UNDAGI: Jurnal Ilmiah Arsitektur
Not a member yet
201 research outputs found
Sort by
Perencanaan Dan Perancangan Agrowisata Kelapa Di Desa Gunaksa Kabupaten Klungkung Bali
Coconut is one of the primary plantation commodities in Indonesia, one of the plantations that boosts the country's economy. Bali is one of the provinces with a reasonably extensive coconut plantation with an annual income of 65,000 tons of raw coconut. Coconut Agrotourism is an educational tourism activity that utilizes coconut plantations as a tourist attraction. The utilization of this business in the plantation sector includes processing coconuts from the plantations of residents so that they become products with national and even international selling values. In other words, the products produced can not only be enjoyed by the domestic community but can also be enjoyed by outsiders. Not only are processed products served, but experience, understanding, and knowledge about coconut or coconut plantations are also presented as a means of education. Coconut Agrotourism is developed by utilizing the potential of both natural resources and human resources.Kelapa merupakan salah satu komoditas utama perkebunan yang ada di Indonesia dimana menjadi salah satu perkebunan yang mendongkrak perekonomian negara. Bali menjadi salah satu provinsi yang memiliki perkebunan kelapa yang cukup luas dengan pernghasilan pertahun mencapai 65 ribu ton kelapa mentah. Agrowisata Kelapa merupakan suatu kegiatan wisata edukasi yang memanfaatkan perkebunan kelapa menjadi objek wisatanya. Pemanfaatan usaha dibidang perkebunan ini meliputi pengolahan kelapa hasil perkebunan warga sekitar sehingga menjadi produk dengan nilai jual nasional bahkan internasional, dengan kata lain produk yang di hasilkan tidak hanya dapat dinikmati oleh masyarakat domestik, namun juga dapat dinikmati oleh masyarakat luar. Tidak hanya produk olahan yang di suguhkan, namun juga pengalaman, pemahaman, dan juga pengetahuan tentang Kelapa ataupun Perkebunan Kelapa juga dihadirkan sebagai sarana edukasi. Agrowisata Kelapa di kembangkan dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki baik SDA maupun SDM-ny
Fasilitas Rumah Creative dengan Pendekatan Arsitektur Biophilic di Desa Canggu
The creative industry is an industry that has intellectual property in it, with creative ideas poured into a work by channeling interests and talents in a creative house. Collaboration in producing works is indispensable for the creation of a trade and financial ecosystem in this industry. The application of the concept of biophilic in the collaboration is expected to provide not only between humans and humans but also involves the surrounding environment to make all human sensors usable and can have a good influence on the user's psychology, apart from considering the closeness of humans and the environment, biophilic can also stimulate the surrounding environment. to be better because previously there was a shift in the ecosystem in the area used as the design site. The polluted environment is also a design consideration for how buildings can respond to environmental problems.
Industri kreatif merupakan sebuah industri yang memiliki kekayaan intelektual didalamnya, dengan gagasan gagasan kreatif dituangkan dalam sebuah karya dengan penyaluran minat dan bakat pada sebuah rumah kreatif.kolaborasi dalam menghasilkan karya sangat diperlukan untuk terciptanyan ekosistem perdagangan dan ekosistem keuangan dalam industri ini. Penerapan konsep konsep biophilic dalam kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan tidak hanya antara manusia dengan manusia melainkan melibatkan lingkungan sekitar untuk menjadikan seluruh sensorik manusia dapat digunakan dan dapat memberikan pengaruh baik ke psikologis pengguna, selain sebagai pertimbangan kedekatan manusia dan lingkungan, biophlic juga dapat menstimulan lingkungan sekitar menjadi lebh baik dikarenakan sebelumnya terjadi pergeseran ekosistem pada area yang digunakan sebagai site perancangan. Llingkungan yang tercemar juga menjadi pertimbangan desain bagaimana bangunan dapat tanggap terhadap permasalahan lingkungan
Taman Bacaan Dengan Pendekatan Arsitektur Ekologis Di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng
Reading Park with an ecological architectural approach are designed to meet the needs or reading rooms in Singaraja City which are considered to be lacking. The design approach uses the principles of ecological architecture because of the need for harmony between nature and humans themselves. Ecological principles will be implemented in urban areas where the area is prone to environmental damage. As for later several civitas who will use this public facility, namely students, people with disabilities, and the people of Singaraja City. The reading park will also be designed to be friendly to people with disabilities. Several facilities to support the convenience of the disabled will also be available at this reading park. It is hoped that the activities and facilities in this reading park can run in harmony and become a reading room and study room that is able to answer problems in the city of Singaraja.Taman Bacaan dengan pendekatan arsitektur ekologis ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan atau ruang baca di Kota Singaraja yang dinilai masih kurang. Pendekatan perancangan menggunakan prinsip-prinsip arsitektur ekologis karena perlunya keselarasan antara alam dengan manusia itu sendiri. Prinsip ekologis akan di implementasikan di daerah perkotaan yang dimana daerah tersebut rawan mengalami kerusakan-kerusakan lingkungan. Adapun nantinya beberapa civitas yang akan menggunakan fasilitas public ini yaitu pelajar, kaum difabel, dan masyarakat Kota Singaraja. Taman baacan juga akan dirancang akan ramah dengan kaum difabel. Beberapa fasilitas untuk menunjang kenyamanan difabel juga akan tersedia pada taman bacaan ini. Diharapkan aktivitas dan fasilitas yang ada pada taman bacaan ini bisa berjalan selaras serta menjadi ruang baca dan ruang belajar yang mampu menjawab persoalan di Kota singaraja
Penerapan Tema Arsitektur Perilaku Pada Bangunan Panti Jompo Di Deli Serdang
The Nursing Home is a place for elderly people who either voluntarily or are handed over by their families to take care of all their needs. A place that will become a haven for the elderly to enjoy their old age by feeling safe and comfortable and getting all the facilities that are adequate and supportive for all their needs and activities. Deli Serdang is one of the areas where the majority of the middle and upper population are busy working to meet their daily needs which in turn affects the elderly so that they receive less attention from family members. Therefore, it is necessary to design a nursing home that can accommodate the middle and upper elderly by paying attention to facilities that ensure the comfort of its users. The nursing home will be located on Jalan Inpres Block Gading, Deli Serdang Regency, North Sumatera using the Behavioral Architecture theme, where all the building designs are based on the behavior of its users, namely the elderly.Panti Jompo merupakan tempat dimana berkumpulnya orang-orang lanjut usia yang baik secara sukarela ataupun diserahkan oleh pihak keluarga untuk diurus segala keperluannya. Tempat yang akan menjadi rumah persinggahan bagi para lansia untuk menikmati masa tuanya dengan merasa aman dan nyaman serta mendapatkan seluruh fasilitas yang memadai dan menunjang untuk seluruh keperluan dan aktivitasnya. Deli serdang merupakan salah satu daerah yang mayoritas penduduk menengah keatasnya sibuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang pada akhirnya berdampak pada para lansia sehingga mereka kurang mendapat perhatian dari anggota keluarga. Oleh karena itu, perlu dirancang sebuah panti jompo yang dapat menampung lansia menengah keatas dengan memperhatikan fasilitas yang menjamin kenyamanan penggunanya. Panti jompo tersebut akan berlokasi di Jalan Inpres Blok Gading Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara dengan menggunakan tema Arsitektur Perilaku, dimana seluruh desain bangunannya berdasarkan perilaku penggunanya yaitu para lansia
Penerapan Konsep Edukatif pada Perencanaan Dan Perancangan Fasilitas Penunjang Agrowisata Aren di Karangasem
Agrowisata adalah suatu jenis kegiatan wisata yang memanfaatkan potensi alam, tani (pertanian), budaya dan kegiatan masyarakat pedesaan sebagai daya tarik wisata, dengan tujuan memperkaya wawasan, pengalaman, taman hiburan dan hubungan bisnis agroindustri pedesaan. Kabupaten Karangasem merupakan wilayah Bali yang berperan penting dalam bidang pertanian dan perkebunan, yang dapat dikembangkan sebagai kawasan wisata pertanian. Karangasem merupakan kawasan dengan keunggulan alam dari segi lahan yang cocok untuk tanaman dan masyarakat yang gemar berkebun. Selain itu, Kabupaten Karangasem menawarkan pemandangan lahan pertanian dan perkebunan yang luas, dimana lahan pertanian dan perkebunan ini banyak ditumbuhi oleh pohon-pohon aren.
Aren (Arenga pinnata Merr.) merupakan tanaman serbaguna yang telah lama dikenal sebagai bahan baku industri. Hampir seluruh bagian fisik dan produktif tanaman ini dapat dimanfaatkan dan bernilai ekonomis.. Kabupaten Karangasem menjadi provinsi ketiga di Bali dengan produksi Pohon Jaka/Aren terbanyak. Untuk memanfaatkan semua potensi yang ada di Desa Manggis, Manggis, Karangasem sangat dibutuhkan suatu tempat edukasi, pengolahan, rekreasi, serta penjualan olahan aren, yang mengkolaborasikan aspek wisata, pertanian, dengan pengetahuan , yang disebut dengan agrowisata aren.Agro-tourism is a type of tourism activity that utilizes the potential of nature, farming (agriculture), culture and rural community activities as a tourist attraction, with the aim of enriching insight, experience, amusement parks and rural agro-industry business relations. Karangasem Regency is a region of Bali that plays an important role in agriculture and plantations, which can be developed as an agricultural tourism area. Karangasem is an area with natural advantages in terms of land suitable for plants and people who like gardening. In addition, Karangasem Regency offers views of extensive agricultural land and plantations, where many of these agricultural lands and plantations are overgrown with palm trees.
Aren (Arenga pinnata Merr.) is a multipurpose plant that has long been known as an industrial raw material. Almost all the physical and productive parts of this plant can be utilized and have economic value. Karangasem Regency is the third province in Bali with the highest production of Jaka/Aren Trees. To take advantage of all the potential that exists in Manggis Village, Manggis, Karangasem, a place for education, processing, recreation, and sale of processed palm sugar is needed, which collaborates aspects of tourism, agriculture, with knowledge, which is called aren agro-tourism
Perencanaan E-Sport Center Dengan Penerapan Arsitektur Futuristik Di Denpasar – Bali
Currently Indonesia has been influenced by the existence of e-sports (electronic sports), this electronic sport conducts regional or national tournaments or competitions in online games. With the existence of e-sports, it is an opportunity for gamers / online game players in Indonesia to participate in the world of e-sports and play online games. Therefore it takes a place for gamers to gather and also as a place to hold matches. The process of making a forum or place that is centered on providing entertainment about game developments in Denpasar City with an innovative process of forming, iconic buildings and friendly to the urban environment. The design concept of the E-sport center has a futuristic architectural approach with a facade combined with wood that does not have ornaments and is plain, futuristic and minimalist so that it will become the center of development in playing games, because it does not only provide a gathering place, but also a Tournament Place to watch competitions. , Gaming Area, game shop, and also Cafe.Saat ini Indonesia telah dipengaruhi oleh adanya e-sport (olahraga elektronik), olahraga elektronik ini melakukan Tournament atau kompetisi berskala regional ataupun nasional dalam game online. Dengan adanya e-sport tersebut menjadikan peluang bagi para gamers / pemain game online yang ada di Indonesia untuk ikut serta ke dunia e-sport dan memainkan game online. Maka dari itu dibutuhkan wadah bagi para gamer untuk tempat berkumpul dan juga sebagai tempat mengadakan kompetisi game. Proses pembuatan sebuah wadah atau tempat yang dipusatkan untuk memberikan hiburan tentang perkembangan game di Kota Denpasar ini dengan proses pembentukan yang inovatif, bangunan ikonik dan ramah terhadap lingkungan perkotaan. Konsep perancangan E-sport center memiliki pendekatan arsitektur futuristik dengan bentuk fasade dikombinasikan dengan kayu yang tidak memiliki ornamen dan polos, minimalis futuristik sehingga akan menjadi pusat pengembangan dalam bermain game, karena didalamnya tidak hanya disediakan tempat berkumpul saja, tetapi disediakan Tournament Venue untuk menonton kompetisi, Gaming Area, toko game, dan juga Cafe
Perencanaan dan Perancangan Bangunan Rehabilitasi Narkoba Bertema Modern Tropis di Kabupaten Badung: bahasa indonesia
Meningkatnya kasus kejahatan narkoba yang menyebar luas di lingkungan dengan berbagai pencandu dari berbagai usia muda maupun tua, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, khususnya di Bali. Menurut data Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali, pengguna narkoba di musim Pandemi Covid-19 ini mulai meningkat 8% dengan total sebanyak 574 kasus narkoba yang melibatkan 638 tersangka kasus narkoba dan 534 total pasien penyalahgunaan narkoba dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2022. Melalui perancangan bangunan rehabilitasi ini diharapkan berkurangnya pecandu narkoba dan dapat menyembuhkan pecandu narkoba hingga kembali ke lingkungan masyarakat dan mampu menjadi individu yang lebih produktif berkreatifitas sesuai bidangnya. Dalam rancangan ini meninjau tentang rancangan yang memiliki potensi dan mengatasi permasalahan yang datang dari perancangan ini tentunya dengan melakukan pendekatan teori arsitektur perilaku, undang-undang dasar, dan standarisasi pusat rehabilitasi narkoba dengan menggunakan metode-metode perancangan yang diharapkan mampu mengakomodasi bangunan rehabilitasi ini dan memenuhi segala kebutuhan tentang rehabilitasi. Dalam perancangan ini menggunakan 4 aspek berupa alam, panca indra, psikologis, lingkungan dengan tema rancangan yaitu modern tropis. Dalam penelitian ini juga dilakukan analisis lokasi, iklim serta mempertimbangkan aspek kenyamanan pengguna fasilitas ini nantinya
The increasing cases of drug crime are widespread in the environment with various addicts of various ages, young and old, from children to adults, especially in Bali. According to data from the Bali Province National Narcotics Agency, drug users during the Covid-19 Pandemic season have begun to increase by 8% with a total of 574 drug cases involving 638 suspected drug cases and 534 total drug abuse patients from 2012 to 2022. Through building design This rehabilitation is expected to reduce drug addicts and be able to cure drug addicts so that they return to society and are able to become individuals who are more productive and creative according to their fields. In this design, we review the designs that have potential and overcome the problems that come from this design, of course by approaching the theory of behavioral architecture, constitution, and standardization of drug rehabilitation centers using design methods that are expected to be able to accommodate this rehabilitation building and fulfill any need for rehabilitation. In this design using 4 aspects of nature, five senses, psychological, environment with the design theme of modern tropical. In this study, an analysis of the location, climate was also carried out and considering aspects of the convenience of users of this facility later.
 
Perencanaan Dan Perancangan Pusat Kreatif Masyarakat “Klungkung Creative Center†Di Kabupaten Klungkung: Bahasa Indonesia
Kemiskinan dan pengangguran di Bali, terutama di Kabupaten Klungkung, mengalami peningkatan yang signifikan selama tiga tahun terakhir akibat pandemi Covid-19. Tingkat kemiskinan di Bali meningkat dari 3,61% pada 2019 menjadi 4,72% pada 2021, sementara tingkat pengangguran di Klungkung meningkat dari 1,57% pada 2019 menjadi 5,37% pada 2021, sehingga menempati urutan 5 sebagai daerah dengan pengangguran tertinggi di Bali. Untuk mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Klungkung, perlu dibangun fasilitas yang dapat membantu mengembangkan industri kreatif dan memajukan perekonomian. Oleh karena itu, dirancanglah sebuah pusat kreatif masyarakat bernama "Klungkung Creative Center" yang berfungsi sebagai pusat pengembangan kreativitas dan industri kreatif. Fasilitas ini akan dilengkapi dengan ruang dan fasilitas yang dapat digunakan oleh masyarakat Klungkung, seperti pusat inkubasi bisnis, creative center, co-working space, dan makerspace. Pengguna fasilitas ini terdiri dari beberapa kelompok, yaitu pengelola, pelajar dan mahasiswa, pelaku ekonomi kreatif, komunitas, dan masyarakat. Arsitektur berperan penting dalam menciptakan kondisi dan infrastruktur yang memadai bagi masyarakat Klungkung sehingga dapat meningkatkan potensi ekonomi dan kreativitas mereka. Diharapkan dengan adanya fasilitas ini, masyarakat Klungkung dan sekitarnya dapat meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kreativitas mereka serta memajukan prestasi, ekonomi, dan pariwisata di daerah tersebut.Poverty and unemployment in Bali, especially in Klungkung Regency, have experienced a significant increase over the past three years due to the Covid-19 pandemic. The poverty rate in Bali increased from 3.61% in 2019 to 4.72% in 2021, while the unemployment rate in Klungkung increased from 1.57% in 2019 to 5.37% in 2021, making it the fifth highest region with unemployment in Bali. To address the issue of unemployment and poverty in Klungkung Regency, it is necessary to build facilities that can help develop the creative industry and advance the economy. Therefore, a community creative center called "Klungkung Creative Center" has been designed to function as a center for creativity and creative industry development. This facility will be equipped with rooms and facilities that can be used by the people of Klungkung, such as a business incubation center, creative center, co-working space, and makerspace. The users of this facility are divided into several groups, namely managers, students, creative economy actors, communities, and the general public. Architecture plays a crucial role in creating adequate conditions and infrastructure for the people of Klungkung to enhance their economic potential and creativity. It is expected that with this facility, the people of Klungkung and surrounding areas can improve their skills, knowledge, and creativity while advancing their achievements, economy, and tourism in the region
Memperbaharui Kawasan Heritage Gajah Mada dengan Pengadaan Industri Kreatif Berkonsep Adaptive Reuse : Bahasa Indonesia
Kawasan Gajah Mada sudah menjadi Pusaka Budaya (cultural heritage) yang berarti seluruh unsur budaya yang sudah berumur minimal 50 tahun; identik dengan nilai religius, estetik, dan historis; mewakili style, gaya hidup, waktu, daerah, dan mindset. Kota berwawasan budaya memposisikan kebudayaan menjadi 3 fungsi utama yaitu sebagai potensi dasar, pendekatan, dan orientasi bangunan. Kawasan heritage berpotensi tinggi untuk menunjang kreatifitas masyarakat karna berpedoman dengan nilai sejarah kebudayaan Bali. Jadi nantinya perkembangan yang terjadi masih diimbangi dan disaring sehingga tercipta balancing antara kemajuan zaman dan sejarah kebudayaan Bali. Seiring perjalanan waktu banyak pengelola rumah toko yang tidak siap menerima perubahan zaman sehingga mengakibatkan minat masyarakat untuk datang berkurang. Menurunnya produktifitas pada kawasan Gajah Mada membuat terjadinya penurunan kualitas kawasan, seperti kepemilikan toko tidak jelas karna mulai ditinggalkan, terjadi perubahan pada fasad dan ruang dalam sesuai selera pengelola, menimbulkan kesan kumuh, penataan pedestrian disepanjang jalan membuat elevasi rumah toko menjadi sangat rendah dari trotoar, minimnya lahan parkir yang tersedia karna banyak bermunculan permukiman di belakang rumah toko. Hal tersebut juga membuat minat pengunjung untuk berkunjung semakin minim. Persaingan bangunan fungsional dari segi kenyamanan juga sudah mulai berkembang, banyak bermunculan swalayan, supermarket yang lebih menarik untuk dikunjungi. Jika limit waktu tidak diantisipasi dengan tepat berfokus pada tindakan alternatif atau solusi untuk meningkatnya produktifitas, kawasan Heritage Gajah Mada berpotensi menjadi kawasan heritage yang mati.
Untuk mencegah tertinggalnya kawasan ini perlu diadakannya penataan dan perancangan kembali Kawasan Heritage Gajah Mada menjadi industri kreatif di Kota Denpasar. Kawasan yang mulanya berfokus pada kegiatan berdagang secara offline kini akan dikembangkan menjangkau beberapa sektor. Sektor yang berpotensi dikawasan ini adalah sektor fashion, kuliner, musik, workshop, dan entartain. Lima sektor tersebut diangkat karna originalitas items yang didagangkan sejak etnis cina datang hingga sekarang masih memiliki daya tarik yang tinggi, namun belum terfasilitasi dengan baik.The Gajah Mada area has become a cultural heritage which means all cultural elements that are at least 50 years old; synonymous with religious, aesthetic, and historical values; represents style, lifestyle, time, region, and mindset. Cities with a cultural perspective position culture into 3 main functions, namely as a basic potential, approach, and building orientation. Heritage areas have high potential to support community creativity because they are guided by the historical values ​​of Balinese culture. So later the developments that occur will still be balanced and filtered so as to create a balance between the progress of the times and the history of Balinese culture. Over time, many store house managers were not ready to accept the changing times, resulting in reduced public interest in coming. The decline in productivity in the Gajah Mada area has resulted in a decrease in the quality of the area, such as unclear shop ownership because it has begun to be abandoned, changes to the facade and interior space according to the manager's taste, giving rise to a slum impression, pedestrian arrangement along the road makes the storehouse elevation very low from the sidewalk, the lack of available parking space because many settlements have sprung up behind the shop houses. This also makes the interest of visitors to visit less and less. Competition for functional buildings in terms of comfort has also begun to develop, many supermarkets have sprung up, supermarkets are more interesting to visit. If the time limit is not properly anticipated focusing on alternative actions or solutions to increase productivity, the Gajah Mada Heritage area has the potential to become a dead heritage area.
To prevent this area from being left behind, it is necessary to reorganize and redesign the Gajah Mada Heritage Area into a creative industry in Denpasar City. Areas that initially focused on offline trading activities will now be developed to reach several sectors. Sectors that have the potential in this area are the fashion, culinary, music, workshops, and entertainment sectors. These five sectors were appointed because the originality of the items traded since the Chinese arrived until now still has high appeal, but has not been facilitated properly.
 
Perencanaan dan Perancangan Resort di Kabupaten Jembrana: Bahasa Indonesia
Kabupaten Jembrana memiliki keindahan alam dan pantai yang indah sehingga dapat menarik wisatawan datang berkunjung. Pengembangan daerah ini dapat mengalami peningkatan jika dikembangkan secara potensial, resort adalah pilihan yang tepat untuk dibangun pada daerah ini, karena resort memiliki fasilitas yang dapat menunjang wisatawan. Tujuan Resort ini dapat memberikan kenyamanan dengan mengedepankan keramahan lingkungan, pengurangan penggunaan energi air conditioner, dengan upaya untuk penyelesaian permasalahan perancangan agar dapat memberikan solusi yang terbaik. Resort ini diharapkan mampu untuk mengatasi permasalahan perancangan yang ada. Pada perencanaan dan perancangan resort ini akan memiliki manfaat yang baik bagi pariwisata di daerah Jembrana terutama di Pantai Perancak, fasilitas di tata berdasarkan zoning dan alur sirkulasi. Dengan dibangunnya resort ini diharapkan mampu untuk mengangkat, meramaikan, memfasilitasi kemajuan pariwisata di kawasan Pantai Perancak.Jembrana Regency has natural beauty and beautiful beaches so that it can attract tourists to visit. The development of this area can increase if it is developed potentially, resorts are the right choice to be built in this area, because resorts have facilities that can support tourists. The purpose of this resort is to provide comfort by prioritizing environmental friendliness, reducing air conditioner energy use, with efforts to solve design problems in order to provide the best solution. This resort is expected to be able to overcome existing design problems. In planning and designing this resort will have good benefits for tourism in the Jembrana area, especially in Perancak Beach, the facilities are arranged based on zoning and circulation flow. With the construction of this resort, it is hoped that it will be able to lift, enliven, facilitate the progress of tourism in the Perancak Beach area