Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Not a member yet
194 research outputs found
Sort by
COVID-19 DAN DEMOKRASI DIGITAL DI INDONESIA
During the COVID-19 pandemic, the government made various social restrictions, that affected the democratic process in Indonesia. The prohibition of crowding limited the mobilisation of the public to express their opinions. In response, many people opened up spaces for democratic discussion on digital platforms, utilizing internet of things (IoT). This research will focus on the impact of the COVID-19 pandemic in the digital democracy space. The timeframe from this study would be focused during the COVID-19 pandemic in Indonesia which began from March 2, 2020 as the date of the first announcement of COVID-19 in Indonesia until June 22, 2023 as the date when President Jokowi end the pandemic status. The method used is descriptive qualitative and the cdigital democracy concept for analysis. The data obtain by literature study. The results show that during the COVID-19 pandemic, there are more freedom of expression organized through digital platforms. This study finds COVID-19 pandemic gave significant impact towards societies, especially on the digital democracy context, as new opportunities to express aspirations towards the government. Moreover, the habit of using digital platform for aspiration sharing is still maintained when the status of pandemic ends.Pada masa pandemi COVID-19, pemerintah melakukan berbagai pembatasan sosial. Namun pembatasan tersebut berdampak pada proses demokrasi di Indonesia. Larangan berkerumun membatasi mobilisasi masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Menyikapi hal tersebut, banyak pihak yang membuka ruang diskusi demokratis melalui platform digital, atau sekadar memanfaatkan internet of things (IoT). Penelitian ini akan fokus pada dampak pandemi COVID-19 pada ruang demokrasi digital. Kerangka waktu dari penelitian ini akan difokuskan pada masa pandemi COVID-19 di Indonesia yang dimulai dari tanggal 2 Maret 2020 sebagai tanggal pertama kali diumumkannya kasus COVID-19 di Indonesia dan pasca tanggal 22 Juni 2023 sebagai tanggal berakhirnya masa pandemi di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan menggunakan konsep demokrasi digital untuk analisisnya. Studi literatur digunakan untuk memperoleh data yang relevan. Hasilnya menunjukkan bahwa di masa pandemi COVID-19, kebebasan berekspresi lebih banyak dilakukan melalui platform digital. Studi ini menemukan bahwa pandemi COVID-19 memberikan dampak yang signifikan terhadap masyarakat, terutama dalam konteks demokrasi digital sebagai peluang baru untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah semakin terbuka ketika pembatasan dilonggarkan pada tahap akhir pandemi. Kebiasaan menggunakan platform digital untuk berbagi aspirasi pun masih tetap dipertahankan ketika status pandemi berakhir
TINJAUAN DAN KOMPARASI DESAIN MINUMAN KEKINIAN DENGAN PENDEKATAN SENSORY BRANDING
Franchising industry for contemporary beverage products, innovative branding is done utilizing sensory branding as a component of marketing, together with creativity and the use of appropriate design psychology as a difference. Contemporary beverage design is essential for producing aesthetic appeal and sensory experiences. Through the use of materials, color schemes, lighting, product and window displays, and sensory-branded store interiors, consumers are provided emotional experiences. The primary senses that will be explored in this research on sensory branding are sight and touch. Design psychology is meanwhile researched based on customer perceptions and patterns of human social interaction. In this study, contemporary beverage designs from several well-known companies will be analyzed and contrasted according to the sensory branding components used by seven popular contemporary beverage brands. Descriptive qualitative case studies are the research methodology employed. Consequently, by exposing sensory branding findings and design psychology elements from contemporary beverage franchises, particularly those relating to the image of store interior branding, style and design elements, as well as visual merchandising as a form of design recommendation, the results of this study will provide deeper insight into how contemporary beverage design can influence consumer preferences and their purchasing decisions.Bisnis waralaba, terutama produk minuman kekinian, inovasi branding dilakukan dengan sensory branding sebagai bagian pemasarannya disertai dengan inovasi maupun penerapan psikologi desain yang sesuai sebagai pembeda antara cabang toko satu dengan lainnya. Desain minuman kekinian sangat penting dalam menciptakan daya tarik visual dan pengalaman sensorik yang memikat konsumen. Sensory branding memanfaatkan indera manusia untuk memberikan pengalaman emosional pada konsumen dalam hal material, skema warna, pencahayaan, display produk, window display hingga interior pada toko. Sensory branding yang akan dikaji dari penelitian ini terutama terkait dengan indera visual dan perasa. Sedangkan dari segi psikologi desain dikaji berdasarkan persepsi konsumen dan tren interaksi sosial manusia di dalamnya. Penelitian ini akan menganalisis desain minuman kekinian dari berbagai merek populer dan membandingkannya berdasarkan elemen sensory branding yang digunakan.Adapun metode penelitian yang digunakan melalui pendekatan kualitatif secara deskriptif dari studi kasus. Oleh karena itu, hasil penelitian ini akan memberikan wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana desain minuman kekinian dapat memengaruhi preferensi konsumen dan keputusan pembelian mereka dengan pemaparan temuan sensory branding dan unsur psikologi desain dari waralaba minuman kekinian, terutama hal yang berkaitan dengan citra dari branding interior toko, gaya dan elemen desain, serta visual merchandising sebagai bentuk rekomendasi desain
Perilaku Penggunaan Smartphone pada Pekebun Kelapa Sawit dalam Peremajaan Kelapa Sawit pada Gapoktan Manunggal Sakti Desa Sialang Sakti Kabupaten SIak
The implementation of the oil palm replanting program for smallholders (PSR) has experienced many problems, especially related to the flow of information and communication between various parties and smallholders. The purpose of this study is to determine the behavior of farmers in the use of smartphones that adopt TAM theory. This research was conducted in Sialang Sakti Village, Siak Regency. The number of respondents in the study amounted to 30 people who were taken purposively with consideration of farmers who had participated in PSR program. Data analysis using descriptive analysis. The result of this study is that perceptions of expediency of use and attitudes towards use fall into the very high category. The perception of ease of use and behavioral interest falls into the high category. Real conditions of use fall into the category of moderate. It is necessary to develop social media based applications to implement replanting and training in the use of Information and Communication Technology (ICT) for farmers so that smartphone ownership can attract interest in actual behavior and use of ICT in oil palm replanting.Gapoktan Manunggal Sakti adalah kelembagaan pertanian di Kampung Sialang Sakti yang melaksanakan program PSR. Minimnya pengetahuan mengenai pelaksanaan replanting mengakibatkan pekebun harus membutuhkan informasi yang banyak. Informasi yang banyak dapat diakses pekebun melalui penggunaan smartphone. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui persepsi kemudahan penggunaan, persepsi kemanfaatan penggunaan, sikap penggunaan terhadap, minat perilaku, dan kondisi nyata penggunaan smartphone dalam pelaksanaan replanting kelapa sawit oleh pekebun di Kampung Sialang Sakti Kecamatan Dayun Kabupaten Siak. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan sampel 30 orang. Analisis data yang digunakan adalah skala likert. Hasil penelitian ini adalah persepsi kemanfaatan penggunaan dan sikap terhadap penggunaan masuk ke dalam kategori sangat tinggi. Persepsi kemudahan penggunaan dan minat perilaku masuk ke dalam kategori tinggi. Kondisi nyata penggunaan masuk ke dalam kategori cukup
Pengaruh Terpaan Media Sosial terhadap Persepsi Risiko Kesehatan: Survei pada Isu Polusi Udara Jakarta
The high level of air pollution in Jakarta had become a hot topic on various social media platforms in the second half of 2023. This research aims to find out whether and to what extent the level of exposure to social media influences the level of public health risk perception, especially regarding the problem of air pollution in Jakarta. The research was conducted only to Instagram, which is one of the most popular social media platforms in Indonesia. By using the concept of The Social Amplification of Risk Framework (SARF) to understand the role of media in shaping people\u27s risk perceptions, this research uses quantitative approach with survey method on 109 respondents. The results of hypothesis testing show that exposure to information on Instagram related to Jakarta air pollution influences perception of health risk even though it is not the dominant factor. The results of this research show the need to utilize various communication channels to achieve more optimal results in risk communication. The use of omnichannel needs to be supported by an integrated communication strategy to provide message consistency and continuity so that people are able to understand risks correctly and adopt the right behavior to deal with them.Tingginya tingkat polusi udara di Jakarta menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial, termasuk instagram. Meski demikian, masih banyak dijumpai masyarakat Jakarta yang beraktivitas di ruang terbuka tanpa menggunakan masker, seperti tidak merasakan adanya bahaya polusi udara terhadap kesehatan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah tingkat terpaan media sosial instagram berpengaruh terhadap tingkat persepsi risiko kesehatan masyarakat Jakarta, khususnya mengenai masalah polusi udara di Jakarta. Dengan pendekatan kuantitatif dan metode pengumpulan data survei pada 109 orang responden, penelitian ini menggunakan konsep The Social Amplification of Risk Framework (SARF) yang menyatakan bahwa media sebagai saluran utama dalam penyampaian risiko pada masyarakat. Hasil pengujian hipotesis dengan uji regresi menunjukkan bahwa terpaan informasi di media sosial instagram terkait polusi udara Jakarta mempengaruhi persepsi risiko kesehatan. Dengan demikian, media sosial dapat efektif digunakan sebagai sarana untuk mensosialisasikan isu-isu seputar kesehatan dan lingkungan yang selanjutnya akan membentuk persepsi masyarakat terhadap risiko masalah kesehatan dan lingkungan tersebut
PENGARUH PELATIHAN VIDEO CONTENT CREATOR TERHADAP KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN DI WILAYAH KERJA BPSDMP KOMINFO JAKARTA
Content Creator is considered a profession that can be agile and responsive to adjust and adapt to major changes. The latest skills and knowledge for content creators are important to deal with rapid changes in technology and applications required. This new knowledge can be obtained by participating in training. Therefore, BPSDMP Kominfo Jakarta conducts video content creator training. This study wanted to see if there was a relationship between video content creator training and increased participant competency. The method in this research is a quantitative approach with explanatory research. Respondents in this study were video content creator training participants. As a result, the video content creator training held by BPSDM Kominfo Jakarta increased the competence of the participants in creating video content in online media.Content Creator dianggap sebagai profesi yang mampu dengan gesit serta tanggap dapat beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Untuk menghadapi perubahan teknologi dan aplikasi yang cepat tersebut membutuhkan kemampuan dan pengetahuan terbaru bagi content creator. Pengetahuan baru ini bisa diperoleh dengan mengikuti pelatihan, oleh karena itu BPSDMP Kominfo Jakarta melaksanakan pelatihan video content creator. Pada penelitian ini ingin melihat apakah ada hubungan antara pelatihan video content creator dengan peningkatan kompetensi peserta. Metode pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian penjelasan (explanatory research). Responden pada penelitian ini adalah peserta pelatihan video content creator. Hasilnya Pelatihan video content creator yang diadakan oleh BSDM Kominfo Jakarta berpengaruh terhadap peningkatan kompetensi para pesertanya dalam membuat konten video di media daring. 
ACCEPTANCE AND USE OF TECHNOLOGY AND USER SATISFACTION OF THE DIGITALENT.KOMINFO.GO.ID WEBSITE: TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA
The Ministry of Communication and Information Technology has implemented the Digital Talent Scholarship (DTS), which aims to improve the competence of Information and Communication Technology. This study explores the factors that influence the acceptance and use of the website and its impact on user satisfaction, specifically for the Vocational School Graduate Academy (VSGA) participants. This generation is considered to have good digital literacy, but field evidence shows that there are still challenges faced by DTS VSGA participants in accepting and using the digitalent.kominfo.go.id website. This study adopts the UTAUT 2 model to examine the factors that influence the acceptance and use of the website and measure its impact on user satisfaction with the digitalent.kominfo.go.id website. A quantitative approach was used, using a survey method with 356 respondents. Data analysis used Structural Equation Modeling (SEM) with the Partial Least Square (PLS) model. The study results indicate that the UTAUT 2 model only partially applies to accepting and using the digitalent.kominfo.go.id website. Based on the seven constructs in the UTAUT 2 model, only three variables—performance expectancy, social influence, and habit—influence behavioral intention. Usage behavior is directly influenced by behavioral intention and facilitating conditions, and usage behavior influences user satisfaction.Faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan pengguna terhadap website digitalent.kominfo.go.id penting untuk dipahami demi keberhasilan penerimaan dan penggunaan website itu sendiri dan program Digital Talent Scholarship (DTS). UTAUT 2 merupakan salah satu model yang digunakan untuk menganalisis penerimaan dan penggunaan teknologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji faktor yang memengaruhi penerimaan dan penggunaan website, serta mengukur pengaruhnya terhadap kepuasan penggunaan website digitalent.kominfo.go.id. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dengan responden sebanyak 356 orang dengan rentang usia 18 – 29 tahun. Analisis data dalam penelitian menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan model Partial Least Square (PLS). Hasil pengujian menunjukkan bahwa model UTAUT 2 tidak teraplikasi sepenuhnya terhadap penerimaan dan penggunaan website digitalent.kominfo.go.id. Dari ketujuh konstruk dalam model UTAUT 2, hanya tiga variabel yang berpengaruh terhadap niat perilaku yaitu harapan kinerja, pengaruh sosial, dan kebiasaan. Sedangkan perilaku penggunaan dipengaruhi secara langsung oleh niat perilaku dan fasilitas pendukung, serta perilaku penggunaan mempengaruhi kepuasan pengguna.
Kata Kunci: UTAUT 2, Kepuasan Pengguna, Digital Talent Scholarship (DTS), Penerimaan Teknologi
MANAJEMEN IMPRESI PADA PEREMPUAN PENARI TRADISIONAL MELALUI MEDIA SOSIAL : (STUDI PADA AKUN INSTAGRAM @ayodyapala)
In Indonesia, the profession of traditional dancers is still categorized as a less classy profession. One organization that actively tries to weaken the negative image associated with traditional women dancers is the Ayodya Pala Art and Dance Studio. Through their Instagram account @ayodyapala, the management of the Ayodya Pala Arts and Dance Studio has implemented an impression management strategy to construct a positive image of their members as traditional dancers who are professional, multi-talented, educated, and well-mannered. Through qualitative data collection from five informants who are members of the Ayodya Pala Arts and dance studio, it is known that the assertive impression management strategy used to construct a positive image of women traditional dancers in the Instagram account @ayodyapala. These were identified through the content uploaded to the @ayodyapala Instagram account. The data also showed that the informant realized the importance of the Instagram algorithm as a curator that distributed content to other Instagram users. Therefore, the impression management strategy is being combined with other strategies, such as uploading content on a scheduled basis and using hashtags to increase the visibility of the uploaded content.Di Indonesia, profesi sebagai penari tradisional masih dikategorikan sebagai profesi yang kurang berkelas. Perempuan yang berprofesi sebagai penari tradisional diasosiasikan dengan berbagai citra negatif seperti kampungan, tidak berpendidikan dan hanya menjual keindahan tubuhnya saja. Salah satu sanggar seni yang aktif berupaya melemahkan citra negatif yang melekat pada perempuan penari tradisional adalah Pusdiklat Seni Ayodya Pala. Melalui akun Instagram @ayodyapala, pengurus Pusdiklat Seni Ayodya Pala melakukan strategi manajemen impresi untuk mengkonstruksi citra positif pada perempuan penari tradisional yang tergabung pada Pusdiklat Seni tersebut sebagai perempuan penari yang profesional, multitalenta, berpendidikan dan memiliki sopan santun. Melalui pengumpulan data secara kualitatif pada lima orang informan yang merupakan pengurus dari Pusdiklat Seni Ayodya Pala, diketahui bahwa strategi manajemen impresi asertif digunakan untuk mengkonstruksi citra positif pada perempuan penari tradisional pada akun Instagram @ayodyapala. Hal ini diketahui melalui unggahan pada akun Instagram @ayodyapala. Data yang didapatkan juga menunjukkan bahwa para informan menyadari pentingnya peran algoritma Instagram sebagai kurator yang mendistribusikan konten pada pengguna Instagram lainnya. Oleh Karen itu, untuk meningkatkan kemungkinan berbagai unggahan dapat dilihat oleh pengguna Instagram kain, maka strategi manajemen impresi tersebut dikombinasikan dengan strategi lainnya; seperti mengunggah konten secara terjadwal dan menggunakan hashtag
 
Sistem Informasi Prioritas Pada Layanan Publik SPBE Kota Palangkaraya
Public Services are essential in government,especially with the implementation of SPBE, where public services can become more efficient and effective with the support of a good information system.However, the availability of information systems also needs to be prioritized according to the competence of ICT human resources, so the research aims to identify and map the priority information systems in SPBE public services in Palangkaraya City government.This research was conducted using quantitative approach through a survey of all 33 OPD/respondents and saturated sample.In addition, this research was also supported by qualitative approach.The data was mapped using the impact ease implementation matrix and analyzed descrively.Based on the Results, there are 24 information system or applications categorized easy to access and have high impact (high easy..Meanwhile, the information systems or applications categorized as difficult to access but have high impact (high-hard) Amounted to 10 applications.By identifying and mapping these priority information systems, it is hoped that their development and utilization can minimize errors caused by human in SPBE public services.
Keywords: Public Services, Information System, Prioritization, Applications, SPBEPelayanan publik sangat diperlukan dalam pemerintahan terlebih lagi dengan penerapan SPBE maka pelayanan publik dapat menjadi lebih efisien dan efektif apabila didukung oleh sistem informasi yang baik. Namun ketersediaan sistem informasi juga perlu diprioritaskan sesuai dengan kompetensi SDM TIK, maka penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan memetakan sistem informasi prioritas pada layanan publik SPBE Kota Palangkaraya. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui survei kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) pemerintah kota Palangkaraya jumlah populasi 33 OPD/respoden dan sampel jenuh yaitu sejumlah populasi. Selain itu penelitian juga didukung oleh pendekatan kualitatif. Data dipetakan dengan Matriks Impact-Ease Implementation dan dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 24 sistem informasi atau aplikasi yang dikategorikan mudah diakses dan memiliki impact yang tinggi (high-easy). Sedangkan untuk sistem informasi atau aplikasi yang dikategorikan sulit diakses tapi memiliki impact yang tinggi (high-hard) yaitu berjumlah 10 aplikasi. Dengan dilakukannya identifikasi dan pemetaan sistem informasi prioritas tersebut diharapkan pengembangan dan pemanfaatannya dapat meminimalisir kesalahan yang diakibatkan oleh human error pada layanan publik SPBE.
Kata Kunci: Layanan Publik, Sistem Informasi, Prioritasisasi, Aplikasi, SPBE
 
KESADARAN KEAMANAN DAN PRIVASI DATA PENGGUNA WHATSAPP (STUDI KASUS DI PROVINSI JAWA BARAT)
Social media applications provide convenience with the features available but can also cause problems, such as security and privacy, in their use, which is also possible in WhatsApp. The condition of security and privacy awareness among WhatsApp users can be an illustration of how users are aware of minimizing various kinds of risks that can arise when using WhatsApp. This study provides an overview of WhatsApp usage, security awareness, and privacy data from respondents, and sociodemographic relationships with the synthesis framework of data security and privacy in WhatsApp usage. The study was conducted quantitatively, with WhatsApp users in West Java Province serving as the unit of analysis and the locus. The questionnaire instrument was distributed online through time sampling within a certain period and accidental sampling. The results of the study provide an overview of WhatsApp usage. The perspective on data security and privacy in West Java Province also shows that many respondents have this awareness. The relationship between sociodemographic variables and the use of WhatsApp shows significant results in several main areas, namely the information security area, the perceived mobile apps area, the perceived control area, and the disclosure information detection area.Aplikasi media sosial memberikan kemudahan dengan fitur-fitur yang tersedia, namun juga dapat menimbulkan masalah yaitu keamanan dan privasi dalam penggunaannya, dan ini juga memungkinkan terjadi pada penggunaan WhatsApp. Kondisi perspektif kesadaran keamanan dan privasi pada pengguna WhatsApp dapat menjadi gambaran bagaimana pengguna memiliki kesadaran dalam meminimalisasi berbagai macam risiko yang dapat muncul dalam penggunaan WhatsApp. Penelitian ini memberikan gambaran penggunaan WhatsApp, kesadaran keamanan dan privasi data dari responden, dan relasi sosiodemografi dengan kerangka sintesis keamanan dan privasi data dalam penggunaan WhatsApp meliputi total area sintesis yang digunakan dan terhadap masing-masing area utama. Pendekatan penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan unit analisis dan lokus adalah pengguna WhastApp di Provinsi Jawa Barat. Instrumen kuesioner disebarkan secara online melalui time sampling dalam periode waktu tertentu dan accidental sampling. Hasil penelitian memberikan gambaran penggunaan WhatsApp dari frekuensi menggunakan, intensitas lama menggunakan, lama periode telah menggunakan, dan frekuensi update status. Perspektif kesadaran keamanan dan privasi data di Provinsi Jawa Barat juga menunjukkan banyak responden yang memiliki kesadaran tersebut. Relasi variabel sosiodemografi dan penggunaan WhatsApp menunjukkan hasil signifikan pada beberapa area utama yaitu area keamanan informasi, area perceived mobile apps, area perceived control, dan area penolakan mengungkap informasi
PENGARUH PAPARAN INFORMASI COVID-19 TERHADAP INTENSI PANIC BUYING MELALUI KECEMASAN MAHASISWA KOTA BANDUNG
Information is known to have an influence on the formation of attitudes and behavior. The COVID-19 information on Instagram is inseparable, which of course has an impact on the recipients. Especially during this pandemic, many people have the intention of panic buying. This raises a question that is there a possibility that the information that is spread can affect a person\u27s attitude and behavior, especially anxiety and panic buying intentions. This research aim to build a model and find out how the influence of exposure to COVID-19 information on Instagram builds anxiety and panic buying intentions. Elaboration Likelihood Model is used as a theory with a quantitative approach and survey method here. Data collection was carried out by distributing questionnaires online to 454 sample respondents from the Bandung City student population. After the data is collected, the results are analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with SmartPLS 3.9. The findings from this study are that information consisting of information quality and source credibility has a significant influence. Anxiety is also known to have a significant influence on the formation of panic buying intentions. So, information exposure has an influence on the formation of panic buying intentions through anxiety.Paparan informasi diketahui memiliki pengaruh terhadap pembentukan sikap dan perilaku. Tidak terlepas informasi COVID-19 di Instagram yang tentu memiliki pengaruh bagi para penerimanya. Terlebih di masa pandemi ini, banyak orang berintensi panic buying. Hal ini menimbulkan sebuah pertanyaan bahwa adakah kemungkinan informasi yang tersebar tersebut dapat memengaruhi seseorang dalam bersikap dan berperilaku khususnya kecemasan dan intensi panic buying. Penelitian ini hendak membangun model dan mencari tahu bagaimana pengaruh dari paparan informasi COVID-19 di Instagram terhadap pembentukan kecemasan dan intensi panic buying. Teori yang digunakan dan diuji dalam penelitian ini adalah teori Elaboration Likelihood Model dengan pendekatan kuantitatif dan metode survey. Pengumpulan data dilakukan dengan metode penyebaran kuesioner secara daring kepada 454 responden sampel dari populasi mahasiswa Kota Bandung. Setelah data terkumpul, hasilnya dianalisis mengguanakn Stuctural Equation Modeling (SEM) dengan SmartPLS 3.9. Temuan dari penelitian ini adalah informasi yang terdiri dari kualitas informasi dan kredibilitas sumber memiliki pengaruh signifikan. Kecemasan juga diketahui memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan intensi panic buying. Maka, paparan informasi memiliki pengaruh terhadap pembentukan intensi panic buying jika melalui kecemasan