Jurnal Profesi Kependidikan
Not a member yet
    197 research outputs found

    Meningkatkan Kemampuan Mengenal Pola AB-AB Melalui Media Kertas Origami Anak Usia 4- 5 Tahun

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan mengenal pola AB-AB melalui media kertas origami pada kelompok A TK Negeri 1 Longkali. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subyek Penelitian adalah kelompok A yang berjumlah 5 anak. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 Siklus yang masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Adapun metode pengumpulan data dengan observasi menggunakan lembar observasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan siklus I adalah 54% termasuk keberhasilan cukup atau mulai berkembang (MB) Siklus II adalah 70% termasuk kriteria keberhasilan baik (BSH) dan pada siklus III adalah 89% kriteria keberhasilan sangat baik (BSB). Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan, dpat disimpulkan bahwa penggunaan media kertas origami dapat meningkatkan kemampuan mengenal pola pada usia 4-5 tahun TK Negeri 1 Longkali.Kata Kunci : Peningkatan Kemampuan, Pola AB-AB, Media, Kertas Origam

    Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Pengenalan Warna Menggunakan Media Miniatur Menara Air Warna–Warni TK Kemala Bhayangkari 19 Gending

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis upaya meningkatkan keterampilan kognitif anak TK melalui aktivitas Pengenalan warna memanfaatkan media” Miniatur menara Air warna-warni“di TK Kemala Bhayangkari 19 Gending, Probolinggo, Jawa Timur. Proses yang digunakan ialah dengan teknik Eksperimen, demonstrasi, tanya jawab, observasi, serta pengamatan secara langsung dalam mengenal warna dan gradasinya. Bersumber pada hasil riset yang diperoleh, anak sanggup menampilkan kenaikan kognitif. Pada saat sebelum tindakan, keterampilan kognitif anak yang belum maksimal mencapai 75% sebaliknya sehabis pendidikan memakai Media perlengkapan peraga miniatur menara air warna-warni nampak kenaikan yang signifikan. Setelah perlakuan kemampuan meningkat 95% bisa menciptakan, menampilkan, serta mengatakan bermacam macam warna.Kata Kunci : Keterampilan mengetahui, menciptakan, menunjukan, menyebutkan, warna

    Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Kolase Dengan Menggunakan Media Bahan Alam di TK Satya Kumara

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan kolase dengan menggunakan media Bahan Alam. Motorik Halus adalah gerakan yang hanya melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu saja dan dilakukan oleh otot kecil, seperti keterampilan menggunakan jari jemari tangan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, subjek penelitian ini adalah anak kelompok B TK Satya Kumara yang berjumlah 15 orang anak. Hasil penelitian pada setiap siklus menunjukkan peningkatan dari siklus 1 ke siklus selanjutnya. Dari siklus 1 yang menunjukkan anak belum berkembang dan anak berkembang sesuai harapan , di siklus 2 anak berkembang sangat baik. Demikian kegiatan Kolase dengan media bahan alam sangat efektif untuk meningkatkan motorik halus di TK Satya Kumara.Kata Kunci : Kolase, media bahan alam, motorik halus

    Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Gerak Dan Lagu Pada Kelompok A TK Hikma Urung

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan motorik kasar dapat ditingkatkan melalui gerak dan lagu di kelompok A di TK Hikma Urung. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas, subjek penelitian adalah anak kelompok A TK Hikma Urung pada semester I 2021/2022 sebanyak 6 anak. Berdasarkan data hasil observasi kemampuan motorik kasar anak di TK Hikma Urung rendah. Penelitian dilaksanakan dua tahap yaitu siklus I dan siklus II. Analisis data menunjukkan kemampuan motorik kasar anak sebesar 50 % pada siklus I dan 75 % pada siklus II. Hasil penelitian disimpulkan bahwa melalui gerak dan lagu dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak.Kata kunci: Gerak, lagu, Motorik Kasa

    Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VII A SMP Muhammadiyah Muntilan

    Full text link
    Peserta didik SMP Muhammadiyah Muntilan kurang aktif mengikuti pembelajaran IPA, kurang memanfaatkan kesempatan untuk bertanya dan menjawab pertanyaan. Keaktifan mengemukakan pendapat masih rendah. Respon peserta didik yang rendah menunjukkan keaktifan peserta didik dalam belajar IPA masih rendah.. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan sebanyak 2 siklus. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas siswa dan tes hasil belajar pada materi Enenrgi dalam kehidupan sehari – hari. Hasil penelitian di temukan aktivitas pra siklus, siklus 1, dan 2, mengalami peningkatan. Keaktifan belajar pra siklus : 55%, siklus 1: 70% dan siklus 2: 83%. Ketercapaian KKM hasil belajar pra siklus 33%, siklus 1 60% dan siklus 2 90%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning meningkatkan Keaktifan Belajar Peserta Didik Mata Pelajaran IPA siswa kelas VII A di SMP Muhammadiyah Muntilan.Kata Kunci: Problem Based Learning, keaktifan belajar, materi energi, hasil belajar

    Kemampuan Kognitif Anak Melalui Pembelajaran Sains Pemula dengan Metode Proyek Kelompok B TK Negeri Pertiwi Letta

    Full text link
    Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan perkembangan kognitif melalui pembelajaran sains pemula dengan metode proyek pada anak usia 5-6 tahun Taman Kanak-Kanak ‘Negeri Pertiwi Letta,Kecamatan Bantaeng,kabupaten Bantaeng . Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena penelitian ini bersifat deskriptif. Terdapat peningkatan perkembangan kognitif pada indikator mengenal perbedaan berdasarkan warna, bentuk, ukuran di kondisi awal 0%, meningkat menjadi 7,69% pada siklus I, pada siklus II meningkat menjadi 92,31%. Menerapkan pengetahuan atau pengalaman dalam kegiatan yang baru di kondisi awal 0%, meningkat menjadi 65,38% pada siklus I, pada siklus II meningkat menjadi 92,31% dan menunjukkan aktifitas yang bersifat menyelidik di kondisi awal 0%, meningkat 15,39% pada siklus I, pada siklus II meningkat menjadi 88,46%. Dengan demikian perkembangan kognitif anak pada siklus I ke siklus II mengalami peningkatan dan dikategorikan Tinggi.Kata Kunci: Perkembangan Kognitif, Pembelajaran Sains, Metode Proye

    Penerapan Problem Based Learning (PBL) Menggunakan Bahan Pangan Untuk Meningkatkan Kritikal Thingking Anak (Penelitian Tindakan di Kelompok A TK Tunas Rimba Ngawi, Kab. Ngawi, Tahun 2021/ 2022)

    Full text link
    Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak kelompok A TK Tunas Rimba Ngawi Kab. Ngawi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan menggunakan model Kemmis dan Taggart yang dilakukan sebanyak 14 kali pertemuan. Subjek penelitian ini yaitu kelompok A TK Tunas Rimba Ngawi yang berjumlah 6 orang. Langkah-langkah meliputi: (1) Perencanaan, (2) tindakan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan analisa data secara kuantitatif dan kualitatif.Analisa data kualitatif menggunkan model analisa oleh Miles dan Hubberman.Penelitian pra tindakan dilakukan untuk mengetahui hasil prosentase awal kemampuan berpikir kritis anak melalui metode eksperimen berbasis lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan rerata kelas pada pra tindakan sebesar 66,67% pada kategori mulai berkembang (MB) dan 33,33 pada kategori berkembang sesuai harapan (BSH). setelah siklus I meningkat menjadi sebesar 50% pada kategori mulai berkembang (MB) dan 50 % berkembang sesuai harapan (BSH). Pada siklus 2 meningkat menjadi 16,67% pada kategori mulai bekembang (MB) dan 83.33% pada kategori berkembang sesuai harapan (BSH).Kata Kunci: kemampuan berpikir kritis, metode eskperimen, penelitian tindaka

    Meningkatkan Kreatifitas Melalui Kegiatan Berkreasi dengan Playdough Pada Peserta Didik Kelompok B TK Al Umariyyah Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban Tahun 2021

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas anak melalui berkreasi dengan playdough. Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelompok B TK Al Umariyyah Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban dengan jumlah anak 7. Kreatifitas anak dalam penelitian ini adalah kreatifitas anak dalam berkreasi dengan playdough. Penelitian ini dilakukan dalam 3 siklus dan dalam masing-masing siklus terdapat 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreatifitas anak dapat ditingkatkan melalui kegiatan berkreasi dengan playdough dapat menarik minat anak. Hal itu dapat dibuktikan bahwa pada setiap siklus hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan. Berdasarkan pelaksanaan hasil perbaikan pembelajaran dapat disimpulkan bahwa kegiatan berkreasi dengan playdough dapat meningkatkan kreatifitas anak pada kelompok B TK Al Umariyyah Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban.Kata kunci: Kemampuan kreatifitas, berkreasi, playdoug

    Penerapan Pendekatan Saintifik Dalam Mengembangkan Kognitif Anak Usia Dini Di TK Pantiyogo Desa Sambirembe Kecamatan Karangrejo Kabupaten Magetan Tahun Pembelajaran 2021/2022

    Full text link
    Kegitan belajar mengajar di TK Pantiyogo dikemas dalam bentuk bermain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuai Penerapan Pendekatan Saintifik Dalam Mengembangkan Kognitif Anak Usia Dini Di Tk Pantiyogo Desa Sambirembe Tahun Pembelajaran 2021/2022. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dari simpulan temuan yang ada di lapangan bahwa penerapan pendekatan saintifik dapat mengembangkan kognitif anak usia dini di TK Pantiyogo, dapat dilihat dari cerminan perilaku anak yang mencerminkan sikap ingin tahu dengan percobaan yang dilakukan untuk pembuktian, sikap kreatif, mengetahui cara menyelesaikan masalah sehari-hari, menyelesaikan masalah, mengenal benda-benda di sekitarnya, menyampaikan tentang apa dan bagimana benda-benda di sekitar, mengenal lingkungan sosial, menyajikan berbagai karya dalam bentuk gambaran, bercerita, bernyanyi, dan gerak tubuh, mengenal lingkungan alam, menyajikan berbagai karya yang berhubungan dengan lingkungan alam dalam bentuk gambaran, bercerita, bernyanyi, dan gerak tubuh. Serta memfasilitasi dan mengembangkan sikap ingin tahu, tekun, terbuka kritis, mawas diri bertanggungjawab, dan bekerja sama, dan mandiri dalam kehidupanya.Kata kunci : Pendekatan Saintifik, Perkembangan Kognitif, Usia din

    Penggunaan Media Buku Cerita Untuk Pengembangan Bahasa Pada Anak Usia 4-5 Tahun di TKIT Bina Auladia 1 Cikarang-Bekasi

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (a) kemampuan bahasa anak, (b) penggunaan media buku cerita, dan (c) dampak penggunaan media buku cerita terhadap pengembangan kemampuan bahasa anak. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus yang terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah anak, pendidik dan pengelola. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, wawancara, catatan lapangan dan studi dokumentasi.. Hasil penelitian siklus I menunjukan anak yang memiliki kemampuan bahasa tinggi sebesar 31% dan pada siklus II mengalami peningkatan signifikan sebesar 85%.Kata kunci: Kemampuan bahasa, Buku cerita, Usia 4-5 Tahun

    189

    full texts

    197

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Profesi Kependidikan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇