Jurnal Profesi Kependidikan
Not a member yet
    197 research outputs found

    Meningkatkan Motorik Halus Anak Melalui Bermain Dengan Media Bahan Kertas Pada Kelompok B1 TK ABA III Paranga

    Full text link
    Permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana meningkatkan motorik halus anak melalui kegiatan bermain dengan media bahan kertas TK ABA III Paranga Cab. Borimatangkasa Kec. Bajeng Kab. Gowa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan motorik halus anak melalui kegiatan bermain dengan media bahan kertas di TK ABA III Paranga. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif terhadap penerapan kegiatan bermain media bahan kertas dalam kaitannya dengan peningkatan kreatifitas anak di TK ABA III Paranga. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah anak didik kelas B1 pada TK ABA III Paranga tahun ajaran 2020/2021 erjumlah 6 orang. Prosedur penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus. Adapun setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi. Untuk keperluan analisis data-data, peneliti menggunakan teknik analisis deskriptif-kualitatif dengan presentatif hasil, yang disesuaikan dengan indikator-indikator atau ketentuan yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bermain dengan media bahan kertas ternyata dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak TK ABA III Paranga Tahun Pelajaran 2020/2021. Karena itu, bermain dengan media bahan kertas direkomendasikan untuk dijadikan alternatif tindakan dalam meningkatkan motorik halus anak di Taman Kanak-kanak.Kata Kunci : Motorik halus, Bermain, Media, Bahan Kerta

    Penerapan Problem Based Learning (Pbl) Untuk Meningkatkan Komunikasi Anak TK

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya anak dapat berkomunikasi, bertanya dan menjawab pertanyaan kepada Guru. Kurangnya anak berkomunikasi serta keberanian anak untuk menceritakan pengalaman mainnya serta kurang lancar menjawab pertanyaan. Permasalahan yang diungkap dalam penelitian ini adalah penerapan Problem Base Learning dapat meningkatkan kemampuan komunikasi anak. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan Problem Base Learning dapat meningkatkan kemampuan komunikasi anak di TK Islam Terpadu Ar Rahmah Tahun ajaran 2021/2022. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam tiga siklus dengan masing-masing siklus terdapat perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Sumber data penelitian ini adalah anak usia 4-5 tahun di TK Islam Terpadu Ar Rahmah. Melalui penerapan Problem Base Learning terbukti mampu meningkatkan komunikasi anak di TK Islam Terpadu Ar Rahmah, yaitu terlihat dari lembar data hasil pengamatan pada saat menceritakan isi video. Kemampuan komunikasi anak untuk menjawab pertanyaan, mengungkapkan keinginan, bertanya meningkat.Kata Kunci: Problem Base Learning, Komunikasi Ana

    Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Media Pembelajaran Balok Di Kelompok B TKIT Tunas Mulia

    Full text link
    Kegiatan penelitian pembelajaran yang dilakukan di TKIT Tunas Mulia ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak melalui media balok. Subyek yang diteliti adalah kelompok B yang berjumlah 16 anak terdiri dari 9 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Metode yang digunakan adalah tanya jawab, demonstrasi dan pemberian tugas, instrument penilaian yang digunakan adalah ceklis, observasi dan hasil karya. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kognitif pada anak melalui media balok, hal ini dapat dilihat pada prasiklus anak belum tampak kreatif, pada siklus I meningkat menjadi baik dan pada siklus II semakin baik, Langkah-langkah yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan kognitif dengan media menggunakan balok yaitu anak dikenalkan bentuk-bentuk balok, besar kecil, tinggi rendah, panjang pendek, dan mencipta atau berkreasi dari balok dan membangun dengan balok menggunakan asesoris. Kemudian anak mengkomunikasikan hasil kreasi yang dibuat kepada teman-temannya.Kata Kunci : Kemampuan kognitif, Media pembelajaran balo

    Meningkatkan Kemampuan Bercerita Siswa Melalui Media Pembelajaran Buku Pop Up Pada Anak Kelompok B Tk Aisyiyah Bustanul Athfal 03

    Full text link
    Berbicara soal bercerita pastilah ada hubungannya dengankemampuan berbahasayangmerupakan salah satu faktor untuk komunikasi, berbicara ada dua pengembangan, pengembangan dalam bentuk tulisan dan pengembangan dalam bentuk lisan, sedangkan bercerita termasuk dalam pengembangan lisan dimana untuk meningkatkan minat bercerita anak diperlukan media yang dapat mendukung. TK Aisyiyah Bustanul Athfal 03 Blimbing kabupaten lamongan dipilih sebagai tempat penelitian dengan pertimbangan berdasarkan observasi yang telah dilakukan peneliti, terlihat adanya permasalahan yang muncul dari anak dalam bercerita. Kegiatan ini dilakukan denganberbagai macam media karena pada dasarnya bercerita haruslah menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi anak serta dapat meningkatkan semangat dan minat anak dalam membaca. Dari hasil penelitian pra siklus, siklus I dan siklus II menunjukkan peningkatan dalam aspek bahasa khususnya dalam kegiatan bercerita. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak dalam meningkatkan daya ingat dan kemampuan berkomunikasi dengan baik dan lancar dengan sederhana. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diharapkan guru mampu menggunakan media-media yang menarik sebagai strategi guru dalam kegiatan bercerita agar menjadi kegiatan yang menyenangkan.Kata Kunci : Bercerita, Media pembelajaran, buku pop up

    Peningkatan Kemampuan Kognitif Melalui Kegiatan Pencampuran Warna pada Kelompok A TK Kemala Bhayangkari Pitumpanua

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatan Kemampuan Kognitif Melalui Kegiatan Pencampuran Warna Pada Kelompok A TK Kemala Bhayangkari Pitumpanua. Masalah dalam penelitian adalah bagaimana kemampuan kognitif anak dapat meningkat melalui kegiatan pencampuran warna pada kelompok A TK Kemala Bhayangkari Pitumpanua? Pendekatan penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas yang menfokuskan pada kemampuan kognitif anak dan kegiatan pencampuran warna. Untuk subyek penelitian sebanyak 6 orang anak kelompok A (usia 4-5 tahun) dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan indicator aspek fisik-motorik, khususnya motoric halus di setiap perlakuan penelitian. Analisis data menggunakan analisis data deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kognitif anak mengalami peningkatan pada kategori belum berkembang (BB) ke kategori berkembang sesuai harapan (BSH). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kegiatan pencampuran warna dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak kelompok A TK Kemala Bhayangkari Pitumpanua.Kata kunci : Kemampuan kognitif, Pencampuran Warna, Kelompok

    Pembelajaran Saintifik Berbasis Steam untuk Meningkatkan Kreativitas Seni Anak Kelompok B TK Amanah

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas seni anak kelompok B di TK Amanah Kota Probolinggo. Subyek penelitian ini adalah anak kelompok B di TK Amanah Kota Probolinggo. Obyek penelitian ini adalah kreativitas seni anak. Metode penelitian yang  digunakan dalam penelitian ini adalah Project Based Learning dengan pendekatan saintifik berbasis STEAM. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah "observasi" terhadap hasil karya anak untuk mengetahui sejauh mana kemampuan seni anak selama kegiatan berlangsung. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Peningkatan kreativitas seni pada anak usia dini dilaksanakan dengan 3 kegiatan diantaranya, bermain pencampuran warna, menggembungkan balon tanpa ditiup, dan menghias kue. Hasil peningkatan kreativitas seni pada anak kelompok B di TK Amanah Kota Probolinggo dalam proyek bermain pencampuran warna pada siklus 1 mencapai 80% keberhasilan, proyek menggembungkan balon tanpa ditiup pada siklus 2 mencapai 40%, dan proyek menghias kue pada siklus 3 adalah mencapai angka 100% keberhasilan.Kata Kunci: Pembelajaran Saintifik, Steam, Kreativitas Sen

    Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Dalam Berbicara Melalui Metode Bermain Peran Pada Kelompok A Di TK Aisyiyah 08 Mojokerto

    Full text link
    Kemampuan bahasa memiliki empat aspek yaitu menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Kemampuan berbicara merupakan cara untuk mengkomunikasikan keinginan dalam bentuk bahasa verbal. Berdasarkan analisis data yang ada pada kemampuan bahasa masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam berbicara hal ini disebabkan karena kurangnya media di gunakan di Kelompok A TK Aisyiyah 08. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan bahasa dalam berbicara melalui kegiatan bermain peran pada kelompok A Di TK Aisyiyah 08 Kota Mojokerto. Metode yang digunakan pada penelitian yaitu ada 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II. Materi yang di bahas menggunakan metode bermian peran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bermian peran dapat meningkatkan prestasi belajar anak. Peningkatan terlihat kondisi pada prosentase siklus 1 diperoleh 45%, Siklus II 83,3%. Pembelajaran di TK dapat berlangsung secara optimal apabila pendidik menerapkan metode bermian peran dengan cara belajar seraya bermain, bermain seraya belajar.Kata Kunci: Kemampuan, Bahasa Anak, Berbicara, Bermain Pera

    Upaya Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Melalui Metode Bercerita Dengan Menggunakan Cerita Bergambar Pada Peserta Didik Kelompok B1 Di Tk Sorowako

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak melalui metode bercerita pada kelompok B di TK Sorowako. Keterampilan berbicara merupakan kecakapan atau kemampuan seseorang dalam menyampaikan ide, gagasan, pikiran dan perasaaan kepada orang lain menggunakan bahasa lisan dengan jelas, benar dan dapat difahami orang lain. Keterampilan bicara dapat diasah melalui berbagai metode, diantaranya adalah metode bercerita. Bercerita adalah salah satu keterampilan yang sangat imajinatif dan komunikatif. Oleh sebab itu, bercerita sangat penting digunakan dalam mengasah keterampilan berbicara. Metode penelitian adalah kualitatif dan jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) guna memecahkan masalah.Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelompok B yang dilaksanakan di TK Sorowako berjumlah 20 Anak yang terdiri dari 14 anak laki-laki dan 6 anak perempuan, yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Yang setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, refleksi. Teknik dan alat pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis data secara kualitatif dan deskriptif. Pengumpulan data melalui lembar observasi dan wawancara, catatan harian dan hasil belajar anak. Hasil Penelitian kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode bercerita dengan media berita bergambar dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak, hal ini terbukti dengan adanya peningkatan pada kemampuan anak dilihat pada pedoman observasi dari sebelum tindakan sampai siklus III yakni sebelum tindakan/pra silus mendapat hasil 40 %, siklus I sebesar 55 % , siklus II sebesar 70 %, dan siklus III sebesar 85 %.Kata Kunci : Kemampuan Berbahasa, Metode Bercakap-caka

    Penerapan Pembelajaran Model Project Based Learning Dalam Meningkatkan Kreativitas Seni Pada Anak Usia Dini

    Full text link
    Perkembangan kratifitas anak yang baik dapat mendorong berkembangnya kreatifitas seni anak. Kemampuan seni pada anak usia dini adalah sejumlah kegiatan yang dapat dilakukan oleh anak khususnya motorik halus dan motorik kasar. Pada model pembelajaran project based learning anak dapat bertindak aktif dan berfikir tingakat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas anak dalam bidang pengembangan seni untuk anak usia dini. Penelitian ini dilakukan di Taman Kanak-Kanak IDHATA di kelompok B denga jumlah siswa sebanyak 10 orang. Dapat disimpulkan bahwa kreatifitas anak dalam kegiatan perkembangan seni berbasis proyek sebangai sarana yang tepat untuk kegiatan perkembangan pembelajaran anak.Kata Kunci : Project Based Learning, Kreativitas Seni Anak Usia Din

    Penggunaan Metode Proyek Dalam Meningkatkan Kemampuan Sosial Anak Usia 5-6 Tahun Pada Kelompok B Di Tk Islam Tirtayasa

    Full text link
    Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Metode Proyek sehingga dapat Meningkatkan Sosial Anak Usia 5-6 tahun di TK Islam Tirtayasa Serang Banten. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan dengan menggunakan instrumen berupa observasi, wawancara, dokumentasi dan catatan lapangan. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Siklus I, kemampuan sosial anak meningkat pada kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dengan persentase 40%. Pada siklus II kemampuan sosial anak pada kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB) mengalami peningkatan dengan persentase 70% anak berhasil mencapai indikator-indikator kemampuan sosial anak pada kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB). Dengan demikian, proses pembelajaran melalui metode proyek dapat dikatakan berhasil karena di kelas B1 TK Islam Tirtayasa Serang Banten telah mencapai indikator peningkatan kemampuan sosial pada kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB).Kata kunci: metode proyek, kemampuan sosial, anak usia dini, kelompok

    189

    full texts

    197

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Profesi Kependidikan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇