UNDAGI: Jurnal Ilmiah Arsitektur
Not a member yet
201 research outputs found
Sort by
Potensi Bambu Sebagai Bahan Alternatif Untuk Furniture
Bamboo in Indonesia has close ties with the local community, especially in rural areas where bamboo is used in daily activities ranging from social to cultural, but bamboo is a material that is less popular in the eyes of people in urban areas to be used as furniture and other tools because of the stigma factor that bamboo is a cheap material, This study aims to find the advantages of bamboo as a natural material compared to wood. The advantages of bamboo are also found during the growth and harvest period compared to bamboo wood, which is much faster and bamboo has different types so that it has a variety of shapes and colors that make bamboo can be processed into more attractive products than wood.Bambu di Indonesia memiliki ikatan erat dengan masyarakat localnya terutama dipedesaan dimana bambu digunakan dalam kegiatan sehari-hari mulai sosial sampai budaya, namun bambu merupakan material yang kurang popular di mata masyarakat diperkotaan untuk digunakan sebagai furniture dan alat lainnya karena factor stigma bahwa bambu material murahan, penelitian ini bertujuan untuk mencari keunggulan bambu sebagai material alami dibandingkan kayu, untuk mengetahui keunggulan bambu maka sampel furniture dengan material bambu dan kayu dibandingkan dari segi fleksibilitas, ketahanan, dan estetika. Keunggulan bambu juga terdapat pada masa pertumbuhan dan panen dibandingkan dengan kayu bambu jauh lebih cepat dan bambu memiliki jenis yang berbeda-beda sehingga mempunyai ragam bentuk dan warna yang membuat bambu dapat diolah menjadi produk yang lebih menarik dibandingkan dengan kayu
Potensi Rekayasa Kayu Pada Bangunan Green Architecture
Environmental problems, notably global warming, have recently emerged as a source of concern. In the world of architecture, there is a phenomenon known as "sick building syndrome," which refers to health and discomfort issues caused by poor air quality and air pollution in an occupied building, which affects residential productivity. There is also a lack of natural lighting and poor air ventilation.In addition to the existence of global warming, the development or invention of renewable energy becomes the impetus for the development of green buildings. As more people become interested in green building, timber materials become a viable option for creating a long-lasting structure. Wood has long been regarded as a sustainable material and a renewable resource. Wood may be protected in the forest by collecting naturally growing wood resources and following harvesting standards. Eco - friendly construction materials are required to decrease energy consumption, emissions, and trash or garbage in order to maintain a healthy and comfortable environment on the planet.Permasalahan lingkungan khususnya pemanasan global menjadi topik permasalahan yang mencuat akhir-akhir ini. Dalam dunia arsitektur muncul fenomena sick building syndrome yaitu permasalahan kesehatan dan ketidak nyamanan karena kualitas udara dan polusi udara dalam bangunan yang ditempati yang mempengaruhi produktivitas penghuni, adanya ventilasi udara yang buruk, dan pencahayaan alami kurang. Selain karna adanya pemanasan global, penciptaan atau inovasi energi yang terbarukan juga menjadi latar belakang timbulnya konsep green architecture. Meningkatnya peminat bangunan hijau ini menjadikan material kayu sebagai solusi dan juga menjadikannya struktur berkelanjutan. Kayu telah diakui sebagai material berkelanjutan dan dianggap menjadi sumber daya terbarukan. Material kayu yang tumbuh secara alami dan dengan adanya standar dalam memanen kayu secara berkelanjutan dapat melestarikan hutan. Bahan bangunan yang ramah lingkungan sangat dibutuhkan untuk mengurangi konsumsi energi, emisi maupun sampah atau limbah agar terciptanya bumi yang sehat dan nyaman
Pendekatan Fotografi Interior Dan Detail Dalam Arsitektur
Interior and detail photography is a part of architectural photography which is useful for taking pictures related to a building or room. Interior photography is photographing various forms of the inside of a building. The goal is to focus more on shooting indoors to better show the beauty and uniqueness of the room. Detail photography aims to focus more on taking pictures on certain parts that are considered special. The research method uses a qualitative descriptive method. This study aims to understand and dig deeper into the architectural photography approach. This journal will discuss the concept of photography in terms of interior and detail in the room as well as taking techniques in producing good architectural photography. This research was conducted with qualitative and descriptive methods by analyzing sample images based on the principles of architectural photography.Fotografi interior dan detail merupakan bagian dalam fotografi arsitektur yang berguna untuk melakukan pengambilan gambar terkait suatu bangunan atau ruangan. Fotografi interior merupakan pemotretan berbagai bentuk bagian dalam bangunan. Tujuannya ialah untuk lebih memfokuskan pada pengambilan gambar didalam ruangan agar lebih menampilkan sisi keindahan dan keunikan dari ruangan tersebut. Fotografi detail bertujuan untuk lebih memfokuskan pengambilan gambar pada bagian-bagian tertentu yang dianggap istimewa. Metode penelitian mnggunakan metode deksriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk memahami serta menggali lebih dalam mengenai pendekatan-pendekatan terhadap karya seni fotografi arsitektur. Jurnal ini akan membahas tentang konsep fotografi dalam segi interior dan detail pada ruangan sekaligus teknik pengambilan dalam menghasilkan karya fotografi arsitektur yang baik. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dan deskriptif dengan menganalisis contoh-contoh gambar berdasarkan prinsip-prinsip dari fotografi arsitektur
Identifikasi Bentuk dan Karakteristik Rumah Tradisional Desa Bungaya, Karangasem, Bali: Identifikasi Bentuk dan Karakteristik Rumah Tradisional Desa Bungaya, Karangasem, Bali
Bungaya village is one of the ancient Balinese villages that has a heritage in the form of a traditional settlement environment. As part of the settlement, traditional houses in the village of Bungaya have developed in their physical form and function. This research will explain the identification of forms and characteristics of traditional houses in Bungaya village. The method used in this research is qualitative with descriptive and exploratory approaches. The results of this study are in the form of pictures of traditional house layouts and their development over time. Based on the results of the study, it was found that there had been a change in physical form and the addition of new functions besides housing in traditional houses in Bungaya village, Karangasem Regency.
Keywords: Identification; Form; Traditional house, Bungaya villageDesa Bungaya adalah salah satu desa Bali kuna memiliki warisan berupa lingkungan permukiman tradisional. Sebagai bagian dari permukiman, rumah tradisional di desa Bungaya telah berkembang, secara fisik maupun dari fungsi yang diwadahinya. Pada penelitian ini akan menjelaskan mengenai identifikasi bentuk dan karakteristik rumah tradisional di desa Bungaya pada saat ini. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan eksploratif. Hasil data yang didapat pada penelitian ini berupa gambar layout rumah tradisional serta perkembangannya dari waktu ke waktu. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa telah terjadi perubahan bentuk fisik dan penambahan fungsi baru selain hunian pada rumah tradisional di desa Bungaya, Kabupaten Karangasem.
Kata kunci: Identifikasi; Bentuk; Rumah tradisional, Desa Bungay
Kriteria Desain Perancangan Mall UMKM Bidang Industri Kreatif Di Denpasar
Minat generasi milenial di Bali untuk mulai usaha berkontribusi sebesar 12,57 % terhadap Product Domestic Bruto (PDB). Dengan dukungan pemerintah contohnya Kota Denpasar yang terus berupaya mengembangkan dan memajukan ekonomi khususnya dalam bidang industri kreatif di kalangan milenial, dengan memberikan Kredit Usaha Rakyat yang difokuskan ke pelaku UMKM. Dalam memulai sebuah usaha adapun masalah yang dihadapi contohnya kurangnya tempat untuk mewadahi usaha tersebut, pemilihan tempat yang berpengaruh dalam perkembangan pemasaran produk, dan konsumen yang merasa kurang puas dengan pemasaran produk lewat online, karena konsumen tidak bisa melihat secara langsung produk yang ditawarkan dalam peneleitian ini akan menganalisis kriteria desain perancangan mall UMKM yang berlokasi di Denpasar. Metode pengumpulan data dalam penulisan ini yaitu dengan observasi lapangan, studi literatur, dan wawancara dengan beberapa pelaku UMKM lokal. Dari permaslahan yang ada maka diusulkan untuk membuat perancangan Mall UMKM Bidang Industri Kreatif di Denpasar sebagai wadah bagi pelaku UMKM dalam melakukan kegiatan komersial dan terus mengembangkan produk lokal di Bali. Serta memberikan fasilitas seperti workshop, exehibition, retail ( kuliner, kriya, fashion, dan lain sebagainya ), sekaligus menawarkan tema Green Architecture yang diharapkan dapat menguntungkan bagi civitas yang ada pada mall UMKM ini, serta menghilangkan pemahaman terhadap arsitektur Mall yang kurang ramah lingkungan
Model Rancang Bangun Co-working Space dan Creative Room yang Respon Terhadap Covid-19 di Sanur, Denpasar, Bali
Denpasar memiliki jumlah kepadatan penduduk tertinggi di Provinsi Bali, Pertumbuhan penduduk yang meningkat mengakibatkan peningkatan drastis terjadi pada sektor pekerjaan, kurangnya penyerapan tenaga kerja akibat rendahnya kemampuan dan adanya WFH (work from home) akibat pandemi Covid-19, sehingga Sebagian pekerja kesulitan untuk mengerjakan pekerjaan kantor. Maka perlu di rencanakan fasilitas Ruang kerja bersama atau yang lebih di sebut dengan Co-Working dengan fasilitas Creative Room dimana metode bekerja dengan orang-orang lain dari perusahaan/organisasi yang berbeda di satu tempat dan lndustri Kreatif dapat bersinergi bangkit dalam keadaan seperti ini. Berlokasi di Jalan Danau TambIingan,Sanur,Bali Metode secara umum perancangan Co-working space dengan fasilitas Creative Room dengan Konsep Collaborative menggunakan metode deskriptif kualitatif dan programatik untuk menjelaskan permasalahan serta memaparkan kondisi eksisting serta diidentifikasi sesuai dengan teori dan standard yang pernah digunakan. Dengan penentuan Civitas,aktifitas,dan fasilitas dari hal tersebut menghasilkan lingkup zoning, desain sirkulasi,entrance dan bentuk pola massa yang tepat sesuai dengan kebutuhan, pendekatan ruang dalam yang sesuai dengan tema dan konsep dasar begitu juga dengan fasade bangunan, elemen ruang luar dengan persyaratan dari setiap fasilitas di dalam Co-working space dan Creative room ini. Maka dari itu dari beberapa pertimbangan menghasilkan desain yang tepat dan sesuai dengan fungsinya
Wisata Edukasi dan Pengolahan Daging Sapi Berkelanjutan di Denpasar, Bali
Provinsi iBali imerupakan isalah isatu iprovinsi idengan itingkat ikonsumsi idaging isapi iterbesar idi iIndonesia. iTingkat iproduksi idaging isapi idi ibali ibelum idapat imengimbangi itingkat ikonsumsi idaging isapi idikarenakan ikurangnya ifasilitas ipendukung iserta iberalihfungsinya ilahan ipertanian iyang imerupakan isumber ipakan ihewan iternak isehingga imenyebabkan ikurangnya iproduksi idaging isapi. ibanyak ihewan iternak isapi idigembalakan idi isembarang itempat iseperti itempat ipembuangan isampah iyang imenyebabkan ikurangnya ikepercayaan imasyarakat iakan ikualitas idaging isapi iyang iberedar iserta ikurangnya ipengetahuan imasyarakat iakan iproses ipengembangan imaupun ipengolahan idaging isapi. iHal iini imemiliki iketidak isesuaian itingkat ikonsumsi idengan iproduksi iserta itingkat ikepercayaan imasyarakat ipadahal itren ikonsumsi idaging isapi isemakin imeningkat isetiap itahunya. iTujuan idari iperancangan iini iyaitu imenyediakan ifasilitas iedukasi idan ipengolahan idaging isapi iyang imemiliki isarana idan iprasarana imemadai iyang imampu imewadahi isetiap ikegiatan idengan imenerapkan ikonsep iEdukative iin isustainable ilivestock iserta itema iarsitektur ihijau idengan imenjaga ikeberlangsungan isecara iterus imenerus ibaik ihemat ienergy, itepat iguna ilahan, imemaksimalkan ipenggunaan iair,serta imemanfaatkan ienergy ialami iyang isesuai idengan iaktifitas ipengguna
Identifikasi Karakteristik Permukiman Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Area Barat Terminal Pesiapan, Tabanan, Bali
Tabanan is one area that has the potential for very rapid development, with problems that arise along with developments in the region. If the population increases, if it is not followed by the development of settlements, it will lead to the emergence of settlements that are not suitable for habitation, with dense capacities, and will have an impact on the condition of the surrounding environment which becomes unfavorable, thus creating slum settlements in the area. The purpose of using the Tabanan area as an analysis of slum settlements is that this area has considerable potential for unorganized development, considering the increasing number of residents who are not accompanied by settlement development. In this settlement there are several facilities available, but with their ineffective use, this settlement becomes a slum. The problem of the economic crisis is very familiar among the people caused by the availability of job opportunities with demands that must be met. The majority of residents from these settlements have low incomes which causes residents to have makeshift houses by utilizing available materials or goods.Tabanan merupakan salah satu wilayah yang berpotensi akan perkembangan pembangunannya yang sangat pesat, dengan permasalahan yang muncul bersamaan dengan perkembangan di wilayah tersebut. Bertambahnya jumlah penduduk jika tidak diikuti oleh perkembangan pembangunan permukiman menimbulkan kemunculan dari permukiman yang tidak layak huni, dengan kapasitas yang padat, serta akan berdampak kepada kondisi lingkungan sekitar yang menjadi kurang baik, sehingga menciptakan permukiman kumuh di wilayah tersebut. Tujuan dari digunakannya wilayah Tabanan sebagai analisa mengenai permukiman kumuh yaitu wilayah ini memiliki potensi yang cukup besar dalam pembangunan yang kurang tertata, melihat dari jumlah penduduk yang kian meningkat yang tidak diiringi dengan pembangunan permukiman. Pada permukiman ini terdapat beberapa fasilitas yang tesedia, namun dengan pemanfaatannya yang kurang efektif menyebabkan permukiman ini menjadi kumuh. Permasalahan krisis ekonomi sangatlah familiar di kalangan masyarakat yang disebabkan oleh ketersediaan lapangan pekerjaan dengan tuntutan yang harus dipenuhi. Mayoritas penduduk dari permukiman ini yaitu memiliki penghasilan yang rendah yang meyebabkan penduduk memiliki rumah yang seadanya dengan memanfaatkan bahan ataupun barang yang tersedia
Merdeka Belajar Di Bali Utara
The independent learning program created by the Ministry of Education and Culture carried out by the Warmadewa University Architecture Study Program is located in the North Bali area. The Merdeka Learning Program in North Bali is the Merdeka Campus program which was first implemented by the Warmadewa University Architecture Study Program with the theme of learning outside the classroom or outside the campus. There are two independent learning programs implemented in the North Bali area, including WAVI-PD, namely research/research on villages in northern Bali and WAVI-PK. WAVI-PK aims to help rural communities who have physical disabilities in the North Bali area.
Program merdeka belajar yang dibuat oleh kementrian Pendidikan dan kebudayaan yang dilaksanakan oleh prodi arsitektur Universitas Warmadewa berlokasi di wilayah Bali Utara. Program Merdeka Belajar di Bali Utara ini menjadi program Kampus Merdeka yang pertama kali dilaksanakan oleh Prodi Arsitektur Universitas Warmadewa dengan mengusung tema belajar diluar kelas atau di luar kampus. Terdapat dua program merdeka belajar yang dilaksanakan di wilayah Bali Utara antara lain WAVI-PD yaitu penelitian/ riset tentang desa di bali utara dan WAVI-PK,. WAVI_-PK ini bertujuan unyuk membantu masyarakat desa yang mempunyai kekurangan fisik di wilayah Bali Utara
Pariwisata Bali Utara
Tourism in Bali has enormous potential to be introduced to the wider community, one of which is tourism in the North Bali area, the massive development and potential movement and documentation that makes tourism in North Bali famous. There is a lot of tourism in northern Bali, one of which is mostly natural, namely waterfalls, in every village in North Bali or what is commonly known as the Den Hill area, it almost has a waterfall. The flow of the waterfall is mostly centered in the Warnagiri area. With the development of this article about northern Bali, it intends to publish and also introduce a wider range of tours in this hillside area.Pariwisata di bali memiliki potensi yang sangat besar untuk di kenalkan ke masyarakat luas salah satunya adalah pariwisata daerah bali utara, basih masifnya pengembangan dan juga pergerakan potensial dan juga dokumentasi yang membuat pariwisata di bali utara ini terkenal. Ada banyak pariwisata yang terdapat di bali utara salah satunya yang terbanyak adalah yang berbau alam yaitu air terjun, di setiap desa di bali utara atau yang biasa di sebut dengan kawasan den bukit ini hamper memiliki air terjun. Aliran air terjun Sebagian besar berpusat di daerah warnagiri. Dengan pengembangan artikel mengenai bali utara ini bermaksud untuk mempublish dan juga memperkenalkan lebih luas dari wisata-wisata yang ada di daerah den bukit ini