UNDAGI: Jurnal Ilmiah Arsitektur
Not a member yet
201 research outputs found
Sort by
Perencanaan Dan Perancangan Pasar Seni Tradisional Dengan Fasilitas Creative Hub Di Gianyar, Bali.
The traditional art market is part of the supporting facilities for the tourism sector. In its role, the traditional art market acts as a forum for UKM to play a role in the trading industry. The traditional art market is a traditional market whose commodities sell handicraft goods from UKM with the sales method applying the traditional system, namely by bargaining. Gianyar Regency, Bali has potential in the industrial, tourism and trade sectors. Based on the results of observations on the development of facilities, the convenience and arrangement of stall and traders are not so good that it affects the convenience of visitors, plus the development of modern souvenir shops, it can be seen from the decreasing interest of visitors from the traditional art market. As a traditional art market where UKM take shelter, it is necessary to develop the potential of UKM and artists in traditional art markets, restore the comfort and interest of visitors in the art market, and provide good facilities in its future development, a new idea and design is needed, namely an art market that has Facilities that can develop the potential of UKM and local artists are the Art Market which is equipped with Creative Hub facilities and applies architecture that is close to art itself, adaptive and dynamic architectural designs to time and conditions.Pasar seni tradisional merupakan bagian dari fasilitas penunjang sektor pariwisata, dalam peranannya pasar seni tradisional berperan sebagai wadah bagi pelaku UKM untuk berperan dalam industri perdagangan. Pasar seni tradisional adalah pasar tradisional yang komoditi penjualan barang seni kerajinan dari UKM dengan metode penjualan menerapkan sistem tradisional yaitu dengan cara tawar-menawar. Kabupaten Gianyar, Bali memiliki potensi dalam sektor industri, wisata, dan perdagangan. Berdasarkan hasil observasi pengembangan fasilitas, kenyamanan dan penataan kios dan los pedagang kurang begitu baik sehingga mempengaruhi kenyamanan pengunjung, ditambah berkembangnya toko oleh-oleh modern, terlihat dari minat pengunjung yang mulai menurun untuk berbelanja di pasar seni tradisional. Sebagai pasar seni tradisional tempat bernaungnya UKM perlu adanya pengembangan potensi UKM dan seniman pada pasar seni tradisional, mengembalikan kenyamanan dan minat pengunjung berbelanja di pasar seni, dan memberikan fasilitas yang baik dalam perkembangan kedepannya maka di perlukan suatu gagasan dan rancangan yang baru yaitu pasar seni yang memiliki fasilitas yang dapat mengembangkan potensi UKM dan seniman lokal yaitu Pasar Seni yang di lengkapi fasilitas Creative Hub serta menerapkan arsitektur yang erat hubungannya terhadap seni itu sendiri, desain arsitektur adaptif dan dinamis terhadap waktu dan kondisi
Perencanaan dan Perancangan Eco Lakeside Glamping (Glamour Camping) di Kecamatan Kintamani, Bangli
The development of Glamping accommodation into one type of creative tourist accommodation and has become a trend in recent years. Glamping is created from the saturation of tourist accommodation with the desire to experience the outdoors or camping by paying attention to user comfort and the necessary facilities without losing the meaning of camping itself. owned by Kintamani. The increase in tourist accommodation in Bali, especially Kintamani every year is balanced with environmental destruction, so Glamping accommodation is the right choice. Besides that, with the potential that Kintamani has with natural beauty that is in great demand, one of which is Lake Batur itself which is in Kintamani able to provide added value to enjoy glamping accommodation, but in its design later the cold climate and existing topography are important points that must be considered.Berkembangnya akomodasi Glamping menjadi salah satu jenis akomodasi wisata kreatif dan telah menjadi tren beberapa tahun belakang. Glamping tercipta dari kejenuhan akan akomodasi wisata dengan keinginan untuk pengalaman menikmati alam terbuka atau berkemah dengan memperhatikan kenyamanan pengguna dan fasilitas yang diperlukan tanpa menghilangkan makna dari berkemah itu sendiri. yang dimiliki Kintamani. Meningkatnya akomodasi wisata yang ada di bali kususnya kintamani setiap tahunnya diimbangi dengan perusakan lingkungan maka akomodasi Glamping menjadi pilihan yang tepat. Disamping itu dengan adanya potensi yang dimiliki Kintamani dengan keindahan alam yang sangat diminati salah satunya Danau Batur itu sendiri yang berada di Kintamani mampu memberi nilai tambah untuk menikmati akomodasi glamping namun dalam perancangannya nanti iklim dingin dan eksisting topografi yang ada menjadi poin penting yang harus diperhatikan
Perencanaan Dan Perancangan Pelabuhan Penumpang Wisata Di Labuhan Lalang, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng
Tourist port is an area of ​​facilities to support tourist crossing activities to the tourism destination and activities inside the tourism area. Labuhan Lalang is the only official tourist port used for crossing activities to Menjangan Island, Menjangan Island is one of the tourist destinations in Buleleng Regency, with tourism potential namely the underwater diving spots, island land which are the original habitat of Menjangan., also religious tourism areas for Hindus. In fulfilling its function, the port facilities must be obtain comfort and safety when using it, which are problem that occurs in Labuhan Lalang, namely circulation area, main facilities and support for tourist ports, and areas around ports that are currently not meet the national standards. The problems will be resolved by planning and designing using research methods in the form of data collection through theoretical studies, precedents comparision, and interviews with facility users, in hope that the design results in the form of working drawings and 3d images of the area will be able to meet the needs of the facility, standard facilities, as well as visual aspects that have been determined through the data results from the data collection method above.Pelabuhan wisata merupakan suatu area kawasan fasilitas pendukung aktivitas penyeberangan wisata menuju ke area destinasi pariwisata maupun aktivitas di dalam area pariwisata itu sendiri. Labuhan Lalang merupakan satu – satunya kawasan pelabuhan wisata resmi yang digunakan untuk aktivitas penyeberangan ke pulau menjangan, pulau menjangan sendiri merupakan salah satu destinasi wisata di kabupaten Buleleng, dengan potensi wisata yaitu area bawah laut dengan spot diving dan area darat pulau yang menjadi habitat asli menjangan serta kawasan wisata religius bagi umat hindu. Dalam pemenuhan fungsinya sebagai pelabuhan wisata maka pergerakan wisatawan harus ditunjang dengan fasilitas yang memadai untuk memperoleh kenyamanan dan keamanan ketika menggunakannya, dimana hal tersebut saat ini merupakan permasalahan yang terjadi di Labuhan Lalang terutama pada area sirkulasi, fasilitas utama dan penunjang pelabuhan wisata, serta area kawasan sekitar pelabuhan yang saat ini tidak sesuai dengan standar nasional. Permasalahan diatas akan diselesaikan dengan melakukan perencanaan serta perancangan yang menggunakan metode penelitian berupa pengumpulan data melalui kajian teori, perbandingan preseden, serta wawancara pengguna fasilitas dengan harapan hasil rancangan yang berupa desain perencanaan dan perancangan dalam bentuk gambar kerja serta gambaran 3d kawasan akan mampu memenuhi kebutuhan fasilitas, standar fasilitas, serta aspek visual yang telah ditetapkan melalui hasil data dari metode pengumpulan data diatas
Perencanaan dan Perancangan Pusat Pelatihan Wushu di Kota Denpasar, Bali
Denpasar has 4 sports Wushu colleges, from 4 wushu sports colleges in Denpasar which are used as training sites for Denpasar wushu athletes, there is no training center in the form of a training building, training activities still borrow places including Paradewa Bali Wushu which functions as a gym, Suryatama Wushu its function as futsal, Garuda Dewata Wushu functions as a Universal School, and Udayana Wushu UKM. Equipment is very minimal, especially the fields for taolu and sanda are also not available, even if they are bought, there is also no place to send them, they do not have standard dimensions of the Taolu and Sanda wushu fields, there is no grouping of taolu and sanda wushu fields, no facilities to support training activities. This does not have a match between the activities at the available facilities, even though the development of the number of athletes, the increase in fans, is supported by the potential achievements achieved each year. The purpose of designing a training center in the form of a training building with adequate infrastructure, capable of accommodating training activities for athletes, having standard field dimensions, as well as field grouping by applying the concept of completeness and comfort and applying modern architectural themes with new facilities, free columns, the layout of the room is in accordance with user activities, the shape of the building can respond to the direction of the wind, considering that sports activities will certainly make the atmosphere of the room stuffy and smelly.Denpasar memiliki 4 perguruan cabor Wushu, dari 4 perguruan cabor wushu di Denpasar yang dijadikan tempat berlatih bagi para atlet wushu Denpasar, belum adanya Pusat Pelatihan berupa gedung pelatihan, kegiatan pelatihannya masih meminjam tempat diantaranya Paradewa Bali Wushu fungsinya sebagai gym, Suryatama Wushu fungsinya sebagai futsal, Garuda Dewata Wushu fungsinya sebagai sekolah Universal School, dan UKM Wushu Udayana. Perlengkapan sangat minim terutama lapangan untuk taolu dan sanda juga tidak ada, seandainya pun beli, tempat yang digunakan untuk menyimpannya juga tidak ada, tidak memiliki standar dimensi lapangan wushu Taolu maupun Sanda, tidak adanya pengelompokan lapangan wushu taolu dan sanda, tidak adanya fasilitas untuk menunjang kegiatan pelatihan. Hal ini tidak memiliki kesesuaian antara aktivitas pada fasilitas yang tersedia, padahal perkembangan jumlah atlet, penggemar wushu meningkat, didukung dengan prestasi potensial diraih ditiap tahunnya. Tujuan dari perancangan yaitu mewujudkan pusat pelatihan berupa gedung pelatihan dengan sarana prasarana memadai,yang mampu mewadahi kegiatan pelatihan para atlet, memiliki dimensi standar lapangan, serta pengelompokan lapangan dengan menerapkan konsep kelengkapan dan kenyamanan serta menerapkan tema arsitektur modern dengan penambahan fasilitas baru, bebas kolom, tata letak ruangan yang sesuai dengan aktivitas pengguna, bentuk bangunan dapat merespon arah angin, mengingat aktivitas olahraga tentunya akan membuat suasana ruang menjadi pengap dan bau
Perencanaan Dan Perancangan Pusat Industri Dan Workshop Gerabah Di Desa Kapal, Kecamatan Mengwi
Pottery is a piece of ceramic made of clay. Objects from this pottery have many uses such as religious ceremony facilities, household items, and decorative objects. The interest of the younger generation to continue this business continues to decline. This study discusses the planning and design of an industrial center and pottery workshop located in Kapal village, Mengwi sub-district so that it can help preserve and introduce the pottery culture that has existed since the time of the ancestors, to be precise around 1,500 BC. Based on the existing problems, there are no training places regarding the development of pottery production, the unavailability of an exhibition space that can function to display the work of clay craftsmen so that the younger generation or tourists are interested in pottery crafts. for people who want to know and want to learn firsthand about pottery making so that pottery products can develop and have new innovations. This proposal is balanced with a strategy in the form of an architectural ecology approach. Through an architectural ecology approach, it is hoped that the building can provide harmony between nature and humans in a reciprocal relationship. The results showed that the existence of an industrial center and pottery workshop designed with an approach strategy that can help attract the interest of the younger generation and craftsmen can also give birth to a new innovation that is able to solve problems regarding the pottery industry in Kapal Village, Mengwi District with targeted facilities.Gerabah merupakan bagian dari keramik yang terbuat dari tanah liat. Benda dari gerabah ini memiliki banyak kegunaan seperti sarana upacara agama, perlengkapan rumah tangga, dan benda hias. Minat generasi muda untuk meneruskan bisnis ini terus menurun. Studi ini membahas mengenai perencanaan dan perancangan pusat industri dan workshop gerabah yang berlokasi di desa kapal, kecamatan mengwi sehingga dapat membantu melestarikan dan memperkenalkan kebudayaan gerabah yang sudah ada sejak jaman nenek moyang tepatnya sekitar 1.500 SM. Berdasarkan permasalahan yang ada adalah tidak adanya tempat pelatihan mengenai pengembangan produksi gerabah, tidak tersedianya ruang pameran yang dapat berfungsi untuk memajang hasil karya dari pengrajin tanah liat agar generasi muda ataupun wisatawan tertarik dengan kerajinan gerabah, Tidak tersedianya ruang kerja workshop yang memadai, ruang tersebut berguna untuk orang yang ingin mengetahui serta ingin belajar langsung mengenai pembuatan gerabah sehingga produk gerabah dapat berkembang dan memiliki inovasi baru. Usulan ini diimbangi dengan strategi berupa pendekatan ekologi arsitektur. Melalui pendekatan ekologi arsitektur diharapkan bangunan dapat memberikan keselarasan antara alam dan manusia dalam hubungan timbal balik. Hasil penelitian menunjukkan dengan adanya pusat industri dan workshop gerabah yang dirancang dengan strategi pendekatan yang dapat membantu menarik minat generasi muda dan pengrajin juga dapat melahirkan sebuah inovasi baru yang mampu menyelesaikan permasalahan mengenai industri gerabah di desa kapal, kecamatan mengwi dengan fasilitas yang tepat sasaran
Perencanaan dan Perancangan Wisata Edukasi Pertanian di Kota Denpasar
Denpasar City is the capital city of Bali Province, apart from being the capital city of Bali Province, it is also the center of various activities in Bali Province which resulted in the rate of population growth becoming uncontrollable. As a result of the uncontrolled growth rate of agricultural land, the impact of this growth rate is that agricultural land in Denpasar City is decreasing, the highest reduction of agricultural land is in South Denpasar Regency. Given the need for Agricultural Education Tours in Denpasar City to provide education about the importance of managing agricultural land as a source of food for daily life, this agricultural educational tour provides new knowledge for visitors about management from seedling to harvesting, besides that this educational tour aims to provide a sense of empathy for children, youth and adults about the importance of maintaining the remaining agricultural land and utilizing the existing land as a place of development both inside the house and around the house. This educational tourism location is located on Jalan Tukad Balian Renon using the basic concept of “sustainable energy†and the design theme of “eco-architectureâ€.Kota Denpasar merupakan ibu kota dari Provinsi Bali, selain sebagai ibu kota provinsi Bali juga merupakan pusat berbagai kegiatan di Provinsi Bali mengakibatkan laju pertumbuhan penduduk menjadi tidak terkendali. Akibat laju pertumbuhan tidak dapat dikendalikan lahan pertanian menjadi imbas dari laju pertumbuhan tersebut akibatnya lahan pertanian di Kota Denpasar semakin berkurang, pengurangan lahan pertanian paling tinggi terjadi di Kecamatan Denpasar Selatan. Dengan hal itu perlunya sebuah Wisata Edukasi Pertanian di Kota Denpasar untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya menajaga lahan pertanian sebagai sumber pangan untuk kehidupan sehari-hari, wisata edukasi pertanian ini memberikan ilmu baru bagi pengunjung mengenai pengelolaan komoditas dari awal pembibitan hingga panen, selain itu wisata edukasi ini bertujuan untuk memberikan rasa empati ke pengunjung anak-anak, remaja dan dewasa mengenai pentingnya menjaga lahan pertanian yang masih tersisa dan pemanfaatn lahan yang ada sebagai tempat pengembangan pertanian baik di rumah maupun disekitar rumah. Lokasi dari Wisata Edukasi ini berlokasi di Jalan Tukad Balian Renon dengan menggunakan konsep dasar “sustainable energy†dan tema rancangan “eco-arsitekturâ€
Pusat Pelatihan dan Pertunjukan Seni Tari dan Karawitan Remaja di Kecamatan Tegallalang dengan Pendekatan Arsitektur Biophilic
Tegallalang is one of the sub-districts in Gianyar Regency, which has various traditions and cultures that are closely related to social life, especially in the arts. Dance and Karawitan are the most prominent arts in the district of Tegallalang. Empowerment of Youth Resources is used to minimize the occurrence of social deviations in the search for youth identity that goes in harmony with the Customs of Most of the Tegallalang area which makes art as a supporter of social life. In line with this, the facilities and infrastructure to accommodate these activities are not adequate in Tegallalang District and tend to be uneven. Thus, making every activity entitled Culture does not yet have adequate facilities. With Biophilic Architecture, it is hoped that it will be able to answer all the problems between living things and the surrounding environment, so that the site on Jl. Tirtha Tawar-Tegallalang. By using the Bandhurana Concept and the Biophilic architectural theme that embodies a good relationship between the user and the environment which is implemented through zoning, enterance design, patterns and forms of mass according to needs, efficient circulation for the community and air, use of appropriate structures, utilities according to site analysis and local regulations that apply so as to produce designs that are right on target that can harmonize the problems of adolescents in the field of Psychic and Psychic.Tegallalang merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Gianyar, yang memiliki berbagai Tradisi dan Budaya yang erat kaitannya terhadap kehidupan bermasyarakat khususnya di budang Kesenian. Seni Tari dan Karawitan adalah kesenian yang paling menonjol di kecamatan Tegallalang. Pemberdayaan Sumber Daya Pemuda digunakan untuk meminimalisir terjadinya penyimpangan social dalam pencarian jati diri pemuda yang berjalan selaras dengan Adat Sebagian besar wilayah Tegallalang yang menjadikan seni sebagai penunjang hidup bermasyarakat. Sejalan dengan tersebut, sarana dan prasarana untuk mewadahi kegiatan tersebut belum memadai di Kecamatan Tegallalang dan cenderung belum merata. Sehingga, menjadikan setiap kegiatan bertajuk Kebudayaan belum memiliki fasilitas yang memadai. Dengan Arsitektur Biophilik diharapkan mampu menjawab seluruh permasalahan antara makhluk hidup dengan lingkungan sekitar, sehingga terpilih site di Jl. Tirtha Tawar-Tegallalang. Dengan menggunakan Konsep Bandhurana dan Tema arsitektur Biophilic yang mewujudkan hubungan baik antara pengguna dan lingkungan yang diterapkan melalui zoning, desain enterance, pola dan bentuk massa sesuai dengan kebutuhan, sirkulasi yang efisien untuk civitas dan udara, penggunaan struktur yang tepat, utilitas sesuai dengan Analisa site dan peraturan daerah yang berlaku sehingga dapat menghasilkan Desain yang tepat sasaran yang dapat enyelaraskan permasalahan remaja di bidang Psikis dan Psikis
Perencanaan dan Perancangan Pusat Penampungan dan Pelatihan Tunawisma Di Kota Denpasar, Bali
Tunawisma yang lebih dikenal dengan sebutan gelandangan dan pengemis, dianggap memberikan citra negatif bagi masyarakat yang populasinya kian meningkat setiap tahunnya serta setiap menjelang hari raya. Disamping itu hak sebagai warga negara yang selama ini tidak pernah dirasakan bagi tunawisma. Tunawisma yang tidak memiliki keahlian keterampilan maupun pendidikan sehingga tidak dapat bekerja sehingga berpengaruh pada faktor ekonomi yang menyebabkan hidup menggelandang. Permasalahan tersebut dirumuskan sehingga dapat disimpulkan diperlukannya sebuah fasilitas yang dapat memberikan kesempatan bagi tunawisma untuk melatih keterampilan dan pendidikan sebagai bekal untuk bekerja, rehabilitasi sosial berupa konseling, berinteraksi dan bersosialisasi dengan masyarakat serta tempat untuk berlindung dari panas dan hujan yang selama ini dirasakan ketika hidup dijalan berupa ruang tidur. Tunawisma disini akan diberikan pelatihan dan pendidikan yang dapat membantu tunawisma menghadapi dunia pekerjaan dengan keterampilan yang telah diasah sehingga tidak kembali hidup manjadi gelandangan ataupun pengemis setelah keluar dari pusat penampungan.Homeless people, better known as vagrants and beggars, are considered to give a negative image to a society whose population is increasing every year and every day before holidays. Besides that, the rights of citizens to the homeless have never been felt for the homeless. Homeless people who do not have the skills, skills or education so that they cannot work so that it affects economic factors that cause life to be homeless. These problems are formulated so that it can be concluded that a facility is needed that can provide opportunities for the homeless to train skills and education as a provision for work, social rehabilitation in the form of counseling, interacting and socializing with the community as well as a place to take shelter from the heat and rain that has been felt when living on the road. in the form of a bedroom. The homeless here will be given training and education that can help the homeless face the world of work with honed skills so that they do not return to life as vagrants or beggars after leaving the holding center
Perencanaan dan Perancangan Sirkuit Drag Race Sebagai Sarana Untuk Memfasilitasi Hobi Balapan di Klungkung
The drag race event is held annually in Klungkung, on July 20 2014 the 2014 Drag Bike Cup Regent event was held, then on February 14 2016 the Klungkung Regent Drag Bike event was held, then on May 19 2019 the 2019 Drag Bike Championship event was held, the three of them took place at By Pass Ida Bagus Mantra, Kusamba, Klungkung due to the unavailability of circuit facilities that could accommodate the drag event in Klungkung. Until now, Klungkung Regency and even Bali Province does not yet have a circuit that accommodates drag activities, this results in outside official racing events, racing hobbyists still carry out illegal racing or illegal racing, the main factor as a cause of wild racing, namely the absence of racing circuit facilities, making automotive lovers choose highway instead (Lismaharia Febry, 2017). The Drag Race circuit is planned to accommodate the activities of people who have a hobby of drag racing, later the community can channel their hobby of drag racing such as holding official competition events, as well as testing vehicles and driving skills outside official events quietly at the Drag Race Circuit without having to fear disturbing order on public roads and unsettling the general public. In addition, the Drag Race Circuit can serve as a means of education and entertainment for the general public that the hobby of drag racing is not as bad as what the general public has imagined so far.Event drag race diadakan tiap tahunnya di Klungkung, pada tanggal 20 Juli 2014 diselenggarakan event Bupati Cup Drag Bike 2014, lalu pada tanggal 14 Februari 2016 diadakan event Drag Bike Bupati Klungkung 2016, kemudian pada tanggal 19 mei 2019 diselenggarakan event Drag Bike Championship 2019, ketiganya mengambil lokasi di By Pass Ida Bagus Mantra, Kusamba, Klungkung karena tidak tersedianya fasilitas sirkuit yang bisa mewadahi event drag di Klungkung. Hingga saat ini Kabupaten Klungkung bahkan Provinsi Bali belum memiliki sirkuit yang mewadahi kegiatan drag, hal itu mengakibatkan diluar event resmi balapan penghobi balapan masih melakukan aksi balap secara illegal atau balap liar, faktor utama sebagai penyebab terjadinya kegiatan balap liar adalah ketiadaan fasilitas sirkuit balap memngakibatkan penghobi otomotif memilih jalan raya sebagai pengganti sirkuit (Lismaharia Febry, 2017). Sirkuit Drag Race direncanakan untuk mewadahi kegiatan masyarakat yang memiliki hobi balapan drag, nantinya masyarakat dapat menyalurkan hobi balapan drag seperti mengadakan event kompetisi resmi, serta mengujicoba kendaraan dan keahlian mengendarai diluar event resmi secara tenang di Sirkuit Drag Race tanpa harus takut mengganggu ketertiban di jalan umum dan meresahkan masyarakat umum. Selain itu Sirkuit Drag Race dapat berfungsi sebagai sarana edukasi dan hiburan kepada masyarakat umum bahwa hobi balapan drag tidaklah seburuk apa yang selama ini masyarakat umum bayangkan
Perencanaan Dan Perancangan Sekolah Luar Biasa (SLB) Di Kabupaten Buleleng, Bali.
Penyandang Disabilitas di Kabupaten Buleleng saat ini menempati kedudukan tertinggi diantara kabupaten lainnya yang ada di Bali, tetapi masih banyak penyandang disabilitas di kabupaten buleleng yang masih terlantar dan tidak mengenyam pendidikan, padahal penyandang disabilitas juga memiliki hak yang sama dengan orang normal untuk dapat mengenyam pendidikan yang layak untuk keberlangsungan hidupnya nanti, maka dari itu dibutuhkan wadah atau tempat yang layak untuk mewadahi penyandang disabilitas yang belum mengenyam pendidikan di Kabupaten Buleleng dengan mengusulkan Perencanaan dan Perancangan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Buleleng, Bali. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode studi literatur dengan melakukan browsing internet dan jurnal terkait dengan penelitian, Observasi lapangan dengan pengamatan langsung ke lokasi perencanaan dan metode survei dengan mengunjungi pihak terkait untuk mendapatkan data-data yang kuat. Konsep yang diterapkan yaitu Support Creativity yang mendukung kreativitas yang dimiliki oleh masing-masing individu, dengan tema Arsitektur Modern yang menciptakan kesederhanaan dalam sebuah desain agar pengguna dapat dengan mudah menggunakan fasilitas yang ada pada perencanan ini karena pengguna dari bangunan ini merupakan penyandang disabilitas yang merupakan individu yang memiliki kekurangan sehingga dalam perencanaan ini akan memberikan kelebihan dari setiap fasilitas yang disediakan didalamnya.Persons with Disabilities in Buleleng Regency currently occupy the highest position among other districts in Bali, but there are still many people with disabilities in Buleleng Regency who are still neglected and do not receive an education, even though persons with disabilities also have the same rights as normal people to be able to get an education that is feasible for their survival later, therefore a suitable place or place is needed to accommodate persons with disabilities who have not yet received education in Buleleng Regency by proposing Planning and Design of Special Schools (SLB) in Buleleng Regency, Bali. The data collection method used is the literature study method by browsing the internet and journals related to research, field observations with direct observations to the planning location and survey methods by visiting related parties to obtain strong data. The concept applied is Support Creativity which supports the creativity of each individual, with the theme of Modern Architecture which creates simplicity in a design so that users can easily use existing facilities in this planning because users of this building are persons with disabilities who are individuals. which has disadvantages so that in this planning will provide the advantages of every facility provided therein