Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia
Not a member yet
244 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pemberian Kuis Berbantuan Media Kahoot! di Awal Pembelajaran pada Model Discovery Learning terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X MIPA SMAN 3 Makassar (Studi pada Materi Pokok Reaksi Reduksi Oksidasi)
ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kuis berbantuan media Kahoot! di awal pembelajaran pada model Discovery Learning terhadap hasil belajar peserta didik kelas X MIPA SMAN 3 Makassar pada materi pokok reaksi reduksi oksidasi. Desain penelitian yang digunakan adalah posttest only control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah Kelas X MIPA 3 sebagai kelompok eksperimen dan X MIPA 1 sebagai kelompok kontrol yang masing-masing berjumlah 36 orang. Instrument penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan teknik analisis statistik inferensial. Hasil analisis statistik deskriptif kelompok eksperimen diperoleh rata-rata hasil belajar yaitu 80,89 dan kelompok kontrol 59,83. Hasil analisis statistik inferensial terhadap hasil belajar peserta didik menunjukkan data kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berasal dari populasi yang homogen tetapi tidak terdistribusi normal. Oleh karena data yang tidak terdistribusi normal, maka uji hipotesis yang digunakan adalah uji Mann-Whitney. Hasil uji hipotesis diperoleh nilai Zhitung > Ztabel (4,76 > 1,64). Hal ini menujukkan pemberian kuis berbantuan media Kahoot! di awal pembelajaran pada model Discovery Learning berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik Kelas X MIPA SMAN 3 Makassar pada materi pokok reaksi reduksi oksidasi.Kata Kunci : Kuis, Kahoot!, Discovery Learning, Hasil Belajar ABSTRACTThis study is a quasi-experimental study that aims to find out the influence of Kahoot! media-assisted quiz at the beginning of learning on the Discovery Learning model on the learning outcomes of students of class X MIPA SMAN 3 Makassar on the main material of oxidation reduction reaction. The research design used is posttest only control group design. The sample in the study was Class X MIPA 3 as an experimental group and X MIPA 1 as a control group of 36 people each. The research instruments used are tests of learning outcomes and observation sheets of learning implementation. The study used descriptive statistical analysis techniques and inferential statistical analysis techniques. The results of descriptive statistical analysis of the experimental group obtained an average of 80,89 study results and a control group of 59,83. The results of an inferential statistical analysis of learners' learning outcomes showed experimental group and control group data came from a homogeneous but not normally distributed population. Because the data is not normally distributed, the hypothesis test used is the Mann-Whitney test. The results of the hypothesis test obtained the value of Zhitung > Ztabel (4,76 > 1,64). This shows the awarding of Kahoot! media-assisted quiz at the beginning of learning on the Discovery Learning model affects the learning outcomes of Kelas X MIPA SMAN 3 Makassar learners on the subject matter of oxidation reduction reaction.Keywords : Quiz, Kahoot!, Discovery Learning, Learning Outcome
E. coli Multiresisten-Antibiotik di Drainase Kota Makassar
Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri dapat menjadi resisten terhadap antibiotik karena penggunaan yang tidak tepat dan berlebihan, dan juga dapat disebabkan oleh kontaminan seperti logam berat, biosida, dan antidepresan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat resistensi antibiotik pada drainase di pemukiman kawasan padat dan kumuh serta kawasan non-padat dan elit di kota Makassar. Sebanyak 60 kolomi E. coli diisolasi dengan menggunakan media selektif Chromocult Coliform Agar (CCA) pada tiga lokasi tersebut. Isolat diuji resistensinya terhadap lima antibiotik dari kelas yang berbeda: amoksisilin-klavulanat (jenis B-laktams), amikasin (aminoglikosida), kloramfenikol (kloramfenikol), norfloksasin (quinolon), dan trimetoprim (inhibitor de-hidrofolat reduktase) dengan menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Standar penentuan resistensi antibiotik yang digunakan adalah standar EUCAST. Resistensi tertinggi ditemukan terhadap amoksilin (46%), kemudian terhadap nofloksasin dan chloramphenicol (masing-masing 19%). Resistensi terhadap trimetoprim dan amikasin masing-masing sebesar 10% dan 9%. Kami juga menemukan bahwa 28% isolat multidrug resisten. Satu isolat resisten terhadap empat kelas antibiotik yang diuji. Sebagian besar E. coli yang diisolasi di drainase permukiman padat (Kelurahan Parangtambung dan Kelurahan Tamamaung) menunjukkan tingkat resistensi yang lebih tinggi daripada E. coli dari perumahan tak-padat (Perumahan Amaryllis Residence
Pengaruh Ion Pengganggu terhadap Adsorpsi Metilen Biru
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ion pengganggu pada adsorpsi metilen biru menggunakan polimer bercetakan molekul. Ion pengganggu yang digunakan adalah ion Cd2+ dan Pb2+ dengan konsentrasi masing-masing 0, 10, 20, 30, 40, 50 mg/L. Adsorben polimer bercetakan molekul sebanyak 0,05 g dikontakkan dalam 25 mL campuran larutan metilen biru 100 ppm pada pH larutan 10 selama 60 menit dan larutan ion Cd2+ dan Pb2+ dengan variasi konsentrasi 0 – 50 mg/L. Campuran disentrifugasi kemudian filtratnya ditampung. Konsentrasi metilen biru yang tersisa ditentukan menggunakan spektrofotometer sinar tampak (UV-Vis). Kapasitas adsorpsi metilen biru dengan ion pengganggu Cd2+ konsentrasi 0 – 50 mg/L adalah 42,62 – 38,90 mg/g dan ion pengganggu Pb2+ konsentrasi 0 – 50 mg/L adalah 42,72 – 37,79 mg/g. Semakin besar konsentrasi ion pengganggu Cd2+ dan Pb2+ dalam larutan campuran, semakin kecil kapasitas adsorpsi namun tidak signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi ion pengganggu, kapasitas adsorpsi metilen biru menggunakan polimer bercetakan molekul cenderung konstan.Kata Kunci: Polimer Bercetakan Molekul, Metilen Biru, Adsorpsi, Ion Pengganggu.ABSTRACTThis study aims to determine the effect of interfering ions on the adsorption of methylene blue using molecularly imprinted polymers. The interfering ions used were Cd2+ and Pb2+ ions with concentrations of 0, 10, 20, 30, 40, 50 mg/L, respectively. 0.05 g of molecularly imprinted polymer adsorbent was contacted in 25 mL of a mixture of 100 ppm methylene blue solution at pH 10 for 60 minutes and Cd2+ and Pb2+ ions with concentration variations of 0 – 50 mg/L. The mixture was centrifuged and then the filtrate was collected. The remaining concentration of methylene blue was determined using a visible spectrophotometer (UV-Vis). Methylene blue adsorption capacity with Cd2+ interfering ion concentrations of 0 – 50 mg/L was 42.62 – 38.90 mg/g and Pb2+ interfering ion concentrations of 0 – 50 mg/L was 42.72 – 37.79 mg/g. The greater concentration of interfering ions Cd2+ and Pb2+ in the mixed solution, the lower adsorption capacity but not significantly. The results showed that the greater concentration of interfering ions, the adsorption capacity of methylene blue using molecularly imprinted polymers tended to be constant. Key Words: Molecularly Imprinted Polymers, Methylene Blue, Adsorption, Interfering Ions
Studi Pendahuluan Ekstrak n-Heksana Daun Tanaman Afrika (Vernonia amygdalina Del.) sebagai Obat Diabetes
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder apa saja yang terdapat pada ekstrak n-heksana daun tanaman afrika (Vernonia amygdalina Del.). Sampel penelitian diambil dari Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakukkang, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Tahap penelitian ini meliputi preparasi sampel, ekstraksi, fraksinasi, pemurnian, dan identifikasi. Hasil penelitian berupa isolat berwarna putih golongan steroid yang menunjukkan noda tunggal pada uji KLT multi eluen. Hasil ini didukung oleh spektrum FTIR, yang menunjukkan adanya serapan gugus O-H, C-H, C=O, C=N, C-N dan -CH3.Kata Kunci: Isolasi, Daun Afrika, Metabolit Sekunder, Steroid.ABSTRACTThis study aims to find out what secondary metabolite compounds are present in the extract of n-hexane leaves of African plants (Vernonia amygdalina Del.). The research sample was taken from Tamamaung Village, Panakukkang District, Makassar City, South Sulawesi Province. This research phase includes sample preparation, extraction, fractionation, purification, and identification. The results of the research were white isolates from the steroid group which showed a single stain on the multi-eluent TLC test. This result is supported by the FTIR spectrum, which shows the absorption of group O-H, C-H, C=O, C=N, C-N and -CH3.Key Words: Isolation, African Plant Leaves, Secondary Metabolites, Steroid
Pengaruh Permainan Truth or Dare pada Model Pembelajaran Problem Based Learning secara Daring terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI MIPA SMA Negeri 7 Pinrang (Studi pada Materi Pokok Larutan Penyangga)
ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan truth or dare pada model pembelajaran problem based learning terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI MIPA SMA Negeri 7 Pinrang pada materi pokok larutan penyangga. Desain penelitian yang digunakan adalah posttest only control design. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIPA SMA Negeri 7 Pinrang yang terdiri dari lima kelas. Pengambilan sampel dilakukan secara acak, kelas XI MIPA 4 sebagai kelompok eksperimen dan kelas XI MIPA 2 sebagai kelompok kontrol yang masing-masing berjumlah 25 orang. Instrumen yang digunakan adalah tes objektif pilihan ganda sebanyak 24 item. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian posttest pada kelompok eskperimen dan kelompok kontrol. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar peserta didik kelompok eksperimen 74,24 lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol yaitu 45,8. Hasil analisis statistik inferensial terhadap hasil belajar peserta didik menunjukkan bahwa data kelompok eskperimen dan kelompok kontrol berasal dari populasi yang homogen tetapi tidak terdistribusi normal. Hasil uji hipotesis Mann-Whitney dengan α = 0,05 menunjukkan bahw Zhitung > Ztabel (6,06 > 1,64). Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh permainan truth or dare pada model pembelajaran problem based learning terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI MIPA SMA Negeri 7 Pinrang pada materi larutan penyangga.Kata Kunci : truth or dare, problem based learning, hasil belajar, larutan penyanggaABSTRACTThis research is a quasi-experimental study which aims to determine the effect of the game of truth or dare on the problem based learning model on the learning outcomes of students in class XI MIPA SMA Negeri 7 Pinrang on the subject matter of buffer solution. The research design used was a posttest only control design. The population of this study were students of class XI MIPA SMA Negeri 7 Pinrang which consisted of five classes. Sampling was carried out randomly, class XI MIPA 4 as the experimental group and class XI MIPA 2 as the control group, each of which consisted of 25 people. The instrument used was a multiple choice objective test of 24 items. Data was collected by giving posttest to the experimental group and the control group. Data analysis was performed using descriptive and inferential statistical analysis. The results of the analysis showed that the average value students' learning outcomes of experimental group was 74,24 higher than the control group namely 45,8. The results of inferential statistical analysis on student learning outcomes showed that the experimental group and control group data from a homogeneous population but not normally distributed. The results of the Mann-Whitney hypothesis test with = 0.05 showed that Zcount > Ztable (6,06 > 1,64). Based on these data, it can be concluded that there is an effect of the game of truth or dare on the problem based learning model on the learning outcomes of students in class XI MIPA SMA Negeri 7 Pinrang on the buffer solution material.Keywords : truth or dare, problem based learning, learning outcomes, buffer solution
Fotodegradasi Zat Warna Rhodamin B Menggunakan Komposit Kitosan-Fe2O3
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan Kitosan-Fe2O3 dalam mendegradasi zat warna Rhodamin B. Tahapan penelitian terdiri dari sintesis komposit Kitosan-Fe2O3dengan metode impregnasi, karakterisasi komposit Kitosan-Fe2O3menggunakan XRD dan SEM serta uji fotodegradasi zat warna Rhodamin B. Fotodegradasi zat warna Rhodamin B dilakukan dengan variasi massa komposit, dan waktu radiasi. Pengukuran hasil degradasi zat warna Rhodamin B menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 555 nm. Komposit Kitosan-Fe2O3dikarakterisasi menggunakan instrumen XRD menunjukkan puncak khas pada 2θ = 24,54⁰; 33,52⁰; 54,39⁰; 57,90⁰; 62,74⁰; 64,34⁰; dan 72,24⁰yang mengindikasikan adanya Fe2O3. Karakterisasi morfologi menggunakan instrumen SEM menunjukkan ukuran butir komposit yang beragam dan tersebar merata. Komposit Kitosan-Fe2O3mampu mendegradasi zat warna Rhodamin B dengan massa optimum 250 mg pada waktu radiasi 180 menit dengan presentase degradasi sebesar 54,23 %
Isolasi Dan Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Fraksi Etil Asetat Batang Tumbuhan Kratom (Mitragyna Speciosa)
ABSTRAK Penelitian eksplorasi ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder ekstrak Fraksi Etil Asetat Batang Tumbuhan Kratom Mitragyna Speciosa Korth, meliputi tahapan fraksinasi, pemurnian dan identifikasi golongan serta spektrofotometer IR. Sampel penelitian ini merupakan fraksi E etil asetat batang tumbuhan kratom. Isolat yang diperoleh berupa serbuk kuning yang menunjukkan noda tunggal pada KLT system tiga eluen senyawa semi polar, hasil positif pada pereaksi Wagner dan Dragendorff didukung dengan identifikasi gugus fungsi pada spektrofotometer FTIR, bilangan gelombang 3338.78 cm-1 penunjukan gugus fungsi N-H yang didukung adanya puncak serapan pada 1290.38 cm-1 (vibrasi C-N), untuk serapan pada 2924.09 cm-1 dan 2854.65 cm-1 (C-H alifatik) yang didukung oleh adanya serapan pada 1462.04 cm-1 (CH2-) dan 1377.17 cm-1 (-CH3), Pada serapan bilangan gelombang 1705.07 cm-1 (C=O), pada daerah serapan 1510,26 cm-1 (C=C aromatic) dan pada daerah serapan 1136 cm-1 (C-O). Hasil pengujian golongan dan FTIR menunjukkan bahwa senyawa yang diperoleh merupakan golongan senyawa alkaloid.Kata Kunci : Kratom, Mitragyna Speciosa, Alkaloid ABSTRACTThis exploratory study aims to isolate and identify of secondary metabolic oompounds of ethyl acetate extract fraction of Kratom stem Mitragyna Speciosa Korth, including the steps of fractionation, purification and group identification by IR spectrophotometer. The sample of this study was the E ethyl acetate fraction of the kratom stems . Alkaloids obtained in the form of yellow powder which shows a single spot on the KLT system of three semi-polar compound eluents, positive results on Wagner and Dragendorff reagents are supported by the identification of functional groups on the FTIR spectrophotometer, wave number 3338.78 cm-1 indicates the NH functional group supported by the presence of an absorption peak at 1290.38 cm-1 (CN vibration), for absorption at 2924.09 cm-1 and 2854.65 cm-1 (aliphatic CH) which was supported by the presence of absorption at 1462.04 cm-1 (-CH2) and 1377.17 cm-1 (-CH3), The absorption wave number is 1705.07 cm-1 (C=O), the absorption area is 1510.26 cm-1 (C=C aromatic). The result of group testing and FTIR showed that the compounds obtained were alkaloid compoinds. Keywords : Kratom, Mitragyna Speciosa, AlkaloidThis exploratory study aims to isolate and identify of secondary metabolic oompounds of ethyl acetate extract fraction ofKratom stem Mitragyna Speciosa Korth, including the steps of fractionation, purification and group identification by IR spectrophotometer. The sample of this study was the E ethyl acetate fraction of the kratom stems . Alkaloids obtained in the form of yellow powder which shows a single spot on the KLT system of three semi-polar compound eluents, positive results on Wagner and Dragendorff reagents are supported by the identification of functional groups on the FTIR spectrophotometer, wave number 3338.78 cm-1 indicates the NH functional group supported by the presence of an absorption peak at 1290.38 cm-1 (CN vibration), for absorption at 2924.09 cm-1 and 2854.65 cm-1 (aliphatic CH) which was supported by the presence of absorption at 1462.04 cm-1 (-CH2) and 1377.17 cm-1 (-CH3), The absorption wave number is 1705.07 cm-1 (C=O), the absorption area is 1510.26 cm-1 (C=C aromatic). The result of group testing and FTIR showed that the compounds obtained were alkaloid compoinds. Keywords :Kratom, Mitragyna Speciosa, Alkaloi
Sintesis dan Karakterisasi Bioplastik dari Pati Biji Nangka (Artocarpus heteropyllus) dengan Penguat CMC (Carboxy Methyl Cellulose)
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan CMC terhadap karakteristik bioplastik dari pati biji nangka.Tahap penelitian meliputi preparasi sampel, pembuatan bioplastik dan karakterisasi yang meliputi biodegradasi dengan metode Soil Burial Test, ketahanan air, ketahanan panas, kuat tarik dan elongasi dengan Universal Testing Mechine, serta gugus fungsi dengan FT-IR dan morfologi permukaan dengan instrument SEM. Bioplastik yang diperoleh berwarna bening. Variasi komposisi CMC 0%-15% mempengaruhi karakteristik bioplastik yang dihasilkan meliputi biodegradasi 32,66-74,69% , ketahanan air 15,26-93,91%, ketahanan panas 58,33-93°C, kuat tarik 0,7642-2,4549 N/mm2 dan elongasi 6,06-14,25%. Komposisi variasi CMC berbanding lurus dengan persen degradasi dan kuat tarik, serta berbanding terbalik dengan ketahanan air dan ketahanan panas. Hasil identifikasi gugus fungsi FTIR pada bilangan gelombang 3286,63 cm-1 yang mengindikasikan adanya gugus O-H, pada bilangan gelombang 2924,29 cm-1 mengindikasikan adanya gugus C-H, sedangkan pada bilangan gelombang 999,34 cm-1 menunjukkan adanya gugus C-O, pasa bilangan gelombang 1331,59 cm-1, 1416,82 cm-1 dan 1589,79 cm-1 mengindikasikan adanya senyawa aromatik sederhana dan pada bilangan gelombang 702,96 cm-1 mengindikasikan adanya gugus C=C. Morfologi permukaan bioplastik tidak rata dengan adanya retakan dan sisa partikel pati yang tidak larut sempurna. Kata Kunci: Sintesis, Karakterisasi, Bioplastik, Biji Nangka, CMC ABSTRACT This study aims to determine the effect of the addition of CMC on the bioplastic characteristics of jackfruit seed starch. The research phase includes sample preparation, bioplastic manufacture and characterization which included biodegradation with Soil Burial Test method, water resistance, heat resistance, tensile strength and elongation with the Universal testing Mechine, as wel as fungsional groups with FT-IR and surface morphology with the SEM instrument. The obtained bioplastic is clear. Variations in the composition of CMC 0%-15% affect the characteristics of the resulting bioplastics including biodegradation 32.66-74.69%, water resistance 15.26-93.91%, heat resistance 58.33-93°C, tensile strength 0.7642 -2.4549 N/mm2 and elongation 6.06-14.25%. The composition of the CMC variation is directly proportional to the percent degradation and tensile strength, and inversely proportional to the water resistance and heat resistance. The results of the identification of the FTIR functional group at a wave number of 3286.63 cm-1 which indicates the presence of an O-H group, at a wave number of 2924.29 cm-1 indicates the presence of a C-H group, while at a wave number of 999.34 cm-1 it indicates the presence of a C-O group. wave numbers 1331.59 cm-1, 1416.82 cm-1 and 1589.79 cm-1 indicated the presence of simple aromatic compounds and at wave numbers 702.96 cm-1 indicated the presence of a C=C group. The surface morphology of bioplastics is uneven with cracks and residual starch particles that are not completely dissolved.Keywords: Synthesis, Characterization, Bioplastic, Jackfruit, CM
Pemanfaatan Limbah Kulit kakao dan Air kelapa sebagai Sumber Energi Alternatif dengan Teknologi Microbial Fuel Cell
Microbial Fuel Cell (MFC) merupakan teknologi yang memanfaatkan mikroba untuk mendegradasi bahan organik maupun anorganik menjadi energi listrik. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memanfaatkan dan mengolah limbah kulit kakao sebagai sumber energi listrik dengan menggunakan teknologi MFC dengan menganalisis kerapatan daya. Pada limbah kulit kakao dilakukan perendaman menggunakan larutan HCl dan NaOH selama 24 jam, kemudian dibilas dengan aquades dan ditambahkan dengan air kelapa. Analisis kinerja MFC dapat dilihat dari data hasil pengukuran kuat arus dan tegangan yang diukur dengan menggunakan multimeter digital. MFC diukur berdasarkan durasi kerja untuk mengetahui besarnya kuat arus dan tegangan dengan hambatan dan tanpa hambatan melalui pengamatan setiap hari pukul 10.00 WITA dalam kurun waktu 5 hari. Berdasarkan hasil pengamatan, diperoleh nilai kerapatan dengan hambatan lebih besar dibandingkan nilai kerapatan tanpa hambatan dengan nilai terbesar pada hari kelima sebesar 26,95 mW/m2 dengan hambatan 1Ω dan sebesar 23,54 mW/m2 tanpa menggunakan hambatan.Kata Kunci: Air Kelapa, Energi, Kulit Kakao, MF
EKSTRAKSI KARAGINAN KULIT BUAH KAKAO (Theobroma Cacao L.) SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN JELLY
ABSTRAKPengolahan karaginan kulit buah kakao (Theobroma Cacao L.) menjadi produk jelly. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan tahapan yakni ekstraksi karaginan, presipitasi, analisis rendemen, kadar air, kadar abu, uji organoleptik, uji kekuatan gel dari produk jelly dan karakterisasi karaginan dengan FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraksi karaginan dari kulit buah kakao dengan penambahan isopropanol (1:0, 1:1, 1:2 dan 1:3) menghasilkan karaginan dengan nilai rendemen tertinggi pada perbandingan 1:3 sebesar 11,1238%. Hasil pengolahan karaginan kulit buah kakao menjadi produk jelly berdasarkan uji organoleptik sebagai berikut: rerata tingkat kesukaan panelis terhadap warna 3,7; rasa 3,8; aroma 4,0 dan tekstur 4,3; kekuatan gel sebesar 80,87 gr/cm2 dan kadar air sebesar 95,06%. Hasil identifikasi FTIR dapat disimpulkan bahwa karaginan yang dianalisis merupakan karaginan tipe lamda. Hal tersebut didapatkan dengan adanya 3 gugus ester sulfat dan tidak memiliki 3,6-anhidrogalaktosa yaitu pada serapan gugus galaktosa-6-sulfat pada bilangan panjang gelombang 821,68 cm-1, ikatan S=O yaitu pada bilangan gelombang 1251,80 cm-1 dan ikatan glikosidik pada bilangan gelombang 1039,63 cm-1.Kata Kunci: Kulit Buah Kakao, Karaginan, Jelly. ABSTRACTThis study aims to determine the extraction and processing of carrageenan from cacao (Theobroma Cacao L.) pod shells into jelly products. This research is an experimental research with the stages of carrageenan extraction, precipitation, yield analysis, moisture content, ash content, organoleptic test, gel strength test of jelly products and carrageenan characterization with FTIR. The results showed that carrageenan extraction from cocoa pod shells with the addition of isopropanol (1:0, 1:1, 1:2 and 1:3) produced carrageenan with the highest yield value at a 1:3 ratio of 11.1238%. Processing results of carrageenan from cocoa pod shells into jelly products based on organoleptic tests as follows: the average panelist preference level for color is 3.7; taste 3.8; aroma 4.0 and texture 4.3; gel strength of 80.87 gr/cm2 and water content of 95.06%. The results of FTIR identification can be concluded that the carrageenan being analyzed is lambda type carrageenan. This was obtained by the presence of 3 sulfate ester groups and not having 3,6-anhydrogalactose, namely the absorption of the galactose-6-sulfate group at a wavelength of 821.68 cm-1, the S=O bond, namely at a wave number of 1251.80 cm- 1 and the glycosidic bond at wave number 1039.63 cm-1.Keywords: Cocoa Fruit Peel, Carrageenan, Jelly