Jurnal Profesi Kependidikan
Not a member yet
197 research outputs found
Sort by
Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia Dini Menggunakan Media Bahan Alam
Penelitian ini dilatar belakangi masih rendahnya kemampuan kognitif anak pada kelompok A TK PGRI Bayongbong. Ditemukan permasalahannya yaitu sebagian anak belum mampu mencapai indikator kemampuan kognitif, dan masih ada beberapa anak yang sulit menyebutkan angka secara berurutan, hal ini disebabkan karena metode yang digunakan guru tidak menarik seperti media yang digunakan masih menggunakan jari tangan untuk berhitung. Dalam kegiatan penelitian ini terdapat beberapa rumusan masalah yakni: (a) Bagaimanakah upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berhitung menggunakan media bahan alam di kelompok A di TK PGRI 1 Bayongbong? (b) Apakah kegiatan bermain menggunakan bahan alam dapat meningkatkan kemampuan berhitung anak kelompok A di Tk PGRI 1 Bayongbong? (c) Bagaimana implementasi penggunaan metode berhitung menggunakan media bahan alam di kelompok A TK PGRI 1 Bayongbong?. Tujuan secara umum penelitian ini adalah (1). mengetahui peningkatan kemampuan berhitung anak (2) mengetahui bagaimana upaya yang dilakukan untuk kemampuan berhitung anak menggunakan media bahan alam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas yang terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok A sebanyak 14 anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui observasi dan dokumentasi. Kemampuan anak setelah diberikan kegiatan menghitung menggunakan bahan alam dengan baik dan dapat menyebutkan angka. Rekomendasi bagi guru dan peneliti selanjutnya untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak melalui kegiatan menghitung menggunakan bahan alam dan media yang lebih menantang dan menarik.Kata Kunci: Berhitung, bahan ala
Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Menggunting Usia 5-6 Tahun TK Tunas Ceria
Kemampuan motorik halus penting dipelajari oleh anak usia dini, sebab motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu yang dipengaruhi oleh kesempatan untuk belajar dan berlatih. Seorang pendidik hendaknya memberikan kesempatan bermain/pembelajaran dalam situasi yang menyenangkan dan dapat menciptakan suasana bermain/pembelajaran yang nyaman dan bermakna untuk anak usia dini. Tujuan penelitian ini adalah Peningkatan Kemampuan motorik halus melalui kegiatan menggunting anak usia 5-6 Tahun di TK Tunas Ceria Kecamatan Tanjung Bintang kabupaten Lampung Selatan Tahun Pelajaran 2021-2022.Kata Kunci : Motorik halus, kegiatan mengguntin
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Kolase Pada Kelompok B TK Madinah
Setiap individu anak usia dini memiliki potensi untuk mengalami masalah. Salah satu masalah individu tersebut adalah perkembangan motorik halus. Perkembangan motorik halus ini berkaitan dengan pengembangan kemampuan dalam menggunakan jari untuk menggunakan berbagai kegiatan, seperti melakukan gerakan (motion), menempel, mencubit, memotong, melukis, dan lain-lain. Masalah perkembangan motorik halus ini ditemukan pada anak usia 5-6 tahun di TK Madinah.. Salah satu solusi dari mengatasi masalah pada perkembangan motorik halus adalah dengan mengadakan kegiatan kolase dengan media kapas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas kolase dengan media kapas pada perkembangan motorik halus anak-anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan instrument penelitian berupa lembar observasi, dokumentasi dan wawancara. Total sampel sejumlah 11 anak. Hasil dari penelitiannya adalah, sejumlah 9 anak memiliki perkembangan yang sangat baik dan 2 orang belum berkembang dengan baik. Penyebab anak yang belum berkembang dipengaruhi oleh perundungan secara verbal oleh anak lain, karena anak ini selalu ingin membantu orang lain menurut persepsinya, tetapi menurut persepsi anak lain hal ini dianggap mengganggu.Kata Kunci : Motorik Halus, Kolas
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Menggunting dengan Berbagai Media di Kelompok B TK Bidayatul Hidayah Panimbang Kabupaten Pandeglang
Pada proses pembelajaran di TK Bidayatul Hidayah Panimbang Kabupaten Pandeglang ditemukansuatu permasalahan pada pengembangan motorik halus melalui kegiatan menggunting, permasalahan ini dapat terlihat dari cara memegang gunting masih kaku, menggunting masih belum sessuai dengan pola yang disedikan guru bahkan sampai sobek, minat belajar anak masih kurang focus dan masih banyak anak yang meminta bantuan kepada guru untuk menyelesaikan tugasnya. Dengan adanya permasalahan tersebut mahasiswa melakukan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus perbaikan. Penelitian akan dilaksanakan di Taman Kanak-kanak Bidayatul Hidayah Panimbang Kabupaten Pandeglang pada kelompok B yang berjumlah 16 anak, penelitian dilakukan mulai dari tanggal 12 November sampai dengan tanggal 23 November 2018. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah dengan menggunakan metode bermain sejingga anak akan merasakan senang untuk melakukan kegiatan. Dalam perencanaan pembelajaran menggunting peneliti memberikan teknik dan tahapan yang sesuai dengan perkembangan anak yaitu dimulai dari yang termudah hingga sulit untuk anak seperti menggunting kertas secara lurus, menggunting pinggiran pola, menggunting zig-zag sampai menggunting yang lebih kompleks. Media yang dapat digunakan untuk menggunting adalah gunting, kertas, kain perca, karakas. Dari hasil perbaikan dapat terlihat perkembangan kemampuan motorik halus pada awal kegiatan hanya terdapat 10 %, pada siklus 1 berkembang menjadi 28 %, siklus II meningkat menjadi 75 % sehingga peneliti menyampaikan dengan kegiatan menggunting dapat meningkatkan motorik halus anak.Kata kunci: motorik halus, menggunting, berbagai medi
Peranan Storytelling dalam Meningkatkan Kecerdasan Emosional dan Imajinasi Anak Usia Dini
Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana peranan storytelling dalam meningkatkan kecerdasan emosional dan imajinasi anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data dan observasi menurut pengalaman penulis sendiri. Sebagai objeknya, penelitian ini dilakukan terhadap siswa Kelompok B TK Muslimat NU 08 Brondong sebanyak 10 peserta didik. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bahwa storytelling sangat berperan dalam meningkatkan kecerdasan emosional dan imajinasi anak usia dini.Kata Kunci : Storytelling, Kecerdasan Emosional, Imajinas
Peningkatan Kecerdasan Logika Matematika Anak Melalui Kegiatan Berhitung Menggunakan Papan Telur Di TKIT Anak Sholeh Mataram
Karena media guru kurang menarik untuk anak, maka tujuan penelitian, meningkatkan pengetahuan anak dalam berhitung. Metode penelitian yaitu penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian diperoleh melalui lembar observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi anak, guru, peneliti, sekolah, orang tua, masyarakat, maupun peneliti lebih lanjut. Hasil penelitian, terjadi peningkatan kecerdasan logika matematika anak dari siklus I sampai siklus II. Kesimpulan penelitian adalah, melalui permainan berhitung menggunakan papan telur meningkatkan kecerdasan logika matematika anak.Kata kunci: Kecerdasan, Logika Matematika, Berhitung, Papan Telu
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Bermain Warna Menggunakan Media Pewarna Makanan
Tujuan dari studi ini yaitu melatih ketrampilan jari jemari anak, guna menganalisa serta mengenali hasil upaya peningkatan keterampilan motorik halus anak usia TK lewat aktivitas Bermain warna memanfaatkan media pewarna makanan kelompok B TK Masyithoh Tekik, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Keterampilan motorik halus yang hendak ditingkatkan ialah lewat aktivitas mengetahui warna. Prosedur yang digunakan ialah dengan teknik Eksperimen, demonstrasi, tanya jawab, observasi, serta pengamatan secara langsung. Bersumber pada hasil riset yang diperoleh, anak sanggup menampilkan kenaikan motorik halus . Pada saat sebelum riset keterampilan motorik halus anak hanya mencapai 48% sebaliknya sehabis pendidikan memakai Media pewarna makanan mengalami kenaikan yang signifikan ialah sebesar 68%.Kata Kunci : Keterampilan motorik halus, Mengetahui, Mencipta, Warn
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Menganyam Berbasis Alam
Pandemi yang membawa dampak disegala aspek terutama pada aspek Pendidikan, menyebabkan kegiatan pembelajaran hanya monoton, sehingga kemampuan motorik halus anak tidak berkembang maksimal. Rumusan yang timbul dari permasalahan ini adalah bagaimana meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan menganyam berbasis alam. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan menganyam berbasis alam pada kelompok B TK Tunas Harapan I Babulu, melalui metode menganyam. Kesimpulan dari observasi pada proses pelaksanaan praktek pembelajaran diketahui bahwa pada siklus 1 prosentasenya 58,3%, kemudian pada siklus 2 mengalami peningkatan menjadi 75%, dan pada siklus 3 mengalami peningkatan menjadi 90% terlihat dari 3 anak mendapat bintang 4 dan 2 anak mendapat 3 bintang. Kemampuan motorik halus anak dipelajari dan diperoleh secara alamiah namun perlu adanya stimulasi agar berkembang maksimal. Melalui kemampuan motorik halus anak dapat memperoleh pengalaman dan keterampilan dari lingkungan dimana anak berada.Kata kunci: motorik halus, usia dini, menganyam, berbasis ala
Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak dalam Mengurutkan Benda Berdasarkan Ukuran Menggunakan Media Bahan Alam TK PKK Klayu Sumberwungu Tepus Gunungkidul
Penelitian ini adalah penelitian tindakkan kelas (PTK) yang dilaksanakan 30 hari pertemuan dalam tiga siklus. Subjek penelitian adalah anak Kelompok B TK PKK Klayu Tahun Pelajaran 2021-2022 yang berjumlah 5 anak. Tindakan yang dilakukan adalah upaya meningkatkan kemampuan kognitif anak dalam mengurutkan benda berdasarkan ukuran menggunakan media bahan alam. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi. Hasil penelitian menunjukkan upaya meningkatkan kemampuan kognitif anak dalam mengurutkan benda berdasarkan ukuran menggunakan media bahan alam pada siklus I, siklus II, dan siklus III. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat diketahui bahwa kemampuan kognitif anak dalam mengurutkan pola berdasarkan ukuran menggunakan media bahan alam dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak dalam mengurutkan benda berdasarkan ukuran.Kata Kunci: Kognitif, Media bahan alam
Penerapan Permainan Dadu Dalam Mengembangkan Kemampuan Kognitif Mengenal Bilangan 1-10 Kelompok A Tk Negeri Pembina Mamuju
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk Mengembangkan Kemampuan Kognitif Mengenal Bilangan 1-10 pada Anak Kelompok A di TK Negeri Pembina Mamuju. Prosedur yang akan dilalui adalah observasi awal sebelum diadakannya tindakan dan serta refleksi diri guru terhadap pembelajaran awal yang telah dilakukan. Hasil observasi awal dianalisis dan diolah bersama-sama antar guru (peneliti) dan rekan sejawat (pengamat) untuk dibuat tindakan yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah yang timbul pada siswa, guru dan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi.. Dari hasil analis didapatkan bahwa capaian pembelajaran anak mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II yaitu, siklus satu 13 % , nilai anak dengan kategori BSH 20 %, dan nilai anak dengan kategori MB 27 % serta nilai anak dengan kategori BB 40%.. dan siklus kedua mencapai 73% nilai BSB, 13% nilai BSH, 7% nilai MB dan 7% saja yang nilainya buruk /BB.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Penerapan Permainan Dadu dapat Mengembangkan Kemampuan Kognitif Mengenal Bilangan 1-10Kata kunci: permainan dadu, kemampuan kogniti