UNDAGI: Jurnal Ilmiah Arsitektur
Not a member yet
    201 research outputs found

    Perumusan Konsep Dasar dan Tema Rancangan Pada Perencanaan dan Perancangan Agrowisata Kopi di Kecamatan Kintamani: Bahasa Indonesia

    No full text
    Coffee is one of the main plantation commodities in Indonesia which is one of the plantations that boosts the country's economy. Bali is one of the provinces that has quite extensive coffee plantations with an annual income of up to 15.5 thousand tons. Coffee Agrotourism is an educational tourism activity that utilizes coffee plantations as a tourist attraction. The utilization of this business in the plantation sector includes processing coffee from the plantations of local residents so that it becomes a product with national and even international selling value, in other words the products produced can not only be enjoyed by the domestic community, but also can be enjoyed by the outside community. Not only processed products are presented, but also experience, understanding, and knowledge about coffee or coffee plantations is also presented as a means of education. Coffee agrotourism is developed by utilizing the potential of both natural resources and human resources.   Keywords: Coffee, Plantation, Education, Recreation, Agrotourism    Kopi merupakan salah satu komoditas utama perkebunan yang ada di Indonesia dimana menjadi salah satu perkebunan yang mendongkrak perekonomian negara. Bali menjadi salah satu provinsi yang memiliki perkebunan kopi yang cukup luas dengan pernghasilan pertahun mencapai 15,5 ribu ton. Agrowisata Kopi merupakan suatu kegiatan wisata edukasi yang memanfaatkan perkebunan kopi menjadi objek wisatanya. Pemanfaatan usaha dibidang perkebunan ini meliputi pengolahan kopi hasil perkebunan warga sekitar sehingga menjadi produk dengan nilai jual nasional bahkan internasional, dengan kata lain produk yang di hasilkan tidak hanya dapat dinikmati oleh masyarakat domestik, namun juga dapat dinikmati oleh masyarakat luar. Tidak hanya produk olahan yang di suguhkan, namun juga pengalaman, pemahaman, dan juga pengetahuan tentang Kopi ataupun Perkebunan Kopi juga dihadirkan sebagai sarana edukasi. Agrowisata Kopi di kembangkan dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki baik SDA maupun SDM-nya.   Kata kunci: Kopi, Perkebunan, Edukasi, Rekreasi, Agrowisata   &nbsp

    Penerapan Tema Rancangan Modern Tropis pada Fasilitas Pusat Fotografi Digital di Denpasar: Bahasa Indonesia

    No full text
    Fotografi menjadi salah satu pekerjaan professional yang bisa dicapai melalui pelatihan maupun uji kompetensi fotografi dan bisa menjadi lahan komersil bagi setiap orang terutama di kota besar seperti Denpasar. Perkembangan minat masyarakat Bali khususnya Denpasar dalam bidang fotografi dapat dilihat dari adanya sebuah komunitas Perhimpunan Fotografer Bali (PFB) dan ISI Denpasar yang memiliki program studi fotografi yang berlokasi di Kota Denpasar. Dilihat dari kondisi tersebut maka dibutuhkan sebuah wadah atau tempat bagi para peminat fotografi untuk melaksanakan pelatihan untuk mendapatkan sertifikasi profesi. Melalui metode pengumpulan data baik studi literature, wawancara dengan pengelola dan observasi kemudian dilakukan anilisis data didapatkan bahwa para peminat fotografi memerlukan fasilitas penunjang kegiatan fotografi khususnya tempat pelatihan dan uji kompetensi. Fasilitas penunjang ini berupa ruang kelas teori, ruang komputer, ruang studio fotografi indoor dan outdoor, galeri fotografi dan retail kamera. Sehingga, hasil penelitian ini berupa merancang fasilitas pusat fotografi di Denpasar dengan penerapan tema rancangan modern tropis.  Photography is one of the professional jobs that can be achieved through photography training and competency tests and can become a commercial area for everyone, especially in big cities like Denpasar. The development of the interest of the Balinese people, especially Denpasar in the field of photography can be seen from the existence of a community of the Perhimpunan Fotografer Bali (PFB) and ISI Denpasar which has a photography study program located in Denpasar City. Judging from these conditions, a forum or place is needed for photography enthusiasts to carry out training to obtain professional certification. Through data collection methods, both literature studies, interviews with managers and observations, then data analysis was carried out, it was found that photography enthusiasts needed facilities to support photography activities, especially training places and competency tests. These supporting facilities are in the form of theory classrooms, computer rooms, indoor and outdoor photography studio rooms, photography galleries and camera retail. So, the results of this study are designing a photography center facility in Denpasar with the application of a tropical modern design theme. &nbsp

    Implementasi Arsitektur Biophilic Pada Fasilitas Club SPA Di Canggu, Kabupaten Badung, Bali: Bahasa Indonesia

    No full text
    Salah satu fasilitas wisata yang dapat dikembangkan di daerah Canggu yaitu SPA. Industri SPA saat ini telah berkembang menuju kearah pencapaian kesehatan fisik, pikiran, dan jiwa. Jenis SPA yang dipilih yaitu Club SPA, karena menawarkan fasilitas pelayanan SPA yang dilengkapi dengan fasilitas kebugaran agar mendapatkan hasil yang maksimal dalam perawatan fisik serta jiwa, karena saat ini masyarakat dan wisatawan membutuhkan suatu fasilitas yang dapat mewadahi kegiatan yang berhubungan dengan kecantikan, kesehatan, kebugaran, dan relaksasi untuk mereduksi tingkat stress dan depresi yang mereka alami serta menjaga, merawat, dan meningkatkan penampilan fisik dan psikis. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menghasilkan konsep desain Club SPA dengan pendekatan arsitektur biophilic sehingga dapat menghasilkan ruangan yang mampu meningkatkan kesehatan fisik dan psikis serta menciptakan hubungan positif antara manusia dengan alam. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan studi literatur, studi preseden, observasi lapangan, dan survey. Hasil penelitian berupa implementasi arsitektur biophilic yang diterapkan pada zoning, entrance, massa bangunan, ruang dalam, ruang luar, dan fasade bangunan. Implementasi arsitektur biophilic pada desain Club SPA diharapkan dapat membantu proses relaksasi dengan menerapkan unsur alam kedalam desain.  One of the tourist facilities that can be developed in Canggu is SPA. The SPA industry is currently developing towards the achievement of physical, mind and soul health. The type of SPA chosen is Club SPA, because it offers SPA service facilities equipped with fitness facilities in order to get maximum results in physical and mental care, because nowadays people and tourists need a facility that can accommodate activities related to beauty, health, fitness, and relaxation to reduce the level of stress and depression, maintain, and improve physical and psychological appearance. The purpose of this research is to produce a Club SPA design concept with a biophilic architecture approach to produce a room that is able to improve physical and psychological health and create a positive relationship between humans and nature. The method used is by conducting literature studies, precedent studies, field observations, and surveys. The result of the research is the implementation of biophilic architecture that is applied to zoning, entrance, mass building, indoor space, outdoor space, and building facade. The implementation of biophilic architecture in the Club SPA design is expected to help the relaxation process by applying natural elements into the design. &nbsp

    Strategi Pengelompokan Kandang Anjing Pada Pusat Konservasi Anjing Liar di Padang Galak, Denpasar: bahasa indonesia

    No full text
    Anjing dan manusia saling menguntungkan, namun Dinas Pertanian Kota Denpasar (2019) menyebutkan hanya 30% dari total populasi anjing di Denpasar yang dimiliki/dirawat dan sisanya merupakan anjing berstatus liar. Penulis ingin mengangkat masalah ini guna meningkatkan kualitas hidup anjing liar. Fasilitas Balai Konservasi Anjing Liar di Padang Galak Denpasar bertujuan untuk mengatasi masalah yaitu anjing yang tidak dimiliki atau yang hidup di jalanan. Namun perlu perencanaan dan perancangan yang tepat untuk memberikan fasilitas yang memadai dan dapat menampung civitasnya agar dapat diperlakukan sesuai dengan klasifikasinya.  Dogs and humans benefit from each other, but the Denpasar City Agriculture Service (2019) states that only 30% of the total dog population in Denpasar are owned/cared for and the rest are wild dogs. The author wants to raise this issue in order to improve the quality of life for stray dogs. The Wild Dog Conservation Center facility in Padang Galak Denpasar aims to address the problem of dogs that are not owned or live on the streets. However, proper planning and design is needed to provide adequate facilities and be able to accommodate the community so that they can be treated according to their classification. &nbsp

    Redesain Pasar Umum Tabanan, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, Bali

    No full text
    Tabanan Public Market is the largest people's market in Tabanan and is the main choice in terms of shopping for the community, however, referring to the regulation of the Minister of Trade of the Republic of Indonesia concerning the People's Market, there are several problems in the Tabanan Public Market including; [1] lack of supporting facilities and infrastructure in accordance with the standards of the minister of trade of the republic of Indonesia which should have a management office, toilets, re-measurement posts, security posts, breastfeeding rooms, health rooms, worship rooms, fire extinguishing facilities and access, parking lots, places temporary garbage collection, waste treatment facilities, clean water facilities and electricity installations, however, in Tabanan Public Market there are no supporting facilities and infrastructure in the form of re-measurement posts, breastfeeding rooms, health rooms, waste water treatment facilities and clean water facilities. [2] There should be 5 zones in the market zoning, namely the wet food zone, dry food zone, ready-to-eat zone, non-food zone, and poultry slaughter zone, while the Tabanan public market does not yet have these zones.[3] The light intensity test at the Tabanan public market found the amount of lighting did not touch 100 lux, while the health regulations stated a minimum of 100-200 lux.[4] Drainage channels must meet the requirements to be covered with a grid so that the channel is easy to clean, while at the Tabanan Public Market the drainage channel is only partially covered with a grill or grid. From the above problems, it is necessary to re-plan the tabanan public market. Using literature study methods, precedent studies, interviews, measurements, observations and surveys in realizing the Tabanan public market in accordance with the standards of the regulations of the Minister of Trade of the Republic of Indonesia and can make users more comfortablePasar Umum Tabanan adalah  pasar rakyat  terbesar yang ada di tabanan dan merupakan suatu pilihan utama dalam hal berbelanja bagi kalangan masyarakatnya namun, mengacu kepada peraturan menteri perdagangan republik indonesia tentang pasar rakyat terdapat beberapa permasalahan di  Pasar Umum Tabanan diantaranya; [1] kurangnya sarana dan prasarana penunjang yang sesuai dengan standar menteri perdagangan republik indonesia yang harusnya terdapat kantor pengelola, toilet, pos ukur ulang, pos keamanan, ruang menyusui, ruang kesehatan, ruang peribadatan, sarana dan akses pemadam kebakaran, tempat parkir, tempat pengampungan sampah sementara, sarana pengolahan limbah, sarana air bersih dan instalasi listrik namun di Pasar Umum Tabanan tidak terdapat sarana dan prasarana penunjang berupa pos ukur ulang, ruang menyusui, ruang kesehatan, sarana pengolahan air limbah dan sarana air bersih. [2] Zonasi pasar yang seharusnya terdapat 5 zonasi yaitu zona pangan basah, zona pangan kering, zona siap saji, zona non pangan,dan zona pemotongan unggas sedangkan pada pasar umum tabanan belum terdapat zona tersebut.[3] Test intensitas cahaya pada pasar umum tabanan didapati jumlah pencahayaan tidak menyentuh 100 lux sedangkan pada peraturan kesehatan menyebutkan minimal 100-200 lux.[4] Saluran drainase harusnya memenuhi persyaratan ditutup dengan kisi sehingga saluran mudah dibersihkan sedangkan pada Pasar Umum Tabanan saluran drainase hanya sebagian yang ditutup dengan grill atau kisi. Dari permasalahan diatas diperlukan adanya perencanaan ulang pada pasar umum tabanan. Menggunakan metode studi literatur, studi preseden, wawancara, pengukuran, observasi dan survey dalam mewujudkan desain pasar umum tabanan yang sesuai dengan standar peraturan menteri perdagangan republik indonesia serta dapat membuat penggunanya lebih nyama

    Perencanaan dan Perancangan Rekreasi Agrowisata di Desa Petang, Badung Utara

    No full text
    Badung Regency has a diversity of tourism, for example art-cultural tourism, commercial, food, and spiritual tourism, nature, agrarian and spiritual tourism. However, tourism in North Badung is still quite small, therefore there is a need for an alternative form of tourism that can support the potential in North Badung which is famous for its uniqueness, namely Agrarian Tourism. Petang Village which has an area of about 115.00 km² and is located in the highlands so that the air there feels cool which makes Petang Village famous for its agricultural and plantation sectors. There is still very little agriculture-based tourism in Petang Village, there is no room for education about agriculture and there is no room for managing and utilizing plantation crops in Petang Village. The purpose of Agro-tourism Recreation Planning and Design in North Badung, Bali is to design and plan agro-tourism facilities that are useful for the general public to promote tourism in the North Badung area, make Petang Village an agricultural tourism destination and a place to educate about agricultural crops. This report uses the method of literature study, field observation, documentation and interviews. This report produces a schematic design which is then realized in the design development in the form of a building form.Kabupaten Badung memiliki keanekaragaman wisata, contohnya wisata seni-budaya, komersil, makanan, dan rohani, wisata alam, agraris, dan rohani. Namun pariwisata di Badung Utara masih terbilang cukup sedikit, maka dari itu perlunya salah satu bentuk pariwisata alternatif yang dapat menunjang potensi di Badung Utara yang terkenal dengan keunikannya yaitu Wisata Agraris. Desa Petang yang memiliki luas wilayah sekitar 115,00 km² dan letaknya di dataran tinggi sehingga udara disana terasa sejuk yang menjadikan Desa Petang terkenal dalah sektor pertanian maupun perkebunannya. Masih sedikitnya pariwisata yang berbasis agrikultur di Desa Petang, belum adanya ruang edukasi mengenai agrikultur dan belum adanya ruang pengelolahan dan pemanfaatan mengenai tanaman perkebunan di Desa Petang. Tujuan dari Perencanaan dan Perancangan Rekreasi Agrowisata di Badung Utara, Bali yaitu merancang dan merencanakan fasilitas agrowisata yang berguna bagi masyarakat umum untuk memajukan pariwisata di daerah Badung Utara, menjadikan Desa Petang sebagai daerah tujuan wisata agriculture serta tempat untuk mengedukasi mengenai tanaman Agriculture. Laporan ini menggunakan metode studi literature, observasi lapangan, dokumentasi dan wawancara. Dari laporan ini menghasilkan berupa skematik desain yang kemudian direalisasikan pada pengembangan desain yang berupa hasil bentuk banguna

    Perancangan Agrowisata Kopi Dengan Pendekatan Desain Berkelanjutan Di Desa Pujungan, Pupuan, Tabanan, Bali

    No full text
    Pupuan district which is the second rank of the most robusta coffee production in Bali with a total production of 2,663.0. In addition to the area of land and coffee production in the Pujungan area, this area also has tourist potential. The potential possessed by this village has not been utilized and developed properly because of the lack of facilities that are able to accommodate the process of cultivation, research, coffee processing, and low public awareness about the potential of the area itself. The methods used in data collection are surveying, literature studies, and observation, as well as data compilation and classification methods used for the presentation of data. Then the data obtained is analyzed by comparative methods, analysis, reduction, and synthesis. Coffee Agrotourism is designed to accommodate various main facilities that are channeled through the potential in Pujungan Village, such as educational facilities about the history and cultivation of coffee in Pujungan Village, how to grow coffee directly, traditional and modern coffee processing. The green architecture design with the concept of Sustainable Agritourism design is chosen because it is based on principles that aim to align the building with the surrounding environment and is oriented to long-term aspects, and the design of the development of coffee plantations remains sustainable in various aspects.Kecamatan Pupuan yang menjadi peringkat kedua produksi kopi robusta terbanyak di Bali dengan jumlah hasil produksi sebanyak 2.663,0. Selain luas lahan dan hasil produksi kopi pada wilayah Pujungan, daerah ini juga memiliki potensi wisata. Potensi yang dimiliki oleh desa ini belum dimanfaatkan dan dikembangkan dengan baik karena minimnya fasilitas yang mampu mewadahi proses pembudidayaan, penelitian, pengolahan kopi, serta rendahnya kesadaran masyarakat mengenai potensi daerah itu sendiri. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah survey, studi literatur, dan observasi, serta metode kompilasi dan klasifikasi data digunakan untuk penyajian data. Kemudian data yang didapat dianalisis dengan metode komparatif, analisa, reduksi, dan sintesa. Agrowisata Kopi dirancancang guna mewadahi berbagai fasilitas utama yang disalurkan melalui potensi yang ada di Desa Pujungan, seperti fasilitas edukasi mengenai sejarah dan budidaya kopi di Desa Pujungan, cara menanam kopi secara langsung, pengolahan kopi secara tradisional dan modern. Pendekataan desain Arsitektur Hijau dengan konsep perancangan Sustainable Agritourism dipilih karena didasarkan atas prinsip-prinsip yang bertujuan untuk menyelaraskan bangunan dengan lingkungan sekitar serta berorientasi pada aspek jangka panjang, serta desain pengembangan perkebunan kopi ini tetap berkelanjutan dalam berbagai aspek

    Konsep Skematik Desain pada Perencanaan dan Perancangan Sekolah Barista dan Kedai Kopi di Desa Wanagiri dengan Tema Arsitektur Organik

    No full text
    Coffee is one of the ingredients of food or drink that we often encounter and even become one of the daily needs of the community. Coffee plants grow optimally throughout Bali at an altitude of 800-1500 meters above sea level which has a rainfall of around 2000-3000 mm/year with an optimal temperature of around 21-24 degrees Celsius. Wanagiri Village is one of the places where coffee plants grow, especially Arabica coffee in Bali. Behind the good quality of Balinese coffee, of course, it takes a reliable and experienced barista to mix the coffee drink in order to produce processed with very good quality for consumption. The existence of a barista is currently the main point in the success of a coffee shop in Bali. Currently, quite a lot of coffee shops are bankrupt due to their products being processed incorrectly, this is due to the knowledge of the baristas who are not good or just learning the self-taught way. The availability of barista school facilities and coffee shops can reduce existing problems, the design is carried out by responding to problems regarding coffee baristas by thinking about and creating learning space and facilities that are comfortable, clean, and can attract the attention and interest of the barista or the community to visit as well as to undergo education baristas and educate the public about coffee for economic and environmental sustainabilityKopi merupakan salah satu bahan makanan atau minuman yang sering sekali kita jumpai dan bahkan menjadi salah satu kebutuhan sehari hari masyarakat. Tanaman Kopi secara optimal tumbuh di seluruh wilayah Bali pada ketinggian 800-1500 mdpl yang memiliki curah hujan sekitar 2000 – 3000 mm/tahun dengan suhu optimal sekitar 21 – 24 derajat celcius. Desa Wanagiri merupakan salah stau tempat bertumbuhnya tanaman kopi khususnya kopi arabika di Bali. Dibalik kualitas kopi Bali yang baik tentu diperlukan seorang barista handal dan berpengalaman untuk meracik minuman kopi tersebut agar menghasilkan olahan dengan kualitas yang sangat baik pula untuk di konsumsi. Keberadaan barista saat ini menjadi poin utama dalam suksesnya kedai kopi yang ada di Bali. Saat ini cukup banyak kedai kopi yang bangkrut disebabkan dengan produknya yang diolah secara tidak tepat, hal ini disebabkan oleh pengetahuan baristanya yang kurang baik atau hanya belajar dengan cara otodidak. Tersedianya fasilitas sekolah barista dan kedai kopi dapat mengurangi permasalahan yang ada, perancangan dilakukan dengan menanggapi pemasalahan mengenai barista kopi dengan memikirkan serta menciptakan ruang dan fasilitas ruang belajar yang nyaman, bersih, dan dapat menarik perhatian serta minat barista atau masyarakat untuk berkunjung sekaligus untuk menjalani pendidikan barista dan mengedukasi masyarakat tentang kopi bagi keberlangsungan ekonomi dan lingkungan

    Perencanaan dan Perancangan Aquarium Megatank di Kawasan Pantai Amed Kabupaten Karangasem, Bali

    No full text
    Karangasem Regency is one of the regencies that has many beautiful natural attractions from the mountains to the underwater, it is evident that many local and foreign tourists visit Karangasem Amed. This Megatank Aquarium is a facility that can overcome problems related to the arrangement and decline of the ecosystem. underwater biota. By making a conservation effort with aspects of preservation, protection, and utilization, utilization is a conservation effort that becomes an attraction and new innovation related to tourism and for the sustainability of the Indonesian underwater biota ecosystem, especially in the Amed coastal area. With facilities consisting of a Marine Aquarium, Deep Sea Aquarium, Coral Reef Aquarium, Touch Pool, Snorkeling Pool, and many more. This Megatank Aquarium has the concept of "Environment and Technology" which means that marine biota ecosystems develop even though inside buildings with this technology can help for development without having to damage the environment, especially underwater biota. With the theme of Eco-Tech Architecture in environmentally friendly buildings with the utilization of natural potential.Kabupaten Karangasem merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki banyak -nya objek wisata alam yang indah dari atas pegunungan hingga bawah lautnya, terbukti bahwa wisata local dan macanegara banyak yang berkunjung ke Karangasem amed tersebut. Aquarium Megatank ini merupakan sebuah fasilitas yang dapat mengatasi permasalahan terkait dengan penataan dan penurunan ekosistem biota bawah laut. Dengan membuat sebuah upaya konservasi dengan aspek pelestarian, perlindungan, dan pemanfaatan, yang dimaksud pemanfaatan adalah memanfaatkan upaya konservasi ini menjadi sebuah daya tarik serta inovasi baru terkait pariwisata dan demi keberlangsungan ekosistem biota bawah laut Indonesia khusunya di Kawasan pantai Amed. Dengan Fasiltas yang terdiri dari Akuarium Laut, Akuarium Laut Dalam, Akuarium Terumbu Karang, Kolam Sentuh, Kolam Snorkeling, dan masih banyak lagi. Aquarium Megatank ini memiliki konsep “Lingkungan dan Teknologi†yang berarti ekosistem biota laut berkembang walaupun di dalam bangunan dengan teknologi ini bisa membantu untuk perkembangan tanpa harus merusak lingkungan khususnya biota bawah laut. Dengan Tema Arsitektur Eco-Tech yang menekankan pada Bangunan yang ramah lingkungan dengan pemanfaatan potensi alam

    Penerapan Konsep Healing Environment Pada Perencanaan Public Healing Center di Desa Batuan, Sukawati, Gianyar, Bali: Bahasa Indonesia

    No full text
    Healing Center ini diartikan sebagai tempat atau pusat penyembuhan untuk orang-orang dalam gangguan kesehatan mental yang melibatkan efek psikologis pasien di dalamnya. Terdapat tiga pendekatan yang digunakan dalam mendesain healing environment, yaitu alam, indra dan psikologis. Angka penderita gangguan kesehatan mental di Indonesia cukup tinggi, oleh karena itu perlu adanya area lingkungan bagi orang dengan keluhan atau gangguan kesehatan mental untuk dapat “healing†atau penyembuhan kesehatan mental mereka. Kesehatan mental pun masih menjadi hal yang tabu pada masyarakat Indonesia, terkadang orang-orang dalam keluhan atau gangguan kesehatan mental ini merasa terintimidasi sehingga enggan datang atau berkunjung ke tempat-tempat seperti psikolog. Kondisi ini semakin mendukung urgensi dari pengadaan fasilitas penyembuhan gangguan kesehatan mental yang dapat menjadi wadah publik tanpa intimidasi, area edukasi tentang bagaimana cara memberdayakan individu, keluarga, dan masyarakat luas agar mampu menjaga kesehatan mentalnya dalam menghadapi apapun situasi di kehidupannya. Public Healing Center ini menjadi fasilitas terpusat dan representative untuk penyembuhan penderita gangguan kesehatan mental dengan pelayanan dan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan penderita. Diharapkan nantinya dapat menekan angka penderita gangguan kesehatan mental dan menjadikan fasilitas ini wadah edukasi bagi masyarakat luas akan pentingnya menjaga kesehatan mental dan tentunya menekan asumsi stigma negative terhadap penderita gangguan kesehatan mental.A Public Healing Center is defined as a place or healing center for people with mental health disorders that involve the psychological effects of the patient in it. There are three approaches used in designing a healing environment, namely natural, sensory and psychological. The number of sufferers of mental health disorders in Indonesia is quite high, therefore it is necessary to have an environmental area for people with complaints or mental health disorders to be able to "healing" or healing their mental health. Mental health is still a taboo subject in Indonesian society, sometimes people with mental health complaints or disorders feel intimidated so they are reluctant to come or visit places such as psychologists. This condition further supports the urgency of providing mental health treatment facilities that can become a public forum without intimidation, an area of ​​education on how to empower individuals, families and the wider community to be able to maintain their mental health in dealing with any situation in their life. This Public Healing Center is a centralized and representative facility for healing people with mental health disorders with services and facilities that suit the needs of sufferers. It is hoped that in the future it will be able to reduce the number of sufferers of mental health disorders and make this facility a place for educating the wider community about the importance of maintaining mental health and of course suppressing the assumption of negative stigma towards sufferers of mental health disorders

    0

    full texts

    201

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNDAGI: Jurnal Ilmiah Arsitektur
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇