TAMADDUN: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam
Not a member yet
    170 research outputs found

    Prespektif Islam Mengenai Tradisi Manganan di Punden Mbah Rahmad Desa Gelang Kabupaten Jepara

    No full text
    The tradition of Manganan or also called Nyadran is a tradition that is still preserved and preserved until now by village community Bracelet, subdistrict keling, District Jepara. It is usually performed during the Earth\u27s charity celebrations. This research uses qualitative description methods. The results of the interviews, as well as the study of libraries are then analyzed using qualitative methods of descriptive analysis. The results of this study explained that 1) the implementation of the tradition Manganan in Punden Mbah Rahmad aims as a media grateful to Allah for the abundance of the earth and as a prayer to be kept away from calamities and diseases 2) symbols and the meaning of the tradition of Manganan consisting of lined leaves that contain the meaning of the ordinance of Prayer in congregation, rice and side dishes , the white porridge represents the origin of a child, frankincense which contains the meaning of one\u27s means to pray, 3) concerning the perspective of Islam to the tradition of Manganan, can be attributed to the rule of Imam Syafi\u27i who mentions that appreciate the idea that grows and made role model among the community is better, than to difference the Sunnah that still Ikhtilah.Tradisi manganan atau disebut juga dengan nyadran merupakan suatu tradisi yang masih terjaga dan terlestarikan sampai kini oleh masyarakat desa gelang, kecamatan keling, kabupaten Jepara. Biasanya dilaksanakan ketika menjelang perayaan sedekah bumi. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif. Hasil dari wawancara, serta studi pustaka kemudian dianalisis menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif analisis. Hasil dari penelitian ini menerangkan bahwa 1) Pelaksanaan Tradisi Manganan di Punden Mbah Rahmad bertujuan sebagai media bersyukur kepada Allah atas melimpahnya hasil bumi dan sebagai do’a supaya dijauhkan dari malapetaka dan penyakit 2) Simbol dan makna dari tradisi manganan yang terdiri dari  daun berjajar mengandung makna tata cara sholat berjamaah, nasi dan lauk pauk yang mengandung makna simbol kerukunan antara sesama masyarakat, bubur abang putih melambangkan asal usul seorang anak, kemenyan yang mengandung makna sarana seseorang untuk memanjatkan doa, 3) Mengenai prespektif agama Islam terhadap tradisi manganan, dapat dihubungkan dari kaidah Imam Syafi’i yang menyebutkan bahwa menghargai gagasan yang tumbuh dan dijadikan panutan di kalangan masyarakat itu lebih baik, daripada memperselisihkan sunnah yang masih ikhtilah

    Diaspora Bugis dan Perkembangan Perdagangan Kopra di Sumatera pada Awal Abad XX

    Full text link
    This paper will observe the relation between the Buginese diaspora and copra and coconut trading system in sumatera at the early 20th century. The success of buginese dispora to develop their trading system in sumatera had close reletions with their their chain of trade and their expansion to get the land in frontiers. The effect of the expansion have been an increasing commercialisations of economy and the growth of towns largely dependent on trade. To secure Buginese trading chains, their engaged in the growing of coconut for copra. Different from Malay that plant rubber. Inability of the copra trading system become the main trading commodity in Sumatera influenced by the Dutch colonial policy. This condition depent on Buginese trader always played as a opposition to the colonial goverment. They establishing a chains trading with china and England. They had develop singapore as a main port in the malacca strait to reduce the Batavia influences. This political situation show us that commodity trading system can’t sparated with political policy.tulisan ini membahas hubungan antara keberadaan diaspora Bugis dan sistem perdagangan kopra dan kelapa di sumatera pada awal abad XX.  keberhasilan disapora bugis membangun sistem perdagangan di sumatera sangat erat hubungannya dengan rantai perdagangan yang mereka miliki dan kegiatan ekspansi mereka dalam rangka memperluas kepemilikan lahan di daerah-daerah baru. pengaruh dari ekspansi ini adalah berkembangnya komersialisasi ekonomi dan perkembangnya kota-kota perdagangan. untuk mengamankan rantai perdagangan tersebut mereka membangun perkebunan kelapa untuk menghasilkan kopra, pilihan ini berbeda dengan orang-orang melayu yang memilih menanam tanaman karet. kegagalan berkembangnya sistem perdagangan kopra sebagai komoditas perdagangan penting di sumatera tidak dapat dilepaskan dari kebijakan politik pemerintah kolonial Belanda. Hal ini dipengaruhi oleh peran yang diambil oleh para pedagang Bugis yang memainkan peran oposisi terhadap pemerintah kolonial Belanda, dan mereka membangun rantai perdagangan dengan pedagang Cina dan Inggris, dengan dikembangkannya Singapura sebagai pelabuhan utama di malaka untuk mengurangi dominasi Batavia. situasi politik ini menunjukkan bahwa perdagangan komoditas tidak dapat dipisahkan dari kebijakan politik pada masa itu.&nbsp

    Analisis Penerjemahan Teks Berbahasa Arab dalam Buku Mahfuzhat : Kumpulan Kata Mutiara, Peribahasa Arab-Indonesia

    Full text link
    Buku Mahfuzhat : Kumpulan Kata Mutiara, Peribahasa Arab-Indonesia merupakan salah satu buku terjemahan yang menjadi best seller dan sempat dicetak selama empat tahun mulai  tahun 2010 sampai dengan 2014. Buku ini menjadi objek penelitian dengan beberapa pertimbangan yaitu: Pertama, secara konten, buku ini berisikan falsafah hidup yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, Sahabat, tabiin dan para ulama shalih kepada umat Islam untuk menjadikannya sebagai pertimbangan dan acuan dalam bersikap atau menyikapi hal-hal yang terkait dengan persoalan kehidupan umat manusia. Kedua,  buku ini mengandung terjemahan teks sastra dan terjemahan teks keagamaan. Kualitas terjemahan itu dapat diukur berdasarkan keakuratan pesan (accuracy in content), keberterimaan (acceptability), dan keterbacaan (readability) terjemah. Ketiga kualitas tersebut memiliki hubungan timbal balik satu sama lain. Karena semua itu memegang peranan penting. Idealnya seorang penerjemah harus bisa menghasilkan terjemahan dengan tingkat keakuratan, keberterimaan, dan keterbacaan yang tinggi. Buku ini berdasarkan kreteria kualitas terjemahan termasuk buku terjemahan yang mudah dibaca dan dipahami makna atau maksud/pesan yang disampaikan. Di antara faktor yang berpengaruh terhadap kualitas terjemahan adalah ideologi, metode dan prosedur penerjemahan yang digunakan. Dalam penerjemahan buku ini khususnya nasehat Imam Syafei, penerjemah menggunakan beberapa metode yang ditawarkan oleh Newmark. Metode yang digunakan tersebut adalah meteode yang berorientasi pada bahasa sumber yang terdiri dari metode penerjemahan kata demi kata sebanyak 19 data, metode penerjemahan harfiah sebanyak 12 data, metode penerjemahan semantik sebanyak 4 data. Sedangkan metode yang berorientasi pada bahasa sasaran terdiri dari metode penerjemahan bebas sebanyak 80 data, metode penerjemahan adaptasi sebanyak 1 data dan metode penerjemahan komunikasi sebanyak 42 data. &nbsp

    Peran Pondok Pesantren Syafa’atu Thulab dalam Melestarikan Tradisi Puasa Dalail Khairat di Kabupaten Ogan Ilir

    Full text link
    Artikel ini bermaksud memberikan gambaran tentang Eksistensi tradisi Puasa Dalail Khairat serta peran Pondok Pesantren Syafa’atu Thulab dalam melestarikan tradisi Syafa’atu Thulab di Kabupaten Ogan Ilir. Dalam mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan metode observasi, interview dan Dokumentasi, Dalam melaksanakan analisis ini peneliti menggunakan reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Penulis memperoleh fakta bahwa Pondok Pesantren Syafa’atu Thulab merupakan salah satu Pondok Pesantren salafiyah yang masih mempertahankan tradisi-tradisi kepesantrenan yang berbasis kitab kuning. Salah satu kitab yang fenomenal karena menjadi bacaan dan wirid bagi pengamal puasa dahr (puasa tahunan) yakni Kitab Dalail Khairat karangan Syaikh Sulaiman al-Jazuli. Sehingga puasanya sendiri disebut puasa Dalail Khairat. Pelaksanaan Puasa Dalail Khairat di Pondok Pesantren Syafa’atu Thulab sudah ada sejak Pondok Pesantren ini didirikan. Tradisi puasa ini merupakan bagian dari kurikulum informal yang menjadi identitas dari pesantren tersebut. Kegiatan Ijazah Kubro pada 7 Syuro setiap tahunnya adalah bagian upaya Pesantren melestarikan Tradisi Puasa Dalail Khairat ini, dan tercatat bahwa peserta pengamal puasa di Pesantren ini merupakan pengamal terbanyak se-Indonesia. Eksistensi tradisi puasa Dalail Khairat masih bisa dijumpai di Pondok Pesantren Syafa’atu Thulab. Pondok Pesantren Syafa’atu Thulab merupakan pesantren satu-satunya di Kabupaten Ogan Ilir yang melestarikan tradisi puasa ini. Pengamal puasanya ini tidak hanya berasal dari santri pesantren, namun juga masyarakat desa dan luar daerah Kabupaten Ogan Ilir, seperti Kota Prabumulih, Banyuasin, Musi Banyuasin dan lainnya. Sehingga tak heran, penganut dan pengamal puasa ini makin bertambah setiap tahunnya.Artikel ini bermaksud memberikan gambaran tentang Eksistensi tradisi Puasa Dalail Khairat serta peran Pondok Pesantren Syafa’atu Thulab dalam melestarikan tradisi Syafa’atu Thulab di Kabupaten Ogan Ilir. Dalam mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan metode observasi, interview dan Dokumentasi, Dalam melaksanakan analisis ini peneliti menggunakan reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Penulis memperoleh fakta bahwa Pondok Pesantren Syafa’atu Thulab merupakan salah satu Pondok Pesantren salafiyah yang masih mempertahankan tradisi-tradisi kepesantrenan yang berbasis kitab kuning. Salah satu kitab yang fenomenal karena menjadi bacaan dan wirid bagi pengamal puasa dahr (puasa tahunan) yakni Kitab Dalail Khairat karangan Syaikh Sulaiman al-Jazuli. Sehingga puasanya sendiri disebut puasa Dalail Khairat. Pelaksanaan Puasa Dalail Khairat di Pondok Pesantren Syafa’atu Thulab sudah ada sejak Pondok Pesantren ini didirikan. Tradisi puasa ini merupakan bagian dari kurikulum informal yang menjadi identitas dari pesantren tersebut. Kegiatan Ijazah Kubro pada 7 Syuro setiap tahunnya adalah bagian upaya Pesantren melestarikan Tradisi Puasa Dalail Khairat ini, dan tercatat bahwa peserta pengamal puasa di Pesantren ini merupakan pengamal terbanyak se-Indonesia. Eksistensi tradisi puasa Dalail Khairat masih bisa dijumpai di Pondok Pesantren Syafa’atu Thulab. Pondok Pesantren Syafa’atu Thulab merupakan pesantren satu-satunya di Kabupaten Ogan Ilir yang melestarikan tradisi puasa ini. Pengamal puasanya ini tidak hanya berasal dari santri pesantren, namun juga masyarakat desa dan luar daerah Kabupaten Ogan Ilir, seperti Kota Prabumulih, Banyuasin, Musi Banyuasin dan lainnya. Sehingga tak heran, penganut dan pengamal puasa ini makin bertambah setiap tahunnya

    PERAN AL WARAQ DALAM INDUSRI PENERBITAN BUKU ISLAM DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERKEMBANGAN KEILMUAN ISLAM

    Full text link
    Introduction. This article discusses intellectual development in the Islamic world and the role of al-Waraq in the Islamic book publishing industry. Data Collection Method.  The method used in this article is the literature study method used in obtaining data.   Analysis Data. The data obtained is then grouped according to relevance to the formulation of the problem Results and Discussions. The copying of scientific texts is very instrumental in the spread of knowledge, besides being a copyist of the Al Warraq manuscript, it also acts as editor and publisher of books. that. With the existence of this catalog, we can find out the number of publications at the time and as literature for the study of Muslim works in the golden era. Copyright licenses are issued to avoid plagiarism or recognition of a work by Al Warraq. The Al Warraq profession was slowly displaced by the discovery of printing technology in the fifteenth century. Keyword: al warraq, Islamic scientific development, Islamic Book Publishing Indusria

    Sastra dan sufisme (Studi terhadap Dîwân al-Durr al-Manzhûm li Dzawi al-`Uqûl wa al-Fuhûm karya Syaikh Abdullah al-Haddâd)

    Full text link
    Introduction. This article means to reveal some important aspects of the poetry of Syaikh al-Haddâd, and the characteristics of the Dîwân. Data Collection Method. Using a literary approach methode Analysis Data. The data were descriptively analysed by philosophical, and hermeneutical approaches Results and Discussions.The poetry of Syaikh al-Haddâd are the theoretical Sufi poems that are rich in spiritual ideas and experiences. His poetries can be classified into the types of “syi\u27r al-kasyf wa al-ilham”, it written through the kasyf experience or spiritual vision, because the author has achieved mystical and mystical unity. The author\u27s study to the outer and the inner structure of Dîwân, has strengthened the conclusions that the poetries in dîwân are not a product of reason (logic), but are based more on the “mauhibah Rabbâniyah”, a kind of inpersonal power, and looks very spontaneous and natural. Conclusions. poetry is a medium that is often used by the Sufis to express their Sufism thoughts. because it is through this symbolic and imagery language that the Sufis can give readers the opportunity to improve the "reflection of the beauty of the world" ascending in to "the reflection of divine beauty".". Keyword : literature, sufism, poetry of Syaikh al-Haddâ

    MOTIVASI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB SEBAGAI BAHASA ASING

    Full text link
    Introduction. The existence of demotivating phenomena in the process of learning Arabic is very much felt by the instructor at this time, it can be seen from the low of the final result of students. Data Collection Method. Using a study literature approach Analysis Data. Using a descriptive analysis Results and Discussions. There is a positive correlation to the role of motivation in language learning. This is evidenced by several studies that say that motivation can improve the results of student learning achievement. In the research conducted by Nik Mohd Rahimi Nik Yusoff, Zamri Mahamod, Kamarulzaman AB. Ghani, found that the relationship between motivation towards proficiency in hearing Arabic and achieving proficiency in hearing Arabic (r = 0.613). This shows that the achievement of students in the ability to hear Arabic is somewhat influenced by students\u27 motivation towards the ability to hear Arabic. Keyword : learning motivation, arabic language, foreign languag

    Peran Raden Fatah Dalam Islamisasi di Kesultanan Demak Tahun 1478–1518

    Full text link
    Introduction : This scientific article is an article that discusses the Role of Raden Fatah in Islamization in the Demak Sultanate in 1478-1518. The background of this article tells how Raden Fatah was the founder of the Demak Sultanate and the first Sultan of Demak since its founding in 1478 M. Raden Fatah was a descendant of King Brawijaya V who was the ruler of the last Majapahit Kingdom of a Chinese princess. But Raden Fatah\u27s childhood in Palembang was raised by his mother and his stepfather Aryo Damar. Data Collection Method : In this research article, researchers used historical research methods. Historical research seeks to reveal historical facts in the past. Analysis Data : The steps of this historical research include heuristics, criticism (external criticism and internal criticism), source verification, and historiography. Results and Discussions : The results of this study were that in Islamizing Javanese land, especially Demak, Raden Fatah and the Walisongo built a Great Mosque of Demak. The aim is to bring Islam to the hearts of the people of Demak and its surroundings. Demak Sultanate is increasingly crowded with martyrdom from several regions in the archipelago and abroad because it has good ports and produce. The Demak Sultanate wanted to Islamize the entire land of Java. But the teachings of Islam still maintain tolerance in religion and daily life. Walisongo\u27s role such as Sunan Kalijaga in Islamizing Javanese society through Wayang and Gamelan art was vital. Many Javanese people finally moved their hearts to embrace Islam. Conclusions : The conclusions of this historical research are in the Islamization of the Raden Fatah Javanese community assisted by the Walisongo by promoting the element of local wisdom. Raden Fatah also maintains relations with Prabu Brawijaya V at all times of his own father. Islam developed rapidly in Demak and was able to spread in several regions of the archipelago.  Keywords: Raden Fatah, Islamization, Kingdom of Dema

    Fleksibilitas Makna Dalam Al-Qur’an: Memahami Semantic Shift al-Qur’an dalam Perspektif Linguistik

    No full text
    Introduction. Semantic flexibility is one of linguistic phenomenon which represents dynamic relation attached between text, lexical meaning and implied meaning. One of linguistic phenomenon in this issue is technically called semantic shift. In this regard, a word is mentioned but it is intended to something else. Data Collection Method. This article uses two techniques to compile the data;  sadap (observation) and catat (notation) techniques. Analysis Data. This article uses semantic approach and analytic descriptive method to analyze the data. Results and Discussions. It is found from this research, that the relation between lexical meaning and implied meaning has many patterns, such as partial relation, causal relation, temporal relation, institution-location relation, etc. From this point, it can be referred that metonimy is similiar to majāz mursal in Arabic rethorical tradition. It is also found that metonimia has some importants secrets on its usage, such as giving power effect on the message, giving firmness and conviction to the audiences and describing the message with real and obvious description. Conslusion. Conclusively, this article found that the Qur’an, as a sacred text in Arabic language does not only use explicit sentences to deliver message, but also uses implicit sentence (majaz) frequently. In fact, it is represented in multi various kinds of relation between text and meaning. Keywords: Semantic shift, flexibility, Metonimy, Qur’anPendahuluan. Fleksibilitas makna merupakan salah satu fenomena kebahasaan yang mencerminkan adanya relasi yang dinamis antara teks, makna leksikal dan makna implikatif. Satu dari sekian banyak fenomena linguistik dalam kasus ini, secara teknis biasa dinamakan dengan semantic shift. Dalam hal ini, satu kata disebutkan, namun yang dimaksudkan sesuatu yang lain. Metode Pengumpulan Data. Artikel ini menggunakan dua teknik pengumpulan data; teknik sadap dan teknik catat. Analisis Data. Artikel ini menggunakan pendekatan semantik dengan metode deskriptif analitis untuk menganalisis data. Hasil dan Diskusi: Dari penelitian ini, ditemukan bahwa hubungan yang terjalin antara makna leksikal dan makna implisit memiliki banyak pola, seperti hubungan parsial, hubungan kausal, hubungan temporal, hubungan institusi-lokasi dan sebagainya. Dari titik ini, dapat disimpulkan bahwa metonimia memiliki kesamaan konsep dengan majāz mursal dalam tradisi retorika Arab. Dari penelitian ini juga dapat diketahui bahwa metonimia memiliki fungsi tertentu dalam penggunaanya, seperti memberikan efek penekanan, keyakinan, maupun keteguhan kepada audiens sekaligus memberikan penjelasan yang konkrit pada pesan yang disampaikan. Kesimpulan. Dari artikel ini, ditemukan bahwa al-Qur’an, sebagai Kitab Suci dalam bahasa Arab tidak hanya menggunakan kalimat secara eksplisit untuk menyampaikan pesan, tapi sering kali menggunakan kalimat yang implisit (majāzi). Bahkan, kalimat tersebut tercermin dalam berbagai macam pola hubungan antara teks dengan makna. Kata kunci: Semantic shift, fleksibilitas, Metonimia, Qur’a

    Pemikiran kalam K.H.M. Zen Syukri dan relevansinya terhadap kondisi sosiologi masyarakat Kota palembang pada tahun 1962-2012 (telaah terhadap buku risalatut tauhid)

    Full text link
    Islam merupakan agama rohmatan lil alamin, yang membawa perdamaian, cinta kasih, kemanusiaan, dan menebarkan keselamatan bagi insan sekalian alam. Namun, agama kehilangan sentuhan kemanusiaannya ketika berbagai konflik sosial seringkali muncul akibat krisis keagamaan. Hal ini disebabkan ada kesenjangan yang cukup dalam antara aspek normativitas dan historisitas dari agama itu sendiri. Krisis keagamaan ini muncul disebabkan adanya klaim kebenaran (truth claim) atas tafsir keagamaan yang sepihak serta kuatnya sikap eksklusif dalam beragama. Kondisi tersisih akibat dari klaim kebenaran itu pernah dialami oleh K.H.M. Zen Syukri (kyai dan ulama kota Palembang) ketika ajaran keagamaan beliau mendapatkan resistensi dari sebahagian kyai dan ulama kota Palembang bahkan kasus tersebut sampai naik ke meja hijau, meskipun pada akhirnya pengadilan menyatakan bahwa ajaran K.H.M. Zen Syukri bukan ajaran sesat Kata kunci: pemikiran kalam, M. Zen sukri, sosiologi, palemban

    144

    full texts

    170

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    TAMADDUN: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇