UNDAGI: Jurnal Ilmiah Arsitektur
Not a member yet
    201 research outputs found

    Pusat Pembinaan dan Rehabilitasi Sosial Khusus Anak Berhadapan dengan Hukum di Denpasar

    No full text
    Selama masa pendemi utamanya 2020-2021 kasus pengaduan anak terus meningkat khususnya di bidang Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) baik yang berperan sebagai pelaku, korban ataupun saksi. Di Bali, kasus ini terbilan tinggi mencapai 746 kasus sepanjang tahun 2017-2020 dengan kasus tertinggi anak pelaku pencurian dan kasus tertinggi untuk korban yaitu pelecehan seksual. Untuk itu diperlukan fasilitas sebagai wadah pembinaan terhadap anak yang terlibat kasus hukum sekaligus juga mewadahi kegiatan konseling, sosialisasi dan treatment untuk penyembuhan luka psikis bagi anak yang diakibatkan oleh proses hukum yang panjang agar ABH dapat mendapatkan kepercayaan dirinya dan siap kembali menjalankan fungsi sosialnya secara normal di masyarakat. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang bertujuan mendapatkan data faktual dan akurat. Kajian ini bertujuan mendesain Pusat Pembinaan dan Rehabilitasi Sosial Khusus ABH dengan penerapan konsep Privavy In Healing Environment yang berlokasi di pinggiran kota Denpasar dengan nuansa pedesaan dan alam yang jauh dari kepadatan perkotaan dengan mengutamakan privasi serta aspek pendekatan alam, panca indera dan psikologis ABH. Hasil penerapan konsep ini berupa fasilitas pusat pembinaan dan rehabilitasi sosial yang terkoneksi dengan alam di sekitarnya, di mana hal ini seturut dengan kondisi ABH yang memerlukan interaksi dengan alam untuk mengurangi stress, meningkatkan fungsi kognitif dan kreativitas.During the pandemic, especially in 2020-2021, cases of child complaints continue to increase, especially in the field of Children in Conflict with the Law (ABH), both those who act as perpetrators, victims and witnesses. In Bali, this case is quite high, reaching 746 cases throughout 2017-2020 with the highest cases of child theft perpetrators and the highest cases of sexual abuse victims.  For this reason, facilities are needed as a forum for fostering children who are involved in legal cases as well as to accommodate counseling, socialization and treatment activities for healing psychological wounds for children due to a long legal process so that ABH can gain trust and are ready to return to carrying out their normal social functions. in society. The method used is descriptive research which aims to obtain factual and accurate data, This study aims to design the ABH Special Social Development and Rehabilitation Center with the application of the Privavy In Healing Environment concept which is located on the outskirts of Denpasar city with a rural and natural feel away from urban density by prioritizing privacy as well as aspects of the natural, sensory and psychological approach of ABH. The results of the application of this concept are in the form of social coaching and rehabilitation center facilities that are connected to the natural surroundings, where this is in accordance with the condition of ABH which requires interaction with nature to reduce stress levels, improve cognitive function. and creativity

    Perencanaan dan Perancangan Verticulture Farming Kelompok Wanita Tani Di Desa Taman, Kabupaten Badung, Bali

    No full text
    Desa Taman merupakan salah satu desa di daerah Abiansemal yang terkenal sebagai desa yang memiliki wilayah pertanian yang luas serta masih terus berkembang, namum pengembangan sektor2pertanian belum dikelola secara seimbang antara program – program kerja2pertanian yang dimiliki. Salah satu program2kerja pertaian yang menarik untuk dikembangkan adalah program pertanian Kelompok2Wanita Tani (KWT) Kembang Lestari Desa2Taman. berdasarkan2pengamatan langsung dilapangan ditemukan permasalahan yang dapat dijadikan dasar dari2penelitian, masalah yang didapat adalah belum adanya konsep2pertanian baru yang dapat menunjang aktivitas pertanian KWT, utilitas yang tidak memadai sistem pengairan, kurangnya rumah2bibit untuk pengembangan produksi2bibit, penataan lingkungan yang tidak maksimal, dan kurangnya fasilitas pendukung pertanian yang lebih modern. Maka berdasarkan2permasalahan yang didapat diusulkan sebuah perancangan vericulture2farming dengan tujuan dapat membuat sebuah fasilitas2pertanian baru bagi KWT Desa2Taman yang lebih modern dan sesuai dengan konsep2perencanan dan2perancangan serta kebutuhan yang diperlukan sebagai fasilitas2pertanian dan penunjang pertanin KWT di Desa2Taman.Taman2Village is one of the villages in the Abiansemal area which is famous as a village that has a large agricultural2area and is still growing, but the development of the agricultural2sector has not been able to be handled in a balanced way between its agricultural2work programs. One of the interesting agricultural work programs to be developed is the agriculture Women Farmers Group (KWT) Kembang Lestari Taman2Village. Based on direct2observation on the farm, there are problems that can be used as a basis for research, problems that can be the lack of new agricultural2concepts that can support KWT agricultural2activities, insufficient irrigation system utilities, lack of seed2houses to expand seed production, inadequate2environmental arrangements, and the lack of more modern agricultural2support facilities. Therefore, based on the problems obtained, the vericulture2agriculture2plan is proposed with the aim of creating new agricultural facilities for KWT Taman2Village that are more modern and in accordance with the concept of planning and design as well as the necessary requirements such as agricultural facilities and supporting KWT agriculture in Taman2Village

    Konsep Desain Objek Wisata Kuliner Seafood di Kabupaten Jembrana, Bali

    No full text
     At present, the kinds of foods have begun to develop with different kinds of input from children to parents wanting to try a wide variety of growing foods, with restaurants that feed only 1 types of raw materials and yet can produce a variety of items that the buyer can select at his or her own convenience. The jembrana county has a high capacity of fisheries, but it is not comparable to the tourists visiting the jembrana district, with a demand to use the fisheries sector to attract tourists to the jembrana district with planning and designing a seafood tourist attraction in the jembrana district, Bali. The survey methods used are those with associated agencies that survey to get the data used. A literacy study method, which is a data study method done by retrieving needed data from the corresponding literature. As well as a method of field observation: direct observation to location. The concept of touring seafood is going to be an attraction in this building. Green architectural themes are expected to enable visitors to visit the seafood culinary attractions that capture the seafood culinary atmosphere by savoring the natural and ecologically sound of buildings in operationPada saat ini jenis-jenis makanan sudah mulai berkembang dengan berbagai macam olahannya masing-masing sehingga membuat0masyarakat mulai dari0anak-anak hingga orang tua ingin mencoba aneka jenis olahan makanan yang sedang berkembang, sehingga mulai bermunculan restoran-restoran yang hanya mengolah makanan dengan 1 jenis bahan baku namun dapat menghasilkan banyak jenis menu yang dapat dipilih oleh pembeli sesuai dengan keinginannya masing-masing. Kabupaten Jembrana memiliki potensi produksi perikanan yang tinggi namun tidak sebanding dengan kujungan wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Jembrana dengan demikian diusulkan untuk memanfaatkan sektor perikanan untuk menarik wisatawan0yang akan berkunjung ke Kabupaten Jembrana dengan mengusulkan Perencanaan dan Perancangan Objek Wisata Seafood di Kabupaten Jembrana, Bali. Metode pengumpulan0data yang digunakan adalah0metode survei dengan mengunjungi instansi terkait guna memperoleh data-data yang00digunakan. Metode00studi literatur, yang merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan mengambil0data yang diperlukan dari literatur terkait. Serta metode observasi lapangan yaitu melakukan pengamatan langsung ke lokasi. Konsep yang diterapkan yaitu berwisata dalam berkuliner seafood akan menjadi daya tarik tersendiri pada bangunan ini. Dengan tema Green Architecture diharapkan mampu membuat pengunjung yang berkunjung ke objek wisata kuliner seafood ini merasakan suasana berwisata kuliner seafood dengan menikmati estetika bangunan yang natural serta ramah lingkungan pada saat beroperasional

    Perencanaan Dan Perancangan Wisata Industri Ulat Sutra Di Kec. Abiansemal, Badung, Bali

    No full text
    Peminat kain sutra di bali yang meningkat 30% peningkatan nilai produksi kain sutra di kecamatan abiansemal memiliki 1 budidaya ulat sutra yang bertempat di desa sibangkaja namun belum mempunyai fasilitas yang lengkap untuk menunjang produksi akan benang sutra dan kain sutra sedangkan di kecamatan abinsemal ini mempunyai masyarakat yang bermata pencaharian sebagai penjahit kain tenun tetapi belum memiliki produsen lokal benang sutra agar dapat memenuhi kebutuhan untuk mendukung meningkatnya akan kain sutra maka perlu adanya sebuah wadah yang tidak hanya sebagai tempat pembuatan kain tetapi juga dapat digunakan sebagai tempat wisata auat berekreasi untuk meningkatkan akan kain di kabupaten badung dengan ini dapat di usulkan untuk mengajukan perencanaan dan perancangan wisata industri ulat sutra di kecamatan abiansemal, badung bali. dengan metode pengumpulan data yang digunakan studi literature, studi preseden dan wawancara dengan salah satu pelaku industri ulat sutra yang bernama Tri Edy Mursabda berdasarkan permasalahan di atas di usulkan perencanaan dan perancangan wisata industri ulat sutra di kec.abiansemal, badung, bali dengan menggunakan konsep dasar yaitu edukasi dalam berwisata dengan konsep ini mengolah bahan mentah berupa benang sutra yang di olah hingga menjadi kain sutra yang mempunyai harga jual yang tinggiSilk cloth enthusiasts in Bali, which increased by 30%, an increase in the value of silk fabric production in the Abiansemal sub-district has 1 silkworm cultivation which is located in the village of Sibangkaja but does not have complete facilities to support the production of silk threads and silk fabrics while in this Abinsemal sub-district it has a community that livelihood as a weaving tailor but do not yet have a local producer of silk threads in order to meet the need to support the increase in silk fabrics, there is a need for a container that is not only a place for making cloth but can also be used as a tourist spot or recreation to increase the fabric in the district. Badung can hereby propose to propose planning and tourism design for the silkworm industry in Abiansemal sub-district, Badung Bali. with data collection methods used literature studies, precedent studies and interviews with one of the silkworm industry players named Tri Edy Mursabda based on the above problems it is proposed planning and designing silkworm industry tourism in kec.abiansemal, badung, bali using basic concepts namely education in traveling with this concept processing raw materials in the form of silk threads which are processed into silk fabrics which have a high selling pric

    Konsep Perancangan Fasilitas Pusat Pelatihan Bola Basket Kursi Roda di Kota Denpasar

    No full text
    People with disabilities are currently free to do activities or have careers in several fields, including sports. Physical limitations are no longer an obstacle to becoming a professional athlete. Wheelchair basketball is one of the sports for athletes with disabilities that has continually developed and increased interest in the last few years. Including in Bali Province itself, wheelchair basketball often holds training camps in Denpasar City. However, until now there is only one wheelchair basketball training facility at the Bali Island School and its eligibility does not meet the proper standard. So that the idea of ​​a training center facility design for wheelchair basketball emerged. Not only as a sports facility, but also equipped with educational, commercial, recreational and athlete health facilities in accordance with the needs of a sports training center. This facility is a training center facility specifically for athletes with disabilities, so it must adjust to international standards for more ergonomic accessibility, especially for users with disabilities.Para penyandang disabilitas saat ini telah bebas untuk beraktivitas ataupun berkarier dalam beberapa bidang, tidak terkecuali pada bidang olahraga. Keterbatasan fisik bukan lagi menjadi halangan untuk menjadi atlet profesional. Bola basket kursi roda merupakan salah satu cabang olahraga bagi atlet penyandang disabilitas yang secara terus menerus mengalami perkembangan dan peningkatan minat untuk beberapa tahun terakhir. Termasuk di Provinsi Bali itu sendiri, untuk cabang olahraga bola basket kursi roda sering kali mengadakan pemusatan latihan di Kota Denpasar. Namun, hingga saat ini hanya terdapat satu sarana pelatihan bola basket kursi roda yaitu di Bali Island School dan kelayakannya juga kurang memenuhi standarisasi yang seharusnya. Sehingga timbulah upaya gagasan sebuah perancangan fasilitas pusat pelatihan untuk cabang olahraga bola basket kursi roda. Bukan hanya sebagai fasilitas olahraga, namun juga dilengkapi dengan fasilitas pendidikan, komersil, rekreasi hingga kesehatan atlet yang sesuai dengan kebutuhan pusat pelatiahan olahraga. Fasilitas ini merupakan sarana pusat pelatihan yang dikhususkan untuk atlet penyandang disabilitas, sehingga harus menyesuaikan dengan standarisasi internasional unutk aksesibilitas yang lebih ergonomis terutama bagi penggunanya yang merupakan penyandang disabilitas

    Perencanaan dan Peracangan Fasilitas Resort Ramah Lansia di Ubud, Gianyar, Bali

    No full text
    Planning and Design of Facilities for an Elderly Friendly Resort in Ubud, Gianyar, Bali, is an overnight tourist accommodation aimed at the elderly who want to stay with a sense of security and have a natural natural feel in this Elderly Friendly Resort Facility. There are several supporting facilities at this Elderly Friendly Resort ranging from physical and spiritual activities for the elderly such as tennis, golf, gym, meditation. This Elderly Friendly Resort is located in Ubud Village, where Ubud Village is a tourism area in Bali which has several tourist accommodation places. The methods used in the Planning and Design of Elderly Friendly Resort Facilities are data collection methods, data compilation methods and discussion methods. The village that will be used as the site for Planning and Designing this Elderly Friendly Resort is in Ubud Village, which is located on Jalan Suweta, north of Ubud village, because around Jalan Suweta ubud it still has an unspoiled natural atmosphere in the form of rice fields and there is vegetation. lush and close to several tourist accommodations in Ubud Village. The function of this elderly-friendly resort facility is as a place to stay for the elderly who are traveling around the Ubud Village. By using the Anthropometric Architectural Approach, with the Basic Concept applied namely "Nature and Comfort" and using the Basic Theme, namely Traditional Tropical Architecture where the application of the Basic Concept and Basic Theme aims to attract tourists to stay at this Elderly Friendly Resort Facility by focuses on comfort and natural atmosphere with a tropical building that takes the form of a traditional Balinese building.Perencanaan dan Perancangan Fasilitas Resort Ramah Lansia di Ubud, Gianyar, Bali ini merupakan sebuah akomodasi wisata menginap yang di tujukan kepada para lansia yang ingin menginap dengan memiliki rasa aman dan memiliki nuansa alam yang alami yang di dalam Fasilitas Resort Ramah Lansia ini. terdapat beberapa fasilitas penunjang pada Resort Ramah Lansia ini mulai dari aktivitas jasmani maupun rohani utuk lansia seperti olahraga tennis, golf, gym, meditasi. Resort Ramah Lansia ini berada di Desa Ubud yang dimana Desa Ubud ini merupakan Kawasan pariwisata di bali yang memiliki beberapa tempat akomodasi wisata. Metode yang di gunakan dalam Perencanaan dan Peracancangan Fasilitas Resort Ramah Lansia yaitu metode pengumpulan data, metode penyusunan data dan metode pembahasan. Di tetapkan pada desa yang akan di jadikan site Perencanaan dan Perancangan Resort Ramah Lansia ini yaitu di Desa Ubud yang terletak di Jalan Suweta bagian utara desa Ubud di karenakan di sekitar Jalan Suweta ubud tersebut masih memiliki suasana alam yang masih alami berupa persawahan dan terdapat vegetasi yang rimbun dan dekat juga dengan beberapa akomodasi wisata yang terdapat di Desa Ubud ini. Fungsi Fasilitas Resort Ramah lansia ini yaitu, sebagai tempat akomodasi menginap para lansia yang berwisata di sekitar Desa Ubud tersebut. Dengan menggunakan Pendekatan Arsitektur Antropometri, dengan Konsep Dasar yang di terapkan yaitu “ Nature and Comfort “ dan menggunakan Tema Dasar yaitu Arsitektur Tropis Tradisional yang dimana penerapan Konsep Dasar dan Tema Dasar tersebut bertujuan untuk menarik minat para wisatawan untuk menginap pada Fasilitas Resort Ramah Lansia ini dengan memfokuskan pada Kenyamanan dan suasana alam dengan bangunan Tropis yang mengambil bentuk bangunan Tradisional Bali

    Perencanaan dan Perancangan Fasilitas Wisata Pertanian di Denpasar-Bali

    No full text
    The design of agricultural tourism support facilities in Denpasar-Bali aims to restore the historical value it has as an agrarian area which makes agriculture the pulse of life which includes economic, sociological, and cultural aspects of the Balinese people as farmers and pays attention to the role of agriculture as a very complex multifunction with rural ecosystems. in Bali. This design is also an effort to conserve agricultural land or subak in Bali and as an introduction to new tourism objects in Denpasar which tend to lead to urban tourism. It is unfortunate that Bali is an agricultural area, but the rice fields are getting depleted with the development of tourism and the influence of fulfilling city functions where the level of rice consumption is still high, causing the government to implement a solution to import rice. Through a tourism architectural approach as an effort to develop agriculture to the public, technological and environmental approaches in the development of modern agriculture, as well as traditional and cultural approaches that have high magical values and have been passed down from generation to generation in Bali.Perancangan fasilitas penunjang wisata pertanian di Denpasar-Bali bertujuan untuk mengembalikan nilai historis yang dimiliki sebagai daerah agraris yang menjadikan pertanian sebagai nadi kehidupan yang meliputi aspek ekonomis, sosiologis, dan budaya masyarakat bali sebagai petani serta memperhatikan peran pertanian sebagai multifungsi yang sangat kompleks dengan ekosistem pedesaan di Bali. Perancangan ini juga sebagai upaya konservasi pelestarian lahan pertanian atau subak di Bali dan sebagai pengenalan obyek wisata baru di Denpasar yang cenderung mengarah ke wisata urban. Sangat disayangkan Bali sebagai daerah agraris, tapi sawah kian habis dengan perkembangan pariwisata dan pengaruh pemenuhan fungsi kota yang tingkat konsumsi nasi masih tinggi sehingga menimbulkan solusi impor beras dilakukan oleh pemerintah. Melalui pendekatan arsitektur pariwisata sebagai upaya dalam mengembangkan pertanian kepada publik, pendekatan teknologi dan lingkungan dalam pengembangan pertanian modern, serta pendekatan tradisi dan budaya yang memiliki nilai magis yang tinggi dan secara turun temurun sudah dilakukan di Bali

    Perencanaan dan Perancangan Sustainable Food Hub dalam Upaya Mewujudkan Sistem Pangan Berkelanjutan di Kota Denpasar: Sustainable Food Hub

    No full text
    Food security in urban areas is a strategic issue that becomes an important concern in the present and the future, where there are many conditions and factors that affect food security, namely, in terms of production, distribution, consumption which are closely related to the economic, social and political dimensions of society. Denpasar City as the capital of Bali Province which is the center of Balinese life must be able to meet the high food needs of the city community. The Food Hub project was initiated as a city sustainable food system that accommodates aggregation, distribution, production, consumption, education and decomposition activities. The site is located on Jalan Cokroaminoto, North Denpasar, which is the main transportation route for the province, making it easier to access food distribution. Through the literature study stage, the study of precedents of existing facilities at home and abroad. So that results are obtained in the form of specifications for space and users as well as activities that will be carried out in this area, and also how the scheme designed for this facility, both in terms of architecture and meeting the food needs of the city community in a sustainable manner, is implemented through the concept of One Stop Sustainable Food Cycle and its application. green architectural theme that minimizes the impact on the environment. By considering all aspects of architectural design, it is hoped that the Food Hub idea will be able to realize a sustainable food system in Denpasar City.Ketahanan pangan pada wilayah kota merupakan suatu isu strategis yang menjadi perhatian penting di masa kini dan mendatang, dimana banyak kondisi dan factor yang mempengaruhi ketahanan pangan ini yakni, dari segi produksi, distribusi, konsumsi yang erat berkaitan dengan dimensi ekonomi, sosial, politik masyarakat.  Kota Denpasar sebagai ibukota Provinsi Bali yang menjadi pusat kehidupan masyarakat Bali harus mampu memenuhi tingginya kebutuhan pangan masyarakat kota. Proyek Food Hub digagas sebagai sistem pangan berkelanjutan kota yang mewadahi aktivitas agregasi, distribusi, produksi, konsumsi, edukasi hingga dekomposisi. Site berlokasi di Jalan Cokroaminoto, Denpasar Utara yang merupakan jalur transportasi utama provinsi sehingga memudahkan akses dari distribusi pangan. Melalui tahapan studi literatur, studi preseden fasilitas yang terdapat di dalam maupun di luar negeri. Sehingga didapatkan hasil berupa spesifikasi ruang dan pengguna serta aktivitas yang akan dilakukan di dalam kawasan ini, dan juga bagaimana skema yang dirancang pada fasilitas ini baik dari segi arsitektur maupun pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat kota secara keberlanjutan yang diimplementasikan melalui konsep One Stop Sustainable Food Cycle serta pengaplikasian tema arsitektur hijau yang meminimalisasi dampak terhadap lingkungan. Dengan mempertimbangkan segala aspek perancangan arsitektur, diharapkan gagasan Food Hub mampu mewujudkan sistem pangan berkelanjutan di Kota Denpasar

    Perencanaan dan Perancangan Pusat Olahraga Bulutangkis di Kabupaten Buleleng Singaraja

    No full text
    Badminton field is one of the facilities to accommodate several people who carry out sports activities as well as holding competitions for badminton. The Badminton Court is able to become a training ground for the younger generation who are starting to like badminton, and can further hone the skills of the young athletes candidates and open an opportunity to become Badminton Athletes. Aims as adequate facilities for a place to practice and able to accommodate the activities of badminton competitions held both at the national and international levels. The location chosen as the Badminton Court is in Buleleng Regency – Singaraja City. This location has criteria that can be considered as a place to build a badminton court. Singaraja City is an Education City, broadly speaking, there are more and more prospective young athletes who like badminton. By making this field more attractive to demand as a means for badminton, the design of the badminton court does not only provide facilities other than sports/badminton workshops, but there is a gathering place or a place to relax (communal space), food court, cafeteria, and mess . by applying the Hightech Architecture Trend, with the concept of Sportive Solidarity that attracts the attention of the public. With the context of trend development and also adapting high-tech modern architectural style.Lapangan Bulutangkis merupakan salah satu tempat fasilitas untuk menampung beberapa orang yang melakukan aktivitas olahraga maupun diadakannya event perlombaan untuk olahraga bulutangkis. Lapangan Bulutangkis yang mampu menjadi tempat latihan untuk para generasi muda yang mulai menggemari olahraga bulutangkis tersebut, dan lebih dapat mengasah kemampuan para calon atlit muda dan membuka sebuah peluang untuk menjadi Atlit Bulutangkis. Bertujuan sebagai fasilitas yang memadai untuk tempat berlatih dan mampu menampung aktivitas perlombaan cabang olah raga bulutangkis yang diadakan baik ditingkat nasional maupun internasional. Adapun tempat yang terpilih sebagai Lapangan Bulutangkis yaitu di Kabupaten Buleleng – Kota Singaraja. Lokasi ini memiliki kriteria kriteria yang dapat menjadi pertimbangan sebagai tempat terbangunnya sebuah lapangan Bulutangkis. Kota Singaraja merupakan Kota Pendidikan, secara garis besar peluang adanya calon atlit muda yang menggemari olahraga bulutangkis semakin banyak. Dengan menjadikan lapangan ini lebih menarik untuk diminati sebagai sarana untuk olahraga bulutangkis, maka pada desain lapangan bulutangkis tidak hanya menyediakan fasilitas selain olah raga/workshop bulutangkis, namun ada nya tempat berkumpul atau tempat bersantai (communal space), food court, cafetaria, dan mess. dengan menerapkan Tren Arsitektur Hightech, dengan konsep Sportive Solidarity yang menarik perhatian masyarakat. Dengan konteks perkembangan tren dan juga mengadaptasikan gaya arsitektur modern high-tech

    Panti Jompo dengan Pendekatan Healing Environment di Denpasar

    No full text
    Bali is one of the provinces with the 4th largest elderly population in Indonesia. Denpasar City has a number of neglected elderly people as many as 416 people which causes a lack of elderly housing facilities.  The increase in the number of neglected elderly people in Bali is still neglected from a social, cultural and psychological perspective and for example, the Wana Seraya Denpasar PSTW still shows that 50% of respondents experience depression and 50% of respondents live with poor quality.  From a field survey in several nursing homes in Bali it is still not feasible to support the activities of the elderly based on existing standards.  The purpose of this research is to analyze the characteristics of users, types of main rooms, be able to apply the concept of healing environment, and design themes, and be able to formulate planning and design concepts in the designed nursing home.  Descriptive qualitative research method to determine natural conditions and researchers go directly to the field with the object of research so as to describe the data obtained clearly and in accordance with the conditions in the field.  The results of this study are the provision of a residential facility, mental and physical health facilities, spiritual facilities for getting closer to oneself and a creative vessel that can improve the physical and psychological conditions of the elderly who have experienced a deteriorating condition with environmental assistance and pay attention to other architectural elements.Bali merupakan salah satu provinsi dengan jumlah penduduk lansia terbanyak ke-4 di Indonesia Kota Denpasar memiliki angka lansia terlantar sebanyak 416 orang yang menyebabkan kurangnya fasilitas hunian lansia. Peningkatan jumlah lansia terlantar di Bali masih terasa diabaikan dari segi sosial, budaya dan psikologis dan salah satunya contohnya pada PSTW Wana Seraya Denpasar masih menunjukan 50% responden mengalami depresi dan 50% responden hidup dengan kualitas buruk. Dari survey lapangan dibeberapa panti jompo di Bali masih kurang layak dalam menunjang aktivitas lansia berdasarkan standar yang telah ada. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis karakteristik pengguna, jenis-jenis ruang utama, mampu menerapkan konsep healing environment, dan tema rancangan, dan dapat merumuskan konsep perencanaan dan perancangan pada panti jompo yang dirancang. Metode penelitian kualitatif deskriptif untuk mengetahui kondisi yang alamiah dan peneliti terjun langsung ke lapangan bersama objek penelitian sehingga dapat mendeskripsikan data yang diperoleh dengan jelas dan sesuai dengan kondisi yang ada dilapangan. Hasil penelitian ini penyedian sebuah fasilitas hunian, fasilitas kesehatan secara mental dan fisik, fasilitas spiritual dalam mendekatkan diri dan wadah berkreativitas yang dapat meningkatkan kondisi fisik dan psikis para lansia yang sudah mengalami penurunan kondisi dengan bantuan lingkungan serta memperhatikan elemen-elemen arsitektur lainya

    0

    full texts

    201

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNDAGI: Jurnal Ilmiah Arsitektur
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇