TAMADDUN: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam
Not a member yet
    170 research outputs found

    Ekskalasi Pondok Pesantren Daarul Khair Di Muara Jaya Kecamatan Kotabumi Lampung Utara Pada Tahun 1991-2003

    Full text link
    In this study, researchers examined the background of the establishment of the Daarul Khair Islamic Boarding School and the development of the Daarul Khair Islamic Boarding School in Muara Jaya, Kotabumi District, North Lampung Regency in 1991-2003. The method used in this study is the historical method which has four stages, namely: first, heuristics that are useful for finding information or sources regarding research, secondly source criticism which is useful for testing the authenticity and credibility of source materials, third is interpretation. , namely interpreting the sources obtained and the last is historiography, namely writing a report on the final results of the study. The results showed that the Daarul Khair Islamic Boarding School was a boarding school that was established in Muara Jaya, Kotabumi District, North Lampung Regency, this Islamic Boarding School was built on the basis of wanting to spread Islamic teachings for the safety of the people in 1991. This can be seen from 1991-2003 which was marked by the development of several aspects, namely: students, teachers, pesantren curriculum, and facilities and infrastructure. Keyword: Islamic boarding school, Daarul Khair, Kotabumi DistrictDalam penelitian ini peneliti mengkaji mengenai latar belakang berdirinya pondok pesantren Daarul Khair dan perkembangan pondok pesantren Daarul Khair di Muara Jaya Kecamatan Kotabumi Kabupaten Lampung Utara pada tahun 1991-2003. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis yang mempunyai empat tahapan yaitu: pertama heuristik yang berguna untuk mencari informasi atau sumber mengenai penelitian, kedua kritik sumber yang berguna untuk menguji otentisitas dan kredibilitas dari bahan-bahan sumber, ketiga adalah interpretasi yaitu melakukan penafsiran terhadap sumber yang didapat dan yang terakhir adalah historiografi yaitu melakukan penulisan laporan hasil akhir dari penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa pondok pesantren Daarul Khair adalah sebuah pondok pesantren yang didirikan di Muara Jaya Kecamatan Kotabumi Kabupaten Lampung Utara, pesantren ini dibangun atas dasar ingin menyebarkan ajaran-ajaran Islam demi keselamatan umat pada tahun 1991, kemudian terjadi perkembangan setiap tahunnya pada pondok pesantren hal ini dapat dilihat dari tahun 1991-2003 yang ditandai dengan perkembangan dari beberapa aspek yaitu: santri, guru, kurikulum pesantren, serta sarana dan prasarana. Kata Kunci: Pondok Pesantren, Daarul Khair, Kecamatan Kotabum

    Kedermawanan Dalam Syair Hatim At-Tha’i (Analisis Semiotika Riffaterre)

    Full text link
    This research examines Hatim at-Tha\u27i\u27s poem which contains points of philanthropy, with content analysis techniques that focus on discourse analysis with Riffaterre\u27s semiotics as the theory. The indirect expression in the poem “al-Maalu Ghaadin wa Raaih” by Hatim at-Tha\u27i contains displacing of meaning points with the presence of personification, hyperbole, litotes, and synecdoche pars pro toto. As for the distortion of meaning there is an antithesis figure of speech and in creating meaning there is a topography in the form of a poem in which all the lines end in the letter ro\u27 (ر), that is by word الذِّكْرُ, نَـزْرُ, الزَّجْـرُ, الصَّدْرُ, أَسْـرُ, وَفْـرُ, اليُسْرُ, الدَّهْـرُ, الفَقْـرُ, العَشْرُ, سِتْـرُ,  وَقْـرُ and also using bahr thawil as construction of Arabic poem. The homologue in the line "زَمَانَـاً بِالتَّصَعْلُـكِ وَالغِنَـى" which is paralleled with "الدَّهْرُ فِي أَيَّامِهِ العُسْرُ وَاليُسْرُ" the word \u27age of poverty and wealth\u27 is juxtaposed with \u27time of hardship and ease\u27. While the enjambment is found in the word "عَلَى مُصْطَفَى مَالِي \u27on the glory of my property\u27, the line that should be in line with the word "وَسُلِّطَتْ" in power\u27 is like the word " يُجَاوِرُنِي" \u27neighboring with me\u27 is placed on the next line which should be continued with the word فَاعْلَمِي \u27know\u27. This is a form of giving emphasis to the meaning of the line which aims to be poetic, to beautify poetry from visual form. In the results of heuristic and hermeneutic readings, a matrix of poetry is found, namely an indicator of the existence of a Hatim in his view of the treasures contained in his poems and his generosity.   Keywords: Poetry, Hatim at-Tha\u27i, Semiotics, RiffaterrePenelitian ini mengkaji syair Hatim at-Tha’i yang mengandung poin kedermawanan, dengan teknik analisis isi yang difokuskan pada analisis wacana (discourse analysis) dengan semiotika Riffaterre sebagai teorinya. Ketidaklangsungan ekspresi dalam syair al-Maalu Ghaadin wa Raaih karya Hatim at-Tha’i terdapat poin-poin penggantian arti (displacing of meaning) dengan adanya majas personifikasi, hiperbola, litotes, dan sinekdoke pars pro toto. Sedangkan untuk pembelokan/penyimpangan arti (distorting of meaning) terdapat majas antitesis dan pada penciptaan arti (creating of meanig) terdapat topografi dengan bentuk syair yang semua baris akhirnya berupa huruf ro’ (ر) yakni الذِّكْرُ, نَـزْرُ, الزَّجْـرُ, الصَّدْرُ, أَسْـرُ, وَفْـرُ, اليُسْرُ, الدَّهْـرُ, الفَقْـرُ, العَشْرُ, سِتْـرُ, dan وَقْـرُ dan bentuk syair yang menggunaan bahr thawil. Homologue pada baris زَمَانَـاً بِالتَّصَعْلُـكِ وَالغِنَـى yang disejajarkan dengan الدَّهْرُ فِي أَيَّامِهِ العُسْرُ وَاليُسْرُ kata ‘zaman kefaqiran dan kekayaan’ disandingkan dengan ‘masa kesulitan dan kemudahan’. Sementara enjambemen terdapat pada kata عَلَى مُصْطَفَى مَالِي ‘atas kemuliaan hartaku’ dipisahkan baris yang semestinya sebaris dengan kata وَسُلِّطَتْ ’berkuasa’ seperti halnya kata يُجَاوِرُنِي ‘bertetangga denganku’ diletakkan pada baris selanjutnya yang semestinya bersambung dengan kata فَاعْلَمِي ‘ketahuilah’. Hal tersebut merupakan bentuk pemberian tekanan pada makna baris yang bertujuan untuk kepuitisan, memperindah syair dari bentuk visual. Pada hasil pembacaan heuristik dan hermeneutik, ditemukan matriks syair yakni indikator eksistensi seorang Hatim ada pada pandangannya terhadap harta yang terdapat di dalam syair-syairnya dan kedermawanannya. Kata Kunci: Syair, Hatim at-Tha’i, Semiotik, Riffaterr

    Dampak Diskriminasi Ras Terhadap Tokoh Utama Dalam Cerpen Rihlah Ghurbah Karya ‘Awad Al-Nawasreh; Analisis Sosiologi Sastra

    Full text link
    This study aims to describe the impact of racial discrimination on the main character in the short story "Rihlah Gharibah" by \u27Awad Al-Nawasreh. Awad Al-Nawasreh managed to present an interesting and relevant story to the social conditions of the black community which has become a hot topic in recent times. This study uses a qualitative descriptive method with the main document object of the short story "Rihlah Gharibah". Important data and information collected and studied in this study are in the form of words, phrases and sentences that contain elements of the impact of racial discrimination contained in short stories. The data collection techniques are reading, recording, and analyzing documents with a sociology of literature approach as a framework of thinking. The results obtained from this study have been racial discrimination in this short story and have an impact on the main character in the short story. The impact on the main character is in the form of inferiority, social isolation and depressionPenelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dampak diskriminasi ras tehadap tokoh utama dalam cerpen Rihlah Ghurbah karya ‘Awad Al-Nawasreh. Awad Al-Nawasreh berhasil menyuguhkan cerita yang menarik dan relevan terhadap kondisi sosial masyarakat berkulit hitam yang menjadi topik hangat beberapa waktu belakangan ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan objek dokumen utama cerpen Rihlah Ghurbah. Data dan informasi penting yang dikumpulkan dan dikaji dalam penelitian ini berupa kata, frase dan kalimat yang memuat unsur-unsur dampak diskriminasi ras yang terdapat dalam cerpen. Adapun teknik pengumpulan data adalah adalah dengan pembacaan, pencatatan, serta analisis dokumen dengan pendekatan sosiologi sastra sebagai kerangka berfikir. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini telah terjadi dikriminasi ras dalam cerpen ini dan berdampak terhadap tokoh utama dalam cerpen. Adapun dampaknya terhadap tokoh utama berupa inferioritas, isolasi masyarakat dan depresi. yarakat dan depresi

    Paradigma Positivisme dan Idealisme dalam Ilmu Sejarah: Tinjauan Reflektif Terhadap Posisi Sejarah Sebagai Ilmu

    Full text link
    Abstract This article is intended to describe the discourse related to the historical position that can be approached with a natural science approach and a social science approach. The natural science approach in the form of positivism philosophy influences the position of history as a science. Even so, the philosophical approach of idealism that is close to social science also has an influence on the historical position. This article uses a qualitative descriptive method with the library study method. From the results of the review, it is known that the positivism paradigm in historical studies makes history a science with an empirical-quantitative approach and makes humans and historical sources part of nature (inanimate objects). On the other hand, the idealism paradigm in historical studies makes history a unique unit. Keywords: Paradigm, Philosophy, Positivism, Idealism, HistoryAbstrak Artikel ini dimaksudkan untuk menjabarkan diskursus terkait dengan posisi sejarah yang dapat didekati dengan pendekatan ilmu alam dan pendekatan ilmu sosial. Pendekatan ilmu alam berupa filsafat positivisme berpengaruh terhadap kedudukan sejarah sebagai ilmu. Pun demikian, pendekatan filsafat idealisme yang dekat dengan ilmu sosial turut pula berpengaruh pada posisi sejarah. Artikel ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan metode studi Pustaka. Dari hasil ulasan diketahui bahwa paradigma positivisme dalam kajian sejarah menjadikan sejarah sebagai ilmu dengan pendekatan empiris-kuantitatif serta menjadikan manusia dan sumber sejarah sebagai bagian alam (benda mati). Di sisi lain, paradigma idealisme dalam kajian sejarah menjadikan sejarah sebagai unit yang unik. Kata Kunci: Paradigma, Filsafat, Positivisme, Idealisme, Sejara

    Peta Perkembangan Wacana Intelektual Islam Nusantara Abad VII-XXI: Sebuah Analisis Historis

    Full text link
    Basically, the development of Islamic intellectual discourse in the archipelago is can’t be separated from the gradual wave of Islamization by preachers from the outside, either from their status as traders, immigrants, or others. At the beginning of the arrival of Islam in the 7th century, intellectual traditions still seemed to be blurred and reaped the point of progress from around the 13th to the 21st. This article uses the historical method of thought Kuntowijoyo in an effort to explore in-depth studies regarding the dynamics of the flow of Islamic intellectual discourse in the archipelago. From the historical data analysis process, the result shows that the map of the development of the Islamic intellectual discourse in the archipelago can be classified typologically based on the period and the background of the area covering it, including: 1) early Islamic intellectual discourse in the archipelago (Mystic Islam 7th – 17th century ), 2) Islamic intellectual discourse during colonialism (traditional Islam versus modern Islam in the 16th  - 19th century), 3) Islamic intellectual discourse in the period of independence (political Islam to cultural Islam in the 19th  - 20th century), and 4) discourse Islamic intellectuals in the reform era (Right Islam and Left Islam 20th – 21st centuries).Pada dasarnya perkembangan wacana intelektual Islam di nusantara tidak lepas dari gelombang Islamisasi secara bertahap oleh para dai dari luar, baik dari statusnya sebagai pedagang, pendatang, atau lainnya. Di awal masuknya Islam di abad ke-7, tradisi intelektual masih tampak kabur dan menuai titik kemajuan dari sekitar abad ke-13 hingga ke-21. Tulisan ini menggunakan metode sejarah pemikiran Kuntowijoyo untuk mengungkap dan menggali data secara mendalam mengenai dinamika aliran wacana intelektual Islam di Nusantara. Dari proses analisis data historis, diperoleh hasil bahwa peta perkembangan wacana intelektual Islam Nusantara dapat diklasifikasikan secara tipologis berdasarkan periode dan latar belakang wilayah yang melingkupinya, meliputi: 1) wacana intelektual Islam pada masa awal nusantara (Islam sufistik abad VII-XVII M), 2) Wacana intelektual Islam pada masa kolonialisme (Islam tradisional versus Islam modern abad XVI-XIX M), 3) Wacana intelektual Islam pada masa kemerdekaan (Islam politik hingga Islam kultural abad XIX – XX M), dan 4) wacana intelektual Islam di era reformasi (Kanan Islam dan Kiri Islam hingga Islam Moderat abad XX – XXI M)

    Agama, Tradisi Budaya dan Peradaban: -

    Full text link
    This paper focuses on what religion is, cultural traditions and civilization and their relationship and obstacles in civilization. Religion as a teaching revealed by God as a guide for humans for the continuation of their life. Religion is also a regulatory norm for its adherents which in daily life is indispensable for sustainability in the future. Because without religion, their life will be chaotic, especially if social activities or social traditions are very complex, this is very much needed. Tradition is a habit that has been carried out from the past, this is done so that the tradition is maintained from one successor to another, while civilization is an end result that is done by humans themselves, both materially and immaterially. This study is a literature review with qualitative descriptive data using content analysis, which produces data that there is a very close relationship between religion, cultural traditions and civilization. Religion is very closely related to traditional culture itself because in culture there are elements, one of which is religion. Likewise, civilization is also closely related to religion because one aspect of human life will not be separated from the rules (religion) itself. Because civilization is the result of the creation of cultured humans themselves.Tulisan ini terfokus pada materi apa itu agama, tradisi budaya dan peradaban dan hubungannya serta hambatan dalam peradaban. Agama sebagai sesuatu ajaran yang diturunkan Tuhan selaku petunjuk buat manusia guna keberlangsungan kehidupannya. Agama juga merupakan suatu norma norma peraturan untuk penganutnya yang dalam kehidupan sehari-hari sangat diperlukan untuk keberlangsungan pada masa mendatang. Karena tanpa agama mereka hidup akan menjadi kacau apalagi kegiatan kemasyarakatan atau tradisi kemasyarakatan sangat kompleks sekali hal ini sangat dibutuhkan. Tradisi yaitu kebiasaan yang dilakukan dari dahulu hal ini dilakukan supaya tetap terjaga tradisi tersebut dari suatu penerus kepenerus lainnya sedangkan perabadan merupakan suatu hasil akhir yang dikerjakan manusia itu sendiri, baik secara materi ataupun imateri. kajian ini merupakan kajian pustaka dengan jenis data deskriftif kualitatif dengan menggunakan analisis isi, yang menghasilkan data bahwa antara agama, tradisi budaya dan peradaban memiliki hubungan yang sangat erat. Agama sangat erat hubungannya dengan budaya tradisi itu sendiri karena di dalam kebudayaan ada unsur-unsur nya salah satunya adalah agama. Begitupun peradaban juga erat hubungan nya dengan agama karena salah satu aspek kehidupan manusia tidak akan lepas dari aturan (agama) itu sediri. Karena peradaban tersebut merupakan hasil dari kreasi manusia yang berbudaya  itu sendiri. &nbsp

    Menggali Nilai-Nilai Luhur Pada Tradisi Upacara Ngarot : Kajian Budaya Mengenai Nilai-Nilai Luhur Pada Tradisi Upacara Ngarot Di Desa Lelea Kabupaten Indramayau Provinsi Jawa Barat: Cultural study of high values in the tradition of ngarot ceremony in Lelea Village, Indramayau Regency, West Java Province

    No full text
    This study aims to determine the noble values ​​contained in the implementation of the ngarot traditional ceremony in Lelea Village, Indtamayu Regency, West Java Province. The approach in research using a qualitative approach with the type of case study research. The data collection technique was carried out through observations, interviews and through literature study. Sources of data in the study include primary data sources derived from observations and interviews with resource persons consisting of young people, traditional leaders, village heads and Lelela village community leaders. The data analysis technique is carried out in three stages, namely the data reduction stage where the researcher collects and reduces the data, the data display stage, the researcher presents the data in the form of a narrative and description and the stage of drawing conclusions. Based on the research results, it is known that there are several values ​​that can be obtained from the implementation of this ngarot traditional ceremony, namely the spirit of mutual cooperation; exemplary symbols from community leaders for young people; enthusiasm to maintain the rice fields in Lelea Village as rice granaries in Indramayu Regency; the use of flowers on the crown or head as a symbol to maintain dignity and honor for girls or cuene as well as the meaning expressed in the mask dance movement which gives a message that human life does not escape death and will definitely end so that humans must always continue to work, do good according to with the age level in his life.This study aims to determine the noble values ​​contained in the implementation of the ngarot traditional ceremony in Lelea Village, Indtamayu Regency, West Java Province. The approach in research using a qualitative approach with the type of case study research. The data collection technique was carried out through observations, interviews and through literature study. Sources of data in the study include primary data sources derived from observations and interviews with resource persons consisting of young people, traditional leaders, village heads and Lelela village community leaders. The data analysis technique is carried out in three stages, namely the data reduction stage where the researcher collects and reduces the data, the data display stage, the researcher presents the data in the form of a narrative and description and the stage of drawing conclusions. Based on the research results, it is known that there are several values ​​that can be obtained from the implementation of this ngarot traditional ceremony, namely the spirit of mutual cooperation; exemplary symbols from community leaders for young people; enthusiasm to maintain the rice fields in Lelea Village as rice granaries in Indramayu Regency; the use of flowers on the crown or head as a symbol to maintain dignity and honor for girls or cuene as well as the meaning expressed in the mask dance movement which gives a message that human life does not escape death and will definitely end so that humans must always continue to work, do good according to with the age level in his life

    Sejarah Islam dan Politik di Afghanistan

    Full text link
    Afghanistan is a country in Asia that has a long history. In the late 20th and early 21st centuries, Afghanistan experienced dark times. Their government was intervened by a foreign country. Moreover, Afghanistan was once controlled by the extremist group, namely the Taliban. The Taliban control Afghanistan and control most of Afghanistan, making Afghanistan a conflict-prone country. Even Afghanistan is ranked in the bottom two as a country that is prone to conflict. It was caused by various things. However, efforts to modernize Afghanistan have not stopped. The modernization process goes hand in hand with democratization. Even though there are still shortcomings in various sectors such as Human Rights, gender equality, press freedom, etc., Afghanistan is on the right path. This article discusses the history of Islam and politics in Afghanistan, including the journey in establishing a state, modernization efforts, and hopes for democratization in Afghanistan. This article uses a historical method and a political approach, so that it will be able to see historical and political events in Afghanistan from a political point of view. Keywords: Afghanistan, history, democratization. politic, Islam.Afghanistan merupakan negara di Asia yang memiliki sejarah panjang. Pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, Afghanistan mengalami masa kelam. Pemerintahan mereka diintervensi oleh negara asing. Lebih dari itu, Afghanistan sempat dikuasai oleh kelompok ekstrimis yaitu Taliban. Taliban menguasai Afghanistan dan menguasai sebagian besar wilayah Afghanistan, sehingga membuat Afghanistan menjadi negara yang rawan konflik. Bahkan Afghanistan menduduki peringkat dua terbawah sebagai negara yang rentan akan konflik. Hal itu disebabkan oleh berbagai macam hal. Namun, usaha untuk modernisasi Afghanistan tidaklah berhenti. Proses modernisasi berjalan bersama dengan demokratisasi. Meskipun masih terdapat kekurangan di berbabagi sektor seperti Hak Asasi Manusia, kesetaraan gender, kebebasan pers, dan lain sebagainya, Afghanistan telah menuju jalan yang benar. Artikel ini membahas mengenai sejarah Islam dan politik di Afghanistan, meliputi perjalanan dalam mendirikan negara, usaha modernisasi, dan harapan demokratisasi di Afghanistan. Artikel ini menggunakan metode sejarah dan pendekatan politik, sehingga akan mampu melihat peristiwa sejarah dan politik di Afghanistan dari sudut pandang politik. Kata Kunci: Afghanistan, sejarah, demokratisasi, politik, Islam

    Kawah Tekurep: Representasi Kebhinnekaan Kesultanan Palembang Kajian Etnografi terhadap Ragam Hias Nisan di Komplek Makam Kawah Tekurep

    Full text link
    Tekurep Crater is one of the tomb complexes of the Palembang Sultanate which was founded by Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo in 1724 AD. The tombstones found in the Tekurep Crater mausoleum complex have decorations that show how Islam developed in Palembang and the cultural influences that developed on the people of Palembang in the era of the Palembang sultanate at that time. The development of the Palembang sultanate cannot be separated from the influence of the Majapahit and Demak kingdoms in Java, as well as the presence of Hindu and Buddhist influences. The Palembang Sultanate was also influenced by Chinese culture long before the Palembang Sultanate was established, as well as the role of middle eastern scholars who spread Islam in the Palambang region, through close ties to the Aceh Sultanate. Based on the decorations found on the tombstones in the Tekurep Crater complex, this paper will identify the influence of these cultures on the decoration on the gravestones in the Tekurep Crater area. To answer these problems, archaeological research methods are used, namely by describing the existing ornaments and identifying the diversity contained in the tombstones. The identification results were analyzed using culture identity theory to obtain an interpretation of the findings. The results showed that the ornamentation on the tombstones in the Tekurap Crater complex showed influences from Hinduism and Buddhism, Majapahit and Demak influences, Chinese and Acehnese elements, and Islamic </align justify>Kawah tekurep adalah salah satu kompleks makam kesultanan Palembang yang didirikan oleh sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo pada 1724 Masehi. Nisan-nisan yang terdapat di kompleks makama Kawah Tekurep ini memiliki ragam hias yang menunjukkan bagaimana Islam berkembang di Palembang dan pengaruh budaya yang berkembang pada masyarakat Palembang di era kesultanan Palembang masa itu. Perkembangan kesultanan Palembang, tidak dapat dilepaskan dari pengaruh kerajaan Majapahit dan Demak di Jawa, serta hadirnya pengaruh Hindu dan Buddha. Kesultanan Palembang juga dipengaruhi oleh budaya Cina jauh sebelum Kesultanan Palembang berdiri, serta peran para ulama timur tengah yang menyebarkan Islam di wilayah Palambang, melalui ikatan yang erat dengan Kesultanan Aceh. Berdasarkan ragam hias yang terdapat di nisan-nisan makam yang terdapat di kompleks Kawah Tekurep, tulisan ini akan mengidentifikasi pengaruh budaya-budaya tersebut pada ragam hias pada nisan-nisan yang terdapat di kawasan Kawah Tekurep tersebut. Untuk menjawab permasalahan tersebut, digunakan metode penelitian arkeologi yaitu dengan melakukan deskripsi ragam hias yang ada serta melakukan identifikasi keragaman yang terdapat pada nisan-nisan tersebut. Hasil identifikasi tersebut dianalisis dengan menggunakan teori culture identity untuk memperoleh intepretasi dari  temua tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam hias pada nisan-nisan di kompleks Kawah Tekurap menunjukkan adanya pengaruh dari Hindu dan Buddha, pengaruh Majapahit dan Demak, terdapat unsur Cina dan Aceh, serta pengaruh Islam. Representasi ragam hias di kawasan makam ini mengungkapkan bahwa kejayaan Kesultanan Palembang, dibangun atas dasar kebhinnekaan budaya dengan memberikan kesempatan bagai budaya asing berkembang dan berkontribusi dalam pemerintahan Kesultanan Palembang

    Sejarah Perpustakaan Islam di Palembang: Telaah pada Perpustakaan Kesultanan Palembang

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Sejarah Perpustakaan Islam di Palembang: Telaah atas Perpustakaan di Kesultanan Palembang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan metodologi sejarah melalui studi literatur. Pengambilan data dilakukan dengan melacak literatur-literatur yang membahas mengenai judul. Analisis data (kritik sumber) berdasarkan perbandingan naskah-naskah peninggalan Palembang yang ditemukan, yang merupakan bagian dari koleksi Kesultanan Palembang dan literatur-literatur yang menerangkan fakta bahwa Kesultanan Palembang Darussalam merupakan pusat kajian dan sastra Islam yang ditunjukkan juga oleh literatur pendukung tentang Perpustakaan di Kesultanan Palembang yang berperan sebagai pusat intelektual di Palembang pada masanya dan berfungsi sebagai tempat pengumpulan, penyalinan, penyimpanan, dan penulisan manuskrip. Kata Kunci: Perpustakaan; Islam; Kesultanan Palembang; Peran dan FungsiPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis Sejarah Perpustakaan Islam di Palembang: Telaah atas Perpustakaan di Kesultanan Palembang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan metodologi sejarah melalui studi literatur. Pengambilan data dilakukan dengan melacak literatur-literatur yang membahas mengenai judul. Analisis data (kritik sumber) berdasarkan perbandingan naskah-naskah peninggalan Palembang yang ditemukan, yang merupakan bagian dari koleksi Kesultanan Palembang dan literatur-literatur yang menerangkan fakta bahwa Kesultanan Palembang Darussalam merupakan pusat kajian dan sastra Islam yang ditunjukkan juga oleh literatur pendukung tentang Perpustakaan di Kesultanan Palembang yang berperan sebagai pusat intelektual di Palembang pada masanya dan berfungsi sebagai tempat pengumpulan, penyalinan, penyimpanan, dan penulisan manuskrip. Kata Kunci: Perpustakaan; Islam; Kesultanan Palembang; Peran dan Fungs

    144

    full texts

    170

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    TAMADDUN: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇