektivitas penggunaan strategi ini dalam proses memahami teks, terutama dalam hal meningkatkan ketrampilan membaca secara metakognitif dan kesadaran membaca.
Kata Kunci: -selfquestioning strategy, -metacognitive reading, -reading awarenes