Jurnal Profesi Kependidikan
Not a member yet
197 research outputs found
Sort by
Penerapan Model PBL Melalui Kegiatan Bermain Plastisin Untuk Meningkatkan Motorik Halus Pada Kelompok B di Tk Beringin XI
Perkembangan Motorik Halus Anak di Taman Kanak-Kanak Beringin XI masih rendah, hal ini disebabkan oleh pemilihan media pembelajaran yang digunakan kurang menarik bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motorik halus pada kelompok B di TK Beringin XI. Data penelitian melalui observasi dan dokumentasi. Prosedur pelaksanaan penelitian ini meliputi: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi dalam setiap siklus. Teknik Lembar Observasi Aktivitas Peserta didik menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada perkembangan motorik halus peserta didik dari siklus I ke siklus II. Persentase peningkatan kemampuan motorik halus peserta didik kelompok B pada Siklus I adalah 53,55 %, Siklus II menjadi 80%. Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan bahwa dengan kegiatan bermain plastisin dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak.Kata Kunci : Model pembelajaran Problem Basic Learning, Motorik halus, Plastisin
Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Kegiatan Menyusun Bentuk Geometri Dengan Berbagai Pola
Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Kelompok A Melalui Kegiatan Menyusun Bentuk Geometri Dengan Berbagai Pola di TK AL – HIKMAH BBS Bogor. Kemampuan kognitif adalah salah satu bidang pengembangan dalam Pendidikan anak Usia Dini yang sangat penting, agar kelak anak dapat memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian yaitu meningkatkan kemampuan kognitif anak melalui kegiatan menyusun bentuk geometri dengan berbagai pola pada kelompok A di TK AL- HIKMAH BBS Bogor. Penelitian dilakukan dibulan Agustus – September, Subyek penelitian adalah anak Kelompok A1 di TK AL – HIKMAH BBS Bogor yang berjumlah 14 orang anak, terdiri dari 5 anak laki-laki dan 9 anak perempuan, penelitian dilakukan melalui 2 siklus, prosedur perbaikan melalui perencanaan dan pelaksanaan, tehnik analisa data melalui observasi dan refleksi. Hasil penelitian dari Pra Siklus menunjukkan bahwa anak yang belum berkembang sebanyak 57%, kegiatan Siklus 1 anak yang berkembang sesuai harapan sekitar 50%, pada kegiatan Siklus II anak sudah berkembang sangat baik sebanyak 57 %. Kesimpulannya bahwa kegiatan menyusun bentuk geometri dengan berbagai pola pada kelompok A di TK AL – HIKMAH BBS Bogor dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak, dan guru harus pandai memilih bahan sebagai media yang menarik bagi anak serta berinovasi memberikan pola yang termudah terlebih dahulu kepada anak secara bertahap sebelum ke tahap pola yang lebih sulit.Kata kunci: Kognitif, Bentuk Geometri, Menyusun Pol
Analisis Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam Mengerjakan LKPD Materi Struktur dan Fungsi Tumbuhan
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) penerapan dan respon siswa terhadap model pembelajaran problem based learning dalam pembelajaran menggunakan LKPD materi struktur dan fungsi tumbuhan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, dan wawancara. Data dianalisis dengan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan (1) penerapan model pembelajaran problem based learning tergolong baik dan berhasil dilihat dari pemenuhan kriteria keterlaksanaan langkah pembelajaran dan skor yang dihasilkan. (2) respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran problem based learning dalam dikatakan positif. Hal ini disebabkan oleh adanya situasi yang memungkinkan terjadinya kegiatan belajar optimal dengan suasana interaktif dan proses tanya jawab terus menerus.Kata kunci : Problem Based Learning, Lembar Kerja Peserta Didik, Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuha
Penerapan Metode Eksperimen Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Pada Anak Di Kelompok B TK Ki Hajar Dewantara
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak melalui penerapan metode eksperimen di kelompok B TK Ki Hajar DewantaraTahun Pelajaran 2019/2020. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran melalui tiga siklus yang mana setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, hasil tindakan dan refleksi diperoleh hasil bahwa pada pra siklus 67% anak yang belum tuntas dan 33% anak yang sudah tuntas. Siklus 1 ada peningkatan 50% yang capaian perkembangan kognitifnya sudah pada tahap berkembang sesuai harapan dari kondisi awal yang hanya 33%. Kemudian pada siklus dua ada peningkatan lagi menjadi 83% yang capaian perkembangan kognitifnya ada pada tahap berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik. Keadaan makin membaik pada siklus tiga yakni dengan adanya peningkatan menjadi 100% yang ada pada tahap capaian perkembangan berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik. Adapun indikator pencapaian perkembangan kognitif anak dalam penelitian ini adalah 90%. Sehingga perbaikan kemampuan kognitif anak melalui pembelajaran metode eksperimen dikatakan berhasil karena sudah mencapai target yang ingin dicapai yakni 100% anak kelompok TK Ki Hajar DewantaraTahun Pelajaran 2019/2020 melalui pembelajaran dengan metode eksperimen meningkat kemampuan kognitifnya.Kata kunci: Metode Eksperimen, Kemampuan Kogniti
Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Media Kartu Angka Bergambar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan perkembangan kemampuan kognitif melalui media kartu angka bergambar di TK Hidayaturrahman Leles Garut. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas secara kolaboratif. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah kelompok B TK Hidayaturrahman Leles Garut yang berjumlah 15 anak. Objek penelitian adalah kemampuan kognitif anak melalui media kartu angka bergambar. Teknik pengumpulan data menggunakan Observasi, Dokumentasi dan wawancara. Instrumen yang digunakan dalam observasi berupa lembar penelitian, untuk dokumentasi menggunakan kamera foto untuk mendokumentasikan segala aktivitas anak selama kegiatan dan wawancara menggunakan pedoman wawancara dengan guru kelompok B untuk mengetahui kondisi dan permasalahan yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kobnitif anak berkembang sangat baik. Hasil pada akhir siklus II peserta didik yang menunjukkan hasil belum berkembang (BB) tidak ada, mulai berkembang ada 1 anak yaitu 6,6%, dan berkembang sesuai harapan (BSH) ada 2 anak yaitu 13,3%, dan berkembang sangat baik (BSB) ada 12 anak yaitu 80%.Kata Kunci: Media Kartu Angka Bergambar, Kemampuan Kogniti
Upaya Pemberian Motivasi Dalam Pembelajaran Motorik Halus Di TK Al- Hikmah
Konsep belajar siswa aktif memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan potensi yang dimiliki secara luas dalam proses pembelajaran,partisipasi anak dalam pembelajaran menjadi ciri adanya cara belajar siswa aktif. Namun menciptakan suasana dan kondisi seperti itu tidaklah mudah.Guru lebih dominan dan pegang kendali dalam aktivitas pembelajaran. Penelitian ini mengkaji empat hal,yaitu upaya pemberian motivasi dalam pembelajaran motorik halus, hasil upaya pemberian motivasi dan faktor yang menghambat pemberian motivasi dalam pembelajaran motorik halus dengan lokasi penelitian di TK AL HIKMAH Desa Babakan Losari Lor Kecamatan Pabedilan Kabupaten CirebonKata kunci: Motivasi, Motorik Halu
Peningkatan Kemampuan Keaksaraan Awal Menggunakan Jepitan Huruf Pada Anak Di Taman Kanak-Kanak Negeri Isompa Cabenge
Pada kegiatan pembelajaran di Kelompok B Taman Kanak-Kanak Negeri Isompa Cabenge ditemukan adanya masalah kurangnya kemampuan anak dalam mengenal keaksaraan awal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan keaksaraan awal anak menggunakan media jepitan huruf. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas. Data yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif. Dari hasil perbaikan pembelajaran dapat dilihat peningkatan kemampuan keaksaraan awal anak meningkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penggunaan jepitan huruf dapat meningkatkan kemampuan keaksaraan awal anak.Kata Kunci : Keaksaraan Awal. Jepitan Huruf
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Kolase Menggunakan Daun di TK Al Irsyad BottaE
Tujuan penelitian untuk meningkatkan kemampuan motoric halus anak pada kegiatan kolase menggunakan daun di TK Al Irsyad Bottae. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan kemampuan motoric halus anak melalui kegiatan kolase menggunakan daun di TK Al Irsyad Bottae. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan fokus penelitian pada kemampuan motoric halus dan kegiatan kolase. Teknik pengumpulan data menggunakan hasil penilaian setiap siklus. Pada siklus 1 menunjukkan perlunya kegiatan ini ditingkatkan dan pada siklus II kegiatan mencapai hasil baik sehingga disimpulkan bahwa kemampuan motorik halus anak meningkat melalui kegiatan kolase menggunakan daun di TK AL IRSYAD BOTTAE.Kata Kunci: Kemampuan motorik halus 1, kolase daun
Meningkatkan Kemampuan Sains Melalui Penerapan Metode Eksperimen Pada Kelompok B TK Mentari Jombang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan sains tentang pencampuran warna melalui penerapan metode eksperimen. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam II siklus, Subjek dalam penelitian ini adalah kelompok B TK Mentari. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi dengan instrumen berupa lembar format observasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan teknik analisis statistik kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan sains tentang pencampuran warna dengan penerapan metode eksperimen, hasil penerapan pada siklus I sebesar 65,83 % pada kriteria sedang, hasil pada siklus II sebesar 85 % tergolong kriteria tinggi. Jadi, terjadi peningkatan kemampuan sains tentang pencampuran warna pada anak sebesar 19,17 %.Kata-kata kunci: pencampuran warna, metode eksperimen, kemampuan sain
Penerapan Pembelajaran (Project Based Learning) PjBL Dalam Meningkatkan Metode Eksperimen pada Anak Usia Dini
Pendidikan adalah suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar anak secara aktif mengembangkan potensi yang dimiliki. Hasil belajar merupakan tahap pencapaian aktual yang ditampilkan dalam bentuk perilaku yang meliputi aspek kognitif, afektif maupun psikomotorik serta dapat dilihat dalam bentuk kebiasaan.Metode eksperimen merupakan metode pembelajaran dimana guru dan anak didik bersama-sama mengerjakan sesuatu sebagai latihan praktis dari apa yang telah dipelajari. Menurut Djamrah metode eksperimen merupakan cara penyajian pelajaran, dimana anak didik melakukan percobaan dengan mengalami sendiri sesuatu yang di pelajari.Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui ada pengaruh model PjBL terhadap kemampuan berpikir kreatif anak di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Tuwuhrejo Kesamben. Eksperimen adalah suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel lainya dalam kondisi yang terkontrol secara ketat. Metode eksperimen merupakan kegiatan sistematis untuk membangun hubungan yang mengandung fenomena sebab akibat.Jadi dapat di simpulkan bahwa tujuan dari metode eksperimen untuk menilai pengaruh suatu tindakan perlakuan/treatmean pendidikan terhadap tingkah laku anak atau menguji hipotesis tentang ada tidaknya pengaruh tindakan jika dibandingkan dengan tindakan yang lain. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan presentase pengetahuan anak pada kegiatan eksperimen yang dilakukan yaitu pada siklus pertama 56,37% dan pada siklus ke dua menjadi 84,50 % melalui kegiatan bermain yang menyenangkan.Kata Kunci : Eksperimen, Project Based Learning, Anak Usia Dini