Jurnal Profesi Kependidikan
Not a member yet
    197 research outputs found

    Meningkatkan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Seni Membatik Dengan Media Cotton Bud pada Anak Kelompok B TK Pertiwi Tawangrejo Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora Tahun Pelajaran 2021/2022

    Full text link
    anak belum memenuhi tingkat pencapaian perkembangan karena tidak semua anak dapat menguasai cara membatik. Masalah penelitian tentang meningkatkan kreativitas anak melalui kegiatan membatik menggunakan media cotton bud pada kelompok B di TK Pertiwi Tawangrejo. Jenis penelitian menggunakan jenis penelitian tindakan kelas. Metode yang digunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian pada setiap siklus menunjukan peningkatan dari siklus 1 ke siklus selanjutnya yang sebelumnya hasil anak berlembang sangat baik 75% menjadi 100%. Berdasarkan hasil yang dicapai disimpulkan bahwa dengan kegiatan membatik dengan media cotton bud terbukti dapat meningkatkan kreativitas pada anak.Kata kunci: kreativitas, membatik, media cotton bu

    Meningkatkan Kreativitas Anak Kelompok A dengan Binbotas di TK Pertiwi Ranting

    Full text link
    Meningkatkan kreativitas Anak Kelompok A dengan binbotas di TK Peritiwi RantingKecamatan Batumandi Kabupaten Balangan. Permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini adalah rendahnya kreastivitas anak yang di akibatkan dari kurangnya minat belajar anak di TK Pertiwi Kecamatan Batumandi Kabupaten Balangan. Untuk itu dilakukan penelitian dengan penggunaan dari botol plastik bekas (binbotas). peserta didik diharapkan mampu berpikir logis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama dengan tujuan untuk meningkatkan aktivitas guru dan anak serta hasil belajar anak. Aktivitas anak TK Pertiwi Batumandi sudah efektif, terjadi peningkatan keaktifan anak dalam mengikuti pembelajaran, anak menjadi antusias, kreatif dan bersemangat dalam mlakukan kegiatan bermain membuat binatang dari botol plastik bekas (binbotas). Berdasarkan hasil penelitian, dengan menggunakan media botol plastik bekas (binbotas) dapat meningkatkan kreativitas anak dengan menunjukkan bahwa 85% anak sudah mampu melakukan kegiatan dengan sangat baik.Kata Kunci: Kreativitas: bermain binbota

    Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Melalui Kegitan Bermain Kartu Huruf Pada Kelompok B TK Pertiwi 4 Losari

    Full text link
    Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak melalui kegiatan bermain kartu huruf, dilakukan dengan metode interpretative yaitu menginterprestasikan dan mengenal fenomena atau gejala yang diteliti di lapangan. Instrumen yang digunakan dalam peneitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan tabulasi dari reduksi data bahwa perkembangan bahasa pada anak didik dilaksanakan melalui kegiatan bermain kartu huruf. Hal tersebut dimaksudkan agar anak dapat meningkatkan kemampuan bahasanya dengan baik. Lingkungan kelas dan media yang digunakan harus dapat menarik minat anak dalam belajar sehingga dapat mendukung pencapaian kemampuan bahasa anak secara maksimal. Dari hasil penelitian tersebut, pendidik bisa memberikan kegitan yang bervariasi dan sesui dengan tingkat perkembangannya sehingga kemampuan bahasa anak berkembanga secara oprimal. Perkembangan bahasa anak dikemas melalui kegiatan bermain yang menyenangkan sehingga anak anak lebih termotifasi dan menikmati dunia bermainnya dalam mengembangkan kemampuan bahasa pada anak.Kata Kunci: Bahasa, Bermain, Kartu Huru

    Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Bentuk dan Ukuran Pada Kelompok A Melalui Media Papan Geometri

    Full text link
    Dari pengamatan di lapangan yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa secara umum pemahaman konseb bentuk dan ukuran anak kelompok A di Taman Kanak-Kanak Dharma Wanita Persatuan Tarik masih rendah. Dalam penelitian ini dilakukan pemecahan masalah tersebut dengan strategi media papan geometri. Berdasarkan paparan tersebut, tujuan penelitian yang akan dicapai adalah mengetahui aktifitas siswa kelompok A selama pembelajaran dengan menggunakan papan geometri dan mendiskripsikan pemahaman konsep bentuk dan ukuran anak melalui papan geometri. Untuk pengumpulan data digunakan teknik lembar pengamatan siswa, lembar pangamatan media dan penilaian kemampuan bidang pengembangan meningkatkan pemahaman konsep bentuk dan ukuran yang diperoleh dari kegiatan yang dilakukan selama dalam proses pembelajaran, analisa data dilakukan secara diskriptif baik secara kuantitatif maupun kualitatif berdasarkan analisa data ini menunjukkan perolehan bahwa pada siklus I sebesar 68,5% dan meningkat pada siklus II sebesar 87,5%. Dapat disimpulkan bahwa aktivitas penggunaan papan geometri dapat meningkatkan pemahaman konsep bentuk dan ukuran pada anak kelompok A di Taman Kanak-Kanak Dharma Wanita Persatuan Desa Tarik, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.Kata kunci: Pemahaman Konsep, Bentuk dan Ukuran, Papan Geometri, usia 4-5 tahu

    Peningkatan Kemampuan Kognitif Melalui Permainan Meja Kantong Bilangan Pada Kelompok A Usia 4-5 Tahun di TK Arrina

    Full text link
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kemampuan kognitif melalui permainan meja kantong bilangan pada kelompok A Taman kanak-kanak ARRINA Pare Sidorejo Godean Sleman Yogyakarta Tahun Ajaran 2021/2022. Metode penelitian dan pengumpulan data menggunakan tehnik observasi atau pengamatan. Penelitian di laksanakan di TK ARRINA Pare Sidorejo Godean Sleman Yogyakarta dengan subjek penelitian anak kelompok A yang berjumlah 24 anak yang terdiri dari 10 perempuan dan 12 laki-laki. Penelitian ini di lakukan dalam tiga siklus yaitu siklus I, siklus II, dan siklus III, setiap siklus terdiri dari satu RPPH di lakukan selama 13 hari. Hasil pencapaian peningkatan kemampuan kognitif anak melalui permainan meja kantong bilangan pada siklus III mengalami peningkatan dan mencapai hasil yang memuaskan yaitu anak berkembang sesuai harapan dengan tingkat pencapaian perkembangan mencapai 88% dari keseluruhan anak. Dari penelitian tersebut dapat di ambil kesimpulan bahwa permainan meja kantong bilangan dapat di terapkan untuk meningkatkan kognitif anak. Peneliti memberikan saran agar guru dapat menerapkan permainan meja kantong bilangan yang lebih variasi dan menyenangkan bagi anak agar anak lebih tertarik dan bersemangat mengikuti kegiatan guna mencapai perkembangan pada bidang kognitif, khususnya mengenal bilangan 1-10.Kata Kunci : Kognitif, mengenal angka 1-10, permainan meja kantong bilangan

    Meningkatkan Kreativitas Motorik Halus Pada Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Finger Painting

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan anak yang masih kurang kreatif mengenai motorik halus. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kreatifitas motorik halus pada anak usia dini melalui kegiatan Finger Painting. Dari hasil pengamatan dan analisis serta perbaikan pembelajaran diketahui bahwa kegiatan Finger Painting anak meningkat. Hal ini dapat dilihat dari hasil Siklus 1 mencapai 20% dikategorikan kurang, Siklus 2 mencapai 60% yang dikategorikan cukup, dan Siklus 3 mengalami peningkatan mencapai 90% yang dikategorikan baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Finger Painting dapat meningkatkan kreatifitas motorik halus pada anak 5-6 tahun melalui kegiatan Finger Painting di TK Aisyiyah Bustanul Athfal.Kata Kunci : Motorik halus,Finger paintin

    Pembelajaran PBL Menggunakan Media Kartu Huruf Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf di TK Satu Atap SD Negeri 15 Sempalai

    Full text link
    Kemampuan mengenal huruf merupakan perkembangan anak dari belum tahu menjadi tahu tentang keterkaitan bentuk , bunyi huruf, sehingga anak dapat mengetahui huruf dan memaknainya. Penelitian bertujuan meningkatkan kemampuan anak mengenal huruf melalui kartu huruf. Subyek penelitian 5 anak. Data penelitian meliputi kemampuan anak mengenal huruf, instrumen pengambilan data dengan LKPD. Teknik pengumpulan data melalui pengamatan dengan 3 PTM terbatas. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan mengenal huruf anak mengalami peningkatan, dibuktikan pertemuan I perkembangan anak sebesar 60% dan pertemuan II pencapaian perkembangan anak adalah 80%. Kesimpulan penggunaan kartu huruf meningkatkan mengenal huruf.Kata Kunci : Kemampuan mengenal huruf, media kartu huruf, AU

    Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Membentuk Gambar Dengan Berbagai Media Pada Kelompok B Di TK Bina Mutiara

    Full text link
    Perkembangan motorik halus merupakan salah satu aspek penting bagi perkembangan anak. Perkembangan motorik halus merupakan kegiatan yang menggunakan otot-otot halus pada jari dan tangan, meningkatnya penggorganasian gerak tubuh yang melibatkan kelompok otot dan saraf kecil lainnya. Perkembangan motorik halus anak dipengaruhi oleh pembiasaan, rangsangan, makanan, atau minuman dan kognitif. Oleh karena itu, untuk mengembangkan motorik halus pada anak usia dini, sebagai pendidik harus memanfaatkan strategi pembelajaran sebagai cara atau langkah untuk membantu mengembangkan motorik halus anak. Memanfaatkan berbagai media pembelajaran bagi anak-anak memiliki fungsi edukatif dan kreatif yang berati dapat memberikan pengaruh positif dalam pendidikan. Penelitian ini dilaksanakan di TK Bina Mutiara. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan jenis penelitian kualitatif diskriptif. Subjek penelitian adalah 15 peserta didik kelompok B, sedangkan objek penelitian adalah perkembangan motorik halus anak usia dini. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa melalui media bahan bekas tutup botol dapat meningkatkan motorik halus anak di TK Bina Mutiara dengan hasil yang baik. Hal ini dapat dilihat dari adanya perkembangan motorik halus peserta didik yang mana pada pra siklus sampai siklus III mencapai perkembangan sangat baik dengan 93,33% peserta didik yang telah mencapai standar penilaian yang telah ditetapkan.Kata Kunci : Berbagai Media, Motorik Halu

    Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Mencetak pada Kelompok B TK Dharma Wanita Bacem 01

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan mencetak dikelompok B TK Wanita Bacem 01 Ponggok Kabupaten Blitar. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif menggunakan model Kemmis dan Mc. Taggart. Subyek penelitian ini adalah anak kelompok A. Sedangkan obyek dalam penelitian ini adalah kemampuan motorik halus mencetak pada anak. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar penilaian observasi (checklist). Teknik analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Setelah dilakukan penelitian dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan kemampuan motorik halus anak yang masuk pada tahap berkembang sangat baik. Langkahlangkah yang ditempuh untuk meningkatkan kemampuan motorik halus melalui kegiatan mencetak ini adalah peneliti mempersiapkan media dan alat pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan mencetak, yaitu berupa daun pepaya, pasta kreatif, sisir rambut dan sikat gigi. Kemudian guru mendemonstrasikan di hadapan anak-anak bagaimana cara menggunakan alat tersebut sehingga dapat menghasilkan bentuk cetakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik halus anak dapat meningkat. Hasil observasi yang dilakukan pada saat tindakan siklus I dengan persentase 61%. Pada siklus II 82% dengan kriteria kemampuan motorik halus anak berkembang sangat baik, dan pada siklus III 86%, dengan kriteria kemampuan motorik halus anak berkembang sangat baik.Kata kunci: kemampuan motorik halus, kegiatan mencetak, kelompok

    Peningkatan Kemampuan Menghubungkan Bilangan dengan Lambang Bilangan Melalui APE TV Pintar pada Siswa Kelompok A TK LKMD Sidorukun Gresik

    Full text link
    Tujuan pembuatan karya ilmiah ini secara umum adalah meningkatkan kemampuan menghubungkan bilangan dengan lambang bilangan melalui APE TV Pintar pada siswa kelompok A di TK LKMD Sidorukun Gresik. Obyek dari penelitian adalah anak kelompok A TK LKMD Sidorukun Gresik sebanyak 16 anak. Karya ilmiah ini dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan perbaikan pembelajaran, hasil perbaikan pembelajaran siklus I menunjukkan tidak semua kegiatan yang direncanakan berjalan sesuai harapan guru. Pada kegiatan menghubungkan gambar benda/bintang dengan lambang bilangannya belum dikuasai oleh anak. Dari 16 anak sebanyak 12 anak atau 50% anak belum mampu menghubungkan gambar atau binatang dengan lambang bilangannnya. Untuk itu perlu dialakukan perbaikan pembelajaran sikuls II. Hasil dari pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus II menunjukkan bahwa 80% anak mampu melakukan perintah guru tanpa bimbingan dan hanya 20% anak yang mampu melakukan perintah guru dengan sekali bimbingan.Kata Kunci: Menghubungkan Bilangan dengan Lambang Bilangan, APE TV Pinta

    189

    full texts

    197

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Profesi Kependidikan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇