TAMADDUN: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam
Not a member yet
    170 research outputs found

    Pengaruh Islam Terhadap Puisi dan Penyair Pada Masa Khulafaur Rasyidin

    Full text link
    Artikel ini bertujuan untuk memahami sikap islam terhadap puisi dan penyair, penilaian kritikan dalam karya sastra, Sumber data  tertulis yang berupa kata yang digunakan dalam penelitian ini.  teknik baca dan teknik mencatat yang digunakan dalam pengumpulan data serta metode penelitian yang dipakai yaitu metode deskriftif analisis. Hasil penelitian ini Sikap islam terhadap puisi adalah untuk menyoroti betapa pentingnya puisi yang baik dalam islam, Sikap islam terhadap penyair adalah zaman islam adalah era pesan nabi dan usia khalifah dewasa, penilaian kritik sastra diera awal islam  ada 6 : الدين, البياني, تحديد الأسباب وذكر العلل, استعمال المصطلحات النقدية , التوجهات النقدية, مقايس التخصص.Artikel ini bertujuan untuk memahami sikap islam terhadap puisi dan penyair, penilaian kritikan dalam karya sastra, Sumber data  tertulis yang berupa kata yang digunakan dalam penelitian ini.  teknik baca dan teknik mencatat yang digunakan dalam pengumpulan data serta metode penelitian yang dipakai yaitu metode deskriftif analisis. Hasil penelitian ini Sikap islam terhadap puisi adalah untuk menyoroti betapa pentingnya puisi yang baik dalam islam, Sikap islam terhadap penyair adalah zaman islam adalah era pesan nabi dan usia khalifah dewasa, penilaian kritik sastra diera awal islam  ada 6 : الدين, البياني, تحديد الأسباب وذكر العلل, استعمال المصطلحات النقدية , التوجهات النقدية, مقايس التخصص

    Pasang Surut Perdagangan Pada Masa Kesultanan Palembang Tahun 1804-1821

    Full text link
    This article examines the ups and downs of trade during the Palembang Sultanate from 1804-1821. This historical study is vulnerable to time from the time of the Palembang Sultanate to the end of the Palembang Sultanate. This study used descriptive qualitative method. The emergence of the Palembang Sultanate in the 17-19th century has provided the background for the life of the Palembang people. Palembang as the center. The government of the Sultanate of Palembang has a very strategic location because it is at the confluence of the Musi River, thus providing benefits for the development of the area, especially in the economic sector. In the development of this trade, there were frequent ups and downs and ups and downs caused by the many conflicts that occurred in the Palembang Sultanate. Keywords: Keraton, Sultanate of Palembang, Trade  Artikel ini mengkaji tentang pasang surut perdagangan pada masa Kesultanan Palembang dari tahun 1804-1821. Kajian historis ini mengambil rentan waktu dari masa Kesultanan Palembang sampai berakhirnya Kesultanan Palembang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Munculnya Kesultanan Palembang pada abad ke 17-19 telah melatar belakangi kehidupan masyarakat Palembang . Palembang sebagai pusat. pemerintahan Kesultanan.Palembang memiliki letak yang sangat strategis karena berada di pertemuan Sungai Musi, sehingga memberikan keuntungan bagi perkembangan daerah tersebut terutama di bidang perekonomian. Dalam perkembangannya perdagangan ini sering terjadinya pasang surut pasang surut yang disebakan oleh banyaknya konflik yang terjadi di Kesultanan Palembang. Kata Kunci: Keraton, Kesultanan Palembang, Perdagangan

    Konversi Agama dari Hindu ke Islam Pada Masyarakat Banyuwangi: Analisis Sejarah Kritis

    Full text link
    Conversion of Religion from Hinduism to Islam in Banyuwangi: Critical Historical Analysis. The purpose of writing this article is to describe the situation and condition of the previous Blambangan kingdom. Also, try to explain how Islam entered and developed in Banyuwangi. Hinduism in the land of Banyuwangi can not be separated from several kingdoms in the archipelago. With the establishment of Islamic education such as pesantren whose influence is very strong at the eastern end of the island of Java, then the marriage line, coupled with the influence of power, Islam can flourish amid the majority of Hindu communities.Konversi Agama dari Hindu ke Islam pada Masyarakat Banyuwangi: Analisis Sejarah Kritis. Tujuan penulisan artikel ini untuk mendeskripsikan tentang bagaimana situasi dan kondisi kerajaan Blambangan terdahulu. Juga, mencoba untuk memaparkan bagaimana Islam masuk dan berkembang di Banyuwangi. Agama Hindu yang ada di tanah Banyuwangi tidak lepas dari beberapa kerajaan yang ada di nusantara. Dengan dibangunnya pendidikan Islam seperti pesantren  yang pengaruhnya sangat kuat di ujung timur pulau Jawa, kemudian garis pernikahan, ditambah dengan pengaruh kekuasaan, Islam bisa berkembang di tengah mayoritas masyarakat beragama Hindu. &nbsp

    Tradisi Shalawat Ngelik di Kampung Santri Mlangi, Sleman, DIY

    Full text link
    The tradition of ngelik prayer is one of the traditions of the celebration of the birth of the Prophet Muhammad, in the Santri Village in Mlangi, Sleman, DIY. This tradition is carried out at the peak of the prophet\u27s birthday celebration which is the 12th of Rabiu\u27ul Awal at Pathok Negoro Mosque in Mlangi. This research tries to reveal in detail the tradition and try to analyze why this tradition still exists today. This study uses two data collection techniques, namely literature and field studies. The approach used is a qualitative approach with an ethnographic model. This research reveals a brief history of Santri Mlangi Village formed by the initiative of KH. Nur Iman Mlangi, sibling of Sultan Hamengkubuwono I. This research also found that the tradition of ngelik prayer is a new culture as a result of a cross between Islamic and Javanese cultures. The celebration of the birthday of the Prophet Muhammad SAW, is an Islamic culture. While recitation of shalawat using Javanese-style notes is a Javanese tradition. This is inseparable from the influence of the existence of KH. Nur Iman Mlangi who is a royal descendant of the Yogyakarta Palace. This study also revealed that the existence of dozens of pesantren has a big role in maintaining the continuity of the tradition of ngelik prayer. Keywords: Shalawat Ngelik, Mlangi, Pathok Negoro MosqueTradisi shalawat ngelik adalah salah satu tradisi perayaan maulid Nabi Muhammad Saw., yang ada di Kampung Santri Mlangi, Sleman, DIY. Tradisi ini dilaksanakan pada puncak perayaan maulid nabi yakni tanggal 12 Rabiu’ul Awal di Masjid Pathok Negoro Mlangi. Penelitian ini mencoba mengungkap secara detail mengenai tradisi tersebut dan mencoba menganalisis mengapa tradisi ini masih eksis hingga hari ini. Penelitian ini menggunakan dua teknik pengumpulan data, yakni studi pustaka dan lapangan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan model etnografi. Penelitian ini mengungkap sejarah singkat Kampung Santri Mlangi yang terbentuk atas prakarsa KH. Nur Iman Mlangi, kakak kandung Sultan Hamengkubuwono I. Penelitian ini juga menemukan bahwa tradisi shalawat ngelik merupakan kebudayaan baru hasil persilangan antara kebudayaan Islam dan Jawa. Perayaan maulid Nabi Muhammad Saw., merupakan kebudayaan Islam. Sementara pembacaan shalawat dengan menggunakan nada-nada berlanggam jawa adalah tradisi Jawa. Hal tersebut tidak terlepas dari pengaruh keberadaan KH. Nur Iman Mlangi yang merupakan keturunan bangsawan Keraton Yogyakarta. Penelitian ini juga mengungkap bahwa keberadaan belasan pesantren memiliki peran besar dalam menjaga keberlangsungan tradisi shalawat ngelik hingga kini. Kata kunci: Shalawat Ngelik, Mlangi, Masjid Pathok Negor

    Tradisi Sedekah Obat Masyarakat Desa Jermun Kecamatan Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir

    Full text link
    Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan tradisi Sedekah Obat yang ada di Jermun. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan antropologi. Data dalam penelitian ini adalah data kualitatif yang bersumber dari data primer dan sekunder. Sumber data primer berasal dari pemangku adat, pemangku agama, pemerintah setempat, serta masyarakat yang ada kaitannya dengan penelitian ini. Sedangkan sumber data sekunder dikumpulkan dari berbagai literatur, seperti buku, jurnal, yang berhubungan dengan tema yang dibahas. Teknik pengumpulan data dengan observasi, interview dan dokumentasi. Dalam  melakukan analisis,  peneliti  menggunakan  teknik  analisis  kualitatif  yaitu  analisa  terhadap  data-data  yang bersifat   kualitatif   dengan   mengumpulkan   data,   mengedit   data   yang   telah terkumpul dan mengklasifikasikan  jawaban-jawaban para responden,  setelah  itu  barulah  melakukan intepretasi  (penafsiran)  data  yang  sudah  terkumpul  melalui  pokok-pokok bahasan. Tradisi Sedekah Obat dilakukan pada satu tahun sekali pada bulan Muharram, diadakannya tradisi ini karena dahulu terjadi malapetaka yang menimpa masyarakat di Desa Jermun. Hal yang terpenting dari pelaksanaan tradisi Sedekah Obat ini agar Desa Jermun selalu diberi keberkahan, kesehatan dan dijauhkan dari segala malapetaka sekaligus bentuk rasa syukur kepada sang pencipta. Dari tradisi Sedekah Obat menghasilkan dua nilai yaitu nilai solidaritas dan nilai agama. &nbsp

    Merekonstruksi Sejarah SUB Komandemen Sumatera Selatan

    Full text link
    Local history is often underestimated, so many primary sources of history are neglected and damaged. Therefore, the need for the existence of the museum as a container for the preservation of historical sites. For example, the Museum Subkoss Garuda Sriwijaya, which stores objects of community struggle in Southern Sumatera against the Dutch Colonial. However, lack of interest and information so that many collections in the museum are considered as insignificant data. Therefore, the need to reconstruct the history behind the museum collection as a first step. This research uses historical research methods with steps, namely; heuristics, verification, interpretation and historiography. To analyze the data obtained, the archeological approach is used to study historical heritage objects to find the facts behind the objects. The results of this study confirm that this museum building has a long historical value from its function as a government office during the Dutch and Japanese colonial periods and was once a sub -oss headquarters. In the fight against invaders, there are some relics such as the C3082 steam locomotive, Jeep Willys STD 156 car, flat cannon and landmijn. All of these objects have a long history of maintaining independence.   Keywords :  Museum, History and SubkossSejarah lokal yang sering dianggap sebelah mata, sehingga banyak sumber primer dari sejarah menjadi terbengkalai dan rusak. Oleh karena itu, perlunya keberadaaan museum sebagai wadah pelestarian situs sejarah. Sebagai contoh Museum Subkoss Garuda Sriwijaya, yang menyimpan benda-benda perjuangan masyarakat dalam Sumatera bagian Selatan dalam melawan Kolonial Belanda. Akan tetapi, kurangnya minat dan informasi sehingga banyak koleksi di museum dianggap sebagai sebuah data tak penting. Oleh karena itu, Perlunya rekontruksi sejarah dibalik koleksi museum sebagai langkah awal. Penelitian ini, menngunakan metode penelitian sejarah dengan langkah-langkahnya yaitu, heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Untuk menganalisis data yang diperoleh digunakan pendekatan arkeologi yaitu mengkaji benda-benda peninggalan sejarah untuk dicari fakta dibalik benda tersebut. Adapun hasil penelitian ini mengukapkan bahwa gedung museum ini memiliki nilai sejarah yang panjang dari fungsinya sebagai kantor pemerintahan pada masa kolonial Belanda dan Jepang serta pernah menjadi markas besar subkoss. Dalam perlawanan melawan penjajah terdapat beberapa benda-benda peninggalan seperti lokomotif uap C3082, Mobil Jeep Willys STD 156, meriam kecepek dan landmijn. Semua benda tersebut memiliki histori yang cukup panjang dalam mempertahankan kemerdekaan.   Kata Kunci : Museum, Sejarah dan Subkos

    Kisah-Kisah dalam Kitab Taj al-Salatin dan Siyasatname: Kajian Komparatif

    Full text link
    As a legacy of intellectual works in Malay and Persian literature Taj al-Salatin and Siyasatname are two major works full of wisdom and courtesy reviews. Two books are equally written by the king\u27s closest people and also presented to the King for the sake of achieving a harmonious life between the King and the people. Siyasatname was written by Nizam al Mulk (1018-109 AD) and presented to the king Alp Arselan and Malik Shah (1072-1092 AD) two kings of the Seljuq dynasty, while Taj al-Salatin was written by Bukhari al Jauhari in Aceh (1603 AD) and presented to Sultan Alauddin Riayyat Syah (1589-1603 AD). In the Persian literature the Siyasatname Book got a very important position because this book became a reference for how the King and his aides should manage and manage the kingdom. Likewise with Taj al-Salatin this book reminds the head of government in this case the king and his aides how to become the ideal official figure. This paper will compare the two books of Siyasatname and Taj al-Salatin with structuralist methods. The object of comparison in this paper is only the same story in the two works. Keywords: Taj al-Salatin, Syasatname, Persian, Malay, story. Sebagai peninggalan karya intlektual dalam kesusasteaan Melayu dan Persia Taj al-Salatin dan Siyasatname adalah dua karya besar yang penuh dengan ulasan hikmah dan adab. Dua buku yang sama-sama ditulis oleh orang terdekat raja dan dipersembahkan kepada Raja pula demi tercapainya  kehidupan yang harmonis antara Raja dan rakyat. Siyasatname ditulis oleh Nizam al Mulk (1018–109 M.) dan dipersembahkan kepad raja Alp Arselan dan Malik Shah (1072-1092 M.) dua raja dari dinasti Saljuk, sedangkan Taj al-Salatin ditulis oleh Bukhari al Jauhari di Aceh (1603 M) dan dipesembahkan kepada Sultan Alauddin Riayyat Syah (1589-1603 M). Dalam kesusasteraan Persia Kitab Siyasatname mendapat posisi yang sangat penting karena buku ini banyak menjadi rujukan tentang bagaimana seharusnya Raja dan para pembantunya mengurus dan mengelola kerajaan. Begitu juga dengan Taj al-Salatin buku ini mengingatkan kepada kepala pemerintahan dalam hal ini raja dan pembantu-pembantunya bagaimana menjadi sosok pejabat yang ideal. Makalah ini akan membandingkan dua kitab Siyasatname dan Taj al-Salatin dengan metetode strukturalis. Objek perbandingan dalam makalah ini hanya pada kisah yang sama dalam dua karya tersebut. Kata kunci: Taj al-Salatin, Syasatname, Persia, Melayu, cerita.Sebagai peninggalan karya intlektual dalam kesusasteaan Melayu dan Persia Taj al-Salatin dan Siyasatname adalah dua karya besar yang penuh dengan ulasan hikmah dan adab. Dua buku yang sama-sama ditulis oleh orang terdekat raja dan dipersembahkan kepada Raja pula demi tercapainya  kehidupan yang harmonis antara Raja dan rakyat. Siyasatname ditulis oleh Nizam al Mulk (1018–109 M.) dan dipersembahkan kepad raja Alp Arselan dan Malik Shah (1072-1092 M.) dua raja dari dinasti Saljuk, sedangkan Taj al-Salatin ditulis oleh Bukhari al Jauhari di Aceh (1603 M) dan dipesembahkan kepada Sultan Alauddin Riayyat Syah (1589-1603 M). Dalam kesusasteraan Persia Kitab Siyasatname mendapat posisi yang sangat penting karena buku ini banyak menjadi rujukan tentang bagaimana seharusnya Raja dan para pembantunya mengurus dan mengelola kerajaan. Begitu juga dengan Taj al-Salatin buku ini mengingatkan kepada kepala pemerintahan dalam hal ini raja dan pembantu-pembantunya bagaimana menjadi sosok pejabat yang ideal. Makalah ini akan membandingkan dua kitab Siyasatname dan Taj al-Salatin dengan metetode strukturalis. Objek perbandingan dalam makalah ini hanya pada kisah yang sama dalam dua karya tersebut. Kata kunci: Taj al-Salatin, Syasatname, Persia, Melayu, cerita

    Sejarah Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia

    Full text link
    Islam masuk ke nusantara dibawa oleh kaum pedagang asing yang berdagang sambil mengenalkan agama Islam. Untuk mempermudah dalam syiar Islam yang semakin banyak, para Walisongo dan ulama mendirikan Pesantren. Adanya media Pesantren ini, masyarakat nusantara dapat belajar agama Islam dengan leluasa. Seiring berjalannya waktu, kehadiran Pesantren semakin dirasakan oleh masyarakat nusantara, sehingga Pesantren selain mengajarkan ilmu agama juga membuka ilmu-ilmu umum sebagai bekal para santrinya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Dalam metode sejarah ini, peneliti menggunakan langkah-langkah seperti Heuristik, Kritik Sumber, Interpretasi, dan Historiografi. Untuk mengalisis data yang didapat tersebut, peneliti mengkaji sumber-sumber dari jurnal dan buku referensi terkait penelitian yang dilakukan di langkah-langkah metode sejarah tersebut. Hasil dan pembahasan meliputi: 1) Sejarah Perjalanan Pesantren di Indonesia, yaitu: Pesantren yang dirikan oleh para Walisongo sebagai misi penyebaran agama Islam, mendapat sambutan yang baik terhadap masyarakat nusantara. Pondok Pesantren sebagai tempat menimba ilmu agama, juga sebagai tempat menempa nilai dan norma manusia untuk menjadi akhlak yang terpuji. 2) Pengaruh-Pengaruh Pesantren dalam Pendidikan di Indonesia, yaitu: kehadiran Pondok Pesantren telah banyak memberikan manfaat bagi bangsa Indonesia. Masyarakat yang belajar agama Islam yang biasa disebut santri dapat belajar membaca dan memahami Al-qur’am serta kehidupan Islam dari sang Kyai di Pondok Pesantren. Setelah kemajuan zaman, Pesantren juga membuka pendidikan umum yang berintegrasi dengan kurikulum pemerintah. Para santri selain mendapatkan ilmu agama juga dibekali ilmu pengetahuan umum yang siap menyambut perubahan zaman. Kesimpulannya adalah peran Pesantren dalam pendidikan Islam di Indonesia sangat besar pengaruhnya. Sistem pendidikan Pesantren mampu membentuk manusia Indonesia yang berakhlak berbudi luhur. Pesantren selain mendidik santri menjadi juru dakwah, juga mampu menciptakan dunia wirausahaan bagi para santri lulusan

    Sejarah Mitos \u27Desa Gribigan\u27 Sebagai Desa Terlarang Bagi Pegawai Negeri Sipil: Society Perspective

    No full text
    Desa Gribigan adalah sebuah desa di kecamatan Wedung, Kabupaten Demak. Desa Gribigan memiliki sejarah dan mitos yang unik. Peneliti berhasil menggali informasi tentang sejarah dan mitos desa ini melalui 6 informan. Dari kesimpulan hasil informasi, secara singkat, asal usul terjadinya mitos desa Gribigan adalah dahulu terdapat seorang Putri Solo yang sedang lari-lari dikejar oleh Prajurit Kediri yang menyenanginya. Hingga pada akhirnya seorang putri tersebut bersembunyi dan menetap di desa Gribigan yang dulunya adalah hutan. Pada saat itu, untuk melindungi putrinya dari kejaran Prajurit Kediri itu, mereka bersumpah bahwa siapa saja prajurit Kediri yang datang ke tempat ini akan terkena kesialan, jika tidak lengser maka ia akan mati. Penyebaran mitos desa Gribigan dilakukan melalui cerita turun temurun. Kemudian, masyarakat menanggapi sejarah mitos melalui komponen sikap, yaitu komponen afektif, behavioral, dan kognitif. Selanjutnya, penelitian ini menemukan hasil yang mengindikasikan bahwa mitos desa Gribigan masih dipegang teguh oleh masyarakat. Akan tetapi, ada yang masih kuat mempercayai dan ada pula yang tidak mempercayai. Ini mendasar pada keyakinan beserta pengetahuannya masing-masing. Keberadaan mitos ini memberi pengaruh peradaban manusia dalam hal mu’amalah (peran aparatur pemerintah) dan aqidah (keyakinan masyarakat). Penelitian ini sangat memiliki keterbatasan dalam mengumpulkan data dari responden. Penelitian ini sudah menggunakan sampel responden yang sudah tepat sasaran. Namun, untuk mendapatkan data yang lebih variatif, peneliti berikutnya disarankan untuk menambahkan lebih banyak informasi dari sudut pandang aparatur pemerintah seperti TNI dan Polisi di sekitar wilayah desa Wedung untuk mengungkap informasi yang penting yang belum ada di penelitian ini. &nbsp

    Corak Pemikiran Kalam Ulama SUMSEL Abad ke-19 dan Awal Abad ke-20

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang corak pemikiran kalam ulama Sumatera Selatan abad ke 19 dan awal abad ke 20 yang bertujuan untuk mengungkap pemikiran dan gagasan kalam ulama Sumatera Selatan abad ke 19 dan awal abad 20. Secara teoritis dan praktis penelitian ini diharapkan mampu menguraikan secara jelas mengenai corak pemikiran kalam ulama Sumsel abad 19 dan awal abad 20. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah intelektual dengan merekonstruksi tradisi dan gerakan intelektual. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini merujuk pada penelitian kualitatif, yakni wawancara mendalam, riset partisipatif, pengamatan, dan studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan penulis menyimpulkan. Pertama, corak pemikiran kalam ulama Sumatera Selatan abad ke 19 M dan awal abad ke 20 M, para ulama membagi sifa-sifat 20 Allah menjadi dua sifat yakni istighna sifa-sifat yang hanya dimiliki Allah SWT dan sifat iftiqar yang dibutuhkan makhluk. Kedua, setelah membahas sifat-sifat Tuhan, para ulama Sumatera Selatan membahas iman kepada rasul-rasul-Nya, mengimani sepuluh malaikat, mengimani kitab-kitab yang diturunkan kepada para Nabi, mempercayai keberadaan hari kiamat, dan keberadaan qadha dan qadar

    144

    full texts

    170

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    TAMADDUN: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇