Jurnal Mahasiswa Perpajakan
Not a member yet
280 research outputs found
Sort by
PENGARUH PROFITABILITAS DAN BIAYA OPERASIONAL TERHADAP PAJAK PENGHASILAN BADAN (STUDI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA FEK INDONESIA PERIODE 2012-2014)
This research aiming is to identified the affect given by gross profit ratio, operating profit ratio, and operational cost to corporate income tax partially and simultaneously, also to describe the variable affect dominantly on corporate income tax. Population using 130 manufacturing companies listed on period 2012-2014 in Indonesia’s Stock Exchange, and 19 companies taken as samples by purposive sampling technique. The selected data was analized by multiple linier regression including t test and F test. This result of this research are; 1) gross profit ratio, operating profit ratio, and operational cost are simultaneously and significantly affect corporate income tax, 2) gross profit ratio, operating profit ratio, and operating cost are partially and significantly affect corporate income tax, and 3) Operational cost have a dominant influence on corporate income tax with the highest beta’s value 0,806. A high gross profit ratio of manufacturing company if followed by operational cost efficiencies can improve their operating profit. Operating profit is one objects of income tax, so the size of operating profit will determined the corporate income tax payable.Keywords: gross profit ratio, operating profit ratio, operational cost, corporate income tax ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentisikasi pengaruh dari rasio gross profit, rasio operating profit, dan biaya operasional terhadap pajak penghasilan badan secara parsial dan simultan, serta untuk menjelaskan variabel yang berpengaruh dominan terhadap pajak penghasilan badan. Populasi yang digunakan adalah 130 perusahaan manufaktur terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 201202014, dan 19 perusahaan terpilih sebagai sampel dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda, termasuk uji t dan uji F. Hasil dari penelitian ini menunjukkan; 1) rasio gross profit, rasio operating profit dan biaya operasional secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pajak penghasilan badan, 2) ) rasio gross profit, rasio operating profit dan biaya operasional secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pajak penghasilan badan, dan 3) Biaya operasional berpengaruh dominan terhadap pajak penghasilan badan dengan nilai beta tertinggi 0,806. Besarnya rasio gross profit dari perusahaan manufaktur apabila diikuti dengan efisiensi pada biaya operasional dapat meningkatkan laba usaha perusahaan. Laba usaha merupakan salah satu objek pajak, sehingga besarnya laba usaha akan mempengaruhi pajak penghasilan badan yang terutang.Kata kunci : rasio gross profit, rasio operating profit, biaya operasional, pajak penghasilan bada
IMPLEMENTASI PENAGIHAN PAJAK SESUAI UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 1997 JO. UNDANG-UNDANG NOMOR 19
Abstract: Implementation of Tax Collection Under Law No. 19 of 1997 JO. Law No. 19 of 2000 (A Study on the Tax Office Primary Mojokerto). Tax collection carried out by Tax Office Pratama Mojokerto is the effort made by the billing section in securing tax debt to taxpayers who are not cooperative. This research aims to describe the implementation of tax collection in accordance with such provision, the barriers faced by billing section in collecting taxes, and the solutions that have been done by the billing section in face barriers / constraints. Results This study addressed that Tax Office Pratama Mojokerto rather billing section in carrying out tax collection has been largely in accordance with law, but there are some lack of fit in the implementation of tax collection are among others. Tax Office Pratama Mojokerto should perform additional employees in the billing section, make the transfer of knowledge to the old tax bailiff to bailiff new taxes. Keywords: Implementation, Tax Collection, Act No. 19 of 1997 Jo. Law No. 19 in 2000. Abstrak Abstrak: Implementasi Penagihan Pajak sesuai Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1997 JO. Undang- Undang Nomor 19 Tahun 2000 (Studi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Mojokerto). Penagihan pajak yang dilakukan oleh Kantor Pelayanan Pajak Pratama Mojokerto merupakan upaya yang dilakukan oleh seksi penagihan dalam mendapatkan utang pajak terhadap wajib pajak yang tidak kooperatif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan penagihan pajak sesuai ketentuan tersebut, hambatan yang dihadapi oleh seksi penagihan dalam melakukan penagihan pajak, dan solusi yang telah di lakukan oleh seksi penagihan dalam menghadapi hambatan/kendala tersebut. Hasil Penelitian ini menujukan bahwa Kantor Pelayanan Pajak Pratama Mojokerto lebih tepatnya seksi penagihan dalam melaksanakan penagihan pajak sebagian besar telah sesuai dengan Undang-Undang, namun juga terdapat beberapa ketidak kesesuai didalam pelaksanaan penagihan pajak tersebut. Kantor Pelayanan Pajak Pratama Mojokerto sebaiknya melakukan penambahan pegawai di seksi penagihan, melakukan transfer pengetahuan kepada jurusita pajak lama kepada jurusita pajak baru. Kata Kunci: Implementasi, Penagihan Pajak, Undang-Undang 19 tahun 1997 Jo. Undang-Undang Nomor 19 tahun 2000.
ANALISIS PENERAPAN SISTEM ELEKTRONIK NOMOR FAKTUR (E-NOFA) PAJAK SEBAGAI UPAYA MENCEGAH PENERBITAN FAKTUR PAJAK FIKTIF (Studi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Cikarang Utara)
This study aims to determine the implementation of Invoice Numbering Electronic System (e-NOFA) and know the barriers as well as the alternative ways to overcome the barriers of the implementation Invoice Numbering Electronic System (e-Nofa) in an attempt to prevent the issue of fictitious tax invoice. The type of research which is used in this study is descriptive with a qualitative approach. The result of this study is implementation of Invoice Numbering Electronic System on tax office Pratama Cikarang Utara is not fully able to prevent fictitious tax invoice especially for a tax invoice which is not published based on actual transactions, since after the implementation of e-Nofa there is still a case of fictitious tax invoice in tax office Pratama Cikarang Utara, but they are able to prevent the issue of fictitious tax invoices published not by PKP. The barriers which arise are difficulty to adjust the system in the company owned by PKP, the person still has to come to the tax office, the dependent system and Internet networks, data synchronization tax office with DJP. Alternative ways to overcome these barriers can be done by the tax office Pratama Cikarang Utara is to disseminate and follow up on existing constraints , E - Nofa Online , improve the quality of systems and Internet networks , and restart the server admin. Keyword : E-NOFA, Fictitious Tax Invoice ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Sistem Elektronik Penomoran Faktur (e-NOFA) dan hambatan serta alternatif cara mengatasi hambatan penerapan Sistem Elektronik Penomoran Faktur (e-NOFA) sebagai upaya mencegah penerbitan faktur pajak fiktif. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah penerapan sistem elektronik nomor faktur di KPP Pratama Cikarang Utara ini belum sepenuhnya mampu mencegah faktur pajak fiktif terutama untuk faktur pajak yang diterbitkan bukan berdasarkan transaksi yang sebenarnya karena setelah penerapan e-nofa ini masih ada kasus faktur pajak fiktif di KPP Pratama Cikarang Utara, namun mampu mencegah penerbitan faktur pajak fiktif yang diterbitkan bukan oleh PKP. Hambatan yang muncul adalah sulit menyesuaikan sistem di perusahaan milik PKP, masih harus datang ke KPP, ketergantungan sistem dan jaringan internet, sinkronisasi data KPP dengan DJP. Alternatif cara mengatasi hambatan tersebut yang dilakukan oleh KPP Pratama Cikarang Utara adalah dengan melakukan sosialisasi dan menindaklanjuti kendala yang ada, E-NOFA Online, meningkatkan kualitas sistem dan jaringan internet, dan restart server admin. Kata Kunci : E-NOFA, Faktur Pajak Fikti
ANALISIS PENERAPAN PERENCANAAN PAJAK PPh 21 SEBAGAI UPAYA PENGHEMATAN BEBAN PAJAK PENGHASILAN BADAN (STUDI KASUS PADA PT Z)
PT Z as a profit-oriented organization has the main goal to earn profit optimally, but the higher profits will also cause the higher income tax to be paid. This led the company to make efforts to saving income tax expense to be paid. The type of this research is descriptive analytical with data collection technique using documentation. The research focus is Tax Planning through the three alternatives with four methods of calculating Income Tax Article 21 and the impact of Tax Planning implementation as an effort to saving Income Tax expense of PT Z. The result shows that the implementation of tax planning using Gross Up Method is most appropriate for PT Z. Application of Gross Up Method successfully proved in reducing Income Tax to Rp 1,621,953,267, - or able to saving Income Tax Expense of Rp 62,876,413, -. In addition, the implementation of Gross Up Method also resulted in the company's commercial profit after tax increased to Rp 4,966,510,162, - or an increase in profit of Rp 29,988,633, -. Keywords: Tax Planning, Income Tax Article 21, Corporate Income Tax, Tax Savings ABSTRAK PT Z sebagai organisasi yang berorientasi pada laba mempunyai tujuan utama untuk mendapatkan laba seoptimal mungkin, namun semakin besar laba yang diperoleh juga akan menyebabkan beban pajak menjadi lebih besar. Hal ini menyebabkan perusahaan melakukan berbagai upaya untuk menghemat beban pajak yang harus dibayar. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif analitis dengan teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Fokus penelitian adalah perencanaan pajak melalui tiga alternatif dengan empat metode perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 21 karyawan serta dampak penerapan perencanaan pajak tersebut sebagai upaya penghematan beban Pajak Penghasilan Badan PT Z. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan perencanaan pajak menggunakan Gross Up Method merupakan yang paling tepat bagi PT Z. Penerapan Gross Up Method terbukti berhasil menurunkan Pajak Penghasilan perusahaan menjadi Rp 1.621.953.267,- atau mampu melakukan penghematan Pajak Penghasilan sebesar Rp 62.876.413,-. Selain itu, penerapan Gross Up Method juga mengakibatkan laba komersial perusahaan setelah pajak meningkat menjadi Rp 4.966.510.162,- atau terjadi peningkatan laba sebesar Rp 29.988.633,-. Kata Kunci: Perencanaan Pajak, Pajak Penghasilan Pasal 21, Pajak Penghasilan Badan, Penghematan Paja
PENGARUH PENGETAHUAN PERPAJAKAN DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KESADARAN WAJIB PAJAK DALAM MENYAMPAIKAN SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) TAHUNAN ( Studi pada Wajib Pajak Orang Pribadi yang Terdaftar di KPP Pratama Blitar )
The main requirement achieve the target of tax revenue can be seen from awareness taxpayer in meet obligation taxation, one of them in to submit a letter of notification (SPT) annual. Awareness taxpayers in conveying like annual in this case is still not maximum. Based on the previous research have done in the analysis of multiple regression, it can be seen that knowledge taxation and the quality of service as variable free significant and partial to awareness taxpayers in conveying like annual. The influence of simultaneous evidenced by the size of the Fcount and Ftable (96.185 > 3,03). Meanwhile, the result of the partial it can be seen the size on the ttable variables of the quality of service for awareness taxpayers of 5,620 > 1,63. The size of the ttable to tabel on the variables of the quality of service for awareness taxpayers of 9,141 > 1,63. Password: Knowledge taxation, quality of service, awareness taxpayers Abstrak Syarat utama tercapainya target penerimaan pajak dapat dilihat dari kesadaran wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakan, salah satunya dalam menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan. Kesadaran wajib pajak dalam menyampaikan SPT Tahunan dalam hal ini masih belum maksimal. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa pengetahuan perpajakan dan kualitas pelayanan sebagai variabel bebas berpengaruh signifikan dan parsial terhadap kesadaran wajib pajak dalam menyampaikan SPT Tahunan. Pengaruh simultan dapat dibuktikan dengan besarnya Fhitung> Ftabel (96.185 > 3,03). Sementara itu, hasil uji parsial dapat diketahui dengan besar thitung terhadap ttabel pada pengetahuan pajak terhadap kesadaran WP sebesar 5,620 > 1,63. Besarnya thitung terhadap ttabel pada variabel kualitas pelayanan terhadap kesadaran wajib pajak 9,141 > 1,63. Kata Kunci: Pengetahuan Perpajakan, Kualitas Pelayanan, Kesadaran Wajib Paja
ANALISIS PERHITUNGAN, PEMOTONGAN, PENYETORAN, DAN PELAPORAN PAJAK PENGHASILAN (PPH) PASAL 21 ATAS KARYAWAN TETAP PT. PETROKIMIA GRESIK (Studi Kasus Pada PT. Petrokimia Gresik)
PT. Petrokimia Gresik is a company engaged in the production of fertilizer. The company is located in the town of gresik, east java. In terms of tax, these companies have carried out in accordance with the regulations of tax laws in Indonesia. the company also has financial system which in combination with the law. But with a less well paid in this company, it is not bad for the country. Character still in their default state, and they can be overcome. Keyword: Income Tax, The Regulations of Tax, and Financial System. ABSTRAK PT. Petrokimia Gresik adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi pupuk. Perusahaan ini terletak di kota Gresik, Jawa Timur. Dalam hal perpajakannya, perusahaan ini sudah melaksanakannya sesuai dengan peraturan Undang-Undang perpajakan di Indonesia. Perusahaan ini juga mempunyai sistem keuangan perusahaan yang di gabungkan dengan Undang-Undang. Tetapi dengan halnya kurang bayar pada perusahaan ini, tidaklah berakibat buruk bagi negara. Sifatnya masih dalam keadaan standar, dan masih bisa diatasai. Kata Kunci: PPh 21, Undang-Undang Perpajakan, dan Sistem Keuangan
KONTRIBUSI PENAMBAHAN JUMLAH WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI BARU HASIL KEGIATAN EKSTENSIFIKASI PADA PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN ORANG PRIBADI (Studi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kepanjen)
The research is conducted on the basis extra effort is made KPP Pratama Kepanjen to be able create additional tax revenue. The effort one of which is realized through extensification activities in order to increase the number of taxpayers. Then an increase in the number of taxpayers who happen also affects to personal income tax revenue. Hence the need to determine the contribution of new personal income tax revenue to the overall personal income tax revenue. Research conducted is manifold qualitative research, and the research findings indicate that increasing number of registered personal taxpayers annually in Tax Service Office Pratama Kepanjen Tax Service Office Pratama Kepanjen. Through the new personal income tax revenue then its contribution can be measured. Contributions indicated of the new personal income tax revenue to the overall personal income tax revenue in the period of last four years (2012-2015) is is still relatively very less, with an average contribution of 7.50%. Keywords: New Personal Taxpayers, Extensification Activity, Personal Income Tax Revenue ABSTRAK Penelitian ini dilakukan atas dasar upaya extra effort yang dilakukan KPP Pratama Kepanjen untuk dapat menciptakan tambahan penerimaan pajak. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui kegiatan ekstensifikasi dalam rangka menambah jumlah wajib pajak. Maka peningkatan jumlah wajib pajak yang terjadi juga akan mempengaruhi penerimaan PPh OP. Oleh karena itu perlunya mengetahui kontribusi dari penerimaan PPh OP Baru terhadap keseluruhan penerimaan PPh OP. Penelitian yang dilakukan yaitu berjenis kualitatif, dengan temuan penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan jumlah WP OP terdaftar setiap tahunnya di KPP Pratama Kepanjen. Melalui sumbangan yang diberikan oleh penerimaan dari WP OP Baru maka kontribusinya dapat diukur. Kontribusi yang ditunjukkan dari penerimaan PPh OP Baru pada total penerimaan PPh OP dalam kurun waktu empat tahun terakhir (2012-2015) masih tergolong sangat kurang, yaitu dengan rata-rata kontribusi sebesar 7,50%. Kata kunci: Jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi Baru, Kegiatan Ekstensifikasi, Penerimaan PPh OP
PENGARUH PERSEPSI DAN PERILAKU WAJIB PAJAK ATAS PENERAPAN E-FILING TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI (Studi pada WPOP yang terdaftar pada KPP Pratama Batu Periode 2015)
Income countries, one of which is a tax used to finance state expenditures. The Directorate General of Taxation launched the reform of tax administration, called the modernization of the tax, it is done because the tax has a major role in terms of financing. This study aims to determine the effect of simultaneous and partial, perceptions and behaviors of taxpayers on tax compliance person and know what the most dominant variables. Explanatory research with a quantitative approach is the method used in this study. This study population that individual taxpayers who take advantage of e-filing, which is as much as 3,335 taxpayers. The sample used in this study were 98 respondents individual taxpayers listed in KPP Pratama Batu. Analysis of the data used in this research using descriptive analysis and multiple linear analysis. The results of this study showed that perceptions and behavior variables taxpayer compliance positively affects individual taxpayers. Variable perception with a statement e-filing application can improve the performance of my tax reporting is the dominant variable on the implementation of E-filing affecting individual taxpayer compliance. Keywords: Perception application of e-filing, Behavior taxpayer, E-filing, Individual Taxpayer Compliance Abstrak Pendapatan negara, yang salah satunya adalah pajak digunakan untuk membiayai pengeluaran negara. Direktorat Jenderal Pajak meluncurkan reformasi administrasi perpajakan yang disebut dengan modernisasi pajak, hal tersebut dilakukan karena pajak memiliki peran utama dalam hal pembiayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh simultan dan parsial variabel persepsi dan perilaku wajib pajak terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi dan mengetahui variabel apa yang paling dominan. Explanatory research dengan pendekatan kuantitatif adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini. Populasi penelitian ini yakni wajib pajak orang pribadi yang menggunakan fasilitas e-filing, yakni sebanyak 3.335 wajib pajak. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 98 responden wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di KPPPratama Batu. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel persepsi dan perilaku wajib pajak berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Variabel persepsi dengan pernyataan penerapan e-filing dapat meningkatkan performa pelaporan pajak saya merupakan variabel dominan atas penerapan E-filing yang mempengaruhi kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Kata Kunci: Persepsi penerapan e-filing, Perilaku Wajib Pajak, E-filing, Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi
Analisis Implementasi PSAK 13 Dan Dampaknya Pada Beban Pajak Penghasilan Perusahaan (Studi Pada PT. Ciputra Development Tbk Tahun 2010 - 2012)
The research aimed to analyze the implementation of IAS 13 on property investment and the impact on corporate income tax burden in PT Ciputra Development Tbk in 2010 up to 2012. The method used in this research is descriptive, and the focus of research are the value of investment property, accumulated depreciation, the difference between the fair value of property, earning before tax and corporate income tax burden. The data used is secondary data based on the company's financial statements in 2010-2012. The results of this research are the difference investment property valuation methods have an impact on corporate income tax burden. In 2010, if PT Ciputra Development uses the cost model, corporate income tax burden will equal to the corporate income tax burden when the company uses the fair value model because there is no extra final tax burden. In 2011, if PT Ciputra Development uses the cost model, the corporate income tax burden will be smaller than the corporate income tax burden when used the fair value model. In 2012, the results are same with in 2011. Keywords: property investment, cost model, fair value model, corporate income tax burden. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis impelementasi PSAK 13 tentang properti investasi dan dampaknya terhadap beban pajak penghasilan di PT Ciputra Development Tbk tahun 2010 sampai dengan tahun 2012. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan fokus penelitian nilai properti investasi, akumulasi penyusutan, selisih nilai wajar properti investasi, laba sebelum pajak, dan beban pajak penghasilan. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu laporan keuangan perusahaan tahun 2010-2012. Hasil penelitian ini adalah perbedaan penggunanan metode penilaian properti investasi akan memberikan dampak pada beban pajak penghasilan perusahaan. Pada tahun 2010 ketika PT Ciputra Development Tbk menggunakan model biaya, beban pajak penghasilan perusahaan sama dengan beban pajak penghasilan perusahaan ketika menggunakan model nilai wajar karena tidak ada pajak final tambahan. Pada tahun 2011 beban pajak penghasilan perusahaan menggunakan model biaya lebih kecil dibandingkan dengan beban pajak penghasilan model nilai wajar. Kemudian pada tahun 2012, beban pajak penghasilan perusahaan model biaya juga lebih kecil dibandingkan dengan beban pajak penghasilan perusahaan model nilai wajar. Kata Kunci: Properti investasi, model biaya, model nilai wajar, beban pajak penghasilan perusahaan
PENGARUH INFLASI, PEMERIKSAAN PAJAK DAN JUMLAH WAJIB PAJAK TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN (Studi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Utara Periode 2010 Sampai 2014)
This research is conducted on the basis of the debate about the influence of macroeconomic variables such as inflation, and fiscal policy on income tax revenue. The type of research use explanatory research with quantitative approach. This research uses monthly data from 2010 to 2014 with sample of 50 time series data. Sources of the data used in this research is secondary data derived come from documentation of Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Utara and Badan Pusat Statistik Kota Malang, as well as the type of data used are secondary data. The data analysis technique used for this research is multiple linear regression with dependent variable is income tax revenue and independent variable is inflation, tax audit and tax payers. The result of study reveal that variable of tax audit and rax payers have a significant effect on income tax revenue, whereas the variable of inflation has no significant effect on income tax revenue. Result of the study simultaneously with independent variable is inflation, tax audit and tax payers have a significant effect on income tax revenue with the ability of independent vaiables in explaining the dependent variable by 19%. Keywords: Inflation, Tax Audit, Tax Payers, Income Tax Revenue ABSTRAK Penelitian ini dilakukan atas dasar perdebatan mengenai pengaruh variabel ekonomi makro seperti inflasi, dan kebijakan fiskal terhadap penerimaan pajak penghasilan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan data bulanan mulai tahun 2010 sampai 2014 dengan sampel sebesar 50 buah data runtut waktu. Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari dokumentasi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Utara dan Badan Pusat Statistik Kota Malang. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan variabel bebas adalah penerimaan pajak penghasilan dan variabel bebas adalah inflasi, pemeriksaan pajak dan jumlah wajib pajak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pemeriksaan pajak dan jumlah wajib pajak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan pajak penghasilan, sedangkan variabel inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan pajak penghasilan. Hasil penelitian secara simultan variabel inflasi, pemeriksaan pajak dan jumlah wajib pajak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan pajak penghasilan dengan kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat sebesar 19%. Kata Kunci: Inflasi, Pemeriksaan Pajak, Jumlah Wajib Pajak, Penerimaan Pajak Penghasila