UNDAGI: Jurnal Ilmiah Arsitektur
Not a member yet
201 research outputs found
Sort by
Penerapan Arsitektur Tropis Pada Perancangan Yoga Retreat Center di Ubud: Bahasa Indonesia
Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis karena letak geografisnya yang berada di garis katulistiwa. Hal ini menyebabkan Indonesia dipengaruhi oleh 2 musim, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Keadaan ini berpengaruh dalam proses perancangan bangunan sehingga diperlukan upaya yang sesuai yang dapat mengatasi permasalahan yang ditemui pada bangunan di daerah tropis. Arsitektur tropis merupakan suatu karya arsitektur yang dirancang khusus untuk mengatasi permasalahan – permasalahan yang ada di daerah tropis. Dalam arsitektur tropis terdapat beberapa prinsip yang mempengaruhi perancangan bangunan. Prinsip itu tediri dari kenyamanan thermal, aliran udara melalui bangunan, radiasi panas, serta penerangan alami pada siang hari. Yoga Retreat Center di Ubud merupakan suatu fasilitas wisata yoga yang berfokus untuk mewadahi seluruh kegiatan retret yoga. Letak site yang berada di daerah tropis sehingga penting untuk menerapkan prinsip-prinsip arsitektur tropis ke dalam bangunan untuk menciptakan kenyamanan kepada pengguna bangunan.
Indonesia is a country with a tropical climate because of its geographical location on the equator. This causes Indonesia to be affected by 2 seasons, namely the rainy season and the dry season. This situation influences the building design process so that appropriate efforts are needed to overcome the problems encountered in buildings in the tropics. Tropical architecture is an architectural work specifically designed to overcome problems that exist in the tropics. In tropical architecture there are several principles that influence the design of buildings. This principle consists of thermal comfort, air flow through the building, heat radiation, and natural lighting during the day. The Yoga Retreat Center in Ubud is a yoga tourism facility that focuses on accommodating all yoga retreat activities. The location of the site is in the tropics, so it is important to apply tropical architectural principles to the building to create comfort for building users
Perencanaan dan Perancangan Pusat Desain Kreatif dengan Pendekatan Desain Berkelanjutan di Renon, Denpasar, Bali: Bahasa Indonesia
Industri Kreatif Merupakan suatu industri yang berkembang di era 4.0 ini dimana industri rkeatif berpeluang besar dalam mempertahankan dan mengembalikan ekonomi bali setelah terdampak pandemic, dimana pada provinsi Bali, Denpasar memiliki potensi industri kreatif yang tinggi ditandai dengan adanya jumlah usaha terbesar di provinsi Bali tercatata memiliki 97.526 usaha, dengan peluang yang besar ini maka perlu adanya wadah yang mumpuni juga untuk para startup dan freelance yang memiliki keterbatasan dana dalam wadah dan fasilitas, maka dengan adanya pusat desain kreatif ini diharpkan dapat mensejahterakan pelaku industri desain kreatif dan memperkuat perekonomian bali, maka dikaitkanlah dengan konsep inovatif dan kreatif dimana dengan tujuan merangsang kreatifitas pelaku industri desain kreatif untuk berkrasasi guna menciptakan inovasi dalam bentuk barang maupun jasa, dikombinasikan dengan penerapannya pada tema desain berkelanjutan dimana tema ini memaksimalkan bangunan untuk keberlanjutan dalam segi sosial, ekonomi dan lingkungan hidup terutama pada tapak dan areal sekitar site.
The Creative Industry is an industry that is developing in the 4.0 era where the creative industry has a great opportunity to maintain and restore Bali's economy after being affected by a pandemic, where in the province of Bali, Denpasar has high creative industry potential as indicated by the largest number of businesses in the province of Bali, which has 97,526. business, with this great opportunity it is necessary to have a qualified forum for startups and freelancers who have limited funds in containers and facilities, so with the existence of this creative design center it is hoped that it can prosper the creative design industry and strengthen the Balinese economy, so link it with innovative and creative concept which with the aim of stimulating the creativity of creative design industry players to create innovations in the form of goods and services, combined with its application to the theme of sustainable design where this theme maximizes buildings for sustainability forest in terms of social, economic and environmental aspects, especially on the site and the area around the site
Transformasi Bentuk dan Rupa Rumah Niang Mengkini dengan Konsep Ikonik dan Pendekatan Arsitektur Nusantara
The presence of Indonesian architecture in an area can show the identity and character of cultural and traditions of these place. The distinctive characteristics of Manggarai architecture in the city of Labuan Bajo, West Manggarai district are very necessary to show the identity and genius locus of the Manggarai people in the field of architecture as well as a form of preserving traditional Manggarai houses which are almost extinct due to the influence of modernization. In creating a contemporary Indonesian building that departs from the character of the niang house, a design strategy is needed that is able to depict traditional Manggarai architecture in the form of contemporary Indonesian architecture while still paying attention to the function and location of the design. The aim of this research is to produce a contemporary Indonesian architectural design strategy that can be used in various functions and locations. The design method used is Rob Krier's geometric transformation method and Broadbent's iconic concept with an Indonesian architectural approach. The design results are a resort hotel design strategy with the shape and appearance of today's niang houses located on Pede Beach, Labuan Bajo City, West Manggarai Regency, NTT Province.Kehadiran arsitektur Indonesia pada suatu daerah dapat menunjukkan identitas dan karakter budaya serta tradisi tempat tersebut. Ciri khas arsitektur Manggarai di kota Labuan Bajo kabupaten Manggarai Barat sangat diperlukan untuk menunjukkan jati diri dan lokus kejeniusan masyarakat Manggarai dalam bidang arsitektur serta wujud pelestarian rumah adat Manggarai yang hampir punah akibat terhadap pengaruh modernisasi. Dalam menciptakan sebuah bangunan kontemporer Indonesia yang berangkat dari karakter rumah niang, diperlukan strategi perancangan yang mampu menggambarkan arsitektur tradisional Manggarai dalam bentuk arsitektur kontemporer Indonesia dengan tetap memperhatikan fungsi dan letak perancangannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan strategi desain arsitektur kontemporer Indonesia yang dapat digunakan pada berbagai fungsi dan lokasi. Metode perancangan yang digunakan adalah metode transformasi geometri Rob Krier dan konsep ikonik Broadbent dengan pendekatan arsitektur Indonesia. Hasil perancangan merupakan strategi perancangan hotel resort dengan bentuk dan tampilan rumah niang masa kini yang terletak di Pantai Pede Kota Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat Provinsi NTT
Perencanaan Dan Perancangan Fasilitas Rest Area di Kecamatan Selemadeg Tabanan
The Denpasar - Gilimanuk highway route crosses the coastal area in the Selemadeg area, Tabanan district. The national road that crosses this coastal area is a road that connects Tabanan Regency & Denpasar City, Bali Province and is an accident-prone route, where there are lack of road facilities such as signs and street lighting at night. The number of bumpy roads accompanied by a forest situation that is often assumed by local people to be a scary situation motivates traffic accidents in this area. When crossing the Denpasar - Gilimanuk highway, there are sporadic locations that provide stopovers or rest areas. Gas stations are also difficult to find along this road. Because of that, Rest & Service Areas (TIP) or generic claims to use a rest area are one of the facilities that must be found on a provincial road. As the name implies, this rest area is used as a resting place for road users. In addition to making human rest, the facilities in the rest area can also be used as a place to rest vehicles. The rest area that you want to build is a type B rest area where the facilities are ATM centers, toilets, stalls or kiosks, minimarkets, prayer rooms, restaurants, green open spaces, & parking lots. This rest area also has natural & culinary tourism, apart from resting, visitors can also enjoy the natural scenery and take selfies in this area.Jalur jalan raya Denpasar - Gilimanuk ini melintasi Kawasan pantai pada wilayah selemadeg, kabupaten tabanan. Jalan nasional yang melintasi Kawasan pantai ini merupakan jalan yang menghubungkan kabupaten Tabanan & kota denpasar provinsi bali dan merupakan jalur rawan kecelakaan, dimana minimnya fasilitas jalan seperti rambu-rambu dan lampu penerangan jalan saat malam hari. Banyaknya jalan yang bergelombang disertai situasi hutan yang tak jarang diasumsikan orang setempat menjadi situasi menyeramkan memotivasi terjadinya kecelakaan lalu lintas pada wilayah ini. Saat melintasi jalan raya Denpasar - Gilimanuk sporadis ditemukan loka yang menyediakan persinggahan ataupun rest area. SPBU pun sulit ditemui disepanjang ruas jalan ini. Lantaran itu Tempat Istirahat & Pelayanan (TIP) atau generik diklaim menggunakan rest area adalah galat satu fasilitas yang harus terdapat pada sebuah jalan Provinsi. Sesuai namanya, rest area ini difungsikan menjadi tempat beristirahatnya para pengguna jalan. Selain buat istirahat manusia, fasilitas pada rest area juga bisa sebagai tempat mengistirahatkan kendaraan. Rest area yang ingin dibuat merupakan rest area tipe B dimana fasilitasnya seperti ATM center, toilet, warung atau kios, minimarket, mushola, restoran, ruang terbuka hijau, & loka parkir. Rest area ini juga mempunyai pariwisata alam & kuliner, selain beristirahat pengunjung bisa juga menikmati pemandangan alam & berswafoto pada area ini
Arsitektur Ekologi Dengan Pendekatan Lingkungan dan Origami Pada Perancangan Gamat Bay Glamping: Bahasa Indonesia
Di era saat ini, pariwisata menjadi sesuatu yang sangat krusial dalam pengembangan perekonomian Bali. Berkaca dari pandemi yang berlangsung selama beberapa tahun belakangan ini, pariwisata Bali mengalami dampak yang sangat signifikan. Saat ini, pariwisata Bali perlahan mulai bangkit dan sebagai masyarakat Bali kita sepatutnya untuk ikut berperan dan mendukung dalam pembangunan kembali khususnya dalam sektor pariwisata. Sejatinya, pariwisata merupakan identitas dari Pulau Bali dengan daya tariknya tersendiri. Salah satu akomodasi yang dapat mendongkrak pariwisata Bali, yaitu Beach Glamping.
Perencanaan dan Perancangan Gamat Bay Glamping di Nusa Penida, Klungkung menggunakan konsep Envi-Human Connection. Faktor alam dapat memberikan poin lebih kepada Nusa Penida karena sesungguhnya Nusa Penida telah memiliki daya tarik tersendiri yang bahkan tidak dimiliki daerah lainnya, yaitu keindahan alamnya. Berkaitan dengan wisata tentunya tidak pernah bisa lepas dengan wisatawan.
Dalam mewujudkan konsep yang diangkat, yaitu Envi-Human Connection, maka apa pun tema perancangan dari Perencanaan dan Perancangan Gamat Bay Glamping di Nusa Penida, Klungkung, yaitu Ecological Architecture dengan pendekatan lingkungan dan origami.
In the current era, tourism is crucial to the development of the Balinese economy. Reflecting on the pandemic that has been going on for the past few years, Bali tourism has experienced a very significant impact. Currently, Bali tourism is slowly starting to rise, and as Balinese people, we should play a role and support the rebuilding, especially in the tourism sector. In fact, tourism is the identity of the island of Bali, with its own charm. One of the accommodations that can boost Bali tourism is beach glamping.
The planning and design of Gamat Bay Glamping in Nusa Penida, Klungkung, uses the Envi-Human Connection concept. Natural factors can give Nusa Penida more points because Nusa Penida already has its own charm that other regions don't even have, namely its natural beauty. Related to tourism, of course, you can never get away from tourists.
In realizing the concept raised, namely Envi-Human Connection, whatever the design theme of the planning and design of Gamat Bay Glamping in Nusa Penida, Klungkung, is ecological architecture with environtmental and origami approach.
 
Wellness Sanctuary Sebagai Alternatif Penyembuhan Masyarakat Urban di Kabupaten Badung: Bahasa Indonesia
Sepanjang sejarah manusia yang hidup beriringan dengan alam dan budaya, manusia telah mencari kedamaian dan pemahaman yang lebih tentang perasaan emosional dalam kehidupan. Manusia terkadang lupa dengan bagaimana kesejahteraan hidup jasmani dan rohani selalu berkaitan. Kenyataan yang terjadi pada kondisi sekarang adalah manusia hidup di dalam masyarakat yang tidak memberikan jaminan lingkungan yang sehat. Aspek ini merupakan bagian dari keseimbangan kesehatan manusia yaitu Wellness. Dalam rangka menjaga keseimbangan kondisi ini, manusia harus dapat beradaptasi dalam menjaga kondisi fisik dan mental manusia terhadap lingkungannya. Dewasa ini, kebutuhan di kawasan perkotaan seperti Kabupaten Badung, penuh dengan adanya aktivitas yang dapat menimbulkan kelelahan fisik maupun mental. Perlu adanya ruang aman yang dapat memberikan suatu perawatan yang baik bagi masyarakat agar bisa mencari jalan keluar dalam menghadapi masalah seperti ini Diharapkan dengan adanya bangunan Wellness Sanctuary di Kabupaten Badung ini dapat menjadi ruang aman bagi klien yang ingin mendapatkan kedamaian dan kenyamanan. Membantu klien dalam menyelesaikan permasalahan emosional dan psikologis dengan mencari akar permasalahan yang dialami dengan berbagai berbagi cerita melalui pengalaman dan mengatasi permasalahan mental tersebut.
Throughout human history living alongside nature and culture, humans have sought peace and a greater understanding of the emotional feelings of life. Humans sometimes forget how the well-being of physical and spiritual life is always related. The reality that occurs in current conditions is that humans live in a society that does not guarantee a healthy environment. This aspect is part of the balance of human health, namely Wellness. In order to maintain the balance of these conditions, humans must be able to adapt in maintaining the physical and mental conditions of humans to their environment. Today, needs in urban areas such as Badung Regency are full of activities that can cause physical and mental fatigue. There needs to be a safe room that can provide good care for the community so they can find a way out in dealing with problems like this. It is hoped that the Wellness Sanctuary building in Badung Regency can become a safe space for clients who want to get peace and comfort. Assisting clients in solving emotional and psychological problems by finding the roots of the problems experienced by sharing stories through experiences and overcoming these mental problems
Redesain Pusat Konservasi Dan Edukasi Penyu Di Desa Serangan, Bali: Bahasa Indonesia
Desa Serangan terletak di Kecamatan Denpasar Selatan, desa Serangan termasuk salah satu wilayah yang memiliki potensi sumber daya kelautan. Penyu adalah satwa yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, jika dikembangbiakan. Manfaat tersebut mencakup aspek peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui sektor perikanan, menjaga keseimbangan mata rantai ekosistem, ilmu pengetahuan, pengembangan wisata edukasi. Pusat Konservasi Dan Edukasi Penyu merupakan suatu upaya untuk masyarakat pesisir pantai di Desa Serangan sebagai media edukasi terhadap peran masyarakat dalam menjaga dan melindungi ekosistem habitat penyu di Desa Serangan. Konservasi dan Edukasi Penyu ini dibentuk untuk menyelamatkan penyu dari pembantaian, perdagangan maupun konsumsi masyarakat lokal terkait kendala dan strategi adaptasi pada musim yang berbeda. Pada pusat konservasi dan edukasi penyu terdapat beberapa permasalahan yaitu: sistem zonasi, perletakan ruang, sirkulasinya, bangunan yang telah usang, dan material bangunan yang kurang layak sehingga perlu di redesain agar memenuhi kebutuhan pengunjung. Redesain ini menerapkan konsep Nature In Space yang diartikan alam dalam ruang dengan Tema Arsitektur Biophilic agar pengunjung yang datang dapat mereduksi stress dan merasa nyaman berada pada fasilitas ini.
Serangan Village is located in South Denpasar District, Serangan village is one of the areas that has potential marine resources. Turtles are animals that are beneficial to human life, if bred. These benefits include aspects of increasing economic growth through the fisheries sector, maintaining the balance of the ecosystem chain, science, developing educational tourism. The Turtle Conservation and Education Center is an effort for coastal communities in Serangan Village as an educational medium on the community's role in maintaining and protecting the turtle habitat ecosystem in Serangan Village. This turtle conservation was formed to save turtles from slaughter, trade and consumption by local people due to constraints and adaptation strategies in different seasons. At the turtle conservation and education center there are several problems, namely: the zoning system, space layout, circulation, obsolete buildings, and inadequate building materials that need to be redesigned to meet the needs of visitors. This design applies the concept of Nature In Space and applies the theme of biophilic This redesign applies the concept of Nature In Space which means nature in space with the Biophilic Architecture Theme so that visitors who come can reduce stress and feel comfortable in this facility.
 
Eksistensi Ruko dan Relevansi Desainnya Dalam Perkembangan Bisnis di Kawasan Heritage, Gajah Mada, Denpasar
Kawasan cagar budaya memberikan wawasan yang berkorelasi dengan nilai sejarah kawasan tersebut. Nilai sejarah mencirikan keunikan kawasan dan mempengaruhi perkembangan fisik kota secara umum. Peradaban masa lalu kota ini menjadi daya tarik utama. Perspektif pariwisata menawarkan perubahan paradigma dalam masyarakat dan pemikiran wisatawan. Kawasan cagar budaya Jalan Gajah Mada Denpasar merupakan cerminan kota kuno Denpasar saat ini. Kawasan Gajah Mada dikelilingi oleh bangunan tua yang berfungsi sebagai pertokoan. Rumah toko (ruko) di kawasan cagar budaya Gajah Mada sudah ada sejak tahun 1920-an dan mulai dibangun secara masif pada tahun 1970-an. Hingga saat ini, telah berdiri sekitar 312 ruko di sepanjang Jalan Gajah Mada, Jalan Sulawesi, dan Jalan Kartini. Dalam penelitian ini, melalui wawancara, observasi, dan analisis, diperoleh keberadaan dan relevansi ruko di sepanjang Jalan Gajah Mada, Jalan Sulawesi, dan Jalan Kartini. Penelitian ini mengambil 8 sampel untuk mengetahui bangunan yang dipilih yaitu berdasarkan lokasi (Jalan Gajah Mada, Jalan Sulawesi, Jalan Kartini), fungsi bangunan (makanan dan minuman, kedai kopi, toko kain, dll), dan jumlah lantai. (2 lantai, 3 lantai, dan 4 lantai).
Cultural heritage areas provide insights that correlate with the historical value of the area. Historical value characterizes the uniqueness of the area and influences the physical development of the city in general. The city's past civilization is the main attraction. The tourism perspective offers a paradigm shift in society and tourists' thinking. The cultural heritage area of Jalan Gajah Mada Denpasar is a reflection of the ancient city of Denpasar today. The Gajah Mada area is surrounded by old buildings that function as shops. Shop houses (ruko) in the Gajah Mada cultural heritage area have existed since the 1920s and began to be built massively in the 1970s. Until now, around 312 shophouses have been located along Jalan Gajah Mada, Jalan Sulawesi, and Jalan Kartini. In this study, through interviews, observation, and analysis, the existence and relevance of shophouses (ruko) along Jalan Gajah Mada, Jalan Sulawesi, and Jalan Kartini were obtained. This study took 8 samples to find out which building was chosen, namely based on location (Gajah Mada Street, Sulawesi Street, Kartini Street), building function (food and beverage, coffee shop, fabric shop, etc.), and number of floors (2 floors, 3 floors, and 4 floors).
 
Implementasi Tema Arsitektur Minimalis Terhadap Ruang Kerja pada Perencanaan dan Perancangan Consultant Co-Working Space di Kota Denpasar: Bahasa Indonesia
Perubahan budaya masyarakat global dalam dunia kerja terus mengalami perubahan seiring berkembangnya teknologi. Pekerja yang awalnya harus datang ke kantor untuk bekerja, saat ini dapat bekerja di mana saja secara lebih fleksibel, tidak sedikit pula yang memilih untuk mulai merintis usaha untuk mengembangkan karirnya. Di era digital ini, segala sesuatu memerlukan digitalisasi untuk mengembangkan usahanya, salah satu cara yang tepat adalah dengan menyewa jasa profesional konsultan untuk membantu pelaku usaha ini mengembangkan usaha mereka. Maka dari itu dibuatlah perencanaan dan perancangan consultant co-working space untuk mewadahi pekerja konsultan tersebut dan client mereka dalam kebutuhannya untuk bekerja. Citra konsultan yang terlihat profesional, rapi, berwibawa dan bersih menjadikan tema arsitektur minimalis dirasa cocok untuk mendeskripsikan pekerjaan mereka. Tujuan dari penerapan tema arsitektur minimalis terhadap ruang kerja konsultan ini adalah untuk menciptakan suasana kerja yang profesional dan menghasilkan kinerja yang lebih optimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif untuk menganalisis teori dan pengumpulan data.hasil penelitian berupa desain implementasi arsitektur minimalis terhadap ruang kerja konsultan pada Perencanaan dan Perancangan Consultant Co-Working Space di Kota Denpasar.Changes in the culture of the global community in the world of work continue to experience changes along with the development of technology. Workers who initially had to come to the office to work are now able to work anywhere more flexibly, not a few also choose to start a business to develop their careers. In this digital era, everything requires digitization to develop their business, one of the right ways is to hire professional consulting services to help these business actors develop their business. Therefore, planning and designing a co-working space consultant was made to accommodate the consultant workers and their clients in their needs to work. The image of a consultant that looks professional, neat, authoritative and clean makes the minimalist architectural theme suitable for describing their work. The purpose of applying the minimalist architectural theme to this consultant's work space is to create a professional working atmosphere and produce more optimal performance. This study uses a qualitative-descriptive method to analyze theory and data collection. The results of the research are in the form of a minimalist architecture implementation design for consultant workspaces at the Planning and Design Consultant Co-Working Space in Denpasar City
Perencanaan dan Perancangan Ruang Pamer dan Pusat Produksi Patung dan Ukiran di Desa Singapadu Kaler, Gianyar, Bali
Indonesia is a country that is rich in artistic diversity, one of which is sculpture. Bali is one of the islands that has a lot of arts and culture, one of which is Singapadu Kaler Village which has a characteristic in the form of sculptures made from solid stone. The people of Singapadu Kaler Village work as craftsmen and sellers of statues, based on population data with a total of 1,324 people with jobs as sculptors or sculpture and carving craftsmen as many as 662 people, so 50% of the people in the Singapadu Kaler area. An important problem is also owned by the sculptor community, currently the sculpture craft of Singapadu Kaler Village has decreased in terms of sales or tourist arrivals to Singapadu Kaler. This problem is caused by the fact that the sculptures do not yet have facilities that can display their handicrafts. The design approach method uses an economic approach, with the design approach being carried out, it is expected to be able to fulfill the function, space requirements and aesthetics in the overall architectural appearance. Therefore, the Center for Sculpture and Carving Crafts is proposed with the basic concept of Fun, Dynamic and Creative Industries. The theme used is KontemporerArchitecture where the use of Contemporary Architecture aims to create an attractive building as well as become an icon in Singapadu Kaler.Indonesia adalah Negara yang kaya akan keanekaragaman keseniannya, satunya adalah seni kerajinan patung. Bali merupakan salah satu pulau yang mempunyai banyak kesenian dan kebudayaan salah satunya adalah Desa Singapadu Kaler yang memiliki ciri khas berupa kerajinan patung yang berbahan dasar dari batu padas. Masyarakat Desa Singapadu Kaler menekuni pekerjaan sebagai pengerajin dan penjual patung, berdasarkan dari data penduduk dengan jumlah 1.324 orang dengan pekerjaan sebagai pematung atau pengerajin patung dan ukiran sebanyak 662 orang, jadi 50% dari masyarakat di wilayah Singapadu Kaler. Permasalahan yang cukup penting juga dimiliki masyarakat pengerajin patung, saat ini kerajinan patung Desa Singapadu Kaler mengalami penurunan dari segi penjualan ataupun kedatangan wisatawan ke Singapadu Kaler. Permasalahan tersebut disebabkan karena hasil kerajinan patung belum memiliki fasilitas yang dapat memajangkan hasil-hasil kerajinan mereka. Metode pendekatan perancangan menggunakana pendekatan ekonomi, dengan metode pendekatan perancangan yang dilakukan, diharapkan mampu memenuhi fungsi, persyaratan ruang dan estetika dalam tampilan arsitektur secara keseluruhan. Maka dari itu diusulkan Pusat Kerajinan Patung dan Ukiran dengan konsep dasar Industri Seni Menyenangkan, Dinamis dan Kreatif. Tema yang digunakan adalah Arsitektur Kontemporer yang dimana Penggunaan Arsitektur Kontemporer ini bertujuan untuk menciptakan bangunan yang menarik sekaligus menjadi iconic di Singapadu Kaler