Jurnal Profesi Kependidikan
Not a member yet
197 research outputs found
Sort by
Peningkatan Motivasi Dan Hasil Belajar Peserta Didik Melalui Penerapan Model Problem Based Learning
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik melalui penerapan Model Problem Based Learning. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan sistem siklus yang didalamnya terdapat kegiatan perencanaan , pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XII Asisten Keperawatan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Pelaihari yang terdiri dari 16 orang peserta didik. Teknik pengumpulan data mengunkan teknik observasi, dan tes. Teknik analisis data meliputi perhitungan persentasi dengan standar kualitatif keaktifan peserta didik dan rata-rata hasil belajar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan motivasi dan hasil peserta didik.Kata Kunci : Problem Based Learning, Penelitian Tindakan Kelas, motivasi, hasil belaja
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Menggunting dan Kolase Kelompok A TK Pertiwi 26-24 Luwijawa
Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Menggunting dan Kolase Di Kelompok A TK Pertiwi 26-24 Luwijawa. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Menggunting dan Kolase di Kelompok A TK Pertiwi 26-24 Luwijawa? Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Menggunting dan Kolase di Kelompok A TK Pertiwi 26-24 Luwijawa. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan focus penelitian pada kemampuan Motorik Halus anak melalui kegiatan menggunting dan Kolase. Subjek penelitian sebanyak sebelas orang anak didik yang telah diketahui melalui survey awal dengan guru kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan hasil penilaian pembelajaran untuk setiap aspek perkembangan anak. Analisis data menggunakan analisis data deskriptif. Dengan demikian kegiatan percobaan menggunting dan kolase dapat meningkatkan motorik halus anak di kelompok A TK Pertiwi 26-24 LuwijawaKata Kunci: Motorik halus, Menggunting, Kolase, Praktek langsun
Pengetahuan Pendidik TK Pembina Porsea Tentang Perkembangan Anak Serta Implementasi Dalam Pembelajaran
Penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengetahuan pendidik PAUD di TK. Pembina Porsea tentang tahap perkembangan anak usia dini dan untuk mengetahui apakah aktivitas kegiatan di kelas TK. Pembina Porsea sesuai dengan prinsip dan tahap-tahap perkembangan anak. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan pengumpulan data melalui wawancara dan focus group disscusion. Hasil penelitian Pengetahuan pendidik PAUD di TK. Pembina Porsea tentang tahap perkembangan anak usia dini tergolong baik. Guru PAUD di TK. Pembina Porsea memiliki tingkat pengetahuan terbaik berada pada rentang lama kerja diatas 10 tahun. Aktivitas kegiatan di kelas TK. Pembina Porsea sesuai dengan prinsip dan tahap-tahap perkembangan anak. Pengetahuan Pendidik PAUD terhadap prinsip-prinsip diperoleh secara akademis mengingat para guru PAUD TK. Pembina Porsea berlatar belakang pendidikan S1 PAUD. Namun faktor otodidak berdasarkan pengalaman mengajar selama kurun waktu lebih dari 10 tahun di lapangan juga sangat berperan. Pengetahuan terkait tentang prinsip-prinsip dalam tahap perkembangan anak yang di ketahui para pendidik PAUD dapat menstimulasi anak dengan benar.Kata kunci: Pengetahuan Pendidik, Perkembangan Anak, Implementasi Dalam Pembelajara
Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Menggunting Pola pada Anak Usia 4-5 Tahun di TK Dharma Wanita Toyoresmi Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri Tahun 2020/2021
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan motorik halus anak dalam hal menggunting di TK Dharma Wanita Toyoresmi kecamatan Ngasem kabupaten Kediri, sehingga diperlukan penggunaan media yang menarik untuk meningkatakan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan menggunting yaitu media gambar pola. Penelitain ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan motorik halus melalui kegiatan menggunting pada anak usia 4-5 tahun di TK Dharma Wanita Toyoresmi kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas dengan deskriptif dua siklus, masing- masing siklus terdiri; perencanaan pembelajaran, tindakan, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah anak Kelompok A yang berjumlah 20 anak. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi dengan menggunakan alat pengumpul data, berupa pedoman Observasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan rumus persentase dan menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian dalam penelitian ini adalah: terdapatnya peningkatan kemampuan motorik halus anak melaui kegiatan menggnting pola baik pada siklus I maupun pada siklus II. Berdasarkan temuan penelitian dapat disarankan kepada guru dan orang tua untuk dapat menggunakan media pola gambar dalam menstimulasi peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan mengguntingKata kunci: Kemampuan motorik halus anak, mengunting pol
Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru di TK KARTINI 02 melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG)
Penelitian ini mengkaji tentang pelaksanaan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Masalah yang diteliti berkaitan dengan latar belakang Pendidikan Anak Usia Dini, Persiapan PPG, Proses PPG serta pengaruh PPG dalam meningkatkan kompetensi profesional guru PAUD yang berlangsung dalam jangka waktu empat bulan. Hasil Penelitian ini adalah peningkatan kompetensi peserta Pendidikan Profesi Guru secara profesional. Meningkatnya wawasan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi serta meningkatnya kompetensi dalam mempersiapkan segala aspek yang berhubungan dengan proses belajar mengajar seperti menyiapkan rencana pembelajaran, media pembelajaran, bahan pembelajaran, penggunaan metode pembelajaran dan penilaian pembelajaran. Sedangkan secara personal meningkatnya rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tugas sebagai guru untuk mendidik dan membimbing peserta didik. Pelaksanaan program pendidikan profesi guru akan menghasilkan guru-guru taman kanak - kanak yang mempunyai kompetensi personal yang baik sehingga menjadi contoh bagi peserta didik serta mempunyai kompetensi profesional yang membanggakan.Kata Kunci: Pendidikan, Profesi Guru, Kompetensi Profesiona
MeningkatkanKemampuan Mengenal Lambang Bilangan 1-10 denganMedia Kartu Angka KelompokA TK Mekar Sari
Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan terkait banyaknya siswa yang mengalami kesulitan dalam mengenal simbol bilangan khususnya pada siswa kelas A TK Mekar Sari, Desa, Gunung Tumpeng, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah sehingga diperlukan penggunaan media untuk mengembangkan pengetahuan siswa dalam mengenal konsep bilangan yaitu media kartu angka. Penelitian ini diperoleh melalui observasi dan dokumentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara mengembangkan pengetahuan siswa tentang angka melalui permainan dengan media kartu angka di TK Mekar Sari, Desa Gunung Tumpeng Kecamatan Suruh, Kabupaten Ssemarang, Jawa Tengah. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas A yang terdiri dari 20 orang siswa. Untuk pengumpulan data penulis menggunakan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui media kartu angka sangat efektif dalam mengembangkan pengetahuan anak dalam mengenal angka pada anak kelas A TK Mekar Sari, Desa Gunung Tumpeng, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Saran dari peneliti yaitu sebaiknya pendidik menggunakan media yang menarik dalam pembelajaran untuk meningkatkan pengetahuan anak dalam mengenal bilangan atau angka.Kata Kunci: media, lambang bilangan, pegetahuan, kartu angk
Peningkatan Kemampuan Anak Dalam Mengenal Lambang Bilangan Dengan Media Kantong Kanguru
Rendahnya kemampuan anak dalam mengenal lambang bilangan yaitu dalam hal mengutkan lambang bilangan, menghubungkan bilangan pada lambang bilangan serta meniru lambang bilangan. Media yang digunakan yaitu media kantong kanguru yang sebelumnya belum dipakai dalam kegiatan pembelajaran mengenalkan anak pada lambang bilangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakann kelas, instrument yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi, lembar tes dan kinerja guru. Hasil pembelajaran dalam penigkatan kemampuan anak dalam mengenal lambang bilangan dengan media kantong kanguru di TK Al-Huda Kecamatan Lebakwangi Kabupaten Kuningan mengalami peningkatan yang signifikan pada siklus 1 yaitu 77%, siklus II yaitu 90% dan pada siklus ke III mencapai 96%. Dapat disimpulkan bahwa anak sudah mampu mengenal lambang bilangan dengan baik sesuai yang diharapkan.Kata Kunci : Kemampuan Kognitif, Kantong Kanguru, Hasil Belaja
Meningkatkan Kreativitas Bercerita Anak Melalui Metode Project Based Learning
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan kreativitas bercerita Anakmelalui metode proyek. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yangdilaksnakan dalam 3 siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi penilaian terhadap hasil unjuk kerja anak. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode proyek yang dilaksanakan dalam tiga siklus terbukti dapat meningkatkan kemampuan kreativitas bercerita anak kelompok B terlihat pada kondisi siklus I hanya 53% menjadi 80% di siklus II, dan meningkat di siklus III menjadi 93%.Kata Kunci: Kreativitas, Bercerita, Metode PB
Penerapan Metode Penugasan Menggunakan Media Konkret Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun di TK YPS Lawewu
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan metode penugasan menggunakan media konkret dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun di TK YPS Lawewu Sorowako Kecamatan Nuha Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Berdasarkan hasil capaian perkembangan anak pada Siklus I sebesar 80% , Siklus II sebesar 85%, dan Siklus III terjadi peningkatan sebesar 95%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan diterapkannya metode penugasan menggunakan media konkret dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini di TK YPS Lawewu.Kata Kunci : Motorik halus, metode penugasan, media konkre
Meningkatkan Kemampuan Mewarnai Gambar dengan Menggunakan Metode Pemberian Tugas pada Anak Usia Dini
Penelitian ini dilatar belakangi adanya permasalahan yang ditemukan di TK Daruttaqwa yaitu rendahnya kemampuan anak dalam mewarnai gambar, kurang tepatnya metode yang di gunakan dalam mewarnai gambar, kurangnya bimbingan guru dalam kegiatan mewarnai gambar. Adapun pelaksanaan perbaikannya meliputi pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran harian, persiapan alat dan lembar kerja anak untuk melakukan kegiatan mewarnai gambar serta membuat lembar penilaian kegiatan pembelajaran. Pada setiap kegiatan lebih difokuskan untuk mewarnai gambar sederhana dengan menggunakan metode pemberian tugas. dengan pengamatan langsung dan bimbingan secara individu mampu meningkatkan kemampuan mewarnai gambar pada anak kelompok A TK DaruttaqwaKata kunci: mewarnai gambar, pemberian tuga