UNDAGI: Jurnal Ilmiah Arsitektur
Not a member yet
201 research outputs found
Sort by
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN CHILDREN CENTER DENGAN PENDEKATAN PERILAKU DI DENPASAR BARAT: Bahasa Indonesia
Anak usia dini merupakan kelompok anak yang mengalami proses perkembangan yang memiliki karakteristik yang unik, termasuk dalam aspek pertumbuhan dan perkembangan fisik, kecerdasan, komunikasi, dan kemampuan sosial emosional. Secara umum setiap tahap perkembangan anak mempunyai pola perkembangan yang sama, namun dengan capaian perkembangan yang berbeda-beda. Adapaun pendidikan untuk anak usia dini sangat penting guna menunjang perkembangan anak pada masa golden age. Selain itu banyaknya orangtua yang sibuk bekerja juga menjadi alasan utama pentingnya keberadaan tempat penitipan anak sebagai solusi untuk memberikan pengasuhan sementara kepada anak saat dititipkan. Denpasar Barat merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kota Denpasar yang memiliki angka pertumbuhan penduduk pada anak usia dini yang tinggi namun dengan persebaran fasilitas pendidikan dan penitipan yang kurang memadai. Oleh karena itu diperlukan adanya fasilitas pendidikan yang terintegrasi langsung dengan penitipan anak, sehingga lebih memudahkan bagi orangtua dalam menitipkan anaknya. Dengan menggunakan pendekatan yang berhubungan dengan perilaku penggunanya, maka desain bangunannya akan lebih memperhatikan keamanan dan kenyamanan pengguna terutama anak sebagai pengguna utama dalam Children Center ini.Early childhood is a group of children who experience a development process that has unique characteristics, including aspects of physical growth and development, intelligence, communication and social-emotional abilities. In general, each stage of a child's development has the same development pattern, but with different developmental achievements. Education for early childhood is very important to support children's development during the golden age. Apart from that, the large number of parents who are busy working is also the main reason why the existence of child care centers is important as a solution for providing temporary care to children when they are entrusted. West Denpasar is one of the sub-districts in Denpasar City which has a high population growth rate in early childhood but with inadequate distribution of educational and day care facilities. Therefore, it is necessary to have educational facilities that are directly integrated with child care, making it easier for parents to entrust their children. By using an approach that is related to user behavior, the building design will pay more attention to the safety and comfort of users, especially children as the main users in this Children's Center
Planning and Designing the Healing Center for Urban Stress in Denpasar.
Healing Centre merupakan pusat penyembuhan bagi orang-orang yang terkena gangguan Kesehatan mental yang melibatkan efek psikologis di dalamnya. Saat ini di Indonesia, khusunya di Bali kesehatan mental menjadi salah satu issue yang wajib ditangani,hanya saja masyarakat kita masih sering mengesampingkan pentingnya kesehatan mental. Terbukti angka penderita gangguan Kesehatan mental di Indonesia khusunya di Bali cukup tinggi. Hal ini menjadi Urgensi dari Penyediaan Fasilitas Healing Centre sebagai media penyembuhan bagi orang-orang dengan gangguan kesehatan mental.pengadaan area edukasi pada Perancangan Healing Centre ini juga sangat penting, menjelaskan tentang bagaimana cara memberdayakan individua tau masyarakat setempat agar mampu menjaga Kesehatan mentalnya dalam menhadapi situasi apapun, terutama dalam kehidupan. Besar harapan nantinya pengadaan Fasilitas Healing Centre ini dapat menekan angka penderita gangguan Kesehatan mental dan menjadikan fasilitas ini sebagai edukasi terhadap masyarakat luas akan pentingnya menjaga Kesehatan mental.The Healing Center is a healing center for people affected by mental health disorders which involve psychological effects. Currently in Indonesia, especially in Bali, mental health is one of the problems that must be addressed, it's just that our society still often remembers the importance of mental health. It has been proven that the number of people suffering from mental health disorders in Indonesia, especially in Bali, is quite high. This is the urgency of providing Healing Center Facilities as a healing medium for people with mental health disorders. Providing an educational area in the Healing Center Design is also very important, explaining how to empower individuals or local communities to be able to maintain their mental health in facing situations. anything, especially in life. There is great hope that the provision of this Healing Center Facility will be able to reduce the number of people suffering from mental health disorders and make this facility an education for the wider community about the importance of maintaining mental health
Pura Taman Wana Sari Menjadi Destinasi Wisata Spiritual di Desa Tegal Tugu: Bahasa Indonesia
Desa Tegal-tugu, Gianyar, Bali, adalah sebuah lokasi yang kaya akan potensi alam dan nilai-nilai keagamaan yang kuat. Artikel ini mengusulkan pembangunan Destinasi Wisata Spiritual di Kawasan Pura Taman Wana Sari Desa Tegal-tugu Gianyar untuk memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan dan mempromosikan pelestarian lingkungan. Dalam konteks ini, artikel ini mengidentifikasi potensi masalah yang mungkin timbul, seperti penggundulan hutan, kerusakan habitat, peningkatan sampah, serta masalah infrastruktur. Selain itu, artikel ini menyoroti pentingnya merencanakan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan untuk mengembangkan potensi wisata yang terdapat di Desa Tegal-tugu Gianyar. Peningkatan kunjungan diiringi dengan peningkatan fasilitas yang nyaman dan ramah lingkungan juga menjadi fokus dalam proposal ini. Dengan perencanaan yang cermat, pembangunan Wisata Spiritual Pada Kawasan Pura Taman Wana Sari Desa Tegal-tugu Gianyar dapat menghidupkan ekonomi lokal, memperkaya pengalaman spiritual dan budaya bagi wisatawan, serta memastikan pelestarian nilai-nilai keagamaan dan alam yang unik di Desa Tegal-tugu.Tegal-tugu Village, Gianyar, Bali, is a location rich in natural potential and strong religious values. This article proposes the development of the Spiritual Tourism of Taman Wana Sari in this village to utilize natural resources sustainably and promote environmental preservation. In this context, the article identifies potential issues that may arise, such as deforestation, habitat destruction, increased waste, and infrastructure problems. Furthermore, the article highlights the importance of planning for sustainable environmental management to unlock the tourism potential within Tegal-tugu Village in Gianyar, Bali, and effective waste management. The increase in visits is accompanied by an emphasis on improving comfortable and environmentally friendly facilities, which is the focus of this proposal. With meticulous planning, the development of the Spiritual Tourism of Taman Wana Sari can stimulate the local economy, enrich the spiritual and cultural experiences of tourists, and ensure the preservation of the unique religious and natural values in Tegal-tugu Villag
Rinjani National Park Visitor Center Sebagai Pendukung Pengembangan Pariwisata: bahasa indonesia
Pariwisata di Indonesia, khususnya di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, memiliki potensi besar namun menghadapi sejumlah kendala. Kurangnya sarana dan prasarana pusat informasi yang baik dan terpadu, minimnya kegiatan pariwisata yang mendorong pengembangan potensi lokal, serta partisipasi rendah masyarakat setempat menjadi tantangan utama. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan merancang Rinjani National Park Visitor Center sebagai pusat informasi dan promosi terpadu, serta akomodasi wisata yang berfungsi sebagai wadah pemberdayaan masyarakat setempat.
Perancangan ini berlokasi di desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur.Proyek ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan pengembangan sektor pariwisata dengan menghasilkan rancangan visitor center di Kabupaten Lombok Timur sebagai sarana informasi dan promosi terpadu di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dengan strategi peningkatan promosi, regulasi paket wisata, dan pengembangan sarana prasarana, serta pemberdayaan sumber daya manusia setempat, diharapkan kunjungan wisatawan ke TNGR dapat meningkat. Fasilitas baru ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan pariwisata nasional dan kesejahteraan masyarakat setempat.Tourism in Indonesia, particularly in the Rinjani National Park (TNGR) in East Lombok Regency, West Nusa Tenggara, has significant potential but faces several challenges. These include a lack of comprehensive information and promotion centers, limited tourism activities to encourage local potential development, and low participation from the local community. To address these issues, this research aims to design the Rinjani National Park Visitor Center as an integrated information and promotion center, as well as tourist accommodation serving as a platform for empowering the local community.
This project is located in the village of Sembalun Lawang, Sembalun District, East Lombok. The project aims to address the challenges in tourism sector development by creating a visitor center in East Lombok Regency as an integrated information and promotion facility in the Rinjani National Park (TNGR), through strategies such as increased promotion, tour package regulations, infrastructure development, and empowerment of local human resources. It is hoped that this new facility will increase tourist visits to TNGR. Additionally, it is expected to make a positive contribution to national tourism development and the welfare of the local community
Implementasi Tema Arsitektur NeoVernacular Pada Pusat Kerajinan Tenun Di Desa Pejeng Kangin: bahasa indonesia
Di Bali, menenun merupakan kerajinan tradisional yang sudah dipraktekkan sejak lama. Menenun kini lebih dari sekadar pekerjaan sampingan atau cara mengisi waktu, tetapi juga berkembang menjadi industri kreatif. Proses jalinan antara benang lusi dan benang pakan dikenal dengan istilah menenun. Benang pakan yang dilekatkan pada benang lusi dan dilekatkan pada alat tenun, dan benang lusi yang jika disambung akan menghasilkan motif. Dalam penelitian ini menggunakan tiga metode penelitian Studi Literatur, Dalam metode untuk menganalisis data secara sistematis menggunakan versi data yang diringkas, seperti buku, jurnal , atau artikel, di dalam kelas. Wawancara langsung dengan pihak terkait di industri kain tenun endek Bali dijadikan sebagai metode pengumpulan data. Studi Preseden, Mensurvei para observer terkait pendekatan arsitektural untuk perencanaan dan perancangan pusat kerajinan tenun di desa pejeng kangin dan secara tidak langsung mencari objek lain di luar Bali melalui internet merupakan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data. Pada Perencanaan dan Perancangan Pusat Kerajinan Tenun Di Desa Pejeng Kangin, Bali ini memiliki tujuan yang melingkup dapat membantu pengembangan pariwisata serta memberikan inovasi baru di bidang pusat kain tenun, serta dapat memberikan pembelajaran tentang pengolahan kain. pusat kerajinan tenun di desa pejeng kangin ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat di desa pejeng kangin sekitarnya dan membantu pengembangan pariwisata khususnya di desa pejeng kanginIn Bali, proposing is a traditional craft that has been practiced for a long time. Weaving is now more than just a side job or a way to fill time, but has also developed into a creative industry. The process of intertwining warp and weft threads is known as monten. The weft threads are attached to the warp threads and attached to the loom, and the warp threads which, when connected, will produce a motif. This research uses three Literary Study research methods. The method for analyzing data systematically uses a summarized version of existing data, such as books, journals, or articles, in the classroom. Direct interviews with related parties in the Balinese endek woven fabric industry were used as a data collection method. Precedent Study, Surveying observers regarding architectural approaches for planning and designing a weaving craft center in Pejeng Kangin village and indirectly searching for other objects outside Bali via the internet are the methods used to collect data. The planning and design of the Weaving Craft Center in Pejeng Kangin Village, Bali has objectives that include helping tourism development and providing new innovations in the field of woven fabric centers, as well as providing learning about fabric processing. The weaving craft center in Pejeng Kangin village can have a positive impact on the community in the surrounding Pejeng Kangin village and help develop tourism, especially in Pejeng Kangin village
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT REHABILITASI NARKOBA DI DENPASAR: Bahasa Indonesia
Rehabilitasi adalah program yang bertujuan membantu penderita penyakit kronis, baik fisik maupun psikis, untuk pulih. Pusat Rehabilitasi menggunakan berbagai metode yang berbeda terhadap si pasien, perawatan pun disesuaikan menurut penyakit si pasien dan seluk-beluk dari awal terhadap si pasien tersebut. Para pasien yang masuk di pusat rehabilitasi kebanyakan menderita rendah diri dan kurangnya pandangan positif terhadap kehidupan, oleh karena itu psikologi memainkan peranan yang sangat besar dalam program Rehabilitasi, dan hal ini juga sangat penting untuk menjaga pasien dari teman-teman dan lingkungan yang memungkinkan kecanduan kembali terhadap obat-obat terlarang.Rehabilitation is a program that aims to help sufferers of chronic illnesses, both physical and psychological, to recover. The Rehabilitation Center uses a variety of different methods for the patient, treatment is adjusted according to the patient's illness and the intricacies from the start of the patient. The patients who enter the rehabilitation center mostly suffer from low self-esteem and lack of positive outlook on life, therefore psychology plays a very big role in the Rehabilitation program, and it is also very important to protect the patient from friends and environments that allow the addiction to return against illegal drugs
Penerapan Rumah Susun Untuk Memecahkan Masalah Kepadatan Penduduk di Kampung Cumpat Surabaya
Surabaya is the second metropolitan city after Jakarta which is encountering fast development in different fields, particularly in framework advancement and natural offices and foundation. Framework advancement in a space will have positive and adverse consequences. The positive side is that framework advancement affects expanding the nature of the area and furthermore working on individuals' government assistance. What's more, the negative side is that this advancement will affect changes in land use and the potential for expulsion or obliteration of existing normal assets. The effect that happens is that land in specific regions, for instance horticultural regions, manors, or hydroponics, will bring about the conclusion of individuals' wellsprings of business. Consequently metropolitan improvement doesn't necessarily in all cases give advantages to the local area. Nonetheless, improvement that is more in light of a legitimate concern for the local area and doesn't harm the climate is a positive part that should be finished by the public authority to foster the city. In view of this, this examination was transferred to tackle issues in the Cumpat Town region, Surabaya, meaning to decrease populace thickness and neighborhood land with a plan framework in Cumpat Town to become Pads.Surabaya merupakan kota metropolitan kedua setelah Jakarta yang mengalami perkembangan pesat di berbagai bidang, terutama dalam pembangunan dan pembangunan alam perkantoran dan yayasan. Kerangka kemajuan dalam suatu ruang akan memiliki konsekuensi positif dan merugikan. Sisi positifnya adalah bahwa kerangka kerja kemajuan mempengaruhi perluasan sifat wilayah dan lebih lanjut bekerja pada bantuan pemerintah individu. Terlebih lagi, sisi negatifnya adalah kemajuan ini akan mempengaruhi perubahan penggunaan lahan dan potensi pengusiran atau pemusnahan aset normal yang ada. Akibat yang terjadi adalah lahan di daerah tertentu, misalnya daerah hortikultura, manor, atau hidroponik, akan berujung pada penutupan sumber-sumber usaha orang-orang. Akibatnya perbaikan metropolitan tidak serta merta memberikan keuntungan bagi daerah setempat. Namun demikian, perbaikan yang lebih berpijak pada kepedulian yang wajar terhadap daerah setempat dan tidak merusak iklim merupakan bagian positif yang harus dilakukan oleh otoritas publik untuk membina kota. Sehubungan dengan itu, kajian ini dialihkan untuk mengatasi permasalahan di wilayah Kota Cumpat, Surabaya, yaitu mengurangi kepadatan penduduk dan lahan lingkungan dengan kerangka rencana di Kota Cumpat menjadi Rumah Susun
Redesain Sport Center Gor Debes di Kabupaten Tabanan dengan Menerapan Konsep Arsitektur Kontemporer : bahasa indonesia
Keterbatasan sarana dan prasarana telah menghambat kemampuan bidang olahraga di Kabupaten Tabanan untuk meraih prestasi baik di tingkat regional maupun nasional. Selain itu, kurangnya perhatian terhadap kesejahteraan atlet berprestasi telah menyebabkan sejumlah atlet memilih untuk pindah ke luar daerah. Dari permasalah tersebut di saran untuk meningkatkan sarana dan prasana olahrag yang ada di kabupaten Tabanan dengan melakukan redesain. Sport Center dapat berupa gedung olahraga yang mewadahi kegiatan olahraga baik kegiatan latihan, rekreasi, maupun kompetisi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa observasi dan studi literatur. Penerapan arsitektur kontemporer yang ingin dihadirkan pada projek redesain sport center ini adalah sebuah gaya arsitektur yang tidak meninggalkan nilai- nilai tradisional namun tempat dapat tampil modern sesuai dengan perkembangan zaman. Penjabaran serta penerapan dari arsitektur kontemporer pada Redesain Gelanggang Olahraga di Tabanan akan diimplementasikan pada aspek bentuk, material, estetika, sirkulasi, dan luas ruang.The limitations of facilities and infrastructure have hindered the ability of sports in Tabanan Regency to achieve good performance at both regional and national levels. In addition, the lack of attention to the welfare of high-performing athletes has caused some athletes to choose to move elsewhere. From these issues, it is suggested to improve the existing sports facilities and infrastructure in Tabanan Regency through redesign. A Sport Center can be a sports building that accommodates sports activities including training, recreation, and competitions. This research is a qualitative descriptive research with data collection methods in the form of observation and literature study.The application of contemporary architecture that aims to be introduced in the redesign project of the sports center is a style of architecture that does not abandon traditional values but can appear modern according to the times. The application of contemporary architecture in the redesign of the Sports Center in Tabanan will be implemented in aspects of form, materials, aesthetics, circulation, and space
Redesain Pasar Kreneng Desa Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Utara dengan Pendekatan Pasar Sehat: bahasa indonesia
Pasar Kreneng yang sudah berdiri sejak tahun 1979, berdasarkan hasil pengamatan saat ini kondisi Pasar Kreneng tidak seprima kondisi sebelumnya. Terdapat beberapa fasilitas kurang mendapat perawatan sehingga terlihat kumuh/kotor, mulai dari beberapa kios yang plafondnya berlubang, sistem penerangan yang kurang baik, pola sirkulasi yang kurang tertata, serta pembagian/pengelompokan antara jenis barang tidak tertata. Selain itu permasalahan lahan parkir juga sangat kurang, banyak angkutan umum serta mobil yang membawa barang dagangan yang memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan yang mengakibatkan terjadinya kemacetan. Dengan adanya redesain ini diharapkan dapat memberikan dan memenuhi fasilitas-fasilitas yang layak bagi pedagang dan pengunjung, seperti area bongkar muat, fasilitas parkir yang memadai fasilitas kesehatan, seta pengelompokan los/kios pedagang berdasarkan daganggannya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa observasi dan studi literatur. Pendekatan pasar sehat yang akan direncanakan, ditekankan pada aspek sirkulasi, pengaturan layout ruang dalam, material penyusun interior, dan penggunaan furniture.Kreneng Market has been established since 1979. Based on observations, the current condition of Kreneng Market is not as good as previous conditions. There are several facilities that are poorly maintained and therefore look rundown and dirty, starting with several stalls with holes in the ceiling, poor lighting systems, poorly organized circulation patterns, and disorganized distribution and grouping between types of goods. Apart from that, there is also a lack of parking space; many public transport and cars carrying merchandise park their vehicles on the side of the road, which causes traffic jams. With this redesign, it is hoped that it will be able to provide and fulfill appropriate facilities for traders and visitors, such as loading and unloading areas, adequate parking facilities, health facilities, as well as grouping stalls or stalls of traders based on their trade. This research is qualitative descriptive research with data collection methods in the form of observation and literature study. The healthy market approach that will be planned will emphasize circulation aspects, interior layout arrangements, interior materials, and the use of furniture
Penerapan Tema Ekologi pada Perencanaan dan Perancangan Pusat Konservasi Penyu di Pulau Serangan Denpasar: Bahasa indonesia
Penyu, reptil laut yang terancam punah, dilindungi secara internasional dan diatur oleh regulasi nasional di Indonesia. Meskipun upaya konservasi telah dilakukan, penelitian menunjukkan penurunan signifikan dalam populasi penyu akibat eksploitasi yang tidak ramah lingkungan. Bali memiliki potensi sebagai lokasi peneluran penyu, tetapi fasilitas konservasi yang ada belum optimal. Fasilitas di Bali kurang memperhatikan kebutuhan penyu, dan infrastruktur terbatas menghambat pengembangan penangkaran, terutama kekurangan fasilitas penelitian. Dikhawatirkan Fenomena ini dapat mengancam keberlanjutan populasi penyu dan merusak habitat mereka. Sebagai solusi, diusulkan fasilitas yang mengintegrasikan konservasi penyu dan wisata edukasi di Pulau Serangan, Bali. Desainnya tidak hanya rekreatif dan edukatif, tetapi juga memenuhi persyaratan teknis konservasi. Pulau Serangan dipilih karena aman bagi penyu, jauh dari permukiman, dan strategis untuk migrasi penyu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa observasi dan studi literatur. Pusat Konservasi Penyu di Pulau Serangan direncanakan dengan konsep dasar sustainable architecture, mengintegrasikan ilmu lingkungan dan arsitektur untuk mencapai keberlanjutan menyeluruh, dan tema rancangan Arsitektur Ekologi, menjaga keseimbangan lingkungan alam dan buatan. Dengan demikian, keberadaan Pusat Konservasi diharapkan tidak merusak lingkungan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi penyu.Turtles, endangered marine reptiles, are internationally protected and regulated by national laws in Indonesia. Despite conservation efforts, research indicates a significant decline in turtle populations due to environmentally unfriendly exploitation. Bali has the potential to serve as a turtle nesting site, but existing conservation facilities are not optimal. The facilities in Bali lack attention to the needs of turtles, and limited infrastructure hampers the development of breeding grounds, especially with a shortage of research facilities. This phenomenon is feared to jeopardize the sustainability of turtle populations and damage their habitats. As a solution, a facility is proposed that integrates turtle conservation and educational tourism on Serangan Island, Bali. The design is not only recreational and educational but also meets technical conservation requirements. Serangan Island is chosen for its safety for turtles, being far from settlements, and strategically located for turtle migration. This research is a qualitative descriptive research with data collection methods in the form of observation and literature study. The Turtle Conservation Center on Serangan Island is planned with the basic concept of sustainable architecture, integrating environmental science and architecture to achieve comprehensive sustainability and the theme of Ecological Architecture, maintaining the balance of natural and artificial environments. Thus, the presence of the Conservation Center is expected to not harm the environment and increase public awareness of the importance of turtle conservation