Jurnal Manusia dan Lingkungan
Not a member yet
    446 research outputs found

    PENGARUH SIKAP PERILAKU DAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP KELESTARIAN TERUMBU KARANG DI TAMAN NASIONAL LAUT PULAU GUNUNG API BANDA, MALUKU TENGAH (The Influences of Behavior and Knoledge of Society on the Corral Reef Continuity in the Volcano Banda)

    Get PDF
    ABSTRAKTujuan penelitian adalah untuk mengkaji manusia, perilaku, dan tingkat pendidikan masyarakat (variabel bebas) terhadap kelestarian ekosistem terumbu karang (variabel terikat) di Taman Nasional Laut Pulau Gunung Api Banda. Metode penelitian yang dipakai yaitu survei, di mana pengambilan sampel/data menggunakan pendekatan wawancara, kuesioner, transek garis, sensus, serta analisis data dengan metode regresi linier. Berdasarkan hasil kajian, tingkat pendidikan penduduk Desa Kampung Baru (stasion utama I) dan Desa Selamun (stasion utama II) yaitu: 80% tidak berpendidikan, dan memiliki kecenderungan berperilaku negatif masing-masing 68% dan 79%. Kontribusi pengaruh variabel bebas terhadap perilaku negatif penduduk dalam eksploitasi sumber daya terumbu karang masing-masing: tidak berpendidikan (73,5%), penghasilan rendah (64%), pekerjaan petani/nelayan (67,0%), penduduk pendatang (62%), tidak ada pekerjaan sampingan (68%), dan tidak ada pendidikan formal (65%\. Semua variabel bebas berpengaruh terhadap perilaku penduduk pada tingkat signifikansi 95% dengan r : 0,812 dan R2 = 66n/n. Aktivitas manusia yang dominan merusak ekosistem terumbu karang adalah: penggunaan terumbu karang untuk konstruksi rumah (45%), pelindung pantai (27%), penangkapan ikan dengan potasium (15%), hiasan (10%) dan lain-lain (3%). Nilai parameter hidrooseanografi (gelombang, kecepatan arus, kecerahan. suhu, salinitas, oksigen terlarut, dan pH) perairan Taman Nasional Laut masih berada di bawah ambang batas Baku Mutu Air Laut Untuk Biota Laut (Kepmen LH. No. 82 tahun 2001). Jumlah spesies terumbu karang pada 4 stasion sebanyak 20 jenis dari l0 suku. Jenis yang dominan aclalah Poryles lutae, Goniastera rotifomtis, Echinopora lamellosa,. Platigira sp., Goniopora sp., Acropora aspero, A. Echinota, Pachyseris rugoso, Milepord sp., dan Polypilia talpina. Pada stasion utama l. jumlah individu terbanyak berasal dari jenis Ganiastrea retiformis (28 individu) sedangkan yang sedikit (1 individu) dari jenis Polypillia talpina dengan indeks keanekaragaman (H')=0,709. Pada stasion pembanding I, spesies Polypillia talpina terbanyak 51 ekor dan sedikit 2 ekor adalah Galoxea pascilucaris dengan H'= 0,919. Jumlah individu terbanyak ditemui pada Stasion ll yaitu Porytes lutae (38 individu) dan terkecil 1 individu jenis Heliopora sp. dengan H' = 0,721. Stasion pembanding Il, spesies Polypillia talpina terdapat dalam jumlah besar (42 individu) dan sedikit 2 individu dari Mintipora sp. dengan H' = 0,828. Jumlah individu, total jenis, diameter, dan nilai H' pada Stasion Pembanding I dan ll lebih besar dari Stasion utama I dan Il. Ikan karang yang didapatkan pada lokasi sampling yaitu 21 spesies, didominasi spesies: Achanturus sp,, Amphiprion spp., Abudefduf vaigniensis, Caranxs sp., Chaetodon melanotyus, C. trifasciatus dan C. vabundus. ABSTRACTResearch aim is studying kinds of activity of human being in coralreff area compose and the attitude, behavioral and society education to continuity coralreff compose in National Park Go Out To Sea The Island of Volcano Banda. Method of research that used are survey, interview, kuesioner, line transek and census, while data analised with the tabulation and linear regresi methods. Pursuant to result analyse the storey level of education of Kampong Baru resident (especial stasion I) and 80% of Selamun residence (especial stasion II) have not education, and own the negative behavior tendency each 68% and 79%. Free variable influence contribution to negative behavior of exploiting of coralreff resource compose each:  not education 73,5%; low production 64%, farmer/fisherman 67%, resident incoming 62%, no side job 68%, and non formal education 65%. All free variable have an effect on to resident behavior at level signifikansi 95% with r = 0,812 and R2 = 66%. Damage dominant human being Activity of coralreef ecosystem compose is: permanent use upon which house building 45%, coastal protector 27%, fish arrest by potasium 15%, decoration 10% and others 3%. Value of wave parameter, current speed, brightness, temperature, salinitas, dissolve oxygen, and pH of territorial water of National Park of Sea still under Permanent Boundary Sill Quality of Water Go Out to Sea for The Biota (Kepmen LH. No. 82 year 2001). Amount of coralreef species compose at 4 stasion, that is: 20 species from 10 tribe. Dominant species is Porytes lutae, Goniastrea rotiformis, Echinopora lamellosa, Platigira sp., Goniopora sp., Acropora aspera, A. Echinota, Pachyseris rugoso, Milepora sp., and Polypilia talpina. At stasion of comparator I, species of Polypillia talpina a lot of 51 species and 2 species is Galaxea pascilucaris with H’ index = 0,919. Individual amount a lot of at Stasion II is Porytes lutae (38 species) and one species from Heliopora sp. with H’ index= 0,721. Stasion of Comparator II, species of Polypillia talpina of there are in big amount (42 species) and  2 species from Mintipora sp. with H’ index = 0,828. Individual amount, total of species, diameter, and assess the H' index at Stasion of Comparator I and II of more than one, especial Stasion I and II. Coralreff fish got at sampling location is 21 species, predominated by the species: Achanturus sp., Amphiprion spp., Abudefduf vaigniensis, Caranx sp., Chaetodon melanotus, C. trifasciatus and C. vagabundus

    PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN DAS WAY SEPUTIH HULU LAMPUNG TENGAH MENGGUNAKAN MODEL TATA AIR (Landuse Planning for Way Seputih Watershed at Central Lampung by Water Management Model)

    Get PDF
    ABSTRAKDas Way Seputih Hulu merupakan sungai yang terletak di Kabupaten Larnpung Tengah, merniliki luas 175,28 km2. Kejadian banjir di Desa Segalarninder hilir Way Seputih Hulu terjadi setiap datang musim penghujan. Hasil penelitian bempa software program tata-air.exe, konsep dasar rnodel menggunakan neraca air (waterbalance) yang dibuat dengart program delphi versi 7. Hasil uji t-tes antara tebal aliran model simulasi dengan pengukuran lapangan menunjukkan nilai t-hitung (0,14) lebih besar dari t-tabel (2,51), sehingga dikatakan model dapat digunakan untuk melakukan simulasi berbagai alternatif penggunaan lahan. Hasil simulasi program tata-air.exe menunjukkan bahwa keseluruhan alternatif untuk eksperimentasi model menghasilkan nilai rasio tebal aliran di bawah angka 30. Kondisi rasio tebal aliran air Way Seputih Hulu memiliki nilai berkisar antara 2,84 sanrpai 3,40, sehingga dapat dikatakan dalam kondisi masih wajar bahkan dapat dikatakan mempunvai nilai yang cukup bagus. Alternatif penggunaan lahan yang mengarah kepada bentuk lahan kebun campuran akan memberikan nilai rasio paling kecil dan menghasilkan produksi air yang kecil pula. ABSTRACT Watersheed of Way Seputih Upstream represent river which located in Kabupaten Lampung Tengah, oing wide of 175,28 km2. Occurence of floods in Countryside of Segalaminder go downstream Way Seputih Upstream happened in every coming rain season. Result of the research namely tata-air.exe, base concept of modeling uses water balance was made by using Delphi 7th version. Result of t-test value between modeled discharge flow and field measurement result shows t-counting value (0.14) higher than t-table (2.51), hence the model is can be used for simulating various landuse alternative. The simulation result using tata-air.exe shows that entire alternatives for model experimentation resulted discharge ratio value was under 30. Condition of Way Seputih Hulu River discharge was in the range between 2.84 until 3.40, therefore it is assumed normally, even it can be assumed very good value. The landuse alternative to mix garden land can given smal value for runoff  ratio and water production

    CONTROL OF MOSQUITOES BY THE USE OF FISH IN ASIA WITH SPECIAL REFERENCE TO INDIA: RETROSPECTS AND PROSPECTS (Pengendalian Nyamuk dengan Penggunaan lkan di Asia dengan Rujukan Khusus ke India: Tinjauan Masa Lalu dan Masa Depan)

    Get PDF
    ABSTRACTFish have their greatest potential as biocontrol agents against the aquatic stages of mosquitoes and are used as a major component of the integrated vector control programme. Many countries in Asia including India have used mosquito larvivorous fish for the containment of mosquito borne diseases, especially malaria. Present review is an attempt to prepare a list of potential mosquito larvivorous fish used in different countries in Asia with special emphasis on India.ABSTRAKIkan berpotensi paling besar sebagai agen hayati terhadap stadia akualik nyamuk dan digunakan sebagai komponen utama dalam program pengendalian vektor terpodu. Banyak Negara di Asia termasuk India telah menggunakan ikan pemakan jentik untuk ,menanggulangi penyakit bawaan nyamuk. terutama malaria. Tinjauan pustaka ini mencoba memberikan suatu daftar jenis-jenis ikan pemakan jentik yang digunakan di berbagai Negara di Asia dengan penekanan khusus di India.ABSTRACTFish have their greatest potential as biocontrol agents against the aquatic stages of mosquitoes and are used as a major component of the integrated vector control programme. Many countries in Asia including India have used mosquito larvivorous fish for the containment of mosquito borne diseases, especially malaria. Present review is an attempt to prepare a list of potential mosquito larvivorous fish used in different countries in Asia with special emphasis on India.ABSTRAKIkan berpotensi paling besar sebagai agen hayati terhadap stadia akualik nyamuk dan digunakan sebagai komponen utama dalam program pengendalian vektor terpodu. Banyak Negara di Asia termasuk India telah menggunakan ikan pemakan jentik untuk ,menanggulangi penyakit bawaan nyamuk. terutama malaria. Tinjauan pustaka ini mencoba memberikan suatu daftar jenis-jenis ikan pemakan jentik yang digunakan di berbagai Negara di Asia dengan penekanan khusus di India

    PENGARUH EKSTRAK ETANOL BIJI JARAK (Ricinus communis L.) TERHADAP STRUKTUR HISTOLOGIS TESTIS TIKUS SAWAH (Ratus Argentiventer ROBINSON & KLOSS) (The Effect of Castor-bean (Ricinus communis L.) Seeds Ethanol Extract on Microscopic Structure of Testis of)

    Get PDF
    ABSTRAK Tikus sawah (Rattus argentivenler Robinson dan Kloss) merupakan jenis hewan mammal yang menimbulkan kerugian besar di sektor pertanian. Selain daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan, tikus sawah memiliki kemampuan reproduksi yang tinggi dalam waktu singkat, sehingga populasi tikus sawah dapat meningkat dengan cepat Untuk mengatasi hal ini, diperlukan suatu teknik pengendalian, dengan mempengaruhi tingkat fertilitasnya. Biji jarak (Ricinus communis L.) diduga mempunyai efek antifertilitas yang diharapkan dapat mengurangi jumlah populasi tikus sawah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh ekstrak biji jarak terhadap struktur mikroskopis testis tikus sawah. Tiga puluh ekor tikus sawah jantan dengan rata-rata berat badan 99,4 g dibagi menjadi 6 kelompok, masing-masing 5 ekor. Satu kelompok kontrol diperlakukan dengan akuabides, 5 kelompok lainnya masing-masing diperlakukan dengan ekstrak etanol biji jarak secara oral dengan metode one way single dose 0.2 ml: 0.4 ml: 0.6 ml: 0.8 ml dan 1.0 ml/100 g bb. Setelah perlakuan tikus sawah dipelihara selama 12 hari. Kemudian tikus dikorbankan dan diambil testisnya untuk dibuat preparat dengan metode parafin, fiksasi dalam larutan Bouin, tebal sayatan 6 um, pewarnaan dengan hematoksilin dan Eosin (HE). Hasil penelitian menunjukkan struktur mikroskopis testis mengalami degenerasi. Uji statistik menunjukkan adanya penurunan secara nyata jumlah spermatogonia, spermatosit dan spermatid testis tikus sawah antara kelompok kontrol dan perlakuan. Makin tinggi dosis, makin tinggi tingkat kerusakan struktur mikroskopis dan jumlah spermatogonia, spermatosit dan spermatid makin sedikit. ABSTRACT Rice-field rat (Rattus argentiventer Robinson & Kloss) is a mammal pest that causes serious lost on agriculture crop. Beside high adaptation, rice-field rats also have high reproduction ability in a short time, so that the population of the rats increase rapidly. To control population of rice-field rats, an operation technology was required by influencing their fertility level. Castor-bean (Ricinus communis L.) seed have antifertility effect expected to reduce the number of rice-field rats population. This research was to learn the effect of castor-bean seeds ethanol extract on microscopic structure of testis rice-field rat. Thirty male rice-field rats with body weight average 99.4 g, were devided into six groups of five. The first group as control was treated with aquabidest and the other five group were treated with 0.2 ml; 0.4 ml; 0.6 ml; 0.8 ml and 1.0 ml per 100 g body weight castor-bean ethanol extract orally respectively with the method of one way single dose. After treatment, rats were kept during 12 days. Thereafter, the experimental rats were sacrificed and incised to remove the testis for routine histological process. The result revealed that testis shown degenerative structure. Statistically, the number of spermatogonia, spermatocytes and spermatids of rice-field rat were decrease compared to control. The higher dose, the higher damage of microscopic structure of testis and the number of spermatogonia, spermatocytes and spermatids were decrease

    KARAKTERISTIK KONSORSIUM BAKTERI PEROMBAK DIBENZOFURAN DARI SEDIMEN MANGROVE (Dibenzofuran-degrading Bacterial Consortium Characteristics from Mangrove Sediments)

    Get PDF
    ABSTRAK Dibenzofuran merupakan salah satu senyawa hidrokarbon aromatis polisiklik yang terdiri atas dua cincin benzene yang dihubungkan melalui satu atom oksigen dan satu atom karbon. Dibenzofuran yang mengalami khlorinasi bersifat lebih meracun dari pada senyawa asalnya, dibenzofuran. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsorsium bakteri perombak dibenzofuran dari sediment mangrove serta menyelidiki sifat mikrobiologisnya. Konsorsium dikembangkan dari sediment mangrove menggunakan medium mineral cair yang diperkaya dengan 1000 mg l-1 dibenzofuran sebagai satu-satunya sumber karbon dan energi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsorsium yang diperoleh mempunyai kemampuan merombak dibenzofuran yang relatif tinggi. Kecepatan perombakan konsorsium terpilih adalah 211,5 mg l-1hari-1. Dari konsorsium terpilih diperoleh lima isolat bakteri. Pertumbuhan konsorsium lebih tinggi dari pada masing-masing isolat atau kombinasinya. Jumlah bakteri dalam konsorsium terpilih mencapai 3,9x1012 CFU ml-1 sedangkan pada masing-masing isolat dan kombinasinya berkisar dari 1,0x108 sampai 7,9x1010 CFU ml-1. ABSTRACT Dibenzofuran is a one of polycyclic aromatic hydrocarbon compounds that consists of  two benzene rings that are inter connected by one oxygen atom and one carbon. Chlorinated dibenzofuran can be more toxic chemical than the original compound, dibenzofuran. The present study was conducted to obtain the dibenzofuran-degrading bacterial consortium from mangrove sediments and to investigate their microbiological characteristics. The bacterial consortium were developed from mangrove sediments by enrichment liquid minerals medium with 1000 ppm dibenzofuran as the sole source of carbon and energy. The results showed  that the consortium had relative high ability to degrade dibenzofuran. The degradation rates of dibenzofuran by the consortium was 211.5 mg l-1 day-1. There were five bacterial isolates in the consortium. The growth of the consortium was higher than that of the individual isolates or their combinations. The number of bacteria in the consortium was 3.9x10 1012 CFU ml-1 where as the number of the individual isolate or their combinations ranging from 1.0x108 to 7.9x1010 CFU ml-1

    MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT KABUPATEN POLEWALI MANDAR DI ERA OTONOMI DAERAH DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM YANG BERKELANJUTAN (Improving The Society Awareness in Polewali Mandar Regency in The Area autonomy Era in Processing the Natural Resource

    Get PDF
    ABSTRAKIndonesia pada umumnya dan khususnya Kabupaten Polewali Mandar krisis bencana lingkungan semakin serius. Keadaan ini telah mendorong tumbuhnya gerakan kepedulian terhadap penyelamatan sumberdaya alam dan lingkungan hidup. Bertujuan untuk melakukan reformasi terhadap praktek-praktek pengelolaan sumberdaya alamn dan lingkungannya yang secara bijaksana, sehingga krisis lingkungan hidup dapat dikendalikan. Kepada mayarakat dan berbagai pihak yang terkait dengan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan diperlukan kesadaran untuk rnengimplementasikan moral dan etika lingkungan.  ABSTRACT General Indonesia and especially Polewali Mandar regency is having crisis on natural disaster seriously.   This condition grows a movement to take care the natural resources and the living space.  The aim is making reformation on the way of processing the natural resources (wealth) and environment that are not popular (suitable) anymore so that the living space can be controlled.  The society and the stakeholder of natural resource processing is hoped to have awareness to imply a change in  minding it (morals) and good environmental  behaviour

    THE INFLUENCE OF OXALIC AND MALONIC ACIDS ON THE DEGREE OF Cu(II) PHOTOREDUCTION CATALYZED BY TIO2 (Pengaruh Asam Oksalat dnn Malonst terhadap Derajad Fotoreduksi ion Cu(II) yang Terkatalisis oleh TiO2)

    No full text
    The influence of oxalic and malonic acids on the effectiveness of Cu(ll) photoreduction catalyzed by TiO, has been studied. Photoreduction was carried out by a batch system in a closed reactor equipped by UV lamp. The results of the research show that the addition of TiO, photocatalyst can enhance Cu(ll) photocatalytic reduction, which may be initiated and/or accompanied by adsorption of Cu(ll) ion on the TiO, surface. The presence of both oxalic and malonic acids can improve of the Cu(ll) photoreduction, and the improvement is observed as the acid concentrations increase. It is also found that the effect of malonic acid in gaining Cu(ll) photoreduction is stronger than oxalic is, which are from around 20% into about 55% and that of into aroun d 35%, respectively. The roles of the acids on the enhancement of the photoreduction are OH radical attachment and electron donation.ABSTRACTThe influence of oxalic and malonic acids on the effectiveness of Cu(ll) photoreduction catalyzed by TiO, has been studied. Photoreduction was carried out by a batch system in a closed reactor equipped by UV lamp. The results of the research show that the addition of TiO, photocatalyst can enhance Cu(ll) photocatalytic reduction, which may be initiated and/or accompanied by adsorption of Cu(ll) ion on the TiO, surface. The presence of both oxalic and malonic acids can improve of the Cu(ll) photoreduction, and the improvement is observed as the acid concentrations increase. It is also found that the effect of malonic acid in gaining Cu(ll) photoreduction is stronger than oxalic is, which are from around 20% into about 55% and that of into aroun d 35%, respectively. The roles of the acids on the enhancement of the photoreduction are OH radical attachment and electron donation.ABSTRAKDalam penelitian ini telah dipelajari  pengaruh asam oksalat dan malonat terhadap hasil fotoredulrsi ion Cu(ll) ) yang terkatalisis oleh 'TiO2.. Proses fotoreduksi dilakukan secare batch dalam reaktor tertutup yang dilengkapi dengan lampu UV. Hasil penelitian menuniukkan bahwa penambahan fotokatalis T'iO2 telah meningkatkon hasil fotoreduksi ion Cu(ll) yang cukup nyata, yang reaksinya diawali atau disertai dengan proses adsorpsi ion Ar(ll) pada permukaan.fotokatalis TiO2. Adanya asam oksalat dan malonat telah memberikan peningkatan hasil fotoreduksi, yang sejalan dengan kenaikkan konsentrasi kedua asam orgonik tersebut. Asam molonat menghasilkan peningkatan.fotoreduksi yang lebih besar daripada asatn oksalat, yaitu masing-masing dari sekitar 20% menjadi kira-kira 55%o dan menjadi sekitar 35%,. Peran kedua asam organik dalam peningkatan.fotoreduksi adalah sebagai pengikat radikal OH dan penyedia elektron yang mereduksi ion Cu(ll)

    NILAI EKONOMI TOTAL KAMBING PERANAKAN ETAWAH (PE) SISTEM KANDANG KELOMPOK DI DESA GIRIKERTO TURI SLEMAN (Total Economic Value Of Etawah Crossbreed Goat Of Village Group System : A Case Study in Girikerto Village in Turi Sleman)

    No full text
    ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah menganalisis nilai ekonomi total yang menunjukkan besar aset sumberdaya Kambing Peranakan Etawah (PE) sistem kandang kelompok di Desa Girikerto Turi Sleman. Pengambilan sampel secara sensus pada tiga kelompok ternak yaitu "Mandiri" di Dusun Nganggring, "Pangestu" di Dusun Kemirikebo, dan "Sukorejo l" di Dusun Sukorejo sebanyak 116 sampel. Untuk menghitung nilai ekonomi total dengan mengidentifikasi manfaat sosial yaitu nilai guna langsung, nilai guna tidak langsung, maupun nilai pilihan. Selain itu juga mempertimbangkan biaya sosial meliputi biaya langsung atau operasional, biaya eksternal, dan biaya relokasi. Nilai manfaat dan biaya yang dapat dipasarkan (marketahle) menggunakan harga pasar, sedangkan yang tidak dipasarkan (no marketable) yaitu nilai pilihan (kemauan membayar atau willingness to Pay dari masyarakat dan peternak Kambing PE, sistem kandang kelompok) serta biaya relokasi (kemauan menerima tawaran alau Willingness to Accept peternak kambing sistem individu) menggunakan Contingent Valuation method (CIVM). Untuk mengetahui terjadinya perubahan di luar kondisi normal dengan menggunakan analisis sensitivitas meliputi perbaikan manajemen pemeliharaan, perubahan harga output clan input, serta perubahan lingkungan. Nilai ekonomi totaI pada kondisi normal untuk periode 5 tahun mendatang dengan asumsi tidak ada perkembangan populasi tiap tahunnya dalam satuan Unit Ternak (UT) sebesar 3.416.464.641 rupiah pertahun. Urutan prioritas kelayakan nilai ekonomi total Kambing Peranakan Etawah 5 tahun mendatang adalah penurunan mortalitas (4.111.611.671 rupiah pertahun), kenaikan harga jual ternak (3.814.291.873 rupiah pertahun), peningkatan produksi susu (3.756.830.268 rupiah pertahun). perbaikan kidding interval (3.536.780.715 rupiah pertahun), peningkatan harga susu segar (3.534.635.862 rupiah pertahun), penurunan harga pollard  (3.438.843.522 rupiah pertahun). peningkatan manfaat lingkungan (3.417.191.446 rupiah pertahun) dan peningkatan biaya lingkungan (3.438.843.522 rupiah pertahun). Hasil simulasi menunjukkan perbaikan manajemen pemeliharaan menjadi prioritas yaitu nilai ekonomi total pada peningkatan produksi susu, perbaikan kidding interval, dan penurunan mortalitas lebih tinggi dibandingkan pada kondisi normal. ABSTRACTThe study was aimed to analyze Total Economic Value showing the amount of resource asset of  Etawah  crossbreed goat in village group system in Girikerto Village Turi Sleman. The sampling was carried out in census in three groups of cattle “Mandiri” in Ngangring hamlet, “Pangestu” in Kemirikebo hamlet, and “Sukorejo I” in Sukorejo hamlet of 116 samples. To count the Total Economic Value by identifying social benefit (direct use value), indirect use value or option value and social cost (direct cost or production cost, external cost, and relocation cost). The marketable benefit and cost approach used market price; while ones which are not marketed (the Willingness to Pay of society and farmers of PE Crossbreed goat with village group system) and relocation cost (Willingness to Accept individual system goat farmers) used Contingent Valuation Method (CVM). Sensitivity analysis included the adjustment of maintenance management, output and input price change, and environmental change. Total Economic Value in normal condition for the period of next 5 years (with assumption that there is population increasing each year in Animal Unit of 3.416.464.641 rupee annually. The priority of the reliability of Total Economic Value of Etawah crossbreed goat in the next 5 years in mortality decrease (4.111.611.671 rupee annually), goat selling price increase (3.814.291.873 rupee annually), milk production increase (3.756.830.268 rupee annually), kidding interval repaire (3.536.780.715 rupee annually), fresh milk price increase (3.534.635.862 rupee annually), the decrease of pollard price (3.438.843.522 rupee annually), environment benefit increase (3.417.191.446 rupee annually), and the increase of environmental cost (3.438.843.522 rupee annually)so that it can be said that the repair of maintenance  management becomes the priority

    IKLIM MIKRO DAN KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA SEMARANG (The Micro Climate and The Need of Green Open Space for The City of Semarang)

    Get PDF
    ABSTRAK Salah satu darnpak perkembangan jumlah penduduk kota adalah terjadinya konversi lahan. Konversi ruang terbuka hijau (RTH) menjadi fasilitas bangunan menyebabkan terjadi pencemaran di kota. Berkurangnya RTH mengakibatkan terjadinya kenaikan temperatur lokal dalam kota. Keberadaan RTH memiliki manfaat cukup besar dalam peningkatan kualitas lingkungan hidup kota, seperti sebagai pengendali iklim mikro. Sebaran vegetasi perindang termasuk kategori jarang, terutama komposisi vegetasi rendah dan kerapatan pohon sangat jarang. Kondisi Iklim mikro secara keseluruhan termasuk kategori sebagian tidak nyaman, khususnya pada siang hari. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kurangnya vegetasi perindang di sepanjang jalan, sehingga kondisi iklim mikro menjadi panas dan kering. Keberadaan RTH di Semarang Tengah yang hanya seluas 6,77% perlu ditambah RTH seluas 14,02%. Diharapkan luas RTH sebesar 20,79% dari total luas wilayah, sehingga akan dapat memperbaiki iklim mikro di kawasan perkotaan. ABSTRACT One of the impact of people growth in town is land conversion. Green open space conversion become building facilities cause contamination in the city. Decreasing of green open space result local temperature increase in the city. Existence of green open space have big enough benefit of the quality of city environment, for example by controller of micro climate. The leafy vegetation spread include categories seldom, especially composition of low vegetation and closeness of tree very rare. Condition of micro climate as categorized 'a part unpleasant', specially in the day time. The condition influenced by decrease of  vegetation in alongside street, so that cause situation of micro climate hot and dry. Existence of green open space in Middle Semarang which only for the width of 6.77% require to be added green open space by 14.02%. So that expectedly wide of green open space equal to 20,79% from wide of total region, will be able to improvement of micro climate in urban area

    KAJIAN ASPEK SIKLUS KEHIDUPAN OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA STUDI KASUS: OBJEK WISATA UMBUL TLATAR, BOYOLALI (Study Of Life Cycle Aspect of Tourism Attraction Case Study: Tlatar Tourism Destination, Boyolali)

    Get PDF
    ABSTRAKKajian ini bertujuan untuk mengembangkan potensi kepariwisataan dan konservasi lingkungan di Objek Wisata Tlatar, Kabupaten Boyolali. Permasalahan utama di Objek Wisata Tlatar adalah karena belum adanya perencanaan yang memadai, khususnya terkait dengan tata ruang sebagai kawasan konservasi air. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode kualitatif dengan paradigma naturalistik. Pendekatan yang digunakan meliputi pendekatan perencanaan pariwisata terpadu (integrated tourism development), keterpaduan supply and demand pariwisata, dan ekowisata. Analisis yang digunakan dalam kajian ini meliputi analisis makro, mikro, dan analisis pasar. Analisis makro digunakan untuk mengidentifikasi permasalahan di Objek Wisata Tlatar dalam konteks makro, seperti area mata air, taman air, kolam renang, pemancingan, restoran, PDAM, lansekap, dan Balai Benih lkan (BBI). Analisis mikro meliputi hidrologi, zonasi dan tata guna lahan. Analisis pasar meliputi meliputi targeting, segmenting, dan positioning. Berdasarkan penemuan kajian ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa Objek Wisata Tlatar memiliki potensi untuk dikembangkan dan ditingkatkan kualitasnya, baik dari segi fisik, maupun nonfisik. Hasil akhir dari kajian ini membagi Tlatar menjadi 3 zona: Zona lnti, Zona Rekreasi Utama, dan Zona Penunjang. Zona inti terdiri dari konservasi mata air dan konservasi sungai. Zona rekreasi utama terdiri dari edukasi ekosistem air, taman air, dan rekreasi anak dan keluarga. Zona rekreasi penunjang terdiri dari resto pemancingan, seni budaya, agro wisata, desa wisata, olahraga, dan pelayanan. ABSTRACTThe purpose of this research is to develop tourism potential and environment conservation of Tlatar tourism destination, Boyolali Municipality. The lack of development management specially related to land use planning as water conservation area, is the main issues of Tlatar tourism destination.The method of this research is qualitative method with naturalistic paradigm, and the research approach are integrated tourism development, appropriate supply and demand and ecotourism. This research use macro analysis in order to identify the macro issues in Tlatar such as spring area, water park area, swimming pool area, fishing ground area, restaurant area, PDAM area, landscape, and Balai Benih Ikan (BBI). In the other hand, micro analysis cover hydrology, zoning and land use planning. To analyze  targeting, segmenting and positioning, this research use Market analysis.  The conclusion of this research is Tlatar tourism destination has a potential to be develop and  increasing its quality, in physique or non-physique aspect. The final result of this research is dividing Tlatar area into 3 zone: Core Zone, Main Attraction Zone, and Supporting Zone. Core Zone consist of river and spring conservation. Main Attraction Zone consist of water ecosystem education, water park, and family recreation zone, while Supporting Zone consist of fishing ground restaurant, cultural art, agro-tourism, village tourism, sport, and services zone

    343

    full texts

    446

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Manusia dan Lingkungan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇