Jurnal Profesi Kependidikan
Not a member yet
197 research outputs found
Sort by
Penerapan Metode Tutor Sebaya Pada Pelajaran Pekerjaan Dasar Otomotif di SMK PGRI Singosari
Pandemi COVID 2019 memaksa pemerintah membatasi pertemuan tatap muka pada pendidikan. Dilain sisi, SMK PGRI Singosari telah bekerja sama dengan Industri untuk menyediakan lulusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) yang sesuai dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Kebutuhan akan lulusan yang sesuai kebutuhan industry terhambat karena jam praktik terbatas. Akibatnya siswa yang masuk Kriteria Ketuntasan Minimal menurun. Salah satu cara yang patut dicoba adalah metode pembelajaran tutor sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkat jumlah siswa yang masuk Kriteria Ketuntasan Minimal pada mata pelajaran Pekerjaan Dasar Otomotif di kompetensi keahlian TKR. Data kuantitatif untuk menggali keefektivan metode pembelajaran tutor sebaya dilakukan pada Ujian Praktik Kejuruan (UPK). Sampel pra penelitian diambil dari nilai UPK II. pengambilan data penelitian diambil 2 kali yaitu UPK III dan IV. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ujian praktik kejuruan III ada 7 siswa yang nilainya masuk kriteria kelulusan dan meningkat di UPK IV ada 39 siswa yang nilainya masuk kriteria kelulusan.Kata Kunci : Tutor sebaya, peer learning, ujian praktik kejuruan
Meningkatkan Kemampuan Seni Melalui Kegiatan Kolase, Finger Painting, dan Mencap Kelompok B di TK ABA XIII Wates
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan seni dalam hal menggambar dan mewarnai pada kelompok B TK ABA XIII Wates melalui penggunaan media bahan alam yang ada disekitar lingkungan anak. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan dalam 3 siklus dengan langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan, tindakan pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak kelompok B yang berjumlah 5 anak. Data diperoleh dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif prosentase. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mengurutkan dan menulis angka mulai dari pra siklus, siklus I, siklus II dan siklus III. Pada prasiklus hanya mencapai 20% yang berkembang sesuai harapan, siklus I menjadi 40%, siklus II meningkat sebesar 60%, dan pada siklus III meningkat sebesar 100%. Hasil penelitian ini sudah melebihi indikator keberhasilan sebesaar 90%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan kolase, finger painting dan mencap dapat meningkatkan kemampuan seni anak pada kelompok B TK ABA XIII Wates Undaan Kudus.Kata Kunci: Kolase, finger painthing dan mencap, Perkembangan Seni
Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Kegiatan Sains Sederhana Kelompok B TK Ananda Makassar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh data observasi yang menunjukkan kemampuan kognitif anak belum berkembang secara optimal. Untuk merespon hal itu, maka peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan kognitif anak kelompok B TK Ananda Makassar melalui kegiatan sains sederhana. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan subjek penelitian adalah anak didik kelompok B TK Ananda Makassar pada semester II 2020/2021 yang berjumlah 6 anak. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kualitatif. Dari penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil kemampuan kognitif berkembang sesuai harapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui kegiatan sains sederhana dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak kelompok B TK Ananda Makassar.Kata kunci : kegiatan sains sederhana, kemampuan kogniti
Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Pada Siswa Kelas VIIA SMP YKPP Bontang
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VIIA SMP YKPP Bontang. Masalah yang diselidiki adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA dalam materi Klasifikasi Materi dan Perubahannya. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 1 Juli 2021 sampai dengan 14 Agustus 2021, bertempat di SMP YKPP Bontang Kota Bontang pada kelas VIIA. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas ( PTK ) yang terdiri dari 3 siklus, setiap siklus dilaksanakan selama sepuluh hari. Setiap siklus terdiri atas observasi perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar dan lembar observasi. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Dari data yang diperoleh di setiap siklus pembelajaran, persentase hasil belajar siswa bervariasi. Hasil analisis penilaian tiap siklus, dimana persentase ketuntasan mengalami peningkatan dari siklus I adalah 58,33%, pada siklus II menjadi .75,00%, dan pada siklus III menjadi 83,33%. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Kata Kunci : Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Hasil Belajar IP
PenerapanModel PBL untukMeningkatkan Hasil Belajar IPA Kelas VII A SMPIT DHBS Bontang
Abstrak.Penelitian ini berfokus pada penerapan model Problem Based Learning pada mata pelajaran IPA. Tujuan penelitian ini ingin meningkatkan hasil belajar IPA kelas VIIA SMPIT DHBS Bontang. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII A SMPIT DHBS Bontang yang berjumlah 34 peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan evaluasi disetiap siklus. Prosedur pelaksanaan di lakukan dalam 3 siklus. Hasil analisis penelitian dapat di lihat pada data awal hasil belajar peserta didik yang tuntas mencapai 14 peserta didik (42%) sedangkan yang belum mencapai ada 20 peserta didik (58%), dan hasil belajar peserta didik dari siklus I yang tuntas mencapai 23 peserta didik (68%) sedangkan hasil belajar peserta didik yang belum tuntas sebanyak 11 peserta didik (32%). Pada siklus II hasil belajar peserta didik yang tuntas mencapai 31 peserta didik (91%), sedangkan hasil belajar peserta didik yang belum tuntas yaitu 3 peserta didik (9%). Dan pada siklus III hasil belajar peserta didik tuntas sebanyak 34 peserta didik (100%) dari nilai KKM yang telah ditentukan sebasar 73. Maka diperoleh kesimpulan, bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar IPA peserta didik kelas VII A SMPIT DHBS BontangKata Kunci : Model Pembelajaran Problem Based Learnin
Peningkatan Hasil Belajar Melalui Penerapan Media Pembelajaran Power Point Dalam Pembelajaran Anatomi Fisiologi Kelas XA Keperawatan Pada SMKS St. Elisabeth Lela Tahun Pelajaran 2021/2022
Penelitian bertujuan meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas XA Keperawatan SMKS St. Elisabeth Lela melalui penerapan media Pembelajaran Power Point. Penelitian tindakan kelas terdiri atas 3 siklus, setiap siklus dilaksanakan selama 10 hari. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XA Keperawatan 15 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes dalam bentuk pilihan ganda. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil perolehan nilai rata-rata pada siklus 1 adalah 69, pada siklus 2 meningkat menjadi 70,3 dan di siklus 3 menjadi 79,13. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan media pembelajaran Power point pada mata pelajaran Anatomi Fisiologi dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas XA Keperawatan semester ganjil Tahun pelajaran 2021/2022 SMKS St. Elisabeth LelaKata Kunci : media pembelajaran power point, hasil belajar, peserta didi
Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Tk An nur Kelompok B Melalui Kegiatan Bermain Kerang
Penelitian ini berjudul “Upaya meningkatan Kemampuan Kognitif Anak TK An nurKelompok B Melalui Kegiatan Bermain Kerang”. Berawal dari adanya permasalahan yang ditemukan pada Taman kanak-kanak An nur Bontomarannu yakni kemampuan kognitif anakyang masih rendah diantaranya kemampuan mengenal angka dan berhitung maka penulis melakukan kegiatan penelitian tindakan kelas melalui praktek pembelajaran. Praktek pembelajaan dilaksanakan dalam 3 siklus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakahdengan menggunakan media kerang dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak melaluikegiatan bermain kerang pada Taman Kanak-kanak An nur Bontomarannu. Kegiatan bermain kerang mendapat respon yang sangat baik dari peserta didik TK An nur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan kemampuan kognitif anak melalui kegiatanbermain kerang (mengelompokkan, berhitung dan membentuk angka dari kulit kerang) pada Taman Kanak-kanak An nur. Peningkatan ini ditunjukkan dengan data peserta didik dengan kategori penilaian berkembang sesuai harapan mencapai 80%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan kemampuan kognitif anak melalui kegiatan bermain kerang di Taman Kanak-kanak An nur Bontomarannu.Kata Kunci: Kemampuan kognitif, TK An Nur, Keran
Upaya Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar IPA Melalui Metode Pembelajaran Problem Based Learning
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan hasil belajar IPA peserta didik kelas VIIIB melalui metode pembelajaran problem based learning di SMP Terpadu Ma’arif Gunungpring. Hasil penelitian, setelah menerapkan metode pembelajaran problem based learning, menunjukkan peningkatan minat dan hasil blajar IPA. Hal ini ditunjukkan dengan skor rata-rata angket minat belajar peserta didik pada siklus I sebesar 2,51. Siklus II meningkat menjadi 3,24. Siklus III meningkat menjadi 3,53. Hasil belajar peserta didik juga telah meningkat, hal ini dapat dilihat dengan nilai rata-rata siklus I untuk rata-rata nilai pengetahuan yaitu 71,43. Hasil belajar meningkat 90,00 pada siklus II dan 92,00 pada siklus III. Disarankan kepada guru untuk menggunakan metode pembelajaran problem based learning dalam pengajaran IPA ke mata pelajaran lain sebagai cara alternatif untuk meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik.Kata kunci: minat, hasil belajar, problem based learnin
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Mencetak Dengan Menggunakan Bahan Alam Di TK Trisna
Kemampuan motorik halus pada anak harus ditingkatkan, maka dari itu tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui peningkatkan kemampuan motorik halus melalui kegiatan mencetak dengan bahan alam di TK TRISNA Desa Natar Lampung Selatan. Metodologi penelitian ini adalah tindakan kelas di laksanakan melalui 3 siklus dengan tahap tindakan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Tempat penelitian di TK TRISNA Dusun VI Sukarame Desa Natar Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan Propinsi Lampung, peserta didik dalam penelitian ini anak berjumlah 15, terdiri dari laki-laki 6 dan perempuan 9 penelitian ini dilaksanakan pada Semester I minggu pertama dan minggu kedua bulan Oktober 2019. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi guru dan lembar observasi anak. Berdasarkan hasil observasi tindakan yang dilakukan oleh peneliti pada setiap siklus pada siklus I kategori BB 37,5%, kategori MB 37,5%, kategori BSH 25% dan kategori BSB 0%, meningkat pada siklus II kategori BB 25%, kategori MB 12,5%, kategori BSH 37,5% dan kategori BSB 12%, siklus III kategori BB 0%, kategori MB 6,25%, kategori BSH 37,5% dan kategori BSB 56,25%, kesimpulan dari penilitian ini adalah bahwa kegiatan mencetak dengan bahan alam dapat meningkatkan motorik halus.Kata Kunci : Motorik Halus, Mencetak, Bahan Alam
Penerapan Model PBL (Problem Based Learning) Untuk Meningkatkan Kemampuan Percaya Diri Peserta Didik Kelas XII Asisten Keperawatan SMK YPIB Majalengka
Siswa yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi akan lebih aktif dalam proses pembelajaran serta yakin akan kemampuannya sendiri. Namun, berdasarkan hasil observasi dan wawancara, menunjukkan bahwa percaya diri siswa sangatlah rendah. Padahal sebelumnya guru telah berusaha menerapkan model saat pembelajaran. Hal ini terlihat saat melakukan presentasi, rata-rata dari siswa masih kurang percaya diri ketika menyampaikan hasil diskusi dan saling lempar untuk menanggapi pertanyaan dari temen-temennya. Model pembelajaran yang diharapkan dapat menjadi solusi dari permasalahan tersebut adalah Model PBL (Problem Based Learning) yaitu model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkatkan kemampuan percaya diri siswa. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan Model Skema Hopkins. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII Asisten Keperawatan Sekolah Menengah Kejuruan YPIB Majalengka. Tindakan yang dilakukan yaitu penerapan model PBL (Problem Based Learnin) yang dilakukan dalam tiga siklus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan pembahasan di atas, penerapan model PBL (Problem Based Learning) dapat meningkatkan percaya diri siswa dalam proses pembelajaran hal ini ditunjukkan pada Siklus 1 sebesar 42,8% dengan kategori rendah. Siklus 2 sebesar 53,8% dengan kategori sedang dan Siklus 3 sebesar 81,8 dengan kategori Tinggi atau meningkat 27,7%,Kata Kunci : Problem Based Learning, Percaya diri, Peserta didik